Pengaruh Model Infiltrasi Sederhana Menggunakan Konsep Rain Garden terhadap Debit dan Kekeruhan Air Limpasan Akibat Hujan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
infiltrasi dengan meng-gunakan data curah hujan harian dan data evapotrans-pirasi harian tahun 1996 se-hingga didapat debit dugaan yang nilainya mendekati/-sama
Dari keseluruhan data laju infiltrasi tersebut terindikasi kuat bahwa kemampuan tanah dalam meresapkan air dengan intensitas dan/atau debit yang diujicobakan adalah tergolong
Estimasi debit puncak metode Cook menggunakan variabel penutup lahan, infiltrasi tanah, kemiringan lereng, curah hujan dan kerapatan aliran sedangkan metode Manning
Setelah pengambilan sampel tanah pada lokasi, tanah tersebut terlebih dahulu dikeringkan dan dijemur pada sinar matahari, setelah tanah dalam keadaan kering kemudian
Penggunaan lahan yang lahannya tertutup vegetasi cenderung memiliki infiltrasi yang lebih besar dan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dibandingkan dengan penggunaan
Dari gambar 6 dapat dilihat bahwa hidrograf limpasan yang terbentuk akibat variasi kemiringan lahan pada intensitas hujan 50 mm/jam dan D = 1,0315 m/m2 memiliki nilai debit puncak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biopori terhadap infiltrasi dan limpasan pada tanah lempung berlanau dengan peubah intensitas hujan, jumlah biopori,
Hasil yang didapat adalah debit rancangan berdasarkan data curah hujan satelit serta mampu atau tidaknya saluran drainase Kecamatan Liang Anggang dan Kecamatan Cempaka dalam menampung