LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
REDESAIN MANDALA WISATA SAMUANTIGA
Oleh :
I MADE ARI SURYAWAN
1204205078
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
REDESAIN MANDALA WISATA SAMUANTIGA
Oleh :
I MADE ARI SURYAWAN
1204205078
Dosen Pembimbing: 1. Dr.Ir. Ida Ayu Armeli, MSi. 2. Ir.I Ketut Muliawan Salain,MT
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
TUGAS AKHIR REDESAIN MANDALA WISATA SAMUANTIGA
I MADE ARI SURYAWAN
1204205078 201
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK - JURUSAN ARSITEKTUR Jalan Kampus Bukit Jimbaran - Bali
(0361) 703384, 703320 Fax : 703384
www.ar.unud.ac.id
PERNYATAAN
Judul Tugas Akhir : Redesain Mandala Wisata Samuantiga
Nama : I Made Ari Suryawan
NIM : 1204205078
Program Studi : Arsitektur
Periode : Pebruari 2016
Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.
Denpasar, 20 April 2016
I Made Ari Suryawan
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya.
Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir yang berjudul “Redesain Mandala Wisata Samuantiga di Desa Bedulu, Kec. Blahbatuh, Kabupaten Gianyar,Bali” merupakan salah satu syarat untuk masuk ke Studio Tugas Akhir, sekaligus menyelesaikan pendidikan Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis diharapkan kritik dan saran pembaca yang sifatnya membangun dan memberikan masukan agar proses selanjutnya menjadi lebih baik. Dalam penulisan dan penyusunan Landasan Konseptual Seminar Tugas Akhir ini, penulis dibantu dan diberi dukungan oleh berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin ucapan terimakasih kepada:
1. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. Selaku Ketua Jurusan Arsitektur, Faultas Teknik, Universitas Udayana.
2. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP. selaku Dosen Koordinator Seminar Tugas Akhir, atas segala kebijakan yang telah diberikan.
3. Bapak Ir, I Nyoman Surata,MT. selaku Dosen Koordinator Tugas Akhir, atas segala kebijakan yang telah diberikan.
4. Ibu Dr. Ir. Ida Ayu Armeli,MSi.selaku Dosen Pembimbing I, atas segala bimbingan, saran, masukan dan ilmu yang telah diberikan. 5. Bapak Ir. I Ketut Muliawan Salain,MT.selaku Dosen Pembimbing II,
atas segala bimbingan, saran, masukan dan ilmu yang telah diberikan. 6. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT. Selaku dosen
ii 7. Bapak Dr. I Dewa Gede Agung Diasana Putra, ST., MT. Selaku dosen
penguji II
8. Ibu Ni Made Swanendri, ST., MT. Selaku dosen penguji III
9. Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar yang telah memberikan data-ata terkait.
10. Semua dosen yang ikut membantu dalam mata kuliah Seminar Tugas Akhir, teman-teman angkatan 2012, dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam proses penyusunan Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semoga Landasan Konseptual Seminar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bergunan sebagaimanamestinya.
Denpasar, 23 Juni 2016
Penyusun
iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan Pembahasan ... 4
1.4 Metoda Perancangan... 4
BAB II KONDISI EKSISTING ... 7
2.1 Tinjauan Wilayah Bedulu ... 7
2.2 Tinjauan Mandala Wisata Samuan Tiga... 9
2.1.1 Perkembangan Mandala Wisata Samuan Tiga Sebelum Dipugar ... 9
2.1.2 Lokasi Mandala Wisata Samuantiga ... 10
2.1.3 Luas dan Status Tanah ... 14
2.3 Tinjauan Objek Mandala Wisata Samuan Tiga ... 14
2.3.1 Kondisi Mandala Wisata Samuantiga Sebelum Dipugar... 14
2.3.2 Kondisi Mandala Wisata Samuantiga Setelah Dirubah ... 18
2.3.3 Besaran dan Fasilitas ... 20
2.3.4 Civitas Mandala Wisata Samuan Tiga... 20
2.3.5 Sistem Pengelolaan Dana ... 21
2.4 Evaluasi ... 21
2.4.1 Evaluasi Teknis ... 21
2.4.2 Evaluasi Fungsional... 24
iv
2.5 Simpulan ... 27
2.5.1 Keadaan Bangunan ... 27
2.5.2 Permasalahan ... 28
2.5.3 Potensi ... 29
2.6 Arah Pengembangan ... 29
BAB III PEMAHAMAN TERHADAP MANDALA WISATA SAMUAN TIGA... 31
3.1 Tinjauan Tentang Pariwisata... 31
3.1.1 Pengertian Pariwisata... 31
3.1.2 Jenis Pariwisata... 32
3.1.3 Fasilitas dan Pelayanan Pariwisata ... 33
3.1.4 Karakteristik Produk Pariwisata ... 34
3.2 Pariwisata Berkelanjutan ... 35
3.2.1 Pembangunan Berkelanjutan ... 35
3.2.2 Prinsip Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan ... 38
3.3 Pengelolaan Pariwisata ... 40
3.3.1 Pengertian Manajemen ... 40
3.3.2 Prinsip Dasar Pengelolaan Pariwisata ... 41
3.3.3 Metode Pengelolaan Pariwisata ... 42
3.3.4 Model Pengelolaan Pariwisata ... 43
3.4 Tinjauan Redesain Mandala Wisata Samuantiga... 45
3.5 Tinjauan Objek Sejenis ... 46
3.5.1 Bentara Budaya, (Ketewel,Gianyar)... 45
3.5.2 Objek Wisata Pura Taman Ayun, (Mengwi,Badung)... 48
3.5.3 Taman Budaya Bali/Art Center, (Denpasar) ... 51
3.5.4 Simpulan Objek Sekenis... 54
3.6 Spesifikasi Proyek Mandala Wisata Samuantiga... 55
3.6.1 Pengertian Redesain Mandala Wisata Samuantiga... 55
3.6.2 Fungai Mandala Wisata Samuantiga ... 55
3.6.3 Tujuan Mandala Wisata Samuantiga ... 55
v
3.6.5 Lingkup Pelayanan ... 56
3.6.6 Sistem Pengelola... 57
3.6.7 Lokasi ... 57
3.6.8 Fasilitas yang tersedia di Mandala wisata Samuantiga... 58
3.6.9 Klasifikasi Penataan Mandala Wisata Samuantiga... 58
3.6.10 Waktu Operasional ... 58
3.6.11 Sasaran Pelayanan ... 58
3.6.12 Sumber Pendanaan ... 58
BAB IV TEMA DAN PROGRAM ... 59
4.1 Tema Rancangan ... 59
4.1.1 Pendekatan Tema... 59
4.1.2 Penjabaran Tema ... 60
4.1.3 Perwujudan Tema ... 60
4.2 Program Fungsional... 61
4.2.1 Aktivitas... 61
4.2.2 Civitas dan Aktivitas... 62
4.2.3 Identifikasi Proses Kegiatan ... 64
4.2.4 Kebutuhan Ruang ... 68
4.2.5 Identifikasi Kapasitas Pelaku Kegiatan ... 68
4.3 Program Performansi ... 70
4.3.1 Pengunjung ... 71
4.3.2 Pengelola ... 73
4.3.3 Kesenian ... 75
4.3.4 Penunjang ... 75
4.3.5 Sifat dan Persyaratan Ruang ... 76
4.4 Program Arsitektural ... 83
4.4.1 Hubungan Ruang ... 94
4.4.2 Sirkulasi Ruang... 97
4.4.3 Organisasi Ruang ... 98
4.5 Program Tapak ... 99
4.5.1 Kondisi Eksisting Tapak ... 99
vi
BAB V KONSEP PERANCANGAN... 109
5.1 Konsep Perancangan Tapak ... 109
5.1.1 Konsep Entrance Pada Tapak ... 109
5.1.2 Konsep Zoning Pada Tapak... 113
5.1.3 Konsep Sirkulasi Pada Tapak ... 115
5.1.4 Konsep Pola Massa... 116
5.1.5 Konsep Bentuk dan Orientasi Massa ... 118
5.1.6 Konsep Ruang Luar ... 121
5.2 Konsep Perancangan Bangunan ... 125
5.2.1 Konsep Entrance Bangunan... 125
5.2.2 Konsep Sirkulasi Dalam Bangunan ... 126
5.2.3 Konsep Tampilan Bangunan... 128
5.2.4 Konsep Ruang Dalam ... 130
5.2.5 Konsep Struktur ... 132
5.2.6 Konsep Material... 135
5.2.7 Konsep Utilitas ... 137
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Peta Potensi Desa Bedulu... 8
Gambar 2.2 Peta Pulau Bali ... 11
Gambar 2.3 Peta Kabupaten Gianyar... 11
Gambar 2.4 Peta Desa Bedulu ... 11
Gambar 2.5 Peta Site Mandala Wisata Samuantiga... 11
Gambar 2.6 Site Mandala Wisata Samuantiga... 11
Gambar 2.7 Kondisi Site Mandala Wisata Samuantiga ... 12
Gambar 2.8 Batas Site Secara Keseluruhan ... 12
Gambar 2.9 Batas Utara Site... 13
Gambar 2.10 Batas Timur Site... 13
Gambar 2.11 Batas Selatan Site ... 14
Gambar 2.12 Batas Barat Site ... 14
Gambar 2.13 Kondisi Site ... 15
Gambar 2.14 Kondisi Eksisting Mandala Pura Samuantiga Sebelum Dipugar ... 15
Gambar 2.15 Proses Sirkulasi Wisatawan pada Mandala Wisata Samuantiga Sebelum Dipugar ... 16
Gambar 2.16 Lahan pada Site ... 18
Gambar 2.17 Kondisi pada Site ... 18
Gambar 2.18 Eksisting pada Site Secara Keseluruhan ... 19
Gambar 2.19 Eksisting Stage Indoor dan Ruang Hias ... 19
Gambar 2.20 Eksisting Stage Outdoor... 20
Gambar 2.21 Kondisi Fisik Teknis ... 22
Gambar 2.22 Kondisi Atap ... 22
Gambar 2.23 Kondisi Struktur ... 24
Gambar 2.24 Kondisi Interior ... 24
Gambar 2.25 Zona pada Site... 25
Gambar 2.26 Pengelompokan pada Site ... 25
Gambar 2.27 Sirkulasi pada Site... 26
Gambar 2.28 Simpulan... 27
Gambar 3.1 Stage Outdoor Bentara Budaya ... 46
Gambar 3.2 Ruang Pameran ... 46
Gambar 3.3 Sistem Pengajuan Proposal ... 48
Gambar 3.4 Parkir Taman Ayun ... 48
Gambar 3.5 Area Taman Ayun ... 49
Gambar 3.6 Wantilan Pura Taman Ayun ... 49
Gambar 3.7 Pedestrian ... 48
Gambar 3.8 Penanda ... 49
Gambar 3.9 Toilet ... 49
Gambar 3.10 Dapur... 49
Gambar 3.11 Lampu Taman ... 50
Gambar 3.12 Tempat Sampah... 50
Gambar 3.13 Sistem Pengelolaan ... 51
Gambar 3.14 Panggung Terbuka... 53
viii
Gambar 3.16 Panggung terbuka dan taman ... 53
Gambar 3.17 R. Pengelola dan Toilet ... 53
Gambar 4.1 Proses Kegiatan Pengunjung Secara Umum ... 65
Gambar 4.2 Proses Kegiatan Pengelola Secara Umum ... 67
Gambar 4.3 Proses Kegiatan Seniman ... 67
Gambar 4.4 Hubungan Ruang Fasilitas Pengunjung ... 94
Gambar 4.5 Hubungan Ruang Pengelola ... 94
Gambar 4.6 Hubungan Ruang Pedagang ... 95
Gambar 4.7 Hubungan Ruang Penunjang ... 95
Gambar 4.8 Sirkulasi Ruang ... 97
Gambar 4.9 Organisasi Ruang ... 98
Gambar 4.10 Kondisi Eksisting Tapak Sebelum Dipugar ... 99
Gambar 4.11 Kondisi Eksisting Tapak Setelah Dipugar ... 99
Gambar 4.12 Data Analisa BUA... 101
Gambar 4.13 Data Batas Site ... 102
Gambar 4.14 Hidrologi ... 103
Gambar 4.15 Topografi ... 103
Gambar 4.16 Vegetasi ... 104
Gambar 4.17 Iklim ... 105
Gambar 4.18 Trafiic ... 106
Gambar 4.19 Utilitas ... 107
Gambar 4.20 Kebisingan... 108
Gambar 5.1 Alternatif 1 Posisi Entrance Tapak... 110
Gambar 5.2 Alternatif 2 Posisi Entrance Tapak... 111
Gambar 5.3 Bentuk Main Entrance... 112
Gambar 5.4 Konsep Zoning Tapak ... 114
Gambar 5.5 Konsep Zoning Tapak ... 114
Gambar 5.6 Konsep Sirkulasi pada Tapak ... 115
Gambar 5.7 Alternative 1 Pola Massa... 116
Gambar 5.8 Alternative 2 Pola Massa... 117
Gambar 5.9 Konsep Pola Massa ... 117
Gambar 5.10 Alternative 1 Bentuk Massa ... 119
Gambar 5.11 Alternative 2 Bentuk Massa ... 119
Gambar 5.12 KonsepBentuk dan Orientasi Massa ... 120
Gambar 5.13 Konsep Pola, Bentuk dan Orinetasi Massa ... 121
Gambar 5.14 Konsep Konsep Parkir... 123
Gambar 5.15 Ilustrasi Suasana Landscape... 124
Gambar 5.16 Konsep Entrance Bangunan ... 126
Gambar 5.17 Konsep Sirkulasi Bangunan Pameran ... 127
Gambar 5.18 Konsep Tampilan Bangunan ... 129
Gambar 5.19 Konsep Tampilan Bangunan ... 129
Gambar 5.20 Konsep Tampilan Bangunan Utama ... 130
Gambar 5.21 Konsep Ruang Stage Outdoor ... 130
Gambar 5.22 Konsep Ruang Stage Indoor... 131
Gambar 5.23 Konsep Ruang Pameran ... 132
Gambar 5.24 Konsep Sub Struktur ... 133
Gambar 6.25 Konsep Super Struktur ... 134
ix
Gambar 5.27 Konsep Material ... 136
Gambar 5.28 Konsep Material Bangunan Utama ... 136
Gambar 5.28 Konsep Material Interior Ruang Pameran... 137
Gambar 5.29 Konsep Sistem Jaringan Listrik... 138
Gambar 5.30 Konsep Sistem Air Bersih ... 139
Gambar 5.31 Konsep Sistem Air Kotor Dapur ... 140
Gambar 5.32 Konsep Sistem Air Closet ... 140
Gambar 5.33 Konsep Sistem Air Hujan... 140
Gambar 5.34 Konsep Pengolahan Sampah ... 141
Gambar 5.35 APAR dan Springkler... 141
Gambar 5.36 Utilitas Penangkal Petir... 142
Gambar 5.37 Utilitas Sistem Komunikasi... 142
x DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kunjungan Wisatawan ke Bedulu... 8
Tabel 3.1 Kesimpulan Obyek Sejenis ... 54
Tabel 3.2 Fasilitas Mandala Wisata Samuantiga ... 58
Tabel 4.1 Civitas dan Aktivitas... 63
Tabel 4.2 Kebutuhan Ruang... 68
Tabel 4.3 Kapasitas Pengelola ... 69
Tabel 4.4 Kebutuhan Ruang Pengunjung... 71
Tabel 4.5 Kebutuhan Ruang Pengelola... 73
Tabel 4.6 Kebutuhan Ruang Kesenian... 75
Tabel 4.7 Kebutuhan Ruang Kesenian... 75
Tabel 4.8 Sifat dan Persyaratan Ruang ... 76
Tabel 4.9 Program Ruang ... 84
Tabel 4.10 Program Ruang Penunjang... 86
Tabel 4.11 Program Ruang Pengelola... 90
Tabel 4.12 Program Ruang Pelengkap... 93
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 1
BAB I
PENDAHULUAN
Bab pendahuluan dibagi menjadi empat sub bab dengan isi yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan serta metoda penulisan. Pembahasan menguraikan tentang faktor yang menjadi landasan perlunya ada perancangan.
1.1 Latar Belakang
Desa Bedulu merupakan salah satu Desa Adat yang berada di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Desa ini berbatasan dengan Desa Pejeng di sebelah utara, Desa Buruan di selatan, Desa Peliatan di timur dan Desa Bitra di sebelah barat. Desa Bedulu dalam peraturan daerah No 16 tahun 2016 mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gianyar 2012-2032 termasuk kedalam daerah Pendidikan dan Cagar Budaya.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 2
umumnya. Mandala Wisata ini adalah salah satu program pengembangan pariwisata di Bali pada era Presiden Soeharto karena Bali dianggap memiliki potensi yang besar dalam kepariwisataan dengan daya tarik Budaya yang dimiliki. Fasilitas yang disediakan yaitu berupa ruang Pameran, peragaan, stage indoordan stage outdoor.
Pada era awal dari Mandala Wisata Samuantiga ini mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung, letak mandala yang berada di jalur pariwisata tampaksiring-ubud mampu menjadi destinasi wisata yang baru dan mampu bersaing dengan destinasi wisata yang lain. Umumnya wisatawan yang datang dari kintamani dan tampaksiring akan berkunjung ke Mandala Wisata Samuantiga, para wisatawan akan disambut tarian penyambutan di dalam mandala akan disuguhkan peragaran-peragaan membatik dan menganyam, setelah itu terdapat pula ruang pameran dan suguhan tarian kecak,barong, dan legong. Wisatawan yang inggin membeli oleh-oleh atau beristirahat disediakan sovenir shop dan restoran, setelah selesai menikmati fasilitas yang disediakan wisatawan akan diajak berkeliling oleh ke Pura Samuantiga.
Mandala Wisata Samuantiga mampu menampung potensi-potensi yang ada di sekitaran Bedulu, seperti Tari Kecak Bedulu, Legong, Barong dan Rangda. Kesenian yang ada disekitaran Bedulu ditampilkan dan dilestarikan, untuk ruang pameran bekerja sama dengan Museum Purbakala yang terletak di Desa Pejeng untuk menampilkan sejarah yang ada di Bedulu, sovenir shop yang disediakan menjual patung-patung dari para pengerajin lokal yang berada disekiataran Bedulu.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 3
Kondisi pariwisata yang terus berkembang dan mulai munculnya destinasi wisata yang baru menyebabkan perubahan sektor pariwisata. Minimnya minat wisatawan mengenai wisata Budaya menyebabkan Mandala Wisata Samuantiga kalah bersaing dengan destinasi wisata yang lainya, sehingga setiap tahunya mandala wisata ini mulai minim pengunjung. Pihak pengelola yang bekerja sama dengan pihak investor tidak bisa mengoperasikan Mandala Wisata Samantiga dikarenakan tidak adanya pemasukan dana untuk biaya operasional. Pihak investor mulai meninggalkan dan menyerahkan pengelolaan mandala wisata kepada Dinas Pariwisata. Berdasarkan pertimbangan yang dilakukan pada tahun 1990 Mandala Wisata Samuantiga tidak dioperasikan, kondisi bangunan yang sudah tidak terawat dan material bangunan sudah rusak membuat beberapa bangunan yang sudah dianggap tidak layak dihancurkan.
Sisa Mandala Wisata Samuantiga adalah pada stage indoor dan stage outdoor sedangkan fasilitas lain seperti museum, bale, dan wantilan sudah dihancurkan. Kepengelolaan stage indoor dan stage outdor dikelola oleh pihak Dinas Pariwisata pada beberapa kesempatan disewakan untuk kepentingan rapat,kesenian, yoga, dharma pesraman dan latihan tari. Saat ini bangunan sisa stage indoor dna outdoor disewakan untuk aktivitas yoga dan rapat yang diadakan setiap 1 minggu sekali. Perawatan area mandala dilakukan oleh staff yang ditempatkan oleh Dinas Pariwisata untuk membersihkan dan merawat Mandala Wisata Samuantiga, stage indoor baru direnovasi pada struktur bangunan sehingga kondisi stage indoor masih baik untuk digunakan.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa permasalahan yang dapat dirumuskan terkait redesain Mandala Wisata Samuantiga, antara lain
A. Fasilitas yang diperlukan dalam Redesain Mandala Wisata Samuantiga ? B. Bagaimana merumuskan spesifikasi proyek, program-program ruang,
analisa tapak dan konsep perancangan desain yang digunakan ?
C. Bagaimana mewujudkan Mandala Wisata Samuantiga dengan fasilitasnya yang mampu menunjukan kulalitas dan kelebihan fasilitas dibandingkan fasilitas sebelumnya ?
D. Bagaimana menangani permasalahan yang ada di Mandala Wisata Samuantiga ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari Redesain Mandala Wisata Samuantiga adalah untuk membangun kembali fasilitas yang mampu mewadahi fungsi secara fisik maupun arsitektural dengan mengembangkan potensi yang ada disekitaran Bedulu dan menciptakan daya tarik bagi wisatawan serta mampu untuk mempertahankan kebudayaan baik dari segi kesenian dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
1.4 Metoda Perancangan
Metode yang digunakan dalam Redesain Mandala Wisata Samuantiga ini menggunakan metode perancangan Snyder dan Catanese (1989), dengan menerapkan five step of design atau proses perencanaan lima langkah yaitu memuat sejumlah langkah dan urutan pemecahan masalah dalam proses perencanaan. Terdapat lima langkah proses perancangan, yaitu:
1.4.1 Permulaan
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 5
belakang mengapa judul proyek ini perlu untuk diadakan dan kemudian dilakukan perumusah terhadap permasalahan yang muncul.
1.4.2 Persiapan
Tahap persiapan atau juga disebut penyusunan program adalah pengumpulan, menganalisis informasi tentang Mandala Wisata Samuantiga dari berbagai sumber yang didapatkan. Pada tahap ini yaitu melakukan pengumpulan data. Jenis-jenis data yang digunakan yaitu :
a. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh dari sumbernya, data primer dapat diperoleh melalui :
- Wawancara
Data diperoleh dengan mengadakan tanya jawab (wawancara) dengan pihak – pihak yang mengerti tentang potensi dan permasalah mengenai Redesain Mandala Wisata Samuantiga. Dalam hal ini melakukan wawancara dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar selaku pihak pengelola dan pengembangan Mandala Wisata, Kepala Desa Bedulu dan masyarakat yang pernah berperan aktif dalam Mandala Wisata Samuantiga
- Observasi dan Dokumentasi
Data diperoleh melalui pengamatan langsung ke lapangan (Mandala Wisata Samuantiga) dengan cara dokumentasi/foto. Data yang dicari seperti : data fisik tapak dan eksisting Mandala Wisata Samuantiga Bedulu.
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya dan telah dikumpulkan oleh pihak lain. Adapun cara yang dilakukan dalam mendapatkan data sekunder mengenai Mandala Wisata,yaitu :
- Studi literatur
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 6
- Data instansional
Yaitu dengan mencari data yang berhubungan dengan peraturan dan kebijakan baik nasional maupun daerah yang mempengaruhi dari Redesain Mandala Wisata Samuantiga
1.4.3 Pembuatan Usulan
Tahap pembuatan usulan merupakan tahapan penyampaian gagasan yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang telah dianalisa sebelumnya. Pada tahap ini juga sering disebut sintesis, yaitu memadukan serangkaian pertimbangan dari program, kondisi tapak, teknologi, estetika dan nilai dari perancangan Redesain Mandala Wisata Samuantiga.
1.4.4 Evaluasi
Tahap evaluasi merupakan gagasan yang dihasilkan oleh perancang pada tahao ini yaitu pembuatan usulan untuk permasalahan yang ada. Evaluasi atau penilaian dari usulan-usulan tersebut meliputi perbandingan, pemecahan masalaham rancangan yang terjadi di Mandala Wisata Samuantiga dengan sasaran kriteria yang dikembangkan pada tahap penyusunan program.
1.4.5 Tindakan
Tahap tindakan adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mempersiapkan dan melaksanakan suatu proyek, seperti menyiapkan dokumen kontruksi dan pemilihan kontraktor.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 7
BAB II
POTENSI DAN KONDIDI EKSISTING MANDALA WISATA
SAMUANTIGA
2.1 Tinjauan Wilayah Bedulu
Mandala Wisata Smauantiga terletak di Desa Bedulu termasuk dalam kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Provinsi Bali. terletak pada koordinat 115º 17' 448" Bujur Timur dan 8º 31' 770" Lintang Selatan dengan jarak 27 Km dari Kota Denpasar. Desa Pakraman Bedulu terdiri dari 5 banjar yaitu Br. Margabingung, Br. Tengah, Br. Batu-Lumbang, Br. Lebah dan Br. Gua. Batas Desa bedulu adalah sebagai berikut :
Utara : Hamparan sawah
Timur : Sungai Jurang yang airnya mengalir ke sungai Petanu Selatan : Pertemuan air sungai Jurang dan sungai Petanu dengan
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 8 Gambar 2.1 Peta Potensi Desa Bedulu
Potensi yang ada di daerah Bedulu dari segi kesenian terdapat Tari Kecak Bedulu, Legong, Barong dan Rangda, dari segi wisata terdapat objek wisata Goa Gajah, Yeh Pulu, Museum Purbakala di Pejeng. Kunjungan wisatawan ke tempat wisata yang ada di Bedulu setiap tahun mengalami peningkatan ini dapat dilihat dari data kunjungan wisata ke Bedulu. Dapat dilihat pada tabel 2.1
Tabel 2.1 Kunjungan Wisatawan ke Bedulu
Kunjungan Wisatawan Ke Obyek Wisata yang dikelola oleh pemerintah dan swasta Tahun 2011-2014
no Nama Objek Wisata
2011 2012 2013 2014
Asing Dom Asing Dom Asing Dom Asing Dom
1 Goa Gajah 155.682 36.987 190.002 62.739 200.896 52.559 242.498 43.920
2 Yeh Pulu 9.920 418 8.631 1.222 7.538 342 7.483 297
3 Museum
Arkeolog
- - - 1.259 14.363
Goa Gajah menjadi obyek wisata terbanyak yang dikunjungi setiap tahunya, peningkatan kunjungan wisatwan setiap tahun di Goa Gajah sebanyak 1,1%. Penataan Desa Bedulu sebagaimana diatur dalam peraturan daerah Gianyar
U
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 9 no 16 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTTW) Kabupaten Gianyar 2012-2032 Bedulu termasuk daerah Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan.
2.2 Tinjauan Mandala Wisata Samuan Tiga
2.2.1 Perkembangan Mandala Wisata SamuantigaMandala Wisata Samuan Tiga adalah tempat kunjungan wisatawan di daerah Bedulu, berdiri pada tahun 1970 keberadaaan mandala wisata ini berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Bali pada umumnya dan di Gianyar pada khususnya dengan konsep Cagar Budaya sebagai daya tarik pariwisatanya.
Latar belakang dibangunya mandala wisata ini adalah salah satu program pengembangan pariwisata pada era Soeharto. Bali dipilih karena dianggap memiliki potensi pariwisata dengan budaya sebagai medianya. Pemilihan lokasi di Gianyar karena memiliki potensi baik dari segi pariwisatanya dan kebudayaan, pengembangan wisata diutamakan pada Bali tengah dan Bedulu menjadi tempat paling ideal karena terletak dijalur pariwisata dan jalur sejarah.
Mandala Wisata Samuan Tiga dibangun dilahan pemerintah dan tanah milik Pura Samuan Tiga dengan luas lahan 80 are dan dikelola oleh pemerintah Gianyar dengan keterlibatan masyarakat Desa Bedulu. Sistem pegelolaannya adalah para pemandu wisata akan menjadwalkan kedatanganya dan akan dikordinasikan dengan pihak pengelola. Wisatawan yang sudah datang akan disambut dengan tarian khas Bali. Begitu memasuki area mandala wisata, wisatawan akan diajak berkeliling oleh pemandu wisata dan akan disuguhkan tarian kecak, legong, barong dll. Mandala Wisata ini terletak berdekatan dengan Pura Samuan Tiga, jika ada upacara pada area pura, mandala wisata ini tetap berjalan sebagaimana mestinya .
Area mandala wisata dibagi oleh jalan setapak pada bagian tengah, pada bagian timur jalan setapak terdapat open stage dan stage indoor yang berfungsi untuk melakukan kegiatan pementasan, sedangkan pada bagian barat jalan setapak terdapat pameran, perpustakaan, galery dan cafetaria sebagai area untuk penjualan sovenir.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 10 pengelolaan sehingga keadaan Mandala Wisata Samuantiga sekarang sudah tidak aktif. Fisik dari bangunan sudah dihancurkan terutama pada bagian timur karena tidak adanya kejelasan pihak pengelola mengenai perkembangan dari mandala wisata ini sehingga diratakan. Sedangkan pada bagian barat yaitu panggung indoor masih berdiri baru selesai direnovasi dan panggungout door tidak terawat dibeberapa bagian sudah mengalami kerusakan. Pada bagian selatan dari stage yang dulunya difungsikan sebagai restoran sekarang sudah diratakan dan hanya tersisa tembok-tembok pembatas restroran.
Rencana pengembangan Desa Bedulu sesuai yang diatur dalam Rencana Pembangunan Menengah Desa (RPJM 2013-2019) pada sektor pariwisata yaitu mendorong pengembangan dan meningkatkan kualitas kepariwisataan yang berbasis budaya. Sehingga perlu adanya wadah dari segi fisik dan arsitektural untuk menampilkan, mengembangkan dan mempertahankan budaya dan potensi yang ada didaerah Bedulu baik itu berupa kesenian,adat dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
2.2.2 Lokasi Mandala Wisata Samuantiga
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 11 Lokasi Mandala Wisata Samuan Tiga.
Gambar 2.6 Site Mandala Wisata Samuantiga
Gambar 2.2 Peta Pulau Bali Gambar 2.3 Peta Kabupaten
Gianyar
Gambar 2.4 Peta Desa Bedulu
Gambar 2.5 Peta Site Mandala Wisata
Samuantiga
U
Lokasi Mandala Wisata Tiga
dari Jln. Raya Bedulu
Br. Marga Binggung
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 12 Gambar 2.7 Kondisi Site Mandala Wisata Samuantiga
Pada kondisi setelah dialihfungsikan sebagai area parkir untuk Pura Samuan Tiga, pada bagian barat hanya terdapat stage indoor dan outdoor, sedangkan pada bagian timur site sudah diratakan. Kondisi topografi mandala wisata berada pada ketinggian 2 meter untuk area stage indoor dan outdoor dari jalan utama, sedangkan untuk area pada bagian barat berada pada ketinggian 2,5 meter dari jalan.
Gambar 2.8 Batas Site Secara Keseluruhan
Lokasi Mandala Wisata
Tiga dari Jln. Raya
Bedulu
Br. Marga Binggung
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 13 Batas-batas dari Mandala Wisata Samuan Tiga adalah sebagai berikut.
- Utara : Pura Samuan Tiga, Wantilan Pura, Br. Pekandelan. Pada bagian utara terdapat akses jalan utama menuju ke Mandala Wisata Samuantiga, kondisi dari jalan sudah diaspal dan pada jalan di depan pura sudah dipaving.
Gambar 2.9 Batas Utara Site Sumber : observasi 9 oktober 2015
- Timur : Pada area bagian timur batas dari mandala wisata adalah tanah kosong laba Pura Samuan Tiga dengan kondisi kontur yang berada lebih rendah dari Mandala Wisata.
Gambar 2.10 Batas Timur Site Sumber : Observasi 9 Oktober 2015
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 14 Gambar 2.11Batas Selatan Site
Sumber : Observasi 9 Oktober 2015
- Barat : Pada bagian barat terdapat koperasi UKM yang di kelola oleh pihak koperasi daerah Gianyar.
Gambar 2.12 Batas Barat Site Sumber : Observasi 9 Oktober 2015
2.2.3 Luas dan Status Tanah
Luas tanah yaitu 80 are, status tanah yang ditempati oleh Mandala Wisata Samuann Tiga merupakan tanah milik pemerintah dan sebagian adalah milik laba pura. Dengan rincian : 65 are milik laba pura dan 15 are milik Provinsi
2.3 Tinjauan Objek Mandala Wisata Samuan Tiga
2.3.1 Eksisting Mandala Wisata Samuan Tiga Sebelum Dipugar a. Kondisi Mandala Wisata Samuantiga Sebelum dipugarKondisi mandala wisata sebelum dipugar berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu tokoh pengelola yaitu sebagai berikut :
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 15 ruang pameran, bale benggong, wantilan, bale kul-kul, tembok relief dan bale penyimpanan barong dan rangda.
- Sedangkan pada bagian timur yang difungsikan sebagai stage pertunjukan indoor dan outdoor masih tetap berdiri tetapi tidak dirawat sehingga dibeberapa bagian bangunan mengalami kerusakan. - Pada bagian selatan stage dulunya difungsikan sebagai area restoran
dan MCK. Tetapi setelah mandala ini dinon-aktifkan bagian selatan diratakan dan kondisi sekarang menjadi lahan kosong yang ditumbuhi semak belukat.
Gambar 2.13 Kondisi Site
Gambar 2.14 Kondisi Eksisting Mandala Pura Samuantiga Sebelum Dipugar Area parkir
Area utama Mandala Wisata Samuantiga
Area penunjang
U
U
Ket
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 16 Gambar 2.15 Proses Sirkulasi Wisatawan pada Mandala Wisata Samuantiga Sebelum Dipugar
Sumber : Hasil Wawancara
- Proses penerimaan wisatawan akan diterima pada bagian barat wisatawan parkir pada area barat site, masuk menuju Mandala Wisata dan akan disuguhkan tarian penyambutan apabila wisatawan rombongan bus besar maupun bus mini. Wisatawan akan disuguhkan peragaan berupa kerajinan seperti menenun dan membatik. Pada area barat terdapat ruang pameran yang didalamnya berisi sejarah dan perjalanan dari Mpu Kuturan dan Gadjah Mada, wisatawan juga akan disuguhkan tarian kecak dan legong di stage outdoor dan apabila cuaca dan kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pertunjukan dioutdoorakan dipindahkan ke stageindoor. Setelah selesai menikmati suguhan diarea Mandala Wisata Samuantiga akan diajak berkeliling ke dalam Pura Samuan Tiga. Setelah selesai berkeliling di Pura akan dijemput oleh sopir di depan pura dan melanjutkan perjalanan kembali. b. Besaran
- Luasan Site adalah : 9000m2atau 90 are
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 17 c. Sarana dan Prasarana
Selain fungsi utama terdapat pula sarana seperti pelinggih, parkir dan toilet. Pada bagian selatan stage indoor terdapat restoran yang difungsikan untuk melayani kebutuhan wisatwan untuk kuliner makanan khas daerah Bali, terdapat juga rest area yang difungsikan untuk area teduh wisatawan setelah lelah berkeliling atau hanya sekedar beristirahat. Terdapat akses pada selatan site yang bisa difungsikan sebagai sarana side entrance untuk service dan jalur pemadam kebakaran.
d. Kondisi Bangunan
Kondisi bangunan pada masa bangunan masih berdiri menurut hasil wawancara kondisi bangunan tidak memberikan kenyaman kepada para civitas seperti.
- Dimensi bangunan yang kurang ideal sehingga civitas pada bangunan terasa sempit dan tidak nyaman.
- Material bangunan yang mudah rusak seperti penggunaan kolom dari bahan kayu seseh yang sangat mudah dimakan rayap
- Kurangnya area privasi wisatan untuk sekedar mengobrol dan bersantai - Kurang proporsinya bangunan dari segi ketinggian sehingga kurangnya
kenyaman dalam beraktivitas di dalam bangunan
- Kurangnya toilet sebagai fasilitas service pada bangunan, peletakanya yang jauh dari fasilitas utama dan kurangnya jumlah dari toilet sehingga tidak mampu memberikan rasa nyaman terdapat civitas.
e. Penggunaan Lahan dan bangunan
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 18 2.3.2 Kondisi Mandala Wisata Samuantiga Setelah Dirubah
Setelah mandala wisata samuantiga tidak dioperasikan bangunan yang sudah tidak layak untuk dipertahankan dihancurkan. Bangunan yang masih dipertahankan yaitu stage indoor danstage outdoor. Kondisi mandala wisata saat inii yaitu.
Batas mandala wisata samuan tiga adalah sebagau berikut.
- Utara : Jalan Raya bedulu
- Timur : Tanah kosong
- Selatan : Rumah Warga
- Barat : Tanah kosong
Gambar 2.17 Kondisi pada Site Sumber Observasi 9 Oktober 2015
Stage outdoor
Stage indoor
Tanah Kosong
U
U
Ket
Bangunan Area Terbuka
Area Parkir
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 19 Gambar 2.18 Eksisting pada Site Secara Keseluruhan
Gambar 2.19 Eksisting Stage Indoor dan Ruang Hias
U
Stage Indoor
Lahan Kosong Stage Outdoor
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 20 Gambar 2.21 Eksisting Stage Outdoor
2.3.3 Besaran dan Fasilitas
Luas area mandala wisata adalah 80 are atau 8000m2, dengan perincian dari fasilitas bangunan yang masih berdiri adalah sebagai berikut :
- Stage Indoor dengan ukuran 20m x 20m = 400m21 unit - Stage outdoor dengan ukuran 18m x 18m= 324m2 1 unit - Ruang hias pada stage indoor 4,5m x 4,5m = 20,25m
- Sisa dari areal adalah tanah kosong dikarenakan sudah diratakan oleh pihak pengemong Pura Samuan Tiga dan dialihfungsikan sebagai lahan parkir.
2.3.4 Civitas Mandala Wisata Samuan Tiga
Civitas pada Mandala Wisata samuan tigas terdiri dari pengelola dan pengunjung . - Pengelola
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 21 desa bedulu yang ikut berperan dalam pengelolaan mandala wisata dibawah kordinasi Kepala Desa.
- Pengunjung
Pengunjung adalah wisatawan yang berkunjung ke Mandala Wisata untuk menikmati hiburan yang disajikan.
- Seniman
Seniman adalah para penari dan pengerajin yang akan mementaskan tarian kecak, barong, pendet, membatik dan menganyam.
2.3.5 Sistem Pengelolaan dana
Sistem pengelolaan Mandala Wisata Samuantiga adalah pengelolaanya diatur oleh pemerintah dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Pada mandala wisata ini disediakan fasilitas - fasilitas seperti stage, ruang pameran dan souvenir shop dari setiap wisatawan yang berbelanja akan langsung bertransaksi di souvenir shop yang sudah disediakan dan jumlah dari wisatawan bertransaksi akan dijumlahkan secara menyeluruh, jumlah dari keseluruhan transaksi wisatawan beberapa persen akan diberikan ke pelaku wisata/guide sebagai bentuk timbal balik tetapi timbal balik ini tidak dibayarkan secara langsung melainkan akan dibayar setiap bulan.
2.4 Evaluasi Mandala Wisata samuan Tiga
Evaluasi Purna Huni yang ditekankan pada faktor evaluasi teknis dan evaluasi fungsional. Evaluasi purna huni menggunakan metode observasi. Tujuam dari evaluasi ini adalah menentukan bangunan yang layak untuk dipertahankan dan digunakan.
2.4.1 Evaluasi teknis a. Tembok Bagian Luar
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 22 indoor kondisinya masih dalam keadaan baik dan relief yang terukir pada bagian tembok masih terlihat jelas dan keadaanya masih baik hanya perlu pembenahan di beberapa titik seperti pada bagian yang bersinggungan langsung dengan tanah mengalami kerusakan. Sedangkan untuk tembok bagian luar bangunan seperti pembatas antar bangunan dan candi bentar padastage outdoormasih dalam keadaan baik.
Gambar 2.21Kondisi Fisik Teknis
Sumber Observasi 9 Oktober 2015
b. Atap
Pada bagian atap terutama pada bagian Stage Indoor kondisi atap masih dalam keadaan baik karena baru megalami perbaikan 6 bulan lalu. Dari segi bentuk atap yang unik dapat mencirikan dari keberadaaan stage indoor ini sendiri, terdapat fentilasi pada bagian atas selain difungsikan sebagai fentilasi juga sebagai tempat masuknya cahaya alami sehingga pada siang hari suasana di dalam stage Indoor terasa tidak gelap ini juga berpengaruh terhadap pengehamat energi pada siang hari.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 23 c. Struktur
Struktur bagian samping ditopang dengan beton bertulang yang masih kuat, dengan finishing bata merah halus, dibeberapa titik pada bagian bata terdapat relief-relif kuno yang dipahat oleh I Gusti Nyoman Lempad tetapi sudah ada yang keropos, sedangkan pada penutup lantai pada bagian ekterior dari panggung ini banyak yang sudah terlepas.
Gambar 2.23 Kondisi Struktur Sumber Observasi 9 Oktober 2015
d. Lapisan penutup bagian dalam/Penyelesaian Interior
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 24 bata pada bagian dinding bangunan sedangkan pada bagian atap ditutup dengan kalsiboard warna putih.
Gambar 2.24 Kondisi Interior Sumber Observasi 9 oktober 2015
2.4.2 Evaluasi Fungsional
a. Zoning
Berdasarkan hasil survei dan wawancara pengelompokan ruang dan fasilitas bangunan sebelum Mandala Wisata diubah adalah menyebar yaitu pada zona parkir diletakan pada barat site, zona utama diletakan pada tengah site dengan pola menyebar sesuai dengan kelompok aktivitas, zona penunjang seperti restoran diletakan berdekatan dengan zona utama sedangkan untuk zona pengelola berada berdekatan dengan zona utama dan zona service seperti genzet dan tempat penyimpanan air diletakan didekat parkir.
Gambar 2.25 Zona pada Site Zona
service dan parkir
Zona
utama Zona
pengelola
Zona Penunjang
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 25 b. Pengelompokan
Pada area Mandala Wisata Samuantiga sebelum dinon-aktifkan fungsi-fungsi utama seperti ruang pameran, ruang pajang dan perpustakaan diletakan dalam satu kelompok yang berkaitan satu dengan yang lainya, sedangkanya fungsi utama yang lain yaitu stage indoor dan outdoor berdekatan satu sama lain karena memiliki fungsi yang sama yaitu untuk pementasan. Pola menyebar memberikan massa bangunan banyak dan menyebar.
Gambar 2.26 Pengelompokan pada Site
c. Sirkulasi
Sirkulasi parkir di mulai dari bagian barat site, wisatawan akan akan parkir kendaraan pada bagian parkir di timur site dan akan diarahkan masuk ke dalam site melewati candi bentar. Sesampainya didalam wisatawan akan disuguhkan demontrasi-demontrasi kerajinan tradisonal seperti anyaman dan lukis batik. Pada area ini wisatawan juga akan diarahkan ke ruang pameran yang disediakan oleh pihak pengelola, untuk wisatawan yang disuguhkan atraksi kecak akan diarahkan ke arah timur yaitu di stage yang sudah disediakan. Setelah selesai melakukan aktivitas wisatawan akan diajak kembali ke area parkir dan meninggalkan lokasi.
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 26 Gambar 2.27 Sirkulasi pada Site
2.4.3 Evaluasi Prilaku
Aspek prilaku menghubungkan kegiatan pemakai dengan lingkungan fisiknya. Evaluasi prilaku dapat diartikan sebagai bagaimana kesejahteraan sosial dan psikologis pemakai dipengaruhi oleh rancangan bangunan. Permasalahan yang muncul dari segi psikologis ditemukan terhadap wisatwan yang menikmati fasilitas Mandala Wisata Samuantiga yaitu dimensi bangunan yang tidak sesuai dengan kapasitas dari wisatawan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak bisa menciptakan ruang yang baik, tidak sesuainya dimensi bangunan dengan ketinggian bangunan ini tentunya menciptakan kesan ruang yang sempit dan menekan tentunya ini berdampak terhadap psikologis civitas dalam ruang menimbulkan rasa tidak nyaman, risih dan tidak bisa menikmati apa fasilitas yang ada, kurangnya area privasi dan material rusak yang tidak dierbaiki tentunya memberikan pandangan yang buruk terhadap wisatawan. Dari segi kesejahteraan sosial yang dirasakan oleh pelaku pariwisata dan pengelola yaitu bagaimana kondisi bangunan yang tidak menimbulkan daya tarik karena tidak mengalami pembaharuan sesuai dengan perkembangan dan permintaan pasar yang ada hal ini tentunya menimbulkan kesenjangan dari segi pelaku pariwisata untuk berkunjung membawa wistawan ke Mandala Wisata Samuantiga.
Bangunan
Area Terbuka
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 27 2.5 Simpulan
2.5.1 Keadaan Bangunan
Dari kondisi eksisting yang ada pemanfaatan bangunan berupa stage indoor dan stage outdoor bisa dipertahankan dengan fungsi bangunan bisa menunjang untuk aktivitas di Mandala Wisata Samuantiga yaitu civitas pertunjukan. Dari segi zoning dan penempatan bangunan yang diletakan pada bagian barat menjadikan zoning dari Mandala Wisata sangat jelas dimana pada bagian barat dari site diletakan bangunan dengan fungsi pertunjunkan dan pelayanan seperti restoran.
Gambar 2.28 Simpulan Sumber Observasi 9 oktober 2015
2.5.2 Permasalahan
Berikut adalah permasalahan dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan yang ada di Mandala Wisata Samuantiga antara lain :
Pada bagian ini bangunan sudah diratakan dan dialihfungsikan sebagai parkir Pura Samuantiga. Pada zona ini akan diletakan
fungsi bangunan utama dari Mandala Wisata Samuantiga
Pada zona bangunan berupastage indoordanoutdoormasih bisa digunakan untuk kepentingan fungsi dan
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 28 a. Permasalah Teknis
- Area bangunan untuk medukung dari fungsi bangunan masih kurang ini dikarenakan karena pada area lain bangunanya sudah diratakan dan dialih fungsikan sebagai lahan parkir.
- Dimensi ruang yang tidak sesuai dengan kapasitas yang ada.
- Ketinggian bangunan yang tidak sesuai dengan proporsi dan kenyaman civitas.
- Penerangan pada bangunan sebaiknya memaksimalkan pencahayaan alami.
- Pada bagian penutup bagian samping diperbanyak menerapkan material-material yang memperkuat kesan arsitektur lokal.
Solusi Permasalahan Teknis
- Pada area yang diratakan akan dibangun fungsi-fungsi utama seperti ruang pameran, peragaan, perpustakaan untuk mendukung dari Mandala Wisata Samuantiga.
- Menyesesuaikan dimensi dan besaran ruang dari kapasitas dari Mandala Wisata Samuantiga untuk menentukan besaran bangunan.
- Tampilan bangunan hendaknya bisa mencerminkan arsitektur lokal yang ada untuk menciptakan daya tarik bagi wisatwan dan pelaku pariwisata. b. Permasalahan Fungsional
- Perlu adanya pengelompokan dan zona-zona yang fungsi bangunanya saling mendukung dan berkaitan.
- Perlu adanya penataan ruang parkir dan sirkulasi dari kendaraan.
- Kurang adanya keterkaitan antar hubungan dasi masing-masing fungsi bangunan
- Kurang adanya fasilitas toilet. Solusi Permasalahan Fungsional
Redesain Mandala Wisata Samuantiga | 29 - Peletakan parkir sesuai dengan zona dan hubungan ruang.
- Penambahan fasilitas toilet. c. Permasalah Prilaku
- Tidak adanya organisasi pengelolaan yang jelas - Bangunan yang tidak mengikuti dari perubahan pasar
- Fasilitas yang disediakan tidak menimbulkan daya tarik wisatawan Solusi Permasalahan Prilaku
- Perlu adanya struktur organisasi yang jelas
- Menambahkan fasilitas dan peremajaan bangunan yang bisa menciptakan daya saing.
2.5.3 Potensi
Simpulan dan potensi yang ada pada Mandala Wisata Samuantiga.
a. Letak Mandala Wisata yang strategis yaitu dijalur pariwisata tampaksiring dan ubud.
b. Keberadaan Mandala Wisata Samuantiga dapat menjadi nilai tambah dari perkembangan wisata yang ada disekitarnya seperti Goa Gajah, Pura Samuan Tiga, dan Museum Arkeolog.
c. Adanya dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dalam pengembangan Mandala Wisata Samuan tiga.
2.6 Arah Pengembangan
Arah pengembangan dan peningkatan Mandala Wisata samuan Tiga dapat dilakukan dengan beberapa hal sebagai berikut.
a. Pembangunan kembali Mandala Wisata Samuan Tiga dengan sebagai wadah dalam menampilkan, mengembangkan dan melestarikan kebudayaan yang ada di Bedulu