• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING DAN LAMA PENGOCOKAN (AGITASI) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ES KRIM YOGHURT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING DAN LAMA PENGOCOKAN (AGITASI) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ES KRIM YOGHURT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Desain Eksperimen
Gambar 2. Diagram Batang Nilai Rata-Rata Warna Es  Krim Yoghurt
Gambar 3. Diagram Batang Nilai Rata-Rata Aroma Es  Krim Yoghurt
Gambar 4. Diagram Batang Nilai Rata-Rata Rasa Es  Krim Yoghurt
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan terbaik daya terima yoghurt labu kuning dengan penambahan jus buah stroberi terdapat pada perlakuan dengan kombinasi labu kuning 20 g dan tanpa buah

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning dengan ekstrak kulit buah naga merah terhadap kualitas organoleptik (tekstur, warna,

Es krim yang paling disukai dari segi tekstur dan harga dengan kandungan serat yang paling tinggi adalah sampel dengan perbandingan kefir dan pure labu kuning

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yoghurt memberi pengaruh sangat nyata terhadap uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), % overrun dan waktu meleleh pada

Tingkat kesukaan panelis tehadap tekstur es krim labu kuning tertinggi diperoleh pada penambahan karagenan 0,5% sebesar 4,00 dengan kriteria suka untuk uji

Data hasil pengamatan untuk sifat organoleptik es krim dengan penambahan tepung kacang hijau terhadap warna es krim dapat dilihat pada tabel 3.. Berdasarkan

Hasil penelitian yang didapat adalah Puree labu kuning dengan penambahan susu segar 5%, penambahan susu krim 5%, dan penambahan susu skim 10 % memiliki kualitas

Penambahan konsentrasi tepung sagu dalam yoghurt memberikan perbedaan terhadap hasil rata-rata total padatan es krim yoghurt karena tepung sagu merupakan karbohidrat yang