•
Pada September 2017, Kota Ternate mengalami deflasi sebesar
0,51 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar
131,86. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,13
persen dengan indeks harga konsumen sebesar 130,08. Dari 82
kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan sisanya mengalami
deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,59
persen, Kota Manokwari sebesar 1,09 persen, dan Kota Medan
sebesar 1,08 persen.
•
Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,22 persen dan
inflasi year on year Kota Ternate sebesar 1,60 persen.
Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year
Nasional yaitu masing-masing sebesar 2,66 persen dan 3,72
persen.
•
Pada September 2017, Kota Ternate mengalami inflasi di
empat kelompok pengeluaran, deflasi di dua kelompok
pengeluaran dan stagnan di satu kelompok lainnya. Adapun
inflasi di empat kelompok pengeluaran tersebut yaitu
kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
sebesar 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan
bahan bakar sebesar 0,04 persen; kelompok sandang sebesar
0,45 persen; serta kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen.
Sedangkan deflasi di dua kelompok pengeluaran adalah
kelompok bahan makanan sebesar 2,62 persen; kelompok
transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.
Adapun satu kelompok pengeluaran yang stagnan adalah
kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI MALUKU UTARA
Perkembangan
Indeks Harga Konsumen/Inflasi
Kota Ternate
September
2017,
Kota Ternate
mengalami
Deflasi
sebesar
0,51 persen
1. Pendahuluan
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk
mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.
Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi
oleh rumah tangga. Tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap
awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara.
Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi menggunakan IHK tahun dasar 2012 = 100. Ada beberapa
perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012 = 100) dibandingkan IHK lama (2007 = 100),
khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut
didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu
bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan
pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern
di Kota Ternate, bulan September 2017 mengalami deflasi 0,51 persen, atau terjadi penurunan Indeks
Harga Konsumen (IHK) dari 132,53 pada Agustus 2017, menjadi 131,86 pada September 2017. Beberapa
komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2017 antara lain: malalugis/sorihi,
selar/tude, kembung/gembung, tomat sayur, bayam, kangkung, kol putih/kubis, apel, bawang merah,
bawang putih, cabai rawit, dan tarif angkutan udara.
Gambar 1.
Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100),
Agustus 2017 – September 2017
-1,51 -8,15 0,27 0,71 0,10 0,00 1,18 -0,56 -0,51 -2,62 0,20 0,04 0,45 0,02 0,00 -0,30 -10,00 -8,00 -6,00 -4,00 -2,00 0,00 2,00 Umum Bahan MakananMakanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Agustus September
Tabel 1.
IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan September 2017, Inflasi Tahun Kalender, dan
Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran IHK Juli 2017 IHK Agustus 2017 IHK September 2017 Inflasi September 20171) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year 3) UMUM 134,56 132,53 131,86 -0,51 1,22 1,60 1 Bahan Makanan 134,51 123,55 120,31 -2,62 -3,81 -2,94
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok &
Tembakau 142,17 142,56 142,84 0,20 6,15 7,26
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 131,58 132,51 132,56 0,04 2,67 2,38
4 Sandang 149,47 149,62 150,30 0,45 1,14 1,61
5 Kesehatan 131,30 131,30 131,32 0,02 0,72 2,39
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 129,16 130,68 130,68 0,00 1,29 1,48
7 Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 132,11 131,37 130,98 -0,30 0,11 0,46 1) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya.
2) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 3) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan September 2016
Tabel 2.
Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate,
Bulan September 2017 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran September
2017
UMUM -0,51
1 Bahan Makanan -0,54
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,03
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,01
4 Sandang 0,03
5 Kesehatan 0,00
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00
7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,04
Pada September 2017, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing
sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,54 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan
tembakau 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen; kelompok
sandang 0,03 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00
persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,04 persen.
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional September 2016 – September 2017
2. IHK dan Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran
2.1 Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada September 2017 mengalami deflasi 2,62 persen atau terjadi
penurunan indeks dari 123,55 pada Agustus 2017, menjadi 120,31 pada September 2017. Kelompok ini
memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar -0,54 persen pada keseluruhan inflasi September 2017.
Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, empat subkelompok mengalami inflasi, dan
enam subkelompok mengalami deflasi dan satu subkelompok mengalami stagnan. Subkelompok yang
mengalami deflasi tertinggi adalah sayur-sayuran sebesar 12,04 persen; ikan diawetkan sebesar 6,33
persen; dan bumbu-bumbuan sebesar 6,29 persen.
Komoditas yang dominan mempengaruhi terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah
malalugis/sorihi, selar/tude, kembung/gembung, tomat
sayur, bayam, kangkung, kol putih/kubis, apel,bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit.
Sep-16 Okt-16 Nov-16 Des-16 Jan-17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Mei-17 Jun-17 Jul-17 Aug-17 Sep-17 Ternate 0,01 -0,21 0,26 0,32 0,63 0,03 -0,31 0,36 0,20 1,55 0,80 -1,51 -0,51 Nasional 0,23 0,14 0,47 0,42 0,97 0,24 -0,01 0,08 0,40 0,69 0,22 -0,07 0,13 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00
Tabel 3.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60 I. Bahan Makanan 120,31 -2,62 -3,81 -2,94
a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 119,97 0,13 0,69 0,36
b. Daging dan hasil-hasilnya 138,51 1,09 -2,98 -1,72
c. Ikan Segar 117,46 0,14 -9,19 -8,41
d. Ikan Diawetkan 103,97 -6,33 -6,74 -14,02
e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 128,38 -0,41 -2,29 -2,48
f. Sayur-sayuran 103,04 -12,04 -1,77 0,60
g. Kacang-kacangan 117,61 -2,06 -0,01 0,09
h. Buah-buahan 155,56 -4,34 1,55 0,99
i. Bumbu-bumbuan 125,38 -6,29 -8,20 -3,43
j. Lemak dan Minyak 106,60 0,12 -1,15 3,03
k. Bahan Makanan lainnya 136,90 0,00 2,55 3,91
2.2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada September 2017 mengalami inflasi
0,20 persen atau terjadi kenaikan indeks 142,56 pada Agustus 2017, menjadi 142,84 pada September 2017.
Kelompok ini pada September 2017 memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,03 persen pada inflasi
keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu makanan jadi
sebesar 0,01 persen; minuman yang tidak beralkohol sebesar -0,11 persen; serta tembakau dan minuman
beralkohol sebesar 0,49 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah roti tawar,
minuman ringan, rokok putih dan rokok kretek filter.
Tabel 4.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok
pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on
Year (%)
(%) (%)
Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60
II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 142,84 0,20 6,15 7,26
a. Makanan Jadi 136,82 0,01 6,15 7,75
b. Minuman yang Tidak Beralkohol 121,18 -0,11 2,07 1,24
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 160,60 0,49 7,72 9,15
2.3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada September 2017 mengalami inflasi
0,04 persen atau terjadi kenaikan indeks 132,51 pada Agustus 2017, menjadi 132,56 pada September 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu : biaya tempat tinggal sebesar 0,06 persen; bahan bakar, penerangan, air sebesar 0,00 persen; perlengkapan rumah tangga sebesar 0,00 persen; serta penyelenggaraan rumah tangga sebesar -0,17 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah semen dan sabun cair/cuci piring.
Tabel 5.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok
pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on
Year (%)
(%) (%)
Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60
III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 132,56 0,04 2,67 2,38
a. Biaya Tempat Tinggal 130,30 0,06 0,35 0,00
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 144,42 0,00 18,36 18,84
c. Perlengkapan Rumah Tangga 133,63 0,00 -0,02 -0,36
2.4 Sandang
Kelompok sandang pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 0,45 persen atau mengalami
kenaikan indeks dari 149,62 pada Agustus 2017 menjadi 150,30 pada September 2017. Kelompok ini pada
September 2017 memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,03 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan masing-masing subkelompok yaitu : sandang laki-laki
sebesar 0,88 persen; sandang wanita sebesar 0,09 persen; sandang anak-anak sebesar 0,00 persen; serta
barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 1,04 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah celana panjang
jeans pria, kemeja pendek batik pria, daster wanita, emas perhiasan dan tas tangan wanita.
Tabel 6.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60 IV. Sandang 150,30 0,45 1,14 1,61 a. Sandang Laki-laki 149,67 0,88 0,90 0,88 b. Sandang Wanita 153,02 0,09 0,19 -0,35 c. Sandang Anak-anak 159,48 0,00 1,73 3,94
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 130,76 1,04 2,24 2,19
2.5 Kesehatan
Kelompok kesehatan pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen atau mengalami
kenaikan indeks dari 131,30 pada Agustus 2017 menjadi 131,32 pada September 2017. Kelompok ini
memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan masing-masing subkelompok yaitu : jasa kesehatan
sebesar 0,00 persen; obat-obatan sebesar 0,00 persen; jasa perawatan jasmani sebesar 0,00 persen; serta
perawatan jasmani dan kosmetik sebesar 0,03 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah parfum dan sabun
wajah.
Tabel 7.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60 V. Kesehatan 131,32 0,02 0,72 2,39 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 0,00 0,00 b. Obat-obatan 129,60 0,00 2,92 2,78
c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 0,00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 134,25 0,03 0,21 3,92
2.6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada September mengalami stagnan dengan indeks
yang sama seperti bulan Agustus 2017 yaitu sebesar 130,68 pada September 2017. Kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan masing-masing subkelompok yaitu : jasa pendidikan sebesar 0,00 persen; kursus-kursus/pelatihan sebesar 0,00 persen; perlengkapan/peralatan pendidikan 0,00 persen; rekreasi 0,00 persen; serta olahraga sebesar 0,00 persen.
Tabel 8.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok
pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on
Year (%)
(%) (%)
Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60
VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 130,68 0,00 1,29 1,48
a. Jasa Pendidikan 137,86 0,00 2,29 2,31
b. Kursus-kursus / Pelatihan 114,65 0,00 0,00 1,60
c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,43 0,00 0,46 0,14
d. Rekreasi 126,61 0,00 -0,40 -0,05
2.7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada September 2017 mengalami deflasi
sebesar 0,30 persen atau terjadi penurunan indeks dari 131,37 pada Agustus 2017, menjadi 130,98 pada September 2017. Kelompok ini pada September 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,04 persen pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu transpor sebesar -0,42 persen; komunikasi dan pengiriman sebesar 0,00 persen; sarana dan penunjang transpor sebesar 0,00 persen; serta jasa keuangan sebesar 0,00 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh deflasi pada kelompok ini adalah tarif angkutan udara.
Tabel 9.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok
pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,
September 2017 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK
Inflasi Tahun
Kalender Year on
Year (%)
(%) (%)
Umum 131,86 -0,51 1,22 1,60
VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,98 -0,30 0,11 0,46
a. Transpor 147,93 -0,42 -1,05 -0,54
b. Komunikasi dan Pengiriman 96,64 0,00 2,76 2,76
c. Sarana dan Penunjang Transpor 140,75 0,00 6,22 5,58
d. Jasa Keuangan 123,96 0,00 0,09 0,09
3. Perbandingan Antar Kota di Indonesia
Pada bulan September 2017 inflasi terjadi di 50 kota dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual
sebesar 1,59 persen, Kota Manokwari sebesar 1,09 persen, dan Kota Medan sebesar 1,08 persen.
Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Depok dan Kota Mamuju masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sementara itu kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Manado sebesar 1,04 persen, Kota
Tanjung Pandan sebesar 0,87 persen, dan Kota Singaraja sebesar 0,78 persen. Sedangkan deflasi terendah
terjadi di Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, 81 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota
Tual sebesar 9,63 persen, Kota Watampone sebesar 5,37 persen dan Kota Bulukumba sebesar 4,66 persen.
Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota
Tual sebesar 12,01 persen, Kota Cilegon sebesar 5,95 persen, dan Kota Bulukumba sebesar 5,65 persen.
Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Merauke sebesar 0,57 persen, Kota Bukit Tinggi sebesar 1,13
persen, dan Kota Sorong sebesar 1,24 persen.
3.1 Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada September 2017 tercatat 12 kota mengalami deflasi, sedangkan sisanya mengalami inflasi. Deflasi
tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,04 persen, Kota Kendari sebesar 0,76 persen, Kota Jayapura
sebesar 0,64 persen dan Kota Merauke sebesar 0,64 persen.
Tabel 10.
Perbandingan IHK dan Inflasi September 2017
Kota-Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)
KOTA September 2017 Tahun Kalender Year on Year KOTA September 2017 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 TUAL 153,62 1,59 9,63 12,01 11 PALU 132,06 -0,13 3,91 4,61 2 MANOKWARI 124,67 1,09 1,90 3,21 12 WATAMPONE 126,73 -0,14 5,37 5,54 3 BAU-BAU 132,65 0,14 2,93 2,37 13 AMBON 127,74 -0,23 1,50 3,07 4 PARE-PARE 125,44 0,10 2,74 4,08 14 TERNATE 131,86 -0,51 1,22 1,60 5 GORONTALO 126,32 0,10 3,73 4,41 15 MERAUKE 131,51 -0,64 -0,46 0,57 6 MAMUJU 129,55 0,01 3,21 4,53 16 JAYAPURA 129,04 -0,64 0,30 1,73 7 PALOPO 127,48 -0,04 2,99 3,63 17 KENDARI 125,89 -0,76 3,46 3,49 8 BULUKUMBA 136,31 -0,06 4,66 5,65 18 MANADO 128,26 -1,04 2,09 3,42 9 MAKASSAR 130,61 -0,08 3,30 4,07 NASIONAL 130,08 0,13 2,66 3,72 10 SORONG 128,93 -0,12 1,65 1,24
Tabel 11.
Inflasi September 2017, 82 Kota di Indonesia,
Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)1 TUAL 1,59 29 PANGKAL PINANG 0,15 57 SURAKARTA -0,06
2 MANOKWARI 1,09 30 BAU-BAU 0,14 58 BULUKUMBA -0,06
3 MEDAN 1,08 31 PADANG 0,13 59 MAKASSAR -0,08
4 SIBOLGA 0,93 32 YOGYAKARTA 0,13 60 PALEMBANG -0,09
5 SINGKAWANG 0,71 33 TEGAL 0,12 61 SORONG -0,12
6 BANDA ACEH 0,62 34 MADIUN 0,12 62 PALU -0,13
7 BOGOR 0,59 35 CILEGON 0,12 63 CIREBON -0,14
8 MAUMERE 0,59 36 BANDUNG 0,11 64 WATAMPONE -0,14
9 PEMATANG SIANTAR 0,55 37 PROBOLINGGO 0,11 65 SAMARINDA -0,17
10 BATAM 0,53 38 BANJARMASIN 0,11 66 AMBON -0,23
11 PADANGSIDIMPUAN 0,40 39 METRO 0,10 67 PALANGKARAYA -0,24
12 MEULABOH 0,37 40 KUDUS 0,10 68 TARAKAN -0,24
13 SEMARANG 0,34 41 PARE-PARE 0,10 69 BUNGO -0,28
14 TANJUNG PINANG 0,33 42 GORONTALO 0,10 70 SAMPIT -0,28
15 KUPANG 0,33 43 JEMBER 0,06 71 DENPASAR -0,33
16 TANGERANG 0,32 44 DUMAI 0,05 72 JAMBI -0,34
17 BUKITTINGGI 0,31 45 DKI JAKARTA 0,05 73 LUBUKLINGGAU -0,45
18 KEDIRI 0,31 46 MALANG 0,05 74 TERNATE -0,51
19 PEKANBARU 0,30 47 SERANG 0,04 75 BIMA -0,57
20 BEKASI 0,26 48 SUMENEP 0,03 76 TANJUNG -0,62
21 SURABAYA 0,26 49 DEPOK 0,01 77 MERAUKE -0,64
22 BANDAR LAMPUNG 0,25 50 MAMUJU 0,01 78 JAYAPURA -0,64
23 CILACAP 0,25 51 TEMBILAHAN -0,01 79 KENDARI -0,76
24 TASIKMALAYA 0,24 52 SUKABUMI -0,02 80 SINGARAJA -0,78
25 PONTIANAK 0,24 53 BANYUWANGI -0,02 81 TANJUNG PANDAN -0,87
26 MATARAM 0,20 54 BENGKULU -0,04 82 MANADO -1,04
27 BALIKPAPAN 0,20 55 PALOPO -0,04
Tabel 12.
Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia,
Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)1 TUAL 9,63 29 MALANG 2,94 57 PADANGSIDIMPUAN 2,11
2 WATAMPONE 5,37 30 BAU-BAU 2,93 58 MANADO 2,09
3 BULUKUMBA 4,66 31 BUNGO 2,92 59 DENPASAR 2,06
4 SINGKAWANG 4,54 32 DKI JAKARTA 2,91 60 MANOKWARI 1,90
5 CILEGON 4,39 33 YOGYAKARTA 2,90 61 TANJUNG PANDAN 1,87
6 SERANG 4,27 34 PEKANBARU 2,89 62 SURAKARTA 1,82
7 MADIUN 4,04 35 KEDIRI 2,88 63 BIMA 1,82
8 PONTIANAK 3,96 36 PURWOKERTO 2,82 64 MEDAN 1,79
9 PALU 3,91 37 SEMARANG 2,79 65 PALEMBANG 1,78
10 GORONTALO 3,73 38 BENGKULU 2,79 66 METRO 1,77
11 DUMAI 3,57 39 PALANGKARAYA 2,78 67 SORONG 1,65
12 CIREBON 3,53 40 PARE-PARE 2,74 68 MAUMERE 1,61
13 KENDARI 3,46 41 JEMBER 2,67 69 AMBON 1,50
14 BOGOR 3,46 42 BATAM 2,54 70 BALIKPAPAN 1,47
15 BANJARMASIN 3,41 43 MATARAM 2,52 71 PANGKAL PINANG 1,26
16 DEPOK 3,39 44 TANJUNG PINANG 2,50 72 SIBOLGA 1,25
17 CILACAP 3,37 45 BEKASI 2,49 73 TERNATE 1,22
18 TASIKMALAYA 3,30 46 TARAKAN 2,47 74 TANJUNG 1,14
19 MAKASSAR 3,30 47 LUBUKLINGGAU 2,41 75 SINGARAJA 0,81
20 KUDUS 3,29 48 TANGERANG 2,37 76 LHOKSEUMAWE 0,75
21 BANDA ACEH 3,28 49 PROBOLINGGO 2,37 77 PADANG 0,71
22 SURABAYA 3,24 50 MEULABOH 2,34 78 KUPANG 0,37
23 SUKABUMI 3,23 51 SUMENEP 2,34 79 JAYAPURA 0,30
24 SAMARINDA 3,23 52 BANDUNG 2,34 80 BUKITTINGGI 0,26
25 MAMUJU 3,21 53 BANDAR LAMPUNG 2,33 81 JAMBI 0,26
26 TEMBILAHAN 3,13 54 SAMPIT 2,23 82 MERAUKE -0,46
27 TEGAL 3,02 55 PEMATANG
SIANTAR 2,14
Tabel 13.
Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia,
Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
No Kota Inflasi
(%) No Kota Inflasi (%) No Kota
Inflasi (%)
1 TUAL 12,01 29 CIREBON 4,00 57 MANADO 3,42
2 CILEGON 5,95 30 SURABAYA 3,98 58 SUMENEP 3,37
3 BULUKUMBA 5,65 31 DEPOK 3,98 59 LUBUKLINGGAU 3,32
4 WATAMPONE 5,54 32 PALANGKARAYA 3,94 60 KUPANG 3,30
5 PEKANBARU 5,22 33 SIBOLGA 3,91 61 TANJUNG PINANG 3,29
6 SINGKAWANG 5,03 34 MATARAM 3,90 62 MANOKWARI 3,21
7 DUMAI 4,99 35 BATAM 3,86 63 MEULABOH 3,15
8 MADIUN 4,97 36 MEDAN 3,85 64 AMBON 3,07
9 SERANG 4,91 37 TANJUNG PANDAN 3,83 65 PROBOLINGGO 3,02
10 BOGOR 4,87 38 TEMBILAHAN 3,82 66 PALEMBANG 2,96
11 PONTIANAK 4,63 39 MALANG 3,80 67 TANJUNG 2,94
12 PALU 4,61 40 KEDIRI 3,71 68 DENPASAR 2,86
13 MAUMERE 4,57 41 TANGERANG 3,70 69 BALIKPAPAN 2,79
14 MAMUJU 4,53 42 DKI JAKARTA 3,69 70 BANYUWANGI 2,68
15 KUDUS 4,48 43 JEMBER 3,67 71 SURAKARTA 2,64
16 GORONTALO 4,41 44 BANDUNG 3,67 72 METRO 2,55
17 SAMARINDA 4,31 45 YOGYAKARTA 3,64 73 PADANG 2,49
18 PEMATANG SIANTAR 4,16 46 PALOPO 3,63 74 BAU-BAU 2,37
19 SUKABUMI 4,15 47 SEMARANG 3,62 75 JAMBI 2,32
20 BANDA ACEH 4,14 48 TARAKAN 3,61 76 SINGARAJA 1,91
21 TASIKMALAYA 4,13 49 SAMPIT 3,59 77 BIMA 1,81
22 BANJARMASIN 4,10 50 LHOKSEUMAWE 3,59 78 JAYAPURA 1,73
23 BANDAR LAMPUNG 4,09 51 BENGKULU 3,54 79 TERNATE 1,60
24 PARE-PARE 4,08 52 TEGAL 3,51 80 SORONG 1,24
25 MAKASSAR 4,07 53 BEKASI 3,50 81 BUKITTINGGI 1,13
26 CILACAP 4,06 54 KENDARI 3,49 82 MERAUKE 0,57
27 BUNGO 4,03 55 PANGKAL PINANG 3,46