PERANAN BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI DALAM MENINGKATKAN
PELAYANAN TERHADAP PEMANGKU KEPENTINGAN
SKRIPSI
RIZQI CRISENDI SIP.162631
PEMBIMBING
Dr. SAYUTI UNA S.Ag., M.H
TRI ENDAH KARYA LESTIYANI S.IP., M.IP
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2020 M/1441 H
ii
PERNYATAAN ORISINALITAS TUGAS AKHIR
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : RIZQI CRISENDI
Nim : SIP 162631
Program Studi : Ilmu pemerintahan Fakultas : Syari’ah
Alamat : Parit Tengah, Kelurahan Nipah Panjang II, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi yang berjudul PERANAN BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN TERHADAP PEMANGKU KEPENTINGAN adalah hasil karya pribadi yang tidak mengandung plagiatrisme dan tidak berisi materi yang dipublikasikan atau ditulis orang lain, kecuali kutipan yang telah disebutkan sumbernya sesuai dengan ketentuan yang dibenarkan secara ilmiah.
Apabila pernyataan ini tidak benar, maka peneliti siap mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku dan ketentuan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Termasuk pencabutan gelar yang saya peroleh dari skripsi ini.
Jambi, 17 Januari 2020 Yang menyatakan,
RIZQI CRISENDI SIP.162631
iii
Pembimbing I : Dr. Sayuti Una S.Ag., M.H
Pembimbing II : Tri Endah Karya Lestiyani S.IP., M.IP Alamat : Fakultas Syariah UIN STS Jambi
Jl. Jambi – Muara Bulian KM. 16 Simp. Sei Duren Kab. Muaro Jambi 31346 Telp. (0741) 582021
Jambi, Januari 2020 Kepada Yth.
Bapak Dekan Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Di-
JAMBI
PERSETUJUAN PEMBIMBNG Assalamu’ alaikum wr. wb.
Setelah membaca dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka skripsi saudara RIZQI CRISENDI, NIM. SIP162631 yang berjudul “PERANAN BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN TERHADAP PEMANGKU KEPENTINGAN” telah disetujui dan dapat diajukan untuk dimunaqosohkan guna melengkapi syarat-syarat memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Pemerintahan pada Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Demikian, kami ucapkan terimakasih semoga bermanfaat bagi kepentingan Agama, Nusa dan Bangsa.
Wassalamu’alaikum wr.wb Pembimbing I
Dr. Sayuti Una S.Ag., M.H NIP. 19720102 200003 1 005
Pembimbing II
Tri Endah Karya Lestiyani S.IP., M.IP NIP.197007 06199803 2 003
iv
v MOTTO
َهي ِرِباَّصلا َعَم َ َّاللَّ َّنِإ ۚ ِة َلََّصلا َو ِرْبَّصلاِب اىُنيِعَتْسا اىُنَمآ َهيِذَّلا اَهُّيَأ اَي
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.
(QS. Al-Baqarah Ayat 153)1
1QS. Al-Baqarah (2) : 153
vi ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk mengungkap peranan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam meningkatkan pelayanan terhadap pemangku kepentingan. Sebagai tujuan antaranya adalah untuk mengetahui bentuk kebijakan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, untuk mengetahui peranan Badan Layanan Umum di Fakultas Syariah dalam memberikan pelayanan akademik kemahasiswaan. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut : pertama kebijakan Badan Layanan Umum pada Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ruang lingkupnya lebih luas, tidak terkhusus hanya pada perguruan tinggi saja, melainkan pada seluruh instansi ataupun lembaga yang tugas pokok dan fungsi utamanya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lembaga ataupun instansi tersebut dapat mengajukan permohonan perubahan status dari lembaga ataupun instansi yang non-BLU menjadi lembaga ataupun instansi yang berstatus BLU, dengan dapat memenuhi persyaratan yang tersedia, yakni persyaratan substantif, teknis dan administrasi, dan status BLU tersebut dapat dicabut dengan ketentuan yang berlaku. Kedua, peranan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di Fakultas Syari’ah cukup baik dalam menunjang pelayanan akademik yang diterima oleh pemangku kepentingan yakni mahasiswa di fakultas syari’ah, melalui pelayanan registrasi, her-registrasi, kontrak kuliah, perkuliahan dan penilaian.
Kata kunci : BLU, Pelayanan, Pemangku Kepentingan
vii
KATA PENGANTAR
مي ِح َّرلا ِهَمْح َّرلا ِ َّاللَّ ِمْسِب
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana dalam penyelesaian skripsi ini penulis selalu diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : PERANAN BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN TERHADAP
PEMANGKU KEPENTINGAN.
Kemudian tidak lupa pula penulis haturkan shalawat beriring salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah memberi kita petunjuk dari alam kebodohan menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini, terang bukan lampu yang menyinari akan tetapi terangnya karena ilmu pengetahuan serta keimanan.
Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagai persyaratan dalam rangka menyelesaikan studi Stara Satu (S1) pada Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Terwujudnya skripsi ini selain merupakan upaya kerja ilmiah penulis sendiri juga tidak terlepas dari arahan, bimbingan dan motivasi berbagai pihak yang terkait terutama dosen pembimbing penulisan skripsi ini. Untuk itu penulis sangat perlu menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Yang Terhormat:
viii
1. Bapak Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA., Ph.D sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Bapak Dr. Sayuti Una S.Ag., M.H sebagai Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Bapak Dr. Agus Salim, M.A., M.I.R., Ph.D, sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik.
4. Ibu Dr. Ruslan Abdul Ghani, S.H., M.H, sebagai Wakil Dekan bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.
5. Ibu Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum, sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.
6. Ibu Dr. Irmawati Sagala, S.IP., M.Si dan Bapak Yudi Armansyah, S.Th., M.Hum sebagai Ketua dan Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
7. Bapak Dr. Sayuti Una S.Ag., M.H dan Ibu Tri Endah Karya Lestiyani S.IP., M.IP, sebagai Pembimbing I dan Pembimbing II skripsi ini.
8. Bapak dan Ibu Dosen, Asisten Dosen, dan seluruh Karyawan/Karyawati Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
9. Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini, baik langsung maupun tidak langsung.
Di samping itu, disadari juga bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu diharapkan kepada semua pihak untuk dapat memberikan kontribusi pemikiran demi perbaikan skripsi ini. Kepada Allah SWT
ix
kita memohon ampunan-Nya, dan kepada manusia kita memohon kemaafannya.
Semoga amal kebajikan kita dinilai seimbang oleh Allah SWT.
Jambi, 17 Januari 2020 Penulis
Rizqi Crisendi SIP. 162631
x
PERSEMBAHAN
UCAPAN TERIMAKASIH RIZQI CRISENDI KEPADA:
Allah SWT yang selalu melimpahkan dan memberikan kemudahan, Rahmat serta rizki-Nya sehingga Ananda Rizqi Crisendi dapat menyelesaikan
skripsi ini.
Buat keluargaku yang tercinta: Ayahanda Sumedi dan Ibundaku Sri Endang Ningsih, terimakasih banyak telah mendidik dan mengasuh Ananda dengan penuh
kasih sayang, serta do’a dan perjuangan yang tidak pernah kenal lelah selama ini, agar ananda menjadi anak yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa dan dapat
meraih cita-cita.
Untuk kedua saudaraku Rangga Endi Wardana dan Ajeng Endi Pradipta Tidak lupa teman-teman sahabat seperjuangan yang tidak bisa saya sebutkan satu
persatu (Program Studi Ilmu Pemerintahan Angkatan 2016), serta orang yang selalu ada menjadi penyemangat, menemani dari awal semester pertama hingga
akhir dan seluruh teman-teman sahabat UIN STS Jambi.
Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua, akhir kata saya persembahkan skripsi ini untuk kalian semua dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan
datang. Aamiin
xi DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
PENGESAHAN PANITIA UJIAN ... iv
MOTTO ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
PERSEMBAHAN ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR SINGKATAN . ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Batasan Masalah ... 5
D. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian ... 6
E. Kerangka Teori ... 7
F. Tinjauan Pustaka ... 15
xii BAB II METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian ... 18
B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 19
C. Jenis dan Sumber Data ... 19
D. Populasi dan Sampel ... 20
E. Teknik Pengumpulan Data ... 24
F. Teknik Analisis Data ... 25
G. Sistematika Penulisan ... 27
H. Jadwal Penelitian ... 28
BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ... 29
B. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ... 34
C. Visi dan Misi Fakultas Syari’ah ... 36
D. Struktur Organisasi Fakultas Syari’ah ... 37
BAB VI PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Kebijakan Badan Layanan Umum pada Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ... 38
B. Peranan Badan Layanan Umum di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terhadap peningkatan Pelayanan Akdemik bagi Mahasiswa ... 43
xiii
C. Bagaimana Kendala dan Upaya dalam Peningkatan Pelayanan Akademik Badan Layanan Umum di Fakultas Syari’ah
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ... 52 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 59 B. Saran ... 60 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR INFORMAN DAFTAR PERTANYAAN CURICULUM VITAE
xiv
DAFTAR SINGKATAN
APBN : Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara BLU : Badan Layanan Umum
IAIN : Institut Agama Islam Negeri PHLN : Pinjaman Hibah Luar Negeri PNBP : Pendapatan Negara Bukan Pajak
PPK-BLU : Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum PTKIN : Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
RI : Republik Indonesia RM : Rupiah Murni
RMP : Rupiah Murni Pendamping Satker : Satuan Kerja
SOP : Standar Operasional Pelayanan UIN : Universitas Islam Negeri
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Jadwal Penelitian... 28 Tabel 2 Standar Operasional Prosedur Pelayanan Akademik ... 44 Tabel 3 Proses Registrasi atau Pembayaran Uang Kuliah Tinggal
(UKT) efektif dan efisien ...46 Tabel 4 Kegiatan Her-Registrasi di Fakultas Syari’ah cepat dan mudah...47 Tabel 5 Kontrak Kuliah Online memudahkan mahasiswa ...48 Tabel 6 Mahasiswa mendapat hak nya dalam perkuliahan selama
kurang lebih 16 kali tatap muka ...49 Tabel 7 Mahasiswa mendapatkan nilai di akhir semester sesuai dengan
yang diusahakan ...50 Tabel 8 Perbandingan pilihan responden dengan kualitas layanan ...51
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Struktur Organisasi Fakultas Syariah ... 37
Gambar 2 : Gedung Rektorat UIN STS Jambi ... 63
Gambar 3 : Gedung Fakultas Syariah ... 63
Gambar 4 : Wawancara dengan Kepala Bagian Akademik Fakultas Syariah ... 64
Gambar 5 : Wawancara dengan Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan ... 64
Gambar 6 : Wawancara dengan Staff ICT Fakultas Syariah ... 65
Gambar 7 : Pelayanan Akademik pada bagian tatap muka perkuliahan ... 65
Gambar 8 : Pelayanan Akademik pada bagian ICT ... 66
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan undang-undang keuangan negara merupakan paket reformasi yang signifikan dibidang keuangan yang kita alami sejak kemerdekaan. Salah satu reformasi yang paling menonjol adalah pergeseran dari penganggaran tradisional ke penganggaran berbasis kinerja. Dengan basis kinerja ini, mulai dirintis arah yang jelas bagi penggunaan dana pemerintah, berpindah dari sekedar membiayai masukan (inputs) atau proses pembayaran terhadap apa yang dihasilkan (outputs).2
Perubahan ini penting dalam rangka mewujudkan kemandirian suatu organisasi yang lebih rasional dalam mempergunakan sumber daya yang dimiliki pemerintah, mengingat tingkat pembiayaan dan kebutuhan dana yang tersedia tetap terbatas. Hal ini semakin terdesak lagi dengan kenyataan bahwa beban pembiayaan pemerintahan yang tergantung pada pinjaman luar negeri, semakin dituntut untuk menguranginya, dengan demikian pilihan rasional oleh publik seyogianya menyeimbangkan prioritas dengan kendala dana yang tersedia.3
Orientasi pada outputs semakin menjadi praktek yang dianut luas oleh pemerintahan modern di berbagai negara. Selanjutnya ada paradigma tentang mewiraswastakan pemerintah (enterprising the government) adalah paradigma yang memberi arah yang tepat bagi keuangan sektor publik. Dalam kaitan ini,
2Departemen Agama RI, Buku Panduan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Jakarta, Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal 2009) hlm 1
3Departemen Agama RI, Buku Panduan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Jakarta, Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal 2009) hlm. 1
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003, tentang Keuangan Negara, yang menekankan basis kinerja dalam penganggaran, memberi landasan yang penting bagi orientasi baru tersebut di indonesia.4
Selanjutnya, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara membuka koridor baru bagi penerapan basis kinerja ini di lingkungan pemerintah yang tertuang dalam Pasal 68 dan Pasal 69, instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan menonjolkan produktifitas, efisiensi, dan efektifitas. Instansi tersebut dapat melaksanakan pola Badan Layanan Umum (BLU), dan diharapkan dapat menerapkan manajemen keuangan berbasis pada hasil ( kinerja).5
Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disebut BLU, adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.6 Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disebut PPK-BLU, adalah pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek- praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesehjahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
4Ibid hlm 1
5Departemen Agama RI, Buku Panduan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Jakarta, Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal 2009) hlm. 1
6Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Pasal 1 ayat (1)
Nomor 23 Tahun 2005, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya.7
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama8 yang dikembangkan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah berdiri sejak tanggal 27 Juli 1967 berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 84 Tahun 1967.9 Dan kemudian sejak tanggal 3 April 2017 beralih status menjadi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi setelah keluarnya Peraturan Presiden RI Nomor 37 Tahun 2017 tentang Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.10 Perubahan status ini menjadikan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membawa sebuah misi yang sangat penting untuk perguruan tinggi, yaitu membangun sistem pendidikan tinggi yang menintegrasikan berbagai disiplin ilmu, sejalan dengan kebijakan Higher Education Long Strategy (HELTS).11
Pada tahun 2009, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang dulunya IAIN ditetapkan sebagai PTKIN yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 429/KMK.05/2009 tanggal 17 November 2009 tentang Penetapan Institut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha
7Pasal 1 ayat (2)
8Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Pasal 1 ayat (1)
9http://uinjambi.ac.id/sejarah-iain-sulthan-thaha-saifuddin-jambi/ Diakses pada tanggal 24 Maret 2019 Jam 17.27
10Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 tentang Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Pasal 1 ayat (1)
11Kementerian Agama. Proposal Remunerasi Badan Layanan Umum (BLU). (Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Jambi 2017) hlm. 2
Saifuddin Jambi sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Seiring dengan perubahan status ini pola pengelolaan institusi juga mengalami perubahan secara otomatis dalam hal pengelolaan keuangan, operasional, dan sumber daya manusia.12.
Pendapatan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Negara (APBN) yang meliputi Rupiah Murni (RM), Rupiah Murni Pendamping (RMP), Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN), dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan dari masyarakat dalam bentuk PNBP merupakan pendapatan dari layanan pendidikan yang diberikan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kepada masyarakat sebagai Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU). Peningkatan atau penurunan PNBP BLU UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ditentukan oleh naik turunnya pendapatan PNBP UIN yang bersumber dari pemberian layanan jasa ataupun barang kepada masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.13
Terhitung dari tahun 2009 hingga saat ini, maka BLU UIN STS Jambi telah beroperasi kurang lebih 11 tahun, setiap tahun UIN STS Jambi terus mengadakan penerimaan mahasiswa baru, dan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa yang terdaftar di UIN STS Jambi. Peningkatan jumlah mahasiswa yang terdaftar di UIN STS Jambi, juga diimbangi dengan peningkatan jumlah biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh pemangku
12Ibid. hlm. 2
13Ibid. hlm. 2
kepentingan kepada UIN STS Jambi, namun hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan yang diberikan oleh BLU UIN STS Jambi terhadap pemangku kepentingan. Salah satu contohnya adalah pada pelayanan perkuliahan atau tatap muka, dimana masih ada beberapa tenaga pendidik dalam hal ini adalah dosen, yang tidak memenuhi kewajibannya dalam mengajar mahasiswa, sementara setiap semesternya mahasiswa selalu melakukan kewajibannya dalam membayar uang kuliah, namun haknya untuk mendapatkan ilmu pada pelayanan perkuliahan tatap muka tidak terpenuhi secara maksimal. Maka bertitik tolak dari pemaparan diatas penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul : “Peranan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Dalam Meningkatkan Pelayanan Terhadap Pemangku Kepentingan”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Bentuk Kebijakan BLU pada UIN STS Jambi ?
2. Bagaimanakah Peranan BLU di Fakultas Syari’ah UIN STS Jambi terhadap peningkatan Pelayanan Akademik bagi Mahasiswa ?
3. Bagaimana Kendala dan Upaya dalam Peningkatan Pelayanan Akademik BLU di Fakultas Syari’ah UIN STS Jambi ?
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas agar tidak memperluas masalah yang akan di bahas yang menyebabkan pembahasan menjadi tidak konsisten dengan rumusan masalah yang telah penulis buat sebelumnya, maka penulis memberikan batasan masalah mengenai bentuk pelayanan BLU UIN
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada Bidang Akademik di Fakultas Syari’ah dengan pertimbangan peneliti mudah dalam mendapatkan data, serta Fakultas Syari’ah juga termasuk salah satu fakultas yang telah lama berdiri di UIN STS Jambi, selanjutnya untuk Pemangku Kepentingan penulis memberikan batasan masalah kepada Mahasiswa/i Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, semester VI pada Tahun Akademik 2018/2019.
D. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
Dari adanya perumusan masalah diatas, diharapkan penelitian ini mempunyai tujuan yang bermanfaat untuk pribadi sendiri atau untuk orang lain.
Diantara tujuan yang diharapkan adalah:
1. Tujuan Penelitian
a. Ingin mengetahui bentuk kebijakan Badan Layanan Umum pada Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
b. Ingin mengetahui peranan Badan Layanan Umum di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terhadap peningkatan pelayanan akademik bagi mahasiswa.
c. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program Srata (S.1) pada Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Kegunaan Penelitian
a. Secara akademis penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan kajian berkenaan dengan peranan lembaga BLU di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi;
b. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan bahan kajian bagi para akademika dan perbandingan bagi penelitian selanjutnya.
c. Agar penelitian ini dapat bermanfaat kepada dosen dan mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada umumnya, dan bermanfaat juga bagi pada pihak terkait pada khususnya.
E. Kerangka Teori
Kerangka teori sangat diperlukan pada setiap penelitian dalam rangka memecahkan masalah yang timbul dari adanya suatu penelitian. Kerangka teori yang dimaksud harus mempunyai landasan atau yang didasarkan pada suatu yang dapat menjadi acuan serta sumber atau dasar dalam pengambilan kesimpulan di dalam memutuskan masalah yang ditemukan.
1. Balanced Scorecard
Menurut Mulyadi, Balanced scorecard terdiri dari dua kata yaitu kartu skor (scorecard) dan berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat kinerja hasil skor seseorang dan juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh personel dimasa depan. Skor yang hendak diwujudkan dimasa depan kemudian dapat dibandingkan dengan kinerja personel yang bersangkutan. Berimbang berarti kinerja personel dinilai dari dua aspek secara berimbang yaitu aspek
keuangan dan aspek non keuangan, jangka panjang, jangka pendek serta interen dan ekstern.14
Kaplan dan Norton mencoba melakukan terobosan tentang cara pengukuran kinerja yang tidak hanya menekankan aspek keuangan, tetapi juga dari aspek non keuangan. Menurut Kaplan dan Norton penyeimbangan antara ukuran keuangan dan ukuran non keuangan akan mampu mendorong kinerja perusahaan lebih baik lagi dan dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Gagasan penyeimbangan kinerja keuangan dan non keuangan tersebut melahirkan suatu konsep yang di sebut Balanced scorecard. Balanced scorecard memberi para eksekutif kerangka kerja yang komprehensif untuk menerjemahkan visi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu.
Perusahaan yang dapat menerjemahkan strategi ke dalam sistem pengukuran akan jauh lebih rnampu melaksanakan strategi karena dapat mengkomunikasikan tujuan dan sasarannya. Menurut Kaplan dan Norton, komunikasi akan memfokuskan manajer dan pekerja kepada berbagai faktor pendorong penting, yang memungkinkan keselarasan investasi, inisiatif, dan tindakan dengan pencapaian tujuan strategis. Balanced scorecard melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan ukuran pendorong kinerja masa depan.
Menurut Kaplan dan Norton, Menjelaskan bahwa BSC sebagai sebuah sistem manajemen, artinya semua ukuran finansial dan non finansial harus
14Ernitati, Analisis Kinerja Univeristas yang Berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
(Studi Kasus Pada UIN Sulthan Syarif Kasim Riau). 8(1) : 46
menjadi bagian dari sistem informasi bagi semua pekerja di semua tingkat universitas . Semua pekerja harus memahami bahwa aktivitas mereka adalah biaya yang harus diperhitungkan manfaatnya.15
Ada empat perpektif pengukuran yang dapat dilakukan dalam melaksanakan teori balance scorecard yaitu :
a. Perspektif finansial yaitu bagaimana kita berorientasi pada PNBP.
b. Perspektif customer adalah bagaimana kita bisa menjadi supplier utama yang paling bernilai bagi para mahasiswa.
c. Perspektif proses, bisnis internal, yakni proses bisnis apa saja yang di kelola oleh BLU UIN STS Jambi, dan selanjutnya dilaksanakan juga oleh Fakultas Syariah, hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan finansial dan kepuasan mahasiswa.
d. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran ialah bagaimana kita dapat meningkatkan dan menciptakan value secara terus menerus,terutama dalam hubungannya dengan kemampuan dan motivasi karyawan.
1. Dosen : Tenaga pendidik 2. Admin : Tenaga kependidikan
3. Mahasiswa : Penerima layanan baik dari tenaga pendidik ataupun tenaga kepenndidikan
Dalam Balanced Scorecard, keempat persektif tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keempat perspektif tersebut
15Ibid. hlm. 46
juga merupakan indikator pengukuran kinerja yang saling melengkapi dan saling memiliki hubungan sebab akibat.16
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara layanan publik.17
Penyelenggara pelayanan publik adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen, yang dibentuk berdasarkan undang- undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.18
Pelayanan publik mempunyai kriteria tertentu untuk mendefinisikan berbagai pelayanan dapat dikategorikan dalam pelayanan publik.19
Kriteria pertama sifat dan barang itu sendiri, Barang dan jasa yang kategori pelayanan publik atau barang yang memiliki eksternalitas tinggi biasanya tidak bisa diselenggarakan oleh korporasi atau diserahkan kepada pasar karena mereka tidak dapat mengontrol siapa yang mengkonsumsi barang dan jasa tersebut. Sementara barang dan jasa tersebut sangat penting bagi masyarakat luas. Misalnya pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan jalan umum. Semua pelayanan tersebut adalah pelayanan yang
16https://www.ekasulistiyana.web.id/artikel/kuliah/empat-perspektif-dalam-penerapan- balance-scorecard/ Diakses pada tanggal 25 Maret 2019 Jam 09.53
17Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Pasal 1 (1)
18Pasal 1 ayat (2)
19Agus Dwiyanto, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif dan Kolaborasi, (Yogyakarta: Gadjah Mada University press, 2017), hlm. 18.
sangat penting dan harus disediakan oleh Negara, sehingga pelayanan tersebut seharusnnya menjadi bagian dari pelayanan publik.
Kriteria kedua adalah tujuan dari penyediaan barang dan jasa.
Penyedian barang dan jasa yang digunakan untuk mencapai tujuan dan misi negara, walaupun barang dan jasa itu bersifat privat, dapat dikatakan sebagai pelayanan publik. Contohnya pelayanan pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.
Dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik implementasi pelayanan publik mendasarkan asas-asas berikut ini:
1. Transparansi, yaitu bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.
2. Akuntabilitas, yaitu dapat di pertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan kebutuhan dan harapan masyarakat.
3. Kondisional, yaitu sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima layanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektifitas.
4. Partisipatif, yaitu mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
5. Kesamaan hak, yaitu tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, gender, dan status ekonomi.
6. Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Negara sebagai wadah pemerintahan berkewajiban untuk menjaga akses warganya terhadap berbagai pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan minimal bagi warga untuk hidup secara layak dan bermartabat. Pelayanan seperti ini harus dapat diakses oleh Warga Negara tanpa melihat status sosial, ras, etnisitas, agama dan ciri-ciri subjektif lainnya.20 Pelayanan masyarakat yakni pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai tugas dan kewajiban pemerintah daerah dengan penuh tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku.
Pelayanan publik yang bermutu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat tercapai dengan kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak merugikan rakyat. Untuk itu Pemerintah Daerah harus menegakkan prinsip keadilan porposional dalam memberikan pelayanan.
Secara rinci ruang lingkup kebijakan publik meliputi: pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, pariwisata, sumber daya alam, perhubungan, dan sektor strategis lainnya.21
20 Ibid., hlm. 19.
21Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pasal 5 ayat 2.
3. Teori Mahasiswa
Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas, sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas.
a. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Adalah pelajar perguruan tinggi serta dalam struktur pendidikan Indonesia menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lainnya.
b. Menurut Knopfemacher
Merupakan insan-insan calon sarjana yang terlibat dalam suatu instansi perguruan tinggi, di didik serta di harapkan menjadi calon – calon intelektual.
3. Menurut Sarwono
Merupakan setiap orang yang secara resmi telah terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar antara 18–30 tahun. Mahasiswa adalah suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh status karena memiliki ikatan dengan perguruan tinggi.22
Mahasiswa memiliki beberapa peran :
1. Agent Of Change, mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut bersifat kritis dan diperlukan implementasi yang nyata. Mahasiswa adalah garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat , mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang dilakukan oleh
22https://www.masukuniversitas.com/mahasiswa/ Diakses pada tanggal 8 Januari 2020 Jam 10.39
kelompok-kelompok elit yang hanya memetingkan dirinya dan nasib kelompoknya.
2. Control Sosial, Mahasiswa sebagai penengah antara Pemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai pengontrol.
Mahasiswa menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah dan juga mahasiswa menunjukkan sikap yang baik terhadap masyarakat sebagai kontrol sosial. Sebagai pengontrol sosial mahasiswa juga memiliki tugas mengontrol peraturan - peraturan dan kebijakan kebijakan yang dibuat untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
3. Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia - manusia tangguh yang memilik kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi - generasi sebelumnya.
Intinya mahasiswa merupakan aset cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu harus dilakukan terus-menerus.
F. Tinjauan Pustaka
Dalam menyusun sebuah skripsi, tinjauan pustaka sangatlah dibutuhkan dalam rangka menambah wawasan terhadap masalah yang akan dibahas oleh penyusun skripsi dan sebelum penyusun membahas lebih jauh dalam permasalahan yang penyusun bahas. Adapun penelitian-penelitian yang terdahulu yang terkait atau tinjauan pustaka yang pernah penulis temui berkaitan dengan skripsi penulis yang berjudul : “Analisis Kinerja Universitas Berstatus Badan Layanan Umum (BLU) (Studi Kasus Pada UIN Sulthan Syarif Kasim Riau)”
23yang ditulis oleh Ernitati, penelitian ini cenderung membahas tentang bagaimana kinerja suatu Universitas yang berstatus Badan Layanan Umum, dimana penelitian ini dilakukan di UIN Sulthan Syarif Kasim Riau. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa setiap tahunnya terdapat peningkatan jumlah mahasiswa yang terdaftar di UIN Sulthan Syarif Kasim Riau, akan tetapi bentuk pelayanan dari universitas masih terlihat biasa saja, tanpa menunjukan perubahan kearah yang baik secara signifikan. Serta perlu nya dilakukan evaluasi kembali mengenenai kinerja dari penyelenggaran universitas yang berstatus BLU.
Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penulis yang dilakukan oleh Khairina Nur Izzaty “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Badan Layanan Umum (Studi pada BLU Universitas Diponegoro Semarang).24 Penelitian ini lebih
23Ernitari. Analisis Kinerja Universitas Berstatus Badan Layanan Umum (BLU) (Studi Kasus Pada UIN Sulthan Syarif Kasim Riau). 8(1) : 44
24Khairina Nur Izzaty, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Badan Layanan Umum (Studi pada BLU Universitas Diponegoro Semarang)”. Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang, 2011.
cenderung membahas tentang pengaruh dari gaya kepemimpinan dan sumber daya manusia terhadap penerapan anggaran berbasis kinerja badan layanan umum. Dimana penelitian ini dilakukan di BLU Universitas Diponegoro Semarang. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa gaya kepemipinan serta kualitas sumber daya manusia sangat berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan anggaran berbasis kinerja Badan Layanan Umum yang diterapkan di Universitas Diponegoro Semarang.
Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penulis yang dilakukan oleh Mirna Amirya, Ali Djamhuri, Unti Ludigo “ Pengembangan Sistem Anggaran dan Akuntasi Badan Layanan Umum Universitas Brawijaya : Perspektif Institusionalitas.25Penelitian ini lebih cenderung membahas tentang bagaimana pengembangan sistem anggaran dan akuntansi badan layanan umum Universitas Brawijaya : Perspektif Institusionalitas. Implikasi atas hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan aplikasi kebijakan. Secara teoritis, hasil penelitian menjelaskan bahwa teori institusionalis masih relevan digunakan untuk memahami dan menganalisis pengembangan sistem anggaran dan akuntansi BLU UB dalam mendorong perubahan organisasi. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap aplikasi kebijakan terkait BLU bagi Universitas Brawijaya, PTN yang menerapkan model BLU dan Pemerintah. Diantaranya yaitu memberikan gambaran tentang pengaruh dan reaksi atas ditetapkannya kebijakan model BLU dalam mendorong perubahan organisasi yang mencakup nilai-nilai manajemen, SDM, prosedural, struktural dan teknologikal sehingga dapat dijadikan sebagai
25Mirna Amirya, Ali Djamhuri, Unti Ludigo, “Pengembangan Sistem Anggaran dan Akuntansi Badan Layanan Umum Universitas Brawijaya : Perpsektif Institusionalitas”. 3(3) 1
evaluasi atas pelaksanaan saat ini. Selain itu, temuan penelitian sangat mungkin dapat diterapkan di institusi yang sejenis.26
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis menekankan pada
“Peranan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam Meningkatan Pelayanan terhadap Pemangku Kepentingan. Dimana penelitian ini dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
26Ibid. hlm 354-356
18 BAB II
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah tata cara bagaimana studi penelitian dilaksanakan (methodos = tata cara). Metode penelitian membicarakan tentang tata cara pelaksaan penelitian, prosedur penelitian membicarakan urutan kerja penelitian, dan teknik penelitian membicarakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. Dengan demikian metode penelitian melingkupi prosedur dan teknik penelitian.27
A. Pendekatan penelitian
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitan kualitatif, dimana penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodelogi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti menekankan sifat realitas yang terbangun secara sosial , hubungan erat antara peneliti dan subjek yang diteliti.28
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap fakta , fenomena, dan informasi yang terjadi saat penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Pendekatan deskriptif memusatkan perhatian pada masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung.29 Inti dari jenis penelitian ini, berusaha membuat gambaran kondisi
27Sayuti Una. Pedoman Penulisan Skripsi (Edisi Revisi).Cet. 2.(Jambi: Syariah dan Fakultas Syariah IAIN STS Jambi, 2004) hlm. 5
28Juliansyah Noor. Metodelogi Penelitian,Skripsi, Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah. Cet.
2(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012) hlm. 33-34
29Ibid, hlm. 34-35
menyeluruh tentang peranan BLU UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam meningkatkan pelayanan terhadap pemangku kepentingan.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Syari’ah, dan dilakukan pada bulan Agustus Tahun 2019. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut peneliti dapat memperoleh data yang diperlukan untuk bahan pembuatan skripsi ini.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a) Data Primer
Data Primer adalah data pokok yang diperlukan dalam penelitian, yang diperoleh secara langsung dari sumbernya ataupun dari lokasi objek penelitian, atau keseluruhan data hasil penelitian yang diperoleh dilapangan. Data primer tidak diperoleh melalui sumber perantara atau pihak kedua dan seterusnya.30 Data primer ini diperoleh langsung dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Kabag Fakultas Syariah, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Staff ICT, dan kepada pemangku kepentingan yang merasakan pelayanan dari pemberlakuannya BLU di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
b) Data Sekunder
Data sekunder adalah data atau sejumlah keterangan yang diperoleh secara tidak langsung, atau melalui sumber-sumber perantara.
30Sayuti Una. Pedoman Penulisan Skripsi (Edisi Revisi).Cet. 2.(Jambi: Syariah dan Fakultas Syariah IAIN STS Jambi, 2004) hlm. 34
Data ini diperoleh dengan cara mengutip dari sumber lain, sehingga tidak bersifat authentik, karena sudah diperoleh dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya.31 Adapun data sekunder yang diperoleh peneliti bersumber dari Keputusan Menteri, Buku Pedoman Penyelenggaraan BLU, Laporan Kinerja.
2. Sumber Data
Sumber data adalah berupa responden dan informan dikatakan juga sebagai sumber data berupa orang (person)32. Sumber data penelitian ini dari wawancara dari beberapa sampel yang telah di tentukan dan juga di tentukan dan juga di temukan atau peristiwa-peristiwa di lapangan.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:
obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.33
Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa yang masih termasuk kedalam kategori mahasiswa yang aktif kuliah di Fakultas Syari’ah. Namun untuk mempermudah maka penulis mengambil populasi mahasiswa Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 2018-2019. Dari data
31Ibid, hlm. 34
32Sayuti Una , (Pedoman Penulisan Skripsi (edisi revisi ),Cet Ke 2 (Jambi : Syariah Press Dan Fakultas Syarih UIN STS Jambi ,2014)hlm 36
33Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet.23(Bandung:
Alfabeta, 2016) hlm. 80
yang telah didapatkan bahwa jumlah mahasiswa Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 2018-2019 sebanyak :
a. Mahasiswa semester II berjumlah : 654 b. Mahasiswa semester IV berjumlah : 634 c. Mahasiswa semester VI berjumlah : 512 d. Mahasiswa semester VIII berjumlah : 35234
Maka total dari populasi mahasiswa yang aktif sebanyak 2152 mahasiswa di Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 2018-2019. Maka dari itu penulis dalam melakukan penelitian ini mengerucutkan populasi yang akan dijadikan populasi penelitian maka diambil dari mahasiswa Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 2018-2019 yang masih aktif di semester VI (Enam) yang berjumlah 512 orang. Dari banyaknya mahasiswa, hanya mahasiswa semester VI yang penulis perkiraan sudah lama berada dikampus dan cukup matang untuk menjadi responden.Untuk semester II dan IV peneliti memperkirakan masih belum lama berada dikampus dan belum terlalu mengamati pelayanan dikampus dan peneliti perkirakan untuk semester VIII dan X populasinya sangat sulit untuk ditemukan dan akan terjadi banyak invalid data terhadap kuisioner tentang pelayanan akademik pada BLU di Uiniversitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
34Bagian Akademik & Kemahasiswaan Fakultas Syariah
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi atau wakil populasi yang diteliti. Sampel Penelitian adalah bagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Kesimpulannya Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.35
Dengan mempertimbangkan keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Untuk menentukan besaran sampel, peneliti menggunakan Rumus Taro Yamane.
Karena mengingat waktu, tenaga, dan dana kemungkinan adanya hambatan-hambatan, maka penulis mengambil sampel dengan besaran 10%. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan Rumus Taro Yamane adalah sebagai berikut:
Rumus :
Keterangan : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
d2 = Presisi yang ditetapkan36
Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel (n) untuk Mahasiswa Fakultas Syari’ah Semester VI Tahun Akademik 2018-2019 sebagai berikut:
35Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet.23(Bandung:
Alfabeta, 2016) hlm. 81
36http://www.academia.edu/26328103/TEKNIK_PENGAMBILAN_SAMPEL_MENGG UNAKAN_RUMUS_TARO_YAMANE
( )
( )
Jadi dalam penelitian jumlah Mahasiswa Fakultas Syari’ah semester VI tahun akademik 2018-2019 yang ditetapkan sebagai sampel sebanyak 84 orang.
Adapun teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan teknik Probability sampling atau sampling random dan sampling random sederhana. Pengambilan sampel secara acak (sampling random) adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, sehingga metode ini sering disebut sebagai prosedur yang terbaik.37
37Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet.23(Bandung:
Alfabeta, 2016) hlm. 82
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian.38
a. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarai tetapi dapat juga diberikan daftar pertanyaan dahulu untuk dijawab dikesempatan lain. Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya.39
Dalam hal ini peneliti menggunakan metode wawancara yang terstruktur, sehingga pertanyaan bersifat dari umum ke khusus ataupun sebaliknya, serta pertanyaan disiapkan terlebih dahulu. Pada penelitian ini peneliti mewawancarai Kepala Bagian Akademik Fakultas Syari’ah, Staf ICT, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, dan mahasiswa Fakultas Syariah.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah aktivitas atau kegiatan pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan observasi partisipatif, dimana peneliti melakukan interaksi secara langsung dalam situasi sosial dengan subjek penelitian, teknik ini
38Juliansyah Noor. Metodelogi Penelitian,Skripsi, Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah. Cet.
2(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012) hlm.138
39Ibid, hlm 138-139
digunakan untuk mengamati, memahami peristiwa yang terjadi dilapangan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah rekaman peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan, menyangkut permasalahan pribadi, dan memerlukan interprestasi yang berhubungan sangat dengan konteks rekaman peristiwa tersebut.40 Teknik dokumentasi ini penulis gunakan untuk memperoleh data baik dari dokumentasi resmi, buku, artikel, surat kabar, arsip, dan dokumentasi pribadi.
d. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.41
F. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan deskriptif, maka langkah selanjutnya adalah menentukan teknik analisis data yang tepat. Untuk data kualitatif (terutama data dokumen, naskah atau litelatur lainnya), analisis dapat menggunakan model analisis isi dan analisis wacana. Dalam kedua model ini, prinsip analisis data harus didasarkan pada dua aspek penting, yaitu data (dokumen, naskah atau litelatur) adalah produk dari dialektika sejarah, dan akibatnya, data tidak dapat dipisahkan dari konteks
40Burhan Bungin. Metodelogi Penelitian Kualitatif. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2008) hlm. 142-143
41Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet.23(Bandung:
Alfabeta, 2016) hlm. 142
kesejarahan di mana dan kapan data tersebut diproduksi.42 Dalam pendekatan lain, analisis data kualitatif dapat dilakukan dengan cara data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) serta penarikan kesimpulan.43
Pada penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan judul “Peranan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam meningkatkan Pelayanan terhadap Pemangku Kepentingan” penulis melakukan analisis data dengan tiga teknik yaitu mereduksi data yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil penyebaran kuesioner. Data-data yang telah direkam kemudian ditranskipkan dengan tujuan memudahkan peneliti memilih data-data yang sesuai untuk dianalisis. Data-data ini berhubungan dengan pelayanan yang di terima oleh pemangku kepentingan, terhadap peranan Badan Layanan Umum yang berada di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Data-data yang telah ditranskipkan ini, kemudian disajikan dengan cara dipisahkan dan dipetakan data-data yang serupa ke dalam bagian-bagian tertentu yang telah diberi tanda. Langkah selanjutnya adalah membuat rangkuman inti dari setiap aspek yang diteliti. Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan sementara dari data-data yang terkumpul, sehingga dapat diambil langkah-langkah awal untuk penelitian lanjutan mengecek kembali data-data asli yang diperoleh.44
42Tim Penulis Fakultas Syariah dan Hukum, Buku Pedoman Penulisan Skripsi (Jakarta : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007), hlm. 28-29.
43Sayuti Una , (Pedoman Penulisan Skripsi (edisi revisi ),Cet Ke 2 (Jambi : Syariah Press Dan Fakultas Syarih UIN STS Jambi ,2014), hlm. 52
44Ibid, hlm.53
G. Sistematika Penulisan
Untuk lebih memudahkan penelitian dan menyusun pemahaman tentang skripsi agar berjalan sesuai dengan apa yang telah penulis tentukan sebelumnya, maka ditentukan susunan dan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I: Bab ini membahas mengenai pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, kerangka konseptual, dan tinjauan pustaka.
BAB II : Bab ini membahas mengenai metode penulisan yang mencakup pendekatan penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, teknik analisis data dan sistematika penulisan.
BAB III : Gambaran umum lokasi penelitian yang terdiri dari : Sejarah dan letak geografi BLU UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Struktur organisasi, dan visi misi dari BLU UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
BAB IV : Bab ini membahas tentang bagaimana kebijakan BLU di suatu perguruan tinggi di Indonesia dan membahas bagaimana peranan BLU UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam meningkatkan pelayanan akademik terhadap Pemangku Kepentingan.
BAB V : Penutup yang terdiri dari, kesimpulan dan saran.
H. Jadwal Penelitian
Agar penelitian dan penulisan skripsi terencana dengan waktu yang efektif dan efisen sehingga dapat selesai tepat waktu, maka penulis membagi langkah- langkah penelitian yang akan dijalani dalam bentuk jadwal untuk menjadi pedoman. Adapun jadwal penelitian yang di jadwalkan adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jadwal Penelitian
Desember
1 1 2 1 2 4 3 4 1 2 3 2 3 2 4
1 Pengajuan Judul x
2 Pembuatan Proposal x x
3 Perbaikan Proposal dan Seminar x x
4 Surat Izin Riset x
5 Pengumpulan Data x x
6 Verifikasi dan Analisis Data x
7 Konsultasi Pembimbing x x
8 Bimbingan x x
9 Agenda dan Ujian Skripsi x x
NO Kegiatan Maret Juli Agustus
Tahun 2018-2019-2020
Oktober Januari Februari
Catatan : Jadwal berubah sesuai waktu
29 BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Lahirnya IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak terlepas dari perkembangan Agama Islam dan lembaga pendidikan Islam di Provinsi Jambi.
Didorong oleh hasrat masyarakat dan ulama Jambi, setelah memperhatikan banyaknya lembaga yang mengeluarkan tamatan/lulusan madrasah/sekolah agama tingkat atas di Jambi, maka diadakanlah Kongres Ulama Jambi pada tahun 1957, yang melahirkan suatu keputusan bahwa di Jambi segera didirikan perguruan tinggi. Pada tanggal 29 September 1960 didirikanlah Fakultas Syari’ah Perguruan Tinggi Agama Islam al-Hikmah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Jambi.45
Dalam masa tiga tahun pertama, Fakultras Syari’ah ini menunjukkan kemanunggalan antara pimpinan dengan masyarakat dan pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Dengan SK Menteri Agama Nomor: 50 tahun 1963 tanggal 12 Mei 1963 dinegerikanlah Fakultas Syari’ah ini menjadi Fakultas Syari’ah Cabang IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan kemudian berubah menjadi cabang IAIN Raden Fatah Palembang. Penegerian ini mendorong para pejabat, ulama, dan pemuka masyarakat, terutama Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Jambi saat itu (M.J. Singadekane) untuk memperjuangkan berdirinya IAIN yang mempunyai beberapa fakultas.46
45Buku Pedoman UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Tahun Akademik 2018-2019, hal.3
46Ibid.hlm.3
Sementara itu, sejak tanggal 11 Juli 1965 Yayasan Perguruan Tinggi Al- Ma’rif Nahdlatul Ulama (NU) telah memiliki Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin di Kotamadya Jambi dan sejak Maret 1964 di Sungai Penuh Kerinci telah berdiri Fakultas Syari’ah Muhammaddiyah. Maka untuk memenuhi keinginan masyarakat, para ulama dan Pemerintah Daerah Tingkat 1 Jambi tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin Al-Ma’arif dan Fakultas Syaria’ah Muhammadiyah Kerinci diusulkan menjadi Fakultas di lingkungan IAIN Jambi.47
Hal ini dilakukan karena berdasarkan ketetapan MPR Nomor: 11 Tahun 1960 dan peraturan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 1963, bahwa suatu IAIN minimal harus memiliki 3 (tiga) Fakultas.Pada tanggal 30 September 1965 dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor: 18 Tahun 1965, terbentuklah Panitia Persiapan Pembukaan IAIN Jambi. Panitia tersebut disetujui oleh Menteri Agama dengan Surat Keputusan Nomor: 83 Tahun 1965 Tanggal 22 November 1965. Setelah melalui beberapa tahapan perjuangan Panitia Persiapan Pembukaan IAIN Jambi, maka pada akhirnya Menteri Agama menyetujui berdirinya IAIN dengan Surat Keputusan Nomor: 84 Tahun 1967 Tanggal 27 Juli 1967.48
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama tersebut, pada tanggal 8 September 1967 bertepatan dengan tanggal 3 Jumadil Akhir 1387 Hijriah diresmikanlah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin oleh Menteri Agama, Prof. K.H.
Saifuddin Zuhri, dengan personalia sebagai berikut:
1. Rektor, H.A. Manap, Gubernur KDH Tingkat I Jambi.
2. Dekan Fakultas Syari’ah, H.M.O. Bafadhal.
47Ibid, hlm.3
48Ibid, hlm 3
3. Dekan Fakultas Tarbiyah, Drs. Z. Azuan.
4. Dekan Fakultas Ushuluddin, K.H.A. Qadir Ibrahim.
5. Dekan Fakultas Syari’ah Kerinci, A.R. Dayah.49
Kemudian setelah keluar SK Menteri Agama Nomor : 69 Tahun 1982 tanggal 27 Juli 1982, fakultas yang ada dilingkungan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin ditingkatkan statusnya dari fakultas muda menjadi fakultas madya.
Fakultas tersebut telah diperkenankan menyelenggarakan perkuliahan tingkat doktoral, suatu istilah yang waktu itu dirujuk kepada apa yang disebut saat ini sebagai strata satu.50
Pada tahun 1995, ketika tenaga dosen yang berkualifikasi S.2 dan S.3 semakin diperlukan kehadirannya, ide untuk membuka Program Pascasarjana pun mengemuka. Untuk menindaklanjuti ide tersebut, maka pada bulan Februari 1999 di bentuklah, Panitia Persiapan Pendirian Program Pascasarjana yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah. Panitia ini berkerja keras mempersiapkan peogram persiapan pendirian Program Pascasarjana di Departemen Agama di Jakarta pada tanggal 14 April 1999. Prestasi tersebut ditindak lanjuti dengan visitasi (kunjungan ke lapangan) ke Jambi oleh sebuah tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Mastuhu, M.Ed, untuk melihat persiapan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membuka Program Pascasarjana. Visitasi dilakukan dua kali yaitu tanggal 14-15 Juli 1999 dan 30-31 Juli 1999. Hasilnya merekomendasikan bahwa Program Pascasarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi layak dilaksanakan, yang kemudian dikukuhkan dengan SK Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama
49Ibid, hlm.3
50Ibid, hlm.3
Islam Nomor : E/283/1999 tentang penyelenggaraan Program Pascasarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.51
Dalam rangka mewujudkan RIP IAIN Sulthan Thaha Saifuddin yang mengacu pada Keppres No. 18/1985, maka melalui Kep. Menag. Tanggal 25 Mei 2000 memutuskan dan mengesahkan berdirinya Fakultas Adab (Sastra dan Kebudayaan Islam). Dengan demikian IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang semula hanya terdiri dari atas tiga fakultas, sekarang telah menjadi empat fakultas dan satu Pascasarjana yang dengan sendirinya tentu meningkatkan status IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Untuk meningkatkan penyelenggaraan dan Pembinaan Pendidikan Tinggi Agama Islam, sesuai dengan perkembangan IAIN dewasa ini, maka sebagai pedomannya adalah semua mengacu kepada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 156 Tahun 2004 Tentang Pedoman, Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana pada Perguruan Tinggi Agama Islam dan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, sebagaimana telah di ubah dengan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2015.52
Dalam sejarah dan perkembangannya sejak didirikan IAIN kemudian bertransformasi menjadi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah dipimpin oleh 10 (sepuluh) orang Rektor, yaitu:
1. H.A. Manaf (1967-1971)
2. Drs. H.A. Munir SA (1971-1972)
51Ibid, hlm.4
52Ibid, hlm.4
3. Drs. Ruslan Abd. Ghani (1972-1976) 4. Prof. Syekh H.M.O Bafadhal (1976-1985) 5. Prof. Dr. H.M Chatib Quswein (1985-1994) 6. Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah (1994-1998) 7. Prof. Dr. H. Asafri Jaya Bakri, MA (1998-2006) 8. Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd (2006-2011)
9. Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (2011) 10. Dr. H. Hadri Hasan, MA (2011-2019)
11. Prof. Dr. H. Su’aidiAsy’ari, MA., Ph.D (2019 sampai sekarang)53 Dalam perkembangan selanjutnya , IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkomitmen untuk melakukan transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui program Wider Mandate (WD).
Untuk lebih memastikan proses IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi UIN dan guna memberdayakan serta mengembangkan Program Winder Mandate (WM), pada tahun 2006 atas persetujuan Senat Institut IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Mukhtar M.Pd, Rektor terpilih melalui sistem pemilihan langsung dan demokratis periode 2006-2010, membentuk Lembaga Persiapan Universitas Islam Negeri (LPUIN). Untuk kepentingan peningkatan mutu akademik pada saat bersamaan juga dibentuk Lembaga Peningkatan Mutu Akademik (LPMA) yang telah diamanatkan oleh STATUTA IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Pada tahun 2008, ada pernyataan dari Menteri Agama RI, bahwa
53Ibid, hlm.4
tidak mengizinkan transformasi IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ke UIN, maka LPUIN dibatalkan dan diganti dengan LPIAIN tahun 200954
Pada periode kepemimpinan Dr. H. Hadri Hasan MA, arah kebijakan pengembangan dikonsentrasikan pada penguatan Akademik melalui sistem penjaminan mutu berbasis ISO 9001 : 2008 yang terintegrasi dengan sistem Informasi Teknologi (IT). Kebijakan ini telah dilaunching oleh Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Prof. Dr. Dede Rosyada, MA pada tanggal 25 Februari 2014, sekaligus penanda tanganan komitmen bersama civitas akademika untuk melaksanakan sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 : 2008.
Implementasi ini akan memperkuat proses pemantapan dan peningkatan Akreditasi semua Progam Studi dan Akreditasi Institut, sekaligus melanjutkan program transformasi IAIN ke UIN dengan upaya melakukan pengembangan Fakultas dan Prodi-Prodi baru, serta memperjuangkan untuk mendapatkan bantuan IDB (Islamic Development Bank).55
B. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
VISI
Menjadi Universitas Islam yang Inovatif dengan semangat Entrepreneurship.
MISI
Misi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah melaksanakan secara optimal Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara :
54Ibid, hlm.4
55Ibid, hlm.4
1. Menyediakan Akses dan pemerataan pendidikan tinggi bermutu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas agar peserta didik menjadi berkemampuan akademik dan/atau profesional yang memiliki jiwa islamic entrepreneurship inovatif.
3. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,berbasis transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship inovatif.
4. Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerja sama.
TUJUAN
Dengan landasan Visi dan Misi sebagaimana dikemukakan di atas, keberadaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bertujuan :
1. Memperluas Akses bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, professional dan dapat menerapkan, mengembangkan, serta memperkaya khazanah ilmu keislaman dan ilmu yang terkait dan memiliki semangat entrepreneurship islami.
3. Meningkatkan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, Transintegrasi Mutu, Relevansi dan saing bangsa, dan memperkaya kebudayaan.