PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN,LEVERAGE, DAN
PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Pada Perusahaan Foods and Beveragesyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
SKRIPSI
Oleh :
I GUSTI NGURAH GEDE RUDANGGA NIM : 1206205182
Skipsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana Denpasar
Skripsi ini telah di uji oleh tim penguji dan disetujui oleh pembimbing, serta diuji
pada tanggal : ....
Tim Penguji : Tanda Tangan
1. Ketua : Drs. I Made Dana.MM. .
2. Sekretaris : Drs. Gede Merta Sudiarta.MM. ..
3. Anggota : Ni Putu Ayu Darmayanti.SE.M ..
Mengetahui,
Ketua Jurusan Manajemen Pembimbing
Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, SE., MSi. Drs. Gede Merta Sudiarta .MM.
PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, saya bersedia diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Denpasar, 3 Mei 2016 Mahasiswa,
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, skripsi yang berjudul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
2. Prof.Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa SE. Ms, Msi., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
3. Dr. I Gusti Ayu Ketut Giantari,SE.,M.Si. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
4. Drs. Gede Merta Sudiarta. MM selaku Dosen Pembimbing yang telah mencurahkan sebagian waktunya dalam membantu serta memotivasi penulis untuk dapat menuntaskan penelitian berupa skripsi ini dengan baik sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
5. Drs. Made Dana. MM selaku dosen pembahas yang telah memberikan masukan untuk dapat menyempurnakan skripsi ini.
6. Ni Putu Ayu Darmayanti. SE.,MM selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran untuk menyempurnakan skripsi ini.
7. Bapak/Ibu dosen pengajar beserta staff Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan fasilitas yang memadai dalam menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
9. Ni Putu Septiandani Putri atas waktu dan sarana bantuannya selama penulis menuntaskan penelitian berupa skripsi ini dengan baik.
10. Sahabat saya I Ketut Adi Mahaputra, Nyoman Suarnawa, Gusti Ayu Eka Jenani Antari, Desy Rosiana, Desy Andriani dan juga kepada rekan-rekan angkatan 2012 khususnya rekan se-jurusan Manajemen FEB Unud atas dukungan dan bantuannya selama proses studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
11. Rekan-rekan KKN Desa Adat Tumbu Periode X.
12. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa skripsi ini tidak akan dapat berhasil sebagaimana mestinya tanpa dukungan dari berbagai pihak. Meskipun demikian, penulis tetap bertanggung jawab terhadap semua isi skripsi. Penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.
Denpasar, 3 MEI 2016
Judul : Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Pada Perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Nama : I Gusti Ngurah Gede Rudangga NIM : 1206205182
Abstrak
Meningkatkan nilai perusahaan merupakan tujuan utama perusahaan, yang identik dengan meningkatnya harga saham. Harga saham yang tinggi akan membuat pasar percaya pada kinerja perusahaan dan prospeknya di masa yang akan datang . Manajer keuangan perusahaan diharapkan mampu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan agar dapat meningkatkan nilai perusahaan serta memakmurkan pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh dari ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
Populasi penelitian ini adalah perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014 yang berjumlah populasi sebanyak 16 perusahaan. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yang menghasilkan 11 sampel perusahaanfood and beveragesdi BEI.Teknik analisis dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS sebagai alat pengolahan data.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS... iii
KATA PENGANTAR... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 7
1.3 Tujuan Penelitian... 8
1.4 Manfaat Penelitian... 8
1.5 Sistematika Penulisan... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN... 11
2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 11
2.1.1 Nilai Perusahaan... 11
2.1.2 Ukuran Perusahaan... 19
2.1.3 Leverage... 21
2.1.4 Profitabilitas... 25
2.2 Hipotesis... 26
2.2.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan.. 26
2.2.2 PengaruhLeverageterhadap Nilai Perusahaan ... 27
2.2.3 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan... 28
BAB III METODE PENELITIAN ... 30
3.1 Desain Penelitian... 30
3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Penelitian... 30
3.3 Objek Penelitian... 31
3.4 Identifikasi Variabel... 31
3.6 Jenis dan Sumber Data ... 34
3.6.1 Jenis data... 34
3.6.2 Sumber data ... 35
3.7 Metode Penentuan Sampel ... 35
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 36
3.9 Teknik Analisis Data ... 36
3.9.1 Analisis Regresi Linier Berganda... 36
3.9.2 Uji Asumsi Klasik ... 37
3.9.3 Uji Parsial (Uji t) ... 40
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 42
4.1 Gambaran Umum PerusahaanFood and Beverages... 42
4.1.1 PT. Akasha Wira Internatioal Tbk ... 43
4.1.2 PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk... 43
4.1.3 PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) ... 44
4.1.4 PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA)... 45
4.1.5 PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)... 45
4.1.6 PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.... 46
4.1.7 PT. Mayora Indah Tbk ... 47
4.1.8 PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) ... 48
4.1.9 PT. Sekar Laut Tbk. ... 49
4.1.10 PT. Siantar Top Tbk.... 49
4.1.11 PT. Ultrajaya Milk Tbk.... 50
4.2 Statistik Deskriptif Penelitian ... 51
4.2.1 Statistik Deskriptif Penelitian ... 51
4.2.2 Ukuran Perusahaan... 53
4.2.3Leverage... 54
4.2.4 Profitabilitas... 55
4.2.5 Nilai Perusahaan... 56
4.3 Hasil Penelitian ... 57
4.3.1 Uji Asumsi Klasik... 57
4.3.2 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda... 61
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 66 4.4.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. 66 4.4.2 PengaruhLeverageterhadap Nilai Perusahaan pada
4.4.3 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada PerusahaanFood and Beveragesyang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia 2011-2014... 67
BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 69
5.1 Simpulan... 69
5.2 Saran... 69
DAFTAR RUJUKAN... 71
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
3.1 Perusahaan yang Memenuhi Kriteria Sampel Penelitian ... 34
4.1 Daftar Perusahaan Disektor Foods and Beverages di Bursa Efek Indonesia (BEI) ... 42
4.2 Statistik Deskriptif Penelitian ... 51
4.3 Ukuran Perusahaan Food and Beverages tahun 2011-2014... 53
4.4 Tingkat Leverage perusahaan Food and Beverage Tahun 2011-2014 ... 55
4.5 Tingkat Profitabilitas perusahaan Food and Beverage Tahun 2011-2014... 56
4.6 Nilai Perusahaan Perusahaan Food and Beverage Tahun 2011-2014 57 4.7 Hasil Uji Normalitas ... 58
4.8 Hasil Uji Multikoleniaritas... 59
4.9 Hasil Uji Heteroskedatisitas... 60
4.10 Hasil Uji Autokorelasi... 60
4.11 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 62
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1 Tabulasi Data ... 75
2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda... 77
3 Hasil Uji Normalitas ... 78
4 Hasil Uji Multikolinieritas dan Autokolinieritas ... 80
5 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 81
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perekonomian global saat ini secara tidak langsung berimbas bagi perekonomian di Indonesia. Keadaan politik dalam negeri juga mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Perekonomian saat ini telah menciptakan suatu persaingan yang ketat antar perusahaan dalam negeri. Persaingan membuat setiap perusahaan semakin meningkatkan kinerja agar tujuannya dapat tetap tercapai. Tujuan utama perusahaan yang berorientasi pada laba salah satunya dapat meningkatkan nilai perusahaan serta mensejahterakan pemilik perusahaan atau pemegang saham.
perusahaan berupa hutang dan penerbitan saham. Nilai perusahaan pada dasarnya dapat diukur melalui beberapa aspek, salah satunya adalah dengan harga pasar saham perusahaan karena harga pasar saham perusahaan mencerminkan penilaian investor secara keseluruhan atas setiap ekuitas yang dimiliki. Harga pasar saham menunjukkan penilaian sentral dari seluruh pelaku pasar, harga pasar saham bertindak sebagai barometer kinerja manajemen perusahaan
peluang-peluang investasi. Peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga dengan meningkatnya harga saham maka nilai perusahaan pun akan meningkat. Nilai Perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan haga saham (Sujoko dan Soebiantoro, 2007). Harga saham memiliki korelasi yang positif terhadap nilai perusahaan, dimana harga saham yang tinggi membuat nilai suatu perusahaan juga tinggi. Semakin tinggi harga saham, semakin tinggi pula keuntungan yang diperoleh oleh investor. Permintaan saham yang meningkat sangat diminati oleh investor yang akan berpengruh positif pada nilai perusahaan yang tentunya akan juga meningkat. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya, tidak hanya pada kinerja perusahaan, tetapi pasar juga akan percaya pada prospek perusahaan di masa mendatang.
Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Ukuran perusahaan merupakan cerminan total dari aset yang dimiliki suatu perusahan. Perusahaan sendiri dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan berskala kecil dan perusahaan berskala besar. Perusahaan yang berskala besar cenderung akan menarik minat investor karena akan berimbas dengan nilai perusahaan nantinya, sehingga dapat dikatakan bahwa besar kecilnya ukuran suatu perusahaan secara langsung berpengaruh terhadap nilai dari perusahaan tersebut. Adapun penelitian menurut Rachmawati dan Hanung (2007) Ukuran perusahaan dinyatakan berhubungan positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Gill dan Obradovich (2012) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Siallagan dan Machfoedz (2006) menemukan bahwa ukuran perusahaan mempunyai nilai negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Naceur dan Goaied (2002) memiliki hasil yang bertentangan, dimana hasil penelitian menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh tersebut disebabkan terjadinya sentimen positif para investor, sehingga mengakibatkan harga saham naik dan membuat nilai perusahaan meningkat (Kusuma,dkk., 2012), namun hal sebaliknya ditemukan dalam penelitian Suranta dan Pranata (2003) dan Herawati (2012) bahwa profitabilitas secara signifikan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan latar belakang di atas maka Judul dari penelitian yang akan dilakukan adalah Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Pada Perusahaan Foods and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) .
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1) Apakah ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai perusahaan pada perusahaan foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014?
2) Apakah leverage berpengaruh signifikan terhadap Nilai perusahaan pada perusahaan foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
2) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. pada perusahaan foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
3) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai berikut :
1) Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi penelitian selanjutya, serta bermanfaat bagi perusahaan dalam meningkatkan dan mengembangkan perusahaan secara kesinambungan.
1.5 Sistematika Penulisan
Sebagai arahan dalam memahami skripsi ini, digunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah penelitian yang terdiri dari hal-hal apa saja yang mendasari dilakukannya penelitian, serta menguraikan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai landasan teori dan konsep yang berkaitan dengan teori nilai perusahaan, variabel-variabel yang memengaruhi nilai perusahaan, ukuran perusahaan,
leverage, profitabilitas, hipotesis penelitian, serta model penelitian.
BAB III: METODELOGI PENELITIAN
operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data yang digunakan.
BAB IV: DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum perusahaan
Food and Beverages di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel dalam penelitian, deskripsi variabel penelitian, dan pembahasan mengenai hasil analisis tersebut.
BAB V : SIMPULAN DAN SARAN
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Nilai Perusahaan
perusahaan sebaliknya di organisasikan sebagai suatu perseroan terbatas (Brigham dan Houston,2006).
Nilai perusahaan merupakan nilai pasar dari suatu ekuitas perusahaan ditambah dengan nilai pasar hutang (Kusumawijaya, 2011). Pasar saham sangat mempengaruhi nilai perusahaan, karena keputusan keuangan. Keputusan manajer keuangan terhadap keputusan keuangan akan berdampak pada kesejahteraan pemilik perusahaan. Struktur kepemilikan sangat penting dalam menentukan nilai perusahaan. Naik turunnya nilai perusahaan salah satunya dipengaruhi oleh struktur kepemilikan. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga akan meningkatkan harga saham, dengan meningkatnya harga saham maka nilai perusahaan pun akan meningkat
1) Pendekatan nilai sekarang
Perhitungan harga saham dengan cara mendikontokan aliran kas yang diharapkan di masa depan dengan tingkat diskonto sesuai dengan tingkat return yang diharapkan investor. Harga intrinsik saham ini akan sama dengan nilai diskonto cashflow yang akan diterima investor di masa mendatang.
2) PendekatanPrice Earning Ratio(PER)
Pendekatan PER akan menggambarkan perbandingan antara harga saham terhadap earning perusahaan dalam bentuk rasio. Pendekatan ini juga memberikan informasi seberapa besar rupiah yang harus dibayarkan investor untuk mendapatkan setiap Rp 1 dari laba perusahaan.
3) Rasio harga per nilai buku atauPrice to Book Value(PBV)
Secara teoritis, harga suatu saham harus menggambarkan buku saham itu sendiri. Rasio harga terhadap nilai buku umumnya digunakan untuk menilai saham dari sektor perbankan karena asset-aset bank memiliki nilai pasar dan nilai buku yang relatif sama (Tandelilin, 2010:323). Rasio mencerminkan kinerja perusahaan yang terlihat dari harga saham perusahaannya. Idealnya, harga saham jika dibandingkan dengan nilai buku akan mendekati satu. Semakin besar rasio ini, mencerminkan semakin baik pula kinerja perusahaan.
4) Rasio harga terhadap aliran kas
perusahaan. Secara akuntansi, data aliran kas dianggap lebih relevan dari padaearningperusahaan.
5) Pendekatan Economic Value Added (EVA)
Ukuran keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah perusahaan merupakan pengertian dari EVA. Semakin baik kinerja perusahaan, maka dapat dipastikan adanya peningkatan harga saham dari perusahaan tersebut. Jika rasio ini positif, maka akan terdapat nilai tambah dari perusahaan tersebut sehingga akan meningkatkan harga saham perusahaan begitu juga sebaliknya.
6) Price Earning Ratio (PER).
Price Earning Ratio (PER) adalah salah satu ukuran paling dasar dalam analisis saham secara fundamental. Secara mudahnya, PER adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan, dimana harga saham sebuah emiten dibandingkan dengan laba bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun. Menurut ( Brigham dan Houston,2006: 92).
Rumus :
... (1)
Nilai perusahaan disini akan di hitung menggunakan PER. PER adalah fungsi dan perubahan kemampuan laba yang diharapkan di masa yang akan datang. Semakin besar PER, maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan untuk tumhuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dengan mempelajari hubungan antar saham dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan data keuangan perusahaan. Faktor- faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu :
1) Keputusan Pendanaan
Keputusan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna mempelajari kebutuhan-kebutauhan investasi. Menurut (Brigham dan Houston ,2001) dalam Wijaya dan Wibawa (2010), menyatakan bahwa peningkatan hutang diartikan oleh pihak luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban di masa yang akan datang atau adanya risiko bisnis yang rendah, hal tersebut akan direspon secara positif oleh pasar.
penilaian investor terhadap perusahaan akan meningkat. (Arieska dan Gunawan, 2011)
2) Kebijakan Deviden
Kebijakan dividen (dividend policy) merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keputusan pendanaan perusahaan.
Salah satu kebijakan yang harus diambil oleh manajemen yaitu memutuskan apakah laba bersih yang diperoleh selama satu periode dibagi semua atau dibagi sebagian untuk dividen dan sebagian lagi tidak dibagi (menjadi laba ditahan). Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menentukan jumlah laba dibagi dalam bentuk dividen kas dan laba yang ditahan sebagai sumber pendanaan. Apabila perusahaan memutuskan untuk membagi semua laba bersih yang diperoleh sebagai dividen, maka berarti tidak ada laba yang ditahan dan akhirnya memperkecil sumber dana intern yang dapat digunakan mengembangkan usaha (Brigham dan Houston ,2001).
3) Keputusan Investasi
oleh keputusan investasi (Fama1978). Myers (1977) memperkenalkan IOS pada studi yang dilakukan dalam hubungannya dengan keputusan investasi. IOS memberikan petunjuk yang lebih luas dengan nilai perusahaan tergantung pada pengeluaran perusahaan di masa yang akan datang, sehingga prospek perusahaan dapat ditaksir dari Investment Opportunity Set (IOS). IOS didefinisikan sebagai kombinasi antara aktiva yang dimiliki (assets in place) dan pilihan investasi di masa yang akan datang dengan net present value positif. Pendapat ini sejalan dengan Smith dan Watts (1992) dalam Hidayat (2010) yang menyatakan bahwa set kesempatan investasi merupakan komponen nilai perusahaan yang merupakan hasil dari pilihan-pilihan untuk membuat investasi di masa yang datang.
Menurut Kallapur dan Trombley (1999) dalam Hidayat (2010) bahwa kesempatan investasi perusahaan tidak dapat diobservasi untuk pihak-pihak di luar perusahaan sehingga diperlukan suatu proksi untuk melihatnya. Menurut Wahyudi dan Pawestri (2006), nilai perusahaan yang dibentuk melalui indicator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Nilai perusahaan semata- mata ditentukan oleh keputusan investasi.
4) Struktur Modal
modal merupakan cerminan dari perimbangan antara utang jangka panjang dan modal sendiri. Kebutuhan akan modal sangatlah penting dalam membangun dan menjamin kelangsungan hidup perusahaan sehingga manajer keuangan harus dengan tepat dan cermat dalam menentukan struktur modalnya.
Hal ini dilakukan manajer dengan cara mengoptimalkan operasional di dalam perusahaan serta mencari tambahan modal di luar secara efisien dimana memungkinkan perusahaan dapat meminimumkan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Sasaran struktur modal (optimal capital structure) suatu perusahaan didefinisikan sebagai struktur yang akan memaksimalkan harga saham perusahaan tersebut (Brigham dan Houston, 2011:155). Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham. Pentingnya struktur modal bagi setiap perusahaan dikarenakan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keuangan perusahaan serta nilai perusahaan.
5) Profitabilitas
profitabilitas menunjukkan bahwa suatu perusahaan semakin efisien dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba (Kasmir, 2012:114). 6) Ukuran Perusahaan
Ukuran Perusahaan adalah rata-rata total penjualan bersih untuk tahun yang bersangkutan sampai beberapa tahun kemudian (Brigham dan Houston, 2001:117-119). Menurut Sujoko (2007) ukuran perusahaan yang besar menunjukkan perusahaan mengalami perkembangan sehingga investor akan merespon positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Pangsa pasar relatif menunjukkan daya saing perusahaan lebih tinggi dibanding pesaing utamanya. Investor akan merespon positif sehingga nilai perusahaan akan meningkat. Ukuran Perusahaan sangat berpengaruh terhadap nilai perusahaan di suatu perusahaan. Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total asset yang di miliki oleh perusahaan. Dalam ukuran perusahaan terdapat tiga variabel yang dapat menentukan ukuran perusahaan yaitu total asset, penjualan, dan kapitalisasi pasar.
Faktor - faktor nilai perusahaan itu sendiri didalam penelitian ini diambil 3 variabel yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yaitu, ukuran perusahaan,leveragedan profitabilitas.
2.1.2 Ukuran Perusahaan
menunjukkan perusahaan mengalami perkembangan sehingga investor akan merespon positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Pangsa pasar relatif menunjukkan daya saing perusahaan lebih tinggi dibanding pesaing utamanya. Investor akan merespon positif sehingga nilai perusahaan akan meningkat. Ukuran Perusahaan sangat berpengaruh terhadap nilai perusahaan di suatu perusahaan. Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total asset yang di miliki oleh perusahaan. Dalam ukuran perusahaan terdapat tiga variabel yang dapat menentukan ukuran perusahaan yaitu total asset, penjualan, dan kapitalisasi pasar. Karena variabel itu dapat menentukan besarnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan dilihat dari total assets yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat dipergunakan untuk kegiatan operasi perusahaan. Adapun ukuran perusahaan dapat diukur dengan cara (Roumpiset al,2007):
SIZE=Ln(TotalAset)... (2)
dengan total aktiva perusahaan yang mengalami kenaikan dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah hutang perusahaan.
2.1.3 Leverage
Leverage adalah gambaran dari pemakaian utang oleh suatu perusahaan untuk membiayai operasional perusahaan. Pengelolaan leveragesangatlah penting karena tingginya penggunaanleverage dapat meningkatkan nilai perusahaan yang dikarenakan adanya perlindungan pajak. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya dengan modal sendiri. Semakin tinggi nilai rasio ini berarti modal sendiri semakin sedikit dibandingkan dengan hutangnya. Beberapa konsep teori struktur modal (leverage) yang dikemukakan para ahli, antara lain pendekatan tradisional, trade off theory, dan
pecking order theory.
1) Pendekatan Tradisional
2) Teori Trade-Off
Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang sebayak-banyaknya. Satu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya hutang, akan semakin tinggi kemungkinan (probabilitas) kebangkrutan. Sebagai contoh, semakin tinggi hutang, semakin besar bunga yang harus dibayarkan, kemungkinan tidak membayar bunga yang tinggi akan semakin besar. Pemberi pinjaman bisa membangkrutkan perusahaan jika perusahaan tidak bisa membayar hutang.
Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. Penelitian diluar negeri menunjukkan biaya kebangkrutan bisa mencapai 20% dari nilai perusahaan. Biaya tersebut mencakup dua hal:
1) Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi, biaya pengacara, biaya akuntan dan biaya lainnya yang sejenis.
2) Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan, perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara normal. Misal, supplier barangkali tidak akan mau memasok barang karena mengkhawatirkan kemungkinan tidak terbayar.
3) Pecking Order Theory
dalam penentuan struktur modal. Dalam kenyataan empiris, nampaknya jarang manajer keuangan yang berpikir demikian. Seorang akademisi, Donaldson (1961) melakukan pengamatan terhadap perilaku struktur modal perusahaan di Amerika Serikat. Pengamatannya menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai keuntungan yang tinggi ternyata cenderung menggunakan hutang yang lebih rendah. Secara spesifik, perusahaan mempunyai urutan preferensi dalam penggunaan dana. Skenario urutan dalamPecking Order Theoryadalah sebagai berikut ini.
a) Perusahaan memilih pendanaan internal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba (keuntungan) yang dihasilkan dari kegiatan peruahaan.
b) Perusahaan menghitung target rasio pembayaran didasarkan pada perkiraan kesempatan investasi. Perusahaan berusaha menghindari perubahan dividen yang tiba-tiba. Dengan kata lain, pembayaran dividen diusahakan konstan atau kalau berubah terjadi secara gradual dan tidak berubah dengan signifikan.
perusahaan akan menggunakan kas yang dipunyai atau menjual surat berharga.
d) Jika pendanaan eksternal diperlukan, perusahaan akan mengeluarkan surat berharga yang paling aman terlebih dulu. Perusahaan akan memulai dengan hutang, kemudian dengan surat berharga campuran (hybrid) seperti obligasi konvertibel dan kemudian barangkali saham sebagai pilihan terakhir.
Teori pecking order bisa menjelaskan kenapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang lebih kecil. Tingkat hutang yang kecil tersebut tidak dikarenakan perusahaan mempunyai target tingkat hutang yang kecil, tetapi karena mereka tidak membutuhkan dana eksternal. Tingkat keuntungan yang tinggi menjadikan dana internal mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi (Hanafi, 2011:313).
Rasio ini diproksi dengan Debt to equity ratio(DER). Debt to equity ratio (DER) merupakan perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri atau ekuitas dalam pendanaan perusahaan. Satuan pengukuran DER adalah dalam persentase Debt to equity ratio dirumuskan sebagai berikut (Sartono, 2009):
... (3)
sebuah perusahaan dengan asset yang tinggi namun risiko leveragenya juga tinggi, maka akan berpikir dua kali untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.
2.1.4 Profitabilitas
Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau pendapatan investasi. Semakin tinggi nilai rasio profitabilitas menunjukkan bahwa suatu perusahaan semakin efisien dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba (Kasmir, 2012:114). Beberapa jenis pengukuran rasio profitabilitas adalah : (Wiagustini, 2010:81).
1) Profit Margin
Mengukur laba yang dicapai dibandingkan dengan penjualan. Cara pengukuran rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
... (4)
2) Return On Total Assets / Return on Investment / Earning Power
hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan dalam perusahaan. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
... (5)
3) Return On Equity
Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri.Untuk memperoleh rasio ROE kita membadingkan pendapatan perusahaan setelah pajak dengan total ekuitasnya. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
... (6)
2.2 Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap suatu hasil penelitian yang kebenarannya harus diuji melalui penelitian secara empiris. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.2.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
memengaruhi nilai perusahaan. Ukuran perusahaan dapat terlihat dari total aset yang dimiliki oleh satu perusahaan. Ukuran perusahaan yang besar mencerminkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang baik sehingga meningkatkan nilai dari suatu perusahaan. Nilai perusahaan yang meningkat dapat ditandai dengan total aktiva perusahaan yang mengalami kenaikan dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah hutang perusahaan.
Penelitian dari Nuraina (2012) menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pernyataan tersebut juga didukung oleh beberapa peniliti seperti Maryam (2014), dan Prasetyorini (2013) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Pernyataan tersebut juga didukung oleh beberapa peniliti seperti Gill dan Obradovich (2012) menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai suatu perusahaan. Berdasarkan kajian teoritis, kajian empiris dan dasar logika, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
H1: Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan
2.2.2 PengaruhLeverageterhadap Nilai Perusahaan
di dukung oleh penelitian (Kouki dan Said, 2011). Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Cheng dan Tzeng (2011). yang menyatakan bahwa leverage
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Setiadewi (2014) menemukan bahwa leverage mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan kajian teoritis, kajian empiris dan dasar logika, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
H2:Leverageberpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaa
2.2.3 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Profitabilitas merupakan rasio yang dapat mewakili kinerja keuangan perusahaan, dimana meningkatnya kinerja keuangan perusahaan akan meningkatkan return yang akan di dapatkan oleh investor.. (Sudiyatno dan Puspitasari, 2010) menemukan bahwa kinerja perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, hal serupa ditemukan pula oleh (Yuniasih dan Wirakusuma ,2006).
Berdasarkan kajian teoretis, kajian empiris dan dasar logika, maka hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.