• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alat transportasi dengan memanfaatkan mesin diesel sebagai pengerak saat ini sedang mengalami peningkatan, baik dalam hal kuantitas kendaraan ataupun kompleksitas mesinnya. Peningkatan juga terjadi pada bidang industri, dimana mesin diesel seringkali digunakan sebagai penggerak untuk produksi. Meningkatnya kuantitas sangat terasa sekali untuk daerah pertambangan dan industri seperti yang terjadi di Kab. Tanah Laut. Kab.

Tanah Laut merupakan daerah yang memiliki bahan tambang yang melimpah, dan terdapat beberapa industri yang berdiri, seperti pabrik bijih besi dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam. Dengan meningkatnya jumlah pengunaan mesin diesel, maka dukungan akan jasa perawatan dan perbaikan terhadap mesin diesel juga dipastikan mengalami peningkatan.

Perawatan dan perbaikan dari sebuah mesin sangat erat hubungannya terhadap kinerja proses pembakaran yang terjadi. Proses pembakaran memiliki implikasi terhadap timbulnya efek vibrasi. Efek vibrasi ini yang menimbulkan fenomena akustik pada mesin saat bekerja. Fenomena akustik seringkali merepresentasikan indikasi-indikasi kejadian pada kondisi mesin. Ketika proses pembakaran yang terjadi kurang sempurna atau terdapat beberapa komponen mesin yang mengalami kerusakan, maka kinerja mesin akan mengalami penurunan, dan bahkan dapat mengakibatkan kerusakan. Dengan bantuan analisis akustik, maka efek akustik tersebut dapat diidentifikasi, guna memperoleh informasi kejadian ketika mesin sedang bekerja. Untuk dapat melakukan analisis akustik dengan baik dan benar serta tepat, maka diperlukan sistem instrumentasi yang dapat mengakuisisi data dari efek akustik yang dihasilkan oleh mesin.

Untuk mengakuisisi data efek akustik, maka diperlukan sensor yang dapat menangkap fenomena akustik yang selanjutnya disimpan kedalam bentuk data digital untuk dianalisis.

Fenomena akustik yang muncul disebuah mesin terdapat diseluruh bagian dari mesin.

Sehingga diperlukan beberapa sensor atau serangkaian sensor akustik yang mengelilingi mesin. Hal ini ditujukan guna mendapatkan efek akustik dari seluruh bagian mesin saat proses kerja. Pada sistem akuisisi data diperlukan juga data logger yang akan menyimpan

(2)

2 sinyal fenomena akustik ke komputer. Sinyal akustik yang disimpan dikomputer berupa data digital yang selanjutnya dianalisis guna memperoleh ciri-ciri tertentu dari kerja mesin. Hasil analisis fenomena akustik inilah, yang menjadi sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana perawatan harus dilakukan dan mengidentifikasi kerusakan mesin (D. Sik dan B. Keun, 2011).

Dalam penelitian ini, akan dikembangkan konfigurasi akusisi data fenomena akustik yang mampu menangkap efek akustik pada saat akan terjadinya kerusakan mesin diesel. Guna dapat menjadi sebuah perangkat preventive maintenance mesin diesel, maka pada sistem akuisisi data dikembangkan juga analisis sinyal akustik yang menghasilkan parameter- parameter penting dari sebuah fenomena akustik kerja mesin. Analisis yang dikembangkan berupa analisis pada domain waktu dan domain frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian awal, dalam pengembangan perangkat preventive maintenance mesin berbasis non invasive. Dimana penelitian lanjutan, seperti ekstraksi fenomena akustik menjadi sebuah ciri untuk identifikasi, pengembanan algoritma identifikasi kerusakan mesin, dan pengembangan perangkat dalam evaluasi berbasis akustik dapat diawali dengan melakukan tahapan penelitian ini. Pada penelitian ini pengembangkan sistem akuisisi data diharapkan dapat menangkap fenomena akustik kerja mesin secara lebih rinci dan menyeluruh. Penelitian ini menjadikan penelitian lanjutan pada bidang perawatan mesin akan menjadi terbuka lebar. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada topik selain mesin diesel, tetapi dapat juga digunakan pada topik-topik mesin secara lebih luas, khususnya yang berbasiskan pada pengamatan fenomena fisis, dan secara tidak lansung mampu memberikan sumbangsih pada perkembangan teknologi permesinan secara menyeluruh.

1.2 Identifikasi Masalah

Guna menjadikan sistem akusisi data dan analisis sinyal akustik pada penelitian ini, mampu menjadi tools yang dapat mengenali tindakkan perawatan yang harus dilakukan dan mengenali kerusakan mesin maka, diperlukan faktor-faktor utama dalam pengembangannya, yaitu :

1. Desain dan konfigurasi sensor akustik yang mampu menangkap fenomena akustik lebih spesifik dan lebih sensitif.

(3)

3 2. Data logger yang mampu mengkonversi hasil keluaran sensor menjadi data digital,

tanpa harus kehilangan banyak informasi dari fenomena akustik yang direkam.

3. Pengembangan metode preprocessing pada sistem recording data digital yang mampu menyajikan parameter-parameter penting pada saat mesin bekerja.

1.3 Batasan Masalah

Guna memfokuskan penelitian ini dan untuk dapat memperoleh hasil yang optimal maka, pada penelitian ini, dibatasi kepada permasalahan berikut ini :

1. Mesin Diesel yang digunakan adalah mesin diesel engine stand.

2. Preprocessing hanya melakukan proses pemfilteran saja.

3. Bagian analisis hanya dibatasi sampai analisa domain frekuensi.

4. Kerusakan yang diberikan kedapa mesin hanya terbatas pada kerusakan pada bagian mekanik mesin, dan tidak yang disebabkan oleh proses kimiawi ketidak normalan bahan bakar.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada maka, diperoleh rumusan masalah pada penelitian ini, adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana mengkonfigurasi dan mendesain sensor akustik agar mampu menangkap fenomena akustik sebuah mesin diesel.

2. Bagaimana sistem akuisisi data sinyal akustik mesin diesel.

3. Bagaimana penerapan preprocessing data digital fenomena akustik dan proses analisis domain frekuensinya.

1.5 Tujuan Penelitian

Pada penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

1. Membuat susunan konfigurasi dan desain sistem sensor akustik yang mampu menangkap fenomena akustik pada mesin diesel.

2. Membat sistem akuisisi data untuk merekam sinyal akustik mesin diesel.

3. Menerapkan proses preprocessing untuk sinyal digital dari fenomena akustik mesin diesel dan memperoleh hasil dari analisis domain frekuensinya untuk dapat diidentifikasi lebih lanjut.

(4)

4 1.6 Luaran Penelitian

Luaran yang diharapkan pada penelitian ini adalah terciptanya sebuah sistem akuisisi data yang mampu menangkap fenomena akustik kerja sebuah mesin diesel dan menghasilkan parameter-parameter penting pada analisis akustiknya. Sehingga parameter tersebut mampu untuk menghasilkan identifikasi pada saat perawatan dan perbaikan mesin diesel.

Selain itu luaran dari penelitian ini adalah sebagai tools dalam penelitian lanjutan pada topik pengembangan sistem cerdas dalam melakukan pendeteksian kerusakan mesin ataupun topik penelitian lanjutan lainnya yang berbasiskan kepada akustik mesin. Selain berupa tools penelitian, luarannya berupa publikasi pada seminar nasional dan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi.

(5)

5 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Motor Bakar Diesel

Secara umum konstruksi motor diesel mirip dengan konstruksi pada motor bensin.

Keduanya merupakan kelompok mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), dan menggunakan piston sebagai media untuk mengkonversi energi panas hasil pembakaran menjadi energi mekanik berupa gerak lurus yang selanjtnya menggunakan mekanisme poros engkol dikonversi menjadi gerak rotasi. Ukuran motor diesel sangat variatif dari yang berukuran kecil sampai dengan yang sangat besar dan berbagai pertimbangan yang salah satunya adalah pada gaya kesamping oleh masa piston, menyebabkan perkembangan desain dan konstruksi motor diesel hingga saat ini.

Kondisi tersebut menyebabkan bervariasinya desain konstruksi, khususnya konstruksi piston yang dipergunakan. Piston merupakan komponen penting dari sebuah motor diesel, sebab komponen tersebut sebagai alat konversi energi. Selain itu, piston juga berfungsi untuk melakukan siklus motor diesel, dan karena ia selalu berhubunan dengan panas dan tekanan, maka piston perlu didesain seemikian rupa selain kuat dan juga tahan terhadap perubahan panas (sukoco dan arifin, 2013).

Motor diesel disebut juga compression ignition engine, karena proses penyalaannya terjadi karena proses penyalaan sendiri. Motor diesel berbeda dengan motor bakar piston lainnya, misalnya: motor bensin dimana dalam proses penyalaannya terjadi karena loncatan bunga api listrik dari busi. Pada motor diesel saat langkah isap yang dihisap ke dalam silinder hanya udara segar saja, kemudian pada akhir langkah kompresi bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Karena suhu di dalam ruang bakar telah mencapai sekitar 450-600o C dimana suhu tersebut telah melebihi titik nyala bahan bakar, maka bahan bakar yang disemprotkan tersebut akan langsung terbakar dengan sendirinya (proses pembakaran), sehingga terjadilah proses usaha atau kerja. Hal ini akan terjadi apabila dipergunakan perbandingan kompresi yang tinggi berkisar 14- 25. Perbandingan kompresi yang rendah biasanya dipergunakan pada motor diesel yang berukuran besar dengan putaran yang rendah. Sedangkan perbandingan kompresi yang tinggi banyak digunakan pada motor diesel berukuran kecil dengan putaran yang tinggi

± 4000 Rpm (Daryanto, 1984).

(6)

6 Motor diesel 4 langkah adalah motor diesel yang setiap kali proses pembakaran memerlukan empat langkah kerja torak atau dua putaran poros engkol. Adapun proses yang terjadi pada motor diesel empat langkah adalah :

1. Langkah Isap

Pada saat langkah isap, katup buang tertutup. Piston bergerak dari TMA ke TMB dengan menyedot udara segar masuk ke dalam silinder melalui katup isap yang terbuka.

Gambar 1. Skema langkah isap dan langkah kompresi 2. Langkah Kompresi

Pada saat langkah kompresi katup masuk tertutup dan katup buang tertutup sehingga udara tidak bisa keluar silinder. Piston bergerak dari TMB ke TMA yang memampatkan udara segar hingga tekanan ± 35 atm. Pada akhir kompresi bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang silinder sehingga pembakaran akan terjadi karena secara otomatis suhunya juga meningkat.

3. Langkah Usaha

Dengan terjadinya pembakaran yang katup-katupnya masih tertutup maka piston akan mendorong kembali titik TMB, langkah ini dinamakan langkah usaha. Tekanan yang terjadi saat pembakaran meningkat sekitar ±50 atm.

(7)

7 Gambar 2. Skema langkah usaha dan Buang

4. Langkah Buang

Katup buang terbuka yang mengakibatkan gas sisa buang keluar dengan dorongan piston yang bergerak dari TMB ke TMA.

2.2. Fenomena Akustik Mesin

Ada berbagai sumber yang bisa menyebabkan getaran pada engine. Tiga faktor utama adalah pertama, dari pembakaran pada engine, yang lain dari inertia force komponen yang berputar dan gerak pada sistim dinamis seperti piston, connecting rod, crankshaft, dan lainnya. Getaran dari engine besarnya sama dengan tekanan dari pembakaran itu sendiri. dan, engine dengan compression ratio dan performance yang tinggi akan menghasilkan lebih banyak noise. Vibration oleh turbo engine 20~50% lebih noise dibandingkan dengan NA engine. Dalam hal ini, dipakai beberapa komponen utnuk meredam noise, dan dipasang perangkat tambahan pada beberapa bagian untuk mengurangi pengaruh vibration. Selain dari itu, dengan mengubah posisi engine mounting atau mengadopsi vibration absorber dengan menggunakan mounting, vibration tidak dapat diteruskan ke body secara langsung.

(8)

8 Gambar 3. Proses inertia force pada piston

Inertia force adalah salah satu penyabab terjadinya vibration. Ketika piston bergerak dari titik atas menuju titik bawah dengan kecepatan yang berbeda. Crankshaft membuat gelombang vibration dan inertia force dari putaran crank pin. Connecting rod membuat inertia force dari gerakan kombinasi naik turun dan berputar. Pada multi cylinder engine, pistons tersambung ke crank shaft, sehingga masing masing inertia akan saling menunda. Hal ini sangatlah rumit dengan jumlah cylinders, susunannya dan waktu pembakaran pada masing masing cylinder. Karena itu, dengan menggunakan counter weight, inertia force dapat diseimbangkan dengan total beratnya. Akan tetapi sangat sulit untuk bisa menyeimbangkan inertia force dengan sempurna (Albarbar. A, et al , 2010).

Inertia force akan berkurang ketika komponen dinamis seperti piston dan Connecting rod lebih ringan. Dengan displacement volume yang sama, engine dengan jumlah cylinder lebih banyak akan mempunyai sedikit inertia force karena komponennya lebih kecil dan ringan. Ketika inertia force kecil, kemungkinan terjadinya vibration akan sedikit dan dapat berputar pada kecepatan tinggi dengan kekuatan yang sama. Dengan komponen yang lebih ringan, inertia force pada masing masing komponen akan kecil.

Dengan rpm yang sama, kekuatan dari komponen tersebut tidak akan dapat tahan lama.

Umumnya, komponen yang kurang kuat lebih ringan dibanding dengan komponen yang lebih kuat. Untuk menciptakan komponen lebih ringan adalah merupakan suatu yang penting untuk meningkatkan performa juga mencegah dari vibration.

Noises berasal dari noise karena pembakaran dan suara mekanis. Suara yang berasal dari mekanis karena adanya gesekan antar komponen. Ketika engine berputar dengan

(9)

9 cepat, noise yang ditimbulkan semakin keras. Ketika pengendara memindahkan kecepatan naik atau turun, pada dasarnya pengendara memilih gear yang tepat dengan engine noise. Sehingga, suara dari engine membantu pengendara dalam pengendaraan.

Karena itu suara dari engine harus ada tetapi tidak menimbulkan noise. Mechanical noise terjadi kerena vibration pada cylinder dan cylinder head karena combustion force.

Ketika jumlah campuran bahan bakar meningkat atau tekanan pembakaran menjadi tinggi, maka noise akan semakin keras. Seseorang mungkin merasakan pada turbo engine noise yang ditimbulkan lebih kecil dibanding dengan NA engine. Alasannya adalah turbine merendam energy exhaust dan variasi tekanan pembakaran kecil.

Mechanical sounds berasal dari gesekan dan tumbukan dynamic parts seperti gear, chain, dan valves. Sebagai contoh, cam menumbuk valve lifter, rocker arm dan camshaft menumbuk valve, valve bertumbukan dengan valve seat dan seterusnya.

Resonansi noise dari vibration lebih besar dibanding dengan mechanical noise langsung.

Sehingga, penyebab dari noise karena engine tidak dapat ditemukan dengan pasti.

Bagaimanapun, jika terjadi noise maka hal tersebut tidak baik karena beberapa part dari engine bertabrakan satu dengan yang lainnya dan hal ini tidak baik untuk ketahanan komponen. Jika terdeteksi noise yang tidak normal, silakhan check sistimnya secepat mungkin.

Jika dibandingkan noise yang ditimbulkan oleh combustion dengan mechanical, pada kecepatan rendah, noise yang ditimbulkan oleh combution lebih keras. Jika rpm nya melebihi 3000rpm, inertial force nya akan lebih besar dan mechanical noise akan besar.

Noise dari engine room akan diredam dengan memasang absorbing materials dibawah hood dan didepan dashboard, mengelilingi engine room dan cabin. Bahan yang bisa dipakai untuk meredam noise adalah glass wool, felt dan lainnya (Tim Hyundai, 2009).

2.3. Pemprosesan Sinyal Akustik

Untuk dapat menganalisa sinyal akustik kedalam domain frekuensi, sinyal terlebih dahulu harus ditransformasi menggunakan Fourier. Transformasi Fourier (TF) direpresentasikan kedalam persamaan matematis seperti pada persamaan 2.1. TF berjalan sesuai dengan translasi suatu fungsi dalam domain waktu kedalam fungsi dari domain frekeunsi. Hasil perhitungan dari transformasi fourier dapat dijadikan bahan dalam menganalisa sinyal akustik, karena nilai-nilai dari koefisien fourier merupakan hasil dari frekuensi-frekuensi sinus dan cosinus yang digunakan dalam TF (D. Zhen, T.

Et al, 2013). Untuk data diskrit, TF disebut sebagai Discrite Fourier Transform (DFT).

(10)

10 DFT direpresentasikan kedalam matematis, seperti pada persamaan 2.2. Pada proses perhitungan menggunakan DFT akan memakan proses komputasi yang sangat banyak dan menghabiskan waktu yang panjang jika jumlah datanya besar. Sehingga untuk membantu proses perhitungan, digunakan algoritma cepat dalam menghitung TF, yaitu dengan algoritma Fast Fourier Transform (FFT).

Parameter yang dapat dibentuk pada domain frekuensi salah satunya adalah Mean Power Frekuensi (MPF). MPF merupakan hasil dari penjumlahan bobot magnitudo disetiap frekuensi yang dibagi dengan jumlah magnitudo. MPF dirumuskan seperti pada persamaan 2.3 (J. Jiang, F. Gu et al, 2008).

       

F x t X

x t ejtdt

 

     

1

 

2

0

DFT x n

N j kn

N n

X k x n e

 

   

 

N 2 i 1

N 2 i 1

f i mag i

MPF

mag i

2.1

2.2

2.3

(11)

11 BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Tahapan Penelitian

Penelitian ini dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan penting yang dikerjakan dengan berorientasikan kepada indikator keberhasilan dalam merekam fenomena akustik kerja mesin diesel dan mampu untuk menghasilkan parameter-parameter penting dari sinyal akustik yang dapat diidentifikasi berdasarkan setiap kondisi mesin. Untuk dapat mencapai indikator tersebut, maka tahapan-tahapan dalam penelitian ini tergambar pada gambar 4, dengan tahapan adalah sebagai berikut :

1. Tahapan desain dan konfigurasi sistem sensor akustik untuk menangkap fenomena akustik kerja mesin

2. Membuat sistem akuisisi data untuk merekam sinyal akustik yang terbaca oleh sensor ke media penyimpanan di komputer.

3. Mengembangkan perangkat lunak komputer untuk menyimpan data digital dari sinyal akustik tersebut dan mengembangkan metode preprocessing serta metode analisis domain frekuensi untuk sinyal tersebut.

4. Melakukan desain kondisi mesin dengan berbagai kerusakan, kerusakan yang dilakukan adalah yang berkaitan pada bagian mekanik mesin dan perubahan kondisi Oli mesin

5. Melakukan preprocessing pada sinyal akustik mesin, preprocessing pada penelitian ini hanya sebatas untuk menghasilkan dan memastikan sinyal yang direkam tidak termasuk noise pengukuran ataupun noise akustik lain pada saat perekaman berlangsung. Metode preprocesing yang digunakan adalah dengan menggunakan filter digital.

6. Melakukan analisis domain frekuensi, analisis ini digunakan untuk mengekstrak sinyal untuk memperoleh parameter frekuensi sinyal akustik. Parameter frekuensi ini lah yang digunakan dalam melakukan identifikasi kerusakan mesin. Analisis domain frekuensi ini, menggunakan transformasi fourier dengan algoritma Fast Fourier Transform (FFT)

7. Setelah melakukan analisis, maka diperlukan penyimpulan hasil analisis domain frekeunsi dengan menggunakan metode statistik. Hal ini diperlukan guna memperoleh parameter frekuensi yang lebih tepat.

(12)

12 Mulai

Mulai

Desain dan Konfigurasi

Sensor Desain dan Konfigurasi

Sensor

Pengembangan Sistem Akuisisi

Data Pengembangan Sistem Akuisisi

Data

Pengembangan Software Rekaman

Data Digital Pengembangan Software Rekaman

Data Digital

Mendesain Kondisi Kerusakan Mesin dan melakukan perekaman

sinyal akustik Mendesain Kondisi Kerusakan Mesin dan melakukan perekaman

sinyal akustik

Melakukan Preprocessing dan

Analisis Domain Frekuensi Melakukan Preprocessing dan

Analisis Domain Frekuensi

Uji Statistik dan Penyimpulan hasil

pengolahan data Uji Statistik dan Penyimpulan hasil

pengolahan data

Selesai Selesai

Gambar 4. Tahapan Penelitian

3.2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dikerjakan di Laboratorium Mesin Otomotif Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Tanah Laut. Mesin diesel yang digunakan adalah engine stand yang ada di laboratorium tersebut.

(13)

13 3.3. Parameter Pengamatan

Penelitian memiliki tujuan akhir dan jangka panjang untuk dapat menghasilkan dan menjadi sistem preventive maintenance untuk mesin diesel berbasis fenomena akustik mesin. Sehingga untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka pada penelitian awal ini, parameter yang menjadi fondasi penting dalam mendukung tujuan tersebut adalah mampu mendapatkan ekstraksi sinyal berdasarkan domain frekuensi. Parameter frekuensi merupakan parameter pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini. Hal ini diperoleh berdasarkan studi pendahuluan yang menyatakan bahwa setiap mesin memiliki fenomena akustik yang berbeda-beda untuk setiap kondisi kerusakan. Untuk dapat menjadikan sesuatu hal yang dapat terukur dengan empiris, maka fenomena akustik tersebut dapat diamati berdasarkan warna dari frekuensinya.

3.4. Model / Objek Penelitian

Penelitian ini menggunakan engine stand sebagai objek penelitian, engine stand tersebut dikondisikan terhadap beberapa gejala kerusakan yang dibedakan menjadi dua jenis kerusakan, yaitu :

1. Kerusakan yang disebabkan oleh malfunction bagian mekanik mesin akibat beban 2. Kerusakan yang disebabkan oleh keausan bagian mekanik mesin akibat penggunaan

yang terus menerus.

3.5. Rancanan Penelitian

Adapun konfigurasi dari penelitian ini terhadap objek adalah seperti pada gambar 5.

Gambar 5. Konfigurasi Objek Penelitian Analog To Digital Converter

Unit Pemroses Dan Perekam Sinyal Akustik

(14)

14 3.6. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

Pengumpulan data dikerjakan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk merekam sinyal akustik yang dihasilkan oleh sensor, data disimpan kedalam bentuk data digital. Konfigurasi pensampilangan data menjadi data digital dengan frekuensi sampling sebesar 44 KHz, yakni dua kali dari frekuensi yang terdengar oleh manusia. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya aliasing dan kehilangan informasi dari sinyal yang dikeluarkan oleh sensor. Sedangkan untuk melakukan analisis data menggunakan analisa domain frekuensi dengan metode transformasi fourier. Sebelum melakukan analisis data, hasil rekaman terlebih dahulu dilakukan proses pemfilteran dengan menggunakan filter digital butterworth orde 2. Setelah menghasilkan data-data berupa parameter frekuensi, maka parameter tersebut dilakukan uji statistik untuk memperoleh ketepatan dalam menentukan ciri khusus disetiap kondisi mesin untuk setiap parameter frekuensinya.

(15)

15 BAB 4

BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1. Anggaran Biaya

Pengerjaan penelitian ini, memerlukan biaya sebesar Rp. 14.995.500,- (empat belas juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu lima ratus rupiah). Adapun ringkasan anggaran biaya penelitian terdapat pada tabel dibawah ini.

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan

(Rp.)

1 Gaji dan upah 3,000,000

2 Bahan habis pakai dan peralatan 8,395,500

3 Perjalanan 1,500,000

4 Lain-lain (publikasi, seminar, dan laporan) 2,100,000 Jumlah 14,995,500

4.2. Jadwal Penelitian

Pengerjaan penelitian ini, dilakukan selama 20 minggu dengan rincian pekerjaan terdapat pada tabel dibwah ini.

No Kegiatan

Bulan ke 1 Bulan ke 2 Bulan ke 3 Bulan ke 4 Minggu ke-

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Desain dan konfigurasi sensor 2 Perancangan sistem akusisisi

data

3 Pengembangan software

rekaman data digital

4 Desain kondisi kerusakan

mesin dan pengambilan data 5 Melakukan preprocessing

terhadap Raw data

6 Melakukan pengolahan data

pada domain frekuensi

7

Melakukan identifikasi

parameter frekuensi terhadap

kondisi kerusakan mesin 8 Melakukan uji statistik

terhadap parameter sinyal 9 Penyusunan manuscript untuk

jurnal terakreditasi

10 Penyusunan manuscript untuk

seminar nasional

11 Penyusunan laporan akhir

(16)

16 DAFTAR PUSTAKA

Albarbar. A,Gub. F, Ball. A.D, Starr. A, 2010, “Acoustic monitoring of engine fuel injection based on adaptive filtering techniques”, Applied Acoustics.

Daryanto, 1984 ,“Perencanaan Motor Diesel dan Bensin 4 Langkah”, Tarsito.

D. Sik and B. Keun, 2011, “Machinery Faults Detection Using Acoustic Emission Signal,” in Acoustic Waves - From Microdevices to Helioseismology, M. G. Beghi, Ed. InTech.

D. Zhen, T. Wang, F. Gu, and A. D. Ball, 2013, “Fault diagnosis of motor drives using stator current signal analysis based on dynamic time warping,” Mech. Syst. Signal Process., vol. 34, no. 1–2, pp. 191–202.

J. Jiang, F. Gu, R. Gennish, D. J. Moore, G. Harris, and A. D. Ball, 2008 , “Monitoring of diesel engine combustions based on the acoustic source characterisation of the exhaust system,” Mech. Syst. Signal Process., vol. 22, no. 6, pp. 1465–1480.

Tim Hyundai, 2009 ,“Prinsip dasar engine”, Pusat pelatihan Hyundai, Sukoco, Arifin. Zainal, 2013, “Teknologi Motor Diesel”, Alfabeta.

(17)

17 Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian

1. Honor

Honor Honor / Jam (Rp.) Waktu (jam/minggu)

Minggu Honor (Rp.)

Ketua 15,000 6 20 1,800,000

Anggota 1 12,000 5 20 1,200,000

SUB TOTAL (Rp.) 3,000,000 2. Peralatan Penunjang

Material Justifikasi Pemkaian Kuantitas Harga Satuan (Rp.)

Harga Peralatan Penunjang (Rp.) Sensor Akustik

Peralatan untuk menangkap fenomena akustik

6 150,000 900,000

Data Logger Peralatan untuk

akuisisi data 1 2,000,000 2,000,000

Unit Pemroses Sinyal Digital

Peralatan untuk memproses (peralatan analisis)dan

menyimpan sinyal digital

1 5,000,000 5,000,000

SUB TOTAL (Rp.) 7,900,000 3. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Pemkaian Kuantitas Harga Satuan

(Rp.) Biaya (Rp.) Solar

Bahan bakar untuk menjalankan mesin diesel (dalam liter)

27 6,500 175,500

Oli Mesin Diesel Pelumas untuk mesin

diesel (dalam liter 8 40,000 320,000

SUB TOTAL (Rp.) 495,500 4. Perjalanan

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan Biaya Biaya perjalanan

mengikuti seminar nasional

Biaya tiket pesawat PP (Banjarmasin - Surabaya)

1 1,500,000 1,500,000

SUB TOTAL (Rp.) 1,500,000 5. Lain-lain

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan Biaya kepersertaan

Seminar Nasional

Biaya pendaftaran

seminar nasional 1 500,000 500,000

Biaya Publikasi di Jurnal nasional terakreditasi

Biaya submit artikel ke jurnal nasional terakreditasi

1 1,500,000 1,500,000

Biaya pembuatan laporan

Biaya pengandaan dan

jilid laporan 1 100,000.00 100,000.00

SUB TOTAL (Rp.) 2,100,000 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SELURUH TAHUN

(Rp.) 14,995,500

(18)

18 Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama / NIDN

Institusi

Asal Bidang Ilmu

Alokasi Waktu (jam/minggu)

Uraian tugas

1 Sukma Firdaus / 113088701

Politeknik Tanah Laut

Mekatronika 6 Membbuat kondisi

kerusakan mesin dan pengambilan data

Melakukan analisa domain frekuensi

Melakukan ui statistik Membuat manuscript jurnal terakreditasi

Membuat manuscript paper untuk seminar nasional Membuat laporan 2 Marlia

Adriana / 112303820 2

Politeknik Tanah Laut

Teknik Desain (Ilmu

Gambar)

5 Mendesain sensor dan mengkonfigurasinya Mengembangkan sistem akuisisi data

Mengembangkan software perekaman data digital Melakukan preprocessing untuk Raw Data

Membuat manuscript jurnal terakreditasi

Membuat manuscript paper untuk seminar nasional Membuat laporan

(19)

19 Lampiran 3. Biodata Ketua Peneliti

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (denan gelar) Sukma Firdaus, S.Si., MT

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Jabatan Funsional -

4 NIP / NIK / Identitas lainnya 12090581

5 NIDN 1130088701

6 Tempat dan Tanggal Lahir Rantau dan 30 Agustus 1987

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon / HP 081232502555

9 Alamat Kantor Jl. A Yani Km 6 Desa Panggung, Kec Pelaihari

10 Nomor Telepon / Faks 0512 21537 11 Lulusan yang Telah

Dihasilkan D3 = 4 Orang

12 Mata Kuliah yang diampu 1. Pengenalan Dasar Komputer 2. Teknik Elektronika Kendaraan

3. Teknik Interfacing dan Mikrokontroller 4. Sistem Sensor Kendaraan

5. Mekatronika

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Perguruan Tinggi

Universitas Lambung Mangkurat

Institut Teknologi Sepuluh

Nopember Surabaya -

Bidang Ilmu Fisika Instrumentasi Elektronika -

Tahun Masuk-

Lulus 2005 - 2009 2009 - 2012 -

Judul Skripsi / Tesis

Audiometer menggunakan bahasa pemrograman Java dan Database MySQL

Analisis Nonstasioner Pada

Auditory Evoked Responses - Nama

Pembimbing

1. Nurma Sari, S.Si., M.Si

1. Achmad Arifin, S.T.,

M.Eng., Ph.D -

2. Ichsan Ridwan, S.Si., M.Kom

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Juta Rp.)

1

2

3

(20)

20 D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Juta Rp.)

1

2

3

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun

1

2

3

F. Pemakalah Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No. Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1 Simposium Fisika

Nasional XXIV

Analisis Nonstasioner pada Sinyal Auditory Evoked Responses

ITB, Bandung 10-11 Nopember 2011

2

3

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Buku Tahun Jumlah

Halaman Penerbit

1

2

3

H. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1

2

3

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial lainnya dalam 5 Tahun Terakhir

No.

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial

Lainnya

Tahun Tempat

Penerapan

Respon Masyarakat

1

2

3

(21)
(22)

22 Lampiran 3. Biodata Anggota Peneliti

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (denan gelar) Marlia Adriana, S.T., MT

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Jabatan Funsional -

4 NIP / NIK / Identitas lainnya 090801007

5 NIDN 1123038202

6 Tempat dan Tanggal Lahir Bati-Bati, 23 - 03 - 1982

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon / HP 08125124007

9 Alamat Kantor Jl. A Yani Km 6 Desa Panggung, Kec Pelaihari

10 Nomor Telepon / Faks 0512 21537 11 Lulusan yang Telah

Dihasilkan D3 = 7 Orang

12 Mata Kuliah yang diampu 1. CAD/CAM

2. Menggambar Teknik

3. Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

4. Etika Profesi 5. Kewirausahaan

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Perguruan Tinggi

Universitas Brawijaya Malang

Institut Teknologi Bandung

-

Bidang Ilmu Teknik Arsitektur Teknik Arsitektur -

Tahun Masuk-

Lulus 1999-2004 2005-2007 -

Judul Skripsi / Tesis

Revitalisasi Taman Rekreasi Chandra Kirana di Banjarbaru Kalimantan Selatan

Transformasi Morfologi Permukiman Di Tepian Sungai Martapura

- Nama

Pembimbing -

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Juta Rp.)

1

2

3

(23)

23 D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber Jumlah (Juta Rp.)

1

2

3

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun

1

2

3

F. Pemakalah Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No. Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1

2

3

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Buku Tahun Jumlah

Halaman Penerbit

1

2

3

H. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir

No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1

2

3

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial lainnya dalam 5 Tahun Terakhir

No.

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial

Lainnya

Tahun Tempat

Penerapan

Respon Masyarakat

1

2

3

(24)
(25)

Gambar

Gambar 1. Skema langkah isap dan langkah kompresi  2.  Langkah Kompresi
Gambar 4. Tahapan Penelitian
Gambar 5. Konfigurasi Objek Penelitian Analog To Digital Converter

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan