BAB II LANDASAN TEORI. Menurut (Sutanta,2003) secara umum sistem dapat didefinisikan. Sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling

Teks penuh

(1)

II-9 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Sistem

Menurut (Sutanta,2003) secara umum sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan kegiatan atau elemen yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan.

Sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan ,berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.(Kristanto,2003).

2.1.1 Bentuk Dasar Sistem

Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi meskipun istilah system yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang-bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, diantaranya:

A. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan. B. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. C. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

D. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting daripada elemen sistem.

(2)

II-10 Berdasarkan persyaratan ini, sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari :

A. Orang

Orang atau personil yang dimaksudkan yaitu operator komputer,analis sistem,programmer,personil data entry dan manajer sistem informasi. B. Prosedur

Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini disebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan.

C. Perangkat Keras

Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer ( pusat pengolah,unit masukan/keluaran),peralatan penyiapan datadan terminal masukan/keluaran.

D. Perangkat Lunak

Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

1. Sistem perangkat lunak umum,seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.

2. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.

3. Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program nyang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

(3)

II-11 E. Basis Data

File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti disket,hard disk,magentic tape,dan sebagainya.

G. Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer,printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data. H. Komunikasi data

Komunikasi data adalah merupakan bagaian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh syarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem merupakan model umum sebuah sistem yang terdiri dari input, proses dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengingat sebuah sistem yang sangat

(4)

II-12 sederhana sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.

Menurut Jogiyanto ( 2005 : 4 ) : Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :

1. Memiliki komponen (components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen - komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian - bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli mengandung komponen - komponen atau subsistem - subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat - sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem. 2. Batas sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan luar sistem (environment)

Merupakan di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

(5)

II-13 4. Penghubung sistem (interface)

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya. 5. Masukan sistem (input)

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran sistem (Output)

Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem. 7. Pengolah sistem (Process)

Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan sastem.

8. Sasaran sistem (Objective)

Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak dapat di gunakan.

(6)

II-14 2.2 Kosep Dasar Sistem Informasi

2.2.1 Pengertian Informasi

Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta,2004).

2.2.2 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Sutanta (2003) Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan sub sistem yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan,saling berinteraksi dan bekerja bersama-sama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data ,menerima masukan (input) berupa data-data ,kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu juga maupun dimasa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.

(7)

II-15

input unit pengolah output

unit penyimpanan 2.2.3 Siklus Informasi

Menurut Jogiyanto ( 2005 : 08) : Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui satu model untuk dihasilkan informasi.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

Siklus informasi untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi.

Gambar 2.1 Transformasi data menjadi informasi (Sumber : Edhy Sutanta, 2003)

(8)

II-16 2.2.4 Komponen sistem informasi

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan,komponen-komponennya sebagai berikut:

1. Komponen input

Merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. 2.Komponen model

Kombinasi prosedur dan logika dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3.Komponen output

Output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem

4.Komponen tekhnologi

Tekhnologi merupakan alat dalam sistem informasi, tekhnologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, mengirimkan output dan membantu pengendalian sistem

5.Komponen basis data

Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam computer dengan menggunakan software database.

(9)

II-17 6.Komponen kontrol

Pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi sistem informasi.

2.3 Metodologi Pengembangan Sistem Informasi 2.3.1 Model Waterfall

Waterfall Process Model atau Linear Sequential Model adalah model pengembangan perangkat lunak yang muncul pada tahun 1970, sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak di pakai didalam software engineering. Model ini melalukan pendekatan secarta sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis.desain,coding,testing/verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap

requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

(10)

II-18 Requirement Analysis

and Definition

System and Software Design

Implementation and Unit Testing

Integration and System Testing

Operation and Maintenance

Gambar 2.2 Pemodelan Waterfall (Sumber : Pressman, Roger S,1992)

Penjelasan dari tahap model waterfall adalah sebagai berikut : 1. Penentuan dan analisis spesifikasi

Jasa, kendala dan tujuan dari konsultasi dengan pengguna sistem. Kemudian semuanya itu dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.

(11)

II-19 Proses desain sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkat lunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi ke dalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.

3. Implementasi dan uji coba unit

Selama tahap ini desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program. Uji unit termasuk pengujian bahwa setiap unit sesuai spesifikasi.

4. Integrasi dan pengujian sistem

Unit program diintegrasikan dan diuji menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi. Setelah uji coba,sistem disampaikan kepada user.

5. Operasi dan pemeliharaan

Normalnya ini adalah phase yang terpanjang. Sistem dipasang dan gunakan. Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.

2.3.2 Model Sekuensial Linier

Model sekuensial linier untuk software engineering, sering disebut juga dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan software yang

(12)

II-20 sistematik dan desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Dimodelkan setelah siklus rekayasa konvensional, model sekuensial linier melingkupi aktivitas-aktivitas sebagai berikut :

1. Rekayasa dan Pemodelan Sistem Informasi

Karena sistem merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membangun syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset dari kebutuhan ke software tersebut. Pandangan sistem ini penting ketika software harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti software, manusia , dan database. Rekayasa dana analisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak. Rekayasa informasi mencakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis.

2. Analisis kebutuhan Software

Proses pengumpulan kebutuhan diintesifkan dan difokuskan, khususnya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun,analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software

didokumentasikan dan dilihat kembali.

3. Desain

Desain software sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda : struktur data, arsitektur

(13)

II-21

software , representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menterjemahkan syarat / kebutuhan ke dalam sebuah representasi software yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Sebagaimana persyaratan. Desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi software.

4. Generasi Kode

Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis.

5. Pengujian

Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional, yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa

input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

6. Pemeliharaan

Software akan mengalami perubahan setelah disampaikan kepada user (perkecualian yang mungkin adalah software yang dilekatkan). Perubahan akan terjadi karena kesalahan-kesalahan ditentukan, karena sofware harus

(14)

II-22 disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan di dalam lingkungan eksternalnya (contohnya perubahan yang dibutuhkan sebagai akibat dari perangkat peripheral atau sistem operasi yang baru), atau karena user membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja. Pemeliharaan software mengapikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi.

Pemodelan Sistem Informasi

Analisis desain kode tes

Gambar 2.3 Pemodelan Sekuensial Linier

Masalah yang kadang terjadi ketika model sekuensial linier diaplikasikan adalah sebagai berikut :

1. Biasanya jarang sekali adanya proyek nyata mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan oleh model. Meskipun model linier bisa mengakomodasi iterasi, model ini melakukannya dengan cara tidak langsung. Sebagai hasilnya, perubahan-perubahan dapat menyebabkan keraguan pada saat tim proyek berjalan.

2. User harus bersifat sabar. Sebuah versi kerja dari program-program kerja tidak akan diperoleh sampai akhir waktu proyek dilalui. Sebuah kesalahan besar, jika tidak terdeteksi sampai program yang bekerja tersebut dikaji ulang, bisa menjadi masalah besar.

(15)

II-23 2.4 Arsitektur Jaringan

Untuk mendukung terlaksananya program aplikasi yang akan dibangun ini maka diperlukan unit komputer, dimana semua komputer tersebut saling berhubungan dan melakukan komunikasi data agar proses komunikasi data dapat berjalan dengan lancar ,baik melalui media atau perantara yang disebut jaringan komputer.

2.4.1 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah - pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Dua buah komputer misalnya dikatakan terkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi.

2.4.1.1 Tujuan jaringan komputer adalah 1. Resource sharing (berbagi sesumber )

seluruh program, peralatan dan data yang dapat digunakan oleh setiap orang yang ada dijaringan tanpa dipengaruhi lokasi

(16)

II-24 sesumber dan pemakai. Misalnya : Akademik mengirimkan daftar mahasiswa baru ke perpustakaan dalam bentuk print out dengan langsung mencetaknya di printer perpustakaan dari komputer akademik. Atau sebaliknya staff perpustakaan mendapatkan langsung file daftar mahasiswa baru yang disimpan di komputer akademik.

2. Scalability (skalabilitas):

meningkatkan kinerja dengan menambahkan komputer server atau client dengan mudah tanpa mengganggu kinerja komputer server atau komputer client yang sudah ada lebih dulu.

2.5 Definisi Website

Situs web (berbahasa inggris: web site) atau sering disingkat dengan istilah situs adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video, atau jenis – jenis berkas lainnya. Sebuah situs web biasanya ditempatkan setidaknya pada sebuah server web yang dapat di akses melalui jaringan seperti internet, ataupun jaringan wilayah lokal (LAN) melalui alamat internet yang dikenali sebagai URL. Gabungan atas semua situs yang dapat diakses publik internet disebut pula sebagai World Wide Web atau lebih dikenal dengan singkatan WWW. Meskipun setidaknya halaman beranda situs internet umumnya dapat diakses publik secara bebas, pada prakteknya tidak semua situ memberikan kebebasan bagi publik untuk mengaksesnya, beberapa situs web mewajibkan pengunjung untuk melakukan pendaftaran

(17)

II-25 sebagai anggota, atau bahkan meminta pembayaran untuk mendapat anggota untuk mengakses isi yang terdapat dalam situs web tersebut, misalnya situs – situs yang menampilkan pornografi, situs – situs berita, layanan surel ( e-mail), dan lain – lain. Pembatasan – pembatasan ini umumnya dilakukan karena alasan keamanan,menghormati privasi, atau karena tujuan komersil tertentu.

Sebuah halaman web merupakan berkas yang ditulis sebagai berkas teks biasa (plain text) yang diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa dengan instruksi – instruksi berbasis HTML atau XHMTL, kadang – kadang pula disisipi dengan sekelumut bahasa skrip. Berkas tersebut kemudian diterjemahkan oleh peramban web dan ditampilkan seperti layaknya sebuah halaman pada monitor komputer.

Halaman – halaman web tersebut diakses oleh pengguna melalui protokol komunikasi jaringan yang disebut dengan HTTP, sebagai tambahan untuk meningkatkan aspek keamanan dan aspek privasi yang lebih baik, situs web dapat pula mengimplementasikan mekanisme pengaksesan melalui protokol HTTPS.

2.6 Internet

Jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan dengan orang-orang dala komputer di seluruh dunia melalui telepon,satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lainnya. Untuk bertukar informasi digunakan protokol standar yaitu

(18)

II-26 Transmission Control Protocol dan Internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP.

TCP(Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan dengan baik sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lainnya. TCP/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat digunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

2.7 Analisis Sistem

Sebelum melakukan pengembangan sistem maka diperlukan data – data dan pemahaman tentang sistem yang akan dikembangkan. Sedangkan pengertian analisa sistem adalah istilah dari kolektif mendeskripsikan fase – fase awal pengembangan sistem. Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian – bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian – bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka(AL Fatta,2007).

2.8 Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain sistem yang baik, isinya adalah langkah – langkah operasi dalam pengolahan data dan prosedur untuk mendukung sistem.

(19)

II-27 2.9 Perangkat Lunak Pendukung

2.9.1 XAMPP

Xampp merupakan singkatan dari x (empat operasi apapun), Apache, MySQL, PHP, Perl. XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dalam paketnya sudah terdapat Apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting), Perl, FTP server, phpMyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya. Dengan menginstal XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual, XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis.

2.9.2 Apache

Apache bersifat open source, artinya setiap orang boleh menggunakannya, mengambil bahkan mengubah kode programnya. Tugas utama apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada peminta berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web.

2.9.3 PHP (Hypertext Preprocessor)

Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting, PHP juga bersifat open source. Sistem management database yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQL, namun PHP juga mendukung system management database oracle, Microsoft acces, interbase, d-base dan postgreSQL.

(20)

II-28 2.9.4 MySQL

SQL kepanjangan dari Structured Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang khusus digunakan untuk mengolah database, MySQL juga bersifat opensource dan at relational yang artinya data-data yang dikelola dalam database akan diletakkan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi data akan menjadi lebih cepat. MySQL dibuat dan dikembangkan oleh MySQL AB yang berada di Swedia. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengolah database beserta isinya, serta untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data yang berada dalam database.

2.9.5 PhpMyAdmin

Pengelola database dengan MySQL harus dilakukan dengan mengetikkan baris-baris perintah yang sesuai (command line) untuk setiap maksud tertentu. Hal tersebut tentu cukup menyulitkan karena kita harus hafal dan mengetikkan perintahnya satu per satu. Dengan phpMyAdmin kita dapat membuat tabel dan mengisi data dengan mudah tanpa harus hafal perintahnya.

Perl adalah bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin UNIX pada tanggal 18 Desember 1987. Perl sangat popular digunakan dalam program-program CGI (Common Gateway Interface). Kelemahan Perl adalah sintaksnya susah dibaca karena banyak menggunakan simbol-simbol yang bukan huruf dan angka.

Figur

Gambar 2.1 Transformasi data menjadi informasi  (Sumber : Edhy Sutanta, 2003)

Gambar 2.1

Transformasi data menjadi informasi (Sumber : Edhy Sutanta, 2003) p.7
Gambar 2.2 Pemodelan Waterfall  (Sumber : Pressman, Roger S,1992)

Gambar 2.2

Pemodelan Waterfall (Sumber : Pressman, Roger S,1992) p.10
Gambar 2.3 Pemodelan Sekuensial Linier

Gambar 2.3

Pemodelan Sekuensial Linier p.14

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di