Jumlah anak usia 0 – 6 30.350.000
Kualitas & Kuantitas Pendidikan di Indonesia
Peringkat 64 dari 120 Negara
Permasalahan RA :
1.Kurangnya Sarana fisik 2. kualitas guru yg masih harus
ditingkatkan
3.Rendahnya kesejahteraan Guru 4.Mahalnya biaya Pendidikan
Kini pertanyaannya adalah :
1. Apakah RA sudah berkembang sesuai harapan ?
2. Apakah RA yang berjumlah 23.007 tersebut sudah bermutu?
3. Upaya apakah yang perlu dilakukan agar RA berkembang dan bermutu?
Jawabannya, ada pada pemenuhan standar pendidikan ini
STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Permendiknas RI : Nomor 8 Tahun 2009
I. Standar Tingkat Pencapaian Pendidikan ( STPP ) II. Standar Pendidik dan Tanaga Kependidikan
III. Standar Isi, Proses dan Penilaian
STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN
PENDIDIKAN
Menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan
yang diharapkan dicapai pada anak usia tertentu
Perkembangan anak yang di capai : aspek
pemahaman ASK (Akhlakul karimah, Sosial emosional
dan Kemandirian), nilai-nilai agama dan moral, fisik,
kognitif, bahasa dan sosial emosional.
Saran Pengembangan :
1.
Dalam pemilihan tema harus mengikuti prinsip : a. kedekatan dengan kehidupan anakb. kesederhanaan di mulai dari tema yang mudah c. bahasan tema di sajikan dengan menarik
d. insidental (peristiwa/kejadian di sekitar anak sekolah)
2. Terampil dalam memilih dan menentukan bentuk kegiatan dan metode
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Kualifikasi Guru sesuai permendiknas no. 16 tahun 2007
tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi Guru
Belum memenuhi kualifikasi disebut Guru pendamping Kompetensi : Pedagogik, kepribadian, sosial, profesional Tenaga kependidikan pada PAUD jalur pendidikan formal
terdiri atas : pengawas, kepala TK/RA, tenaga administrasi, dan petugas kebersihan.
Saran Pengembangan :
1. Memenuhi kualifikasi dan kompetensi Guru profesional. 2. Memahami kode etik Guru
Saran Pengembangan :
1. Memegang teguh prinsip-prinsip pembelajaran di RA
a. Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain b. Pembelajaran berorientasi pada perkembangan anak c. Pembelajaran berorientasi pada pertumbuhan anak d. Pembelajaran berpusat pada anak
e. Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik f. Kegiatan pembelajaran paikem
g. Pembelajaran mengembangan kecakapan hidup
h. Pembelajaran di dukung oleh lingkungan yang kondusif i. Pembelajaran yang demokratif
j. Pembelajaran yang bermakna
2. Senantiasa membuat dokumentasi hasil karya anak 3. Memperhatikan prinsip-prinsip penilaian : sistematis,
STANDAR SARANA DAN
PRASARANA, PENGELOLAAN
DAN PEMBIAYAAN
Standar Sarana dan Prasarana
1. Luas lahan minilmal 300m2 2. Lokasinya tidak terlalu dekat
dengan jalan raya utama, tebing, pemakaman, sungai
3. Tidak terlalu dekat dengan tempat pembuangan sampah, pabrik, pasar 4. Lokasi dekat dengan pemukiman 5. Transportasi mudah dijangkau 6. Memiliki ruangan kelas, kkantor,
kamar mandi/wc, gudang, dapur, UKS
7. Mempunyai halaman untuk bermain 8. Aman, nyaman, terang, memenuhi
kriteria kesehatan bagi anak sesuai tingkat pengembangan anak
Saran Pengembangan :
A.Mengupayakan secara terus menerus kelengkapan dari sarana prasarana yang ada B.penataan ulang ruang kelas
Standar pengelolaan
1. Menerapkan MBS yang di tunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, pertisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas
2. Merumuskan visi, misi dan tujuan lembaga
3. Memiliki izin lembaga
4. Mengelola administrasi kegiatan 5. Mengelola sumber belajar/media
Saran pengembangan :
1. Menjalin harmonisasi denganorang tua siswa dan program partisipasi
2. Memperhatikan perizinan, baik izin oprasional maupun ijin
pendirian yayasan
Saran Pengembangan :
1. Pembiayaan dapat dilakukan dengan
pengadaan unit usaha seperti koperasi guru 2. Mengupayakan
tersedianya kas sekolah (dari event-event atau kegiatan yang dilakukan) 3. Up date informasi bantuan
Standar Pembiayaan :
1.Biaya investasi digunakanuntuk pengadaan sarana prasarana, pengembangan SDM
2. Biaya operasional digunakan untuk gaji pendidik dan tenaga
kependidikan serta tunjangan, bahan alat pendidikan yang habis pakai dan biaya operasional
pendidikan tak langsung
3. Biaya personal meliputi biaya
pendidikan yang dikeluarkan oleh orang tua dalam mengikuti
pembelajaran
4. Biaya biaya tsb dapat diperoleh dari pemerintah, yayasan,
PROBLEMATIKA DAN
SOLUSI
Permasalahan :
1. Saat ini banyak lembaga RA yg penyelenggaraannya masih belum sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan belum terpenuhinya 4 standar penyelenggaraan PAUD dan juga 4 Kompetensi guru ( Pedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional ),sebagai mana tertuang dalam UU guru dan Dosen No.14 th 2005.
Solusinya :
Pelatihan, pembinaan, pendidikan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga memenuhi,kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi.
Permasalahan :
2. Kementrian agama yang dalam beberapa kebijakan nya belum banyak berpihak pada pendidikan usia dini, padahal sesungguh nya kementerian Agama selaku
pembantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang keagamaan sudah
seharusnya memberikan kontribusi untuk mensukseskan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini berbasis
keagaaman. Solusinya :
Mengembangkan prototype satuan pendidikan usia dini Menerbitkan KMA/PMA untuk penyelenggaraan
pendidikan anak usia dini di lingkungan Kementerian Agama
Menyusun kurikulum pendidikan agama Islam dan Juknis untuk satuan pendidikan RA dan mempersiapkan
pendidik dan tenaga pendidikan nya
Permasalahan
3.
Ekspektasi yang keliru dan
tumpang tindih dalam penanganan
penyelenggaraan dan pembinaan
pendidikan anak usia dini berbasis
TPQ di Kementrian Agama
Solusinya :
Melakukan pembinaan dan penertiban
bagi penyelenggaraan PAUD berbasis
TPQ agar jelas, terarah dan
Aspek Pembiayaan BOP untuk :
1. Penyelenggaraan proses pembelajaran, seperti pembelian bahan abis pakai, buku buku acuan untuk pendidik, buku bacaan anak,ATK, pemantauan/deteksi tumbuh kembang dan kesehatan anak,spt;honor dokter kunjung,alat alat DDTK,pembelian obat obtan ringan, kotak P 3 K
2. Peningktan gizi atau PMT ( Pemberian Makan Tambahan ) 3. Transport pendidik/mendukung dana pertemuan di Gugus
PAUD
4. Bantuan Biaya masuk dan biaya administrasi anak