• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perizinan Berusaha dalam OSS Berbasis Risiko. Jakarta, 13 Januari 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perizinan Berusaha dalam OSS Berbasis Risiko. Jakarta, 13 Januari 2022"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Perizinan Berusaha dalam OSS Berbasis Risiko

Jakarta, 13 Januari 2022

(2)

Soft-Launching (4 Agustus 2021) dan Official-Launching oleh Presiden

RI (9 Agustus 2021) Sistem OSS Berbasis Risiko

(3)

Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.

(4)

Risiko:

MENENGAH RENDAH

Perizinan Berusaha: NIB + SERTIFIKAT STANDAR (SS)

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB + SS sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha

NIB + SS

PERSETUJUAN LINGKUNGAN

Pengesahan PKPLH – UKL/UPL by system OSS dan/atau SPPL

SS: Sertifikat Standar dalam bentuk pernyataan mandiri dari pelaku usaha

Risiko:

MENENGAH TINGGI

Perizinan Berusaha: NIB + SERTIFIKAT STANDAR (SS)

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB + SS sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha

NIB + SS sebagai legalitas selama tahap persiapan

SSdalam bentuk PERNYATAAN MANDIRI dari pelaku usaha

1.NIB + SS

3. VERIFIKASI

2. PERSETUJUAN LINGKUNGAN Pengesahan PKPLH – UKL/UPL/Amdal- SKKL dan/atau SPPL

4. SS*

• VERIFIKASI pemenuhan standar usaha + persetujuan lingkungan

• SS* setelah dilakukan verifikasi pemenuhan standar Usaha oleh Pemerintah

Risiko:

RENDAH

Perizinan Berusaha: Nomor Induk Berusaha (NIB)

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha

NIB

PERSETUJUAN LINGKUNGAN SPPL by OSS

Risiko:

TINGGI

Perizinan Berusaha: NIB + IZIN

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB + IZIN sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha

NIB sebagai legalitas selama tahap persiapan

1.NIB

3. VERIFIKASI

2. PERSETUJUAN LINGKUNGAN Pengesahan PKPLH – UKL/UPL/

Amdal – SKKL dan/atau SPPL

4. IZIN

• VERIFIKASI pemenuhan standar usaha + persetujuan lingkungan

Perizinan Berusaha (Berbasis Risiko)

(5)

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Usaha

1. Pengadaan tanah/tempat usaha 2. Pembangunan/Sewa

Gedung/Kantor/Pabrik

3. Pengadaan Peralatan atau sarana 4. Pengadaan sumber daya manusia

5. Pemenuhan standar usaha

6. Kegiatan lain sebelum dilakukannya operasional dan/atau komersial

1. Produksi barang/jasa;

2. logistik dan distribusi barang/jasa

3. pemasaran barang/jasa; dan/atau

4. Kegiatan lain dalam rangka operasional dan/atau komersial.

1. TAHAP PERSIAPAN 2. TAHAP OPERASIONAL/KOMERSIAL

Pelaku usaha dengan kegiatan usaha risiko menengah tinggi / risiko tinggi wajib melakukan tahap persiapan. Bila dalam

jangka waktu 1 tahun sejak NIB terbit, tidak melakukan persiapan, Lembaga OSS mencabut NIB.

(6)

Skala Usaha – UMK

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah usaha milik Warga Negara Indonesia (WNI), baik orang perseorangan maupun badan usaha, dengan modal usaha maksimal Rp 5 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat perubahan kriteria modal usaha UMK sebagai berikut:

MIKRO

Sebelum UU CK:

< Rp 50 juta

< Rp 1 Miliar

KECIL

Sebelum UU CK:

Rp 50 juta < KECIL < 500 juta

Rp 1 Miliar < KECIL < Rp 5 Miliar

(7)

Skala Usaha – Non UMK

MENENGAH BESAR KANTOR

PERWAKILAN Usaha milik Warga

Negara Indonesia, baik orang perseorangan maupun badan

usaha, dengan modal usaha lebih

dari Rp5 miliar sampai dengan paling banyak Rp10

miliar tidak termasuk tanah dan

bangunan tempat usaha.

BULN Orang Perorangan,

Badan usaha milik Penanaman Modal

Asing (PMA) atau Penanaman Modal

Dalam Negeri (PMDN) dengan modal usaha lebih

dari Rp10 miliar tidak termasuk

tanah dan bangunan tempat

usaha.

Orang perseorangan warga negara Indonesia atau asing, atau badan

usaha yang merupakan perwakilan pelaku

usaha dari luar negeri dengan

persetujuan pendirian kantor di

wilayah Indonesia.

Badan usaha asing yang didirikan di

luar wilayah Indonesia dan melakukan usaha dan/atau kegiatan

pada bidang

tertentu.

(8)

Tingkat Risiko

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan tingkat risiko tersebut menentukan jenis perizinan berusaha. Pemerintah telah memetakan tingkat risiko sesuai dengan bidang usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang dapat dicek di tautan ini. KBLI yang berlaku saat ini adalah KBLI tahun 2020 dengan angka 5 digit sebagai kode bidang usaha. Berikut adalah pembagian tingkat risiko usaha dan jenis perizinan berusahanya :

TINGKAT

RISIKO Risiko Rendah (R) Risiko Menengah

Rendah (MR) Risiko Menengah

Tinggi (MT) Risiko Tinggi (T) PERIZINAN

BERUSAHA

Nomor Induk Berusaha

(NIB)Nomor Induk

Berusaha (NIB) dan

Sertifikat Standar (SS) berupa

Pernyataan Mandiri

Nomor Induk Berusaha (NIB) dan

Sertifikat Standar (SS) yang harus diverifikasi oleh Kementerian/

Lembaga/

Pemerintah Daerah

Nomor Induk Berusaha (NIB),

Izin yang harus disetujui oleh Kementerian/

Lembaga/Pemerinta h Daerah, dan/atau Sertifikat Standar (SS) jika dibutuhkan

(9)

Gambaran Umum Sistem OSS Berbasis Risiko

Sistem Perizinan UMK Risiko Rendah

Registrasi dan Hak Akses Pelaku Usaha

Perseorangan

Badan

Validasi data badan usaha

Smart Engine Risiko

Sistem Perizinan UMK Risiko

Menengah Rendah/Tinggi,

Tinggi Sistem Perizinan Non-UMK Risiko Rendah, Menengah,

Tinggi

Produk Cetak

Persyaratan, Kewenangan (K/L/D), dan Integrasi dengan (K/L) terkait sesuai

pengampu bidang usaha Skala Usaha*,

Lokasi*, KBLI, BUPM, dsb

Produk Cetak

Kewenangan Pusat (Sistem OSS)

Hak Akses K/L/D

Memproses dan Validasi Parameter Persyaratan

Berizinan Berusaha

Sub-Sistem Pengawasan

Sub-Proses Perizinan:

Pengajuan Fasilitas Pertukaran data terkait

sertifikasi halal dan SNI Pendaftaran

BPJS dan NPWP

Input data pada OSS digunakan untuk pendaftaran pelaku usaha belum memiliki NPWP/BPJS

Penapisan Bidang Usaha

Pemrosesan Perizinan di K/L/D terkait

Validasi

1

2

3

Validasi data perseorangan

Smart Engine Perizinan

Database KBLI berikut Ketentuannya

Produk OSS UUCK

4

K/L/D (Kementerian, Lembaga, dan Daerah)

Aliran Permohonan Sesuai Sektor, Lokasi, dan Bidang Usaha (terkait Izin Lingkungan)

(10)

Perizinan Berusaha sesuai dengan PP No. 5 Tahun 2021

Perizinan Berusaha

Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (UMKU) Perizinan Berusaha

Berbasis Risiko

KBLI tingkat risiko tercantum dalam lampiran IA dan IIA PP No. 5 Tahun

2021.Persyaratan UMKU tercantum dalam

lampiran IB dan IIB PP No. 5/2021

Perizinan Berusaha berdasarkan tingkat risiko usaha.

UMKU diperlukan bagi kegiatan usaha dan/atau produk pada saat

pelaksanaan tahap operasional dan/atau komersial

(Pasal 20 PP No. 5 Tahun 2021)

Telah diimplementasikan sejak diluncurkan 4 Agustus 2021.

Telah diimplementasikan di sistem

OSS

(11)

Peraturan Perizinan Berusaha terkait Jasa Konstruksi

PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Permen PUPR No. 6 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

PP No. 14 Tahun 2021 tentang tentang Perubahan atas Peraturan

Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi

(12)

The Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia

12

ALUR PROSES PERIZINAN SEKTOR PUPR DI OSS BERBASIS RESIKO

Pelaku Usaha Masuk NIB ke OSS

Sertifikat Standar (SS) Belum Terverifikasi

Penerbitan

Perizinan Berusaha (PB)

Penerbitan UMKU

Pelaku Usaha Masuk

ke OSS UMKU

1. Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi 2. Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi

3. Lisensi Lembaga Sertifikasi Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) 4. Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Jasa Konstruksi

5. Izin Pengusahaan Sumber Daya Air

6. Izin Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan Non Tol 7. Izin Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan Tol

Kegiatan dengan risiko Menengah Tinggi

(13)

SS UMKU

Contoh KBLI : 71102 Risiko MENENGAH TINGGI

SS BELUM TERVERIFIKASI

1. Perizinan Berusaha Konsultansi Konstruksi

LSBU

TELAH TERVERIFIKASI

SS

NIB

(14)

Alur Integrasi Perizinan OSS-PUPR

(untuk UMKU)

(15)

KEWENANGAN PB-UMKU SEKTOR PUPR (Integrasi)

No. PB-UMKU Kewenangan

Ditjen Bina Konstruksi

1. Sertifikat Badan Usaha (SBU) konstruksi Pemerintah Pusat

2. Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) konstruksi Pemerintah Pusat

3. Lisensi Lembaga Sertifikasi Badan Usaha Pemerintah Pusat

4. Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Konstruksi Pemerintah Pusat Ditjen Sumber Daya Air

5. Izin pengusahaan Sumber Daya Air Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

(Pembagian kewenangan sesuai dengan pembagian

kewenangan wilayah sungai pada Permen PUPR no 4 tahun 2015)

Ditjen Bina Marga

6. Izin Pemanfaatan dan Penggunaan bagian-bagian jalan Nasional Pemerintah Pusat (Jalan Nasional) Pemerintah Daerah

Jalan Provinsi : Kewenangan Provinsi

alan Kabupaten/Kota : Kewenangan Kabupaten/Kota 7. Izin pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan tol Pemerintah Pusat

(16)

Panduan OSS bagi UMK, Non UMK, KLD, KEK dan KPBPB

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan diskusi kelompok dalam meningkatkan intensitas interaksi sosial peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran

Selain dengan menggunakan algoritma brute force, cara yang sering digunakan pada pemulihan password adalah melakukan reset password.. Metode ini cukup sering

Media pengajaran dalam bentuk multimedia interaktif memiliki kemampuan menyimpan data audio-visual, sehingga menjadikan multimedia interak- tif sebagai salah satu bentuk media

Teknik penyiapan lahan dengan cara diolah secara penuh (cara yang biasa dilakukan petani) dalam menanam tanaman semusim kurang efektif diterapkan dalam pola

Aparatur perlindungan hutan memegang peranan penting dalam menjaga kawasan hutan. Aparatur perlindungan dan pengamanan hutan adalah pejabat kehutanan tertentu sesuai

Seri persyaratan penilaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001 : 1999) ini menyatakan persyaratan sistem manajemen K3, agar organisasi mampu mengendalikan resiko-resiko

Lintasan belajar matematika mempunyai tiga bagian penting yakni: tujuan pembelajaran matematika yang ingin dicapai, lintasan perkembangan yang akan dikembangkan oleh siswa

Ini menjadikan jumlah keseluruhan kes positif COVID-19 yang telah pulih atau dibenarkan discaj setakat hari ini adalah seramai 52,609 orang atau 82.43% dari jumlah keseluruhan