• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS MODUL FARMAKOTERAPI ENDOKRIN DAN GINJAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS MODUL FARMAKOTERAPI ENDOKRIN DAN GINJAL"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS

MODUL

FARMAKOTERAPI ENDOKRIN DAN GINJAL

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2015

(2)

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Nama Modul : Farmakoterapi Penyakit Endokrin dan Ginjal

2. Kode : FR. 3624

3. SKS : 4

4. Sifat : WAJIB

5. Semester : VII

6. Perkiraan banyaknya peserta : 101 Mahasiswa

7. Deskripsi singkat Modul :

Modul Farmakoterapi Endokrin dan Ginjal berisi materi tentang:

Modul ini meliputi patofisiologi dan tatalaksana terapi penyakit Diabetes Mellitus, Hipotiroid, Hipertiroid, gangguan kelejar adrenal, Addison, Dyemenorrhea, Premenstrual Syndrom, Endometriosis, Gagal ginjal akut dan kronis, Glomerulonefritris, gangguan asam – basa dan elektrolit, Drug Induce Kidney Disease, anemia dan Benign Prostatic Hyperplasia.

Keseluruhan modul Farmakoterapi Penyakit Endokrin dan Ginjal dibagi menjadi 4 LBM yang diberikan masing-masing 16 jam (setara dengan 1 sks) setiap LBM nya.

(3)

A. SAP MATA KULIAH MODUL

SATUAN ACARA PENGAJARAN MODUL Farmakoterapi Penyakit Endokrin

dan Ginjal

SEMESTER POKOK BAHASAN

.VII

Modul ini membahas penyakit endokrin dan ginjal MATERI KULIAH MODUL KOMPONEN Waktu (jam/ menit) Tujuan Instruksional Umum Sasaran Belajar Spesifik

Sub Pokok Bahasan Media Referensi Evaluasi Kontributor

LBM I Diabetes Mellitus dan kontrasepsi 16 jam/ 800 menit Mahasiswa mampu memutuskan farmakoterapi yang tepat pada diabetes mellitus dan kontrasepsi  Memahami mengenai Gambaran Klinis Penyakit Diabetes Mellitus  Memahami mengenai etiologi, patogenesis, patofisiologi penyakit Diabetes Mellitus  Memahami tujuan, sasaran terapi dan tatalaksana terapi farmakologi  Gambaran Klinis Penyakit Diabetes Mellitus  Farmakoterapi Diabetes Mellitus  Terapi Hormon Pada Wanita  IDI “Cara penggunaan Kontrasepsi”  Farmakologi Kontrasepsi Oral Multim edia/ Laptop , LCD/ proyek tor 1. Alldredge, Brian K. et al., 2013, Koda Kimble and Young’s Applied Therapeutics : the Clinical Use of Drugs 10th edition. Lippincott Williams & Wilkins,

Philadelpia : USA 2. Aronson, JK., 2005.

Meyler’s Side Effect of Drugs 15th edition. Elsevier 3. Baxter, K., 2008. Stockley’s Drug Interactions 8th edition. SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI Core Disiplin: 1. Farmakolo gi 2. Farmasetik a 3. Patologi Klinik Suplementary disiplin: 1. Farmakote rapi 2. Biokimia

(4)

Diabetes Mellitus  Memahami terapi non farmakologi pada pasien Diabetes Mellitus  Memahami tatacara terapi Hormon Pada Wanita  Memahami etiologi, patogenesis, patofisiologi diabetes ketoasidosis  Memahami tujuan, sasaran terapi dan tatalaksana terapi farmakologi diabetes ketoasidosis  Memahami terapi non farmakologi pada pasien diabetes ketoasidosis  Memahami pemakaian Pharmaceutical Press : UK 4. Brunton, Laurence L. et al., 2005. Goodman & Gilman’s the Pharmacological Basis of the Therapeutics 11th edition. McGraw Hill’s, California 5. DiPiro, J.T., dkk, 2011. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach, 8th edition, Stamford : Appleton & Lange. 6. Katzung, Bertram G.,

Basic & Clinical

Pharmacology 9th

edition

7. Sweetman, Sean C. et al., Martindale : the Complete Drug Reference 36th 3. Biofarmase tika 4. Toksikologi 5. Farmakoki netika 6. Konseling 7. Islam Disiplin Ilmu

(5)

kontrasepsi oral dari segi islam /IDI  Memahami definisi, epidemiologi, fisiologi dan tatalaksana kontrasepsi  Memahami beberapa metode kontrasepsi dan terminasi kehamilan  Mampu menyelesaikan studi kasus mengenai terapi rasional pada penyakit Diabetes Mellitus edition. Pharmaceutical Press : USA LBM 2 Tiroid disorder, adrenal disorder, ginecolog disorder 16 jam/ 800 menit Mahasiswa mampu memutuskan tentang farmakoterapi yang tepat pada gangguan tiroid, adrenal dan  Memahami gambaran klinis gangguan tiroid  Memahami tujuan, sasaran terapi  Gambaran Klinis Gangguan Tiroid  Farmakoterapi Hipertiroid dan Hipotiroid  Farmakoterapi gangguan Multim edia/ Laptop , LCD/ proyek tor SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul,

(6)

kelainan pada menstruasi dan tatalaksana terapi farmakologi Hipertiroid dan Hipotiroid  Memahami penggunaan kontrasepsi pada saat pergi haji  Memahami tujuan, sasaran terapi dan tatalaksana terapi farmakologi gangguan kelenjar Adrenal dan penyakit Addison  Memahami tatalaksana terapi non farmakologi gangguan kelenjar Adrenal dan kelenjar Adrenal dan penyakit Addison  Farmakoterapi Menstruation-Related Disorders  Farmakoterapi Endometriosis OSPI

(7)

penyakit Addison  Memahami definisi, epidemiologi, patofisiologi dan gejala klinik pada penyakit dan tatalaksana endometriosis  Memahami tujuan, sasaran terapi dan tatalaksana terapi farmakologi Menstruation-Related Disorders  Memahami tatalaksana terapi non farmakologi Menstruation-Related Disorders  Mampu menyelesaikan

(8)

studi kasus mengenai terapi rasional pada penyakit gangguan tiroid dan menstruasi LBM III Penyakit ginjal akut dan kronis, Glomerulonefrit is 16 jam/ 800 menit Mahasiswa mampu memutuskan farmakoterapi yang tepat pada penyakit gagal ginjal akut, kronis dan glomerulofrenitis  Memahami gambaran klinis (etiologi, patofisiologis, patogenesis, dan manifistasi Klinik ) dari pasien dengan gangguan gagal ginjal  Memahami farmakoterapi (sasaran dan strategi terapi, penatalaksana an, monitoring) pada gagal ginjal  Memahami macam-macam obat,  Gambaran Klinis Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal  Farmakoterapi Gagal Ginjal Akut  Farmakoterapi Gagal Ginjal Kronis  Farmakoterapi Glomerulonefr itis  IDI, Keluarga Sakinah Multim edia/ Laptop , LCD/ proyek tor SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI

(9)

interaksi, rejimen dosis, mekanisme aksi, efek samping obat pada gagal ginjal  Memahami terapi non farmakologi gagal ginjal  Memahami mekanisme komplikasi yang terjadi pada kasus gagal ginjal  Memahami patofisiologi, gejala klinik dan farmakoterapi (sasaran dan strategi terapi, penatalaksana an, monitoring) pada penyakit glomerulonefri tis

(10)

 Memahami data laboratorium penunjang dan komplikasi akibat penyakit glomerulonefri tis  Memahami terapi non farmakologi penyakit glomerulonefri tis  Memahami definisi Kidney Injury dan Drug Kidney Injury Disease  Memahami mekanisme dan menyebutkan beberapa contoh obat maupun golongan obat yang bisa

(11)

menyebabkan Kidney Injury  Menyelesaikan studi kasus tentang gagal ginjal LBM IV Penyakit asam basa, drug induced kidney disease, anemia, BPH 16 jam/ 800 menit Mahasiswa mampu memutuskan farmakoterapi yang tepat pada penyakit asam basa dan lektrolit;drug induced kidney disease;anemia;B PH  Memahami patofisiologi, gejala klinik pada gangguan keseimbangan asam-basa dan elektrolit  Memahami farmakoterapi (sasaran dan strategi terapi, penatalaksana an, monitoring) gangguan keseimbangan asam-basa dan elektrolit  Memahami patofisiologi, gejala klinik  Gambaran Klinis Gangguan Keseimbangan Asam-Basa dan Elektrolit  Farmakoterapi Gangguan Asam-Basa dan Elektrolit  Farmakoterapi Anemia  Farmakoterapi Benign Prostatic Hyperplasia Multim edia/ Laptop , LCD/ proyek tor SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI

(12)

pada penyakit anemia dan BPH  Memahami farmakoterapi (sasaran dan strategi terapi, penatalaksana an, monitoring) penyakit anemia dan BPH  Memahami macam-macam obat, interaksi, rejimen dosis, mekanisme aksi, efek samping obat pada penyakit anemia dan BPH  Memahami terapi non farmakologi penyakit anemia dan BPH

(13)

 Memahami interpretasi data klinik gangguan keseimbangan asam-basa  Memahami definisi, gambaran klinis, tatalaksana terapi terkait asidosis metabolik  Mampu melakukan konseling obat - obat pada kasus penyakit sistem endokrin dan renal  Mampu menyelesaikan studi kasus gangguan asam basa dan elektrolit

(14)

B. Metode Pembelajaran dan Bentuk kegiatan:

Metode pembelajaran PBL (Problem based learning) terdiri dari: 1. Tutorial

Tutorial merupakan pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang mahasiswa atau sekelompok kecil (10-12) mahasiswa. Proses ini merupakan proses interaksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode tutorial merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif. 2. Kuliah Pakar

Kuliah merupakan proses pemberian informasi edukatif dari seorang ahli kepada mahasiswa yang diharapkan akan membentuk fondasi akademik bagi mahasiswa. 3. Praktikum/Skill lab

Metode praktikum adalah metode mengajar dimana mahasiswa melakukan kegiatan percobaan untuk membuktikan teori yang telah dipelajari memang memiliki kebenaran. 4. Belajar mandiri

Kegiatan ini adalah kegiatan aktif dari mahasiswa untuk menjawab issues-issue yang telah diberikan selama perkuliahan, termasuk tugas-tugas dari dosen ataupun dari praktikum.

5. Journal Reading

Pada metode ini, mahasiswa diajarkan untuk mereview, menganalisa journal-journal pilihan farmasi dan mengevaluasinya sesuai dengan kebutuhan perkuliahan.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran

Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi Tutorial (Kemampuan menganalisa dan memecahkan permasalahan kefarmasian, keaktifan bertanya, menjawab serta penguasaan materi), ujian MID modul, ujian akhir modul dan OSPI. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa)

(15)

2. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian:

Tutorial : 15 %

Ujian MID Modul : 20 %

Ujian Akhir Modul : 35 % Praktikum/Skill Lab : 30 %

3. Penetuan Kelulusan dan Penetapan Nilai Kedalam Huruf

a. Nilai Huruf mahasiswa yang dinyatakan “LULUS” adalah di mulai dari BC, B, AB, A.

b. Nilai Huruf Mahasiswa yang dinyatakan “TIDAK LULUS” adalah dimulai dari C, D, E dan berhak untuk mengikuti program remedial.

D. DAFTAR PUSTAKA

1. Alldredge, Brian K. et al., 2013, Koda Kimble and Young’s Applied Therapeutics : the Clinical Use of Drugs 10th edition. Lippincott Williams & Wilkins, Philadelpia : USA

2. Aronson, JK., 2005. Meyler’s Side Effect of Drugs 15th edition. Elsevier

3. Baxter, K., 2008. Stockley’s Drug Interactions 8th edition. Pharmaceutical Press : UK 4. Brunton, Laurence L. et al., 2005. Goodman & Gilman’s the Pharmacological Basis of

the Therapeutics 11th edition. McGraw Hill’s, California

5. DiPiro, J.T., dkk, 2011. Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach, 8th edition, Stamford : Appleton & Lange.

6. Katzung, Bertram G., Basic & Clinical Pharmacology 9th edition

7. Sweetman, Sean C. et al., Martindale : the Complete Drug Reference 36th edition. Pharmaceutical Press : USA

Dibuat oleh Diperiksa Oleh Disetujui oleh

Nama :Dr Atina H,

M.Sc, Apt Nama :Rina W M.Sc, Apt

Nama : Arifin S, M.Sc, Apt Jabatan : Tim Modul Jabatan : Sek Prodi Jabatan : ka Prodi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan surat dari Pemerintah Kabupaten Serang Nomor : 421.9/02/Tanggal 08 Februari 2019 Perihal Permohonan Bantuan Dana Hibah / Bansos Pemda Kabupaten Serang

Populasi dalam penelitian ini adalah perbankan syariah, baik Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia. Metode penentuan sampel dengan

18-08-2005 - 25-08-2005 Program Hibah Kompetisi Sistim Perencanaan Penyusunan Program Dan Penganggaran (sp4) Universitas Hasanuddin Jurusan Sastra Asia Barat, Fakultas

Hasil ini memperkuat penelitian yang dilakukan oleh Taswan (2003) yang menemukan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Kebijakan Hutang. Hal ini

Ongkos-ongkos pihak Uni Republik-republik Soviet Sosialis yang berhubungan dengan pengiriman para ahli dan pekerja yang berpengalaman dari Uni Republik-republik Soviet Sosialis

1. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturanaturan pokok saja, hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain

Berdasarkan hasil dan pembahasan dari tujuan penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1) Potensi ekowisata pada objek wisata alam (Lovina dan Git- Git)

Berdasarkan hal tersebut, maka tatanan tektonik terkait dengan busur kegunungapian dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu: (a) tatanan tektonik normal