• Tidak ada hasil yang ditemukan

:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ":"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : ASMILIA, S.Pd., M.Pd

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Buay Sandang Aji

Surel : [email protected]

[email protected] Mata Pelajaran : Biologi

Kelas /Semester : X / Ganjil

Materi Pokok : Keanekaragaman Hayati Alokasi waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 dan 2

Menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Tuhan YME dan mensyukuri karunia Nya, prilaku disiplin, jujur, aktif, responsip, santun, bertanggungjawab, dan kerjasma.

KI 3 KI 4

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

No KD Pengetahuan No KD Keterampilan

3.2 Menganalisis data hasil observasi tentang berbagai tingkat

keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia serta ancaman dan pelestariannya

4.2 Menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai

keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia dalam berbagai bentuk media informasi

No IPK Pengetahuan No IPK Keterampilan

3.2.1 Menjelaskan perbedaan

keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

3.2.2 Menentukan keanekaragaman

tingkat gen, jenis dan ekosistem 4.2.2 Menyajikan data hasil observasi berupa tabel perbedaan melalui berbagai literature tentang keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

3.2.3 Menentukan jenis flora dan fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber

4.2.3 Menyajikan data hasil pengamatan jenis flora dan fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber

(2)

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode dan model pembelajaran Discovery learning peserta didik dapat menganalisis keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem, berdasarkan pengamatan morfologi, sehingga peserta didik dapat membangun kesadaran akan kebesaran Tuhan YME, menumbuhkan prilaku teliti, aktif, dan kerjasama.

D. Materi Pembelajaran Keanekaragaman Hayati

1. Tingkatan Keanekaragaman Hayati

2. Keanekaragaman hayati Indonesia, flora dan fauna, serta penyebarannya berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber

E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Saintifik

2. Metode dan Model Pembelajaran : Disccovery Learning F. Alat, Media

1) Alat

LCD, laptop, spidol, papan tulis 2) Media

a) Gambar Tumbuhan b) Gambar Hewan c) Gambar Ekosistem d) LKS 3.2

G. Kegiatan Pembelajaran

No IPK IPK

3.2.1 Menjelaskan perbedaan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem 3.2.2 Menentukan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

4.2.2 Menyajikan data hasil observasi berupa tabel perbedaan melalui berbagai literature tentang keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

3.2.3 Menentukan jenis flora dan fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber

Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu

I. Pendahuluan 10’

Persiapan belajar dan berdoa Stimulasi

Guru menyajikan bahan kajian berupa gambar berbagai jenis tumbuhan, hewan dan ekosistem.

Guru dapat memberikan pertanyaan tentang beberapa jenis hewan,

5’

5’

(3)

tumbuhan dan ekosistem berdasarkan tingkat keanekaragaman hayati

II. Kegiatan Inti 115’

Siswa mengamati gambar jenis-jenis hewan, tumbuhan dan ekosistem serta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber

Siswa dalam kelompok menentukan berbagai jenis hewan, tumbuhan dan ekosistem berdasarkan tingkat keanekaragaman hayati serta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber yang terdapat pada gambar

Siswa dalam kelompok mencari dan mengumpulkan data/informasi dari berbagai literatur tentang tingkat keanekaragaman hayati beserta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber.

Siswa menyelesaikan permasalahan melalui diskusi kelompok tentang keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem berserta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber pada gambar yang telah disajikan.

Siswa menyajikan data hasil observasi berupa tabel perbedaan berbagai jenis tumbuhan, hewan dan ekosistem dalam tingkatan keanekararagaman hayati serta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan weber.

Siswa membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk membedakan tumbuhan, hewan dan ekosistem dalam tingkatan keanekaragaman hayati serta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber.

10’

15’

20’

20’

30’

20’

III. Penutup 10’

Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan tentang tingkat keanekaragaman hayati serta penyebarannya berdasarkan garis Wallace dan Weber.

Memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi pada pertemuan

selanjutnya tentang Kekhasan hutan hujan tropis di Indonesia serta peranan dan upaya dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

5’

5’

H. Penilaian Pembelajaran Kompetensi

Dasar : 3.2 Menganalisis data hasil observasi tentang berbagai tingkat

keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia serta ancaman dan pelestariannya

Materi : Keanekaragaman Hayati Kelas/Semester : X/1

IPK

Indikator Soal :

:

3.2.1 Menjelaskan perbedaan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

3.2.2 Menentukan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem 3.2.3 Menentukan jenis fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber 1. Disajikan gambar beberapa tumbuhan, hewan dan ekosistem. Siswa

dapat membedakan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem dengan benar.

2. Disajikan gambar beberapa jenis tumbuhan, hewan dan ekosistem.

Siswa dapat menentukan tingkatan keanekaragaman hayati dengan benar.

3. Disajikan gambar jenis fauna. Siswa dapat menentukan

penyebarannya jenis fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber dengan benar.

(4)

Level Kognitif : C1 (menjelaskan), C3 (menentukan), C3 (menentukan) Rumusan Butir Soal

1. Perhatikan gambar di bawah ini!

a. b.

c.

Jelaskan perbedaan dari ketiga gambar tersebut!

2. Perhatikan Gambar di bawah ini!

Jelaskan tingkat keanekaragaman hayati tumbuhan di atas!

3. Perhatikan gambar di bawah ini!

a. b. c.

Berdasarkan persebaran garis Wallace dan Weber, tentukan jenis persebaran fauna di atas beserta alasannya!

KUNCI JAWABAN

No Kunci Jawaban Skor Nilai

1.

2.

Perbedaan Ketiga gambar :

- Gambar a merupakan keanekaragaman tingkat

Ekosistem, yaitu terjadi akibat interaksi yang kompleks antara komponen biotik dengan abiotik.

- Gambar b merupakan keanekaragaman tingkat jenis, yaitu perbedaan yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai species yang hidup disuatu tempat

- Gambar c merupakan keanekaragaman tingka gen, yaitu variasi atau perbedaan gen yang terjadi dalam suatu jenis/

species akhluk hidup.

Berdasarkan ketiga gambar tersebut di atas merupakan

50

25

(5)

3.

keanekaragaman tingkat spesies/ jenis , yaitu perbedaan yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai species yang hidup disuatu tempat

Berdasarkan ketiga gambar diatas, persebaran yang yang terdapat pada gambar :

a. untuk daerah Australis, yaitu : pada kawasan ini terdapat peluang fauna yang mirip dengan wilayah Australia dengan memiliki kekhasan mamalia berkantung, mamalia kecil dan burung berwarna – warni.

b. untuk daerah peralihan, yaitu : pada kawasan ini terdapat peluang pencampuran antara unsur fauna oriental dan fauna australis

c. untuk daerah Oriental, yaitu : memiliki peluang yang mirip dengan wilayah Oriental/Asia yang memiliki kekhasan mamalia berukuran besar, kelompok primata.

25

Jumlah skor 100

I. Sumber Belajar

1. Gambar berbagai jenis tumbuhan, hewan dan ekosistem 2. Buku teks biologi

a. Irnaningtyas, Tahun 2014, Biologi X SMA, Erlangga

b. Pujianto, Sri. Tahun 2014, Menjelajah Dunia Biologi 1, Erlangga

(6)

J. Penilaian Hasil Belajar

No Aspek No

IPK IPK Teknik

Penilaian

Bentuk penilaian

Instrumen Penilaian

Rubrik Penilaian 1 Pengetahuan 3.2.1 Menjelaskan perbedaan keanekaragaman

tingkat gen, jenis dan ekosistem

Tes Tulis Esay Terlampir Terlampir

3.2.2 Menentukan keanekaragaman tingkat

gen, jenis dan ekosistem Tes Tulis Esay Terlampir Terlampir 3.2.3 Menentukan jenis fauna berdasarkan

garis Wallace dan Weber

Tes Tulis Esay Terlampir Terlampir

Keterampilan 4.2.2 Menyajikan data hasil observasi berupa tabel perbedaan melalui berbagai literature tentang keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

Penugasan Instrumen Penilaian Tugas

Terlampir Terlampir

(7)

Lampiran : Materi Pembelajaran

TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitukeanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman pada tingkatan gen merupakan keanekaragaman yang paling rendah. Gen adalah faktor pembawa sifat yang terdapat didalam kromosom. Kromosom terdapat di dalam inti sel. Keanekaragaman gen ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk dan fungsi gen.

Misalnya, pada manusia, ada gen yang mengontrol bentuk wajah, warna rambut, jenis kelamin, warna kulit, dan golongan darah. Hal ini memungkinkan adanya variasi manusia yang ada di dunia ini. Coba kalian amati wajah teman-teman kalian satu kelas, apakah ada yang memiliki wajah sama? Pasti terdapat perbedaan di antara mereka walaupun ada yang kembar. Perhatikan Gambar 7.2. Meskipun masih dalam satu spesies, penampakan buah jeruk berbeda satu dengan lainnya. Jadi, di dunia tidak ada satu jenis makhluk hidup yang sama persis bentuk dan ukuran maupun warnanya. Perbedaan ini disebabkan adanya keanekaragaman gen.

Gambar 7.2 Varietas jeruk dengan penampakan yang berbeda (Sumber: www.google.com, 22 Juni 2007)

Gen adalah materi yang mengendalikan sifat atau karakter. Jika gen berubah,

sifat-sifat pun akan berubah. Sifat-sifat yang ditentukan oleh gen disebut genotipe. Ini dikenal sebagai pembawaan.Perbedaan gen tidak hanya terjadi antar jenis. Di dalam satu jenis (spesies) pun terjadi keanekaragaman gen. Dengan adanya keanekaragaman gen, sifat-sifat di dalam satu spesies bervariasi yang dikenal dengan istilah varietas. Misalnya, ada varietas padi PB, rojo lele, dan varietas padi tahan wereng (coba sebutkan yang lain). Demikian juga dengan adanya berbagai varietas bunga, mangga, jeruk, anjing, dan burung. Sekilas penampakan antarvarietas itu sama karena masih tergolong spesies yang sama. Akan tetapi, setiap varietas memiliki gen yang berbeda sehingga memunculkan sifat-sifat khas yang dimiliki oleh tiap-tiap varietas itu.

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Keanekaragaman pada tingkat jenis terjadi karena adanya variasi dari spesies tersebut. Dalam urutan taksonomi, variasi terletak satu tingkat di bawah spesies. Di atas dijelaskan bahwa terdapat keseragaman dalam tingkatan spesies, tetapi di dalam keseragaman ini terdapat keanekaragaman pula. Keanekaragaman ini tidak lain disebabkan oleh keanekaragaman gen yang mengontrol spesies. Misalnya, spesies Homo Sapiens dan manusia mempunyai keseragaman ciri, yaitu bipedal (berjalan dengan dua kaki), mempunyai volume otak di atas 1.100 cc, dan memiliki wajah proporsional dengan dua mata menghadap depan. akan tetapi, manusia di dunia ini juga memiliki keanekaragaman. Misalnya, manusia Indonesia memiliki

(8)

warna kulit sawo matang, rambut hitam, dan postur tubuh tidak terlalu tinggi, sedangkan manusia Amerika memiliki warna kulit putih, rambut pirang, dan postur tubuh tinggi. Pada tingkat taksonomi yang lebih tinggi, keanekaragaman jenis dapat diamati dengan mudah. Di lingkungan sekitar dapat dijumpai berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Di dalam satu famili rumput (Gramineae) dapat dijumpai, di antaranya, rumput teki, padi, dan jagung.Di dalam golongan burung dapat dijumpai, antara lain, angsa, ayam, merpati, kalkun, dan burung unta.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Keanekaragaman pada tingkat ekosistem terjadi akibat interaksiyang kompleks antara komponen biotik dengan abiotik.Interaksi biotik terjadi antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain (baik di dalam jenis maupun antarjenis) yang membentuk suatu komunitas, sedangkan interaksi biotik-abiotik terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, yaitu suhu, cahaya, dan lingkungan kimiawi, antara lain, air, mineral, dan keasaman. Dengan beraneka ragamnya kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati, terbentuklah keanekaragaman ekosistem. Tiap-tiap ekosistem memiliki keanekaragaman makhluk hidup tertentu pula. Misalnya, ekosistem padang rumput, ekosistem pantai, ekosistem hutan hujan tropik, dan ekosistem air laut. Tiap-tiap ekosistem memiliki cirri fisik, kimiawi, dan biologis tersendiri. Flora dan fauna yang terdapat di dalam ekosistem tertentu berbeda dengan flora dan fauna yang terdapat di dalam ekosistem yang lain.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Persebaran Fauna yang ada di wilayah Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat Indonesia, tengah Indonesia, & timur Indonesia. Garis yang memisahkan fauna dari Indonesia bagian Barat dan bagian Indonesia Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna dari bagian Tengah Indonesia dan bagian Indonesia Timur dinamakan Garis Weber.

Persebaran menurut Wallace &Weber

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa persebaran hewan atau fauna di Indonesia dibagi atas tiga bagian. Pesebaran ini dikelompokan berdasarakan pengamatan serta garis persebaran yang dibuat oleh Wallace dan Weber.Fauna yang ada di persebaran wilayah Indonesia bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna di daerah Asia sehingga disebut tipe fauna Asiatis (Asiatic). Fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe fauna Australis (Australic). Fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di daerah Indonesia. Fauna tipe ini di sebut fauna endemik.

(9)

Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah & ahli ilmu alam, geografi, antropologi, dan biologi yang membagi persebaran flora Indonesia dan fauna menjadi dua bagian besar. Bagian pertama, yang terletak di wilayah Indonesia bagian barat, memiliki persebaran ciri flora dan fauna yang mirip dengan persebaran flora dan fauna Asia. Bagian timur Indonesia memiliki ciri flora & fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan persebaran dua bagian flora & fauna Indonesia tersebut dikenal dengan nama Garis Wallace membatasi wilayah persebaran untuk fauna pada barat & Indonesia tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna dari tengah Indonesia dengan timur Indonesia.

1). Fauna Indonesia di Bagian Barat

Fauna dengan persebaran di bagian Indonesia Barat atau tipe asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah Indonesia ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-lain. Di samping persebaran mamalia, di wilayah indonesia ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis persebaran burung yang dapat ditemui seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, & berbagai macam unggas.

Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui di wilayah Indonesia ini.

contoh fauna bagian Barat Indonesia

2). Fauna Indonesia di Tengah atau Tipe Peralihan Indonesia

Fauna dengan persebaran di bagian Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Wilayah fauna Indonesia Tengah di sebut pula wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Maluku, Timor, & Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil di sekitar pulau-pulau indonesia tersebut. Fauna yang menghuni wilayah Indonesia ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, & banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, & berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di persebaran daerah Indonesia ini di antaranya biawak, komodo, buaya, & ular.

(10)

Berbagai macam fauna burung yang terdapat di wilayah indonesia ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, & kakatua nuri.

contoh fauna bagian Tengah Indonesia

3). Fauna Indonesia di Bagian Timur Indonesia

Fauna dengan persebaran di bagian Timur Indonesia atau disebut tipe australic tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah Indonesia ini antara lain kangguru, beruang, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kangguru pohon, & kelelawar. Di wilayah persebaran indonesia ini, tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut, terdapat pula persebaran reptil seperti biawak, buaya, ular, kadal. Keragaman berbagai jenis burung ditemui di wilayah persebaran indonesia ini di antaranya burung cenderawasih (burung endemik ciri khas Indonesia timur), nuri, raja udang, kasuari, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.

Beberapa spesies fauna khas di bagian Timur Indonesia

(11)

Kelompok : Kelas :

Lembar Kerja Peserta Didik

KD : 3.2 Menganalisis data hasil observasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia serta ancaman dan pelestariannya

Tujuan :

Menjelaskan perbedaan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem Menentukan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem

Menentukan jenis fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber Langkah Kerja :

1. Isilah pertanyaan di bawah ini dengan benar

2. Gunakan literatur dari berbagai sumber untuk mengisi pertanyaan atau kolom tersebut!

Kerjakanlah!

1. Perhatikan Gambar berikut!

Tuliskan tingkat keanekaragaman hayati mahkhluk hidup d bawah ini!

(12)

Fauna tipe Peralihan

Fauna tipe Australia Fauna tipe

Oriental

2. Perhatikan Gambar di bawah ini!

Perhatikan gambar berikut ini :

a b c d

e f g

(13)

Lengkapilah tabel di bawah ini berdasarkan persebarannya!

Fauna Tipe Oriental Fauna Tipe Peralihan Fauna Tipe Australis

Kunci Jawaban LKPD

1. Tingkat keanekaragaman hayati

3. Penyebaran Fauna di Indonesia berdasarkan letak geografis

Tipe Oriental Tipe Peralihan Tipe Australi

-dibagi oleh garis Wallace -contoh fauna :

c. orang utan / primate d. harimau

-contoh fauna:

b. Komodo e. tapir f. Anoa

-dibagi garis weber -contoh fauna:

a. kuskus

g. burung cendrawasih Tingkat Gen

Tingkat Jenis

Tingkat Spesies

Referensi

Dokumen terkait

 Struktur ekonomi NTT tahun 2016 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 28,89 persen; Administrasi Pemerintahan,

Melaksanakan tugas teknis dan administratif KMM dalam pengembangan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu bidang akademik dan non akademik agar mutu penyelenggaraan

lrang tangguh dan terpercaya dalam perlindungan kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan, lingkungan dan keanekaragaman hayati serta keamanan

SULIT & HAK CIPTA SEKOLAH BERASRAMA PENUH KPM (Untuk Kegunaan Pemeriksa Guru SBP Sahaja)..

Namun secara multidimensional, ia memiliki berbagai sebutan (fungsi/ posisi) yang sesuai pula dengan esensi dan eksistensinya sebagai Krista.lisasi nilai-nilai budaya dan

Dari acuan tersebut di atas, maka dalam penelitian ini penulis hanya mengambil sampel sebanyak 50 responden yang menjadi perwakilan dari keseluruhan populasi di

Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa pendidikan karyawan UKM minuman herbal Kota Bogor memiliki hubungan terhadap proses penciptaan pengetahuan berupa sosialiasi,

Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masih terbuka luas kesempatan untuk memberikan pendampingan ilmu pengetahuan khusunya