• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Matematika"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING (RBL) DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MENCAPAI KOMPETENSI PADA MATERI POKOK HIMPUNAN KELAS VII A MTs HASYIM ASY’ARI WELAHAN JEPARA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Matematika. Oleh: NAFISATUL ULFAH NIM: 073511026. FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2011.

(2) ABSTRAK Judul. Penulis NIM. : Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan Memanfaatkan Media Lingkungan untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Mencapai Kompetensi pada Materi Pokok Himpunan Kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011 : Nafisatul Ulfah : 073511026. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “(1) Bagaimana penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara? (2) Apakah penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara?” Penelitian ini bertujuan untuk “(1) Mengetahui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara. (2) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara.” Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 anak. Adapun kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan madrasah untuk mata pelajaran matematika adalah 70. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan, siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan. Sebelum penelitian, diperlukan data pra siklus dari wawancara dan dokumentasi untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah tindakan. Pada pra siklus minat belajar hanya mencapai 50%. Nilai rata-rata kelas 77, masih ada 5 peserta didik tidak tuntas belajar nilainya di bawah KKM, dan ketuntasan klasikal mencapai 86%. Pengolahan data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari pengolahan data digunakan untuk menggambarkan ketercapaian tindakan terhadap peningkatan pembelajaran. Pada siklus I minat belajar mencapai rata-rata 81%. Nilai rata-rata kelas 85 dengan 100% peserta didik tuntas belajar. Pada siklus II minat belajar mencapai rata-rata 84% minat belajar tinggi.Nilai rata-rata kelas 92 dengan 100% peserta didik tuntas belajar. Dari hasil penelitian siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran resource based learning dengan memanfaatkan lingkungan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara..

(3) NOTA PEMBIMBING Semarang, 29 Maret 2011 Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Semarang. Assalamu ‘alaikum wr. wb.. Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi dengan: Judul. : Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan Memanfaatkan Media Lingkungan untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Mencapai Kompetensi pada Materi Pokok Himpunan Kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011. Nama. : Nafisatul Ulfah. NIM. : 073511026. Jurusan. : Tadris Matematika. Program Studi : Tadris Matematika. Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo untuk diujikan dalam Sidang Munaqosyah.. Wassalamu ‘alaikum wr.wb.. Pembimbing I,. Saminanto, S.Pd.,M.Sc NIP. 19720604 200312 1 002.

(4) NOTA PEMBIMBING Semarang, 11 Maret 2011 Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Semarang. Assalamu ‘alaikum wr. wb.. Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan bimbingan, arahan dan koreksi naskah skripsi dengan: Judul. : Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan Memanfaatkan Media Lingkungan untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Mencapai Kompetensi pada Materi Pokok Himpunan Kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011. Nama. : Nafisatul Ulfah. NIM. : 073511026. Jurusan. : Tadris Matematika. Program Studi : Tadris Matematika. Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo untuk diujikan dalam Sidang Munaqosyah.. Wassalamu ‘alaikum wr.wb.. Pembimbing II,. Fakrur Rozi, M.Ag NIP. 19691220 199503 1 001.

(5) KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO FAKULTAS TARBIYAH Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telp/Fax 7601295, 7615387 Semarang 50185. PENGESAHAN Naskah skripsi dengan: Judul. : Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan Memanfaatkan Media Lingkungan untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Mencapai Kompetensi pada Materi Pokok Himpunan Kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara Tahun Pelajaran 2010/2011.. Nama. : Nafisatul Ulfah. NIM. : 073511026. Jurusan. : Tadris Matematika. Program Studi : Tadris Matematika telah diujikan dalam sidang munaqasyah oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dan dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu Pendidikan Matematika. Semarang, 14 Juni 2011 DEWAN PENGUJI Ketua,. Fakrur Rozi, M.Ag NIP. 19691220 199503 1 001 Penguji I,. Drs. Ach. Hasmi Hashona, M.A NIP. 19640308 199303 1 002 Pembimbing I,. Saminanto, S.Pd., M.Sc NIP. 19720604 200312 1 002. Sekretaris,. Yulia Romadiastri, M.Sc NIP. 19810715 200501 2 008 Penguji II,. Lulu Choirunnisa, S.Si., M.Pd NIP. 19810720 200312 2002 Pembimbing II,. Fakrur Rozi, M.Ag NIP. 19691220 199503 1 001.

(6) DEKLARASI. Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang pernah ditulis orang lain atau diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satu pun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi, penulis jadikan bahan rujukan.. Semarang, 11 Maret 2011 Deklarator,. Nafisatul Ulfah NIM. 073511026.

(7) MOTTO yŠ#u‘r& !#sŒÎ)uρ 3 öΝÍκŦà Ρr'Î/ $tΒ (#ρçŽÉitóム4®Lym BΘöθs)Î/ $tΒ çŽÉitóムŸω ©!$# āχÎ) .......3. ‫@ ∪⊇⊇∩ ) ﺍﻟﺮﻋﺪ‬Α#uρ ÏΒ ϵÏΡρߊ ÏiΒ Οßγs9 $tΒuρ 4 …çµs9 ¨ŠttΒ Ÿξsù #[þθß™ 5Θöθs)Î/ ª!$# (١١ : “.... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain DIA.” (QS. Ar-Ra’du:11)1. 1. hlm. 370.. Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: Gema Risalah Press Bandung, 1992),.

(8) PERSEMBAHAN Sebuah karya sederhana dalam menggapai cita, takkan berarti tanpa kehadiran mereka, penulis persembahkan karya ini untuk:  Ayahanda Buhror Rozi, S.Pd.I, dan ibunda tersayang Siti Titik Muzaro’ah. Pemilik samudera kasih sayang yang tak pernah surut sehingga tetap tegar dalam menyongsong masa depan yang gemilang, yang selalu mendoakan dan mendidik anak-anaknya.  Adik-adik tersayang Ahmad Khoirun Najih dan Ahmad Ulin Niam yang aku banggakan dan selalu menghiburku.  Mas Wildan Fatkhul Mu’in, sumber inspirasi yang selalu mendukung setiap waktu, terima kasih atas kesetiaan dan kasih sayangnya.  Sahabat-sahabat senasib dan seperjuangan, semua anak TM khususnya kelas TM A angkatan 2007 yang selalu penuh canda, tetap tersenyum dan SEMANGAT…!!!  Semua pihak yang berpengaruh dalam pembuatan skripsi ini, terima kasih..

(9) KATA PENGANTAR. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Shalawat dan salam senantiasa tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi agung Muhammad SAW, yang telah membawa risalah islam yang penuh dengan ilmu pengetahuan, khususnya ilmuilmu keislaman, sehingga dapat manjadi bekal hidup kita baik di dunia dan di akhirat kelak. Penulis sadar sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak terselesaikan jika tanpa uluran tangan, bimbingan dan bantuan dari semua pihak baik bersifat materil maupaun spiritual. Dengan teriring rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Dr. Suja’i, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. 2. Bapak Saminanto, S.Pd, M.Sc selaku pembimbing I, serta Bapak Fakrur Rozi, M.Ag selaku pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberi bimbingan dan pengarahan kepada penulis. 3. Ibu Hj. Minhayati Saleh, S.Si, M.Sc. selaku dosen wali studi, dan segenap dosen pengajar di lingkungan Fakultas Tarbiyah, khususnya segenap dosen Tadris Matematika yang telah membekali ilmu kepada peneliti. 4. Bapak Sanawi, S.Ag., selaku kepala sekolah MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian skripsi ini. 5. Bapak Dwi Ahmad Juliharto, S. Pd, selaku guru pengampun mata pelajaran matematika yang telah memberikan waktu dan kemudahan dalam penelitian skripsi ini. 6. Ayahanda Buhror Rozi, dan ibunda tersayang Siti Titik Muzaro’ah. Pemilik samudera kasih sayang yang tak pernah surut selalu membimbing,.

(10) memberikan nasehat serta motivasi dalam menuntut ilmu sehingga tetap tegar dalam menyongsong masa depan yang gemilang, yang selalu mendoakan dan mendidik anak-anaknya. 7. Adik-adik tersayang Ahmad Khoirun Najih dan Ahmad Ulin Niam yang aku banggakan dan selalu menghiburku. 8. Mas Wildan Fatkhul Mu’in, sumber inspirasi yang selalu memberi semangat dalam pembuatan skripsi ini. 9. Sahabat-sahabat yang selalu mendukung dalam menyelesaikan skripsi ini. 10. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, atas bantuan dan motivasi yang telah diberikan kepada penulis. Tidak ada yang dapat peneliti berikan kepada mereka selain untaian terima kasih dan iringan doa semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mereka dengan sebaik-baiknya balasan. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dunia pendidikan, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Amin.. Semarang, 11 Maret 2011 Peneliti,. Nafisatul Ulfah NIM. 073511026.

(11) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………..………………………………………….… i ABSTRAK ……………………………………………………………….……… ii NOTA PEMBIMBING ...….......................................…...…......……………...... iii PENGESAHAN PENGUJI ..……………….......................…………………....... v DEKLARASI .....………………………………………………………………... vi MOTTO …………………………………………………………………….….. vii PERSEMBAHAN …………………………………………………………...… viii KATA PENGANTAR ……………………………………………………….…. ix DAFTAR ISI …………………………………………………………….……… xi DAFTAR TABEL …………………………………………………………....... xiii DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………….. xiv DAFTAR LAMPIRAN …...………………………………………………....…. xv BAB I. : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah …………….…………………….... 1 B. Rumusan Masalah ……………………….………….....…… 4 C. Penegasan Istilah …………………….......…………………. 4 D. Tujuan Penelitian .…..………………….………………....... 6 E. Manfaat Penelitian .…..………………….………………..... 6. BAB II. : MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING (RBL) DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR. A. Landasan Teori …….......…………..…...………...….....….. 8 1. Belajar ......……………………………………...……..... 8 2. Proses Belajar Mengajar Matematika ..............……...... 11 3. Model Pembelajaran Resource Based Learning ............ 13 4. Media Lingkungan ......................................................... 18 5. Minat Belajar ................................................................ 19 6. Hasil Belajar .................................................................. 23 7. Materi Himpunan ........................................................ 26.

(12) 8. Penerapan. Model. Pembelajaran. Resource. Based. Learning........................................................................ 29 B. Kerangka Berfikir ................................................………..... 30 C. Kajian Terdahulu ................................................................ 31 D. Hipotesis Tindakan ............................................................. 32 BAB III. : METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……………………...…………..………… 33 B. Subjek Penelitian ………………………..……...…….….. 34 C. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................. 35 D. Kolaborator ........................……………………………….. 35 E. Prosedur Penelitian …................……………………...…... 36 F. Sumber Data dan Jenis Data............……………….....…… 40 G. Metode Pengumpulan Data .......………………………….. 41 H. Metode Analisis Data ……………………………...........… 42 I. Indikator Keberhasilan ……………………….....………… 43. BAB IV. : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ………………………...…….................... 44 1. Pra siklus ……………...…………………………….… 44 2. Siklus I ...…………...………………………………..... 45 3. Siklus II ……………...………………………………... 54 B. Pembahasan ……………...………………………….......... 59 1. Pra Siklus ……………...………………………..…....... 60 2. Siklus I ……………...………………………..…........... 61 3. Siklus II ……………...………………………..…......... 62. BAB V. : PENUTUP A. Simpulan …………….......………………………………... 65 B. Saran ……………….……………………………………… 66 C. Penutup …………….……………………………………… 67. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN.

(13) DAFTAR TABEL. Tabel 1 Daftar Nama Peserta Didik Kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari .……... 34 Tabel 2 Pelaksanaan penelitian di kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari ….….… 35 Tabel 3 Jadwal pelaksanaan siklus I ............................................................... 45 Tabel 4 Jadwal pelaksanaan siklus II ............................................................. 54 Tabel 5 Nilai minat belajar, nilai rata-rata, dan ketuntasan klasikal pra siklus ..62 Tabel 6 Perbandingan minat belajar, nilai rata-rata, dan ketuntasan klasikal antara pra siklus dan siklus I ............................................................................. 63 Tabel 7 Perbandingan minat belajar, nilai rata-rata hasil belajar dan ketuntasan klasikal antara pra siklus, siklus I, dan siklus II ………………...…….. 64.

(14) DAFTAR GAMBAR. Gambar 1 Histogram minat belajar pra siklus .................................................... 61 Gambar 2 Histogram nilai rata-rata pra siklus ................................................... 61 Gambar 3 Histogram ketuntasan klasikal ................................……..………… 61 Gambar 4 Histogram minat belajar pra siklus dan siklus I ......……………… 63 Gambar 5 Histogram nilai rata-rata pra siklus dan siklus I ................................ 63 Gambar 6 Histogram ketuntasan klasikal pra siklus dan siklus I ....................... 63 Gambar 7 Histogram minat belajar pra siklus, siklus I, dan siklus II ................ 65 Gambar 8 Histogram nilai rata-rata pra siklus, siklus I, dan siklus II ............... 65 Gambar 9 Histogram ketuntasan klasikal pra siklus, siklus I, dan siklus II ....... 65.

(15) DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Penunjukan Pembimbing Skripsi dan Surat Izin Riset. Lampiran 2. Surat Keterangan Penelitian. Lampiran 3. Surat Persetujuan. Lampiran 4. Daftar Hadir Guru dan Peneliti. Lampiran 5. Daftar Hadir Peserta Didik. Lampiran 6. Daftar Kelompok Diskusi Kelas VII A. Lampiran 7. RPP Siklus I Pertemuan Pertama. Lampiran 8. Tugas Rumah Siklus I beserta Jawabannya. Lampiran 9. RPP Siklus I Pertemuan Kedua. Lampiran 10. Soal Tes Evaluasi Siklus I beserta Jawabannya. Lampiran 11. RPP Siklus II. Lampiran 12. Soal Tes Evaluasi Siklus II beserta Jawabannya. Lampiran 13. Angket Minat Belajar Peserta Didik. Lampiran 14. Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Pembelajaran. Lampiran 15. Hasil Pengamatan Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan Pertama. Lampiran 16. Hasil Pengamatan Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan Kedua. Lampiran 17. Hasil Pengamatan Kegiatan Guru Siklus II. Lampiran 18. Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus I Pertemuan I. Lampiran 19. Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus I Pertemuan II. Lampiran 20. Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus II. Lampiran 21. Hasil Angket Minat Belajar Peserta Didik Siklus I. Lampiran 22. Hasil Angket Minat Belajar Peserta Didik Siklus II. Lampiran 23. Daftar Nilai Pra Siklus. Lampiran 24. Daftar Nilai Hasil Belajar siklus I. Lampiran 25. Daftar Nilai Hasil Belajar Siklus II. Lampiran 26. Daftar Riwayat Hidup. Lampiran 27. Dokumentasi.

(16) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Himpunan merupakan materi pelajaran matematika yang harus dipelajari dan dipahami oleh peserta didik kelas VII semester II. Materi himpunan berkaitan dengan benda-benda yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Pemanfaatan media lingkungan, dapat mengkontekstualkan materi himpunan. Dengan memahami materi himpunan diharapkan peserta didik mampu menggunakan konsep tersebut untuk mempelajari materi selanjutnya dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran materi himpunan yang baik yaitu pembelajaran yang melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran dan menemukan konsep baik secara individual maupun kelompok. Karena tingkat pemahaman matematika pada peserta didik lebih dipengaruhi oleh pengalaman peserta didik mengkonstruksikan pengetahuan melalui proses, sebab mengetahui adalah suatu proses bukan suatu produk. Proses tersebut dimulai dari pengalaman, sehingga peserta didik harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk membentuk sendiri pengetahuan yang dimiliki. Menurut Dimyati dalam proses belajar mengajar ada empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar peserta didik, yaitu: bahan belajar, suasana belajar, media dan sumber belajar serta guru sebagai subjek pembelajaran. Komponen tersebut sangat penting dalam proses belajar, sehingga melemahnya satu atau lebih komponen dapat mempengaruhi tercapainya tujuan belajar yang optimal.1 Pemilihan sumber belajar, model, metode, dan strategi dalam pembelajaran yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pokok yang akan diajarkan supaya berorientasi pada tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Dengan strategi yang tepat akan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik, sehingga proses pembelajaran 1. Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm.. 33.. 1.

(17) 2. dapat lebih terfokus, tepat guna, dan tujuan pembelajaran lebih terarahkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah pada mata pelajaran matematika. Dari hasil penelitian mengenai model pembelajaran resource based learning menunjukkan bahwa teknik-teknik pembelajaran ini mempunyai keunggulan dalam meningkatkan minat, motivasi, hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan belajar individu. Resource based learning sangatlah menarik, peserta didik dihadapkan dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan, jenuh karena dapat belajar dalam kelas, dalam laboratorium, ruang perpustakaan, halaman sekolah, atau bahkan di luar lingkungan sekolah (ruang sumber belajar).2 MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara merupakan salah satu madrasah yang memiliki kualitas yang cukup baik dan cukup diminati di kalangan masyarakat Welahan. Selain itu sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penting diperhitungkannya MTs Hasyim Asy’ari sebagai madrasah dengan prospek ke depan yang cerah. Segudang prestasi pun telah diraih baik dari akademik maupun non akademik. Faktor lain penunjang kemajuan madrasah adalah tersedianya guru-guru yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Walaupun demikian, MTs Hasyim Asy’ari memiliki kekurangan atau kendala dalam meningkatkan kemajuan madrasah. Kendala tersebut di antaranya dipengaruhi oleh input peserta didik dari segi aspek kemampuan, aspek kepribadian, dan aspek sikap yang tidak sama antara peserta didik yang satu dengan lainnya. Nilai prestasi yang didapat dari Sekolah Dasar berbeda antara peserta didik yang satu dengan lainnya. Tidak meratanya kemampuan peserta didik di setiap kelas menjadi kendala bagi guru dalam penyampaian materi pelajaran. Selain itu faktor yang mempengaruhi adalah cara penyampaian materi oleh guru yang masih konvensional. Pengajaran yang 2. Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), Cet. XV, hlm. 18..

(18) 3. bersifat pasif dan monoton menambah rasa malas peserta didik dalam mendengar dan memahami materi yang disampaikan. Peserta didik juga masih mempunyai minat belajar matematika yang rendah, ditandai dengan tidak adanya catatan-catatan pada buku tulis peserta didik. Hal ini menimbulkan rendahnya hasil belajar peserta didik khususnya dalam bidang matematika materi pokok himpunan. Selain itu berdasarkan data yang telah diperoleh dari wawancara pada tanggal 7 Oktober 2010 dengan Bapak Dwi Ahmad Juliharto, S. Pd selaku guru matematika kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep materi pokok himpunan yang mengakibatkan kesulitan menyelesaikan soal-soal latihan. Peserta didik hanya menghafal rumus-rumus, tidak mampu memahami mana yang termasuk himpunan dan yang bukan himpunan. Padahal, jika dilihat dari latar belakang madrasah tersebut, sangat disayangkan jika peserta didik tidak dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yaitu 70. Nilai peserta didik pada materi pokok himpunan tahun pelajaran 2009/2010 masih ada 5 anak yang tidak tuntas belajar. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah. Memahami. permasalahan. di. atas,. maka. dalam. pelaksanaan. pembelajaran matematika diperlukan langkah-langkah yang sistematis yaitu metode yang cocok agar peserta didik dapat berfikir logis, kritis dan inovatif serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran juga harus lebih ditekankan pada keterlibatan peserta didik secara optimal. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan model pembelajaran resource based learning. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis terdorong untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Penerapan model pembelajaran Resource Based Learning. (RBL). dengan. memanfaatkan. media. lingkungan. untuk. meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011.”.

(19) 4. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang perlu dikaji adalah sebagai berikut: 1.. Bagaimana penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011?. 2.. Apakah penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011?. C. Penegasan Istilah Supaya tidak terjadi kesalahpahaman terhadap judul yang akan dibahas, maka lebih jelasnya jika diuraikan pengertian judul sebagai berikut: 1.. Peningkatan Peningkatan dalam penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan minat dan hasil belajar. Jadi peningkatan berarti usaha atau upaya untuk menjadi lebih meningkat.. 2.. Minat Belajar Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.3 Sedangkan belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, dan lain-lain aspek yang ada pada individu.4. 3. Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 152. Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), hlm. 28. 4.

(20) 5. 3.. Hasil Belajar Hasil adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat dari latihan atau pengalaman yang diperoleh.5 Secara garis besar hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris.6. 4.. Materi pokok Himpunan Himpunan merupakan materi kelas VII SMP/MTs semester II. Himpunan adalah benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas, sehingga dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang bukan himpunan.7 Pada penelitian ini membahas tentang pengertian dan notasi himpunan serta penyajiannya.. 5.. Model Pembelajaran Resource Based Learning Resource Based Learning (RBL) adalah suatu proses pembelajaran yang langsung menghadapkan peserta didik dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan yang bertalian dengan itu, jadi bukan dengan cara yang konvensional di mana guru menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik.8. 6.. Media Lingkungan Pembelajaran dengan media lingkungan adalah menghadapkan peserta didik kepada lingkungan yang aktual untuk dipelajari, diamati dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar.9 Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara. Di sini prosedur dalam memanfaatkan lingkungan dengan cara antara lain survey.. 5. Rosma Hartiny Sam’s, Model Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Teras, 2010). hlm. 33. 6. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 22. 7 Dewi Nuharini, Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VII SMP dan MTs, (Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008), hlm. 164. 8 Nasution, Op. Cit., hlm. 18. 9 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), hlm. 208..

(21) 6. D. Tujuan Penelitian Penelitian tindakan berbasis kelas yang akan dilaksanakan ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011. 2. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL) dengan memanfaatkan media lingkungan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi pada materi pokok himpunan kelas VII A MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara tahun pelajaran 2010/2011.. E. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diharapkan adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Bagi Peserta Didik a. Dapat menghilangkan rasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. b. Minat peserta didik khususnya pada mata pelajaran matematika dapat meningkat. c. Dapat berpengaruh positif terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik terutama pada mata pelajaran matematika. 2. Manfaat Bagi Guru a. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab kinerja guru. b. Melalui perbaikan dan peningkatan kinerja, maka akan tumbuh kepuasan dan rasa percaya diri yang dapat dijadikan sebagai modal untuk secara terus menerus meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. c. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan mediator sehingga kegiatan belajar yang.

(22) 7. dirancang dan diimplementasikan menjadi lebih efektif, efisien, kreatif dan inovatif. 3. Manfaat Bagi Sekolah Dari hasil penelitian tersebut, dapat memberikan masukan kepada pihak sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran para guru, menambah media pembelajaran yang mungkin dapat dibuat oleh guru sehingga proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Dengan demikian mutu pendidikan di MTs Hasyim Asy’ari Welahan Jepara akan semakin baik. 4. Manfaat Bagi Pihak Peneliti a. Dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk memperluas wawasan tentang metode-metode dalam pengajaran. b. Dapat menambah khazanah baru bagi peneliti, tentang model pembelajaran yang cocok digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya dalam hal ini adalah materi pokok himpunan..

(23) BAB II MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING (RBL) DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR A. Landasan Teori 1. Belajar a.. Pengertian belajar Belajar merupakan keseluruhan proses pendidikan bagi tiap orang yang meliputi pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan sikap dari seseorang. Begitu pentingnya belajar bagi manusia, Allah SWT menempatkan perintah belajar pada tempat pertama kali, sebagaimana ayat yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca.. y7š/u‘uρ ù&tø%$# ∩⊄∪ @,n=tã ôÏΒ z≈|¡ΣM}$# t,n=y{ ∩⊇∪ t,n=y{ “Ï%©!$# y7În/u‘ ÉΟó™$$Î/ ù&tø%$#. ‫÷ ∪∈∩ )ﺍﻟﻌﻠﻖ‬Λs>÷ètƒ óΟs9 $tΒ z≈|¡ΣM}$# zΟ‾=tæ ∩⊆∪ ÉΟn=s)ø9$$Î/ zΟ‾=tæ “Ï%©!$# ∩⊂∪ ãΠtø.F{$# (٥ -١ : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)1 Seseorang dikatakan belajar apabila dapat diasumsikan bahwa pada dirinya terjadi proses perubahan sikap dan tingkah laku. Perubahan ini biasanya berangsur-angsur dan memakan waktu cukup lama. Perubahan ini akan semakin tampak bila ada upaya dari pihak yang terlibat. Tanpa adanya upaya, walaupun terjadi proses perubahan tingkah laku, tidak dapat diartikan sebagai belajar. Ini dapat diartikan bahwa pencapaian tujuan pembelajaran banyak bergantung kepada cara 1. Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: Gema Risalah Press Bandung, 1992), hlm. 1079.. 8.

(24) 9. proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Seperti Firman Allah dalam surat Ar-Ra’du ayat 11 yang berbunyi:. yŠ#u‘r& !#sŒÎ)uρ 3 öΝÍκŦàΡr'Î/ $tΒ (#ρçŽÉitóム4®Lym BΘöθs)Î/ $tΒ çŽÉitóムŸω ©!$# āχÎ) .......3. ‫) ﺍﻟﺮﻋﺪ‬. ∩⊇⊇∪ @Α#uρ ÏΒ ϵÏΡρߊ ÏiΒ Οßγs9 $tΒuρ 4 …çµs9 ¨ŠttΒ Ÿξsù #[þθß™ 5Θöθs)Î/ ª!$#. (١١ : “.... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’du:11)2 Adapun definisi para ahli tentang pengertian belajar antara lain sebagai berikut: 1) Menurut Clifford T.Morgan sebagaimana dikutip oleh Mustaqim “Learning is any relatively permanent chage in behaviour that is result of past experince.” (Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang merupakan hasil pengalaman yang lalu).3 2) Menurut Musthofa Fahmi sebagaimana dikutip oleh Mustaqim “Innatta’alluma ‘ibaaratun ‘an ‘amaliyati taghaiyurin au tahwiilin fisuluki awilkhibrah.” (Sesungguhnya belajar adalah ungkapan yang menunjukan aktivitas yang menghasilkan perubahanperubahan tingkah laku atau pengalaman).4 3) Nana Sudjana menyatakan belajar bukan menghafal dan bukan pula mengingat, belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.5 4) Menurut James O. Whittaker sebagaimana dikutip oleh Abu Ahmadi dan Widodo Supyiyono belajar dapat didefinisikan sebagai 2. Ibid., hlm. 370. Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2009), hlm. 39. 4 Ibid., hlm. 40. 5 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2005), hlm. 28. 3.

(25) 10. proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.6 Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar: 1) Perubahan terjadi secara sadar. 2) Perubahan dalam belajar bersifat fungsional. 3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. 4) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. 5) Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah. 6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.7 Di samping pengertian tersebut, bila membahas tentang belajar setidaknya akan muncul beberapa dimensi dan indikator berikut: 1) Belajar ditandai oleh adanya perubahan pengetahuan, sikap, tingkah laku dan ketrampilan yang relatif tetap dalam diri seseorang sesuai tujuan yang diharapkan; 2) Belajar terjadi melalui latihan dan pengalaman yang bersifat komulatif; 3) Belajar merupakan proses aktif konstruktif yang terjadi melalui mental proses. Mental proses adalah serangkaian proses kognitif yang meliputi persepsi, perhatian, mengingat, berfikir memecahkan masalah dan lain-lain.8 b. Teori belajar Teori belajar yang melandasi proses belajar mengajar adalah teori belajar konstruktivisme. Teori belajar ini menyatakan bahwa peserta didik harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama. Teori ini berkembang dari kerja Piaget, Vygotsky, teori-teori pemrosesan. 6. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), Cet. II, hlm. 126. 7 Ibid., hlm. 15. 8 Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: RaSAIL Media Grop, 2008), hlm. 9..

(26) 11. informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain, seperti teori Bruner.9 Menurut teori ini, satu prinsip yang paling penting dalam pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Peserta didik harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka dan mengajar peserta didik menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi peserta didik anak tangga yang membawa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan peserta didik harus memanjat anak tangga tersebut. Sesuai dengan model pembelajaran resource based learning, pada teori belajar konstruktivisme peserta didik harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya dengan sumber belajar yang telah disediakan oleh guru sebagai fasilitator. 2. Proses Belajar Mengajar Matematika a.. Pengertian belajar mengajar matematika Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tetapi memiliki makna yang berbeda. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh melalui aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya.10 Untuk banyak memperoleh kemajuan seseorang harus selalu dilatih dalam berbagai aspek tingkah laku sehingga diperoleh suatu pola tingkah laku yang otomatis, misalnya agar seorang anak mahir dalam matematika maka ia harus banyak dilatih mengerjakan soal-soal.11. 9. Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka Publiser, 2007), hlm. 13. 10 Retno Dwi Suryani, Strategi Pembelajaran Kimia, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hlm. 84. 11 Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: CV. Yrama Widya, 2010), hlm. 1..

(27) 12. Sedangkan mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar.12 Matematika. berasal. dari. kata. Yunani. “mathein”. atau. “mathenein” yang artinya mempelajari.13 Menurut Johnson dan Myklebust yang dikutip oleh Mulyono, matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubunganhubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir.14 Pembelajaran matematika adalah sesuatu kegiatan yang dititik beratkan pada matematika. Menurut Lisnawati, dalam pembelajaran matematika hendaknya dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Mengenal dengan konsep melalui benda-benda konkret. 2) Menambah dan memperkaya pengalaman anak. 3) Menanamkan konsep melalui jenis permainan. 4) Menerapkan dengan bentuk-bentuk dan symbol-symbol.15 Dari berbagai pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar matematika merupakan suatu proses belajar yang dilakukan dengan sadar dan terarah untuk melatih cara berfikir dan bernalar serta melatih kemampuan memecahkan masalah. b. Teori pembelajaran matematika Hakikat dari teori pembelajaran matematika dengan model resource based learning (RBL) adalah: 1) Teori Piaget Teori ini dikenal dengan teori perkembangan intelektual yang mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi dan 12. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), hlm. 182. 13 Rosma Hartiny Sam’s, Model Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Teras, 2010) hlm. 11. 14 Mulyono Abdurrahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999), hlm. 252. 15 Lisnawati Simanjuntak, Metode Mengajar Matematika 1, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm. 72..

(28) 13. psikologis. Perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan.16 Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek yaitu: a) Kematangan sebagai hasil perkembangan susunan syaraf; b) Pengalaman yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya; c) Interaksi sosial; d) ekullibrasi yaitu adanya kemampuan atau sistem mengatur dalam diri organisme agar selalu mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.17 Dalam penelitian ini teori belajar Piaget digunakan karena teori ini memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman. realitas. melalui. pengalaman-pengalaman. dan. interaksi-interaksi mereka. 2) Teori Ausubel Menurut Ausubel belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara atau materi pelajaran disampaikan kepada anak, melalui penerimaan atau penemuan. Dimensi ke dua menyangkut bagaimana cara peserta didik dapat mengaitkan informasi itu dalam struktur kognitif yang telah ada. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsepkonsep dan generalisasi-generalisasi yang telah ada pada anak.18 Pada tingkat pertama dalam belajar, informasi dapat dikomunikasikan pada peserta didik baik dalam bentuk belajar penerimaan yang menyajikan informasi itu dalam bentuk final, maupun dalam bentuk belajar penemuan yang mengharuskan anak untuk menemukan sendiri sebagian atau seluruh materi yang 16. Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), hlm. 37. Daryanto, Op. Cit., hlm. 11. 18 Retno Dwi Suryani, Op. Cit., hlm. 182. 17.

(29) 14. diajarkan. Ausubel menyatakan bahwa banyak ahli pendidikan menyamakan belajar penerimaan dengan belajar hafalan, sebab mereka berpendapat bahwa belajar penemuan terjadi bila mereka menemukan sendiri pengetahuan.19 Salah satu karakteristik resource based learning adalah memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio-visual. Penggunaan alat visual ini adalah lingkungan sekolah. Peserta didik dapat belajar dari pengalaman langsung sehingga apa yang dipelajari akan terekam dalam memorinya dan tidak mudah lupa. 3. Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) Resource Based Learning (RBL) adalah suatu proses pembelajaran yang langsung menghadapkan peserta didik dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan yang bertalian dengan itu, jadi bukan dengan cara yang konvensional di mana guru menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik. Jadi dalam model pembelajaran ini guru bukan merupakan sumber belajar satusatunya. Peserta didik dapat belajar dalam kelas, dalam laboratorium, dalam ruang perpustakaan, dalam “ruang sumber belajar” yang khusus atau bahkan di luar sekolah, bila ia mempelajari lingkungan berhubungan dengan tugas atau masalah tertentu.20 Belajar berdasarkan sumber atau “resource based learning” bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bertalian dengan sejumlah perubahan-perubahan. yang. mempengaruhi. pembinaan. kurikulum.. Perubahan-perubahan itu mengenai: a. Perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia. b. Perubahan dalam masyarakat dan tafsiran kita tentang tuntutannya. c. Perubahan tentang pengertian kita tentang anak dan caranya belajar. d. Perubahan dalam media komunikasi. 19. Retno Dwi Suryani, Op. Cit., hlm. 183. Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010), Cet. XV, hlm. 18. 20.

(30) 15. a.. Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber (resource based learning): 1) Memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio-visual dan memberi kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia. 2) Berusaha memberi pengertian kepada peserta didik tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. 3) Berhasrat untuk mengganti pasivitas peserta didik dalam belajar tradisional dengan belajar aktif didorong oleh minat dan keterlibatan diri dalam pendidikannya. 4) Berusaha. untuk. meningkatkan. motivasi. belajar. dengan. menyajikan berbagai kemungkinan tentang bahan pelajaran, metode kerja, dan medium komunikasi yang berbeda sekali dengan cara konvensional. 5) Memberi kesepatan kepada peserta didik untuk bekerja menurut kecepatan dan kesanggupan masing-masing. 6) Lebih flexibel dalam penggunaan waktu dan ruang belajar. 7) Berusaha mengembangkan kepercayaan akan diri peserta didik dalam hal belajar.21 b. Pengelompokan sumber belajar Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan untuk belajar sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan. Dalam hal ini nampak adanya beranekaragam sumber belajar yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu yang mungkin sama bahkan berbeda dengan sumber belajar yang lain. Manfaat dari setiap sumber belajar bergantung pada kemauan dan kemampuan guru beserta peserta didik untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pesan-pesan yang terkandung dengan sumber 21. Ibid., hlm. 26-27..

(31) 16. belajar yang didayagunakan sehingga tidak sia-sia. Seperti yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an Surat Ali imron ayat 190 dan 191;. ’Í<'ρT[{ ;M≈tƒUψ Í‘$pκ¨]9$#uρ È≅øŠ©9$# É#≈n=ÏF÷z$#uρ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# È,ù=yz ’Îû āχÎ) öΝÎγÎ/θãΖã_ 4’n?tãuρ #YŠθãèè%uρ $Vϑ≈uŠÏ% ©!$# tβρãä.õ‹tƒ tÏ%©!$#. ∩⊇⊃∪ É=≈t6ø9F{$#. WξÏÜ≈t/ #x‹≈yδ |Mø)n=yz $tΒ $uΖ−/u‘ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈uΚ¡¡9$# È,ù=yz ’Îû tβρ㍤6xtGtƒuρ. (١٩١- ١٩٠ : ‫) ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬. ∩⊇⊇∪ Í‘$¨Ζ9$# z>#x‹tã $oΨÉ)sù y7oΨ≈ysö6ß™. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron: 190-191)22 Assosiati. Teknologi. Komunikasi. Pendidikan. (AECT),. mendefinisikan sumber belajar adalah berbagai atau semua sumber baik yang berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar baik secara terpisah maupun secara terkombinasi, sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar. Sumber belajar menurut AECT dibedakan menjadi 6 yaitu: 1) Messege (pesan) Messege (pesan) adalah informasi pembelajaran yang akan disampaikan atau diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, ajaran, nilai, dan data. Dalam sistem persekolahan, pesan ini berupa seluruh mata pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik. Contoh: isi bidang studi yang dicantumkan dalam kurikulum pendidikan formal, non-formal maupun dalam pendidikan informal.. 22. Depag RI, Op. Cit., hlm. 110..

(32) 17. 2) Human resource Human resource adalah sumber belajar yang berasal dari manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolah dan penyaji pesan. Contoh: guru, dosen, guru pembimbing, tutor, tenaga bimbingan dan penyuluhan, supervisor, dan kepala sekolah. 3) Printed resource (Bahan) Printed resource adalah merupakan perangkat lunak (software) yang mengandung pesan-pesan pembelajaran yang biasanya disajikan melalui peralatan tertentu ataupun oleh dirinya sendiri. Contohnya, buku teks, modul, transparansi (OHT), kaset program audio, kaset program video, program slide suara, programmed instruction, CAI (pembelajaran berbasis komputer), film dan lain-lain. 4) Alat Alat adalah suatu perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Contohnya, OHP, proyektor slide, tape recorder, video atau CD player, komputer, proyektor film dan lain-lain. 5) Teknik Teknik adalah prosedur atau langkah-langkah tertentu yang disiapkan dalam menggunakan bahan, alat, lingkungan dan orang untuk menyampaikan pesan. Misalnya demonstrasi, diskusi, praktikum,. pembelajaran. mandiri,. ceramah,. tutorial,. dan. sebagainya. 6) Environmental resource (Lingkungan) Environmental resource adalah situasi di sekitar terjadinya proses pembelajaran tempat peserta didik menerima pesan pembelajaran. Lingkungan dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan nonfisik. Lingkungan fisik contohnya: gedung sekolah, perpustakaan, halaman sekolah, tempat parkir motor, laboratorium, aula, bengkel, dan lain-lain. Sedangkan.

(33) 18. lingkungan non-fisik contohnya: tata ruang belajar, ventilasi udara, cuaca, suasana lingkungan belajar dan lain-lain.23 Dalam penelitian ini sumber belajar yang digunakan adalah human resource, printed resource, dan environmental resource, yaitu dengan teman satu kelompoknya mereka dapat memecahkan masalah yang diberikan oleh guru secara bersama-sama. Selain itu peserta didik dapat menggunakan buku-buku paket, LKS sebagai penunjang untuk membantu memecahkan masalah. Lingkungan sekolah dan peralatannya dapat digunakan sebagai contoh konkret dari materi yang diajarkan supaya peserta didik tidak merasa bosan di ruangan kelas. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketersediaan sumber belajar sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Tanpa adanya sumber belajar yang memadai sulit bagi seorang guru untuk. melaksanakan. proses. pembelajaran.. Mengingat. begitu. pentingnya keberadaan sumber belajar, maka setiap guru sudah seharusnya. memiliki kemampuan dalam mengembangkan sumber. belajar.24 c.. Langkah-langkah pendekatan Resource Based Learning Menurut Suryosubroto sebagaimana dikutip oleh Syaif, cara belajar resource based learning yaitu: 1) Menjelaskan alasan kepada peserta didik tentang tujuan mengumpulkan suatu informasi tertentu. 2) Rumuskan tujuan pembelajarannya (SK, KD, dan indikator). 3) Identifikasi kemampuan informasi yang dimiliki peserta didik. 4) Menyiapkan sumber-sumber belajar yang potensial telah tersedia. 5) Menentukan cara peserta didik akan mendemonstrasikan hasil belajarnya.. 23. Daryanto, Op. Cit., hlm. 60-61. Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 15. 24.

(34) 19. 6) Menentukan bagaimana informasi yang diperoleh oleh peserta didik itu dikumpulkan. 7) Menentukan alat evaluasi untuk mengukur keberhasilan proses dan penyajian hasil belajar mereka.25 4. Media Lingkungan Hubungan fasilitator-pembelajar adalah hal yang sangat penting kecuali bila hubungan ini dicirikan oleh adanya kepercayaan, keamanan, dan respeks yang mutual, maka proses pembelajaran akan terpaku. Lihatlah ke dalam sebuah kelas atau fasilitas pelatihan, maka akan segera merasakan pengaruh iklim emosional, intelektual, dan sosial. Tanggung jawab seorang guru atau fasilitator adalah memberikan iklim psikologis dan fisik yang positif sehingga dapat mengkonsentrasikan pembelajaran.26 Prioritas atensi otak adalah pada panjang gelombang warna, cahaya, kegelapan, gerakan, bentuk, dan kedalaman, sehingga dengan demikian unsur-unsur ini dapat memberikan sebuah dasar bagi upaya menarik atensi para pembelajaran. Ada berbagai macam cara untuk mengakses respon cepat otak secara inheren terhadap semua unsur tersebut. Cukup sederhana, tariklah perhatian otak dengan perubahan gerakan, kekontrasan, dan warna.27 Lingkungan sebagai media dan sumber belajar peserta didik dapat dioptimalkan dalam proses pengajaran untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar peserta didik di sekolah. Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara antara lain survey, berkemah, karyawisata pendidikan, praktek lapangan, pelayanan pada masyarakat, manusia sumber. Dalam penelitian ini, lingkungan sebagai media dan sumber. 25. Syaif, “Resource Based Learning”, http://syu3f.blogspot.com/2010/06/strategipembelajaran-resource-based.html. hlm. 5. (Jumat, 1 Oktober 2010, 14.09). 26 Eric Jensen , Brain Based Learning, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2008), hlm. 86. 27 Ibid., hlm. 87..

(35) 20. belajar ditempuh melalui cara survey. Ada tiga macam lingkungan belajar yaitu lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan buatan.28 Agar penggunaaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar berhasil baik hendaknya dipersiapkan secara seksama melalui tiga tahapan kegiatan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam setiap tahapan di atas hendaknya dilibatkan guru dan peserta didik sehingga semua kegiatan belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar menjadi tanggung jawab peserta didik itu sendiri. 5. Minat Belajar Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.29 Secara sederhana, minat adalah kecenderungan jiwa yang relative menetap kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang. Menurut Zanikah "minat" timbul atau muncul tidak secara tiba-tiba, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja, dengan kata lain, minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan penyebab partisipasi dalam kegiatan.30 Tidak adanya minat seorang anak terhadap suatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan kecakapan, tidak sesuai dengan tipe-tipe khusus anak banyak menimbulkan problema pada dirinya. Karena itu pelajaran pun tidak pernah terjadi proses dalam otak, akibatnya timbul kesulitan. Ada tidaknya minat terhadap sesuatu pelajaran dapat dilihat dari cara anak mengikuti pelajaran, lengkap tidaknya catatan, memperhatikan garis miring tidaknya dalam pelajaran itu. Dari tanda-tanda itu seorang. 28. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009), hlm. 217. 29 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 152. 30 Zanikah, “Minat Belajar Siswa”, http://zanikhan.multiply.com/journal/item/1206/Minat_Belajar_Siswa, hlm. 2. (Sabtu, 2 oktober 2010, 09.15)..

(36) 21. petugas diagnosis dapat menemukan apakah sebab kesulitan belajarnya disebabkan karena tidak adanya minat atau oleh sebab yang lain.31 Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar peserta didik dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya, seorang peserta didik yang menaruh minat besar terhadap matematika, maka akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada pelajaran lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan peserta didik tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. Guru dalam kaitan ini seyogianya berusaha membangkitkan minat peserta didik. untuk. menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap positif seperti terurai di muka.32 Agama Islam juga memperhatikan masalah pendidikan khususnya belajar untuk mencari dan menuntut ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya dan berprestasi, mengerti tentang halhal yang telah dipelajari. Dengan ilmu itupun manusia ibadahnya menjadi sempurna, begitu pentingnya ilmu Rasulullah SAW mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Dan seperti dalam firman Allah SWT surat At-Taubah ayat 122 tentang semangat belajar:. öΝåκ÷]ÏiΒ 7πs%öÏù Èe≅ä. ÏΒ txtΡ Ÿωöθn=sù 4 Zπ©ù!$Ÿ2 (#ρãÏΨuŠÏ9 tβθãΖÏΒ÷σßϑø9$# šχ%x. $tΒuρ * óΟßγ‾=yès9 öΝÍκöŽs9Î) (#þθãèy_u‘ #sŒÎ) óΟßγtΒöθs% (#ρâ‘É‹ΨãŠÏ9uρ ÇƒÏe$!$# ’Îû (#θßγ¤)xtGuŠÏj9 ×πxÍ←!$sÛ. (١٢٢ : ‫)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬. ∩⊇⊄⊄∪ šχρâ‘x‹øts†. “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk. 31 32. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Op.Cit., hlm. 83. Muhibbin Syah, Op., Cit., hlm. 152..

(37) 22. memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)33 Ada beberapa langkah untuk menimbulkan minat belajar. Langkahlangkah itu sebagai berikut: a. Arahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai. b. Kenalilah unsur-unsur “permainan” dalam aktivitas belajar. c. Rencanakan aktivitas belajar dan ikutilah rencana belajar itu. d. Pastikan tujuan belajar saat ini: Misalnya, menyelesaikan PR. e. Dapatkan “kepuasan” setelah menyelesaikan jadwal belajar. f. Bersikap positif menghadapi kegiatan belajar. g. Latihan “kebebasan” emosi selama belajar. h. Gunakan seluruh kemampuan untuk mencapai target belajar setiap hari. i. Tanggulangilah gangguan-gangguan selama belajar. j. Berperan aktif dalam diskusi atau seminar di kampus. k. Dapatkan bahan-bahan yang mendukung aktivitas belajar. l. Carilah pengajar atau dosen yang dapat mengevaluasi hasil belajar.34 Unsur-unsur minat yaitu: a. Perhatian Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat peserta didik dalam belajar. Menurut Sumadi Suryabrata “perhatian adalah banyak sedikitnya. kesadaran. yang. menyertai. sesuatu. aktivitas. yang. dilakukan.”35 Kemudian Wasty Sumanto berpendapat “perhatian adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu obyek, atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitas.”36 Orang yang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar. Ia tidak segan mengorbankan waktu. 33. Depag, Op. Cit., hlm. 301. Zanikah, Op. Cit.,hlm. 5. 35 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: CV. Rajawali, 1998), hlm. 14. 36 Wasty Sumanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bina Aksara, 1998), hlm. 32. 34.

(38) 23. dan tenaga demi aktivitas tersebut. Oleh karena itu seorang siswa yang mempunyai perhatian terhadap suatu pelajaran, ia pasti akan berusaha keras untuk memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar. b. Perasaan Unsur yang tak kalah pentingnya adalah perasaan dari anak didik terhadap pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Perasaan didefinisikan “sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak dalam berbagai taraf.”37 Tiap aktivitas dan pengalaman yang dilakukan akan selalu diliputi oleh suatu perasaan, baik perasaan senang, puas, maupun perasaan tidak senang. Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal. artinya. perasaan. dapat. timbul. karena. mengamati,. menganggap, mengingat-ingat atau memikirkan sesuatu. Perasaan senang akan menimbulkan minat yang diperkuat dengan sikap yang positif. Sedangkan perasaan tidak senang akan menghambat dalam belajar, karena tidak adanya sikap yang positif sehingga tidak menunjang minat dalam belajar. c. Motif Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencari suatu tujuan.38 Kata motif diartikan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan kreativitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Dan minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu. Ketiadaan minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi. 37 38. Sumadi Suryabrata, Op. Cit.,hlm. 66. Sumadi Suryabrata, Op.Cit., hlm. 32..

(39) 24. pangkal penyebab kenapa anak didik tidak bergeming untuk mencatat apa-apa yang telah disampaikan oleh guru. 6. Hasil Belajar a.. Pengertian hasil belajar Hasil belajar berasal dari kata hasil dan belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia hasil ” berarti sesuatu yang diadakan oleh usaha”.39 Sedangkan belajar adalah proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.40 Jadi hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diperoleh dari usaha belajar. Menurut Dimyati hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.41 Hasil yang dicapai berbeda-beda tiap peserta didik. Ada yang belajar dengan cepat, mudah dan hasil memuaskan. Tetapi ada pula yang agak sukar dan hasil kurang memuaskan. Keberhasilan seseorang dalam belajar dipengaruhi oleh banyak hal yang berkaitan dengan upaya atau latihan yang dilakukan secara sadar.. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar: 1) Faktor-faktor stimulus belajar meliputi: panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berartinya bahan pelajaran, berat ringannya tugas, suasana lingkungan eksternal. 2) Faktor-faktor metode belajar meliputi: kegiatan berlatih atau praktik, overlearning dan drill, resitasi selama belajar, pengenalan tentang hasil-hasil belajar, belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian, penggunaan modalitas indra, bimbingan dalam belajar, kondisi-kondisi insentif.. 39. W.J.S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2006), edisi ketiga, hlm. 408. 40 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Op. Cit., hlm. 162. 41 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm. 3..

(40) 25. 3) Faktor-faktor individual meliputi : kematangan, faktor usia kronologis,. faktor. perbedaan. jenis. kelamin,. pengalaman. sebelumnya, kapasitas mental, kondisi kesehatan jasmani, kondisi kesehatan rohani, motivasi.42 Muhibbin Syah, dalam buku Psikologi Belajar menambahkan satu faktor pendekatan belajar, yaitu jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pembelajaran.43 c.. Indikator-indikator hasil belajar Hasil belajar dapat dikatakan berhasil apabila telah mencapai tujuan pendidikan. Di mana tujuan pendidikan berdasarkan hasil belajar peserta didik secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.44 1) Ranah Kognitif Yaitu segi kemampuan yang berkenaan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi serta pengembangan keterampilan intelektual. Bloom mengemukakan aspek kognitif terdiri dari enam kategori yaitu: a) Pengetahuan, berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhadap pengetahuan tentang fakta, istilah dan prinsip-prinsip dalam bentuk seperti mempelajari. b) Pemahaman, dengan pemahaman peserta didik diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta dan konsep. c) Penggunaan atau penerapan, peserta didik dituntut memiliki kemampuan menyeleksi atau memilih konsep, hukum, dalil, aturan, gagasan dan cara secara tepat untuk diterapkan dalam situasi yang baru dan dapat menerapkannya secara benar.. 42. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Op. Cit., hlm. 139. Muhibbin Syah, Op. Cit., hlm. 144. 44 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 22. 43.

(41) 26. d) Analisis,. merupakan. kemampuan. peserta. didik. untuk. menganalisis suatu hubungan atau situasi yang kompleks atas konsep-konsep dasar. e) Sintesis, merupakan kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok ke dalam struktur yang baru. f) Evaluasi, merupakan kemampuan peserta didik mengevaluasi sesuatu, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan suatu kriteria tertentu.45 2) Ranah Afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Tipe hasil belajar afektif tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar, dan hubungan sosial.46 3) Ranah Psikomotorik Yaitu kemampuan yang mengutamakan keterampilan jasmani atau gerakan peserta didik yang meliputi: a) Gerakan refleks yaitu respon gerakan yang tidak disadari yang dimiliki sejak lahir. b) Dasar gerakan-gerakan yaitu gerakan-gerakan yang menuntun kepada ketrampilan yang sifatnya kompleks. c) Perceptual abilitis yaitu kombinasi dari kemampuan kognitif dan gerakan. d) Pysical abilitis yaitu kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan gerakan-gerakan ketrampilan tingkat tinggi. e) Skilled movements yaitu gerakan-gerakan yang memerlukan belajar misalnya ketrampilan dalam menari, olah raga, dan rekreasi.. 45. Dimyati dan Mujdiono, Op. Cit., hlm. 202-204. Nana Sudjana, Op. Cit., hlm. 30.. 46.

(42) 27. f) Nondiscoursive communication yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. dengan. menggunakan. gerakan. misalnya. ekspresi wajah (mimik), postur dan sebagainya.47 7. Materi Himpunan Belajar bisa dilakukan di mana saja, tanpa mengenal waktu dan tempat begitu juga dengan belajar matematika yang bisa dilakukan di rumah, lingkungan, objek wisata, dan sebagainya. Hal ini bisa dilakukan karena objek pelajaran matematika sangat komplek seperti halnya pada materi pokok himpunan kelas VII semester genap yang terdapat pada standar kompetensi : Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah dan pada kompetensi dasar:. Memahami. pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya. a.. Pengertian himpunan Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas, sehingga dengan tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk himpunan.48 Contoh: Kumpulan hewan berkaki dua antara lain: ayam, itik, burung Kumpulan warna lalu lintas adalah: merah, kuning, hijau.. b. Notasi dan anggota himpunan Suatu himpunan biasanya dilambangkan dengan huruf kapital A, B, C, D, .... Z. Adapun objek yang termasuk dalam anggota himpunan ditulis dengan menggunakan pasangan kurung kurawal {....}. Contoh A himpunan huruf vokal, jadi A = {a, i, u, e, o}. Contoh: A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 5 Anggota himpunan A adalah 0, 1, 2, 3, 4. Jadi, A {0, 1, 2, 3, 4}. Setiap benda atau objek yang berada dalam suatu himpunan disebut anggota himpunan atau elemen dari himpunan, dan dinotasikan dengan . Adapun benda atau objek yang tidak termasuk 47. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), Cet. III, hlm. 123. 48 Dewi Nuharini, Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VII SMP dan MTs, (Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008), hlm. 164..

(43) 28. dalam himpunan dikatakan bukan anggota himpunan dan dinotasikan dengan . Banyaknya anggota himpunan A dinyatakan dengan n(A). c.. Menyatakan suatu himpunan Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu: 1) Dengan kata-kata Dengan cara menyebutkan semua syarat atau sifat keanggotaannya. Contoh: P adalah himpunan bilangan prima antara 10 dan 40 ditulis P = {bilangan prima antara 10 dan 40}. 2) Dengan notasi pembentuk himpunan Anggota himpunan dinyatakan dengan suatu peubah. Sedangkan peubah yang biasa digunakan adalah x atau y. Contoh: P = {bilangan prima antara 10 dan 40}. Ditulis P = {10 < x < 40, x . Bilangan prima}. 3) Dengan mendaftar anggota-anggotanya Dengan cara menyebutkan anggota-anggotanya, menuliskannya dengan menggunakan kurung kurawal, dan anggota-anggotanya dipisahkan dengan tanda koma. Contoh: P = {11, 13, 17, 19, 23}.. d. Himpunan kosong Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota. Lambang himpunan kosong menggunakan simbol {}. Contoh: A = {peserta didik kelas VII A yang berumur 18 tahun} Himpunan A adalah himpunan kosong karena tidak punya anggota. e.. Himpunan semesta dan diagram Venn Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang dibicarakan. Lambang himpunan semesta adalah S. Dalam diagram Venn himpunan semesta digambarkan dengan persegi panjang dan dipojok kiri atas diberi simbol S. Himpunan yang termuat dalam himpunan semesta ditunjukan oleh kurva tertutup sederhana. Contoh: A = {pepaya, jeruk, apel}. Jadi S = {buah-buahan}. B = {kambing, sapi, kelinci}. Jadi S = {hewan-hewan}..

(44) 29. Diagram Venn: S • mangga • manggis • durian • apokat. A • Pepaya • Jeruk • Apel. S • Ayam • Marmut • karbau. B • kambing • Sapi • kelinci. 8. Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning Materi himpunan merupakan salah satu materi yang berkaitan dengan benda-benda yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Dengan model pembelajaran resource based learning, peserta didik dituntut untuk menemukan sendiri contoh himpunan serta penyajiannya dari sumber belajar yang telah disediakan dengan tujuan agar peserta didik mampu memahami konsep himpunan serta penyajiannya. Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajarannya: a. Guru mengucapkan salam dan mengabsen peserta didik. b. Guru menjelaskan alasan kepada peserta didik tentang tujuan mengumpulkan suatu informasi tertentu (menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan resource based learning). c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Dengan model pembelajaran resource based learning, peserta didik diharapkan mampu mendefinisikan pengertian himpunan, menentukan notasi himpunan, banyaknya anggota himpunan, menyatakan suatu himpunan, himpunan kosong, himpunan semesta, dan diagram Venn. d. Memotivasi peserta didik untuk belajar dengan mengkontekstualkan materi dengan kehidupan di lingkungan. Misalkan: Siapa yang pernah ke mini market? Berapa banyak bunga yang ada di depan ruang kelas mu? Di dalam kelas ini adakah peserta didik yang membawa kacamata? e. Mengidentifikasi kemampuan informasi yang dimiliki peserta didik dengan cara memberi pertanyaan mencari contoh lainnya..

(45) 30. Misalnya: Dengan cara menyodorkan suatu pertanyaan yang terkait dengan. topik. pengetahuan. yang awal. akan. dipelajari.. mereka,. dan. Pertimbangkan relevansi. serta. kekonstekstualan pertanyaan dengan kehidupan mereka sehingga bermakna bagi mereka. f. Guru menjelaskan materi dengan singkat. Misalnya: Contoh himpunan: kumpulan hewan berkaki dua antara lain ayam, itik. Contoh yang bukan himpunan: kumpulan bunga-bunga yang indah. Jika diberi notasi A, maka A = {kumpulan hewan berkaki dua}. n(A) = 2. Ayam  A, itik  A, dan kuda  A. g. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak yang heterogen (lampiran 6). h. Peserta didik diajak ke ruang sumber belajar yang sudah disiapkan yaitu di parkiran sekolah, halaman sekolah dan ruang perpustakaan. i. Guru membagi lembar kerja pada peserta didik (lampiran 7, 9, dan 11). j. Peserta didik menyelesaikan lembar kerja secara berdiskusi dalam kelompoknya dengan menggunakan buku paket, LKS. k. Setiap kelompok mencatat penemuannya dan guru membimbing peserta didik. l. Dalam mengerjakan tugas maupun materi, peserta didik secara kelompok dapat menanyakan kesulitan. m. Guru meminta salah satu perwakilan kelompok untuk menjawab hasil pekerjaannya di depan kelas. n. Guru dan peserta didik bersama-sama mengoreksi jawaban hasil pekerjaan di depan kelas. o. Guru memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya. p. Peserta didik dipandu oleh guru menyimpulkan materi pelajaran. q. Guru memberi tes evaluasi secara individu. r. Guru memberikan tugas rumah (lampiran 8). s. Mengucapkan salam dan berdoa..

Referensi

Dokumen terkait

Efisiensi yang diterapkan pada perancangan ini adalah penataan ruang dalam kawasan pusat kota dengan ruang terbuka yang dapat difungsikan sebagai tempat parkir (parkir

Berdasarkan Surat Keputusan ... 10) telah melaksanakan tugas sebagai ... masih melaksanakan tugas tersebut. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 138 tahun 2014 sdr ...12) berhak

1) Air Bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari harus sesuai dengan persyaratan dalam Peraturan Menteri Kesehatan, Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990

PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT BERSALIN DENGAN METODE WATER BIRTH.. Oleh

Mencermati dari hasil penelitian di atas maka perkembangan city hotel di Kota Denpasar, memang sangat mengkhawatirkan pengusaha hotel melati, bukan saja karena adanya

BERBASIS WEB DENGAN JENPEL EXISTING / INA CBGS KEUANGAN/AKUNTANSI • PENAMBAHAN FITUR PENARIKAN DATA PELAYANAN ONLINE 2013 MODIFIKASI KEPESERTAAN TUNGGAL UNTUK MF BPJS

Data darah diambil melalui vena jugular tiga kali selama percobaan yaitu pada awal (0 bulan), pertengahan (1 bulan) dan akhir percobaan (2 bulan). Rusa sebagai hewan ruminansia

Mengkoordinasikan penyusun dan pedoman pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah, mengkoordinasikan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah