ExchangeRatesChg%
IDR/USD11560.000.000.00 USD/EUR1.375 (0.01)(0.61) JPY/USD102.000.400.39 IDR/SGD9246.67(20.42)(0.22) IDR/AUD10816.75(2.08)(0.02)
DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
Harga IPO Link Net dibanderol Rp 1.600/saham.
Kupon obligasi PGAS lebih rendah.
Private placement, WINS incar dana Rp 307 miliar.
Pemegang Saham BSD Kebagian Dividen Rp 275 Miliar.
A ksi ambil untung kembali b e r l a n j u t p a d a perdagangan kemarin pasca pengumuman KPU yang memastikan hanya ada dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mengikuti pemilihan presiden (pilpres) Juli mendatang. Aksi ambil untung ini dinilai wajar seiring dengan harga saham yang sudah relatif tinggi hingga menyentuh level 5091,317 (19/5). Sebagaimana diketahui kenaikan IHSG dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya
cenderung hanya digerakkan sentimen atas figur pasangan capres dan cawapres yang mendeklarasikan diri awal pekan ini sehingga kurang didukung dengan kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini.
IHSG kemarin ditutup anjlok 119 poin (2,4%) di 4895,955.
Sentimen pasar akhir-akhir ini lebih banyak digerakkan oleh isu domestik terutama terkait dengan pasangan capres/cawapres yang akan bertarung dalam pemilihan presiden Juli mendatang. Sementara itu Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif sebagai respon atas pernyataan pejabat resmi The Fed yang memperkirakan kenaikan bunga akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pertengaahan tahun depan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,83%
dan 0,65%.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi masih berpeluang terkoreksi terutama dipicu saham- saham big-caps. Dalam jangka pendek menjelang pilpres Juli mendatang pergerakan pasar diperkirakan lebih banyak dipicu isu-isu seputar platform masing-masing calon presiden terutama di bidang ekonomi dan spekulasi atas tim ekonomi masing-masing kandidat.
IHSG akan bergerak dengan support di 4830 dan resisten di 4930.
IHSG : S1 4830 S2 4780 R1 4930 R2 4970
Index Last Chg % DJIA 16374.31 (137.55) (0.83) S&P 500 1872.83 (12.25) (0.65) FTSE 100 6802.00 (42.55) (0.62) CAC 40 4452.35 (17.41) (0.39) DAX 9639.08 (20.31) (0.21) NIKKEI 225 14075.25 68.81 0.49 HANGSENG 22834.68 130.18 0.57
STI 3265.47 3.04 0.09
SHENZHEN 1018.50 4.32 0.43 SHANGHAI 2008.12 2.94 0.15
Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 102.86 0.79 0.77
CPO (RM/M.T) 2537.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1294.40 0.80 0.06 Nikel (USD/M.T 19785.00 590.00 3.07 Timah (USD/M.T) 23470.00 125.00 0.54 Coal (USD/M.T) 75.75 0.45 0.60
Exchange Rates Chg % IDR/USD 11535.00 115.00 1.01 USD/EUR 1.370 (0.00) (0.03) JPY/USD 101.28 (0.14) (0.14) IDR/SGD 9200.84 70.90 0.78 IDR/AUD 10641.90 (14.10) (0.13) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 42.16 2432 (2.18) (4.92) Top Gainers IDR % Chg
BSIM‐W2 55 28 12
MYTX 140 19 22
RBMS 96 19 15
PNBS‐W 36 16 5
INPP 200 11 20
Top Losers IDR % Chg
TRIS‐W 71 (13.40) (11)
GTBO 300 (11.80) (40)
LAMI 206 (10.40) (24)
PNLF‐W 103 (9.60) (11)
WAPO 62 (8.80) (6)
Top Value IDR % (miliar) TLKM 2,430 (5.80) 1,284 B BMRI 10,100 (4.90) 1,067 B ASII 7,500 (2.60) 1,039 B BBRI 10,550 (3.90) 859 B
BBNI 4,805 (2.90) 577 B
Top Volume IDR % (juta) TLKM 2,430 (5.80) 525.923
ASRI 497 (3.50) 342.909
TMPI 444 2.30 329.174
ADRO 1,300 2.00 268.678
TRAM 1,880 (0.50) 244.261
IHSG 4,895.96
Change (119.04)
Change (%) (2.37)
Change (%/ytd) 13.42
Total Value (IDR triliun) 8.950 Total Volume (miliar saham) 5.575 Net Foreign Buy (IDR miliar) 509.000 Up: 72 Down: 401 Unchange: 67
News Update
2
Harga IPO Link Net dibanderol Rp 1.600/saham. Harga saham perdana (IPO) PT Link Net dibanderol Rp 1.600 per saham. Ini merupakan harga maksimal dari kisaran harga yang ditawarkan dalam pelaksanaan bookbuilding beberapa waktu lalu. Adapun, kisaran harga penawaran sebelumnya adalah Rp 1.575-Rp 1.600 per saham. Anak usaha Grup Lippo ini menawarkan 304,265 juta saham atau 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah IPO. Dengan demikian, dari hajatan ini, dana segar yang berhasil terjaring mencapai Rp 486,82 miliar. Namun, dana ini tidak masuk ke perusahaan karena yang dilepas adalah saham milik induknya, yakni PT First Media Tbk (KLBV).Sehingga, dana IPO Link Net akan digunakan untuk ekspansi KLBV. Saham IPO ini akan mulai ditawarkan umum pada 22 Mei-23 Mei 2014. Jika tidak ada aral melintang, pencatatan saham akan dilakukan pada 2 Juni 2014 mendatang. (Kontan Online)
Kupon obligasi PGAS lebih rendah. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merilis obligasi global senilai US$ 1,35 miliar. Obligasi tersebut bertenor 10 tahun ini. Manajemen PGAS menyebutkan, kupon global bond PGAS itu sebesar 5,125% per tahun. Pada 12 Mei 2014, perusahaan pelat merah ini telah menandatangani kesepakatan pembelian dengan para pembeli awal obligasi. Para pembeli awal itu sekaligus bertindak sebagai joint book runner dan joint lead managers. Mereka adalah Australia and New Zealand Banking Group Limited, JP Morgan Securities Plc, Standard Chartered Bank, PT Bahana Securities, serta PT Danareksa Sekuritas. Sementara itu, The Bank of New York Mellon bertindak seba- gai wali amanat (trustee). Selanjutnya, pada 16 Mei 2014, surat utang diterbitkan dan ditujukan kepada pembeli institusional asal Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya. Surat utang ini dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Singapura, Singapore Exchange-Securities Trad- ing (SGX-ST). Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi dollar AS ini digunakan memenuhi kebutuhan belanja modal PGAS, modal kerja serta untuk keperluan umum perseroan yang lain. Sekretaris Perusahaan, Heri Yusup menyebutkan, bunga obligasi global PGAS tersebut masih wajar. Jika dibandingkan dengan obligasi global Pemerintah Indonesia dengan rating yang sama yakni, BBB- dari Fitch, bunga PGAS lebih kecil.Obligasi dollar Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun dan terbit 7 Januari 2014 memberi bunga 5,87%. (Kontan Online)
Private placement, WINS incar dana Rp 307 miliar. Dalam tahapannya melakukan pembelian armada kapal baru, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) akan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) atau private placement.Rencananya, WINS akan menambah 340 juta saham ke publik atau 8,78% modal ditempatkan dan disetor penuhnya. Selain itu, terdapat pula program Management and Employee Stock Option (MESOP) III dengan jumlah 19 juta saham atau 0,49%. Saham WINS dibanderol dengan harga Rp 903 untuk aksi ini. Maka WINS pun akan memperoleh dana segar sejumlah Rp 307,02 miliar. Emiten yang bergerak di bidang pe- layaran ini melakukan private placement guna memenuhi pembiayaan dalam waktu cepat. Nah, WINS berencana meningkatkan kapasitas kapal dalam jangka waktu 2 tahun mendatang. Tahun lalu, WINS menambah 12 kapal dengan nilai US$ 90 juta. Ini berarti, harga per kapal berada di kisaran US$ 7,5 juta. Jika melihat nilai tukar rupiah terhadap dollar yang berada di sekitar Rp 11.500, harga per kapal yaitu Rp 82,5 miliar. Adapun, saat ini WINS tercatat memiliki 71 kapal. Nely menyadari bahwa penambahan armada bisa diperoleh dengan melakukan pen- erbitan surat utang atau pinjaman ke bank. Namun, investor maupun bank memiliki persyaratan pendanaan yakni posisi ekuitas yang berkisar 30% dari harga kapal. Pada kuartal pertama 2014, ekuitas WINS tercatat US$ 229,74 juta. Sedangkan, liabilitasnya yaitu US$ 236,28 juta. Rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) emiten ini pun ada di posisi 1,02 kali. Laba yang WINS bukukan yaitu US$ 7,6 juta, naik 30,36% dari US$ 5,83 juta di periode yang sama tahun lalu. Lalu pendapatannya naik 16,18% dari US$ 39,16 juta ke posisi US$ 45,5 juta.
(Kontan Online)
Biaya pabrik naik, SMGR masih kuat. Gara-gara rupiah melempem terhadap dollar Amerika Serikat dan euro, nilai investasi PT Semen Indo- nesia Tbk (SMGR) membengkak. Akibatnya, SMGR harus merogoh kocek lebih untuk membangun dua pabrik semen. Kedua pabrik itu adalah pabrik SGG III di Indarung, Sumatera Barat dan SGG IV di Rembang, Jawa Tengah. Bahkan hitungan teranyar, tambahan dana investasi untuk membangun dua pabrik tersebut membengkak Rp 1,33 triliun. Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan SMGR menjelaskan, pendirian kedua pabrik itu awalnya bisa memakan biaya investasi sebesar Rp 6,96 triliun. Namun, lantaran rupiah melemah, biaya pembangunan melonjak 19,1% menjadi Rp 8,29 triliun. Agung menambahkan, biaya kedua pabrik tersebut meningkat lantaran perubahan patokan nilai tukar yang digunakan SMGR. Tak hanya dari dollar AS, juga nilai euro terhadap rupiah. Pada penghitungan awal, SMGR menggunakan acuan US$ 1 setara dengan Rp 9.182. Kini, SMGR memakai patokan kurs rupiah sebesar Rp 11.036 per dollar AS. Begitu pula terhadap euro, yang awalnya setara Rp 11.477 menjadi Rp 14.914. Alhasil, biaya pembangunan kedua pabrik itu pun membengkak. Agung merinci, pembangunan SGG III awalnya ditaksir sebesar Rp 3,24 triliun, akan meningkat 18,18% menjadi Rp 3,84 triliun. Sedangkan, pabrik SGG IV di Rembang yang semula ditaksir akan menghabiskan biaya Rp 3,71 triliun, bakal naik 19,78% menjadi Rp 4,45 triliun. Di akhir tahun lalu, SMGR sebenarnya sudah menghitung- hitung, dana pembangunan pabrik semen tersebut akan bertambah besar. Saat itu, SMGR menaksir, investasi untuk kedua pabrik tersebut bakal membengkak sekitar Rp 600 miliar. Emiten pelat merah ini sejatinya telah memulai pabrik Indarung di 2012. Nah, pabrik tersebut diperkirakan dapat selesai di kuartal IV 2015. Sementara, Pabrik Rembang mulai dibangun di 2015 dan diprediksi rampung di kuartal ketiga 2016. Agung bilang, pembangunan pabrik ini untuk menjamin pasokan semen sehingga dapat mempertahankan pangsa pasar. SMGR me- mang masih menguasai pasar semen domestik. Sampai April 2014, pangsa pasar emiten ini sebesar 43,91%. Jika dua pabrik itu kelak berop- erasi maka SMGR akan mendapat tambahan pasokan 6 juta ton semen per tahun. Pada tahun ini, SMGR menargetkan bisa menambah ka- pasitas produksi dari 30 juta ton menjadi 32 juta ton. (Kontan Online)"
Pemegang Saham BSD Kebagian Dividen Rp 275 Miliar. Perusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BDSE) membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 275,58 miliar. Dividen itu setara 10,24% dari total laba bersih tahun buku 2013 yang mencapai Rp 2,69 triliun. "Nilai dividen tersebut setara Rp 15 per saham," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Hermawan Wijaya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dikatakan Hermawan, perseroan akan menempatkan 89,69% atau Rp 2,414 triliun sebagai laba ditahan.Laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan terutama dalam pengembangan usaha dan entitas anak. Dia menam- bahkan, pertumbuhan pada 2013 merupakan lonjakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Penopang utamanya adalah transaksi penjualan tanah kepada entitas anak yang mencapai Rp 1,2 triliun. Sepanjang 2013, perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 109%
menjadi Rp 2,69 triliun yang didorong oleh kuatnya penjualan unit-unit resedential, tanah dan kawasam komersial. Pertumbuhan ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 5,74 triliun dari sebelumnya Rp 3,73 triliun. Transaksi anorganik tersebut setara 21% dari total penda- patan konsolidasi perseroan. Sedangkan 79% atau Rp 4,53 triliun dikontribusikan oleh pendapatan organik perseroan. "Tahun ini kami target- kan pertumbuhan pendapatan organik sekira 25-30% melalui pembangunan proyek-proyek di BSD City maupun daerah di luar Jawa seperti Balikpapan dan Manado," tutupnya. (Detikcom)
Rabu, 21 Mei 2014
Stock Picks
3TINS 1410-1500. Penguatan harga saham Timah Tbk (TINS) kemarin tertahan di Rp1480 seiring kondisi
pasar yang dilanda aksi ambil untung tercermin dari IHSG yang terkoreksi 2,4%. Namun saham-saham tambang kemarin berhasil bergerak defensif, termasuk saham TINS yang ditutup di Rp1445 terkoreksi tipis 0,3%. Saat ini level support TINS ada di Rp1410 dan resisten di Rp1500. Pergerakan harga saham tambang logam lebih dipicu pergerakan harga komoditasnya yang sepanjang tahun ini cenderung menguat. Harga timah dunia sepanjang tahun ini menguat 4,3% di level USD23400/MT dari akhir 2013 lalu di USD22425/MT.
Tren penguatan harga timah ini ditopang pula dengan keberhasilan perseroan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan operasional akan mengangkat pertumbuhan labanya tahun ini. Saat ini pelaku pasar tengah menanti rilis laba 1Q14 yang tengah diaudit. Tahun lalu laba bersih perseroan naik 19,3% mencapai Rp515,1 miliar dibandingkan 2012 sebesar Rp431,6 miliar di tengah penurunan volume produksi. Pendapatan perseroan tahun lalu turun 20,5% mencapai Rp5,85 triliun. Tahun lalu realiasi produksi dan penjualan logam timah masing-masing sebesar 23.718 MT dan 23.237 MT. Realisasi harga rata-rata logam timah USD22.751/
MT. Tahun ini manajemen menargetkan pendapatan tumbuh 20%-30% menjadi berkisar Rp7 triliun hingga Rp7,6 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 20% hingga 30% atau berkisar Rp618 miliar hingga Rp669 miliar. Dengan proyeksi laba bersih 2014 Rp618 miliar berarti EPS 2014 diperkirakan Rp83.
Dengan harga saat ini di Rp1450 maka saham TINS ditransaksikan dengan PE 20,8x (2013) dan PE 17,5x
(E/14). Saat ini emiten tambang logam ditransaksikan dengan rata-rata PE 23,4x seiring pasar yang tengah
bullish. Harga saham TINS berpeluang ditransaksikan dengan PE 19x atau mencapai Rp.1577, punya ruang
penguatan 9% dari harga saat ini. Sedangkan untuk jangka pendek, secara technical level support di Rp1410
dan resisten di Rp1540. Buy on Weakness, SL 1390
Stock Picks
4
ASII 7400-7600. Kondisi pasar yang tengah dilanda aksi ambil untung telah menekan pergerakan sejumlah harga saham unggulan termasuk saham Astra Internasional Tbk (ASII) pada perdagangan kemarin. Harga saham ASII kemarin terkoreksi ditutup di Rp7500. Secara technical harga sahamnya saat ini memiliki level support di kisaran Rp7350 hingga Rp7400 dan resisten kembali menguji kirsaran Rp7600 dan Rp7700.
Perseroan sepanjang 1Q14 berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu. Pendapatan bersih perseroan tumbuh 6,73% mencapai Rp49,82 triliun. Pertumbuhan pendapatan bersih ini lebih tinggi dari periode 1Q13 yang hanya tumbuh 0,7% dan sepanjang 2013 lalu yang tumbuh 3%. Pendapatan bersih perseroan 1Q14 tersebut mencerminkan 23% dari proyeksi pendapatan bersih tahun ini sebesar Rp214,37 triliun atau tumbuh 10,6% (yoy). Sedangkan laba bersih 1Q14 tumbuh 9,67% mencapai Rp4,73 triliun dari 1Q13 Rp4,31 triliun. Pertumbuhan laba tersebut lebih baik dibandingkan periode 1Q13 yang mencatatkan penurunan laba 7,2%. Di bottom line dengan asumsi marjin 10% maka laba bersih diperkirakan tumbuh 10,4% mencapai Rp21,44 triliun tahun ini atau EPS Rp529,5. Kemarin di harga Rp7500 saham ASII ditransaksikan dengan PE 14,1x (E/14). Harga saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PE 16x sesuai dengan industrinya. Dengan asumsi PE 16x harga saham ASII berpeluang menuju Rp8472, atau memiliki ruang penguatan 13% dari harga saat ini. Perseroan juga akan membagikan dividen tunai tahun buku 2013 sebesar 45% laba bersih atau sebesar Rp216. Akhir Oktober 2013 lalu perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp64 sehingga dividen final yang bakal dibagi sebesar Rp152/saham.
Pada harga saat ini di Rp7500 pemodal berpeluang mendapatkan yield sebesar 2%. Koreksi yang terjadi atas saham ASII menyusul sentimen pasar yang tengah dilanda aksi ambil untung bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi sahamnya. Buy on Weakness, SL 7100
Rabu, 21 Mei 2014
INDF 6700-7150.
Harga saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) kemarin terkoreksi menyusul kondisi pasar yang
5kurang kondusif. Harga sahamnya terkoreksi ke level Rp6775 setelah support kuat Rp6850 tidak kuat menahan tekanan jual pemodal. Ini merupakan level terendah sejak perdagangan 22 Januari lalu. Pada harga saat ini harga saham INDF relatif murah, baik dilihat secara technical maupun valuasi. Secara technical harga sahamnya saat ini berada di area
oversold terlihat dari indikator RSI dibawah 30% sehingga berpeluang rebound. Sementara kinerja perseroan pada 1Q14mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan tercermin dari laba bersih sepanjang 1Q14 tumbuh 90% mencapai Rp1,37 triliun dengan marjin bersih naik dari 5,56% (1Q13) menjadi 8,39% (1Q14). Pertumbuhan laba tersebut ditopang kenaikan penjualan neto 26% mencapai Rp16,36 triliun. Pertumbuhan penjualan neto tersebut terutama ditopang kenaikan penjualan dari anak usaha yang bergerak di produk konsumen bermerek (CBP) sebesar 23,2%. Kontribusi dari Grup CBP mencapai 44% terhadap total penjualan. Kemudian divisi Bogasari mencatatkan kenaikan penjualan 17,4%
yang menyumbang 25% terhadap total penjualan neto konsolidasi perseroan. Sedangkan dari Grup Agribisnis yang memberikan kontribusi 16%, angka penjualan tumbuh 1,5% terutama disumbangkan kenaikan penjualan produk-produk minyak goreng dan lemak nabati. Melihat pencapaian kinerja 1Q14, penjualan neto perseroan tahun ini kami revisi ke atas dengan peluang pertumbuhan 20% mencapai Rp69,28 triliun dari perkiraan sebelumnya 10%. Sedangkan marjin bersih direvisi menjadi 7% dari sebelumnya 6,5% sehingga laba bersih diperkirakan mencapai Rp4,85 triliun atau tumbuh 94%. EPS proyeksi 2014 diperkirakan mencapai Rp552,31. Saham INDF berpeluang ditransaksikan dengan PE 14,5x atau mencapai Rp8000. Dengan harga saat ini di Rp6775 masih ada ruang penguatan 18%. Perseroan juga akan membagikan dividen tunai tahun buku 2013 sebesar 50% laba bersih atau mencapai Rp142. Pada harga saat ini berpeluang memberikan yield sebesar 2%. Maintain Buy, SL 6650
Stock Picks Rabu, 21 Mei 2014
Saham Pilihan
ADRO 1270-1360 SoS, SL 1240
INCO 3850-4100 TB, SL 3700
BBTN 1080-1130 BoW, SL 1060
INTP 22500-23400TB, SL 22100
SMGR 14200-15300 BoW, SL 14000
ADHI 3100-3300 TB, SL 3050
Stock View
6
Rabu, 21 Mei 2014
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q2 2013 G (%) EPS Q2 13 G (%) PE
IHSG
4895.96 4982.33 5068.71 4837.45 4778.95
PERKEBUNAN
AALI 27500 28,608.33 29,716.67 26,683.33 25,866.67 5,495,534.00 ‐2.68 455.30 ‐25.21 30.20
BWPT 1290 1,310.00 1,330.00 1,280.00 1,270.00 546,351.26 5.01 21.16 ‐44.27 30.48
LSIP 2215 2,288.33 2,361.67 2,163.33 2,111.67 1,927,529.00 ‐13.57 26.26 ‐71.97 42.18
SGRO 2205 2,228.33 2,251.67 2,178.33 2,151.67
SIMP 960 1,005.00 1,050.00 930.00 900.00 6,454,605.00 ‐7.52 6.82 ‐84.28 70.40
UNSP 51 52.67 54.33 49.67 48.33
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1300 1,328.33 1,356.67 1,263.33 1,226.67 15,681,584.59 ‐14.35 35.76 ‐53.60 18.18
BORN 116 122.00 128.00 113.00 110.00
BRAU 119 123.00 127.00 115.00 111.00 7,169,850.05 ‐1.84 ‐12.09 ‐12.91 ‐4.92
BUMI 209 215.67 222.33 202.67 196.33
DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 1,187,271.77 ‐23.79 ‐3.08 33.46 ‐8.10
HRUM 2335 2,403.33 2,471.67 2,288.33 2,241.67 4,617,446.50 ‐16.48 80.53 ‐74.37 14.50
ITMG 27125 27,383.33 27,641.67 26,933.33 26,741.67 10,818,499.39 ‐5.24 ‐1,024.92 ‐149.51 ‐13.23 PTBA 10525 10,816.67 11,108.33 10,341.67 10,158.33 5,433,619.00 ‐6.15 377.64 ‐44.06 13.94
PTRO 1290 1,333.33 1,376.67 1,268.33 1,246.67 1,807,445.37 9.27 105.99 ‐45.90 6.09
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 135 138.00 141.00 133.00 131.00 456,704.00 143.71 5.71 857.78 11.82
ELSA 484 494.00 504.00 473.00 462.00 1,974,037.00 ‐13.75 11.41 72.34 21.20
ENRG 93 96.33 99.67 91.33 89.67
ESSA 1755 1,780.00 1,805.00 1,740.00 1,725.00 197,928.35 ‐24.51 69.88 ‐16.18 12.56
MEDC 2870 2,933.33 2,996.67 2,813.33 2,756.67 4,254,873.80 ‐19.03 15.20 56.26 94.40
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 1195 1,218.33 1,241.67 1,178.33 1,161.67
INCO 3920 3,980.00 4,040.00 3,880.00 3,840.00 5,021,085.37 24.51 44.03 736.26 44.51
TINS 1445 1,473.33 1,501.67 1,423.33 1,401.67 2,793,577.00 ‐32.35 27.25 ‐59.17 26.52
SEMEN
INTP 23000 23,383.33 23,766.67 22,483.33 21,966.67 8,917,704.00 8.85 657.71 11.83 17.48
SMCB 2655 2,736.67 2,818.33 2,611.67 2,568.33 4,481,736.00 6.95 60.95 ‐7.40 21.78
SMGR 14850 15,316.67 15,783.33 14,441.67 14,033.33 11,422,242.66 31.93 435.73 22.87 17.04 LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 91 91.00 91.00 91.00 91.00
JPRS 253 258.00 263.00 249.00 245.00
KRAS 482 485.67 489.33 478.67 475.33
PAKAN TERNAK
CPIN 3855 3,963.33 4,071.67 3,783.33 3,711.67 11,984,498.00 17.03 93.35 ‐9.50 20.65
JPFA 1250 1,273.33 1,296.67 1,233.33 1,216.67
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7500 7,683.33 7,866.67 7,383.33 7,266.67 94,279,000.00 ‐1.71 217.84 ‐8.88 17.21
GJTL 1700 1,743.33 1,786.67 1,673.33 1,646.67 6,129,102.00 ‐3.72 131.86 ‐12.67 6.45
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 9975 10,108.33 10,241.67 9,908.33 9,841.67
INDF 6775 6,975.00 7,175.00 6,650.00 6,525.00
MYOR 28450 28,833.33 29,216.67 28,233.33 28,016.67 5,796,156.81 6.50 589.00 34.29 24.15
ROTI 1185 1,203.33 1,221.67 1,158.33 1,131.67 706,876.77 23.93 74.80 4.74 7.92
GGRM 55000 56,600.00 58,200.00 53,925.00 52,850.00 26,637,719.00 13.07 1,144.54 4.82 24.03
INAF 179 183.00 187.00 177.00 175.00 346,228.92 ‐14.45 ‐3.00 ‐251.48 ‐29.83
KAEF 915 933.33 951.67 898.33 881.67 1,740,950.51 9.95 7.70 ‐48.98 59.41
KLBF 1650 1,668.33 1,686.67 1,623.33 1,596.67 7,421,128.22 18.85 18.16 11.62 45.44
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
UNVR 29600 30,325.00 31,050.00 29,050.00 28,500.00 15,430,393.00 15.50 370.10 21.21 39.99
7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q2 2013 G (%) EPS Q2 13 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 270 277.67 285.33 265.67 261.33 2,427,175.34 4.76 21.82 2.31 6.19
ASRI 497 513.00 529.00 488.00 479.00 1,822,995.20 63.46 38.04 42.10 6.53
BKSL 140 147.33 154.67 135.33 130.67
BSDE 1525 1,545.00 1,565.00 1,510.00 1,495.00 2,899,355.45 80.85 87.65 160.65 8.70
COWL 580 588.33 596.67 573.33 566.67 178,797.61 20.66 5.60 ‐18.50 51.77
CTRA 1040 1,100.00 1,160.00 1,005.00 970.00 2,476,041.16 87.74 28.25 145.37 18.41
CTRP 730 748.33 766.67 713.33 696.67 844,546.15 173.53 40.85 149.82 8.94
CTRS 2480 2,573.33 2,666.67 2,373.33 2,266.67 544,397.99 8.82 103.60 61.38 11.97
ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00
KIJA 248 257.67 267.33 241.67 235.33
MDLN 447 448.67 450.33 444.67 442.33
KONSTRUKSI BANGUNAN
ADHI 3150 3,193.33 3,236.67 3,098.33 3,046.67
DGIK 140 144.00 148.00 135.00 130.00 663,052.06 18.56 6.75 106.81 10.37
PTPP 1805 1,853.33 1,901.67 1,768.33 1,731.67
SSIA 700 743.33 786.67 673.33 646.67 2,349,408.81 32.98 81.19 2.70 4.31
TOTL 830 868.33 906.67 808.33 786.67 1,189,067.60 38.83 29.20 18.45 14.21
WIKA 2340 2,378.33 2,416.67 2,293.33 2,246.67 5,282,412.94 31.28 45.66 55.68 25.62
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 5475 5,558.33 5,641.67 5,408.33 5,341.67
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 3500 3,500.00 3,500.00 3,500.00 3,500.00 472,349.52 6.57 92.94 ‐4.49 18.83
JSMR 6025 6,116.67 6,208.33 5,941.67 5,858.33 4,752,555.94 45.17 111.96 ‐17.71 26.91
TELEKOMUNIKASI
BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 1,304,870.67 ‐5.12 ‐9.57 60.96 ‐2.61
EXCL 5400 5,508.33 5,616.67 5,233.33 5,066.67 10,290,761.00 0.02 78.56 ‐54.11 34.37
ISAT 4060 4,138.33 4,216.67 3,993.33 3,926.67 11,708,059.00 12.83 ‐42.54 ‐75.37 ‐47.72
TLKM 2430 2,496.67 2,563.33 2,386.67 2,343.33 40,160,000.00 8.25 353.42 10.84 3.44
TRANSPORTASI
GIAA 460 463.00 466.00 456.00 452.00
MBSS 1025 1,033.33 1,041.67 1,018.33 1,011.67 743,824.85 15.24 110.92 11.99 4.62
WINS 995 1,020.00 1,045.00 980.00 965.00 813,321.40 50.87 31.08 14.95 16.01
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 615 628.33 641.67 603.33 591.67 4,103,172.90 29.58 ‐15.13 ‐110.44 ‐20.33
BANK
BBCA 11150 11,341.67 11,533.33 10,991.67 10,833.33 15,731,522.00 19.21 256.38 19.30 21.74
BBKP 680 691.67 703.33 671.67 663.33
BBNI 4805 4,930.00 5,055.00 4,700.00 4,595.00 12,232,132.00 10.56 229.42 30.20 10.47
BBRI 10550 10,791.67 11,033.33 10,366.67 10,183.33 27,023,251.00 10.52 411.52 16.69 12.82
BBTN 1125 1,160.00 1,195.00 1,085.00 1,045.00 5,008,661.00 18.75 63.75 2.20 8.82
BDMN 4315 4,333.33 4,351.67 4,288.33 4,261.67 9,670,837.00 4.86 207.10 ‐0.92 10.42
BJBR 875 900.00 925.00 855.00 835.00 3,931,110.00 16.84 76.87 24.23 5.69
BMRI 10100 10,500.00 10,900.00 9,850.00 9,600.00 23,114,382.00 14.30 355.46 16.05 14.21
BNGA 1040 1,053.33 1,066.67 1,033.33 1,026.67 8,491,044.00 8.25 84.90 7.56 6.12
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4380 4,541.67 4,703.33 4,296.67 4,213.33 10,616,563.52 ‐0.92 90.43 17.90 24.22
INTA 308 314.00 320.00 305.00 302.00 1,443,586.00 ‐12.67 12.59 ‐37.06 12.23
UNTR 21175 22,000.00 22,825.00 20,550.00 19,925.00 24,901,298.00 ‐18.65 619.20 ‐25.03 17.10 PERDAGANGAN ECERAN
MAPI 5350 5,516.67 5,683.33 5,141.67 4,933.33 4,380,445.00 26.56 87.79 ‐12.24 30.47
RALS 1215 1,255.00 1,295.00 1,170.00 1,125.00 2,486,440.00 3.68 15.14 4.70 40.13
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2610 2,711.67 2,813.33 2,546.67 2,483.33 3,134,243.00 2.90 67.76 27.11 19.26
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 200 207.33 214.67 196.33 192.67
BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 1,950,527.41 ‐82.86 0.05 ‐92.07 482.44
Corporate Action
8
RUPS EMITEN JENIS TANGGAL TEMPAT
BBNI Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. AGM 06/03/2014 The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta
MTFN Capitalinc Investment Tbk. EGM 10/03/2014
SRIL Sri Rejeki Isman Tbk EGM 10/03/2014 Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392 Solo
BNII Bank Internasional Indonesia
Tbk. EGM 12/03/2014 Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No.
8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk. AGM 14/03/2014 Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km.
18, Jakarta selatan
ARNA Arwana Citramulia Tbk. AGM 14/03/2014 Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004 RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186
WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk AGM 18/03/2014 Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10 Jakarta
CNKO Exploitasi Energi Indonesia
Tbk EGM 19/03/2014 Hotel Redtop ‐ Pecenongan
BLTA Berlian Laju Tanker Tbk AGM 19/03/2014 Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend.
Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta BTPN Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk. AGM 20/03/2014
GIAA Garuda Indonesia (Persero)
Tbk EGM 24/03/2014
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 24/03/2014 Ruang Serbaguna BEI BBRM Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk AGM 25/03/2014
BBRM Pelayarang Nasional Bina
Buana Raya Tbk EGM 25/03/2014
BJBR Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B AGM 26/03/2014 Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 Bandung
BJBR Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan B EGM 26/03/2014 Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 Bandung
BJTM Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk AGM 26/03/2014 Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya BBRI Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk. AGM 26/03/2014
INAF Indofarma Tbk. AGM 26/03/2014
ITMA Sumber Energi Andalan Tbk EGM 27/03/2014
WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk. AGM 27/03/2014 Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9 Jakarta Timur
BNGA Bank CIMB Niaga Tbk AGM 27/03/2014 Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta
AGRO Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk AGM 27/03/2014
DEWA Darma Henwa Tbk AGM 28/03/2014 Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940
DEWA Darma Henwa Tbk EGM 28/03/2014 Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C
‐22 Jakarta 12940 IGAR Champion Pacific Indonesia
Tbk AGM 28/03/2014 Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta
Rabu, 21 Mei 2014
Corporate Action
9
SAHAM BONUS RASIO JADWAL KETERANGAN
TINS 544:261 16‐Apr‐14 Cum Saham Bonus
22‐Apr‐14 Recording Date
7‐May‐14 Pembagian Saham Bonus
EMITEN JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVI- DEN
RECORDING DATE
PEMBAYARAN DIVI-
DEN KETERANGAN
ANTM 10 29/04/2014 30/04/2014 20/05/2014
AGRO 1 28/04/2014 29/04/2014 19/05/2014
WIKA 28 28/04/2014 29/04/2014 13/05/2014
PGAS 210 28/04/2014 29/04/2014 19/05/2014
WSKT 11 28/04/2014 29/04/2014 19/05/2014
BBRI 257 28/04/2014 29/04/2014 14/05/2014
SMGR 407 28/04/2014 29/04/2014 19/05/2014
BJTM 41 28/04/2014 29/04/2014 14/05/2014
PTBA 462 28/04/2014 29/04/2014 16/05/2014
PTPP 26 21/04/2014 22/04/2014 08/05/2014
KAEF 10 17/04/2014 21/04/2014 08/05/2014
BJBR 78 16/04/2014 17/04/2014 07/05/2014
TINS 56 16/04/2014 17/04/2014 07/05/2014
SMBR 8 15/04/2014 16/04/2014 05/05/2014
ADHI 68 07/04/2014 08/04/2014 02/04/2014
JSMR 79 04/04/2014 07/04/2014 23/04/2014
BMRI 234 18/03/2014 19/03/2014 15/04/2014
BBTN 44 18/03/2014 19/03/2014 07/04/2014
DKFT 50 04/03/2014 05/03/2014 21/03/2014
TOTO 100 16/12/2013 17/12/2013 30/12/2013
MSKY 4 16/12/2013 17/12/2013 30/12/2013
SAHID 7 16/12/2013 17/12/2013 30/12/2013
BWPT 12 11/12/2013 12/12/2013 30/12/2013
PANS 50 09/12/2013 10/12/2013 20/12/2013
BATA 15 09/12/2013 10/12/2013 20/12/2013
DEFI 2 03/12/2013 04/12/2013 20/12/2013
UNVR 330 02/12/2013 03/12/2013 18/12/2013
HMSP 969 02/12/2013 03/12/2013 18/12/2013
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu.
Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.
Branch Office
Jakarta:
Thamrin
Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12
Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811
Taman Palem
Ruko Mall Taman Palem No.32 Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng
Jakarta 11730 Phone : +62 21 5437 6266
Latumenten
Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F Jakarta 14450
Phone : +62 21 662 9496 Pantai Indah Kapuk The Centro Metro Broadway
Blok A No. 28 Lt. 2 Jl. Pantai Indah Utara 2
Jakarta 14460 Phone : +62 21 3001 0315
Serpong:
Ruko Golden 8 Blok F No.6 Jl. Ki Hadjar Dewantara Gading Serpong - Tangerang
Banten 15810 Phone : +62 21 2923 8930
Yogyakarta:
Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944
Solo:
Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q Surakarta 57141 Phone : +62 271 743 498
Makasar :
Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122
Sampit : Universitas Darwan Ali
Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322
Phone : +62 531 31992 Panin Bank Centre
3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 726 3969 Fax : +62 21 571 0895 CS : +62 21 726 2757
Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]
First Asia Research Team :
Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])
10