• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI NTT TAHUN 2016"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

 Perekonomian NTT yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2016 mencapai Rp 84,17 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 59,78 triliun.

 Ekonomi NTT tahun 2016 tumbuh sebesar 5,18 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 14,61 persen.

Ekonomi NTT triwulan IV-2016 terhadap triwulan IV-2015 tumbuh 5,19 persen (y-on-y). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,01 persen. Dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 7,27 persen.

 Ekonomi NTT triwulan IV-2016 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,28 persen (q-to-q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 5,90 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Perubahan Inventori (19,70 persen) dan Impor Barang dan Jasa (9,78 persen).

Struktur ekonomi NTT tahun 2016 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 28,89 persen; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,67 persen; dan Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,07 persen.Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga yaitu sebesar 76,33 persen.

No. 07/01/53/Th.XX, 6 Februari 2017

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

NTT

T

AHUN

2016

EKONOMI NTT TAHUN 2016 TUMBUH 5,18 PERSEN

A.

PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2016 (c-to-c)

Perekonomian NTT 2016 tumbuh sebesar 5,18 persen. Secara umum terjadi pertumbuhan pada seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas yaitu sebesar 14,61 persen, diikuti oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,46 persen dan Jasa Keuangan sebesar 8,47 persen. Struktur ekonomi

BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

Grafik 1. Pertumbuhan dan Distribusi Beberapa Lapangan Usaha

(2)

Grafik 3. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan IV-2016

menurut lapangan usaha pada tahun 2016 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yaitu sebesar 28,89 persen. Kemudian disusul oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,67 persen dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,07 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2016, lapangan usaha Konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,90 persen, diikuti oleh lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,77 persen; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,72 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (y-on-y)

Ekonomi NTT triwulan IV-2016

dibanding triwulan IV-2015 (y-on-y) tumbuh 5,19 persen, pertumbuhan terjadi

pada seluruh lapangan usaha.

Pertumbuhan tertinggi pada triwulan IV-2016 dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,01 persen, diikuti lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,52 persen dan lapangan usaha Konstruksi sebesar 8,48 persen.

Struktur PDRB NTT menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; serta Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masih mendominasi perekonomian NTT dengan share masing-masing sebesar 27,58 persen; 12,80 persen dan 11,26 persen.

Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PRDB Menurut Lapangan Usaha

(3)

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT

triwulan

IV-2016 (y-on-y), lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,20 persen, diikuti Konstruksi sebesar 0,93 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,87 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 0,64 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2016 Terhadap Triwulan III-2016 (q-to-q)

Pertumbuhan ekonomi Nusa

Tenggara Timur triwulan IV-2016 terhadap triwulan III-2016 tumbuh sebesar 0,28 persen. Pertumbuhan ekonomi terjadi di hampir seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 5,90 persen. Selanjutnya diikuti oleh lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 5,89 persen; dan Jasa Pendidikan sebesar 4,88 persen. Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengalami kontraksi sebesar -6,05 persen.

Grafik 4. Sumber Pertumbuhan PRDB Menurut Lapangan Usaha

Grafik 5. Pertumbuhan PRDB Beberapa Lapangan Usaha

(4)

Grafik 7. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Grafik 6. Pertumbuhan Beberapa Komponen

PDRB menurut Pengeluaran -2.38 2.21 5.35 Lainnya PMTB PKRT

B.

PDRB MENURUT PENGELUARAN

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2016 (c-to-c)

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,18 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah tangga (6,80 persen); Pembentukan Modal Tetap Bruto (5,06 persen) dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT (0,41 persen)

Struktur PDRB NTT menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (76,33 persen) yang mencakup lebih dari separuh PDRB NTT. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB NTT secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (42,44 persen); Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (26,75 persen), dan Ekspor Barang dan Jasa (15,90 persen), sedangkan Pengeluaran Konsumsi LNPRT (3,13 persen) dan Perubahan Inventori (0,54 persen) relatif kecil.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT Tahun 2016 (c-to-c), maka Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 5,35 persen, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 2,21 persen. 6.80 5.06 0.41 76.33 42.44 3.13 Konsumsi RT PMTB Konsumsi LNPRT Distribusi Pertumbuhan

(5)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan II-2016 (q-to-q)

Ekonomi NTT triwulan IV terhadap triwulan III (q-to-q) bertumbuh sebesar 0,28 persen. Pertumbuhan positif terjadi di hampir seluruh komponen pengeluaran kecuali Ekspor Barang dan Jasa. Komponen yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Perubahan Inventori dan Impor Barang dan Jasa masing-masing sebesar 19,70 persen dan 9,78 persen. Grafik 8. Pertumbuhan PDRB q to q

Beberapa Komponen

I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 Inventori

PDRB

(6)

Tabel 1

PDRB Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (miliar rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

Triw

III-2016 Triw IV-2016 2016 Triw III-2015 Triw IV-2016 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 6.418 6.095 24.316 4.352 4.089 16.504

B Pertambangan dan Penggalian 302 309 1.167 227 232 880

C Industri Pengolahan 265 279 1.034 190 198 745

D Pengadaan Listrik dan Gas 15 16 59 12 12 47

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 13 13 49 10 10 40

F Konstruksi 2.389 2.465 9.095 1.717 1.765 6.543

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2.456 2.488 9.322 1.824 1.832 6.933

H Transportasi dan Pergudangan 1.186 1.211 4.528 782 799 3.036

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 155 160 586 102 105 387

J Informasi dan Komunikasi 1.511 1.569 5.879 1.356 1.400 5.256

K Jasa Keuangan dan Asuransi 839 899 3.363 586 621 2.361

L Real Estat 567 578 2.209 388 394 1.506

M,N Jasa Perusahaan 66 70 257 43 45 170

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial

Wajib 2.731 2.828 10.665 1.959 2.001 7.656

P Jasa Pendidikan 2.068 2.182 8.103 1.303 1.367 5.164

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 444 474 1.768 322 340 1.287

R,S,T,U Jasa Lainnya 450 462 1.771 319 325 1.259

(7)

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw IV-2016 terhadap Triw III-2016 (q-to-q) Triw IV-2016 terhadap Triw IV-2015 (y-on-y) Sumber Pertumbuhan Triw IV-2016 (y-on-y) Laju pertumbuhan 2016 (c-to c) Sumber Pertumbuhan 2016 (c-to-c) (1) (2) (3) (4)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -6,05 4,53 1,20 2,23 0,63

B Pertambangan dan Penggalian 2,43 3,19 0,05 5,66 0,08

C Industri Pengolahan 4,17 3,41 0,04 4,98 0,06

D Pengadaan Listrik dan Gas 3,72 11,52 0,01 14,61 0,01

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 1,10 1,27 0,00 0,38 0,00

F Konstruksi 2,80 8,48 0,93 8,46 0,90

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 0,40 7,57 0,87 6,77 0,77

H Transportasi dan Pergudangan 2,07 5,48 0,28 6,73 0,34

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,72 13,01 0,08 14,46 0,09

J Informasi dan Komunikasi 3,23 7,23 0,64 6,76 0,59

K Jasa Keuangan dan Asuransi 5,90 8,38 0,33 8,47 0,32

L Real Estat 1,72 3,53 0,09 3,41 0,09

M,N Jasa Perusahaan 4,13 5,57 0,02 2,83 0,01

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,15 1,60 0,21 5,63 0,72

P Jasa Pendidikan 4,88 2,51 0,23 4,18 0,36

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 5,89 5,20 0,11 6,19 0,13

R,S,T,U Jasa Lainnya 1,90 4,32 0,09 3,55 0,08

(8)

Tabel 3

Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2016, Triwulan III-2016, Triwulan IV-2016, dan Tahun 2016

(persen)

Lapangan Usaha Triw III-2016 Triw VI-2016 Tahun 2016

(1) (2) (3) (4)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 29,34 27,58 28,89

B Pertambangan dan Penggalian 1,38 1,40 1,39

C Industri Pengolahan 1,21 1,26 1,23

D Pengadaan Listrik dan Gas 0,07 0,07 0,07

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah

dan Daur Ulang 0,06 0,06 0,06

F Konstruksi 10,92 11,16 10,81

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 11,23 11,26 11,07

H Transportasi dan Pergudangan 5,42 5,48 5,38

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,71 0,72 0,70

J Informasi dan Komunikasi 6,91 7,10 6,98

K Jasa Keuangan dan Asuransi 3,83 4,07 4,00

L Real Estat 2,59 2,61 2,62

M,N Jasa Perusahaan 0,30 0,31 0,31

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 12,48 12,80 12,67

P Jasa Pendidikan 9,45 9,87 9,63

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2,03 2,14 2,10

R,S,T,U Jasa Lainnya 2,06 2,09 2,10

(9)

Tabel 4

PPDRB Menurut Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (triliun rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

Triw III-2016 Triw IV-2016 2016 Triw III-2016 Triw IV-2016 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 16,07 17,39 64,25 12,17 12,66 47,76 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,68 0,74 2,64 0,53 0,58 2,06 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 6,95 7,36 22,52 5,18 5,34 16,72 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 9,34 10,14 35,72 6,80 7,23 26,09 5. Perubahan Inventori 0,14 0,17 0,46 0,09 0,11 0,30 6. Ekspor Barang dan Jasa 3,36 3,01 13,38 1,33 1,26 5,44 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 14,66 16,72 54,80 10,60 11,64 38,59

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 21,88 22,10 84,17 15,49 15,54 59,78

Tabel 5

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen) Komponen Triw IV-2016 terhadap Triw III-2016 (q-to-q)

Triw IV-2016 terhadap Triw IV-2015

(y-on-y)

Sumber Pertumbuhan Triw IV-2016 (y-on-y)

Laju pertumbuhan 2016 (c-to c) Sumber Pertumbuhan 2016 (c-to-c) (1) (2) (3) (4)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 4,01 7,27 5,80 6,80 5,35

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 8,95 -0,29 -0,01 0,41 0,01

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,08 -3,08 -1,15 -0,36 -0,10

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 6,41 4,42 2,07 5,06 2,21

5. Perubahan Inventori 19,70 -55,29 -0,89 -55,80 -0,66

6. Ekspor Barang dan Jasa -5,15 -54,15 -10,09 -47,49 -8,66

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 9,78 -10,72 - 9,46 - 9,38 -7,03 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

(10)

Tabel 6

Struktur PDRB Menurut Pengeluaran

Triwulan III-2016, Triwulan IV-2016, dan Triwulan I-IV 2016 (persen)

Komponen Triw III-2016 Triw VI-2016 Triw I-IV 2016

(1) (4) (5) (6)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 73,48 78,70 76,33

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,10 3,37 3,13

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 31,76 33,31 26,75

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 42,71 45,90 42,44

5. Perubahan Inventori 0,62 0,75 0,54

6. Ekspor Barang dan Jasa 15,35 13,63 15,90

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 67,01 75,67 65,10

(11)

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi:

Maritje Pattiwaelappia, SE, M.Si

Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

Telp (0380) 826289,821755,

e-mail :

[email protected]

Gambar

Grafik 3. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha     Triwulan IV-2016
Grafik 4. Sumber Pertumbuhan PRDB  Menurut Lapangan Usaha
Grafik 7. Sumber Pertumbuhan PDRB  Menurut Pengeluaran  Grafik 6. Pertumbuhan Beberapa Komponen
Grafik 8. Pertumbuhan PDRB q to q  Beberapa Komponen

Referensi

Dokumen terkait

Pada Rencana Kegiatan Harian (RKH) dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga dengan tema binatang mengalami kemajuan yang pesat. Dengan demikian maka dapat ditarik

Berbagai penelitian (Glisson & Durick dalam Srimulyani, 2008; Steers dalam Srimulyani, 2008) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin

Elita Dewi, M.SP , selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara dan sekaligus sebagai dosen pembimbing

Manusia Diciptakan oleh Alloh SWT dengan kesempurnaan, baik sempurna dalam fisik maupun psikis. Kesempurnaan manusia secara fisik dapat kita lihat dari kelengkapan anggota

Adanya anggapan masyarakat bahwa masalah KDRT adalah masalah internal rumah tangga dan tidak boleh diketahui oleh orang lain yang memerlukan jalan keluar

Sesuai dengan variabel yang akan diteliti pada penelitian ini yaitu rasio domestik dan non domestik, maka dalam memilih lokasi harus dipastikan bahwa setiap

Pada tahap ini, peneliti melakukan persiapan, pengumpulan dan analisis data berdasarkan petunjuk yang ada. Tahap ini merupakan langkah yang dilakukan penulis untuk