• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

2.1.1. Pengertian Sistem

Pada dasarnya system adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang disusun dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari suatu perusahaan yang dihasilkan dari suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mencapai suatu tujuan serta mencapai keputusan, dan menyediakan inforemasi yang layak.

Menurut Maniah dan Dini Hamidin (2017:1) menyimpulkan bahwa :

Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware, maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang sama.

Sebuah sistem harus memenuhi syarat minimumnya yaitu memiliki tiga unsur pembentukan sistem, terdiri dari input, proses dan output. Input adalah data atau informasi yang dibutuhkan oleh sebuah sistem untuk selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan proses yang telah ditentukan. Pada akhirnya sistem akan menghasilkan keluaran atau (Output) yang bila diperlukan lagi maka hasil output tersebut akan kembali menjadi sebuah input, begitu seterusnya, ini yang disebut system life cycle (siklus hidup sistem).

(2)

2.1.2. Pengertian Informasi

Menurut Mulyani (2016:4) mengatakan bahwa “Informasi merupakan data yang sudah ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan”. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yang menerima informasi membutuhkan informasi tersebut. Adapun kriteria informasi yang baik adalah sebagai berikut :

1. Relevan

Informasi yang dikatakan relevan apabila informasi yang termuad didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.

2. Andal

Informasi harus bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi.

3. Lengkap

Informasi yang disajikan selengkap mungkin, yaitu mencakup semua informasi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

4. Tepat Waktu

Informasi yang disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan.

5. Dapat Dipahami

Informasi yang disajikan dalam informasi manajemen yang disesuaikan dengan batasan pemahaman para pengguna.

(3)

6. Dapat Diakses

Informasi tersedia pada saat dibutuhkan dengan format yang dapat digunakan serta dapat diakses.

2.1.3. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Hutahean (2014:13) “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian mendukung operasi, bersifat menejerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu

1. Blok Masukan (input block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok Model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan. 3. Blok Keluaran (output block)

(4)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (technology block)

Teknologi yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, meghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data (database block)

Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (control block)

Beberapa pengendalian perlu diterapkan dan dirancang untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merukan sistem dapat dicegah atau apabila terjadi kesalahan langsung dibatasi.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sebuah sistem yang menyediakan informasi untuk mengambil keputusan dalam prosedur yang telah teroganisir.

2.1.4. Pengertian Pemesanan

Menurut Bahri (2016:288) mengatakan bahwa “Pemesanan adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembelian barang dagang

(5)

Langkah pemesanan yang paling sederhana adalah melakukan kontak langsung kepada penjual kemudian konsumen memesan barang yang diinginkan. Setelah barang yang diinginkannya tersedia, barulah konsumen membayarnya. Pemesanan bukan berarti sudah menerima barang, namun konsumen tersebut masih memesannya. Pemesanan saat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik secara langsung ataupun lewat online. Proses pemesanan yang sering terjadi saat ini adalah memesan secara online karena sangat mudan dan cepat serta efisien.

Dari pengertian diatas, Pemesanan dapat diartikan sebagai proses memesan atau permintaan pembelian yang dilakukan oleh konsumen kepada penjual sebelum konsumen mendapatkan barang.

2.1.5. Bahasa Pemrograman

A. PHP (Hypertext Preprocessor)

Menurut Rerung (2018:156) “PHP adalah singkatan dari Perl Hypertext Proprocessor yaitu bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan situs web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database”.

PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP (Hypertext Proprocessor) merupakan bahasa pemrograman web bersifat serverside, artinya bahasa berbentuk script yang disimpan dan dijalankan dikomputer client (WebBrowser) sedang hasilnya yang dikirimkan ke komputer client (WebBrowser) dalam bentuk script HTML (Hypertext Markup Language) dikutip dari w3tech.com (diakses pada 20 juni 2020)

(6)

B. HTML

Menurut Enterprise (2016:7) mengatakan bahwa “HTML adalah singkatan dari

Hypertext Markup Language”.

Pertama, disebut Hypertext karena didalam script HTML, anda bisa membuat agar sebuah tesk menjadi link yang dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya hanya dengan mengklik inilah yang dinamakan hypertext karena hakikat sebuah website adalah dokumen yang mengandung banyak link untuk menggabungkan satu dokumen dengan dokumen-dokumen lainnya.

Kedua, disebut Markup Language karena script HTML, menggunakan tanda (dalam bahasa inggris disebut „mark‟) untuk menandai bagian bagian dari teks agar teks itu memiliki tampilan atau fungsi tertentu. Sebagai contoh, teks yang berada diantara tanda (mark) tertentu akan menjadi tebal, miring dan berwarna merah. Dan, jika berada diantara tanda lainnya, maka akan membuat teks tersebut menjadi sebuah link yang dapat di-klik. Dalam praktiknya nanti, tanda atau mark tersebut disebut dengan istilah Tag.

C. CSS

Menurut Suryana dan Koesheryatin (2014:101) mengatakan bahwa “CSS (Casading Style Sheet) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu website, baik tata letaknya, jenis hurufm warna, dan semua yang berhubungan dengan tampilan.

(7)

Pada umumnya CSS digunakan untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML atau XHTML. Ada dua cara yang bisa diterapkan untuk menggunakan CSS pada web. Cara yang pertama dengan format membuat CSS langsung didalam satu file HTML, cara yang kedua dengan memanggil CSS tersebut dari file CSS tersendiri.

2.1.6. Basis Data (Database)

Menurut Kadir (2018:218) mengatakan bahwa “Basis Data (Database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang sling terikat sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi.

Basis data dimaksudkan untuk mengatasi masalah pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas. Untuk mengolah basis data diperlukan perangkat lunak yang disebut Database Management System (DBMS). DBMS adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda.

Dari pengertian diatas, Basis Data dapat diartikan sebagai kumpulan data yang saling terorganisasi dan saling berhubungan sehingga memudahkan untuk disimpan, dimanipulasi serta dipanggil oleh penggunanya.

Basis data yang penulis gunakan untuk menunjang dalam pembuatan Tugas Akhir berupa perancangan web ini adalah :

(8)

A. MySQL (My Structure Query Language)

Menurut Aryanto (2016:14) mengatakan bahwa “Mysql adalah sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirim datanya dengan sangat cepat, multi user serta menggunakan perintah standar SQL (Structure Quered Language)”.

Istilah SQL dapat diartikan sebagai suatu bahasa yang digunakan untuk mengakses suatu data dalam database relational dan terstruktur, sedangkan MySQL dalam hal ini menjadi software atau tools untuk mengelola atau memanajemen SQL dengan menggunakan Query atau Bahasa khusus, pada dasarnya database yang dikelola dalam MySQL memang tidak jauh beda dengan Microsoft Acces yakni berbentuk table yang berisi informasi tertentu. Perbedaannya terletak pada penggunaan database tersebut.

Dari pengertian diatas, MySQL dapat diartikan sebagai sebuah perangkat lunak atau software sistem manajemen basis data SQL atau DBMS Multitherad dan Multiuser.

B. PhpMyAdmin

Menurut Rahman (2014:21) mengemukakan bahwa “PhpMyAdmin adalah sebuah software berbasis pemrograman PHP yang dipergunakan sebagai administrator MySql melalui browser (web) yang digunakan untuk manajemen database.

PhpMyAdmin mendukung berbagai aktivitas MySql seperti pengolahan data, table, relasi antar table dan lain sebagainya. Pada dasarnya penggunaan data pada MySql dilakukan dengan mengetikan perintah berupa kode-kode tertentu yang sesuai untuk tujuan tertentu, tetapi hal itu sangat menyulitkan karena penggunaanya harus mengingat setiap baris perintah agar pemrograman dapat berjalan dengan baik.

(9)

2.1.7. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut Yurinda (2017:43) mengemukakan bahwa “waterfall merupakan salah satu metode dalam SDLC yang mempunyai ciri khas pengerjaan yaitu setiap fase dalam waterfall harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjut ke fase selanjutnya”. Tahapan-tahapan dari metode waterfall sebagai berikut :

1. Analisa kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang focus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka, dan prosedur pengkodean.

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan kedalam program perangkat lunak, hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujuan focus pada perangkat lunak secara dari fungsi logic dan fungsional serta memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisisr kesalahan dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

(10)

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

2.2. Teori Pendukung

2.2.1. Entity Relational Diagram

Menurut Sulianta dan Feri Rakhmat Umbara (2015:100) memberikan pengertian bahwa “ERD merupakan diagram yang digunakan untuk merancang table-tabel yang nantinya akan diimplementasikan pada basis data.

ERD ini dibentuk berdasarkan 3 element yaitu :

1. Entitas

Entitas adalah obejek dalam bentuk fisik atau konsep. Entitas ini akan dibuat unik atau berbeda dengan entitas lainnya, misalnya entitas mahasiswa, dosen, mata kuliah, dan sebagainya.

2. Atribut

Atribut adalah karakteristik atau property dari entitas, misalnya entitas mahasiswa memiliki atribut nomor induk mahasiswa (NIM), nama, alamat, jenis kelamin, hobi, dan lain-lain.

(11)

Relasi adalah hubungan antar entitas yang satu dengan yang lainnya, misalnya terdapat hubungan antara entitas mahasiswa dengan mata kuliah karena mahasiswa nantinya akan mengambil mata kuliah.

4. Garis Penghubung

Notasi ini memiliki fungsi untuk menghubungkan atribut dengan entitas dan entitas dengan relasi.

Sumber : Supriyatna Dan Eunike Nova Dwi Floren Nussy (2016:21) Gambar II.1

(12)

2.2.2. LRS (Logic Relationship Structure)

Menurut Dhanta dalam Juniato dan Yusa Primaesha (2015:444) memberikan pengertian bahwa “LRS (Logic Relationship Structure) adlah representasi dari struktur record-record pada table-tabel yang berbentuk dari hasil antara himpunan entitas” Menentukan kardinalitas, jumlah table dan Foreign Key (FK) sebagai berikut 1. One to One :Relasi 1;1 akan membentuk dua tabel

2. One to Many : Relasi 1:M akan membentuk dua tabel 3. Many to Many : Relasi M:M akan membentuk tiga tabel

Sumber : Supriyatna dan Eunike Nova Dwi Floren Nussy (2016:21)

Gambar II.2

(13)

2.2.3. Unified Modeling Language

Menurut Mulyani (2016:42) memberikan pengertian bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagaialat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem”.

UML memiliki banyak diagram yang digunakan untuk melakukan pemodelan data maupun sistem, namun hanya dua diagram yang akan dibahas, yaitu :

1. Use Case Diagram

Use Case Diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini menggambarkan secara global.

Sumber : Fitriyani, Dwiza Riana dan Asep Herman (2015:5) Gambar II.3

(14)

2. Activty Diagram

Activity Diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antar aktor dengan alur-alur kerja use case.

Sumber : Fitriyani, Dwiza Riana dan Asep Herman (2015:5) Gambar II.4

Contoh Activity Diagram

(15)

Menggambarkan struktur objek sistem. Diagram ini menunjukkan class objek yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class objek tersebut.

Sumber : Fitriyani, Dwiza Riana dan Asep Herman (2015:5) Gambar II.5

Contoh Class Diagram

(16)

Secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteaksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi.

Sumber : Fitriyani, Dwiza Riana dan Asep Herman (2015:5) Gambar II.6

Referensi

Dokumen terkait

Pajak Restoran Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan Restribusi Daerah Pasal 1 angka 22 adalah pajak atas pelayanan yang

Evaluasi faktor – faktor eksternal ini berguna untuk mengetahui kekuatan ataupun kelemahan dari perusahaan, dimana dengan mengatui kekuatan atau kelemahan yang terdapat di

Berdasarkan pengujian dan analisis data tentang integrasi dan implikasi portofolio diversifikasi terdapat hubungan intergrasi dalam keseimbangan jangka panjang (kointegrasi)

“Penelitian deskriptif adalah penelitian tujuannya untuk memperoleh deskripsi atau gambaran tentang karakteristik tertentu (variabel tertentu) dari suatu subjek yang

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam dan lengkap

Botol yang keluar dari  filler   filler   dan  dan crowner  crowner   selanjutnya akan dibasuh dengan  selanjutnya akan dibasuh dengan air yang bertujuan untuk membersihkan

Pengujian terhadap sistem E-Healthcare untuk mendiagnosa penyakit Inflamasi Dermatitis Imun pada anak dilakukan untuk memastikan bahwa sistem telah dapat

Metil paraben digunakan dalam skin lotion karena dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur (Rieger 2000).. Berdasarkan dari hasil pengujian skin lotion secara