• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1 Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

(2)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI STRATEGI MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V SDN NO.20 DUNGINGI

KOTA GORONTALO

Maryam Adam, Ahmad Lamusu, Zulkifli Lamusu1

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penjasorkes di kelas V SDN No. 20 Dungingi .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan dalam bentuk perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Pada pelaksanaan tindakan siklus I dengan menggunakan strategi modifikasi media pembelajaran, hasil belajar siswa belum mencapai indikator kinerja. Sehingga dilakukan siklus II sebagai refleksi dari siklus I. Pada siklus II terjadi peningkatan dari hasil belajar siswa yaitu dari nilai rata-rata 70,24 menjadi 81,72. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi pada penjasorkes khususnya tolak peluru hasil belajar dapat meningkat. .

(3)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, prilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif serta kecerdasan emosi. Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah pengembangan individu secara menyeluruh. Artinya cakupan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tidak hanya pada aspek jasmani saja, tetapi juga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor selain itu pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan juga mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Salah satu masalah utama dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan antara lain adalah belum efektifnya pengajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya terbatasnya sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan terbatasnya kemampuan guru penjasorkes untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran penjasorkes.

Fenomena itulah yang saat ini terjadi di SDN No. 20 Dungingi Kota Gorontalo, yang mana kemampuan teknik dasar tolak peluru siswa kelas V belum seperti yang diharapkan, dalam artian rata-rata hasil belajar tolak peluru mereka termasuk dalam kategori kurang. Menurut hasil observasi peneliti, rendahnya hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No, 20 Dungingi ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu; Kurangnya perhatian siswa dalam pembelajaran tolak peluru, terbatasnya sarana dan prasarana, guru kurang kreatif dalam menciptakan modifikasi alat-alat dalam pembelajaran penjasorkes, guru kesulitan dalam menemukan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. .

Berdasarkan masalah tersebut maka perlu adanya penelitian tindak kaji yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru melalui kegiatan-kegiatan menolak yang menekankan unsur bermain. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang lebih dekat dengan dunia bermain, agar siswa tidak mudah jenuh sebab siswa kerap kali juga cepat bosan melaksanakan kegiatannya.

Agar pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan khususnya materi tolak peluru dapat berhasil, maka perlu diciptakan lingkungan yang kondusif diantaranya dengan memodifikasi alat dan menciptakan strategi atau metode-metode pembelajaran yang menyenangkan. Modifikasi alat pembalajaran tolak peluru sangat penting karena banyak siswa yang kurang bergairah untuk melakukan kegiatan tersebut pada saat pembelajaran. Modifikasi alat yang dimaksud misalnya

(4)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

menggunakan bola tenis. Tujuan utama menggunakan benda tersebut selain untuk meningkatkan gerak dasar tolak peluru, juga dapat membiasakan siswa dalam melakukan gerakan-gerakan menolak khususnya yang mengandung unsur gerak dasar tolak peluru yang sebenarnya, dan bukan untuk mengukur jauhnya tolakan.

Dilihat dari karakteristik siswa maka dapat diasumsikan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Siswa sekolah dasar yang masih tergolong anak-anak, bentuk aktivitasnya cenderung berupa permainan. Seperti pada saat jam istirahat mereka sangat antusias untuk melakukan bermacam-macam bentuk permainan. Sesuai dengan hal-hal tersebut diatas maka untuk memperoleh hasil belajar tolak peluru yang optimal, selain menggunakan alat pembelajaran yang dimodifikasi, seorang guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan yaitu menggunakan pendekatan metode bermain untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis tertarik mengadakan suatu penelitian dengan judul yaitu; “Meningkatkan hasil belajar tolak peluru melalui strategi modifikasi media pembelajaran pada siswa kelas V SDN .20 Dungingi.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN No. 20 Dungingi Kota Gorontalo tempat peneliti bertugas . Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN No.20 Dungingi dengan jumlah 18 0rang yang terdiri dari 9 orang putra dan 9 orang putri.

Variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel input

Variabel input meliputi kegiatan guru dalam merencanakan pembelajaran,dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran serta sarana dan prasarana guna meningkatkan kemampuan gerak dasar siswa dalam melakukan tolakan peluru .Selanjutnya indikator yang dinilai dalam variabel ini selama proses pembelajaran meliputi tiga indikator yaitu : (a) cara memegang peluru , (b) cara menolak peluru, (c) gerakan akhir .

b. Variabel proses

Variabel proses merupakan kegitan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dalam melakukan gerakan menolak peluru dengan menggunakan alat pembelajaran yang dimodifikasi .

(5)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Variabel output yaitu tingkat daya serap kemampuan siswa pada materi pembelajarayang diwujudkan dalam bentuk skor melalui praktek kemampuan dalam melakukan tolak peluru. HASIL

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dikelas V SDN No.20 Dungingi Kota Gorontalo dengan jumlah siswa 18 orang . Sementara yang menjadi tim peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan yang menjadi guru mitra kerja adalah guru yang ada dilokasi penelitian.

Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dua kali perlakuan tindakan . Untuk memperoleh data-data yang akurat tentang penelitian tindakan kelas ini maka peneliti mengadakan observasi awal terhadap subyek penelitian sebagai data awal kriteria dasar untuk penilaian dalam penelitian ini, disamping itu selama ini peneliti hanya melihat gejala rendahnya kemampuan gerak dasar tolak peluru pada sebagian besar siswa, untuk lebih jelasnya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat dideskripsikan sebagai berikut :

Observasi Awal

Observasi awal dilaksanakan hari Kamis tanggal 19 Mei tahun 2014, dengan menggunakan indikator pengamatan yang terdiri dari : (a) cara memegang peluru, (b) cara menolak, (c) gerakan akhir. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data awal yang dapat dilihat pada tabel 1 dan (data terlampir).

HASIL OBSERVASI AWAL TEKNIK DASAR TOLAK PELURU SISWA KELAS V SDN NO. 20 DUNGINGI

N

o Nama L/P

Skor per Indikator

Pengamatan JLH RT-Rt Predikat A B C SB B C K SK 1 Adriansyah Mardjun L 70 46.6 20 136.6 45.53 √ 2 Altio P. Lengato L 30 33.33 40 103.3 34.44 √ 3 Gunawan Biahimo L 50 33.33 40 123.3 41.11 √ 4 Hardiansyah Dawali L 30 33.33 60 123.3 41.11

5 Muh. Fajrin Hajati L 70 60 60 190 63.33

6 Muh. Ikbal Samuel L 50 46.66 20 166.7 38.88

7 Rifaldo Mahmud L 40 46.66 20 106.7 35.55

8 Suleman Ismail L 70 60 20 150 50

9 Wawan Katili L 70 46.66 20 136.7 45.55

10 Andi Nurul Nasir .A. P 70 40 20 130 43.33

11 Apriani K. Jasrun P 40 60 20 120 40 √ 12 Nur A.Saba P 70 40 20 130 43.33 √ 13 Nurhalisa Thalib P 60 46.66 20 126.7 42.22 √ 14 Nurlisa Muhammad P 70 40 20 130 43.33 √ 15 Rikawati Mahmud P 50 53.33 20 123.3 41.11 √ 16 Ritnawati Umar P 70 33.33 20 123.3 41.11

17 Sri Kandi Kasim P 50 40 20 110 36.66

(6)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Jumlah 1020 800 500 2300 766.7 1 12 5

Rata-rata 56.66 44.44 26.66 127.7 42.58 70 43,14 37,11

Dari tabel diatas nampak bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru perlu diperbaiki dengan cara menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan berdasar pada tiga indikator pengamatan . Sesuai pengamatam dari tiga indikator dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Cara memegang peluru dari 18 orang siswa, 10 orang (55.56%) yang memperoleh nilai “cukup” dengan nilai rata-rata 68, 6 orang (33.33%) memperoleh nilai “kurang” dengan nilai rata-rata 46.66 , sedangkan 2 orang (11.11%) memperoleh nilai “sangat kurang” nilai rata-rata 30, sedangkan nilai rata-rata klasikal 55.66.

b. Cara menolak peluru : 3 orang (16.67%) termasuk dalam kategori “cukup” nilai rata-rata 60, 11 orang (61.11%) termasuk dalam kategori” kurang”dengan nilai rata-rata 44,23 , dan termasuk dalam kategori “sangat kurang” berjumlah 4 orang( 22.22%) nilai rata-rata 33.33 , sedangkan nilai rata-rata klasikal cara menolak peluru adalah 44.44.

c. Gerakan akhir : Untuk indikator ke tiga gerakan akhir, dari 18 orang siswa 2 orang (11.11%) memperoleh nilai “cukup” nilai rata-rata 60 , 16 orang (88.89%) memperoleh nilai “sangat kurang” dengan nilai rata-rata 22.5, sedangkan nilai rata-rata klasikal adalah 26 66.

Dibawah ini dapat dilihat tabel hasil akhir kemampuan gerak dasar tolak peluru pada observasi awal. Tabel I. Hasil Observasi awal Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru

NO INDIKATOR YANG

DINILAI

NILAI RATA – RATA

KETUNTASAN KLASIFIKASI

1 Cara memegang peluru 56.66 Kurang

2 Cara menolak 44.44 Kurang

3 Gerakan Akhir 26.66 Sangat Kurang

RATA - RATA 42.58 Kurang

Dari tabel diatas nampak bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru perlu diperbaiki. Sesuai hasil pengamatan dari tiga indikator dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) cara memegang peluru dengan nilai rata-rata 56,66, termasuk klasifikasi “kurang” (b) cara menolak peluru termasuk klasifikasi “kurang” dengan nilai rata-rata 44,44 , dan (c) gerakan akhir dengan nilai kalsikal rata-rata 26.66 pada klasifikasi “sangat kurang” sedangkan daya serap klasikal 42,58.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tiga indikator penilaian yang dimaksud dirata-ratakan 42,58 , dengan kondisi ini maka kemampuan siswa perlu ditingkatkan dengan persentase minimal sebesar 32,42 % dari indikator 75 % indikator kinerja

(7)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

yang diharapkan atau jika dirinci satu persatu indikator penilaiannya maka akan diperoleh hasil sebagai berikut :

a. Cara memegang peluru dengan rata-rata 56,66 %, maka perlu ditingkatkan minimal 18,34 % dari indikator 75 %.

b. Cara menolak peluru rata-rata 44,44 %, perlu ditingkatkan minimal 30,56%, dari indikator 75 % .

c. Gerakan akhir dengan rata-rata 26.66 %, siswa perlu diberi tindakan agar mengalami peningkatan minimal 48.34% dari indikator penilaian 75 %.

Melihat hasil diatas maka dapat diasumsikan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru termasuk dalam kategori kurang dan perlu diberi tindakan minimal mencapai standar indikator kinerja yaitu 75 %.

Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut;

Gambar 4.1. Diagram hasil observasi awal gerak dasar tolak peluru.

Berdasarkan hasil di atas, menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru masih jauh dari indikator keberhasilan yang diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan yang memungkinkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa tersebut, yakni dengan melaksanakan tindakan atau pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan strategi modifikasi media pembelajaran.

Hasil pengamatan siklus I

cara memegang

peluru

Cara menolak

peluru Gerakan Akhir HASIL OBERVASI AWAL

TEHNIK DASAR TOLAK PELURU 56.66 44.44 27.17 0 10 20 30 40 50 60 A xi s Ti tle

HASIL OBERVASI AWAL TEHNIK

DASAR TOLAK PELURU

(8)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sesuai Rencana Program Pembelajaran( RPP) yang disiapkan sebelumnya dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran. Pelaksanaan tindakan pada siklus I ini diawali dengan apersepsi, yaitu penyampaian sesuatu yang mengarah kepada materi yang akan dipelajari sehingga siswa merasa terpancing untuk mencari tahu tentang materi yang akan dipelajarinya nanti, kemudian guru memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Tahap selanjutnya guru mengatur barisan siswa menjadi 4 barisan, melakukan pemanasan ( stretching ) sebagai upaya dalam menyiapkan siswa secara fisik maupun mental untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar. Selanjutnya guru menjelaskan materi yang akan dipraktekkan, dalam bentuk permainan yang mengarah pada cara menolak peluru yang sebenarnya yaitu; menolak bola tenis melewati jaring , menolak bola kesasaran simpai yang diletakkan dilapangan , menolak bola kesasaran kotak, dan menolak bola dengan menyamping. Terakhir, kegiatan penutup mencakup pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan bila terdapat hal-hal yang belum dipahaminya, pada akhir pembelajaran guru bersama siswa merefleksi proses pembelajaran yang telah berlangsung , evaluasi , cooling dawn, berdoa dan bubar.

Disamping kegiatan guru seperti dikemukakan diatas, ada pula kegiatan siswa yang diamati . Adapun indikator indikator pengamatan terkait aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut : ( 1 ) cara memegang peluru atau bola, ( 2 ) cara menolak, ( 3 ) gerakan akhir sesudah menolak, ( 4 ) respon siswa terhadap pelajaran, (5 ) keaktifan dalam belajar , ( 6 ) saling menghargai , ( 7 ) interaksi dengan guru , ( 8 ) disiplin dalam menerima pelajaran ( 9) interaksi dengan sumber belajar ,( 10) keceriaan atau kesenangan terhadap kegiatan pembelajaran, ( 11 ) mendemonstrasikan gerak dasar menolak peluru dengan menggunakan media pembelajaran yang di modifikasi.

Hasil Pengamatan Siklus II

Mekanisme pelaksanaan tindakan pada siklus II sama dengan pelaksanaan pada tindakan siklus I .Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut siklus I mengingat hasil belajar siswa dalam hal ini kemampuan gerak dasar tolak peluru belum menunjukkan hasil belajar dengan kriteria yang telah ditentukan . Termasuk aktivitas siswa yang belum keseluruhan terlaksana dalam kegiatan pembelajaran . Oleh karena itu , dilanjutkan pelaksanaan siklus II dengan memperbaiki kekurangan- kekurangan yang terjadi pada siklus I dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa tersebut hingga mencapai \kriteria yang ditentukan sebagaimana telah ditetapkan dalam indikator kinerja.

(9)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Untuk mengamati perkembangan kegiatan pembelajaran pada siklus II , maka dilakukan hal yang sama seperti pada siklus I , yakni denga menggunakan lembar observasi. Namun tindakan siklus II ini lebih diarahkan pada perbaikan aspek-aspek kegiatan pembelajaran siswa sesuai dengan pelaksanaan tindakan yang terlaksana pada siklus I.

Untuk aktivitas siswa menunjukkan perubahan secara positif . Dari 11 indikator yang diamati secara keseluruhan memperlihatkan hasil sesuai harapan . Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel 4 Klasifikasi Akhir Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II Keterlaksanaan Jumlah Indikator Persentase

Ya 11 100 %

Tidak - -

Jumlah 11 100 %

b. Hasil Observasi Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru

Sesuai hasil Pengamatan , diperoleh data siklus II yang disajikan pada tabel dan diagram berikut ini:

HASIL PENGAMATAN SIKLUS II TEKNIK DASAR TOLAK PELURU SISWA KELAS V SDN NO. 20 DUNGINGI

No Nama

L / P

Skor per Indikator

Pengamatan JLH RT-Rt Predikat A B C SB B C K SK 1 Adriansyah Mardjun L 90 86.66 80 256.7 85.55 √ 2 Altio P. Lengato L 90 80 80 250 83.33 √ 3 Gunawan Biahimo L 90 86.66 80 256.7 85.55 √ 4 Hardiansyah Dawali L 80 73.33 80 233.3 77.77 √

5 Muh. Fajrin Hajati L 90 86.66 80 256.7 85.55 √

6 Muh. Ikbal Samuel L 80 73.33 80 233.3 77.77 √

7 Rifaldo Mahmud L 90 93.33 80 263.3 87.77 √

8 Suleman Ismail L 90 86.66 80 256.7 85.55 √

9 Wawan Katili L 80 73.33 80 233.3 77.77 √

10 Andi Nurul Nasir .A. P 80 86.66 80 246.7 82.22 √

11 Apriani K. Jasrun P 80 73.33 80 233.3 77.77 √ 12 Nur A.Saba P 90 86.66 80 256.7 85.55 √ 13 Nurhalisa Thalib P 80 86.66 80 246.7 82.22 √ 14 Nurlisa Muhammad P 80 80 60 220 73.33 √ 15 Rikawati Mahmud P 90 66.66 60 216.7 72.22 √ 16 Ritnawati Umar P 80 86.66 80 246.7 82.22 √

17 Sri Kandi Kasim P 90 80 80 250 83.33 √

18 Wandaria P. Noho P 90 86.66 80 256.7 85.55 √

Jumlah 1540 1473 1400 4413 1471 16 2

Rata-rata 85.55 81.84 77.77 245.2 81.72 82.8 72.8

Dari hasil observasi diatas maka pencapaian setiap indikator dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Cara memegang peluru : dari jumlah siswa 18 orang , 9 orang (50%) memperoleh nilai “sangat baik” nilai rata-rata 90 , dan 9 orang lainnya (50%) memperoleh nilai “baik” dengan nilai rata-rata 80 , sedangkan nlai rata-rata klasikal untuk indikator ini adalah 85.55.

b. Cara menolak peluru: termasuk dalam klasifikasi “sangat baik” 1 orang (5.55%) dengan nilai 93.33

(10)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

27.78% ) termasuk dalam Kategori “cukup” nilai rata-rata 71.99, sedangkan nilai rata-rata klasikal 81.84.

c. Gerakan Akhir : untuk indikator ini, 16 orang ( 88.89% ) termasuk klasifikasi “baik” dengan nilai rata-rata 80 , dan 2 orang ( 11.11% ) termasuk pada kategori “cukup” dengan nilai rata-rata 60, berikut nilai rata-rata klsikal untuk gerakan akhir ini adalah 77.77 yang berarti termasuk dalam klsifikasi “baik”, sedangkan daya serap klasikal telah mencapai nilai rata-rata 81.72 yang berati termasu dalam klasifikasi “baik”.

Berikut ini adalah tabel klasifikasi akhir kemampuan gerak dasar tolak peluru hasil siklus II. Tabel 5 Klasifikasi Akhir Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Pada Siklus II

N O INDIKATOR YANG DIAMATI NILAI RATA_RATA KETUNTASAN KETERANGAN

1. Cara memegang peluru 85,55 Baik

2 Cara menolak peluru 81,84 Baik

3. Gerakan akhir 77,77 Baik

TOTAL 81,72 Baik

Untuk lebih jelasnya Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Siklus II dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

Berdasarkan tabel dan diagram diatas nampak kemampuan gerak siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru dirata-ratakan meningkat secara keseluruhan. Hal ini dapat diperhatikan pada indikator yang diharapkan , dimana siswa telah mampu melakukan seluruh komponen indikator penilaian, hal ini dapat diamati pada komponen indikator yang dinilai yaitu (1) cara memegang peluru rata-rata hasil presentase kemampuan mereka 85,55%, selanjutnya (2) cara menolak peluru

Cara Memegang Peluru

Cara Menolak

Peluru Gerakan Akhir Hasil Pengamatan Gerak

Dasar Tolak Peluru Siklus II 85.55 81.84 77.77 72 74 76 78 80 82 84 86 88 A xi s Ti tle

Hasil Pengamatan Gerak Dasar Tolak

Peluru Siklus II

(11)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

rata-rata 81,84 % , dan (3) sikap akhir kemampuan siswa berkisar 77,77% sedangkan rata-rata pencapaian indicator secara keseluruhan adalah 81,72% yang berarti termasuk dalam klasifikasi baik. PEMBAHASAN

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi. Dengan penelitian ini diharapkan siswa mampu dalam melakukan gerak dasar tolak peluru dengan benar. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar dimaksud yaitu melalui strategi modofikasi media pembelajaran.

Berdasarkan klasifikasi akhir pada observasi awal, maka diperoleh hasil belajar siswa tentang kemampuan gerak dasar tolak peluru yaitu untuk cara memegang peluru dengan nilai rata-rata 56,66 dengan kata lain pada indikator ini seluruh siswa belum mampu melakukannya, selanjutnya untuk indikator cara menolak peluru dengan nilai rata-rata 44,44 termasuk dalam klasifikasi “ kurang”, sedangkan untuk gerakan akhir nilai rata-rata 26.66 yang berarti termasuk dalam klasifikasi“sangat kurang” serta daya serap klasikal rata-rata 42,58%. Oleh karena itu dilakukan tindakan penelitian sebanyak dua siklus.

Tindakan siklus I dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat. Perencanaan dimaksud yakni : Penyusunan RPP, menyediakan sarana dan prasarana belajar, menyiapkan lembar pengamatan proses pembelajaran, lembar evaluasi hasil belajar siswa serta kehadiran peneliti dan guru mitra. Pada tahap pelaksanaan mengacu pada rencana yang telah disusun dan menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi yaitu bola tenis. Ketika proses pembelajaran berberlangsung, guru mitra melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran, baik kegiatan guru maupun aktivitas siswa. Pada akhir pembelajaran, peneliti dengan didampingi guru mitra melakukan evaluasi hasil belajar siswa dengan menggunakan lembar pengamatan tentang penampilan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengamatan proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa, peneliti dan guru mitra menganalisisnya dan mempersentasikannya kemudian merefleksinya. Hasil dari refleksi tersebut dijadikan acuan untuk pelaksanaan tindakan siklus berikutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan tindakan pada siklus I, maka hasil belajar siswa diklasifikasikan sebagai berikut: cara memegang peluru termasuk klasifikasi “ baik” dengan nilai rata-rata 82,22, yang berarti meningkat sejumlah 25,56%, berikut cara menolak peluru dengan nilai rata-rata 75,18 termasuk klasifikasi” baik”, meningkat sejumlah 30,74%, dan gerakan akhir masih

(12)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

dalam klsifikasi “kurang” yaitu dengan nilai rata-rata 53,33, meningkat 26,16% sedangkan daya serap klasikal rata-rata 70,24 dan masih termasuk dalam klsifikasi “cukup”.

Selanjutnya tindakan pada siklus II diselenggarakan sesuai rencana yang telah dibuat. Rencana tersebut disusun berdasarkan hasil refleksi dari kegiatan pembelajaran pada siklus I, namun pada siklus II ini lebih berorientasi pada kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I.

Mengacu pada hasil pengamatan siklus II, kemampuan siswa pada gerak dasar tolak peluru telah memenuhi indikator kinerja, Hasil klasifikasi data diperoleh sebagai berikut: cara memegang peluru meningkat 3,33% dari hasil siklus I yakni dari 82,22% menjadi 85,55%, sedangkan cara menolak meningkat 6,66% , dari 75,18% menjadi 81,84%., berikut gerakan akhir dari 53,33% menjadi 77,77% yang berarti meningkat 24,44% dan termasuk dalam klasifikasi baik, selanjutnya peningkatan daya serap klasikal dari 70,24% menjadi 81,72 % termasuk klasifikasi “baik”. Untuk lebih jelasnya mengenai peningkatan kemampuan gerak dasar tolak peluru siswa yang telah diuraikan diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 6. Perbedaan Peningkatan Hasil Observasi Awal Siklus I dan Siklus II

No.

Indikator Penilaian Gerak Dasar Tolak

Peluru

Observasi

Awal Siklus I Siklus II

1. Cara memegang Peluru 56.66 82.22 85.55

2. Cara memegang Peluru 44.44 75.18 81.84

3. Gerakan Akhir 26.66 53.33 77,77

Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut .

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Observasi Awal Siklus I Siklus II

Perbedaan Peningkatan Hasil Observasi Awal, Siklus I, Siklus II

Cara memegang peluru Cara menolak peluru Gerakan akhir

(13)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa peningkatan kemampuan gerak dasar tolak peluru siswa melebihi indikator kinerja yang diharapkan,artinya bahwa masing-masing komponen gerak dasar pada setiap siklus sangat jelas selisih peningkatannya. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi melalui strategi modifikasi media pembelajaran telah terwujud dengan berbagai optimalisasi pembelajaran pada siklus I dan II.

Dengan demikian maka hipotesis penelitian tindakan kelas yang menyatakan bahwa: “Jika guru menerapkan strategi modifikasi media pembelajaran maka hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi akan meningkat” dinyatakan diterima.

KESIMPULAN

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan di atas, ada beberapa simpulan berikut ini:

1. Melalui strategi modifikasi media pembelajaran hasil belajar siswa kelas V SDN No.20 Dungingi , dalam hal ini kemampuan gerak dasar tolak peluru pada cabang olahraga atletik dapat ditingkatkan. Sesuai analisa data yang dilakukan oleh peneliti diperole hasil sebagai berikut: Observasi awal 42,58, pada siklus I 70,24, dan siklus II 81,72.

2. Hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan sebelum dilakukan tindakan siklus sebesar 0 %, kemudian pada siklus I meningkat 27,66 menjadi 70,24 dari observasi awal 42,58 ini dikarenakan siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran dalam dua kali tindakan, akan tetapi hasil yang dicapai pada siklus I belum sesuai dengan apa yang diharapkan dan dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan 11,48 menjadi 81,72. Jadi peningkatan dari observasi awal sampai pada siklus II adalah 38,97.

3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil pada siklus II telah sesuai dengan target capaian yang diharapkan, maka hipotesis yang telah diajukan dapat diterima, berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan yakni 75%.

SARAN

Akhir penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pembaca, sebagi berikut:

(14)

1

Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Zulkifli Lamusu, S.Pd, M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo.

1. Strategi modifikasi media pembelajaran sangatlah tepat dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada umumnya, materi tolak peluru pada khususnya.

2. Dalam interaksi belajar mengajar, hendaknya guru harus mampu menciptakan kondisi belajar yang kondusif agar siswa merasa nyaman dalam belajar yang nantinya bisa meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi harus benar-benar diperhatikan relevansinya dengan materi yang di ajarkan.

3. Dalam memodifikasi alat pembelajaran guru hendaknya menggunakan beban ringan dan tidak membahayakan, agar siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad, (2013). Media Pembelajaran.Jakarta:Rajawali Press

Asmani Ma’mur Jamal, (2011). 7 Tips Aplikasi dan Menyenangkan (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Jogjakarta : Diva Press

Budi Agus. ( 2010 ) Penjasorkes SD / MI Kelas IV Jakarta : Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.

Djamarah Bahri Syaiful dan Zain Aswan, (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

M.Saputra Yudha (2002).Pembelajaran Atletik di Sekolah Dasar.Jakarta: Depdiknas.

Marchamah, (2009).Ensiklopedia Olahraga Atletik. Semarang: PT. Bengawan Ilmu R. Ibrahim, (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Rohman Muhammad dan Amri Sofyan, (2013). Strategi dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Jakarta : Prestasi Pustakarya

Rosdiani Dini, (2013). Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung : Alfabeta.

Sagala Syaiful, (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Sani Abdullah Ridwan, (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.

Sodikin Chandra, Ahmad Esnoe Sanoesi ( 2010 ) Pendidikan Jasmani OLahraga dan Kesehatan untuk SMTP/MTS. Pusat Perbukuan Kementrian Nasional

Suyatno. (2010). Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Untuk SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas

Uno B. Hamzah dan Mohamad Nurdin, (2012). Belajar dengan Pendekatan Pailkem : Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta : Bumi Aksara.

Zainal Aqip, (2012). Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (inovatif). Bandung : Yrama Widya.

Gambar

Tabel I. Hasil Observasi awal Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru
Gambar 4.1. Diagram hasil observasi awal gerak dasar tolak peluru.
Tabel 4 Klasifikasi Akhir Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II  Keterlaksanaan  Jumlah Indikator  Persentase
Tabel 5 Klasifikasi Akhir Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Pada Siklus II  N O  INDIKATOR YANG DIAMATI  NILAI  RATA_RATA  KETUNTASAN  KETERANGAN
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini ditemukan hampir seluruh mahasiswa asal Kabupaten Mimika yang mempunyai kebiasaan menyirih di Manado memiliki karies gigi, dengan rerata indeks DMF-T

Bahasan pada makalah ini akan lebih difokuskan kepada (1) dampak pemanasan global terhadap layanan lingkungan, (2) upaya pengelolaan lahan yang adaptif terhadap pemanasan

Analisis yang dilakukan yaitu perhitungan perhitungan produktivitas masing-masing alat berat yang digunakan, dengan menentukan waktu siklus alat, penentuan factor

perlakuan yang direndam dalam minuman isotonik terjadi pelepasan ion Ni dan Cr karena terdapat kandungan asam sitrat yang memiliki H + cukup tinggi, meningkatnya

Hasil penelitian menunjukan konformasi tulang dada yang relatif lebih besar dibanding ayam kampung, maka dapat diduga bahwa ayam IPB D-1 G5 memiliki bobot badan yang relatif

Oleh sebab itu, jumlah air yang berada dalam rongga beton geopolimer 14M lebih sedikit jika dibandingkan dengan beton geopolimer yang menggunakan larutan NaOH 8M

Selain itu, melebarnya fungsi instagram yang semula sebagai media untuk berbagi karya fotografi atau membagikan moment, kini tidak hanya itu, pengguna dapat menjadikan instagram

Tentunya berbeda dengan obyek penelitian yang dipilih karena penelitian ini lebih mengarah pada tinjauan fungsi manajemen dalam Penyelenggaraan Festival Sendratari 2018