• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS GERAK TEKNIK LOMPAT TINGGI GAYA FLOP ATLET PUTRA PADA PON REMAJA I TAHUN 2014 JAWA TIMUR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS GERAK TEKNIK LOMPAT TINGGI GAYA FLOP ATLET PUTRA PADA PON REMAJA I TAHUN 2014 JAWA TIMUR."

Copied!
163
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Arief Nurdiyansah
  • Pengajar:
    • Bapak Cukup Pahalawidi M.Or.
    • Bapak Dr. Ria Lumintuarso, M.Si.
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Topik: Analisis Gerak Teknik Lompat Tinggi Gaya Flop Atlet Putra Pada PON Remaja I Tahun 2014 Jawa Timur
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian tentang teknik lompat tinggi gaya flop. Atletik sebagai cabang olahraga yang kompetitif mencakup berbagai nomor, termasuk lompat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja gerak teknik lompat tinggi gaya flop, yang diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelatih dan atlet mengenai teknik yang efektif. Dengan pemahaman yang baik tentang teknik ini, diharapkan prestasi atlet dapat meningkat.

II. KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka ini membahas berbagai teori dan konsep yang terkait dengan lompat tinggi, termasuk sejarah, teknik, dan biomekanika. Penjelasan mengenai teknik lompat tinggi gaya flop mencakup tahapan-tahapan gerakan yang harus dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam konteks pendidikan, pemahaman ini sangat penting bagi pelatih dalam merancang program latihan yang tepat dan bagi atlet untuk meningkatkan keterampilan mereka.

2.1. Deskripsi Teori

Deskripsi teori mencakup pengertian lompat tinggi dan teknik-teknik yang digunakan. Ini memberikan dasar pengetahuan yang diperlukan untuk memahami gerakan dan teknik yang benar dalam lompat tinggi, yang penting dalam pendidikan olahraga.

2.2. Kesalahan Dalam Lompat Tinggi Gaya Flop

Bagian ini mengidentifikasi kesalahan umum yang dilakukan oleh atlet saat melakukan teknik lompat tinggi gaya flop. Pemahaman tentang kesalahan ini penting untuk proses pembelajaran, sehingga pelatih dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan membantu atlet memperbaiki teknik mereka.

2.3. Aspek-Aspek Biomekanika

Biomekanika memberikan perspektif ilmiah dalam analisis gerak. Dengan memahami aspek biomekanika, pelatih dan atlet dapat mengoptimalkan teknik dan mengurangi risiko cedera, sehingga meningkatkan efektivitas latihan.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian ini melibatkan analisis gerak teknik dari lima atlet yang berpartisipasi dalam PON Remaja 2014. Dengan pendekatan ini, diharapkan data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja teknik atlet, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program latihan.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam efektivitas gerak teknik antara atlet yang diuji. Pembahasan mendalam mengenai setiap tahap gerak (larian awalan, bertolak, melayang, dan pendaratan) memberikan wawasan tentang area yang perlu diperbaiki. Ini penting bagi pelatih untuk merancang program latihan yang lebih terfokus pada aspek-aspek yang kurang efektif.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya analisis gerak teknik dalam meningkatkan prestasi atlet lompat tinggi. Saran yang diberikan termasuk perlunya pelatihan yang lebih terarah dan pemanfaatan teknologi dalam analisis gerakan. Implikasi dari penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi pelatih dalam memahami teknik dan biomekanika olahraga.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa dengan pemahaman yang baik tentang teknik, atlet dapat meningkatkan prestasi mereka secara signifikan.

5.2. Saran

Dianjurkan agar pelatih menggunakan teknologi analisis gerak untuk memberikan umpan balik yang lebih akurat kepada atlet.

Gambar

Gambar 2. Gerak teknik awalan (Sumber: IAAF Level I, 2000: 109)
Gambar 3. Gerak teknik tolakan (Sumber: IAAF Level I, 2000: 110)
Gambar 7. Letak Titik Berat Tubuh Atlet Lompat Tinggi Gaya Flop (Sumber: Atletik, 2000: 19)
Gambar 8. Lari pada awalan lurus
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar gerak dasar lompat tinggi gaya Gunting dengan Menggunakan alat bantu pada siswa kelas V SDN 2 Lugusari

Skripsi dengan judul ” UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LOMPAT TINGGI GAYA GUNTING MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS V DI SDN 2 LUGUSARI PRINGSEWU” adalah

Bagi peneliti lainnya agar penelitian ini kiranya dapat dikembangkan lebih lanjut dalam proses pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar gerak dasar lompat tinggi gaya

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Upaya Meningkatkan Gerak Dasar Lompat Tinggi Gaya Stradale Menggunakan Modifikasi Alat pada Siswa Kelas V SDN 6 Bagelan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar gerak dasar lompat tinggi gaya Gunting dengan Menggunakan alat bantu pada siswa kelas V SDN 2 Tanjung Bertuah

4.12 Aktivitas Siswa Pada Proses Pelaksanaan Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Tinggi Gaya Guling Perut Siklus III .... 16 Gambaran aktivitas siswa siklus I, II

Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat hubungan positif antara daya ledak otot tungkai dan lompat tinggi gaya flop ditunjukan dengan perhitungan koefisien

Berdasarkan pada judul di dalam penelitian ini yaitu : "Hubungan antara Kecepatan Lari 50 Meter, Lompat Jauh Tanpa Awalan dengan Prestasi Lompat Jauh Gaya Jongkok pada Siswa