BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Individu yang belajar, memperoleh hasil dari apa yang telah di pelajari selama proses belajr itu. Hasil belajar bukan hanya merupakan bentuk perubahan pengetahuan, tetapi juga di barengi dengan bentuk perubahan kecakapan, kebiasaan, pengertian, penguasaan, dan penghargaan

Dimyati, dan Mudjiono, (2006:250) berpendaat bahwa hasil belajar hasil proses belajar. Pelaku aktif dalam dalam belajar adalah siswa. hasil belajar juga merupakan hasil proses belajar, atau proses pembelajaran. pelaku aktif dalam pembelajaran adalah guru. dengan demikian, hasil belajar merupakan hal yang di pandang dari dua sisi. dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila di bandingkan pada saat pra belajar.

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti yang dikemukakan oleh (Sudjana, 2009:39) bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan.

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan intruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari

(2)

Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni (a) Ranah kognitif, (b) Ranah afektif, dan (c) Ranah psikomotoris.(Sudjana, 2010:22)

Tipe hasil belajar yang akan ditinjau pada penelitian ini adalah hasil belajar kognitif sebagai tingkat pencapaian atau ketuntasan belajar siswa terhadap materi yang telah diberikan, yang terdiri dari beberapa tingkatan.

1. Pengetahuan atau ingatan merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya dalam bentuk pengetahuan atau ingatan yang telah diajarkan.

2. Pemahaman merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Dapat menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri, sesuatu yang baru didengar atau dibacanya.Siswa juga dapat memberikan contoh lain dari yang telah dicontohkan.

3. Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkrit atau khusus.Abstrak si tersebut mungkin berupa ide,teori atau petunjuk teknis.Menerapkan abstraksi kedalam situasi baru disebut aplikasi.

Istialh pembelajaran merupakan hasil perpaduan antara belajar dan mengajar atau yang biasa disebut dengan belajar-mengajar, namun istilah ini penulis menyebutnya dengan kata “pembelajaran”. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondosi khusus yang dapat menghasilkan respon; sedangkan konsep mengajar menurut Burton ialah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada

(3)

siswa agar terjadi proses belajar (dalam Sagala, 2009: 61).

Hasil adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai Purwadarminta (1984:112). Hasil belajar pada hakekatnya diperoleh dari proses belajar. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dilaksanakan maka diadakan pengukuran atau evaluasi pada akhir program tersebut. Hasil pengukuran itu akan menjadi patokan dalam menilai keberhasilan atau prestasi belajar. Jadi, hasil belajar adalah taraf kemampuan intelektual siswa yang diukur dengan tes hasil belajar setelah melalui proses belajar mengajar.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, yang dimaksud dengan hasil belajar dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memperoleh nilai dalam akhir kegiatan belajar yang tercakup dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Akan tetapi, dalam penulisan ini, peneliti membatasi hasil belajar pada aspek kognitif saja.

2.1.2 pembelajaran kooperatif

Untuk lebih mengefektifkan kegiatan pembelajaran di kelas, keberadaan suatu model pembelajaran sangat menentukan. Menurut Riyanto (2010: 267), pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill) sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill. Hal senada dikemukakan oleh Suprijono (2011: 61) bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, agar tercapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, menerima keragaman, dan

(4)

lengembangan keterampilan sosial. Untuk mencapai hasil belajar itu, model pembelajaran kooperatif menuntut kerja sama dan interpendensi siswa dalam struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur reward-nya.

Terkait dengan pengertian model pembelajaran kooperatif, Uno dan Mohamad (2011: 107) memberikan pandangan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk mengajarkan materi yang kompleks dan dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang berdimensi sosial dan hubungan antara manusia. Selain itu menurut mereka, model pembelajaran kooperatif juga dapat memotivasi seluruh siswa untuk belajar dan membantu saling belajar, berdiskusi, berdebat, dan menggeluti ide-ide, konsep-konsep, dan keterampilan-keterampilan, memanfaatkan energi sosial siswa, saling mengambil tanggung jawab, dan belajar menghargai satu sama lain.

Model pembelajaran kooperatif pada dasarnya merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, berdiskusi dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing. Cara belajar kooperatif jarang sekali menggantikan pengajaran yang diberikan oleh guru, tetapi lebih seringnya menggantikan pengaturan tempat/posisi siswa secara individual, cara belajar yang individual, dan dorongan individual apabila diatur dengan baik, siswa-siswa dalam kelompok kooperatif akan belajar satu sama lain untuk memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok telah menguasai

(5)

konsep-konsep yang telah dipikirkan. Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan hanya sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan alasan-alasan.Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif (Lie,2010: 29)

Ketentuannya bahwa dalam upaya mencapai hasil maksimal, maka harus menerapkan lima unsur berikut, yakni saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, interaksi promotif, komunikasi antaranggota, dan pemrosesan kelompok.

Tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja. Namun siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan, kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat di bangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan.

2.1.3 Pengertian Model Pembelajaran kooperatif tipe Scramble

Model pembelajaran Scramble adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru

(6)

(Slavin,2009). Jadi Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut widodo (2011:21) model pembelajaran scramble adalah suatu model pembelajaran dengan membagikan kartu soal dan kartu jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia namun dengan susunan yang acak dan siswa bertugas mengoreksi jawaban tersebut sehingga menjadi jawaban yang tepat.

Menurut Hanafiah dan Suhana (2011:18) model pembelajaran Scramble bersifat aktif, siswa dituntut aktif bekerja sama serta bertanggung jawab terhadap kelompoknya untuk menyelesaikan kartu soal guna memperoleh poin dan diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan siswa. Dalam pembelajaran scramble, guru hendaknya sebagai pembimbing harus bersikap terbuka

Scramble terdiri atas beberapa bentuk, yaitu: a) Scramble kata; yaitu sebuah permainan menyusun kata-kata dari huruf- huruf yang telah diacak letak huruf-hurufnya sehingga membentuk suatu kata tertentu yang bermakna. b) scramble kalimat; yaitu sebuah permainan menyusun kalimat dari kata- kata acak sehingga membentuk kalimat logis, bermakna, tepat, dan benar. c) Scramble wacana; yaitu sebuah permainan menyusun wacana logis berdasarkan kalimat-kalimat acak, sehingga membentuk wacana logis dan bermakna (Sadie dan Haliamah,2010:46).

Berdasarkan pengertian di atas maka Pembelajaran Scramble tampak seperti Pembelajaran Word Square, bedanya jawaban soal tidak dituliskan di dalam kotak-kotak jawaban, di sini siswa nanti bertugas mengkoreksi

(7)

(membolak-balik huruf) jawaban tersebut sehingga menjadi jawaban yang tepat/benar.

Berdasarkan uraian di atas, model pembelajaran kooperatif menuntut adanya suatu kelompok yang bekerja sama dan interpendensi siswa dalam struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur reward-nya untuk mencapai tujuan. Maksud dari kata kelompok ini adalah sekumpulan siswa yang berjumlah dua orang atau lebih.

Menurut Suherman (2011:12) langkah–langkah pembelajaran Scramble sebagai berikut :

1. Guru mengadakan apersepsi 2. Guru memotifasi siswa.

3. Guru menyampaikan kopentensi dasar dan indikator.

4. Guru menyiapkan LKS yang berisi kolom soal dan kolom jawaban. 5. Guru menyiapkan materi.

6. Guru membagi kelompok secara heterogen.

7. Guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban pada kelompok. 8. Siswa berkelompok mengerjakan LKS yang berisi soal dan mencari

jawaban yang cocok.

9. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompok

10. Guru memberikan kesempatan untuk menambahkan atau memberikan tanggapan pada kelompok yang prese ntase.

(8)

12. Guru memberikan evaluasi. 13. Penutup

2.1.4 Kajian Tentang Tata Surya a) Sistem Tata Surya

Ada dua pandangan yang berbeda mengenai sistim tata surya yaitu. a) Sistem Geocentric

Pada abad pertengahan pada umumnya orang-orang mempunyai pendapat bahwa semua benda-benda di alam semesta berputar mengelilingi bumi. Mereka mengamati benda-benda di langit, misalnya: Matahari, Bulan dan planet yang lain (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, saturnus, Uranus, Neptunus dan pluto) berputar mengelilingi bumi.

b) .Sistem Heliocentris

Nicolaas Copernicus, bangsa jerman hidup pada tahun 1473-1543. Menurut dia, pandangan yang dikemukakan oleh Claudius Ptolomeus keliru. Bukan bumi yang menjadi pusat peredaran benda-benda di alam semesta, tetapi matahari. Ia berpendapat bahwa matahari sebagai pusat dan planet-planet termasuk bumi sebagai anggotanya bergerak mengelilingi matahari. Pendapat yang menyatakan bahwa matahari sebagai pusat peredaran planet-planet disebut system Heliosentris atau system matahari. Selain planet-planet, benda-benda antar planet seperti komet,asteroid, dan meteoroid juga bergerak mengelilingi matahari

(9)

b) Teori Terjadinya Tata Surya

Menurut para ahli astronomi, ada beberapa teori tentang terjadinya tata surya, adapun teori-teori yang dimaksud yaitu:

a.Teori Kabut atau Teori Nebula

Teori kabut ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(1749-1827), seorang ahli filsafat bangsa Jerman. Immanuel Kant membuat suatu hipotesistentang etrjadinya tata surya. Ia mengatakan bahwa jagat raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama kelamaan berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari,sedangkan bagian kabut sekitarnya menjadi planer-planet dan satelitnya. Pada waktu yang hampir bersamaan, tanpa adanya komunikasi dan kerja sama, seorang ahli astornomi dari prancis bernama Pierre Simon de Laplace (1796), menemukan teori terjadinya tata surya yang hampir sama dan diberi nama nebula hypothesis (nebula=kabut). Dia mengatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karna pilinannya itu berupa gumpalan kabut, maka terbentuklah gumpalan seperti bolayang besar. Makin mengecil bola itu, makin cepatlah pilinannya. Akibatnya, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian ekuatornya, bahkan sebagian massa gas di ekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya, membentuk gelang-gelang. Lama kelamaan gelang-gelang itu berubah menjadi gumpalan padat. Itulah planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian inti kabut itu tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sebagai matahari sekarang ini. Kedua teori tersebut mempunyai persamaan tentang material asalnya, yaitu kabut. Itulah sebabnya keduanya dijadikan satu

(10)

nama, yaitu teori nebula atau teori kabut(Nebular hypotheses), bahkan lebih dikenal dengan teori Kant dan Laplace.

b.Teori Planetesimal

Thomas C. Chamberlein(1843-1928) seorang ahli geolgi dan Forest R.Moulton (1872-1952), seorang ahli astronomi keduanya dari

Amerika,mengetengahkan teori yang mereka sebut teori Planetesimal(berarti planet kecil). Menurut teori ini, matahari sebetulnya telah ada sebagai salah satu bintang yang ada di alam semesta. Pada suatu waktu, ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh. Oleh karna tarikan gravitasi bintang yang lewat, maka sebagian bahan/massa dari matahari tertarik kearah bintang itu. Ketika bintang menjauh, bahan/massa matahari yang tertarik kearah bintang tadi sebagian jatuh ke matahari kembali dan sebagian terhambur menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau planetesimal. Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa sebagai benda-benda dingin dalam orbit mengintari matahari. Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu planetesimal kecil dan akhirnya menjadi planet-planet.

c.Teori Pasang Surut

Teori pasang surut dikemukakan oleh Sir James Jeans (1877-1946) dan Harolt Jeffreys (1891), keduanya ilmuwan berasal dari Inggris. Teori pasang surut menyatakan bahwa pada mulanya hanya ada matahari saja. Pada suatu saat melintaslah sebuiah bintang besranya hamper sama dengan matahari dan jaraknya mendekat kematahari. Hal ini mengakibatkan terjadinya pasang gas (terlepasnya sebagian massa matahari) karna adanya daya tarik dari bintang melintas tadi.

(11)

Sebagian massa matahari yang terlepas tadiberbentuk cerutu dan bergerak mengeliloingi matahari. Pada waktu bergerak mengelilingi matahari, massa matahari yang berbentuk cerutu mengalami perpecahan menjaadi butir-butir besar dan kecil. Butir-butir besar dapat menarik butir-butir yang kecil dan bergabung membentuk gumpalan-gumpalan gas disekitar matahari. Guumpalan-gumpalan itulah yang kemudian menjadi planet-planet sebagai anggota tata surya.

d.Teori Bintang Kembar

Teori ini sebetulnya hampir sama dengan teori pasang surut James-Jeffreys. Menurut teori ini, terjadinya tata surya adalah sebagai berikut: Mula-mula matahari kita adalah bintang kembar yang letaknya berdekatan. Kemudian salah satu bintang meledak. Pecahan-pacahannya berputar mengelilingi bintang satunya yang tidak meledak. Perputaran itu akibat gaya gravitasi oleh bintang besar yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak menjadi matahari, Seadng pecahan bintang yang meledak menjadi planet-planet dan satelit.

e.Teori Proto Planet

Teori tentang terbnentuknya tata surya yang bersifat lebih modern yaitu teori Proto Planet. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang astronomi Jerman bernama Carl Von Weizsaecker pada tahun 1940 dan selanjutnya disempurnakan opleh astronom lain, yaitu Gerald P kuiper pada tahun 1950.

Teori ini pada dasarnya bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gasdan debu (sehingga teori ini disebut juga teori awan debu). Dasar pemikiran dari teori ini yaitu dewasa ini banyak dijumpai gumpalan awan seperti nin yang bergumpalan di alam semesta. Lebih dari 5miliyar tahun yang lalu, salah satu

(12)

gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu kebagian pusat awan tersebut, Selanjutnya membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama kelamaan gumpalan gas itu memipih membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakran itu kemudian saling menekan, sehingga menimbulkan panas dan berpijar. Bagian tengah yang berpijar ini adalah Protosun (bahan matahari), yang akhirnya menjadi matahari. Bagian tepi (bagian yang lebih luar) berotasi sangat cepat, sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini (proto planet) berotasi pula. Bagian inilah yang selanjutnya membeku dan akhirnya menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya.

c) Anggota Tata Surya 1.) Matahari

Massa matahari sangat besar. Besar massa matahari tersebut, jauh lebih besar dari pada massa seluruh planet anggota tata surya. Besarnya massa itu menyebabkan besarnya gravitasi atau gaya tarik matahari terhadap planet-planet anggotanya,sehingga planet-planet itu mengelilingi matahari. Matahari juga sebagai bintang, seperti halnya bintang-bintang lain yang bertaburan di jagat raya. Karna matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, maka pengaruhnya terhadap bumi sangat dominan. Jarak matahari ke bumi rata-rata 150.106 km. jarak terdekatnya (perihelium) sekitar 147,5.106 km atau 147,5 juta km. jarak terjauhnya (epiheliium) sekitar 152,5 juta km. diliohat dari bumi, piringan atau bulatan matahari lebih kurang sama dengan bulatan bulan. Hal itu

(13)

bukan berarti diameter atau garis tengahnya sama. Kenampakna bulatan yang sama, karna jarak bumi ke matahari jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jarak bumi ke bulan. Seperti kita ketahui, jarak bumi ke matahari rata-rata 150 juta km. sedangkan jarak bumi ke bulan sekitar 400.000 km.

Suhu matahari di permukaan sekitar 6.0000C. Dengan suhu yang tinggi berarti di matahari hanya terdapat gas, yaitu gas hidroogen, gas helium. Dan gas lain yang jumlahnya sedikit. Suhu sekitar 6.0000C menyebabkan warna matahari kelihatan kuning. Temperature di bawah 6.0000C akn menjadikan warna matahari kemerah-merahan. Warna yang kebiru-biruan, suhunya di atas 6.0000C. Matahari terdiri atas bagian inti dan lapisan kulit. Bagian inti belum banyak diketahui. Bagian kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu Fotosfera, Khromosfera, dan Korona. Fotosfera adalah lapisan cahaya yang dipancarkan ke segala penjuru, termasuk kebumi kita. Fotosfera merupakan gas. Khromosfera adalah lapisan gas yang terletak di atas fotosfera. Lapisan ini di anggap sebagai atmosfer matahari. Karna letaknya di atas fotosfera, Khromosfera kalah terang jika dibandingkan dengan fotosfera. Tebal khromosfera sekitar 16.000 km. Lapisan berikutnya adalah korona (corona). Letaknya ada di atas lapisan khromosfera. Korona adalah lapisan atmosfer matahari sempurna. Bentuk korona berubah-ubah. Kadang-kadang terlihat bular atau bulat telur, kadang seperti mahkota. Oleh karna itu disebut korna yang berarti mahkota.

2) Planet-Planet

Planet-planet dalam sistem tatasurya tersebut dapat dikelompokan berdasarkan tiga cara yaitu: Pertama, planet-planet dikelmpokan berdasarkan

(14)

bumi pembatas, yaitu planet inferior dan superior. Planet inferior adalah planet yang orbitnya terletak di dalam orbit bumi pada saat mengintari matahari. Yang termasuk planet inferior hanya dua yaitu Merkurius dan Venus. Sedangkan planet superior adalah planet-planet yang orbitnya terletak di luar orbit bumi mengintari matahari. Yang termasuk planet superior yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Kedua planet-planet dikelompokan berdasarkan lintasan Asteroid sebagai pembatas, yaitu planet dalam (inner planets) dan planet luar (outer planets). Planet dalam adalah planet-planet yang orbitnya disebelah dalam lintasan asteroid. Yang termasuk planet dalam yaitu, planet Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan planet luar adalah planet-planet yang orbitnya disebelah luar lintasan asteroid. Yang termasuk planet luar yaitu planet Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Ketiga, planet-planet dikelompokan berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya, yaitu planet Terrestrial dan planet Jovian. Planet Terrestrial adalah planet-planet yang ukaran dan komposisi penyusunnya (batuan) mirip dengan bumi. Planet Jovian atau planet raksasa adalah planet-planet yang ukurannya besar dan komposisinya penyusunannya mirip Yupiter, yaitu sebagian besar terdiri dari es dan gas hydrogen. Yang termasuk planet Jovian adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet Pluto tidak mirip dengan bumi yupiter dan banyak astrnom mengusulkan agar Pluto dikelompokan sebagai sebuah asteroid(planet kecil).

1) Planet Merkurius

Planet Merkurius dalam bahasa Inggris disebut Mercury, planet ini merupaka planet terdekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari sekitar 58 juta

(15)

km. atau sekitar 0,39 sa (satuan atronomis). Garis tengah planet ini sekitar 4.800 km. Rotasi (perputaran planet pada sumbunya) planet ini selama 59 hari. Sedang revolusi (perputaran planet mengelilingi matahari) planet itu selama 88 hari. Massa planet ini sangat kecil. Jika diumpamakan massa bumi =1, massa merkurius hanya 0,055. Demikian juga berat jenisnya hanya sekitar 4x berat jenis air (berat jenis air =1). Karna letak planet ini dekat dengan matahari, temperaturnya masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan temperature bumi. Adapun temperature planet ini sekitar 3400 C (rata-rata). Planet ini termasuk family bintang pagi (the morning star) atau panjer raina (jawa), karna sering terlihat di pagi hari ketika bintang-bintang lain sudah tidak kelihatan, dan sebagai bintang sore (the evening star), karna bintang sudah kelihatan pada waktu senja (sore hari), saat bintang-bintang lain belum kelihatan. Diplanet ini tidak ada kehidupan. Planet ini disebut juga Utari (Arab) atau Budha (Sanskerta).

2) Planet Venus

Jika dilihat dengan teropong, p[lanet ini kadang-kadang terlihat seperti sabit, lalu bertambah besar sampai akhirnya bundar penuh. Jika dilihat dengan mata telanjang, kecuali dilihat oleh orang-orang yang penglihatannya sangat tajam, bentuk yang seperti sabit itu tidak pernah tampak. Jarak planet ini ke bumi lebih dekat dari pada jaraknya ke matahari. Jarak Venus ke matahari sekitar 108 juta km atau 0,72 sa. Sedang jarak Venus ke bumi sekitar 42 juta km atau 0,28 sa. Garis tengah planet ini sekitar 12.200 km. Rotasi planet ini belum bias diketahui karna planet ini selalu tertutp awan pada atmosfernya. Hanya pada umumnya diketahui bahwa rotasinya berlawanan dengan planet lain. Revolusi planet Venus

(16)

selama 224,7 hari massa planet ini sekitar 0,82x massa bumi, sedang berat jenis = 4,9x berat jenis air. Suhu planet ini masih tinggi, yaitu sekitar 100oC (rata-rata) 3) Planet Bumi

Jarak planet bumi dengan matahari rata-rata 150 juta km. jarak terjauh sekitar152,5 juta km. satu (1) sa (satu satuan astronomi) atau 1 ua (1 unit astronomi) adalah jarak bumi-matahari; besarnya 150.106 km. atau 150 juta km. jari-jari planet bumi 6.400 km.sumber lain ada yang menyebutkan 6.350 km. rotasi bumi adalah 23,56 menit. Revolusi siderisnya 1 tahun atau 365,25 hari. Massa planet bumi 1 (sebagai standar massa planet lain). Sedang berat jenis terhadap air =5,25 temperatur rata-rata sekitar 100C planet bumi mempunyai satu satelit, yaitu bulan.

4) Planet Mars

Jarak planet dengan matahari, sekitar 228 juta km atau 1,5 sa. Garis tengah planet ini hanya separuh ( lebih sedikit) garis tengah planet bumi, yaitu 6.00 km karna garis tengah planet bumi 12.800 km. rotasi planet ini selama 24 jam 36 menit.sedang revolusi sidersinya1,88 tahun atau hamper 23 bulan (687 hari). Di planet ini juga terdapat pergantian musim seperti hal;nya di bumi. Di sana juga terdapat kutub yang tertutup es.

5) Planet Yupiter

Planet ini merupakan planet yang paling besar di antara planet-planet anggota tata surya. Oleh karna itu, disebut planet planet raksasa (The Gaint Planet). Jarak planet ini ke matahari sekitar 778 juta km. Garis tengah sekitar 140.000 km. Rotasi dan revolusinya, masing-masing 9,9 jam (10 jam) dan 11,86

(17)

tahun (12 tahun).karna rotasi hanya sekitar 10 jam berarti gerakan ekuator yupiter sangat cepat. Planet yupiter mempunyai atmosfer, tetapi gerakannya lambat. Hal ini bias dibuktikan dengan adanya noda-noda planet yupiter yang kelihatan tetap, tidak berpindah tempat. Planet yupiter bukan merupakan planet berat, sebab berat jenisnmya sangat kecil yaitu 1,33 (berat jenis air = 1).

6) Planet Saturnus

Saturnus merupakan planet yang banyak menarik perhatian para ahli perbintangan. Sebab planet ini memilki cincin 3 buah, yang sifatnya konsentris. Dari ketiga cincin tersebut yang paling terang adalah yang ada di tengah. Sedang cincin bagian dalam sangat tipis. Jarak planet ini dari matahari sekitar 1.430 juta km. atau sekitar 9,5 sa atau 9,5 ua. Garis tengahnya sekitar 120.000 km. rotasi hanya 10,2 jam sedang revolusinya 29,46 tahun (20 tahun). Cincin planet saturnus sangat tipis, hanya sekitar 100 m tebalnya. Terdiri dari partikel batuaan yang mungkin bercampur dengan butir-butir es. Gaya berat planet itu menyebabkan partikel batuan dengan butir es membentuk cincin yang kelihatan dari bumi. 7) Planet Uranus

Pl;anet ini baru diketemukan pada tahun 1781 oleh Sir William Herschel (Inggris) dengan teropongnya melihat langit, ternyata dia menemukan suatu planet yang bentuknya seperti keeping suram. Setelah diselidiki ternyata planet Uranus, yang sumbu rotasinya satu bidang dengan bidang revolusinya. Akibatnya di Uranus tidak ada daerah yang tidak dapat sinar matahari seperti planet lain. Artinya, di daerah kutub Uranus pun aka menerima sinar matahari. Namun karna jarak yang sangat jauh dengan matahari(sekitar 2.880 juta km) maka

(18)

temperaturnya rata-rata tetap rendah, yaitu -1850C. garis tengah planet ini sekitar 50.000 km, dengan waktu rotasi 10,7 jam (11 jam) dan revolusi 84 tahun (revolsi sideris).berat jenisnya =1,26 (air=1). Massa planet = 14,6 (massa busi =1). Planet ini mempunyai 5 satelit, yaitu Miranda, Titania, Ariel, Oberon, dan Umbriel. 8) Planet Neptunus

Seperti halnya Uranus, planet ini juga belum banyak diketahui sifat-sifatnya. Planet ini baru diketemukan pada tahun 1846. Satelitnya dua buah, yaitu Triton dan Nereid. Jarak planet ini dari matahari sekitar 4.500 km atau 30,10 sa. Garis tengah planet ini sekitar 48.000 km. rotasinya 15,8 jam (16 jam) sedang revolusi sidersinya 164,18 tahun. Berat jenisnya 1,6 (berat jenis air =1). Massa [lanet ini 17,2 (bumi =1).sedang temperaturnya = -2100C.

9) Planet Pluto

Planet ini baru diketemukan pada tahun 1930 oleh Clyde Tombaugh. Jarak planet ini dari matahari sekitar 5.900 juta km atau sekitar 39 sa. Garis tengah planet ini masih belum bias diketahui. Revolusi sidersinya diperkirakan 248 tahun. Berat jenis planet ini =5 (berat jenis air = 1). Massa planet ini 0,9 x massa bumi. Sedangkan pemperaturnya = -2200C. planet mempunyai satu satelit namanya Charon

1.2 Hipotesis

Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: „„Jika Model Scramble di terapkan dalam pembelajaran materi Sejarah Pembentukan Bumi,maka hasil belajar siswa akan meningkat‟‟.

(19)

1.3 Indikator Keberhasilan

Untuk mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap proses belajar mengajar yang telah dilakukan dan sekaligus juga untuk mengetahui keberhasilan mengajar guru, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan acuan tingkat keberhasilan sebagai berikut:

1. Hasil belajar siswa individu dianggap tuntas apabila mencapai nilai 75.

2. Hasil belajar kelas dianggap tuntas apabila jumlah siswa yang mendapat nilai 75 mencapai 85%.

3. Kegiatan KBM dianggap tuntas apabila 75% aspek-aspek dalam KBM mendapat kategori baik dan sangat baik.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :