• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORITIS PENDAFTARAN DAN PEMBATALAN PENDAFTARAN DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KAJIAN TEORITIS PENDAFTARAN DAN PEMBATALAN PENDAFTARAN DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

KAJIAN TEORITIS PENDAFTARAN DAN PEMBATALAN

PENDAFTARAN DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU

BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN

2000 TENTANG DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU

Oleh

ELVINA PUSPITA POETRI

DTLST adalah sebuah hasil kreasi pendesain yang berbahan semikonduktor dan memiliki fungsi elektronik. DTLST sebagai sebuah kekayaan industri (industrial property right) diberikan dengan hak eksklusif dari Negara Republik Indonesia kepada pendesain sebagai hasil karyanya dan wajib didaftarkan kepada Ditjen HKI untuk mendapatkan perlindungan serta kepastian hukum. Ketentuan yang mengatur hal tersebut diatur pada UUDTLST dan PPDTLST. Produk hukum ini mengatur antara lain mengenai pendaftaran DTLST, pembatalan pendaftaran DTLST, lingkup hak dan jangka waktu perlindungan DTLST dan akibat hukum pendaftaran dan pembatalan pendaftaran DTLST. Meskipun belum terdapat pendaftaran ataupun pembatalan pendaftaran DTLST pada Ditjen HKI, akan tetapi tetap perlu diadakan kajian terhadap kedua hal tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaturan pendaftaran dan pembatalan pendaftaran DTLST berdasarkan UUDTLST. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaturan pendaftaran dan pembatalan pendaftaran DTLST dalam hal syarat dan prosedur DTLST, lingkup hak dan jangka waktu perlindungan DTLST dan akibat hukum pendaftaran dan pembatalan pendaftaran DTLST berdasarkan UUDTLST.

Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara mengakaji bahan pustaka berupa peraturan perundang-undangan dan literatur-literatur hukum. Penelitian ini mengkaji UUDTLST dan PPDTLST sebagai peraturan yang menjadi payung hukum pendaftaran dan pembatalan pendaftaran DTLST. Pendekatan masalah yang dipergunakan adalah secara yuridis teoritis, sedangkan data dan sumber data yang dipergunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan data wawancara yang ada hanya digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan cara kualitatif.

(2)

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tentang syarat dan prosedur pendaftaran DTLST yang diatur di dalam UUDTLST dan PPDTLST memiliki kelemahan yaitu kurang memberikan kepastian hukum terhadap pemohon yang ingin mengajukan pendaftaran. Sebaliknya terhadap pembatalan pendaftaran DTLST sudah diatur secara jelas dan konkret di dalam UUDTLST. Pengaturan tentang lingkup hak yang dimiliki oleh pemegang hak DTLST menurut UUDTLST adalah menggunakan hak ekslusifnya selama 10 tahun dan tidak dapat diperpanjang. Hal ini bertujuan agar DTLST yang dipergunakan tetap sesuai dengan perkembangan jaman.

Akibat hukum pendaftaran DTLST berlaku bagi pemegang hak berdasarkan bukti sertifikat DTLST. Pihak lain tidak dapat menggunakan DTLST tersebut tanpa persetujuan pemegang hak. Sedangkan pembatalan pendaftaran DTLST berakibat hukum bahwa pemegang hak tidak dapat menggunakan hak ekslusifnya kembali dan apabila terdapat perjanjian lisensi maka perjanjian lisensi tersebut menjadi batal.

Kata Kunci: Pendaftaran, pembatalan pendaftaran, DTLST, UUDTLST, PPDTLST.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang No.15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme memiliki kelemahan dalam mencegah dan menanggulangi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pertama menunjukkan bahwa penerapan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dalam kasus kosmetik berbahaya dan tidak

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa perlindungan hukum desain industri di DIY belum sesuai

bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban telah memiliki Peraturan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Nomor 4 Tahun 2009 tentang Standar Operasional Prosedur Pemberian

Efraim Teffa, S.321208007, 2016, Efektivitas Pendaftaran Merek di Kalangan Pengusaha Kecil dan Menengah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar, pengaturan tentang kewenangan dibidang legislasi dari Dewan Perwakilan Daerah sebagaimana yang diatur menurut Pasal 22 D ayat (1)