1
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP)
POLITEKNIK ACEH SELATAN
TAHUN 2016-2020
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN
MASYARAKAT
POLITEKNIK ACEH SELATAN
2016
i
RENCANA INDUK PENELITIAN
POLITEKNIK ACEH SELATAN 2016-2020
© 2016 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Disusun oleh: Tim Penyusun RIP Politeknik Aceh Selatan Politeknik Aceh Selatan 2016-2020
Jl. Merdeka Komplek Reklamasi Pantai, Tapaktuan, Aceh Selatan e-mail: [email protected]
Tim Penyusun : Dr. Muhammad Ilham Maulana, ST, MT Nuzuli Fitriadi, ST, MT
Hardisal, S.Kom, M.Kom Lindawati, S. Si, M. Eng, Yusrizal, ST, MT
Fransnazoan Sitorus, ST, MT Asbahrul Amri, ST, M.Si Darma Setiawan, ST, MT Irwansyah, ST
Sekretaris : Nur Hanifa, A. Md
ii
SAMBUTAN DIREKTUR POLITEKNIK ACEH SELATAN
Penelitian merupakan salah satu unsur penting dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Tanpa penelitian, maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terhambat. Daya saing sebuah Perguruan Tinggi sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas dari penelitian yang dilakukan.
Politeknik Aceh Selatan adalah perguruan tinggi vokasi yang didirikan untuk menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung proses pembangunan di Aceh Selatan. Visi Politeknik Aceh Selatan adalah menjadi institusi pendidikan yang diakui sebagai Institusi pendidikan unggulan yang bersaing secara global. Misi yang berkaitan dengan penelitian adalah mengembangkan riset terapan terkait dengan disiplin ilmu untuk melayani kebutuhan sumber daya manusia, konsultasi teknik dan penelitian. Dalam mewujudkan visi dan misi, Poltas harus mampu merumuskan, menrancang dan melaksanakan kebijakan penelitian agar penelitian yang dilakukan terarah dan relevan dengan permasalahan yang dihadapai oleh masyarakat.
Rencana Induk Penelitian Politeknik Aceh Selatan (RIP POLTAS) 2016-2020 disusun sebagai pedoman untuk memberikan penekanan arah penelitian jangka panjang kepada seluruh dosen di Politeknik Aceh Selatan. Saya berharap, agenda riset yang tertuang dalam RIP POLTAS 2016-2020” ini, dapat menjadi rujukan bagi dosen Politeknik Aceh Selatan dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan berkelanjutan berbasis kearifan lokal sehingga produk yang dihasilkan dari penelitian dapat menjadi prosuk unggulan institusi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tapaktuan, 20 Oktober 2016
Direktur Politeknik Aceh Selatan
Dr. Muhammad Ilham Maulana, ST, MT
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdullilah dengan rahmat Allah SWT, penyusunan“Rencana Induk Penelitian Politeknik Aceh Selatan (RIP POLTAS) 2016-2020” ini telah selesai dilaksanakan. Tersusunnya RIP POLTAS 2016-2020 ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dosen dalam melaksanakan penelitian untuk kurun waktu 5 tahun.
Penyusunan RIP ini diarahkan untuk mengikuti tema-tema riset yang diacu di dalam RIRN (Rencana Induk Riset Nasional). Penentuan fokus penelitian dilakukan melalui sosialisasi kepada setiap program studi di Poltas.
Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua anggota tim penyusun serta pihak-pihak yang berperan atas sumbangsih yang telah diberikan sampai dengan RIP ini tersusun. Apabila dalam penyusunan RIP ini ditemukan ketidaksempurnaan, kami memohon informasi dan usulan perbaikannya. RIP ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu Politeknik Aceh Selatan di bidang penelitian. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi tidak hanya kepada Negara dan Bangsa Indonesia tapi juga peradaban dunia dan kemanusiaan.
Tapaktuan, 20 Oktober 2016 Ka. LPPM
Ttd.
Lindawati, S.Si, M.Eng 1986032015042002
iv
DAFTAR ISI
Hal
SAMBUTAN DIREKTUR ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rencana Induk Penelitian ... 2
1.3 Tujuan ... 2
1.4 Dasar Penyusunan Rencana Induk Penelitian ... 2
1.5 Topik Penelitian ... 3
BAB II LANDASAN PENGEMBANGAN POLITEKNIK ACEH SELATAN 4
2.1 Visi dan Misi Politeknik Aceh Selatan ... 4
2.2 Evaluasi Diri ... 5
BAB III GARIS BESAR RENCANA INDUK PENELITIAN POLTAS 11
3.1 Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan ... 11
3.2 Strategi dan Kebijakan ... 12
BAB IV SASARAN, PROGRAM STRATEGIS DAN INDIKATOR KERJA 14
4.1 Sasaran dan Program Strategis ... 14
4.2 Riset Unggulan... 14
4.3 Indikator Kinerja... 17
BAB V PELAKSANAAN RENCANA INDUK PENELITIAN POLTAS 19 5.1 Pelaksanaan Penelitian ... 19
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Topik Penelitian Poltas ... 3
Tabel 2.1 Jumlah Dosen Poltas Tahun 2016... 8
Tabel 2.2 Sarana Laboratorium Poltas ... 8
Tabel 2.3 Jumlah Koleksi Buku ... 9
Tabel 2.4 Analis SWOT ... 10
Tabel 4.1 Indikator Kinerja ... 18
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan manusia. Ukuran kesejahteraan masyarakat tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Untuk itu diperlukan ketersediaan sumber daya manusia yang terdidik dan trampil yang mampu mengembangkan dan menciptakan pengetahuan dan teknologi baru yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Perguruan tinggi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan bertanggungjawab untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang mempunyai kemampuan akademis, profesional, berjiwa pemimpin, dan tanggap terhadap kebutuhan IPTEK dan tuntutan masyarakat. Daya saing sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh jumlah penelitian yang dihasilkan. Secara umum, daya saing perguruan tinggi di Indonesia di bidang penelitian masih sangat lemah dibandingkan beberapa negara lain.
Pemerintah melalui Kemenristek Dikti berupaya mewujudkan keunggulan penelitian di perguruan tinggi di Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan berupa desentralisasi penelitian.Tujuan utama pelaksanaan desentralisasi penelitian adalah meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian pada tingkat nasional dan internasional, meningkatkan angka partisipasi dosen dalam melaksanakan penelitian yang bermutu dan meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian di perguruan tinggi. Untuk itu, setiap perguruan tinggi harus mampu merumuskan, merancang, dan melaksanakan kebijakan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, pembangunan nasional, dunia usaha dan industri.
Politeknik Aceh Selatan adalah satu-satunya perguruan tinggi vokasi teknik di pantai barat-selatan Aceh. Lokasi strategis dan potensi sumber daya alam lokal yang melimpah, memberi peluang emas bagi Poltas untuk menjadi perguruan tinggi unggul di bidang penelitian. Dalam konteks tersebut, maka Rencana Induk Penelitian Institusi (RIP) menjadi sangat penting bahkan mutlak untuk dikembangkan.
2
1.2 Rencana Induk Penelitian
Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan arah kebijakan dalam perencanaan dan pengelolaan penelitian pada tingkat institusi dalam jangka waktu tertentu (5 tahun). RIP disusun untuk mewujudkan efektivitas, sinergi dan integrasi penelitian di tingkat perguruan tinggi dengan penelitian di tingkat nasional. RIP akan digunakan sebagai dasar penyusunan strategi terkait kegiatan penelitian, antara lain dalam strategi perencanaan penelitian, strategi implementasi rencana penelitian, strategi pendanaan dan strategi pencapian kinerja penelitian. Penyusunan RIP didasarkan pada peta jalan (roadmap), payung penelitian, ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana penelitian. Rencana induk penelitian tersebut disusun sedemikian rupa sehingga mengarah pada terbentuknya keunggulan penelitian di Politeknik Aceh Selatan yang hasilnya dapat diabdikan kepada peningkatan secara produktif kesejahteraan dan kemanusiaan masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya.
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penyusuna RIP adalah:
1. Sebagai pedoman dalam perencanaan dan implementasi penelitian di Politeknik Aceh Selatan.
2. Untuk membangun sinergi dan menyelaraskan kegiatan penelitian dengan industri 3. Sebagai alat pengendalian dan pengawasan kegiatan penelitian institusi agar sesuai
dengan rencana yang ditetapkan.
1.4 Dasar Penyusunan Rencana Induk Penelitian
RIP Poltas merupakan arahan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan penelitian Politeknik Aceh Selatan dalam jangka waktu 5 tahun, yaitu 2016-2020. Arahan kebijakan dalam pengelolaan penelitian Politeknik Aceh Selatan ditetapkan oleh Senat Politeknik Aceh Selatan. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan penelitian Politeknik Aceh Selatan dilakukan oleh Direktur Politeknik Aceh Selatan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Aceh Selatan adalah pelaksana Keputusan Direktur Politeknik Aceh Selatan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Arah penelitian direncanakan oleh empat program studi yang ada di Politeknik Aceh selatan yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika. Adapun riset unggulan yang direncanakan meliputi:
3
1. Inovasi teknologi dan pengembangan industri 2. Energi terbarukan
3. Industri kreatif
4. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
1.5 Topik Penelitian
Topik penelitian yang direncanakan dan dikembangkan oleh prodi. Semua kegiatan penelitian di tingkat jurusan mengacu kepada topik yang memayunginya. Payung utama penelitian ini membawahi sebesar mungkin kegiatan penelitian dosen dari berbagai prodi, baik secara mandiri maupun terpadu. Hasil penelitian akan diimplementasikan ke dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian seluruh disiplin ilmu dan teknologi dapat diimplementasikan dan dikontribusikan untuk pembangunan wilayah. Topik penelitian yang menjadi riset unggulan ditunjukkan dalam Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Topik Penelitian Poltas
No. Riset Unggulan Topik Penelitian
1. Inovasi teknologi dan pengembangan industri
Desain dan Pengembangan Metode Proses Pemesinan Pengembangan Peralatan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Mesin Industri Berbasis Potensi Lokal Design experimental peralatan konversi energi
Pengembangan material maju yang ramah lingkungan dan terbarukan
2. Energi Terbarukan Pemetaan Potensi Energi
Pengembangan Energi Alternatif Pengembangan Energi Biomassa
Pengelolaan dan Manajemen Sumber Daya Energi Pengembangan Peralatan Pembangkit Energi Terbarukan 3. Industri Kreatif Identifikasi Bahan Produksi Berbasis Potensi Lokal
Perancangan Sistem Produksi dan Manajemen Industri Penghitungan Biaya, Volume dan Investasi Industri Penguatan Wawasan Kewirausahaan
Pembinaan Industri Kreatif Masyarakat Setempat Otomasi Industri
4. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pengembangan Infrastruktur TIK untuk Pendidikan, Pemerintah, Masyarakat dan Industri
Pengembangan Jaringan dan Perangkat Keras Rekayasa dan Pengembangan Perangkat Lunak Desain multimedia
Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan Kecerdasan Buatan dan Mesin Pembelajaran Pengembangan Mekatronika dan Robotika
4
BAB II
LANDASAN PENGEMBANGAN POLITEKNIK ACEH SELATAN
2.1 Visi dan Misi Politeknik Aceh Selatan 2.1.1 Visi
Menjadi Institusi Pendidikan yang diakui sebagai Institusi Pendidikan unggulan yang bersaing secara global.
2.1.2 Misi
1. Menyelenggarakan sistem pendidikan profesional di bidang teknik yang menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan kreatif.
2. Berperan aktif dalam pengembangan asosiasi profesi di bidang teknik yang menunjang kelancaran hubungan institusional dengan masyarakat.
3. Mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai etika, moral agama dan moral akademis. 4. Mengembangkan riset terapan terkait dengan disiplin ilmu untuk melayani kebutuhan
sumber daya manusia, konsultasi teknik dan penelitian.
2.1.3 Tujuan
1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan professional dalam menerapkan ilmunya.
2. Menegembangkan dan menyebarluaskan teknologi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
3. Menyiapkan lulusan yang benar-benar kompeten dalam bidang bidanya khususnya bidang ilmu teknik.
4. Menyiapkan lulusan yang siap bekerja pada berbagai jenis perusahaan secara global.
2.1.4 Sasaran
1. Lulusan memiliki kompetensi dalam merancang, merencanakan dan memproduksi karya yang berguna bagi masyarakat umum.
2. Lulusan dapat langsung bekerja pada berbagai jenis perusahaan secara global.
3. Lulusan dapat berperan dan beradaptasi secara aktif dalam bidang keilmuannya yang terus berkembang ecara fleksibel dan cepat sesuai dengan perkembangan teknologi yang tepat guna.
5
4. Lulusan dapat bertindak secara bertanggungjawab dengan etika yang benar.
5. Lulusan memungkinkan studi lanjut pada jalur Diploma IV maupun Sarjana didalam negeri maupun diluar negeri.
6. Lulusan memiliki wawasan kewirausahaan (Enterpreneurship).
2.1.5 Rencana Strategis Politeknik Aceh Selatan Bidang Penelitian
Adapun rencana strategis penelitian Politeknik Aceh Selatan adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan budaya meneliti melalui hibah kompetisi
2. Peningkatan kapasitas dosen dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah 3. Pengembangan pusat-pusat penelitian berbasis kearifan lokal
4. Meningkatkan relevansi penelitian dengan kualitas pembelajaran dan kebutuhan masyarakat
5. Meningkatkan kerja sama penelitian dengan lembaga pemerintah dan swasta 6. Peningkatan publikasi hasil penelitian
7. Pengembangan jurnalelektronik Politeknik Aceh Selatan
2.2 Evaluasi Diri
2.2.1 Riwayat Perkembangan Poltas
Politeknik Aceh Selatan adalah salah satu penyelenggara pendidikan tinggi vokasi dibawah Yayasan Politeknik Aceh Selatan (yapoltas). Poltas didirikan berdasarkan kepada kebutuhan daerah akan tenaga teknis dalam bidang ilmu teknik dan juga melihat formasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, instansi, dan dunia kerja pada umumnya. Politeknik Aceh Selatan sebagaimana SK Kemendiknas no 167/D/0/2010 tentang Izin Operasional melaksankan 4 (empat) program studi, yakni Teknik Komputer, Teknik Informatika, Teknik Mesin dan Teknik Industri. Dalam operasionalnya Politeknik Aceh Selatan secara organisasi dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh 2 (dua) orang Wakil Direktur, dan dibantu oleh 4 orang Kepala Program Studi, selanjutnya dibantu oleh Kepala Laboratorium yang bertanggung jawab kepada Kepala Program Studi masing-masing.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Poltas menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selama ini kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Struktur Organisasai dan Tata Kelola diwadahi dan dijalankan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). LPPM Poltas, sebelumnya UPPM dibentuk
6
berdasarkan SK Direktur tahun 2014. LPPM bertugas mengkoordinasikan, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat.
2.2.2 Capaian rencana yang sudah ada
LPPM Poltas merupakan unit pelaksana kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengembangan terkait dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang sudah terlaksana selama ini adalah kegiatan pengadian masyarakat dan seminar nasional teknologi rekayasa yang rutin diadakan setiap tahun. Semua kegiatan dilakukan dengan dukungan dana yang bersumber pada dana internal Poltas.
2.2.3 Peran Unit Kerja Penelitian
Dalam rangka peningkatan mutu Poltas dalam bidang penelitian, Poltas menyusun rencana penelitian lima tahun ke depan sebagai pedoman untuk memacu kegiatan penelitian dan pengembangan IPTEK yang dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah dalam pembangunan.
Dalam mengemban tugasnya, LPPM mengolah data dan informasi untuk menentukan perencanaan dan kebijakan yang berkaitan dengan penelitian yang didukung oleh semua dosen. LPPM akan menghimpun rumusan arah dari penelitian yang akan dikembangkan oleh setiap program studi.
2.2.4 Potensi di Bidang Penelitian
Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi terlihat dari sumber daya pendukung yang tersedia. Sumber daya pendukung ini antara lain sumber daya manusia, prasarana, dana, dan kebijakan yang diperlakukan oleh pihak Institusi. Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki institusi menjadi pilar utama dalam pelaksanaan RIP Institusi.
a. Sumber Daya Manusia
Ketersediaan sumber daya manusia di Politeknik Aceh Selatan dari berbagai multidisiplin terangkum dalam empat prodi yakni Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Komputer dan Teknik Informatika. Rangkuman sumber daya manusia dalam hal ini tenaga pendidik dengan kulaifikasi pendidikan S2 pada setiap prodi dapat dilihat pada Tabel 2.1
7
Tabel 2.1 Jumlah Dosen Poltas Tahun 2016
No. Prodi Pendidkan S2 1. Teknik Mesin 6 2. Teknik Industri 6 3. Teknik Komputer 6 4. Teknik Informatika 6 Jumlah 36
b. Sarana dan Prasarana
Ketersediaan laboratorium juga merupakan faktor penting yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan penelitian. Politeknik Aceh Selatan memiliki fasilitas laboratorium atau bengkel di setiap Program Studi. Fasilitas laboratorium atau bengkel tersebut telah digunakan sebagai tempat praktek mahasiswa, penelitian dosen, tempat uji kompetensi dan pelatihan pendukung untuk kegiatan produksi. Adapun laboratorium yang ada di lingkungan Politeknik Aceh Selatan disajikan dalam Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Sarana Laboratorium Poltas
No. Prodi Nama Laboratorium
1. Teknik Mesin 6
2. Teknik Industri 5
3. Teknik Komputer 3
4. Teknik Informatika 1
c. Perpustakaan
Keberhasilan suatu penelitian memperoleh temuan-temuan baru dan inovatif tak lepas dari sarana yang tersedia pada Perpustakaan. Adapun koleksi buku di perpustakaan tertera pada Tabel 2.3.
Tabel 2.3 Jumlah Koleksi Buku
No. Prodi Jumlah
1. Teknik Mesin 275
2. Teknik Industri 364
3. Teknik Komputer/Teknik Informatika 1297
8 5. Agama 685 6. Bahasa 150 7. Kesehatan 275 8. Novel 260 Jumlah Total 4316
d. Sarana Pendukung Lainnya
Sarana pendukung selain sumber daya manusia, laboratorium, dan perpustakaan adalah fasilitas perangkat lunak yang terdapat pada ruang kerja masing-masing. Demikian pula jaringan kabel internet serta hotspot dengan bandwith yang tinggi sangat mempermudah penelusuran literatur secara elektronik.
e. Pendanaan
Pendanaan penelitian merupakan hal penting dalam pelaksanaan penelitian. Selama ini, Poltas telah mengganggarkan dana untuk kegiatan penelitian sebesar Rp.72.000.000 per tahun, dimana setiap prodi mendapat Rp. 18.000.000 per tahun. Dana ini berasal dari dana internal Poltas. Namun, anggaran yang disediakan belum terserap dengan baik. Semangat melakukan penelitian dosen masih sangat rendah.
Untuk capaian kegiatan lima tahun ke depan, poltas akan berusaha untuk mendapatkan dana hibah yang disediakan ristekdikti maupun sumber pendukung lainnya. Adapun hibah yang relevan adalah hibah dikti untuk dosen pemula, hibah penelitian kerjasama perguruan tinggi (pekerti), hibah Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, dana CSR, dan dana internal Poltas.
2.2.5 Analisa SWOT
Tabel 2.4 memuat analisis SWOT berdasarkan pada kondisi internal maupun eksternal Politeknik Aceh Selatan. Kondisi internal meliputi kekuatan dan kelemahan sedangkan kondisi eksternal yang meliputi peluang dan ancaman yang dihadapi Politeknik Aceh Selatan dalam merealisasikan visi dan misi.
9
Tabel 2.4 Analis SWOT
Kondisi Pendekatan Analisis
Internal Kekuatan (Strength)
1. Penelitian adalah salah satu pilar utama Tri darma Perguruan Tinggi
2. Karakter pendidikan vokasi yang dimengerti oleh setiap peneliti
3. Kualifikasi dosen S2 sebagai aset sumber daya manusia yang kompeten untuk melakukan penelitian meningkat. 4. Poltas memiliki 4 prodi dan visi dan misi yang siap untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian 5. Telah adanya fokus penelitian sebagai road map di tiap
Prodi.
6. Memiliki lembaga penelitian untuk memotivasi penelitian para dosen
7. Memiliki Laboratorium untuk pengembangan riset 8. Memiliki UPT Mekanik dan UPT Marmer 9. Memiliki Produk Unggulan Institusi; Marmer Kelemahan
(Weakness)
1. Kebijakan institusi untuk riset belum terkonsentrasi 2. Belum terbentuknya pusat-pusat studi
3. Pendataan bukti fisik publikasi penelitian masih parsial 4. Sosialisasi kegiatan penelitian masih belum optimal 5. Tingkat partisipasi dosen dalam meneliti masih rendah 6. Motivasi dosen menulis karya ilmiah masih rendah 7. Belum semua pihak menyadari perangkingan PT
berdasarkan publikasi hasil penelitian
8. Kerjasama penelitian interdisiplin ilmu masih kurang 9. Beban mengajar yang banyak seringkali melupakan tugas
peneliti Ekternal Kesempatan
(Oppurtunity)
1. Potensi sumber daya alam Aceh Selatan yang melimpah 2. Hubungan kerjasama yang baik dengan PEMDA setempat 3. Kebijakan pemerintah berupa desentralisasi penelitian dan
hibah dana penelitian
4. Kebijakan pemerintah mulai mendukung produk dalam negeri
5. Karakter pendidikan vokasi membuka peluang kerjasama dengan Industri;
6. Penelitian terapan dapat menghasilkan penelitian yang berpotensi HKI/paten;
7. Kesempatan bersaing bidang penelitian di tingkat nasional 8. Masyarakat masih membutuhkan bantuan untuk
penyelesaian permasalahan yang dihadapi. 9. Peluang proyek berskala besar masih ada.
10.Peluang kerjasama yang besar, karena ketertarikan pihak luar terhadap potensi Aceh sangat besar.
Ancaman (Threatness)
1. Intensitas persaingan meningkat (Globalisasi).
2. Persaingan untuk mendapatkan hibah penelitian semakin ketat seiring dengan pemberlakuan persyaratan jenjang pendidikan dan kepangkatan untuk skim penelitian tertentu
3. Pola pendanaan yang dilakukan oleh organisasi riset diperoleh secara kompetitif dan terbuka.
4. Produk penelitian yang tidak memiliki karakter bangsa dan ketergantungan pada produk asing
10
BAB III
GARIS BESAR RENCANA INDUK PENELITIAN POLTAS
3.1 Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan 3.1.1 Tujuan
Adapun tujuan pelaksanaan berdasarkan evaluasi diri analisis SWOT dari RIP Poltas adalah:
1. Meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian di Politeknik Aceh Selatan
2. Meningkatkan daya saing Politeknik Aceh Selatan di bidang penelitian pada tingkat nasional
3. Meningkatkan motivasi dosen Politeknik Aceh Selatan dalam melakukan Penelitian 4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi hasil penelitian dosen
dalam jurnal nasional maupun internasional
5. Meningkatkan peran Politeknik Aceh Selatan dalam penerapan hasil-hasil penelitian pada dunia industri dan masyarakat luas.
3.1.2 Sasaran
Sasaran pelaksanaan RIP Politeknik Aceh Selatan adalah sebagai berikut:
1. Menjadikan Politeknik Aceh Selatan handal dalam merumuskan, mendesain, dan melaksanakan kebijakan riset sesuai dengan pengembangan dalam mendukung proses pembangunan daerah maupun nasional
2. Melaksanakan penelitian berkualitas dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang mutakhir sehingga hasil penelitian dapat menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat secara luas
3. Meningkatkan peran Poltas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
4. Melakukan kerjasama penelitian dengan institusi internal maupun institusi eksternal berdasarkan kemitraan
5. Mensinergikan kelompok peneliti sehingga dapat menghasilkan penelitian yang komprehensif dan terfokus sesuai dengan penelitian unggulan.
11
3.2 Strategi dan Kebijakan 3.2.1 Peta Strategi
Untuk mencapai tujuan dan sasaran pelaksanaan RIP, maka perlu dirumuskan strategi dan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas produktivitas penelitian di lingkungan poltas. Peningkatan mutu Poltas di bidang penelitian dapat diperoleh dengan dukungan dari organisasi, pimpinan dan suasana akademis. Peta strategi pengembangan digunakan sebagai acuan dalam formulasi strategi pengembangan maupun program pengembangan penelitian di Politeknik Aceh Selatan. Peta strategi pengembangan secara garis besar dirumuskan sebagai berikut :
1. Peningkatan mutu dan kompetensi sumberdaya manusia 2. Peningkatan mutu sarana dan prasarana yang mendukung 3. Penguatan peran organisasi dalam bidang penelitian
3.2.2 Formulasi Strategi Pengembangan
Formulasi strategi pengembangan berdasarkan hasil evaluasi diri dan swot serta merujuk kepada sasaran dan peta strategi pengembangan dirumuskan sebagai berikut. 1. Peningkatan mutu dan kompetensi sumberdaya manusia peneliti (dosen)
a. Peningkatan mutu akademik dosen dengan pemberian kesempatan kepada dosen untuk studi lanjut
b. Peningkatan kemampuan dan ketrampilan dosen dalam bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah
c. Peningkatan kemampuan dosen dalam menghasilkan produk berorientasi HKI d. Peningkatan kemampuan kewirausahaan dosen
e. Peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian
2. Peningkatan mutu sarana dan prasarana yang mendukung
a. Pemanfaatan laboratorium secara optimal sebagai tempat melakukan penelitian
b. Pengembangan infrastruktur riset untuk kegiatan penelitian
c. Penyediaan sumber literatur terbaru di perpustakaan untuk kegiata penelitian d. Penyediaan media sosialisasi dan publikasi hasil penelitian kepada
12
3. Penguatan peran organisasi dalam bidang penelitian
a. Menciptakan suasana akademik yang kondusif untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan pembelajaran yang mendorong peningkatan kualitas penelitan
b. Penguatan manajemen penelitian
c. Peningkatan sinergi program pendidikan dengan program penelitian
d. Penerapan sistem Reward dan Punishment yang berorientasi pada peningkatan mutu penelitian dan produktivitas riset
e. Peningkatan aktivitas diseminasi hasil penelitian
f. Penyediaan anggaran rutin untuk pengembangan SDM, sarana dan prasarana, dan penguatan organisasi yang mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian
13
BAB IV
SASARAN, PROGRAM STRATEGIS DAN INDIKATOR KERJA
4.1 Sasaran dan Program Strategis
Salah satu faktor penting yang menjadi penentu daya saing perguruan tinggi adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Penguatan organisasi dan infrastruktur perlu dilakukan untuk mendukung penguasaan iptek untuk menghasilkan riset unggulan institusi.
4.2
Riset UnggulanBerdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada bab-bab selumnya, maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menetapkan 4 (tiga) tema besar yang diusulkan dalam Rencana Induk Penelitian (RIP) Politeknik Aceh Selatan Tahun 2016–2020 yaitu Inovasi Teknologi dan Pengembangan Industri, Energi Terbarukan, Industri Kreatif dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
4.2.1 Inovasi Teknologi dan Pengembangan Industri
Fokus penelitian bidang “Inovasi Teknologi dan Pengembangan Industri” ini disusun dalam rangka menata serta mengarahkan riset-riset yang diselenggarakan oleh civitas akademika Politeknik Aceh Selatan agar lebih terpadu dan berkelanjutan dengan perkembangan industri lokal dan pengelolaan sumber daya alam, sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran yang berarti bagi pembangunan.
Tahap I (Tahun 2016 - 2017):
1. Identifikasi potensi industri lokal berbasis kelautan, perkebunan dan pertambangan daerah di Aceh Selatan
2. Penyediaan teknologi informasi mengenai potensi industri lokal di Aceh Selatan 3. Kajian awal pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka
peningkatan kualitas dan kuantitas produksi
4. Pengembangan material maju dalam mendukung produktivitas dan industrialisasi produk lokal
14
Tahap II (Tahun 2018 - 2019):
1. Pengembangan industri proses berbasis pertambangan, maritime dan agroindustri. 2. Memperkuat teknologi yang ada untuk untuk mampu mengekploitasi sumber daya
dengan memperhatikan keberlanjutan.
Tahap III (2020):
1. Pemanfaatan teknologi dalam mendukung lahirnya industri kecil menengah (IKM) serta pemasaran produk industri, berbasis potensi lokal.
4.2.2 Energi Terbarukan
Salah satu fokus riset mengacu kepada rencana induk riset nasional adalah pengembangan energi terbarukan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya energi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Tahapan dalam pengembangan energi terbarukan adalah sebagai berikut.
Tahap I (Tahun 2016 - 2017):
1. Identifikasi potensi sumber energi terbarukan daerah di Aceh Selatan 2. Pemetaan potensi energi terbarukan daerah
3. Penyediaan teknologi informasi mengenai potensi energi terbarukan di Aceh Selatan 4. Kajian awal pengembangan teknologi untuk energi terbarukan yang murah, ramah
lingkungan dan hemat energi.
Tahap II (Tahun 2018 - 2019):
1. Pengembangan teknologi proses produksi energi terbarukan yang murah, ramah lingkungan dan hemat energi.
2. Melakukan pengembangan teknologi pembangkitan listrik skala menengah memanfaatkan energi terbarukan.
3. Pengembangan teknologi pembuatan komponen dan perakitan generator listrik. 4. Pemanfaatan limbah sebagai sumber energi terbarukan.
5. Penyediaan teknologi informasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan di Aceh Selatan.
Tahap III (2020):
1. Pengembangan produk untuk menunjang pemanfaatan energi terbarukan 2. Pengembangan disain untuk proses produksi energi terbarukan
3. Merancang dan mengembangkan sistem pembangkit listrik berbasis energi terbarukan
15
4.2.3 Industri Kreatif
Keunggulan Aceh Selatan adalah kekayaan industri kreatif yang berbasis kearifan lokal, namun memiliki kendala dalam usaha pelestarian dan pemasaran. Transformasi masyarakat tradisional menuju masyarakat modern perlu diikuti dengan perubahan pendekatan pemasaran yang modern. Permasalahan industri kreatif selama ini adalah lemahnya kemampuan SDM baik berkaitan manajemen dan pemasaran, sehingga perlu ada model pelatihan sehingga kemampuan SDM bidang Industri kreatif bisa meningkat. Berikut tahapan dalam pengembangan industri kreatif di akan dilakukan poltas.
Tahap I (Tahun 2016 - 2017):
1. Identifikasi produk unggulan daerah berbasis potensi lokal
2. Rancang bangun database produk unggulan daerah berbasis potensi lokal
3. Kajian awal tentang sistem produksi produk unggulan dan manajemen industri berbasis kearifan lokal.
Tahap II (Tahun 2018 - 2019):
1. Database Produk unggulan di Aceh Selatan
2. Pengembangan industri kreatif dari produk unggulan daerah berbasis bahan lokal 3. Perancangan sistem produksi dan manajemen industri berbasis TIK
4. Analisa biaya, volume dan investasi industri
Tahap III (2020):
1. Industri kreatif berbasis bahan lokal
2. Sistem Produksi produk unggulan dan Manajemen Industri berbasis TIK
4.2.4 TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu fokus riset nasional dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Kajian TIK sangat erat kaitannya dengan tata kelola pelayanan dalam pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan Industri. Tata kelola yang baik tentu saja berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tahapan dalam pengembangan TIK oleh Politeknik Aceh Selatan adalah sebagai berikut.
Tahap I (Tahun 2016 - 2017):
1. Identifikasi pemanfaatan TIK dalam Pendidikan, Pemerintah, Masyarakat dan Industri
2. Kajian awal mengenai penerapan TIK untuk sarana pembelajaran secara elektronik (e-learning) dengan mengacu pada kearifan lokal
16
3. Kajian awal mengenai Penerapan Aplikasi TIK dalam bidang kesehatan, pertanian, kelautan dan energi.
4. Penerapan sistem TIK (e-commerce) untuk memudahkan masyarakat mencari informasi dan memasarkan produk lokal unggulan.
5. Penerapan sistem TIK untuk peningkatan sistem pemerintahan (e-government) 6. Kajian mengenai pengembangan creative digital content yang sesuai dengan
kearifan lokal
7. Penerapan sistem TIK untuk Geospatial dan Penginderaan Jauh
8. Penerapan produk sensor untuk peningkatan produk pertanian, perikanan dan peternakan
9. Penerapan Sistem Robotik untuk menunjang keselamatn manusia.
Tahap II (Tahun 2018 - 2019):
1. Pemanfaatan TIK dalam Pendidikan, Pemerintah, Masyarakat dan Industri
2. Pengembangan TIK untuk sarana pembelajaran secara elektronik (e-learning) dengan mengacu pada kearifan lokal
3. Penerapan Aplikasi TIK dalam bidang kesehatan, pertanian, kelautan dan energi. 4. Pengembangan sistem TIK (e-commerce) untuk memudahkan masyarakat mencari
informasi dan memasarkan produk lokal unggulan.
5. Pengembangan sistem TIK untuk peningkatan sistem pemerintahan (e-government) 6. Pengembangan creative digital content yang sesuai dengan kearifan lokal
7. Pengembangan sistem TIK untuk Geospatial dan Penginderaan Jauh
8. Pengembangan produk sensor untuk peningkatan produk pertanian, perikanan dan peternakan
9. Pengembangan Sistem Robotik untuk menunjang keselamatn manusia.
Tahap III (2020):
1. Sistem TIK yang mendukung Sistem Pendidikan, Pemerintah, Masyarakat dan Industri
4.3 Indikator Kinerja
4.3.1 Indikator Kinerja Utama
Indikator Kinerja Utama bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Aceh Selatan di bidang penelitian adalah meningkatnya jumlah dan kualitas penelitian yang dilakukan oleh dosen di lingkungan Politeknik Aceh Selatan. Peningkatan jumlah dan kualitas tersebut harus diikuti oleh peningkatan jumlah publikasi ilmiah
17
terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan. Selain itu, indikator kinerja utama penting lainnya adalah adanya pemanfaatan terhadap hasil-hasil penelitian bagi masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam yang dapat diukur dari jumlah paten atau HKI, sehingga peran lembaga bagi pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal dapat tercapai.
Indikator Kinerja Tambahan/pendukung yang diinginkan oleh Lembaga Penelitian adalah meningkatkan mutu pelayanan di lembaga yang diawali dengan peningkatan kemampuan dan ketrampilan dosen dalam melakukan penelitian, serta peningkatan peran organisasi dalam mendukung kegiatan penelitian yang dapat meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh adanya program penelitian yang merupakan kolaborasi antara Politeknik Aceh Selatan dengan mitra. Aceh. Tabel 4.1 menunjukkan indikator kerja yang akan dicapai dalam jangka waktu lima tahun.
Tabel 4.1 Indikator Kinerja
No. Indikator Kinerja 2016 2017 2018 2019 2020
1. Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasiona - 1 3 5 8 Publikasi Ilmiah di Jurnal Nasional - 3 6 8 10
Publikasi Ilmiah di Jurnal Lokal 3 4 6 7 8
Prosiding 10 15 20 25 30
2. Hibah Riset - 2 3 5 7
3. Kerja sama - 1 1 2 3
4. Hak atas Kekayaan Intelektual - 1 1 2 3
5. Teknologi Tepat Guna - 5 5 5 5
6. Model/Prototype/desain - 2 3 5 7
18
BAB V
PELAKSANAAN RENCANA INDUK PENELITIAN
5.1 Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan Riset Unggulan, Poltas akan menggunakan beberapa sumber dana dengan tetap berorientasi pada Rencana Induk Penelitian Poltas. Adapun target capaian seperti pada Tabel dibawah ini.
Tabel 5.1 Target Capaian Penelitian Berdasarkan Sumber Dana
Sumber Dana Target Pencapaian
2016 2017 2018 2019 2020 Dosen Pemula - 1 2 3 4 PEKERTI - 1 1 2 3 LPSDM - 1 1 2 3 CSR - - 1 2 4 Institusi - 8 10 12 14
19
BAB VI PENUTUP
RIP Poltas dibuat berdasarkan sumbangan pemikiran yang mewakili berbagai bidang ilmu pengetahuan yang ada di lingkungan Politeknik Aceh Selatan. Dalam pelaksanaanya, RIP Poltas 2016-2020 menjadi tanggung jawab dan komitmen bersama seluruh komponen civitas akademika di lingkungan Politeknik Aceh Selatan untuk membangun kemampuan pengembangan riset dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional
Untuk menjamin terlaksananya penelitian yang sesuai dengan RIP ini, akan dilakukan evaluasi pada setiap tahapan pelaksanaan (akhir tahun). Penyesuaian Tema RIP juga turut diselaraskan dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan.