• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA BIRO KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA BIRO KEUANGAN"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

BIRO

KEUANGAN

TAHUN 2019

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Laporan Kinerja Biro Keuangan Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 merupakan wujud pertanggungjawaban dan akuntabiltas kinerja Biro Keuangan sebagai salah satu unit kerja eselon II instansi di BPS atas pelaksanaan program/kegiatan dan pengelolaan administrasi keuangan dalam rangka mencapai sasaran/target di lingkup Biro Keuangan yang telah ditetapkan. Tujuan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan tugas yang diberikan kepada Biro Keuangan.

Dalam laporan ini tertuang capaian kinerja Biro Keuangan terhadap target yang telah ditetapkan pada awal tahun 2019, capaian kinerja Biro Keuangan terhadap target Renstra Biro Keuangan 2015-2019, serta penyerapan anggaran Biro Keuangan Tahun Anggaran 2019. Hasil laporan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi Biro Keuangan BPS untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang.

Kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasinya terhadap penyusunan laporan ini, kami mengucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini di masa mendatang sangat kami hargai.

Jakarta, Februari 2020 BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Keuangan,

Hanif Yahya

Jakarta, 28 Februari 2019J

(5)
(6)

Daftar Isi

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

Daftar Tabel ... vii

Daftar Gambar ... ix

Daftar Lampiran ... xi

BAB I Pendahuluan ... 1

1.1 Latar Belakang ... 3

1.2 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi ... 3

1.3 Landasan Hukum ... 6

1.4 Sumber Daya Manusia ... 6

1.5 Anggaran ... 8

BAB II Rencana Strategis dan Penetapan Kinerja ... 9

2.1 Rencana Strategis 2015-2019 ... 11

2.2 Indikator Kinerja Utama ... 13

2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2019 ... 14

BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 17

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2019 ... 19

3.2 Capaian Kinerja Tahun 2018 terhadap Renstra 2015-2019 ... 21

3.3 Akuntabilitas Keuangan Tahun 2019 ... 23

BAB IV Penutup ... 25

4.1 Tinjauan Umum ... 27

4.2 Tindak Lanjut ... 27

Lampiran ... 29

(7)
(8)

Daftar Tabel

Tabel

1 Indikator Kinerja Utama Biro Keuangan ... 14 2 Penetapan Kinerja Biro Keuangan Tahun 2019 ... 15 3 Rata-Rata Capaian Kinerja Biro Keuangan Menurut Sasaran Strategis

Tahun 2019 ... 19 4 Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Terwujudnya Layanan Administrasi

Keuangan yang Efektif dan Efisien Biro Keuangan Tahun 2019 ... 20 5 Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Layanan Perkantoran Biro Keuangan

Tahun 2019 ... 21 6 Perbandingan Realisasi Kinerja Biro Keuangan Tahun 2019 dengan Target

Renstra Tahun 2019 dan 2020 ... 21 7 Pagu dan Realisasi Anggaran Biro Keuangan Menurut Jenis Belanja

Tahun 2019 (Miliar Rupiah) ... 23

(9)
(10)

Daftar Gambar

Gambar

1 Struktur Organisasi Biro Keuangan ... 5

2 Proporsi Pegawai menurut Unit Kerja ... 7

3 Proporsi Pegawai menurut tingkat Pendidikan ... 8

4 Tujuan, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Biro Keuangan 2015-2019 ... 12

5 Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis ... 13

(11)
(12)

Daftar Lampiran

Lampiran

1 Struktur Organisasi Biro Keuangan ... 31

2 Rencana Strategis Biro Keuangan Tahun 2015-2019 ... 33

3 Pengukuran Kinerja Sasaran Biro Keuangan Tahun 2019 ... 35

4 Sumber Daya Manusia Biro Keuangan Menurut Jenjang Pendidikan ... 37

(13)
(14)
(15)
(16)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Badan Pusat Statistik (BPS), dalam mengemban tugasnya dalam menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas, tentunya harus didukung dengan pengelolaan administrasi keuangan yang efektif dan efisien sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Biro Keuangan merupakan unit kerja eselon II BPS yang berada dibawah Sekretariat Utama yang mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan administrasi keuangan, perbendaharaan, verifikasi dan akuntansi.

Fungsi Biro Keuangan BPS dijalankan melalui satu program generik yaitu Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL) dengan kegiatannya yaitu Pengelolaan dan Pengembangan Administrasi Keuangan. Adapun sasaran kegiatan yang dirumuskan yaitu (1). Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang efektif dan efisien dan (2). Layanan Perkantoran.

Untuk mengukur keberhasilan Biro Keuangan dalam pencapaian kegiatan tahun 2019, maka pada awal tahun 2019 telah ditetapkan target kinerja yang akan dicapai selama tahun 2019. Target tersebut tertuang dalam Perjanjian Kinerja Biro Keuangan 2019. Sedangkan Laporan Kinerja Biro Keuangan 2019 merupakan wujud pertanggungjawaban dan akuntabilitas kinerja unit kerja instansi pemerintah. Tahun 2019 merupakan tahun kelima pelaksanaan Rencana Strategis Biro Keuangan BPS tahun 2015-2019, sehingga diharapkan laporan ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun berikutnya.

1.2 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi

(17)

a. Tugas

Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan administrasi keuangan, perbendaharaan, verifikasi, dan akuntansi.

b. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:

1) Pelaksanaan administrasi keuangan;

2) Pelaksanaan perbendaharaan;

3) Pelaksanaan verifikasi; dan 4) Pelaksanaan akuntansi.

c. Susunan Organisasi

Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja Biro Keuangan, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistis Nomor 116 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik tanggal 14 Mei 2014, terdiri dari:

1) Bagian Administrasi Keuangan

Bagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha keuangan, pembuatan daftar gaji , dan administrasi tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, dengan penambahan tugas diluar Peraturan Kepala Badan Pusat Statistis tersebut yaitu pembuatan daftar tunjngan kinerja dan uang makan serta honor pegawai pemerintah non pegawai negeri.

Bagian Administrasi Keuangan terdiri dari:

a) Subbagian Tata Usaha Keuangan b) Subbagian Pembuatan Daftar Gaji

c) Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan Ganti Rugi 2) Bagian Perbendaharaan

(18)

a) Subbagian Perbendaharaan I b) Subbagian Perbendaharaan II

c) Subbagian Pelaporan Perbendaharaan 3) Bagian Verifikasi

Bagian Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan verifikasi dan monitoring penggunaan anggaran.

Bagian Verifikasi terdiri dari:

a) Subbagian Verifikasi Anggaran b) Subbagian Monitoring Anggaran 4) Bagian Akuntansi

Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan laporan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan.

Bagian Akuntansi terdiri dari:

a) Subbagian Penyiapan Laporan Keuangan b) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan

Struktur organisasi Biro Keuangan secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 1.

Kepala Biro Keuangan

Bagian Administrasi Keuangan

Subbagian Tata Usaha Keuangan

Subbagian Pembuatan

Bagian Perbendaharaan

Subbagian Perbendaharaan I

Subbagian

Bagian Verifikasi

Subbagian Verifikasi Anggaran

Subbagian

Bagian Akuntansi

Subbagian Penyiapan Laporan Keuangan

Subbagian Evaluasi

(19)

1.3 Landasan Hukum

Dalam menyelenggarakan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Biro Keuangan dilindungi oleh perangkat hukum, yaitu:

1) Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara dan pengguna statistik baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya Undang-Undang ini maka kepentingan masyarakat pengguna statistik akan terjamin terutama atas nilai informasi yang diperolehnya.

2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik yang mengamanatkan bahwa BPS berkewajiban menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.

3) Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik.

4) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Sttaistik dan telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 116 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.

5) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 1 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Bagian, Bidang, Subdirektorat, Subbagian, Subbidang, dan Seksi Badan Pusat Statistik dan telah diubah dengan Peraturan Kepala badan Pusat Sttaitsik Nomor 150 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 1 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Bagian, Bidang, Subdirektorat, Subbagian, Subbidang, dan Seksi Badan Pusat Statistik.

1.4 Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan

(20)

Gambar 2. Proporsi Pegawai Menurut Unit Kerja

Dari Gambar 2. tersebut dapat terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pegawai untuk setiap unit kerja eselon III. Jumlah pegawai pada unit kerja Bagian Administrasi Keuangan sebanyak 13 orang dan Bagian Akuntansi sebanyak 17 orang.

Sedangkan jumlah pegawai pada unit kerja Bagian Perbendaharaan sebanyak 37 orang dan Bagian Verifikasi sebanyak 15 orang.

Apabila dilihat dari tingkat pendidikan, sebagian besar pegawai di Biro Keuangan berpendidikan S1 dan S2. Dari 83 orang pegawai di Biro Keuangan, tercatat sebanyak 17 pegawai berpendidikan S2, 37 pegawai berpendidikan S1, dan 32 pegawai berpendidikan D-III ke bawah. Proporsi pegawai Biro Keuangan menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 3.

Bagian Administrasi Keuangan

19,75%

Bagian Perbendaharaan

41,98%

Bagian Verifikasi 18,52%

Bagian Akuntansi 19,75%

(21)

Gambar 3. Proporsi Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan

1.5 Anggaran

Dari sisi anggaran, untuk mencapai kinerja yang dicapai pada tahun 2018 Biro Keuangan memiliki pagu anggaran sebesar Rp.223.815.785.000,- dengan realisasi sebesar Rp.

219.819.644.340 atau 98,21 persen. Anggaran pada Biro Keuangan terdiri dari belanja pegawai dan belanja barang. Belanja pegawai sebesar Rp.220.746.149.000 dengan realisasi sebesar Rp.217.294.388.090 atau 98,44 persen dan belanja barang sebesar Rp.3.069.636.000 dengan realisasi sebesar Rp.2.525.256.245 atau 82,27 persen. Belanja pegawai diperuntukan untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja seluruh pegawai pada satuan kerja Sekretariat Utama.

DIV ke bawah 44%

S1 37%

S2 19%

(22)
(23)
(24)

BAB II

RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis 2015-2019

Dalam melakukan tugasnya selama lima tahun kedepan, Biro Keuangan telah menyusun Renstra Biro Keuangan tahun 2015-2019 yang tentunya mengacu pada Renstra Sekretariat Utama tahun 2015-2019. Hal tersebut dilakukan agar tujuan dan sasaran Biro Keuangan mendukung pencapaian tujuan dan sasaran Sekretariat Utama. Renstra Biro Keuangan tahun 2015-2019 disusun sebagai dasar penyusunan rencana kerja tahunan, sehingga diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup Biro Keuangan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien.

Adapun visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Biro Keuangan yang tertuang dalam Renstra Biro Keuangan tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:

a. Visi

Biro Keuangan mempunyai visi yaitu “ Terwujudnya Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran ”.

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Biro Keuangan sebagai berikut:

1) Meningkatkan layanan administrasi keuangan yang efektif dan efisien;

2) Meningkatkan layanan perkantoran;

c. Tujuan dan Sasaran Strategis

Biro Keuangan mempunyai dua tujuan yang dicanangkan dalam Renstra Biro Keuangan tahun 2015-2019. Tujuan Biro Keuangan tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa sasaran yang merupakan tahapan untuk memudahkan mengukur dan mencapai tujuan tersebut. Masing-masing tujuan dan sasaran strategis tersebut memiliki indikator yang terukur agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaiannya.

(25)

Gambar 4. Tujuan, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Biro Keuangan 2015-2019

Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran

Menyelenggarakan Layanan Administrasi Keuangan

SS.1. Terwujudnya layanan Administrasi Keuangan yang efektif dan efisien

IKSS 1.1. Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

IKSS 1.2. Presentase TGR yang ditindaklanjuti

IKSS 1.3. Persentase Surat Permintaan Pembayaran yang menjadi Surat Perintah Membayar

IKSS.1.4. Persentase SPM yang menjadi SP2D

IKSS 1.5. Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan

IKSS 1.6. Persentase SP2D yang dientry ke dalam aplikasi SPM IKSS 1.7. Persentase satker yang mengirim data e-audit bulanan IKSS 1.8. Tingkat akurasi data realisasi keuangan BPS (LK BPS-unaudited ke LK BPS-audited)

IKSS 1.9. Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

Menyelenggarakan Layanan Perkantoran

SS.2. Layanan Perkantoran IKSS 2.1. Persentase pembayaran upah dan gaji yang terbit tepat waktu

(26)

Hubungan antara visi, misi, tujuan dan sasaran strategis Biro Keuangan dapat terlihat pada gambar berikut ini:

Gambar 5. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis

2.2 Indikator Kinerja Utama

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran atau indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana organisasi telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah ditetapkan. IKU Biro Keuangan telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Indkator Kinerja Utama di Lingkungan Badan Pusat Statistik, yaitu sebagai berikut:

IKSS 2.1 Visi :

Terwujudnya Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran

Misi

SS.1 SS.2

IKSS 1.1 IKSS 1.2 IKSS 1.3 IKSS 1.4 IKSS 1.5 IKSS 1.6 T.1

IKSS 1.7 IKSS 1.8 IKSS 1.9 T.2

(27)

Tabel 1. Indikator Kinerja Utama Biro Keuangan

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Penanggung Jawab

(1) (2) (3) (4)

1. Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang efektif dan efisien

Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

Bagian Verifikasi Bagian Akuntansi Presentase TGR yang

ditindaklanjuti

Bagian Administrasi Keuangan

Persentase Surat Permintaan Pembayaran yang menjadi Surat Perintah Membayar

Bagian

Perbendaharaan Bagian Verifikasi Persentase SPM yang menjadi

SP2D

Bagian Verifikasi Persentase SPM yang terbit

sesuai standar ketentuan

Bagian Verifikasi Persentase SP2D yang dientry

ke dalam aplikasi SPM

Bagian Verifikasi Persentase satker yang

ditelaah selama setahun

Bagian Akuntansi Tingkat akurasi data realisasi

keuangan BPS (LK BPS-

unaudited ke LK BPS-audited)

Bagian Akuntansi

Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

Bagian Akuntansi 2. Layanan Perkantoran Persentase pembayaran upah

dan gaji yang tepat waktu

Bagian Administrasi Keuangan

Bagian

Perbendaharaan

2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2019

Pada awal tahun 2019, Biro Keuangan telah menetapkan target yang harus dicapai dan menjadi ukuran keberhasilan Biro Keuangan dalam memenuhi tugasnya di tahun 2019. Target tersebut dituangkan kedalam dokumen Perjanjian Kinerja Biro Keuangan yang merupakan bentuk komitmen Biro Keuangan kepada Sekretaris Utama BPS. Berikut tabel penetapan

(28)

Tabel 2. Penetapan Kinerja Biro Keuangan Tahun 2019

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target

(1) (2) (3) (4)

1. Terwujudnya Layanan Administrasi keuangan yang efektif dan efisien

Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

publikasi 8.284 Presentase TGR yang

ditindaklanjuti

Persen 100 Persentase Surat Permintaan

Pembayaran yang menjadi Surat Perintah Membayar

Persen 100

Persentase SPM yang menjadi SP2D

Persen 99

Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan

Persen 96

Persentase SP2D yang dientri ke dalam aplikasi SPM

Persen 100 Persentase satker yang ditelaah

selama setahun

Persen -

Tingkat akurasi data realisasi keuangan BPS (LK BPS-unaudited ke LK BPS-audited)

Persen 96

Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

Skor 100

2. Layanan Perkantoran Persentase pembayaran upah dan gaji yang tepat waktu

Persen 100

(29)
(30)
(31)
(32)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2019

Akuntabilitas kinerja Biro Keuangan merupakan perwujudan kewajiban Biro Keuangan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan Biro Keuangan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Capaian kinerja Biro Keuangan 2019 dihitung berdasarkan perbandingan antara realisasi kinerja selama tahun 2019 dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun 2019.

Pada tahun 2019, rata rata capaian kinerja Biro Keuangan terhadap target yang telah ditetapkan mencapai 102,29 persen, capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 99,74 persen.

Tabel 3. Rata-Rata Capaian Kinerja Biro Keuangan Menurut Sasaran Strategis Tahun 2019

Sasaran Strategis Jumlah

Indikator

Capaian Kinerja (%)

(1) (2) (3)

1. Terwujudnya Layanan Administrasi keuangan yang efektif dan efisien

9 104,58

2. Layanan Perkantoran 1 100

Rata-Rata Capaian Kinerja 102,29

SS.1. Terwujudnya Layanan Administrasi keuangan yang efektif dan efisien

(33)

kenaikan 11,11 persen, “Persentase SPM yang menjadi SP2D” mengalami kenaikan 12,12 persen, “Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan” mengalami kenaikan 20 persen, dan “Persentase SP2D yang dientry ke dalam aplikasi SPM” mengalami kenaikan 13,13 persen. Sementara itu, 4 indikator lainnya realisasi tahun 2019 sama dengan tahun 2018.

Tabel 4. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang Efektif dan Efisien Biro Keuangan Tahun 2019

Indikator Target

2019

Realisasi 2019

Capaian (%)

Realisasi 2018

Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

8.541 8.543 100,02 7.998 6,81 Persentase TGR yang

ditindaklanjuti

100 100 100,00 90 11,11 Persentase Surat Permintaan

Pembayaran yang menjadi Surat Perintah Membayar

100 100 100,00 100 -

Persentase SPM yang menjadi SP2D

99 111 112,12 99 12,12

Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan

96 108 112,50 90 20,00

Persentase SP2D yang dientry ke dalam aplikasi SPM

100 112 112,00 99 13,13

Persentase satker yang mengirim data e-audit bulanan

0 0 0 0 0,00

Tingkat akurasi data realisasi keuangan BPS (LK BPS-

unaudited ke LK BPS-audited)

96 96 100,00 96 -

Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

100 100 100,00 100 -

Rata-Rata Capaian Kinerja 104,58

(34)

Tabel 5. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Layanan Perkantoran Biro Keuangan Tahun 2019

Indikator Target

2018

Realisasi 2018

Capaian (%)

Realisasi 2018

Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Persentase pembayaran upah dan gaji yang tepat waktu

100 100 100,00 100 -

Rata-Rata Capaian Kinerja 100,00

3.2 Capaian kinerja Tahun 2019 terhadap Target Renstra 2019 dan 2020

Rencana Strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan, dan program untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Rencana Strategis merupakan proses perencanaan jangka menengah (lima tahun) yang formal untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mengetahui keberhasilan organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran perlu adanya pengukuran terhadap indikator-indikator yang mewakili pencapaian kedua hal tersebut.

Tabel 6. Perbandingan Realisasi Kinerja Biro Keuangan Tahun 2019 dengan Target Renstra Tahun 2018 dan 2019

Tujuan/Sasaran/Indikator Target Renstra Realisasi 2019

Capaian Thd Target (%)

2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

SS.1. Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang Efektif dan Efisien 1. Jumlah Laporan Keuangan

yang terbit tepat waktu

8.013 8.541 8.543 99,81 101,02

2. Persentase TGR yang ditindaklanjuti

100 100 100 90,00 100,00

3. Persentase Surat

Permintaan Pembayaran

100 100 100 100,00 100,00

(35)

Tujuan/Sasaran/Indikator Target Renstra Realisasi 2019

Capaian Thd Target (%)

2018 2019 2018 2019

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

7. Persentase satker yang mengirimkan data e-audit bulanan

100 0 0 100,00 0,00

8. Tingkat akurasi data realisasi keuangan BPS (LK BPS- unaudited ke LK BPS audited)

96 96 96 100,00 100,00

9. Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

100 100 100 100,00 100,00

SS.2. Layanan Perkantoran

1. Persentase pembayaran upah dan gaji yang tepat waktu

100 100 100 100,00 100,00

Jika dibandingkan realisasi tahun 2019 terhadap target Renstra 2018 dan 2019, capaian kinerja sepuluh indikator yang mewakili kinerja Biro Keuangan untuk Periode Renstra 2015- 2019 dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Terdapat 4 indikator kinerja yang telah melampaui target kinerja tahun 2018 yaitu: Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu, , Persentase SPM yang menjadi SP2D, Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan, dan Persentase SP2D yang dientri ke dalam aplikasi SPM.

2. Terdapat 4 indikator kinerja yang telah melampaui target kinerja tahun 2019 yaitu: Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu, , Persentase SPM yang menjadi SP2D, Persentase SPM yang terbit sesuai standar ketentuan, dan Persentase SP2D yang dientri ke dalam aplikasi SPM.

3.3 Akuntabilitas Keuangan Tahun 2019

Pada tahun anggaran 2019, Biro Keuangan menerima pagu anggaran sebesar Rp. 223.815.785.000 dengan realisasi sebesar Rp. 219.819.644.340 atau 98,21 persen.

(36)

Tabel 7. Pagu dan Realisasi Anggaran Biro Keuangan Menurut Jenis Belanja Tahun 2019 (Miliar Rupiah)

Jenis Belanja Pagu Realisasi Realisasi/Pagu (%)

(1) (2) (3) (4)

Belanja Pegawai 220.746.149.000 217.294.388.095 82,27

Belanja Barang 3.069.636.000

2.525.256.245 98,44

Jumlah

223.815.785.000

219.819.644.340 98,21

(37)
(38)
(39)
(40)

BAB IV PENUTUP

4.1 Tinjauan Umum

Pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Keuangan BPS tahun 2018 dapat terlaksana dengan baik yaitu dengan rata-rata capaian sebesar 102,29 persen. Upaya-upaya untuk dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian kinerja perlu terus dilakukan oleh Biro Keuangan. Untuk tahun 2018, penyerapan anggaran Biro Keuangan pada program DMPTTL mencapai 98,21 persen.

4.2 Tindak Lanjut

Dari capaian kinerja yang sudah diraih Biro Keuangan BPS pada tahun 2019, tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk kedepannya yaitu lebih meningkatkan pelayanan di bidang keuangan sehingga bisa lebih efektif dan efisien.

(41)
(42)
(43)
(44)

Lampiran 1

STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR : 116 Tahun 2014

TANGGAL : 14 Mei 2014

Kepala Biro Keuangan

Bagian Administrasi Keuangan

Subbagian Tata Usaha Keuangan

Subbagian Pembuatan Daftar Gaji

Subbagian Tuntutan Perbendaharaan dan

Ganti Rugi

Bagian Perbendaharaan

Subbagian Perbendaharaan I

Subbagian Perbendaharaan II

Subbagian Pelaporan Perbendaharaan

Bagian Verifikasi

Subbagian Verifikasi Anggaran

Subbagian Monitoring Anggaran

Bagian Akuntansi

Subbagian Penyiapan Laporan Keuangan

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan

Keuangan

(45)
(46)

Lampiran 2

RENCANA STRATEGIS BIRO KEUANGAN TAHUN 2015-2019

Instansi : Biro Keuangan BPS

Visi : Terwujudnya Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Misi : a. Meningkatkan Layanan Administrasi Keuangan

b. Meningkatkan Layanan Perkantoran

Tujuan

Sasaran Strategis Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Uraian Indikator Kinerja

Utama Kebijakan Program

(1) (2) (3) (4) (5)

Menyelenggarakan Layanan

Administrasi Keuangan

Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang efektif dan efisien

Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

1. Pelaksanaan kursus bendahara

2. Meningkatnya tata kelola Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi 3. Peningkatan Penataan

Arsip Keuangan 4. Peningkatan sistem

kerja antar unit kerja 5. Pelaksanaan

Pembinaan

Administrasi Keuangan 6. Pelaksanaan

Rekonsiliasi Data Laporan Keuangan

DMPTL

Persentase TGR yang ditindaklanjuti Persentase Surat Permintaan Pembayaran yang menjadi SPP

Persentase SPM yang menjadi SP2D

Persentase yang terbit sesuai standar

ketentuan

Persentase SP2D yang dientry ke dalam aplikasi SPM

(47)

Tujuan

Sasaran Strategis Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Uraian Indikator Kinerja

Utama Kebijakan Program

(1) (2) (3) (4) (5)

Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK Jumlah Bendahara yang lulus ujian dalam kursus bendahara *

Menyelenggarakan Layanan

Perkantoran

Layanan Perkantoran

Persentase

pembayaran upah dan gaji yang tepat waktu

Peningkatan Pembayaran upah dan gaji

DMPTL

*

Tidakdilaksanakan pada tahun 2019

(48)
(49)

Lampiran 3

PENGUKURAN KINERJA SASARAN BIRO KEUANGAN TAHUN 2019

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Periode Target Realisasi Tingkat Pencapaian

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Terwujudnya Layanan Administrasi Keuangan yang efektif dan efisien

Jumlah Laporan Keuangan yang terbit tepat waktu

Publikasi TW I 2.270 2.270 26,578

TW II 4.544 4.544 53,2

TW III 6.817 6.817 79,82 TW IV 8.541 8.543 100,02 Persentase TGR

yang

ditindaklanjuti

Persen TW I 25 25 25

TW II 50 50 50

TW III 75 75 75

TW IV 100 100 100

Persentase Surat Permintaan Pembayaran yang menjadi SPP

Persen TW I 25 25 25

TW II 50 50 50

TW III 75 75 75

TW IV 100 100 100

Persentase SPM yang menjadi SP2D

Persen TW I 25 16 16,162

TW II 50 37 37,37

TW III 75 66 66,67

TW IV 99 111 112,12

(50)

Persentase SP2D yang dientry ke dalam aplikasi SPM

Persen TW I 25 16 16

TW II 50 38 38

TW III 75 67 67

TW IV 100 108 108

Persentase satker yang mengirimkan data e-audit bulanan

Persen TW I 0 0 0

TW II 0 0 0

TW III 0 0 0

TW IV 0 0 0

Tingkat akurasi data realisasi keuangan BPS (LK BPS unaudited ke LK BPS audited

Persen TW I 96 96 100

TW II 96 96 100

TW III 96 96 100

TW IV 96 96 100

Opini terhadap Laporan Keuangan BPS oleh BPK

Skor TW I 0 0 0

TW II 0 0 0

TW III 100 100 100

TW IV 100 100 100

2 Layanan Perkantoran

Persentase pembayaran upah dan gaji yang tepat waktu

Persen TW I 25 25 25

TW II 50 50 50

TW III 75 75 75

TW IV 100 100 100

(51)

Lampiran 4

No Unit Kerja Jenjang Pendidikan

Total

s.d SMA D-III D-IV/S1 S2 S3

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Kepala Biro Keuangan 0 0 0 1 0 1

2 Bagian Administrasi Keuangan 3 4 2 4 0 13

3 Bagian Perbendaharaan 7 4 17 9 0 37

4 Bagian Verifikasi 3 3 7 2 0 15

5 Bagian Akuntansi 0 5 9 3 0 17

Total 16 16 37 17 0 83

SUMBER DAYA MANUSIA BIRO KEUANGAN MENURUT JENJANG PENDIDIKAN

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen Renop ini memuat rumusan rencana dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dan kualitatif dari masing-masing indikator kinerja pencapaian tujuan

Sebagai pelaksanaan dari ketentuan tersebut, Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan Kurikulum Muatan Lokal (Standar Kompetensi dan Kompetensi

Terimakasih untuk teman-teman mahasiswa sipil angkatan XXI yang sudah membantu dan memberi semangat dalam penyusunan tugas akhir ini dan juga telah bersama sama selama

Hipotesis 1 ini terbukti karena Dari hasil tersebut menunjukkan adanya kecenderungan bahwa seseorang yang berada pada umur muda memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDS dan

Maka penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahuai jenis tumbuhan, penyakit dalam yang bisa diobati, bagian tumbuhan yang digunakan, cara memanfaatkan tumbuhan,

Pada penelitian ini juga didapatkan korelasi antara aktivitas setelah 3 jam dengan waktu paro biologi sebesar -0,94, karena nilai korelasi mendekati -1 (negatif satu)

Melaksanakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian data, merumuskan diagnosa/masalah kebidanan, perencanaan

Penyusunan langkah-langkah pembelajaran dapat member acuan kepada guru dalam melakukan proses belajar mengajar. Sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat terlaksana