• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN. GEREJA StMARIA PALEMBANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN. GEREJA StMARIA PALEMBANG"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

• ««-r

PENERAPAN

akuntabilitas dantransparansi

TERHADAP

PELAPORAN

KEUANGAN

GEREJA

StMARIA

PALEMBANG

Skiipsi

Oleh

:

ilVKA

ANAKUSUMA

WARDAN1

01091003085

Akuntansi

Diajukan

Sebagai

Salah

Satu

Syarat

Untuk

Meraih

Gelar

Sarjana

Ekonomi

KEMENTRIAN

PENDIDIKAN

DAN

KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS

SRIWIJAYA

FAKULTAS

EKONOMI

(2)

/€?rr

<?n

PENERAPAN

akuntabilitas dan transparansi

TERHADAP

PELAPORAN

KEUANGAN

GEREJA

St.MARIA

PALEMBANG

Afm

if

17+

X

<£%

i

— ... ^" £c' Z *~ ,u*-A Id^ATPFKGft.g-2^

Skripsi

Oieh:

UOCA

ANAKUSUMA

WARDANI

01091003085

Akuntansi

Diajukan

Sebagai

Salah

Satu

Syarat

Untuk

Meraih

Gelar

Sarjana

Ekonomi

KEMENTRIAN

PENDIDIKAN

DAN

KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS

SRIWUAYA

FAKULTAS

EKONOMI

2013

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN UJIANKOMPREHENSIF

. s

PENERAPAN AKUNTABILITASDANTRANSPARANSI TERHADAP PELAPORANKEUANGAN

GEREJAST.MARIAPALEMBANG

Disusunoleh :

:InkaAnakusumaWardani :01091003085

:Ekonomi : Akuntansi

: Akuntansi SektorPublik Nama Mahasiswa

NIM Fakultas Jurusan

BidangKajian/Konsentrasi

Disetujuiuntuk digunakandalamujian komprehensif

TanggalPersetujuan DosenPembimbing

Tanggal

:$$>

/

/

O

Ketua: Drs.Burhanuddin,MAcc., Ak NIP. 195808281988101001 Tanggal Anggota : H. Aspahani, S.Ej, M.M., Ak NIP: 196607041992031004 ii

(4)

LEMBARPERSETUJUAN SKRIPSI

PENERAPANAKUNTABILITASDANTRANSPARANSI TERHADAPPELAPORANKEUANGAN

GEREJAST.MARIAPALEMBANG DisusunOleh :

InkaAnakusumaWardani

01091003085

Ekonomi Akuntansi

Akuntansi SektorPublik Nama

NIM Fakultas Jurusan

BidangKajian/Konsentrasi

• Telah diuji dalam ujian komprehensifpadatanggal 18 Desember2013 dan telah memenuhi syaratuntukditerima.

PanitiaUjianKomprehensif Inderalaya, 18Desember2013

Ketua, Anggota, Anggota,

Drs. Burhanuddin,M.Acc!7Ak. NIP. 195808281988101001

Hj. RinaTjzjidrakiranaDP,S.E., M.M.,Ak

NIP:196503111992032002

H. DewaSaputra,S.E.,M.M.,Ak NIP. 196312271992031004

Mengetahui, KetuaJurusanAkuntansi;

AhmaaSubekiSEJMM,Ak NIP.196508161995121001

(5)

SURATPERNYATAANINTEGRITASKARYA ILMIAH

Yangbertandatangandi bawahini:

NamaMahasiswa : InkaAnakusumaWardani : 01091003085

NIM

: Akuntansi

: AkuntansiSektorPublik : Ekonomi

Jurusan BidangKajian Fakultas

menyatakandengansesungguhnyabahwa Skripsi yangberjudul:

Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan Gereja St.MariaPalembang

Pembimbing : Ketua

Anggota

TanggalUjian : 18 Desember2013

: Drs.Burhanuddin,M.Acc.,Ak. : H. Aspahani,S.E.,M.M.,Ak.

adalah benar hasil karya Saya sendiri. Dalam skripsi ini tidak ada kutipan hasil karyaoranglainyangtidakdisebutkansumbernya.

Demikianlahpernyataanini Sayabuat dengan sebenarnya, danapabilapernyataan Saya ini tidak benar dikemudian hari, Saya bersedia dicabut predikat kelulusan dangelarkesarjanaan.

Inderalaya, 18 Desember2013 Pembuat Pernyataan,

InkaAnakusuma Wardani NIM. 01091003085

(6)

KATAPENGANTAR

Puji syukur kepadaAllah SWT atas rahmatdan karunia-Nyasehinggasaya dapat menyelesaikan penelitian dan skripsi yang berjudul “Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan Gereja St.Maria Palembang”. Skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih derajat sarjana Ekonomi program Strata Satu (S-l) Fakultas EkonomiUniversitas Sriwijaya.

Skripsi ini membahas mengenai pelaporan keuangan padagerejaSt.Maria Palembang apakah sudah akuntabel dan transparan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selama penelitian dan penyusunanskripsiini,penulistidakluputdariberbagai kendala.Kendalatersebut dapat diatasi berkat bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Penulisinginmenyampaikanterimakasih kepada:

1. Bapak Drs. Burhanuddin, M.Acc., Ak, selaku Pembimbing Skripsi I dan Bapak H. Aspahani, S.E., M.M., Ak, selaku Pembimbing Skripsi II yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran umtuk membimbing sertamemberikan sarandalam menyelesaikan skripsiini.

2. Bapak Ahmad Subeki, S.E., M.M., Ak, selaku Ketua Jurusan Akuntansi FakultasEkonomiUniversitas Sriwijaya.

3. Bapak Mukhtaruddin, S.E., M.Si., Ak, selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi UniversitasSriwijaya.

4. Bapak H. Dewa Saputra, S.E.,M.M.,Ak, selaku dosen penguji yang telah membantumemberikankritikdan saran.

5. Ibu Hj. Rina Tjandrakirana DP, S.E., M.M., Ak, selaku dosen pembimbing penggantiyangtelahmemberikanbanyakmasukan.

6. P. EmmanuelB SedePr,selakuEkonomatKeuskupan AgungPalembang 7. Keluarga saya;Ibu Prapti Astuty Lestari dan Adik Wihelmus Vinaldo

Wibowo yang senantiasa mendukung dan mendoakan saya agar skripsi ini bisaterselesaikandenganbaik.

(7)

8. Teman satu angkatan Akuntansi 2009 yang selalu memberikan kritik, saran, dukungan,bantuan,dandoadalamhal pembuatanskripsi saya.

9. Teman berbagi suka dan duka : M. Alman, Yordi Rizki Himawan, Kemas Muhammad Luthfi, Muhammad Ramadani Anefin yang selalu ada dalam situasi apapun

10. Teman-teman terbaik : Bunga Tiara Rastanti, Nadia Hanim, Ria Kemala Dewi,AndinaPrastiwi, Riani Ayu Anggraini, SeftiaraMaulidaRachmi,Reni Dwi Avianti, Rizky Kusuma Damayanti, Icha Fauziah yang selalu hadir untuk memberikan dukungan, bantuan, serta doa agar skripsi ini bisa terselesaikan.

11. Teman-temanBelisario Choir : Adinda Karima, Zelika Najmina Alinda, M. Syarif Hidayatullah, Zulkifli Ramadhan, Nadia Amelia Hutagalung untuk semuadukungandan penghiburan selamaini

12. Sony Julliandre Lumbanbatu yang selalu menemani, mendukung dan memberikansemangatdalam situasiapapun.

13. Dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini. Terimakasih karenatelah membantu memberikan dukungan dan doahingga skripsi inidapatterselesaikan.

Penulis sadar bahwa di dalam penelitian dan penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis berharap kritikjuga saran

dari segalapihakagarskripsi inibisalebihbaik.

Inderalaya, 18Desember2013

Inka akusumaWardani NIM.01091003085

(8)

ABSTRAK

PENERAPAN

AKUNTABILITAS

DAN

TRANSPARANSI

TERHADAP

PELAPORAN

KEUANGAN

GEREJA

ST.

MA

RIA

PALEMBANG

Oleh:

InkaAnakusumaWardani

Dalam penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba terdapat empat kepentingan yaitu : Akuntabilitas, Manajemen, Transparansi dan Keseimbangan Antar Generasi. Untuk menganalisis akuntabilitas suatu laporan keuangan maka harus dibandingkan dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Khusus untuk pelaporan keuangan Organisasi Nirlaba diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.45. Berdasarkan karakteristik Gereja St.Maria yang merupakan rumah ibadah dan termasuk dalam organisasi nirlaba, maka penyusunan laporan keuangannya disarankan sesuai dengan PSAK No.45. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntabilitas dan transparansi terhadappelaporan keuangan Gereja St.Maria. Penelitian mengambil lokasi di Gereja St.Maria Palembang. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu format laporan keuangan Gereja St.Maria berupa laporan kas dan anggaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pelaporan keuangan Gereja St.Maria belum cukup memenuhi standar akuntansi yangberlakuumum.

Katakunci:OrganisasiNirlaba,PSAKNo.45, Akuntabilitas

(9)

ABSTRACT

APPLICATIONOFACCOUNTABILITYANDTRANSPARENCY ABOUTANNUALREPORT OFGEREJAST.MARIA

PALEMBANG

By: InkaAnakusumaWardani Drs.Burhanuddin,M.Acc,Ak

H.Aspahani, SE,M.M,Ak

Therearefourinterestinpreparinganannualreportofnon-profitorganizations: Accouniability, Management, Tranparency, and inter-generational balance. To analyze the accountability ofan annual report should be compared with the generally accepted accounting standards. Especiallyforfinancial reporting of non-profit organization, was regulatedin Pernyataan StandarAkuntansiNo.45. Based on the characteristics ofGereja St.Maria that inclouded in non-profit organizations, the annualreportshouldberegulatedasPSAKNo.45. Thisstudy was aimed to determine the application ofaccountability and transparency of Gereja St.Maria annual report. The research tookplace at Gereja St.Maria Palembang. The data used in this study is secondary data by using cashflow statement and budgeting report ofGereja St.Maria The method that used is descriptive qualitative. Based on the analysis that has been done shows that annual report of Gereja St.Maria not sufficient to meet generally accepted accountingstandards.

(10)

RIWAYAT HIDUP

NamaMahasiswa : InkaAnakusumaWardani : Perempuan

: Palembang/22Juli 1991 : Katolik

: BelumMenikah

: Perum. Bukit Sejahtera Blok ER.03 Rt.81 Rw.23 Palembang : [email protected] JenisKelamin Tempat/TglLahir Agama Status AlamatRumah AlamatE-mail Pendidikan Formal : 1. SDXaverius4Palembang(1997-2003) 2. SMPXaverius 1 Palembang (2003-2006) 3. SMAXaverius 1 Palembang (2006-2009)

Pendidikan Non Formal : 1.LBPPLIAPalembang(2010)

Pengalaman Organisasi :

1. AnggotaDivisiHubunganLuarIkatanMahasiswaAkuntansiUniversitas Sriwijaya(2010)

2. BendaharaUmumPaduan SuaraMahasiswaUniversitas Sriwijaya(2010) 3. KetuaDivisiHubunganLuarIkatanMahasiswaAkuntansiUniversitas

Sriwijaya(2012)

(11)

i UPTPERPUSTAKAAN i UNIVERSITAS SR!’.'.)..‘AVA

NO.

DAFTAR:

140076

TAMGGAL

IfJ

JAN

2014

DAFTARISI

Halaman i SAMPULDALAM

HALAMANPERSETUJUANUJIANKOMPREHENSIF 11

•••

111

HALAMANPERSETUJUANSKRIPSI

HALAMANPERNYATAANINTEGRITASKARYAILMIAH IV

KATAPENGANTAR v ABSTRAK Vll • • • VIII ABSTRACT ix RIWAYATHIDUP DAFTARISI

DAFTARTABEL XIII

xiv DAFTARGAMBAR DAFTARLAMPIRAN xv BABI PENDAHULUAN 1 1.1. LatarBelakang 1 1.2. PerumusanMasalah 9 1.3. TujuanPenelitian 1.4. ManfaatPenelitian 9 9 1.5. MetodePenelitian 10

1.5.1.RuangLingkupPenelitian 10

1.5.2.RancanganPenelitian 1.5.3. SumberData... 11 11 1.5.4.TeknikAnalisis 12 1.5.4.1.TahapPra-Lapangan... 1.5.4.2.Tahap PekerjaanLapangan

12

12

(12)

13 1.5.4.3.TahapPemeriksaanKeabsahanData

1.5.4.4.TahapAnalisisData... 1.6 SistematikaSkripsi...

14

16

17 BABH LANDASANTEORI DANTINJAUANPUSTAKA

17

2.1. LandasanTeori ... 2.1.1.TeoriDana(FundTheory)...

2.1.2.TeoriAgensi ... 2.2. TinjauanPustaka ... 2.2.1.PengertianDanadan AkuntansiDana...

2.2.1.1.KesatuanAkuntansi Dana... 2.2.1.2.JenisDanadanKelompokRekening... 2.2.1.3.PersamaanAkuntansiDana... 2.2.1.4.BasisAkuntansi danFokusPengukuran 2.2.2.Akuntansi SektorPublik...

17 19 22 22 24 26 27 28 31 35 2.2.3.Akuntabilitas 2.2.3.1.Dimensi Akuntabilitas 35 2.2.4.Transparansi... 2.2.4.1.DimensiTransparansi... 2.2.5.Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan No.45 (PSAKNo.45)...41

2.2.5.1.LaporanPosisi Keuangan 2.2.5.2.LaporanAktivitas... 2.2.5.3.LaporanArus Kas... 2.3. PenelitianTerdahulu ... 2.4. KerangkaPemikiran ... 39 39 44 45 47 47 50 xi

(13)

52

BABIIIGAMBARANUMUM

52 3.1. GambaranUmum

52 3.1.1.Sejarah SingkatGerejaSt.Maria

3.1.2.BangunanGerejaSt.Maria... 3.1.3.Perkembangan GerejaSt.Maria.

53 54

57

BABIVHASILPENELITIANDANPEMBAHASAN

57 4.1. HasilPenelitian

64 4.2. Pembahasan

66 4.2.1. LaporanPosisi Keuangan ...

4.2.2. LaporanAktivitas... 4.2.3.LaporanArusKas... 4.2.4.CatatanAtasLaporanKeuangan

68

72

76

BAB

V

KESIMPULAN

DAN

SARAN

78

5.1. Kesimpulan... 5.2. Implikasidan Saran.... 5.3. KeterbatasanPenelitian 78 79 80 DaftarPustaka 81 Lampiran-lampiran 83 xii

(14)

DAFTARTABEL

Halaman Tabel 1.1. DaftarGerejaKatolikdiKotaPalembang...

Tabel4.1. AnalisisPerbandinganLaporan KeuanganGereja St.Maria DenganPSAKNo.45...

7

58

(15)

DAFTARGAMBAR

Halaman Gambar2.1.KerangkaPemikiran...

Gambar4.1.ProsesPenyusunanLaporanKeuangan GerejaSt.Maria Gambar4.2.ProsesPenyusunanLaporanPosisi Keuangan... Gambar4.3.ProsesPenyusunanLaporanAktivitas... Gambar4.4. ProsesPenyusunanLaporanArusKas...

51 64 66 68 72 xiv

(16)

DAFTARLAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 BukuKasHarian GerejaSt.Maria...

Lampiran2 BukuKasBulanan Gereja St.Maria ... Lampiran3 BukuKasTahunan GerejaSt.Maria... Lampiran4 LaporanRealisasiAnggaran GerejaSt.Maria

83 84 90 96

(17)

BABI PENDAHULUAN

n

:

I.l LatarBelakang

Sebagian Besar masyarakat belum memahami apa itu organisasi nirlaba dan bagaimana karakteristiknya. Organisasi nirlabaatau organisasi non profit adalah suatuentitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri. Disebut sebagai entitas ekonomi karena memiliki sumber daya ekonomi yang tidak kecil, organisasi nirlaba juga melakukantransaksi-transaksi ekonomi dan keuangan tetapi tidak untuk tujuan mencari laba (Nordiawan,2009). Organisasi nirlabameliputiGereja, SekolahNegeri, Derma Publik,Rumah SakitdanKlinik Publik, Organisasi Politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, SerikatBuruh, Asosiasi Profesional, InstitutRiset, danMuseum. Pada penelitian ini, organisasinirlabayangdikajiadalahrumahibadah, khususnyaGereja.

Organisasi nirlaba memilikiperbedaan yang cukup signifikan dengan organisasi yang berorientasi kepadalaba.Dalam dalam menjalankan kegiatannya, organisasi nirlabatidak semata-matadigerakkan oleh tujuan untuk mencari laba. Meski demikiannot-for-profitjuga harus diartikan sebagainot-for-loss. Oleh karena itu, organisasi nirlaba selayaknya pun tidak mengalami defisit. Adapun bila organisasi nirlaba memperoleh surplus, maka surplus tersebutakandikontribusikan kembaliuntukpemenuhankepentingan publik,danbukanuntukmemperkayapemilik organisasinirlabatersebut(forumdiskusi mahasiswaUI,2013).

(18)

2

Gerejaumumnyamemperolehsumberdayadari sumbanganumatdandonatur lain, yang idealnya, tidakmengharapkan adanya pengembalian atas donasi yang merekaberikan.Walaupuntidakmeminta adanyapengembalian, namun paradonatur dan umatsebagaisalahsatustakeholderutamagerejatentunyamengharapkanadanya pengembalian atas sumbanganyang mereka berikan. Para donatur ini, baik mempersyaratkan atau tidak, tentu tetep menginginkan pelaporan serta pertanggungjawaban transparanatas dana yang mereka berikan. Para donatur inginmengetahuibagaimana dana yang mereka berikan dikelola dengan baik dan dipergunakanuntukmemberimanfaatbagikepentinganpublik.

Diiringi dengan itikat baik dari pengurus gereja, maka disusunlah Laporan Keuangan yang dirasa cukup untuk memenuhi kewajiban pengurus terhadap dana umat. Hal ini bagi sebagian organisasi nirlaba yangcakupannya masih kecil serta sumberdayanyamasih belum memadai, mungkin akan menjadi hal yang menantang untuk dilakukan. Terlebih karena organisasi nirlabajenis ini umumnya lebih fokus pada pelaksanaan program daripada urusan administrasif.Namun, hal tersebuttidak bisa dijadikanalasan karena organisasi nirlabatidak dapat hanya mengandalkan kepercayaan yang diberikan para donaturnya. Akuntabilitas sangat diperlukan agar dapat memberikan informasiyang relevan dan dapat diandalkankepada donatur, regulator,penerimamanfaatdanpubliksecaraumum.

Gereja selama ini telah menyusun laporan keuangan sederhana, yang dirasa cukup bagi pengurus sebagai pertanggungjawaban dana umat. Karena di dalam kepengurusan gereja tidak terdapatsumber daya manusiayang menguasai pelaporan keuangan yang sesuai standar, maka hasil laporan keuangannya pun belum sesuai

(19)

3

dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Laporan keuangan yang selama ini dirasacukupolehpengurus,biladibandingkandengan ketentuan-ketentuanakuntansi yang berlaku umum maka akan sangat jelas terlihat tingkat akuntabilitas dan transparansinya masih rendah. Laporan keuangan yang disusun sesuai standar keuangan bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba. Dengan adanya standar pelaporan, diharapkan laporan keuangan entitas nirlaba dapat lebih mudahdipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yangtinggi (PSAK No.45).

Sebelum memahami apa itu akuntabilitas,terlebih dahulu harus difahami apa itu akuntansi. Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi perusahaan (Warren & Reeve, 2009). Sedangkan akuntabilitas adalah mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik (Nordiawan, 2009). Lebih jelasnya, akuntabilitas adalah keharusan lembaga-lembaga sektor publik untuk lebih menekan pada pertanggungjawaban horizontal (masyarakat) bukan hanya pertanggungjawaban vertikal(otoritasyanglebihtinggi).

Dalam suatu pertanggungjawaban sangatdiperlukanpengakuan yang riilatau biasa disebut dengan transparansi. Transparansi adalah memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secaraterbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang

(20)

4

dipercayakan kepadanyadanketaatannya pada peraturanperundang-undangan (KK, SAP,2005)

Hasil dari akuntansi adalah laporan keuangan. Pada dasarnya pembuatan laporankeuanganadalahsuatubentukkebutuhantransparansiyangmerupakansyarat pendukung adanya akuntabilitas yang berupa keterbukaan pemerintah atas aktivitas pengelolaansumberdayapublik (Mardiasmo,2009). Laporan keuanganadalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alatkomunikasiuntuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitasperusahaan(Warren&Reeve,2009)

Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi keefektivan dan efisiensi suatu entitas pelaporan,serta membantu menentukan ketaatannyaterhadapperaturanperundang-undangan.

Berikut ini sepuluh kelompok pengguna laporan keuangna sektor publik (Nordiawan,2009)

PembayarPajak 1.

2. PemberiBantuan(<Grantors) 3. Investor

Penggunajasa 4.

(21)

5 Pemasok 6. DewanLegislatif 7. Manajemen 8. Pemilih (voters) 9.

10. BadanPengawas(OversightBodies)

Pengkalsifikasian tersebut didasarkan kepada pertimbangan bahwa 6 pengguna pertama merupakan penyedia sumber daya organisasi baik sumber daya finansial,tenagakerja,maupunmaterial. Dewan legislatifdan manajemenmerupakan pihak yang membuat keputusan alokasi sumber daya dan aktifitas tersebut diawasi olehpengawasdanpemilih.

Terdapat beberapa contoh kasus penyelewengan dana lembaga nirlaba yang teijadiakibat pelaporan keuanganyang tidak akuntabel dan transparan, seperti yang artikelyangdikutip dariTRIBUNNEWS.COM(Jumat, 19Juli2013)Ketum Persiba Bantul Jadi Tersangka Penyelewengan Dana Hibah “Kejaksaan Tinggi Daerah IstimewaYogyakartaresmi menetapkanKetuaUmumPersibaBantulIdhamSamawi, sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan dana hibah Persiba. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Purwanto mengatakan, Idham ditetapkan sebagai tersangkabersamaKepalaDinasPemudadan Olahraga, Edi Bowo Nurcahyo. Dalam kasus ini, Persibamengajukan dana hibah operasional dan gaji pelatih serta pemain senilaiRp 12,5 miliardalamAPBD2010. Namun, pengajuandanaitu hanyadisetujui sebanyak Rp 8 miliar. Pada2011 kembali diajukan dana Rp 4,5 miliar pada APBD Perubahan. Ditegaskan, pencairan dan penggunaan dana itu diduga tidak

prosedur”.

(22)

6

Artikel dari bbc.co.uk (15 Mei 2013) Sidang korupsi petinggi gereja di Singapura.” Keenam terdakwa termasuk pendiri Gereja City Harvest, Kong Hee, didakwa mengalihkan dana sebesar USS24 juta dana gereja untuk investasi palsu. SekitarUS$26jutalainnyajuga disalahgunakan untuk menutupi tindakan terdakwa. Para anggota gereja -salah satu yang terbesar dan terkaya di Singapura- antre untuk menyaksikan sidang ini. Jaksa penuntut mendakwa penyalahgunaan rekening gereja ini terjadipada2009.MediaSingapuramenggambarkanSunHo-yangberusiasekitar 40- sebagai bintang yang berharap dapat melejit namanya di dunia guna membantu menyebarkan pengaruh gereja. Iasempat bekerja samadalam membuatvideo musik 'China Wine' bersama rapperWyclefJean tahun 2007. Namun ambisi Ho dianggap sebagaisumberpenyalahgunaandanagerejaini”.

Dariartikeltersebutdapatdilihatbahwapelaporankeuanganyangakuntabel dantransparansangatdibutuhkanbagikepentinganentitas itu sendiridanjugabagi masyarakatluas.

Pada penelitian ini penulis mengambil objek penelitian lembaga nirlaba khususnyarumahibadahyaituGerejaSt.Maria.Gerejamemilikibeberapaarti:

Arti pertama ialah 'umat' atau lebih tepat persekutuan orangKristen. Arti ini a.

diterima sebagai arti pertama bagi orangKristen. Jadi, gereja pertama-tama bukanlahsebuahgedung.

b. Arti kedua adalah sebuah perhimpunan atau pertemuanibadahumatKristen. Bisa bertempat di rumah kediaman, lapangan, ruangan di hotel, maupun tempatrekreasi.

(23)

7

Arti ketiga ialah mazhab(aliran) atau denominasi dalam agama Kristen.

c.

GerejaKatolik, GerejaProtestan,dll.

Arti keempat ialahlembaga(administratif) daripada sebuahmazhab Kristen. d.

Contohkalimat“GerejamenentangperangIrak”

Artiterakhirdanjugaartiumum adalah sebuah“rumah ibadah”umatKristen, e.

dimanaumatbisaberdoaataubersembahyang.

Gereja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengertian gereja yang keempat yaitu lembaga(administratif) daripada sebuahmazhab Kristen. Karena dalam penelitian ini lebih menitikberatkan gerejasebagai lembagayang mempunyai kegiatanmanajerial danakuntansidi dalamnya

Berikut adalah daftar Gereja Katolikdi kotaPalembang menurutKementrian Agama:

Tabel 1.1 DaftarGerejaKatolikdi kotaPalembang

KABUPATEN/KOTA NAMAGEREJA ALAMAT

KotaPalembang 1. StMaria(Katedral) Jl. Sutomo4 Palembeng

Tclp.(0711)321696/321695

2. HatiKudus Jl.KolonelAtmo 132

Palembang

Telp.(0711)350413

3.St.Yosef Jl. JenderalSudirman

(24)

8

Telp.

(0711)352048/360257 4. St.Fransiskusdr Jl. UripSumoharjo 14

Sanfrades Palembang

Telp. (0711)711620 5. StPetrus Jl.BetawiRaya 1332

SakoKenten,Palembang, Telp.(0711)810268 6. StPaulus Jl.Pintu

Gereja-KompertaPlaju, Palembang

Telp.(0711)540222 7. St. MariaRatuRosario Jl.JenderalA. Yani

LorongTembokBaru76 Ulu,Palembang,Telp. (0711)518403

8. St Stefanus Jl.Lukman Idris

Talangbetutu,Palembang Telp. (0711)430702

Sumber:KementrianAgama

Pelaporan keuangan pada semua gereja Katolik di kota Palembang menggunakan sistem yang sama, maka dari itu penulis memilih salah satu gereja

(25)

9

yaituGereja StMariasebagai contoh untukpenelitian seluruhgereja Katolikdikota Palembang.

Penulis memilihjudul ini karena ingin mengidentifikasi apakah penyusunan laporan keuangan lembaga nirlaba khususnya Gereja Katholik di kota Palembang telahcukupakuntabeldantransparan.

1.2 PerumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka dapat dirumuskan permasalahanpenelitianyaitu:

Apakah laporan keuangan yang disusun oleh Gereja St.Maria Palembang telah akuntabel dantransparan?

13 TujuanPenelitian

Sesuaidenganperumusanmasalahyangtelahtersaji sebelumnya,makatujuan penelitian iniadalah :

Mengidentifikasi permasalahan dalam penyusunan laporan keuangan Gereja 1.

StMariaPalembang.

Memperbaiki laporan keuangan Gereja StMaria Palembang agar akuntabel 2.

dantransparan.

1.4 ManfaatPenelitian

Penelitian tentang Efektifitas Terhadap Pelaporan Keuangan pada Gereja StMariaPalembangmemilikimanfaat,yaitu :

(26)

10

1.4.1 Manfaatteoritis

Untuk menilai efektifitas pelaporan keuangan pada Gereja St.Maria a.

Palembang.

Peningkatan wawasan, pengetahuan, pengertian, dan pemahaman bagi para pembaca mengenai akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan pada GerejaSt.MariaPalembang..

Menambahreferensibagi penelitiansejenis lainnyamaupun penelitianlainnya yang masih memiliki keterkaitan dengan akuntabilitas dan transparasi pelaporankeuanganpadarumahibadah,khususnyagereja.

b.

c.

1.4.2 Manfaatpraktis

Menjadi bahan pertimbangan dan saran Gereja Katolik di kota Palembang untukpeningkatanakuntabilitasdantransparansi pelaporankeuangan.

1.5 MetodePenelitian

1.5.1 RuangLingkupPenelitian

Lokasi penelitian bertempat di Gereja Katedral StMaria , Jl. Sutomo 4 Palembang-Indonesia. Mengingatkegiatan utamaGereja St.Mariayang merupakan tempat ibadah, makaruang lingkup penelitian inidibatasi dalam lingkuppenerapan akuntabilitas dan transparansi terhadap pelaporan keuangan pada Gereja St.Maria Palembang.

(27)

11

1.5.2 RancanganPenelitian

Penelitian yang digunakan dalam proposal skripsi ini adalah Deskriptif kualitatif. Menurut Sujana dan Ibrahim (Metodelogi Penelitian, 2004) “Penelitian deskriptifadalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadianyang terjadi pada saatsekarang ini. Dengan kata lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian pada masalah-masalah aktual sebagaimanaadanyapadasaatpenelitian dilaksanakan.”Pendekatan dalampenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif(gualitative research and gualUative study)

yaitu studi yang menekankan pada upaya investigative untuk mengkaji secara alamiah fenomena yang teijadi pada keseluruhan kompleksitasnya (Sastradipoera, 2005). Fraenkel dan Wallen menyatakan bahwapenelitian kualitatifyaitu penelitian yangmengkaji kualitas hubungan, kegiatan, situasi dan material. Dengan penekanan kuat pada deskripsi menyeluruh dalam menggambarkan rincian segala sesuatu yang teijadipadasuatukegiatanatausituasitertentu.

1.5.3 SumberData

Sumber data primer merupakan sumber datayang didapat dan diolah secara langsung dari subjek yangberhubungan langsungdengan penelitian. Dataprimer ini di antaranya didapatdari datahasil wawancaradan data tampilan laporan keuangan GerejaSt.Maria.

(28)

12

Penggunaan data sekunder adalah sebagai penunjang yang menguatkan perolehandatahasilyangdidapatdariartikel,internet,dandokumen-dokumenyang dimilikiorganisasiyangberkaitandengankegiatanpenelitian

1.5.4 TeknikAnalisis

Tahappenelitianyangdilakukanpenelitidimulai daritahappra-lapangan,tahap pengerjaan lapangansampaitahappemeriksaankeabsahandatamengikutiapayang disampaikanolehmoleong(2010).

1.5.4.1TahapPra-Lapangan

Menyusun Rancangan Penelitian. Merupakan tahap awal dari serangkaian a.

proses penelitian. Berupa penyusunan rancangan penelitian yang diajukan dalambentukproposalpembuatan skripsipeneliti.

b. Memilih Latar Penelitian, pemilihan latar penelitian ini diawali dengan data yang ditemukanpeneliti dari apayangselama ini penelitialami dan apa yang selama ini peneliti amati di Gereja St.Maria Palembang yang merupakan gerejaindukdikotaPalembang.

MengurusPerizinanPenelitian. Padatahap ini penelitimemintasuratrisetdari c.

fakultas untukdiserahkankepadalembagayangditeliti.

1.5.4.2TahapPekerjaanLapangan

Pengarahan Batas Penelitian. Dilakuakan dengan memperhatikan batas a.

penelitian berdasarkan fokus masalah yang akan diteliti, yaitu Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan Gereja

(29)

13

StMaria. Pengarahan batas penelitian ini menjadi penting , agar pada saat berada di lokasi penelitian, peneliti tidak teijebak dalam masalah-masalah yangberadadiluarfokus penelitian.

MencatatData, dilakukanpadasaatatausetelah tahappengumpulandata, baik pada saat kegiatan wawancara maupun pada saat dan sesudah observasi b.

berlangsung.

Data yang dicatat antara lain adalah wawancara dan observasi, dalam penelitian ini data yang dicatat dari wawancara bersumber dari subjek pembimbingdandataobservasidicatatdaritampilanlaporankeuangan. c.

1.5.4.3TahapPemeriksaanKeabsahanData

Untuk meneliti apakah data-datayang diteliti telah sahih dan dapat dipercaya atau valid,makapeneliti perlu melakukan pemeriksaan secara teliti,sebab hanya data yang valid yang dapat diteliti. Kevalidan suatu data dilihat dari substansi,sumber data,maupun pengambilan datanya. Dalam melaksanakan pemeriksaan keabsahan datadilakukanbeberapateknikantaralain :

Pemeriksaan yang tekun yang dilakukan sendiri oleh peneliti untuk a.

memperoleh keabsahan. Apapun yang berkaitan dengan keadaan di lokasi kasus berada, serta berbagai perilaku yang ditunjukkan kasus dicatat dan didokumentasikan.

b. Pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara, atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk

(30)

14

diskusi analitik dengan pihak-pihak yang dianggap mampu memberikan masukanterhadappenelitian,yaitu :

b.l. Diskusi dengan dosen pembimbingyang memiliki kemampuan dalam bidang akuntansisektorpublik.

Diskusi dengan informan untuk mencari kebenaran tentang masalah yang berkaitan dengan tema penelitian. Proses ini dilakukan setelah peneliti b.2.

mendapattemuanlapanganyangberhubungan dengan penelitian. Triangulasidengansumber,metode,danteori.

c.

Triangulasi adalah: teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan dan sebagai pembandingatasdataitu(moleong,2010)

Dilakukan dengancara:

c.1. Membandingkandatahasilpengamatandengandatahasilwawancara

c.2. Membandingkanapa yang dikatakan orang di depan umum denganapayang dikatakanorangsecarapribadi

Membandingkankeadaanperspektifseseorangdengan berbagai pendapatdan 3.

pandanganoranglain.

1.5.4.4TahapAnalisisData

Analisis data adalah mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatupola,kategori,dansatuanuraiandasar. (PattondanMoleong,2010)

Prosesanalisis datadimulaidengan menelaahseluruhdatayangtersedia,baik data, primer maupun data sekunder. Proses analisis data yang dilakukan dalam

(31)

15

penelitian ini mengacu pada proses analisis data yang disampaikan oleh Miles & Huberman yaitu “Setelah data dibaca,dipelajari,dan ditelaah maka selanjutnya data direduksi, disajikan,danditarikkesimpulansertaverifikasinya.”(Miles&Huberman,

1992)

Penyajian Data. Berupa sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinanadanyapenarikankesimpulandanpengambilantindakan.

Reduksi Data. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi direduksi, yaitu dengan menajamkan,mengarahkan,menggolongkan, membuang yang tidak perlu isi dari data. Kemudian dilakukan analisis komparatif dengan melakukan cros check diantara data yang didapat (laporan keuangan gereja 1.

2.

yang digunakan saat ini) dengan teori yang terkait (laporan keuangan\ang sesuaidenganPsak45).

Menarik Kesimpulan dan Verifikasi. Sejak awal pengumpulan data peneliti 3.

telah mencoba mencocokkan data yang diperoleh dengan teori-teori yang terkait untuk mencari kejelasan apakah pencatatan laporan keuangan telah sesuai dengan standarakuntansi yang berlaku umum. Setelah mendapat data dari hasil wawancara dan melalui observasi maka didapat kesimpulan-kesimpulan sementara yang makin diperkuat dengan data yang telah divalidasi. Kesmpulantersebutdiverifikasiselamapenelitianberlangsung.

(32)

16

1.6 SistematikaSkripsi

Secara garis besar sistematika dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

BABIPENDAHULUAN

Bab ini merupakan pendahuluan yang memuat tentang latar belakang masalah, rumusanmasalah, tujuan dan manfaatpenelitian, metodepenelitian, tinjuanpustakadansistematikapenulisanskripsi.

BABUTINJAUANPUSTAKA

Babiniberisikanlandasanteoriyangmenjelaskanteoriutama danteoriyang mendukunguntukmembahaspertanyaanpenelitian,penelitiansebelumnya, dankerangkapemikiran.

BABIHMETODEPENELITIAN

Babiniberisikanpembahasanmengenai rincianmetodeyangdigunakan beruparuanglingkuppenelitian,rancanganpenelitian,sumberdata,dan teknikanalisis.

BABIVHASILPENELITIANDANPEMBAHASAN

Babinimenjelaskanmengenaihasilpenelitian danpembahasantemuan penelitianyangberasaldarihasilanalisisyangdikaitkandenganteoriyang digunakan dalampenelitian.

BABVKESIMPULANDANSARAN

Babiniberisikankesimpulanhasil penelitian,saranyangdiajukanpeneliti berdasarkantemuan,dan keterbatasanpenelitian.

(33)

81

DAFTAR

PUSTAKA

Bastian,Indra.2010.AkuntansiSektorPublik.Jakarta: PenerbitErlangga.

Dewan Pastoral Paroki StMaria, Profile Katedral Santa Maria, 2012, Gereja StMariaPalembang.

Forum Diskusi MahasiswaUI,Akuntansi OrganisasiNirlaba. Diakses pada tanggal 18Oktober2013 dari(http://akuntansi-organisasi-nirlaba.blogspot.com) Ikatan Akuntansi Indonesia.2010. PernyataanStandarAkuntansiKeuangan No. 45.

IAI.

Jabbra, Dwivedi. 2009. Akuntabilitas Pelayanan Publik. Diakses pada tanggal 24 September2012dari(http://usepmulyana.files.wordpress.com)

Janet M. Kelly dan William C. Rivenbark,Perfomiance Budgetingfor State and LocalGovernment,M.E.Sharpe,Inc.,2003.

Kaban, Jasmin dan Luther Ginting. Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan GBKP. Diambil pada tanggal 22 September 2012 dari (http://fisip.untagiakarta.ac.id)

Kementrian Agama. Nama dan Alamat Gereja Katolik (Paroki) di Kota/Kabupaten Seluruh Indonesia, diakses pada tanggal 29 oktober 2012 dari (http://bimaskatolik.kemenag.go.id)

Komarudin Sastradipoera , 2005, Mencari Makna DibalikPenulisan Skripsi, Tesis ,danDisertasi. Bandung. Kappa-Sigma

Lexy J. MoleongJMetodologiPenelitianKualitatifEdisiRevisi, Cetakan keduapuluh dua,Bandung:PT. RemajaRosdakarya Offset, 2010.

Mardiasmo. 2009.AkuntansiSektorPublik.Yogyakarta: PenerbitAndi.

Miles,B.B., danA.M.Huberman, 1992,AnalisaDataKualitatifUIPress Jakarta

Nordiawan,Deddi. 2009.AkuntansiSektorPublik. Jakarta: Salemba Empat.

Pambelum, Yohanes Joni & Urip Saritoso. 2011. Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dalam

(34)

82

MencegahFraud. JurnalAdministrasi Bisnis,Vol4 No.l.CenterforBusiness Studies.FISIP-Unpar

Penabulu, Akuntansi Dana Bagi Sektor Publik. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2013dari(www.penabulu.or.id)

Rasul, Syahrudin,2003.PengintegrasianSistemAkuntabilitasKinerjadanAnggaran dalamPerspektifUUNO. 17/2003 TentangKeuanganNegara.Jakarta.PNRI RatmintodanAtikSeptiWinarsih. 2010.ManajemenPelayanan:Pengembangan

ModelKonseptual,PenerapanCitizen’sCharter, danStandarPelayanan Minimal. Yogyakarta:PustakaPelajar.

Reeve, James M. & Cari S Warren. 2009, PengantarAkuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Republik Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah No. 24 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.LembaranNegaraRItahun2005. SekretariatNegara.Jakarta. Sabeni, Arifin. 2005. Peran Akuntansi dalam Menegakkan Prinsip Corporate

Govemancepada Perusahaan diIndonesia (Tinjauan PerspektifKeagenan).

Didampaikan Pada Sidang Senat Universitas Diponegoro Dalam Rangka PengusulanJabatanGuruBesar.

Silvia, Janets dan Muhammad Ansar. Akuntabilitas Dalam Perspektif Gereja Protestan, diambildarimakalahSNAXIV Aceh,2011.

Sujana,Nana, dan Ibrahim, (2004). PenelitianDan Penilaian Pendidikan. Bandung : SinarBaru

Tumer, Markand HulmeDavid. 1997.Govemance, Administrasi, andDevelopment: Making TheState Work. London:MacMillanPressLtd.

Widarsono,Agus. MateriKuliahAk. SektorPublik. Diaksespadatanggal 11 Agustus 2013 dari(http://file.upi.edu)

Gambar

Tabel 1.1 Daftar Gereja Katolik di kota Palembang

Referensi

Dokumen terkait

Ruang heterotopia yang muncul pada Gereja Maria Asumpta terbentuk karena 2 hal yaitu perubahan karena konteks budaya dan perubahan karena terjadi perbedaan waktu

Penerapan basis akrual dalam pelaporan keuangan ini dipandang dapat memenuhi tuntutan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah, mengingat pelaporan berbasis akrual

Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Zakat Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat (Studi Pada BAZNAS Kota Makassar Ruang Lingkup UPZ Kantor

Jambi dipilih sebagai ruang lingkup spasial karena di daerah ini untuk pertama kalinya didirikan gereja, yaitu gereja Katolik Paroki Santa Teresia Jambi, seiring

Mengingat luasnya lingkup permasalahan terkait dengan karakteristik perusahaan terhadap struktur modal, maka ruang lingkup penelitian hanya dibatasi pada variabel dari

Sebagai tempat ibadah, Gereja Bethel Indonesia (GBI) membutuhkan sarana fisik yang dapat mewadahi seluruh aktivitas ibadah jemaahnya yang memerlukan ketenangan dalam

Karakter ruang yang diharapkan adalah dari ruang luar yang tidak stabil, jemaat dibawa ke dalam ruang dan diarahkan ke tujuan utama mereka datang ke gereja yaitu

Laporan tugas akhir ini akan membahas perencanaan dan perancangan gereja Kristen yang bertempat di Jalan Mulyosari Surabaya Timur.. Kata Kunci : Rohani, Tempat Ibadah, Gereja