AMG – JAKARTA
MATERI
PENGAMATAN /OBSERVASI
METEOROLOGI PERMUKAAN
KATA PENGANTAR
Buku/Materi Pengamatan Meteorologi Permukaan ini disusun dengan harapan dapat menjadi buku panduan bagi para pembaca, terutama para Taruna/i Akademi Meteorologi dan Geofisika dalam melaksanakan kegiatan praktik pengamatan meteorologi permukaan di Akademi Meteorologi dan Geofisika. Buku ini terdiri dari materi pengamatan meteorologi permukaan yang berisi
antara lain tentang pengertian pengamatan meteorologi permukaan, tujuan dari pengamatan, waktu pengamatan, unsur-unsur meteorologi permukaan yang di amati, serta cara mengamati unsur-unsur meteorologi permukaan secara praktis, dan tata cara pencatatan hasil pengamatan meteorologi permukaan pada buku Me-48 serta methode penyandian data synop
Penyusunan buku ini berpedoman pada:
1. Peraturan Kepala Badan Meteteorlogi dan Geofisika Nomor: SK.38/KT.104/KB/ BMG-2006, bulan januari 2006, tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan, Penyandian, Pelaporan dan Pengarsipan Data Meteorologi Permukaan;
2. Peraturan Kepala Badan Meteteorologi dan Geofisika Nomor: SK.32/TL.202/KB/ BMG-2006, bulan januari 2006, tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan, dan Pelaporan Data Iklim dan Agroklimat;
3. Bahan Kuliah dan hasil diskusi, selama Penyusun menjadi dosen pengampu mata kuliah Praktik Pengamatan Meteorologi Permukaan Tk.I Akademi Meteorologi dan geofisika, sejak tahun 2002 – sampai sekarang.
Penyusun menyadari, bahwa isi dari buku ini masih jauh dari sempurna, untuk itu, saran-saran perbaikan dari Para Ahli Meteorologi terutama Para Pengamat yang berpengalaman sangat kami harapkan.
Semoga usaha kita mendapatkan ridho Allah Yang Maha Kuasa. Amiin! Jakarta, 5 April 2014
I. PENDAHULUAN A. Pengertian observasi meteorologi permukaan
Observasi Meteorologi Permukaan: ialah pengamatan unsur-unsur meteorologi yang dilakukan didekat permukaan tanah baik dengan menggunakan panca indera maupun dengan menggunakan alat yang ditempatkan dekat permukaan tanah.
B. Tujuan Pengamatan/Obsservasi Meteorologi Permukaan
ialah untuk memperoleh bahan informasi Cuaca dan Iklim yang lengkap dan teliti. Untuk mencapai tujuan Pengamatan, sehingga hasil pengamatan dari seluruh stasiun meteorologi dapat dibandingkan satu sama lain, maka oleh WMO ditetapkan agar Penempatan alat, dan Pengamatannya HARUS SAMA
Agar penempatan alat sama, dibuatlah Taman Alat Alat Meteologi; dan
Agar pengamatannya sama,dibuat tatacara/prosedure pengamatan yang sama.
C. Tempat Pengamatan /Observasi Meteorologi Permukaan
ialah tempat untuk mengadakan pengamatan unsur-unsur meteorologi dan sekali-gus melaporkan hasil pengamatannya. Tempat ini disebut: Stasiun Meteorologi.
D. Waktu Pengamatan/ Observasi Meteorologi Permukaan
Waktu Pengamatan ialah Waktu dimana dilakukan pembacaan Barometer, yaitu : Waktu Pengamatan standar pokok :
jam 00.00 Z, 06.00 Z, 12.00 Z, dan 18.00 Z; Waktu Pengamatan standar penting :
jam 03.00 Z, 09.00 Z, 1500 Z, dan 21.00 Z; Waktu pengamatan lainnya : setiap jam
E. Unsur-unsur meteorologi permukaan yang di amati untuk keperluan meteoro-logi synoptik ialah:
1. Suhu udara, Kelembaban udara dan Titik embun
2. Awan
3. Cuaca
4. Penglihatan mendatar 5. Curah hujan
6. Penguapan
II. PENGAMATAN UNSUR-UNSUR METEOROLOGI PERMUKAAN
1. PENGAMATAN SUHU UDARA
Alat Pengukur Suhu udara adalah thermometer .
Untuk mendapatkan data suhu udara yang sesuai, thermometer ditempatkan di dalam sangkar meteorologi dengan ketinggian 1,20 – 1,25 meter dari permukaan tanah
Thermometer yang ditempatkan di sangkar meteorologi adalah :
a. Thermometer bola kering; b. Thermometer bola bola basah c. Thermometer maximum, dan d. Thermometer minimum
a. Cara Membaca thermometer Bola kering dan thermometer Bola basah
1) Berdiri pada jarak baca
2)mata harus segaris dg puncak permukaan air raksa (miniscus) 27,2C 3)Hindarkan kesalahan paralaks 28,0C atau 26,3C (kesalahan paralax
ialah kesalahan sudut baca) 4)dibaca dengan cepat dan teliti
b. Pengamatan Suhu Udara Maximum.
Pengamatan suhu udara maximum dilakukan untuk mendapatkan data suhu udara tertinggi dalam satu hari; diperoleh dengan membaca thermometer maximum Cara membaca thermometer maximum:
1) Baca thermometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat. 2)sebelum dibaca, thermometer maximum jangan sekali-kali dipegang.
3)setelah dibaca, air raksa thermometer maximum yang terputus harus disambungkan kembali dengan cara sbb :
a) keluarkan thermometer maximum dengan hati-hati dari jepitannya. b) pegang bagian ujung thermometer dengan baik, dengan bola di bawah; c) ayun thermometer tersebut ber-ulang2 dengan lengan tetap lurus
sampai air raksa yang terputus tersambung kembali dengan sempurna; d) setelah air raksa tersambung, suhu thermometer maximum yang dibaca
harus sama atau mendekati bacaan suhu pada thermometer bola kering pada saat itu;
e) kembalikan thermometer maximum tersebut pada tempatnya semula dengan hati-hati, yaitu dengan memegang thermometer dengan dua tangan dan sedikit miring dimana bagian bolanya harus lebih rendah dan diletakkan pada dudukannya dahulu sebelum meletakkan ujungnya.
Suhu udara maximum di amati sekali sehari, yaitu pada jam : 12.00 UTC
Hasil pembacaan suhu maksimum harus lebih tinggi atau serendah-rendahnya sama dengan hasil pembacaan suhu pada thermometer bola kering tertinggi pada hari yang bersangkutn.
c. Pengamatan Suhu Udara Minimum
Pengamatan suhu udara minimum dilakukan untuk mendapatkan data suhu udara terendah dalam satu hari, diperoleh dengan membaca thermometer minimum Cara membaca thermometer minimum:
1) Baca thermometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat (Skala yang dibaca adalah skala yang ditunjukkan oleh ujung index yang letaknya dekat ke permukaan alkohol).
2)setelah dibaca, index thermometer minimum dikembalikan dengan cara sbb:
a) keluarkan thermometer minimum dengan hati-hati dari jepitannya.
b) pegang thermometer, dan miringkan dengan hati-hati agar indexnya turun sampai menyentuh ujung permukaan alkohol;
c) setelah index menyentuh ujung permukaan alkohol, suhu thermometer minimum yang dibaca harus sama atau mendekati bacaan suhu pada thermometer bola kering pada saat itu;
d) kembalikan thermometer minimum tersebut pada tempatnya semula dengan hati-hati, yaitu dengan memegang thermometer dengan dua tangan dan sedikit miring dengan bagian bolanya lebih tinggi dan bagian ujungnya; diletakkan pada dudukannya dahulu kemudian baru bagian bolanya agar ujung index tetap menempel pada permukaan alkohol.
Suhu udara minimum di amati sekali sehari, yaitu pada jam : 00.00 UTC.
Hasil pembacaan suhu minimum harus lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan hasil pembacaan suhu pada thermometer bola kering terendah pada hari yang bersangkutn.
Kelembaban udara (Lembab Nisbi/Relative Humidity/RH) :
ialah perbandingan antara massa uap air yang ada didalam satu satuan volume udara dengan massa uap air yang diperlukan untuk menjenuhkan satu satuan volume udara tersebut pada suhu yang sama, dinyatakan dalam persen ( % ). Cara pengamatan lembab nisbi (RH) dan Suhu Titik Embun (Td)
1) Baca thermometer Bola kering(BK) dan thermometer bola basah(BB) dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat.
2)Sebelum membaca thermometer BB harus diyakinkan bahwa kain muslin cukup basah.
3)Untuk mendapatkan suhu thermometer BB yg benar, pembacaan agar dilakukan 15 menit sejak air diganti
4)Lembab Nisbi(RH) dapat dicari dg menggunakan tabel Me-91.
2. PENGAMATAN A W A N
Untuk keperluan Synoptic, pengamatan awan meliputi : a. Jumlah awan yang menutupi langit ( N );
b. Jenis awan ( C );
c. Tinggi dasar awan ( h ) dan Tinggi puncak awan ( hs hs ); d. Sudut elevasi ( e );
e.
Arah gerakan awan ( D ).Menghitung/memperkirakan jumlah awan (N) Untuk memperkirakan jumlah Awan dilakukan sbb:
Q1 Q2
Q4 Q3
1) kalau kita melihat langit diatas horizon, bentuknya seperti kubah
2) dalam bayangan kita, kubah langit tersebut kita bagi empat quadrant dengan garis tengah saling tegak lurus
3) tiap quadran berarti 2/8 bagian langit, Sehingga bila langit penuh awan jumlahnya 8/8
4) Perkiraan jumlah awan yang ada dari keempat quadrant tersebut kemudian dijumlah
5) Misalnya: Q1, setengahnya tertutup awan; ini berarti 1/8 bagian langit.
Q2, terdapat 1/8 bagian langit; Q3, terdapat 0 bagian langit; Q4, terdapat 2/8 bagian langit;
Maka jumlah awan seluruhnya yang menutupi langit = 1/8 + 1/8 + 0 + 2/8 = 4/8 bagian
6) Satuan yang digunakan untuk menentukan jumlah awan ialah “ OKTA” 1 OKTA ialah 1/8 dari langit diatas suatu horizontal.
7) Untuk menentukan jumlah tiap jenis atau golongan awan tertentu (misalnya Jumlah awan rendah saja) maka, jenis atau golongan awan yang lainnya harus dianggap tidak ada.
Jenis Awan ( C ) berdasarkan ketinggiannya : Angka
Sandi Jenis Awan Kode
Tinggi ( feet ) Dasar Puncak 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 / Cirrus Cirrocumulus Cirrostratus Altocumulus Altostratus Nimbostratus Stratocumulus Stratus Cumulus Cumulonimbus Awan tidak dapat dilihat. Ci Cc Cs Ac As Ns Sc St Cu Cb -20.000 - 30.000 8000 - 13.000 < 1000 - 3000 < 500 1000 - 3000 1000 - 3000 -21.000 - 31.000 11.000 - 16.000 4000 - 8000 4000 7000 - 15.000 30.000 - 60.000
Tinggi dasar awan ( h )
a. Menghitung tinggi dasar awan dengan menggunakan ballon pandu (ballon pilot)
1) Mencatat lamanya waktu sejak balon dilepaskan sampai saat balon menghilang masuk dasar awan.
2) Rata rata laju kenaikan balon tiap menit (500 feet/mnt = ± 150 m / mnt).
3) Sebaiknya menggunakan balon bulat yang diisi dengan gas hydrogen / helium yang memiliki kenaikan balon ± 120 - 150 meter/ menit.
b. Dengan cara perkiraan
1) mempelajari dan meneliti kembali hasil-hasil pengamatan yang telah dilakukan;
2) membandingkan hasil-hasil tersebut dengan :
o Pengamatan yang telah dilakukan dengan bantuan alat
Sudut elevasi ( e );
Sudut elevasi puncak awan, diperoleh dari pengamatan langsung terhadap sudut yang dibentuk antara garis miring yang menuju puncak awan terhadap garis horisontalnya pengamat. Sudut elevasi puncak awan(e), dilaporkan dalam derajat.
Arah gerakan awan ( D ).o Arah gerakan awan adalah arah dari mana awan datang, dan dinyatakan dalam derajat yang diukur searah dengan jarum jam, sebagaimana mengukur arah angin.
o Arah gerakan awan akan mudah diamati jika awan yang bergerak tersebut dilihat terhadap suatu titik/benda yang tetap sebagai pedoman, seperti tiang bendera, menara, sisi bangunan, dan lain lain.
3. PENGAMATAN CUACA
Pengamatan cuaca dilaporkan sesuai dengan keadaan cuaca pada waktu pengamatan (Present weather) dengan sandi ww, dan pengamatan cuaca pada waktu yang lalu (past weather) dengan sandi W1 dan W2, sedemikian rupa
sehingga ww dan W1, W2 secara bersama-sama dapat memberikan gambaran
cuaca yang lengkap .
Keadan cuaca pada waktu pengamatan dilakukan 10 menit sebelum waktu pengamatan yang ditetapkan; dan
Pengamatan cuaca pada waktu yang lalu adalah keadaan cuaca pada : o 1 jam yang lalu untuk pengamatan setiap jam;
o 3 jam yang lalu untuk pengamatan tiap 3 jam; dan
o 6 jam yang lalu untuk pengamatan setiap jam 00,06,12 dan 18.00 UTC.
4. PENGLIHATAN MENDATAR
Penglihatan mendatar ialah jarak terjauh dimana sebuah benda hitam dengan ukuran yang sesuai dapat dilihat dan dikenal dengan latar belakang langit. Cara Pengamatan Visibility :
1) Pengamatan visibility dilakukan ditempat terbuka, dimana pengamat dapat melihat seluruh cakrawala tanpa penghalang;
3) Apabila pengamatan visibility dilakukan pada siang hari, diusahakan agar posisi matahari sedapat mungkin berada di samping atau di bagian belakang pengamat.
4) Harus dihindari memandang benda pedoman melawan matahari terbit atau matahari terbit
5) Pengamatan visibility pada malam hari harus dilakukan pada saat terakhir setelah pengamatan unsur cuaca lainnya di luar gedung observasi.
6) Visibility diamati dalam segala jurusan
7) Jarak penglihatan mendatar yang dilaporkan adalah jarak penglihatan yang terdekat / terpendek.
5. PENGAMATAN HUJAN
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi penghilangan oleh proses penguapan, pengaliran dan peresapan, satuan yang digunakan adalah millimeter (mm).
Untuk keperluan sinoptik, curah hujan diamati dgn menggunakan alat penakar hujan, yg setiap 3 jam sekali ditakar. Penakaran dimulai dari jam 00.00, 03.00, 06.00, 09.00, 12.00, 15.00 GMT dst.
Alat penakar hujan ada beberapa macam/tipe. Yang dipasang didalam taman alat-alat meteorologi adalah :
a. Penakar hujan biasa (tipe observatorium/ Obs.), dan b. Penakar hujan otomatis (tipe Hillman)
a. Cara Pengamatan Penakar hujan tipe observatorium/ Obs.
1) Letakkan atau pegang gelas penakar dibawah kran, kemudian buka kran penakar hujan ;
2)Baca dan catat besarnya curah hujan yang tertampung pada gelas penakar ; 3)Jika curah hujan diperkirakan melebihi isi gelas penakar, kran ditutup dahulu, lakukan pembacaan dan catat pada kertas tersendiri. Airnya tidak boleh dibuang tetapi harus disimpan dahulu pada tempat lain (hal ini guna mencegah kekeliruan menghitung), takar sampai air dalam penakar hujan habis.
b. Cara Pengamatan Penakar hujan tipe Hillman.
1) Buka pintu penakar hujan, renggangkan pena dari pias, lalu angkat silinder jam perlahan-lahan ke atas;
2)Putar per-jam secukupnya (jangan terlalu keras atau penuh), ambil kertas pias Hillman yang baru dan tulis pada sisi kiri pias :
Nama Stasiun Dipasang tanggal Diangkat tanggal*) Ditakar*) : : : : ... ... jam : ... ... jam : ... ... mm *) = di isi setelah pias diangkat.
3)Pasang pias pada silinder jam dan jepit pias dengan menggunakan alat penjepit pias yang melekat pada silinder ;
4)Letakkan kembali silinder pada tempatnya lalu cocokkan waktu yang ditunjukkan oleh ujung pena pada pias dengan waktu setempat, dengan jalan mengangkat sedikit silinder jam dan memutarnya ke kiri atau ke kanan perlahan-lahan, jangan terlalu banyak putarannya.
5)Isi pena dengan tinta, jangan terlalu penuh, cukup tiga perempat bagian saja agar tinta tidak mudah tumpah pada waktu penggantian pias dan pada keadaan cuaca lembab.
6)Jika menggunakan tinta catridge, pasang tinta tersebut pada tempatnya. 7)Lakukan penyetelan titik nol dengan cara menuangkan air bersih ke corong
penakar secara perlahan-lahan, hingga air tumpah dan pias akan merekam grafik(garis) vertikal dari garis nol sampai garis sepuluh. Pada keadaan akhir, ujung pena harus menunjukkan garis nol pada pias.
8)Tutup pintu penakar hujan Hillman ;
9)Pengamatan curah hujan tipe Hillman dilakukan setiap hari pada jam 07.00 waktu setempat.
10) Pembacaan jumlah curah hujan sehari pada pias dihitung : ( X x 10 mm ) + Y mm ), dimana :
X = berapa kali tercapai curah hujan 10 mm,
Y = nilai skala terakhir yang ditunjukkan pada grafik.
11) Pada penggunaan pias baru, pena harus dikembalikan pada skala nol ; misalkan kedudukan terakhir dari pena pada skala Y, maka untuk
6. PENGAMATAN PENGUAPAN
Penguapan diperoleh dari selisih hasil pembacaan penguapan yg terjadi waktu
pembacaan dengan pembacaan besarnya penguapan 24 jam yg lalu yang ditunjukkan alat hook gauge panci penguapan.
Jumlah penguapan dilaporkan dalam milimeter (mm)
Cara menghitung penguapan selama 24 jam
a. Waktu cuaca ada hujan kurang lebat
Pada tgl. 2 Apr. jam 07.00, tinggi air tercatat ...… 75,1 mm Pada tgl. 3 Apr. jam 07.00, tinggi air terbaca …… 74,0 mm
-1,1 mm Pada tgl. 3 Apr. jam 07.00, curah hujan 24 jam yll = 1,2 mm +
Jadi jumlah penguapan selama 24 jam ……… 2,3 mm b. Waktu cuaca ada hujan lebat
Pada tgl. 3 Apr. jam 07.00, tinggi air tercatat …… 74,0 mm Pada tgl. 4 Apr. jam 07.00, tinggi air terbaca …… 83,7 mm
-- 9,7 mm Pada tgl. 4 Apr. jam 07.00, curah hujan 24 jam yll= 11,2 mm +
adi jumlah penguapan selama 24 jam …… 1,5 mm 7. PENGAMATAN ANGIN PERMUKAAN
Pengamatan angin permukaan ialah : pengamatan terhadap arah dan kecepatan
angin rata- rata yang terjadi selama 10 menit sejak sebelum waktu pengamatan pada ketinggian 10 meter dari permukaan tanah/ stasiun.
Arah angin dicatat dalam satuan derajat, yang di ukur searah jarum jam mulai
dari titik utara yang sebenarnya (true north).
Kecepatan angin dicatat dalam knots.( 1 knots = 0,5 m/detik )
Arah dan kecepatan angin diperoleh dari pembacaan anemometer atau
8. PENGAMATAN TEKANAN UDARA
Tekanan udara : ialah gaya per satuan luas yang diakibatkan oleh berat
udara di atasnya ; Satuan Tekanan udara ialah milibar ( mb )
Tekanan udara : diperoleh dari pembacaan barometer, setelah mendapatkan
koreksi (kor. Indeks, Kor. Lintang, kor. Tinggi dan kor. Suhu), akan diperoleh tekanan udara pada permukaan stasiun (QFE) dan tekanan udara pada permukaan laut ( QFF ).
Cara Membaca Barometer
1) Baca suhu thermometer yang menempel pada barometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat celsius, hindari kesalahan paralax.
2) Atur vernier sehingga bagian bawah vernier segaris dengan puncak permukaan air raksa. 3) Baca skala barometer yang segaris dengan
vernier
9. PENYINARAN MATAHARI
Lama penyinaran matahari (sunshine duration) ialah : lamanya matahari
bersinar yang sampai kepermukaan bumi dalam periode waktu satu hari, diukur dalam jam.
Cara membaca pias (Pembacaan pias dilakukan dengan skala penera (sunshine
scale) yang tersedia khusus.
Pembacaan data pada kertas pias dilakukan pada setiap satu jam.
10. PENGAMATAN KEADAAN TANAH
Pengamatan keadaan tanah dalam pengamatan sinop ialah menentukan keadaan
tanah baik pada saat ada endapan atau phenomena lain maupun tidak dipermu-kaan tanah yang tetapkan sebagai tempat/ titik pengamatan.
Penentuan tempat pengamatan Keadaan Tanah
a. Didalam taman alat, terletak pada luasan sebidang tanah yang gundul, sekitar 1 x 2 m2
b. Di luar taman alat, yaitu : 1) Terletak disekitar stasiun
2) Lokasinya terbuka, datar dan mudah dilihat dari stasiun/ taman alat. 3) Selisih elevasi/ketinggian terhadap stasiun/taman alat tidak boleh
lebih dari 30 meter.
4) Bukan tanah yang berair/rawa atau tanah berlapis salju, dan bukan tanah yang terlindung oleh pohon-pohon atau gedung-gedung dan juga bukan tanah lereng atau batuan.
Cara pengamatan keadaan tanah sebagai berikut :
1) Pengamatan dilakukan dengan mata telanjang (tanpa alat) 2)Hasil pengamatan dicatat dalam buku pengamatan (Me-48)
3)Saat pengamatan dan pelaporannya agar memperhatikan sandi E (State of ground) dan penjelasannya.
4)Jika terdapat lebih dari satu peristiwa/kejadian, angka sandi tertinggi harus/wajib diytamakan.
5)Angka sandi 0 – 2 dan 4 digunakan untuk mewakili tanah gundul.
6)Angka sandi 3, dan 5 – 19 digunakan untuk mewakili area/ daerah yang terbuka.
PENCATATAN HASIL PENGAMATAN
METEOROLOGI PERMUKAAN
I. PENDAHULUAN
Hasil pengamatan meteorologi permukaan (Synopt) yang berupa data meteoro-logi wajib dicatat pada buku synop tiap-tiap jam, yang disebut buku Me-48. Pengisian buku ini wajib dilakukan oleh Pengamat Meteorologi setiap jam
pengamatan, atau selama yang bersangkutan bertugas mulai dari perolehan data dasar atau mentah hingga penyandian.
Cara memasukkan data ke dalam kolom-kolom yang ditentukan pada buku Me-48 harus berpedoman pada Tata Cara Pengisian buku synop tiap-tiap jam, sebagai-mana yang tersebut pada lampiran II Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor SK.38/KT.104/KB/BMG-06, tanggal 9 Januari 2006.
Untuk memudahkan pencatatan data hasil pengamatan, Pengamat dapat melakukan pengumpulan data keadaan cuaca dan pembacaan unsur-unsur cuaca terlebih dahulu, kemudian melakukan pencatatan dalam kolom-kolom yang ditetapkan, selanjutnya baru dilakukan penyandian dan koreksi sebelum berita synop dikirim secara real time.
Buku synop (Me-48) setelah diperiksa dan ditanda tangani oleh penanggung jawab pengamat atau Kepala stasiun, setiap awal bulan berikutnya harus segera dikirimkan ke alamat yang ditetapkan, dan stasiun sendiri harus menyimpan salinan buku synop atau copynya secara baik dan terpelihara.
Selanjutnya untuk mengisi kolom-kolom dalam lembaran/form buku synop (Me-48) dilakukan seperti uraian pada bab-bab selanjutnya berikut ini .
II. MENCATAT DATA HASIL PENGAMATAN METEOROLOGI PERMUKAAN (SYNOP) PADA BUKU ME-48
TANGGAL (UTC)
- Gunakan tanggal UTC → 1 Januari 2009 - Tahun, bulan tidak boleh disingkat - Pengamatan – I → jam : 00.00 UTC
1. J a m
Waktu setempat
Di isi waktu setempat.
jam : 07.00, di tulis → 07.00 jam : 08.00, di tulis → 08.00
1. Angin- Penglihatan – Keadaan cuaca
Pengenal data Angin ( iw ) 0 1 3 4
kecepatan angin diperkirakan
kecepatan angin dari Anemometer m/ det kecepatan angin diperkirakan
kecepatan angin dari Anemometer knots Arah angin (derajat) 150º, ditulis 150 50º, ditulis 050 5º, ditulis 005 Kecepatan angin (knot)
5 knot, ditulis 5 saja jangan 05. 15 knot, ditulis 15
Penglihatan Mendatar(km)
6 km, ditulis 6 saja, jangan 6 km 600 meter, ditulis 600 m Pengenal data cuaca(ix) di isi : 1 2 3 4 5 6
Cuaca (7wwW1W2) dilaporkan dlm synop
Cuaca tidak dilaporkan dlm synop→ tdk bermakna Cuaca tidak dilaporkan dlm synop→ tdk di amati sda - sandi no. 1
sda - sandi no. 2 Stasiun otomatis sda - sandi no. 3
Keadaan cuaca waktu pengamatan
Di isi sesuai Inst.Met/108/kode synop/2000 ttg istilah present weather → Udara kabur = Haze
Keadaan cuaca waktu yang lalu - 2
Di isi sesuai Inst.Met/108/kode synop/2000 ttg istilah past weather → Hujan, ditulis = RA
Sandi Keadaan cuaca wkt yang lalu –1 > (lebih besar) dari sandi Keadaan cuaca
wkt yang lalu – 2 ( Sandi-W1 > Sandi-W2)
3. Tekanan Udara
Derajat Panas (ºCºFºK)
Di isi suhu thermometer yg nempel di barometer 29,5ºC, ditulis : 29,5
Tekanan dibaca ( mb )
Di isi sesuai hasil pembacaan barometer 1016,0 mb, ditulis : 1016,0
Koreksi QFF ( mb )
di isi koreksi QFF ( lihat tabel koreksi QFF) = - 5,8 mb, ditulis : - 5,8
mb QFF
di isi = Tekanan dibaca – koreksi QFF (1016,0 mb – 5,8 mb) → ditulis : 1010,2 inch
Di isi sesuai tabel perhitungan dari mb ke inchi 1010,2 mb = 29,83 inch, ditulis : 29,83
Koreksi QFE ( mb )
mb QFE Pengisiannya sama dengan di atas.-inch
Perubahan tekanan udara
3 jam yang lalu Di isi QFF wkt pengamatan – QFF tiga jam yll. 1010,2 mb – 1010,5 mb, ditulis : - 0,3
(Pengamatan jam: 00-03-06-09-12 dst ) 24 jam yang
lalu
Di isi QFF wkt pengamatan – QFF 24 jam yll. 1010,2 mb – 1009,5 mb, ditulis : + 0,7 (Pengamatan jam: 00.00 dan 12.00 UTC )
saja.-2. Suhu Udara
Bola Kering (ºC)
Di isi hasil pembacaan suhu BK 30,2ºC, ditulis : 30,2
Bola Basah (ºC) Di isi hasil pembacaan suhu BB 28,7ºC, ditulis : 28,7
Titik Embun (ºC)
Di isi Suhu Titik Embun ( dicari dalam tabel ), misalnya : 28,2ºC, ditulis : 28,2
Lembab Nisbi (%)
Di isi besarnya lembab nisbi (RH), misalnya : RH = 89%, ditulis : 89
Suhu Extrim (ºC)
Di isi hasil pembacaan suhu Max. atau Suhu Min. misalnya: 32,2ºC, ditulis : 32,2
Stasiun belum punya thermometer Stasiun thermoternya rusak
: :
Kolom dikosongi saja.-Kolom di isi : ― 5. Endapan Pengenal data hujan (iR) di isi : 0 1 2 3 4
C.H (6RRRtR) dilaporkan dlm seksi-1 dan seksi-3 C.H (6RRRtR) dilaporkan dlm seksi-1 saja C.H (6RRRtR) dilaporkan dlm seksi-3 saja C.H tidak dilaporkan → curah hujan = 0 C.H tidak dilaporkan → alat p.n.h = rusak Hujan
sejak takaran terakhir
Di isi sesuai hasil takaran curah hujan 3 jam yg lalu (jam: 00-03-06-09-12-15-18-21 ) dalam milimeter Hujan sejak 6
jam yang lalu
Di isi sesuai hasil takaran curah hujan 6 am yg lalu (jam: 00--06--12--18 ) dalam milimeter
Hujan sejak 24 jam yang lalu
Di isi sesuai hasil takaran curah hujan 24 jam yll (jam: 00.00 UTC ) dalam milimeter
6. P e r a w a n a n
Awan Rendah (Jenis)
Ada awan Cumulus, ditulis : Cu
Ada awan Cb, Cu dan Sc ditulis : Cb/Cu/Sc Awan tidak ada, ditulis 0
Awan tidak kelihatan, ditulis ― Tinggi Dasar
(m)
Tinggi Cu 450 meter, ditulis : 450
Arah/sudut elevasi (derajat)
Cb dari timur dg sdt elevasi 30º, ditulis : 090 / 30 Tidak ada awan konvektif,→ Kolom di kosongi. Jika tidak ada awan rendah, → ditulis : No Cloud Jika Awan rendah tidak kelihatan, → ditulis : ― Jika Awan rendah tidak bergerak,→ditulis :STNR Banyaknya
(Okta)
Jumlah awan rendah 3/8, → ditulis : 3 Jika tidak ada awan rendah, → ditulis : 0
Jika Awan rendah tidak kelihatan, → ditulis : ― Awan
menengah (Banyaknya
/Jenis)
Ada awan Altostratus 3/8, ditulis : 3/As Jika Awan Menengah(CM) tidak ada, ditulis : 0 Jika Awan Menengah tidak kelihatan, ditulis : ― Arah derajat CM dari barat, ditulis : 270
Jika CM tidak bergerak, → ditulis :STNR Jika tidak ada awan CM, → ditulis : No Cloud Jika Awan CM tidak kelihatan, → ditulis : ― Tingginya (m) Tinggi As 2700 meter, ditulis : 2700
Jika tidak ada Awan CM → Kolom di kosongi
Jika tinggi awan CM tidak diketahui → ditulis : ―
1. Lapisan awan
Jenis Cumulus, ditulis : Cu Altostratus, ditulis : As
Jika tidak ada Awan (N=0)→ Kolom di kosongi Jika Awan tidak kelihatan(Ns=9), ditulis : ― Tingginya ( m ) Cumulus tingginya 450 meter, ditulis : 450
Altostratus tingginya 2700 meter, ditulis : 2700 Jika tidak ada Awan (N=0) → Kolom di kosongi Jika Awan tidak kelihatan(Ns= 9), di isi : vertikal
Lapisan paling rendah jika ada Ns = 1 atau lebih Lapisan yg lebih tinggi berikutnya, = 3 atau lebih Lapisan yg lebih tinggi lagi, Ns = 5 atau lebih
Jika ada 2 jenis awan/ lebih dg tinggi dasar sama, dilaporkan menjadi satu kelompok sbb:
2/8 Cu = 600 m dilaporkan yg terbanyak 3/8 Sc = 600 m jenisnya: 5/8 Sc = 600 m. 3/8 Cu = 600 m dilaporkan yg tertinggi
- 3/8 Sc = 600 m sandinya: 5/8 Sc = 600 m. Jika tidak ada Awan (N=0)→ Kolom di isi : 0 Jika Awan tidak kelihatan(Ns=9), ditulis : ―
8. Penyinaran Matahari Pengenal data alat penguapan ( iE ) di isi : 0 1 2 3 4
Evaporimeter panci terbuka (tanpa tutup) Evaporimeter panci (dengan tutup kisi-kisi) Evaporimeter type: GGI – 300 (cekung) Tangki 20 m² dan lain-lain Jumlah penguapan selama 24 jam yang lalu
Jumlah penguapan = 15,3 mm, → ditulis: 15,3 Jika tidak ada penguapan, → ditulis: 0 Jika alat penguapan rusak, → ditulis: ―
Pengamatan penguapan dilakukan hanya jam: 00.00 UTC. Radiasi total
selama 24 jam yang lalu ( joule cm² )
Jumlah radiasi total = 156,4 joule/cm², → ditulis: 156,4 Jika tidak ada radiasi total, → ditulis: 0
Jika alat, → ditulis: ―
Pengamatan radiasi total dilakukan hanya jam: 00.00 UTC. Jika stasiun tidak ada alat tsb, kolom dikosongi
Penyinaran Matahari (jam)
Lama penyinaran mthri = 5,3 jam, → ditulis: 5,3 Jika tidak penyinaran matahari, → ditulis: 0 Jika alat rusak, → ditulis: ―
9. Keadaan tanah Keadaan Tanah di isi : 0 1 2 3 4 5
Permukaan tanah kering Permukaan tanah lembab
Permukaan tanah basah (ada genangan air) Permukaan tanah tergenang air (banjir) Permukaan tanah ada bekuan air/ butiran es dst.- biasanya terjadi di luar Indonesia C a t a t a n
di isi :
Hal-hal ekstrem tentang keadaan tanah, misalnya ada air bah → ditulis : air bah
10. Observer
P a r a f di isi :
Paraf Pengamat (Petugas Nama terang
di isi :
Nama terang Pengamat ditulis dengan huruf cetak dan dibuat sekali pada saat Pengamat mulai bertugas, selanjutnya cukup paraf saja.
METHODE
I. PENDAHULUAN
Hasil pengamatan meteorologi permukaan (Synopt) yang berupa data meteoro-logi setelah dicatat pada buku Me-48, kemudian di sandi untuk selanjutnya sandi tersebut dikirimkan ke Pusat Pengumpulan dan penyebaran data BMKG untuk di pertukarkan secara nasional maupun internasional.
Metode Penyandian data synop berisi sandi Synop (FM.12-XI) terdiri dari : Seksi-0, yang merupakan data pengenal berita;
Seksi-1, merupakan data yang wajib dilaporkan karena untuk pertukaran global; Seksi-3, merupakan data untuk pertukaran regional.
yang kami susun dengan berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor SK.38/KT.104/KB/ BMG-06, tanggal 9 Januari 2006 tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamatan, Penyandian, Pelaporan dan Pengarsipan data Meteorologi Permukaan, dengan menambahkan/ mengubah beberapa hal yang perlu ditambah atau di ubah tanpa mengurangi arti atau tujuan dari Peraturan kepala Badan Meteorologi dan Geofisika tersebut di atas dengan maksud untuk memudahkan Pembaca terutama para taruna/i Akademi Meteorologi dan Gofisika dalam membuat sandi/kode synop terhadap hasil pengamatan meteorologi permukaan.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan keluarganya serta para sahabat beliau. Dengan mengucap syukur kehadirat Allah yang Maha Esa, akhirnya kami dapat menyelesaikan buku ini, semoga buku ini bermanfaat adanya.
II.
SANDI SYNOP, FM . 12-XILaporan hasil pengamatan permukaan dari Stasiun Darat. Seksi 0 Seksi 1 Seksi 3
-MiMi MjMj YYGGiw IIiii
iRiXhVV Nddff (00fff) 1SnTTT 2 SnTdTdTd (or 29UUU) 3PoPoPoPo 4 PPPP(or 4a3hhh) 5appp 6 RRRtR 7 wwW1W2 8 NhCLCMCH 9 GGgg 333 (1SnTxTxTx) (2 SnTnTnTn) (5 EEEiE) (55SSS) ((55508) (5F24F24F24F24)) (56DLDMDH) (57CDaec) (58P24P24P24) or (59P24P24P24) (6 RRRtR) (8 NsChshs) (80 Chshs) Seksi- 0 MiMi MjMj YY GG iw II iii : : : : : : :
Huruf pengenal berita
Huruf pengenal bagian berita → untuk berita SYNOPT = AA XX Tanggal
Jam
Pengenal data angin 0 → kec.angin kira-kira
1 → kec.angin dibaca → anemometer. m/det 3 → kec.angin kira-kira
4 → kec.angin dibaca → anemometer knots
Nomor Blok : 96
Seksi 1 Kelompok : iRiXhVV iR iX h VV : : : :
Pengenal dilaporkan atau tidaknya data curah hujan (tabel:1819) Sandi : 0 - 6 RRRtR dilaporkan dlm seksi –1 dan seksi-3
1 - 6 RRRtR dilaporkan dlm seksi –1 2 - 6 RRRtR dilaporkan dlm seksi - 3
3 - 6 RRRtR tidak dilaporkan → curah hujan = 0
4 - 6 RRRtR tidak dilaporkan → curah hujan = tidak di ukur. Pengenal macam operasional stasiun dan data cuaca 7wwW1W2 (tabel:1860) Sandi : 1 - Cuaca (7wwW1W2) dilaporkan dlm synop
2 - Cuaca tidak dilaporkan dlm synop→ tdk bermakna 3 - Cuaca tidak dilaporkan dlm synop→ tdk di amati 4 - sda - sandi no. 1
5 - sda - sandi no. 2 Stasiun otomatis 6 - sda - sandi no. 3
Tinggi dasar awan terendah diukur dari permukaan stasiun (tabel:1600) Sandi: 3 - 200 sampai 300 meter
4 – 300 sampai 600 meter 5 - 600 sampai 1000 meter
Tinggi dasar awan= 600 meter → h = 5 bukan 4
Penglihatan mendatar di permukaan bumi (visibility) → (tabel: 4377)
– Jika visibility tidak sama jauhnya kesemua arah, dilaporkan visibility yang terdekat.
– Jika visibility tepat di tengah-tengah antara 2 angka sandi, dilaporkan sandi yang terkecil → visibility = 350 meter, maka vv = 03 bukan 04
Catatan
Sandi: 00 = v v < 0,1 km
Kelompok : Nddff (00fff) N dd ff : : :
Bagian langit yang tertutup awan ( tabel: 2700 )
Arah angin (dalam puluhan derajat) (tabel: 0877) Kecepatan angin dalam knot
dd = 090 ff = 5 knot → Nddff = N 0905 dd = 120 ff = 115 knot → Nddff (00fff) = N 1299 00115 Kelompok : 1 SnTTT Sn TTT : : 0 = Suhu Positif 1 = Suhu negative
Suhu Udara (Thermometer BK) dlm persepuluhan derajat Celsius Suhu Udara = 28,8 ˚C → TTT = 288, → 1 Sn TTT = 10288
Kelompok : 2 SnTdTdTd (or 29UUU) Sn TdTdTd : : 0 = Suhu Positif / 0 1 = Suhu negative
Suhu Titik embun dalam persepuluhan derajat Celsius
Titik embun = 26,5 ˚C → TdTdTd = 26,5˚C→ 2SnTdTdTd = 20265 Jika Suhu Titik Embun tidak ada, tetapi Lembab nisbi(RH) ada → 2SnTdTdTd diganti: 29UUU → RH = 75%, UUU = 075 ;
RH = 100%, UUU = 100
Kelompok : 3 P0P0P0P0
P0P0P0P0 : Tekanan Udara pada permukaan Stasiun (QFE) dalam persepuluhan
milibar
Kelompok : 4 PPPP (or 4a3hhh) PPPP 4a3hhh a3 : : :
Tekanan Udara pada permukaan laut(QFF) dalam persepuluhan milibar QFF = 1009,6 mb, disandi 4 PPPP = 40096
Jika data PPPP yang akurat tidak ada, diganti dengan kelompok 4a3hhh.
4a3hhh melaporkan ketinggian bumi (stasiun darat) yang dijabarkan pada permukaan isobaric standard terpilih sebagai berikut :
Tekanan Udara ( hPa atau mb ) Ketinggian Stasiun ( meter ) 850 700 500 800 s/d 2.300 > 2300 s/d 3700 > 3700
a3 Indikator permukaan isobarik standard terpilih yang dilaporkan berdasarkan ketinggian bumi suatu stasiun (table 0264), sbb :
a3 Ketinggian Isobarik 1 8 7 5 1000 hPa 850hPa 700hPa 500 hPa
hhh : hhh Ketinggian bumi / stasiun darat dalam meter yang diberikan oleh a3, dan untuk digit ribuan dihilangkan / ditiadakan.
Contoh :
Stasiun A dengan ketinggian 1250m, PoPoPoPo = 879,9 mb, sandinya : 38799
4 PPPP diganti dengan 4 a3hhh, dimana :
a3 : 8 (ketinggian 1250 m, termasuk pada permukaan isobarik
Kelompok : 5appp, dilaporkan jam : 00, 03, 06, 09, 12, 15, 18, dan 21.00 UTC. a
ppp
:
:
Sifat perubahan Tekanan Udara (QFF) dalam selang waktu 3 Jam sebelum waktu pengamatan (lihat tabel: 0.10.063) = hal.23
Untuk stasiun otomatis diberlakukan ketentuan sbb: a disandi = 2, jika perubahan tekanan udara positif a disandi = 7, jika perubahan tekanan udara negatif a disandi = 4, jika perubahan tekanan udara nol. Jumlah perubahan tekanan udara selama 3 jam yang lalu Contoh : QFF jam 03.00 UTC = 1014,9 mb
QFF jam 06.00 UTC = 1012,8 mb - = - 2,1 mb, 5appp disandi = 57021
Kelompok : 6 R R R tR → dilaporkan jam : 00, 06, 12, dan 18.00 UTC. RRR
tR
: :
Jumlah curah hujan selama jangka waktu yg ditunjukkan oleh tR (tabel: 3590)
Selang waktu dimana hujan terjadi yang jumlahnya dilaporkan oleh RRR.
Synop jam : 00.00, tR disandi = 4 → RRR = jumlah curah hujan
24 jam yang lalu. Synop jam : 06.00,
Synop jam : 12.00, tR disandi = 1 → RRR = jumlah curah hujan
6 jam yll. Synop jam : 18.00,
Kelompok 6RRRtR tidak perlu dilaporkan jika : o Jumlah curah hujan = 0; atau
Kelompok : 7wwW1W2, tidak dilaporkan bila : ww = 00, 01, 02, 03 dan
W1/W2 = 0, 1, 2
ww : a. Keadaan cuaca pada waktu pengamatan (present weather) tabel: 0.20.003, pelaporannya dapat berpedoman pada pictorial guide for assisting in the selection of present weather code.
b. Cuaca tidak bermakna → sandi ww = 00, 01, 02 dan 03)
c. Jika keadaan cuaca yang dilaporkan ada dua atau lebih, pilih sandi tertinggi, kecuali ww = 17 harus diutamakan terhadap sandi ww = 20 s/d 49.
d. Sandi ww = 05 digunakan bila visibility di dominasi oleh partikel ² kering.
e. Sandi ww = 11 atau 12 digunakan bila visibility kurang dari 1000 meter.
f. Sandi ww = 28 (Re ice fog) digunakan bila visibility saat pengamatan< 1 km.
g. Sandi ww = 40 s/d 47 digunakan bila visibility kurang dari 1000 meter
h. Sandi ww = 18 (squalls) digunakan bila terjadi perubahan kecepatan angin secara tiba-tiba, yang semula 16 knot menjadi 22 knot atau lebih yang berlangsung paling sedikit selama 1 menit.
i. Badai guntur dianggap terjadi di stasiun sejak guntur petama kali terdengar, dan dianggap telah berhenti jika selama 10 – 15 menit sejak guntur yang terakhir didengar tidak terdengar lagi.
j. Sandi ww = 80 s/d 90 digunakan jika endapan berasal dari type shower.
Endapan dinyatakan :
– Sebentar-sebentar atau berselang-seling jika endapan yang
terjadi selama periode sejam yang lalu pernah terputus sekali atau lebih dan bukan shower
– Terus-menerus jika endapan yang terjadi paling sedikit
W1/ W2 : a. Keadaan cuaca waktu yang lalu (past weather) tabel: 0.20.004/ 0.20.005
b. Cuaca tidak bermakna → sandi W1/W2 = 0, 1, dan 2 .
c. Lamanya waktu yang berhubungan dengan keadaan cuaca yang lalu 6 jam untuk pengamatan jam : 00.00; 06.00; 12.00 dan
18.00 UTC.
00 01 02 03 04 05 05.50 06.00
6 jam untuk pengamatan jam : 00, 06, 12 dan 18.00 UTC.
W1/ W2 ww
3 jam untuk pengamatan jam : 03.00; 09.00; 15.00 dan 21.00 UTC.
03 04 05 05.50 06.00
W1/ W2 ww
1 jam untuk pengamatan setiap jam
05.00 05.50 06.00
W1/ W2 ww
Sandi W1 dan W2 agar dipilih sedemikian rupa sehingga W1, W2 dan
ww secara bersama-sama dapat memberikan gambaran cuaca yang lenkap .
Kelompok : 8NhCLCMCH → Tidak perlu dilaporkan bila N = 0 atau N = 9 Nh CL CM CH : : : :
- Bagian langit yang tertutup awan rendah (CL), jika tidak ada CL,
di isi :
- Bagian langit yang tertutup awan menengah (CM), dan jika tidak
ada CL, dan CM, tetapi ada awan tinggi CH, → Nh di sandi : 0
Jenis awan rendah (lihat tabel : 0513) Jenis awan menengah (lihat tabel : 0515) Jenis awan tinggi (lihat tabel : 0509)
Kelompok : 9GGgg
GGgg : – waktu pengamatan (GG = jam ; gg = menit ) dalam UTC
– Kelompok ini dilaporkan bila waktu pengamatan berbeda lebih dari 10 menit dari waktu standar GG yang dilaporkan dalam seksi: 0
– Waktu yang tepat berakhirnya pengamatan yaitu setelah barometer dibaca.
Seksi 3
Kelompok : 1 SnTxTxTx → Dilaporkan pada jam : 12.00 UTC
Sn TxTxTx : : 0 = Suhu Positif / 0 1 = Suhu negative
Suhu udara maximum dalam persepuluhan derajat Celsius, contoh : Suhu max. = 32,5˚C → TxTxTx= 325, → 1Sn TxTxTx = 10325
Kelompok : 2 SnTnTnTn → Dilaporkan pada jam : 00.00 UTC Sn TnTnTn : : 0 = Suhu Positif / 0 1 = Suhu negative
Suhu udara minimum dlm persepuluhan derajat Celsius
Suhu min. = 24,5˚C → TnTnTn = 245 → 2SnTnTnTn = 20245
Kelompok : 5 EEEiE → Dilaporkan hanya pada jam : 00.00 UTC
EEE iE
: :
Jumlah penguapan (selama 24 jam yang lalu) dalam persepuluhan milimeter.
Pengenal jenis alat penguapan
Sandi : 0 - Evaporimeter panci terbuka (tanpa tutup) 1 - Evaporimeter panci (dengan tutup kisi-kisi) 2 - Evaporimeter type: GGI – 300 (cekung) 3 - Tangki 20 m²
4 - dan lain-lain
Kelompok : 55 SSS → dilaporkan hanya pada Synopt jam : 00.00 UTC SSS : Lamanya penyinaran matahari dalam jam dan persepuluhan jam.
Lamanya penyinaran matahari selama 24 jam yang lalu= 3 jam 20 menit = 03,3 jam, Sandinya 55 SSS = 55033
Kelompok : (55508) ( 5F24F24F24F24) →dilaporkan hanya pada Synopt jam: 00.00
UTC
55508 :
5F24F24F24F24 :
Indikator untuk melaporkan 5F24F24F24F24
Radiasi matahari selama 24 jam yang lalu dalam Joule/Cm²
Kelompok : 57 CDaeC C Da ec : : :
Jenis awan rendah (CL) yang konvektif (Cb atau Cu )
Arah gerakan awan konvektiv (arah darimana awan begerak) Da di sandi :
0 - awan tidak bergerak (STNR) atau tidak ada awan 1 - North East (NE)
2 - East (E )
3 - South East (SE ) 4 - South ( S )
5 - South West (SW ) 6 - West ( W )
7 - North West ( NW ) 8 - North ( N )
9 - Gerakan awan tidak diketahui atau Awan tidak dapat dilihat Sudut elevasi puncak awan yg ditunjukkan oleh C, yaitu sudut yang dibentuk antara garis miring yang menuju puncak awan terhadap garis horizontalnya pengamat.
ec di sandi :
0 - Puncak awan tidak terlihat 1 - 45º atau lebih 2 - sekitar 30º 3 - sekitar 20º 4 - sekitar 15º 5 - sekitar 12º 6 - sekitar 9º 7 - sekitar 7º 8 - sekitar 6º 9 - kurang dari 5º
Kelompok : (58P24P24P24 ) atau ( 59P24P24P24) → dilaporkan jam : 00.00 dan
Kelompok : (6RRRtR) → dilaporkan jam : 00, 03, 06, 09, 12, 15, 18, dan 21.00 UTC RRR tR : :
Jumlah curah hujan selama 3 jam yang lalu → tRdisandi = 7
Selang waktu dimana hujan terjadi yang jumlahnya dilaporkan oleh RRR Kelompok : 8 NsChshs Ns C hshs : : :
Bagian langit yang tertutup lapisan awan tersendiri dari jenis C (tabel 2700)
Jenis awan (tabel: 0500)
Tinggi dasar lapisan awan (tabel : 1677) Untuk mencari angka sandi hshs :
s/d -ketinggian 1500 meter → sandi = tinggi : 30, conntoh : Tinggi dasar awan = 600 m, sandinya → 600 : 30 = 20
Diatas 1500 s/d 9000 meter, → sandi = (tinggi : 300) + 50, Contoh : Tinggi awan = 3000 meter,
sandinya → (2700 : 300) + 50 = 59
Diatas 9000 s/d 21000 meter, → sandi = (tinggi - 9000):
1500 + 80, contoh : Tinggi awan = 12000 meter,
sandinya → (12000 - 9000) : 500 + 80 = 82 Lebih dari 21000 m → sandi = 89
Angka sandi 90 – 99 tidak digunakan untuk hshs
hshs = 8000 meter, sandinya 76 bukan 77 ( lihat Kumpulan Instr., hal.20 → sandi: 76 = 7800 m; sandi : 77 = 8100 m → diambil sandi yang terendah )
Catatan :
1. Kelompok 8NsChshs harus diulang jika akan melaporkan jumlah
awan pada lapisan-lapisan awan yang berbeda
2. Jika ada awan Cb harus dilaporkan lebih dulu
3. Selanjutnya lapisan terendah dilaporkan lebih dulu dengan
ketentuan:
c. Lapisan yang lebih tinggi lagi, jika Ns = 5 atau lebih, kemudian
4. Jika ada 2 jenis awan/lebih dengan tinggi dasar sama, dilaporkan
menjadi satu kelompok sbb:
2/8 Cu = 600 m dilaporkan yang terbanyak 3/8 Sc = 600 m jenisnya: → 5/8 Sc = 600 m. 2/8 Cu = 600 m dilaporkan yang tertinggi
2/8 Sc = 600 m sandinya: → 4/8 Cu = 600 m. 5. Jika N = 0, kelompok ini tidak perlu dilaporkan
6. Jika Ns= 9, kelompok ini dilaporkan 89 / hshs
→ hshs = vertikal visibility
7. Jika Ns = /, kelompok ini tidak perlu dilaporkan
Kelompok : 80Chshs
Kelompok ini digunakan untuk melaporkan tinggi puncak awan dihitung dari permukaan bumi dari awan rendah CL jenis awan konvektip
Perkiraan ketinggian awan tersebut diatas dapat menggunakan tabel sbb:
Jenis awan Ketinggian Awan ( feet )
Dasar Puncak Cu Tcu Cb 1.000 - 3. 000 1.000 - 3. 000 1.000 - 3. 000 7.000 - 15.000 15.000 - 30.000 30.000 - 60.000
LAMPIRAN :
I. Pictorial Guide For Assisting In The Selection Of Present Weather Code ww 00 - 99 00 – 49 Pd wkt pengamatan tdk ada endapan di st 50 - 99 Pd wkt pengamatan ada endapan di stas. Funnel cld (19) 95 – 99 Badai guntur ( 18 ) Squalls
Pada waktu pengamatan 91 – 94
Badai gtr Ts No Prec(17) 80 – 90 showers dlm sejam yll 40 – 49 (kabut es) 70 - 79 30 – 39 60 – 69 Hujan(Rain) Endapan padat Badai debu/pasir,dsb 20 - 29 50 – 59 (drizzle) 14 - 16
1 jam yll terjadi di Stas. Ww=28,→ Vis < 1km Prec in sight 14-16 (13) lightning 11 - 12 Shallow fog 11-12 (10) mist 04 - 09
Udara kabur, dll. 00 -
II. TABEL 0.10.063
a : Sandi sifat perubahan tekanan udara dalam selang waktu 3 jam sebelum waktu pengamatan
Angka
Sandi Keterangan Gambar
0 = Naik kemudian menurun. Tekanan pada waktu pengamatan sama atau lebih tinggi dengan tekanan 3 jam yang lalu
1 2 3 = = =
Naik kemudian tetap, atau naik kemudian naik lebih lambat Naik(secara tetap atau secara tidak tetap)
Turun atau tetap, kemudian naik; atau naik, kemudian naik lebih cepat Tekanan udara pada waktu pengamatan lebih tinggi dari 3 jam yang lalu
4 = Tetap, tekanan udara pada waktu pengamatan sama dengan 3 jam yang lalu.
5 = Turun kemudian naik, tekanan udara pada waktu pengamatan sama atau lebih rendah dari 3 jam yang lalu.. 6 7 8 = = =
Turun, kemudian tetap, atau turun, kemudian turun lebih lambat
Turun (secara tetap atau secara tidak tetap)
Tetap atau naik, kemudian turun; atau turun kemudian turun lebih cepat Tekanan udara pada waktu pengamatan lebih rendah dari 3 jam yang lalu
III. TABEL : 0.20.003
KEADAAN CUACA WAKTU PENGAMATAN ( ww ) SANDI ww PENJELASAN / KETERANGAN PENULISAN PADA ME.48 1 2 3 00 s/d
19 Tidak ada endapan, badai pasir kabut, kabut es (kecuali 11 dan 12), badai debu, saljulayang di Stasiun pada waktu pengamatan atau sejam yang lalu (kecuali 09 dan 17). 00 Pertumbuhan awan tidak kelihatan/ tidak
dapat dilihat - Tidak ada phenomena lain selain awan - arakteristik dari perubahan keadaan langit dalam sejam yang lalu Cld dev unk 01 Pada umumnya awan terpecah/terpisah-pisah
atau menjadi berkurang pertumbuhannya. Cld decr
02 Keadaan langit secara keseluruhan tidak ada
perubahan Cld unch
03 Pada umumnya awan terbentuk atau terjadi
pertumbuhan Cld incr
04 Visibility berkurang karena asap, misal: adanya hutan atau alang-alang yang terbakar, asap pabrik atau abu gunung berapi.
Smoke
05 Udara kabur ( haze ) Haze
06 Sebaran debu diudara dalam keadaan tidak
menentu, bukan disebabkan oleh angin di atau dekat stasiun pada waktu pengamatan.
Dust 06
07 Debu atau pasir diudara, disebabkan oleh angin di atau dekat stasiun pada waktu pengamatan, tetapi tidak tumbuh/berkembang sebagai olakan debu atau pasir dan tidak terlihat sebagai badai debu atau badai pasir Udara kabur, debu, pasir atau asap Dust 07, atau Sand 07
08 Terlihat adanya pertumbuhan olakan debu atau pasir di atau dekat stasiun dalam sejam yang lalu atau pada waktu pengamatan, tetapi tidak ada badai debu atau badai pasir.
1 2 3
10 Mist ( halimun) Mist
11 Perca-perca kabut tipis atau kabut es di stasiun, baik diatas daratan atau lautan, tidak lebih tinggi dari 2 m di darat atau 10 m dilaut.
Shallow fog 11
12 Kabut tipis atau kabut es yang hampir rata di stasiun baik diatas daratan atau lautan, tidak lebih tinggi dari 2 m di darat atau 10 m dilaut.
Shallow fog 12
13 Kilat kelihatan, guntur tidak kedengaran Lightning
14 Endapan dalam lingkungan penglihatan, tidak sampai ketanah atau
permukaan laut. Prec. in sight 14
15 Endapan dalam lingkungan penglihatan, sampai ketanah atau permukaan laut, tetapi jaraknya diperkirakan tidak lebih dari 5 km dari stasiun.
Prec. in sight 15
16 Endapan dalam lingkungan penglihatan, sampai ketanah atau permukaan laut, dekat tetapi tidak di stasiun.
Prec. in sight 16
17 Badai guntur, tetapi tanpa endapan pada waktu pengamatan Ts no prec
18 Hembusan angin kencang (Squalls) Di stasiun atau dalamlingkungan penglihat an dalam sejam yang lalu atau pada waktu pengamatan
Squalls 19 Puting beliung (Tornado clouds atau
water-spout) Funnel Cld
20 s/d
29 Endapan, kabut, kabut es, atau badai guntur, terjadi di Stasiun dalam sejam yang lalutetapi tidak pada waktu pengamatan . 20 Hujan rintik-rintik atau drizzle (tidak
membeku) atau butir-butir salju.
Tidak berupa jatuhan tiba-tiba (showers).
Re DZ(notFR) Atau SN.GR
21 Hujan tidak membeku ReRA (not FR)
1 2 3 26 Salju tiba-tiba, atau hujan tiba-tiba dan disertai salju.
Re SH of SN atau Re SH of RA+SN 27 Rambun tiba-tiba, atau hujan tiba-tiba dan disertai salju ReSH of HA atauReSH of RA+ HA 28 Kabut atau kabut es.
Re fog atau Re ice fog
29 Badai guntur (dengan atau tanpa endapan) Re TS
30 s/d 39
Badai debu, badai pasir, salju layang atau salju hembus
30 Badai debu atau badai pasir - Sudah berkurang dalam
ringan atau sedang sejam yang lalu Sl /mod DS atauSS decr
31 Badai debu atau badai pasir ringan
atau sedang - dalam sejam yang lalutidak ada perubahan - mulai atau sudah bertam-bah dalam sejam yang lalu
Sl /mod DS atau SS unch
32 Badai debu atau badai pasir ringan atau sedang
Sl /mod DS atau SS incr
33 Badai debu atau badai pasir hebat
- Sudah berkurang dalam sejam yang lalu
- tidak ada perubahan dalam sejam yang lalu
Sev DS atau SS decr 34 Badai debu atau badai pasir
hebat
Sev DS atau SS unch 35 Badai debu atau badai pasir
hebat
- Mulai atau sudah bertam-bah dalam sejam yg lalu Umumnya rendah (dibawah batas mata/ penglihatan)
Sev DS atau SS incr
36 Salju layangringan atau sedang Sl/ Mod driftingSNlow
37 Salju layanghebat Heavy driftingSN low
38 Salju hembus ringan atau sedang Umumnya tinggi (diatas batas mata/penglihatan
Sl/ Mod blowing SN hight. 39 Salju hembus hebat
Heavy blowing SN hight
1 2 3
40 s/d
49 Kabut atau Kabut es pada waktu pengamatan
40 Kabut atau kabut es pada jarak penglihatan pada waktu penga-matan tetapi tidak di stasiun dalam sejam yang lalu, kabut atau kabut es tersebut mencapai ketinggian diatas pengamat.
Fog at a dist
41 Kabut, kabut es dalam bentuk perca-perca Fog in patches
42 Kabut, atau kabut es langit kelihatan menjadi lebih menipis dalam sejam yang lalu
Fog SV thinner 43 Kabut, atau kabut es langit tidak
kelihatan Fog S inv thinner
44 Kabut, atau kabut es langit kelihatan Tidak ada perubahan
dalam sejam yg lalu Fog SV unch 45 Kabut, atau kabut es langit tidak
kelihatan
Fog S inv unch 46 Kabut, atau kabut es langit kelihatan Mulai atau menjadi
lebih menebal dalam sejam yang lalu
Fog SV thicker 47 Kabut, atau kabut es langit tidak
kelihatan
Fog S inv thicker
48 Kabut, dengan embun beku, langit kelihatan Fog dep rime SV
49 Kabut, dengan embun beku, langit tidak kelihatan Fog dep rime S inv
50 s/d 59 Endapan(Drizzle atau Hujan rintik-rintik) di stasiun pada waktu pengamatan
50 Drizzle, tidak membeku, sebentar-sebentar ringan pada waktu pengamatan
Inter Sl DZ
51 Drizzle, tidak membeku, terus-menerus Cns Sl DZ
52 Drizzle, tidak membeku, sebentar-sebentar sedang pada waktu pengamatan
Inter Mod DZ
53 Drizzle, tidak membeku, terus-menerus Cns Mod DZ
1 2 3
56 Drizzle, membeku, ringan Sl DZ FR
57 Drizzle, membeku, sedang atau lebat/tebal
Mod/heavy (dense)DZ FR
58 Drizzle dan hujan, ringan Sl/DZ and RA
59 Drizzle dan hujan, sedang atau lebat/tebal Mod/heavyDZ and RA
60 s/d
69 H u j a n di Stasiun pada waktu pengamatan
60 Hujan, tidak membeku, sebentar-sebentar Ringan pada waktu pengamatan
Inter Sl RA
61 Hujan, tidak membeku, terus-menerus Cns Sl RA
62 Hujan, tidak membeku, sebentar-sebentar Sedang pada waktu pengamatan
Inter Mod RA
63 Hujan, tidak membeku, terus-menerus Cns Mod RA
64 Hujan, tidak membeku, sebentar-sebentar Lebat/tebal pada waktu pengamatan
Inter heavyRA
65 Hujan, tidak membeku, terus-menerus Cns heavyRA
66 Hujan, membeku, ringan Sl RA FR
67 Hujan, membeku, sedang atau lebat/tebal Mod/heavy RA FR
68 Hujan, atau drizzle dan salju, ringan Sl RA and SN atauSl DZ and SN 69 Hujan, atau drizzle dan salju, sedang atau lebat/tebal
Mod/heavy RA and SN atau
Mod/heavy DZ and SN
70 s/d
79 Endapan padat turun tidak dalam keadaan tiba-tiba (showers).
70 Keping-keping salju, sebentar-sebentar turun
Ringan pada waktu pengamatan
Inter Sl of SNF
1 2 3 72 Keping-keping salju, sebentar-sebentar turun sedang pada
waktu pengamatan
Inter mod of SNF
73 Keping-keping salju, terus-menerus turun Cns mod of SNF
74 Keping-keping salju, sebentar-sebentar turun Lebat/tebal pada waktu
pengamatan
Inter heavy of SNF
75 Keping-keping salju, terus-menerus turun Cns heavy of SNF
76 Jarum-jarum es (dengan atau tanpa kabut) Diamond Dust fogatau Diamond Dust no fog
77 Butir-butir salju (dengan atau tanpa kabut)
SN grains fog or SN grains no fog 78 Kristal-kristal es (dengan atau tanpa kabut) SN crystal fog orSN crystal no fog
79 Butir-butir es Ice pellets
80 s/d
89 Endapan yang turun tiba-tiba, atau endapan dengan atau sesudah badai guntur
80 Hujan tiba-tiba, ringan Sl RA SH
81 Hujan tiba-tiba, sedang atau lebat Mod/heavyRASH
82 Hujan tiba-tiba, hebat/ riuh Violent RA SH
83 Hujan tiba-tiba, becampur salju, ringan Sl RA + SN SH
84 Hujan tiba-tiba , bercampur salju, sedang atau lebat
Mod/heavy RA + SN SH
85 Salju tiba-tiba, ringan Sl SN SH 85
86 Salju tiba-tiba, sedang dan lebat
Mod / heavy SN SH 86 87 Butir-butir salju atau butir-butir es, dengan
atau tanpa hujan atau hujan bercampur salju
Sl SN SH 87 88 Butir-butir salju atau butir-butir es, dengan
Ringan
1 2 3 89 Rambun tiba-tiba, dengan atau tanpa hujan
atau hujan bercampur salju, tanpa guntur
Sedang atau lebat
Sl hail SH 90 Rambun tiba-tiba, dengan atau tanpa hujan
atau hujan bercampur salju, tanpa guntur
Mod/heavy hail SH 91 Hujan ringan pada waktu pengamatan.
Badai guntur dalam sejam yang lalu tetapi tidak pada waktu pengamatan Sl RA re TS 92 Hujan sedang atau lebat pada waktu
pengamatan
Mod/heavy RA re TS 93 Salju ringan atau hujan bercampur salju atau
rambun pada waktu pengamatan.
Sl SN atau RA + SN atau HA re TS
94 Salju sedang atau lebat atau hujan bercampur salju atau rambun pada waktu pengamatan
Mod/heavy SN atau RA + SN atau HA +re TS
95 Badai guntur ringan atau sedang tanpa rambun, tetapi disertai hujan dan atau salju pada waktu pengamatan. Badai guntur pada waktu pengamatan Sl/ mod TS no HA + RA atau RA+SN atau SN
96 Badai guntur ringan atau sedang disertai rambun, pada waktu pengamatan.
Sl/ mod TS + HA
97 Badai guntur hebat tanpa rambun, tetapi disertai hujan dan atau salju pada waktu pengamatan.
Heavy TS no HA + RA atau RA+SN atau SN
98 Badai guntur disertai dengan badai debu atau
badai pasir pada waktu pengamatan. TS + DS/SS
99 Badai guntur hebat disertai dengan rambun pada
IV. TABEL : 0.20.004
KEADAAN CUACA WAKTU YANG LALU (1) DAN (2) (W1 & W2) SANDI
W1 W2 PENJELASAN/KETERANGAN PENULISANPADA ME.48
1 2 3
0 Setengah dari langit atau kurang tertutup awan selama jangka waktu yang ditentukan
Cloudy -1 Lebih dari setengah langit tertutup awan selama sebagian dari
jangka waktu yang ditentukan dan setengah dari langit atau kurang tertutup awan selama sebagian dari jangka waktu tersebut.
Cloudy
2 Lebih dari setengah langit tertutup awan selama jangka waktu yang
ditentukan Cloudy +
3 Badai pasir, badai debu, salju hembus DS, SS atauBlowing SN
4 Kabut atau kabut es atau kekaburan tebal (thick haze)
Fog atau thick haze / thick smoke
5 Drizzle DZ
6 Hujan RA
7 Salju, atau hujan bercampur salju SN atau RA+SN
8 Showers (s) SH
9 Badai guntur dengan atau tanpa endapan TS
Catatan : W1 W2 Cloudy -Cloudy - Clear ( 0 – 1/8 ) - Sl cloudy (2/8) - Cloudy (3/8 – 4/8) W = 0 ; N 4/8 W = 1 ; N 4/8 N 4/8
Untuk selama jangka waktu yang ditetntukan.
Selama sebagian dari jangka waktu yang ditentukan dan
V. DAFTAR SKALA BEAUFORT
(Persamaan kecepatan angin pada ketinggian stándar 10 m diatas tanah yang terbuka) Skala
Beau -fort
Sebutan/ Gambaran
Kesepadanan Laju Angin pada tinggi standar 10
m diatas permukaan rata / bebas Spesifikasi untuk estimasi laju diatas daratan
Kts M / s Km / h mph
1 2 3 4 5 6 7
0 Kalem < 1 0 – 0,2 < 1 < 1 Kalem,asap naik vertical
1
Sangat lemah/
Kalem 1 - 3 0,3 - 1,5 1 - 5 1 - 3
Windvane diam, namun angin menggerakkan asap
2 HembusanSangat lemah
4 - 6 1,6 – 3,3 6 - 11 4 - 7 Angin terasa diwajah, daun-daun bergerak, windvane bergerak.
3 Hembusan
lemah 7 - 10 3,4 – 5,4 12 – 19 8 - 12
Daun dan ranting ber-gerak terus, bendera ringan terentang.
4 Hembusan
sedang 11 - 16 5,5 – 7,9 20 – 28 13 – 18
Debu dan lembar kertas terbang, cabang kecil bergerak
5 Hembusan
agak kuat 17 - 21 8,0 – 10,7 29 – 38 19 – 24 Pohon kecil goyang, airberombak.
6 Hembusan
kuat 22 - 27 10,8 – 13,8 39 – 49 25 – 31
Batang besar goyang, kabel telepon/listrik berdenging, susah bawa payung.
7 Nyaris gale 28 - 33 13,9 – 17,1 50 - 61 32 - 38 Pohon besar goyamg, orangsusah melawan angin 8 Gale 34 - 40 17,2 – 20,7 62 - 74 39 - 46 Cabang2 pohon patah, orangtidak bisa maju. 9 Gale Kuat 41 - 47 20,8 – 24,4 75 - 88 47 - 54 Bangunan2rusak ringan atapbeterbangan 10 Badai/storm 48 - 55 24,5 – 28,4 89 - 102 55 - 63
Jarang terjadi di darat, pohon tercabut,bangunan kokoh rusak
11 Badai hebat 56 - 63 28,5 - 32,6 103 - 117 64 - 72 Sangat jarang terjadi,kerusakan luas 12 Hurricane 64 - lebih 32,7– lebih 118-lebih 73 - lebih Mengerikan, kerusakan
VI. TABEL: 0.20.062 STATE OF GROUND ( E )
Angka sandi 0 s/d 10 tanpa ada pengukuran salju atau es yang menutupi permukaan tanah. Angka
Sandi Penjelasan / Keterangan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Permukaan tanah kering (tanpa ada retakan/celah-celah dan sebagian besar bukan debu atau pasir kering layang / bebas )
Permukaan tanah lembab
Permukaan tanah basah (ada genangan air) Permukaan tanah tergenang air/ kebanjiran
Terdapat bekuan air/ butiran es pada permukaan tanah Permukaan tanah tertutup lapisan es
Debu atau pasir kering layang/ bebas tidak menutup seluruh permukaan tanah. Lapisan tipis dari debu atau pasir kering layang/ bebas menutup permukaan tanah.
Lapisan sedang/tebal dari debu atau pasir kering layang/ bebas menutup permukaan tanah. Permukaan tanah retak-retak/terdapat celah² akibat adanya kekeringan yang luar biasa. Permukaan tanah secara dominan tertutup oleh es.
Angka sandi 11 s/d 19 ada pengukuran salju atau es yang menutupi permukaan tanah. Angka
Sandi Penjelasan / Keterangan
11 12 13 14 15 16
Salju padat atau basah/cair (tanpa atau disertai es) menutupi kurang dari setengah permukaan tanah
Salju padat atau basah/cair (tanpa atau disertai es) menutupi paling sedikit setengah dari permukaan tanah tetapi tidak seluruh permukaan.
Lapisan rata dari salju padat atau basah/cair menutupi seluruh permukaan tanah. Lapisan tidak rata dari salju padat atau basah/cair menutupi seluruh permukaan tanah. Salju kering layang/ bebas menutupi kurang dari setengah dari permukaan tanah .
Salju kering layang/ bebas menutupi paling sedikit setengah dari permukaan tanah tetapi tidak seluruh permukaan
Buku Referensi :
1. Peraturan Kepala Badan Meteteorlogi dan Geofisika Nomor: SK.38/KT.104/KB/ BMG-2006, bulan januari 2006, tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamat an, Penyandian, Pelaporan dan Pengarsipan Data Meteorologi Permukaan;
2. Peraturan Kepala Badan Meteteorlogi dan Geofisika Nomor: SK.32/TL.202/KB/ BMG-2006, bulan januari 2006, tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Pengamat an, dan Pelaporan Data Iklim dan Agroklimat;
3. Soejitno (1973).Dasar-dasar Pengamatan Meteorologi Permukaan. AMG. Jakarta 4. Djakiman. Bahan Kuliah dan Diskusi pada mata kuliah Praktik Pengamatan Meteorologi Permukaan Tk.I Akademi Meteorologi dan geofisika, 2005 – 2011 . Jakarta.
Soal – Latihan
Dari pengamatan synop Stasiun Meteorologi Sibolga (96073) tanggal 5 April 2014 jam 00.00 UTC, misalnya menghasilkan data sebagai berikut:
Arah/kecepatan angin di ukur dengan alat anemometer = 310/ 10 knots, Penglihatan mendatar = 300 m, Keadaan cuaca pada waktu pengamatan hujan ringan terus-menerus , dan cuaca waktu yang lalu juga hujan , N = 8/8. Tekanan udara, derajat panas = 27,6C, tekanan dibaca = 1015,2 mb, koreksi QFF = - 3,1 dan QFE = - 4.3; Tekanan udara 3 jam yang lalu = 1010,3mb, Tekanan udara 24 jam yang lalu = 1010,0 mb; Suhu udara, BK/BB = 23,4C / 23,4C, Titik embun = 23,4C, Rh = 100% dan suhu minimum = 22,1C; Endapan : Hujan takaran terakhir = 22 mm, hujan 24 jam yang lalu = 37 mm. Penguapan tidak di ukur, alatnya evaporimeter terbuka tanpa tutup; Penyinaran matahari selama 24 jam yang lalu= 7 jam+6 menit;
Per-awanan : Seluruh langit tertutup awan, dimana terdapat awan rendah 5/8 Cumulonimbus-berlandasan, tinggi dasar = 300 m, tinggi puncaknya meskipun tidak kelihatan diperkirakan = 9000 m, dan tidak bergerak, Awan menengah ada Nimbo stratus dan Altostratus, tidak bergerak. ; Awan tinggi tidak kelihatan, Keadaan tanah = basah / ada genangan air
Tugas : Isikan data tersebut ke dalam form Me-48 dan Me-45, serta buat Sandi Synopnya !