• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PERANCANGAN E- LEARNING PADA INSTITUT PENDIDIKAN YAYASAN KENANG INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS DAN PERANCANGAN E- LEARNING PADA INSTITUT PENDIDIKAN YAYASAN KENANG INDONESIA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Bina Nusantara

Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi

Skripsi Sarjana Strata 1 Semester Ganjil Tahun 2012/2013

ANALISIS DAN PERANCANGAN

E-LEARNING PADA INSTITUT

PENDIDIKAN YAYASAN KENANG

INDONESIA

Anggi Aji Pamungkas

1301022863

Muhamad Faisal

1301023260

Ahmad Abdillah

1301025146

Institut Pendidikan Yaysan Kenang Indonesia JL. Bangun nusa raya no.10 Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. 6194381 – 5441058 – FAX (021) 5403009 – 5414614 Anggi Aji Pamungkas [email protected]

Muhamad Faisal [email protected] Ahmad Abdillah [email protected]

(2)

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem E – Learning untuk Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia pada tingkat SMA serta menganalisis kebutuhan siswa akan pembelajaran e-learning. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode analisis dan metode perancangan. Metode analisis terbagi dua yaitu studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan yang dilakukan adalah dengan melakukan survey dengan menyebarkan soal - soal kuisioner kepada siswa XI Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia untuk mengetahui kebutuhan informasi, mempelajari dokumen dan data – data sekolah pada tingkat SMA dan mewawancarai pihat wakil kurikulum dan pihak yang terlibat untuk mengetahui kebutuhan informasi. Studi kepustakaan yang dilakukan adalah dengan menggunakan buku – buku tulisan serta bahan – bahan tulisan lainnya yang dapat mendukung penulisan skripsi. Metode perancangan e-learning ini menggunakan object oriented dengan pendekatan Satzinger, Jackson and Burd. Adapun alat bantu pemodelan sistem dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). Hasil analisis studi lapangan dan studi kepustakaan akan digunakan untuk perancangan E – Learning pada Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia. Skripsi ini telah menghasilkan sistem e-learning yang memberikan kemudahan siswa dan guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di luar jam sekolah tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

(3)

PENDAHULUAN

Seperti bidang-bidang lain, seperti bidang penjualan barang dan jasa, bidang pendidikan memanfaatkan Internet sebagai sarana penyebarluasan informasi maupun untuk melaksanakan proses belajar mengajar itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri, semakin banyak lembaga-lembaga yang menyelenggarakan proses pendidikannya melalui Internet, yang kemudian akan lebih sering kita sebut Electronic Learning (e-Learning).

Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia adalah sebuah lembaga pendidikan swasta yang menyediakan berbagai tingkat pendidikan, diantaranya yaitu SMP, SMK, SMA. Proses pembelajarannya masih memakai metode konvensional sehingga guru dan murid melakukan segala aktivitas pembelajarannya harus bertatap muka. Dengan adanya e-Learning ini para guru dan murid tidak terpaku oleh tempat dan waktu dalam melaksanakan segala kegiatan belajar mengajara. Sehingga dalam Skripsi e-learning ini kami membahas tentang “ANALISIS DAN PERANCANGAN E – LEARNING PADA INSTITUT PENDIDIKAN YAYASAN KENANG INDONESIA”

Untuk pembahasan sebuah topik skripsi yang lebih terarah dan terfokus pada tujuan yang di capai, maka skripsi ini akan membahas hal-hal sebagai berikut :

• Quiz berupa soal-soal pilihan ganda yang dibuat oleh guru untuk siswa didiknya yang dilakukan secara online.

• Penyampaian informasi mengenai perkembangan dan kegiatan sekolah. • Media untuk berdiskusi antara guru dengan siswa.

(4)

Berikut adalah tujuan dan manfaat dari pembuatan skripsi ini.

Tujuannya adalah:

1) Merancang system e-learning pada Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia.

2) Meneliti kebutuhan siswa terhadap pembelajaran E-learning.

Manfaat yang ingin diperoleh dari skripsi ini adalah:

1) Memberikan fleksibilitas terhadap guru dan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar mengenai suatu topic pembelajaran diluar jam sekolah.

2) Meningkatkan intensitas kegiatan belajar mengajar antara guru dengan siswa diluar jam sekolah.

3) Memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam menyebarkan informasi kepada guru dan siswa.

4) Menambahkan persiapan siswa dalam menghadapi ujian.

Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Metode Analisis a. Studi Lapangan

i. Melakukan survey dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa SMA XI Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia untuk mengetahui kebutuhan informasi.

(5)

ii. Mempelajari dokumen dan data-data sekolah pada tingkat SMA.

iii. Melakukan wawancara dengan pihak manajemen dan pihak yang terlibat untuk mengetahui kebutuhan informasi.

b. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan dengan menggunakan buku-buku yang bersangkutan serta bahan-bahan tertulis lainnya yang dapat menambah pengetahuan dan informasi untuk membantu penulisan skripsi ini.

2. Metode Perancangan

Metode perancangan sistem e-learning yang digunakan adalah object

oriented dengan pendekatan Satzinger, Jackson dan Burd. Adapun alat bantu

pemodelan sistem yang digunakan adalah UML (Unified modeling language). Pengembangan aplikasi menggunakan bahasa pemprograman PHP, dan perancangan database MySQL.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan adalah metode analisis dan metode perancangan. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan yang dilakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner, mempelajari dokumen atau data – data sekolah IPYAKIN serta dilakukan wawancara dengan pihak terkait seperti wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan beberapa siswa. Tujuan dari dari studi lapangan tersebut ialah untuk mengetahui bagaimana kondisi siswa pada sistem yang sedang berjalan, mendefinisikan permasalahan, dan

(6)

mendapatkan data yang akan diproses untuk mendapatkan solusi dan kriteria sistem yang akan dirancang. Penelitian ini focus terhadap tingkat SMA dan penyebaran kuesioner di berikan kepada seluruh siswa kelas XI. Alasan penulis memilih kelas XI adalah karena murid yang memungkinkan dilakukannya survey adalah kelas XI karena mereka tidak terlalu sibuk dalam hal kegiatan belajar di sekolahnya. Usia dari para murid kelas XI bisa dapat diandalkan untuk menjawab soal – soal kuesioner dengan jawaban yang benar dan jujur. Dengan jawaban yang seperti itu, penulis berharap setiap soal – soal kuesioner di isi dengan apa adanya yang sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya tanpa di buat-buat atau direkayasa.

HASIL DAN BAHASAN

1. Apakah anda memiliki koneksi internet di rumah berupa internet cable/usb modem?

Pilihan Jawaban Ya Tidak

Presentase 84,93 15,06

Jumlah 62 11

Table 1 Kepemilikan koneksi internet

Gambar 1 Diagram Pie Kepemilikan Koneksi Internet Siswa

2. Apakah anda melakukan kegiatan belajar selain di sekolah, seperti les atau lainnya?

(7)

Pilihan Jawaban Ya Tidak

Presentase 24,65 75,34

Jumlah 18 55

Table 2 Kegiatan siswa diluar jam sekolah

Gambar 2 Diagram Pie Kegiatan Siswa Diluar Jam Sekolah

3. Apakah anda sering mencari soal – soal latihan dari internet untuk menghadapi ujian?

Pilihan Jawaban Sangat sering Sering Jarang Tidak Pernah

Presentase 2,73% 13,69% 83,46% 0,00%

Jumlah 2 10 61 0

Table 3 Presentase siswa mencari soal latihan untuk menghadapi ujian di internet

Gambar 3 Diagram Pie Siswa Mencari Soal Latihan Untuk Menghadapi Ujian Di Internet

(8)

4. Informasi apa yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi anda sebagai siswa?

Pilihan Jawaban Materi Pelajaran Nilai Soal - Soal Tugas Pengumuman Sekolah

Presentase 28,76% 5,47% 61,64% 4,10%

Jumlah 21 4 45 3

Table 4 Presentase informasi yang dibutuhkan siswa untuk meningkatkan prestasi

Gambar 4 Diagram Pie Presentase Informasi Yang Dibutuhkan Siswa Untuk Meningkatkan Prestasi

5. Perlukah adanya sistem yang dimana anda dapat melakukan kegiatan belajar tanpa harus bertatap muka dengan guru/siswa? (diluar jam sekolah)

Pilihan Jawaban Sangat Perlu Perlu Kurang Perlu Sangat Kurang Perlu

Presentase 9,58% 73,97% 10,95% 5,47%

Jumlah 7 54 8 4

(9)

Gambar 5 Diagram Pie Presentase Perlunya Sistem Belajar Tanpa Tatap Muka Guru dan Siswa

6. Kendala – kendala yang anda hadapi ketika belajar dengan guru di kelas

a. Penjelasan guru tentang materi yang diajarkan

Pilihan Jawaban Sangat Cukup Cukup Kurang Sangat Kurang

Presentase 5,47% 15,06% 71,23% 8,21%

Jumlah 4 11 52 6

Table 6 Presentase penjelasan guru tentang materi yang diajarkan

Gambar 6 Diagram Pie Presentase Penjelasan Guru Tentang Materi Yang Diajarkan

b. Kecukupan waktu penyampaian materi

Pilihan Jawaban Sangat Cukup Cukup Kurang Sangat Kurang

Presentase 17,80% 71,23% 10,95% 0,00%

Jumlah 13 52 8 0

Table 11 Presentase kecukupan waktu penyampaian materi

(10)

c. Pemberian soal-soal latihan sebelum menghadapi ujian

Pilihan Jawaban Sangat Cukup Cukup Kurang Sangat Kurang

Presentase 12,32% 16,43% 61,64% 9,58%

Jumlah 9 12 45 7

Table 12 Presentase pemberian soal latihan sebelum menghadapi ujian

Gambar 12 Diagram Pie Presntase Pemberian Soal Latihan Sebelum Menghadapi Ujian

Kesimpulan Kuesioner

 Sebanyak 71,23% siswa merasa kurang dalam hal penjelasan tentang materi yang diajarkan.

 Sebanyak 61,64% siswa merasa kurang mendapatkan soal-soal latihan yang diperoleh oleh guru.

 Sebanyak 75,34% siswa memiliki waktu luang setelah kegiatan belajar disekolah.

 Sebanyak 84,93% siswa SMA institute pendidikan yayasan kenang indoensia rata-rata sudah mempunyai komputer/laptop dan koneksi internet dirumahnya sehingga sudah terbiasa dengan internet.

(11)

Masalah yang dihadapi

 Sebagian besar siswa merasa kurang dalam mendapatkan penjelasan materi yang diajarkan oleh guru pada proses kegiatan belajar dan mengajar disekolah.

 Siswa merasa kurang dalam mendapatkan soal-soal latihan sebelum menghadapi ujian.

Usulan Pemecahan Masalah

Merancang sistem e-learning dengan fasilitas berupa download upload materi untuk menambahkan pemahaman yang kurang disaat proses belajar disekolah.

• Memberikan fasilitas berupa soal-soal latihan beserta pembahasan sebagai tambahan soal – soal latihan yang kurang sebelum mennghadapi ujian.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis berupa wawancara dan pembagian kuesioner kepada siswa yang telah dilakukan pada SMA IPYAKIN, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

Pembelajaran diluar jam sekolah, dengan fitur berupa download materi dan latihan soal maka diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pembelajaran disekolah.

Dengan adanya sistem e-learning yang dilengkapi dengan fitur materi yang dapat di download oleh siswa dan materi yang di upload oleh guru, diharapkan

(12)

dapat mengatasi masalah siswa berupa kurangnya penjelasan materi yang diajarkan oleh guru.

• Dari hasil survey dengan menyebarkan koesioner, didapatkan bahwa siswa kurang mendapatkan soal – soal latihan sebelum ujian sekolah sehingga persiapan siswa dalam menghadapi ujiang berkurang. Diharapkan masalah ini dapat teratasi dengan adanya soal – soal latihan beserta pembahasannya yang dilakukan secara online diluar jam sekolah.

Saran yang diusulkan untuk mendukung pengembangan E – Learning pada SMA IPYAKIN antara lain :

Perancangan e-learning ini tidak mencakup sistem administrasi dan keamanan. Apabila pihak sekolah ingin menambahkan fasilitas tersebut dibutuhkan pengembangan lebih lanjut pada sistem e-learning.

• Fasilitas soal – soal latihan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi salah satu fasilitas dimana siswa dapat melakukan ujian secara online.

Perancangan e-learning ini bertype asynchronous. Apabila pihak sekolah ingin menambahkan type synchronous dibutuhkan pengembangan lebih lanjut pada sistem dan penambahan infrastruktur.

• Untuk meningkatkan kualitas isi konten berupa video dan animasi, diperlukan pelatihan terhadap guru dibidang multimedia.

(13)

REFERENSI

Clark, Ruth Colvin dan Richard E. Mayer. (2003). E-learning and the Science of Instruction San Francisco: Pfeiffer.

Effendi, Empy dan Zhuang, Hartono. (2005). E-learning : Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Horton, William dan Horton, Katherine. (2003). E-learning Tools and Technologies: A consumer's guide for trainers, teachers, educators, and instructional designers. Canada: Wiley Publishing, Inc.

O’Brien, James A. (2005). Pengantar Sistem Informasi: Perspektif Bisnis dan Manajerial, 12th edition. Jakarta: Salemba Empat.

Piskurich,George.M Ph.D. (2003). The AMA Handbook of E-Learning: Effective Design, Implementation, and Technology Solutions. New York: AMACOM.

Rosen, Anita. (2009). e-Learning 2.0: Proven Practices and Emerging Technologies to Achieve Real Results New York: AMACOM.

Satzinger, Jackson, Burd. (2005). Object Oriented Analysis & Design with the Unified Process. Boston: Course Technology.

Satzinger, Jackson, Burd. (2010). Systems Analysis and Design in a Changing World. Boston: Course Technology.

(14)

Surendro, Kridanto. (2005). Learning Content Management System, eLearning, Computer Adaptive Test, [online], diakses 13 Oktober 2012 dari

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/elk/article/view/16204

Turban, Rainen, Potten. (2003). Introduction To Information Technology. 2nd edition. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.

Turban, Efraim, Kelly Rainer, dan Richard E. Potter. (2005). Introduction To Information Technology, Third Edition. Canada: John Wiley & Sons Canada, Ltd.

RIWAYAT PENULIS

Nama :Anggi Aji Pamungkas

Kota, Tgl lahir :Ciamis, 16 september 1991

Menamatkan Pendidikan :S1

Nama : Muhamad Faisal

Kota, Tgl lahir :Jakarta, 25 september 1991

Menamatkan Pendidikan :S1

Nama : Ahmad Abdillah

Kota, Tgl lahir :Pacitan, 07 september 1991

Gambar

Table 1 Kepemilikan koneksi internet
Gambar 2 Diagram Pie Kegiatan Siswa Diluar Jam Sekolah
Table 5Presentase perlunya sistem belajar tanpa tatap muka guru dan siswa
Gambar 5 Diagram Pie Presentase Perlunya Sistem Belajar Tanpa Tatap Muka  Guru dan Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggabungan kandungan antara asam laurat pada VCO dan asam oleat pada minyak biji kelor pada pembuatan

Lisäksi koepumppauksen tuloksista voidaan arvioida vedenoton vaikutuksia pohjavedenpinnan korkeuksiin ja pohjaveden laatuun sekä lähteistä purkautuviin vesimääriin..

(1) Musyawarah Cabang menetapkan susunan dan keanggotaan Dewan Pembina DPC yang sekurang-kurangnya berjumlah 3 orang dan terdiri atas pejabat daerah

gambaran sikap baik terhadap diri sendiri, orang lain, alam semesta dan yang lebih utama adalah dengan Allah SWT, selain itu juga menginternalisasikan setiap

Biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume produksi, namun perubahannya tidak proporsional. Break Event

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan aktivitas belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas yang menerapkan

Bibit yang sudah berakar harus dipindahkan ke bedeng aklimatisasi Pemeliharaan bibit yang berada di bedeng aklimatisasi (bibit yang memiliki akar dan 3 minggu berada

Pada penelitian ini sebanyak 67 pasien atau 100 % pasien diberikan obat dengan tepat indikasi, karena semua pasien yang didiagnosis hipertensi pada ibu hamil di Instalasi Rawat