I V - A N A U I H A D A N R R M Y R A H A N H A H A U A H
1. PERHASALAHAX
Produk ' 'X'' yang dijual PT. Superindo Utama ini
merupakan produk yang menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan adanya berpu luh-pu luh merk pesaingsejenis. Pada musim kemarau, penjualan di dalam negeri
bag i produk ''X'' in i cenderung berfkluktuasi, fluktuasi ini akan menyebabkan pen imbunan barang dagangan .Penimbunan ini akan berlanjut dan semakin meningkat pada musim penghujan. Sebab pada musim penghujan, penjualan PT. Superindo Utama semakin merosot. Padahal
pabrik sebagai produsen hanya mengandalkan PT . SuperindoUtama sebagai distributor tunggal yang terikat janji
untuk mend istribusikan produk ''X'' tersebut, sehinggaapapun yang terjadi pada PT. Superindo Utama, pabrik
akan terus menyalurkan hasil produksinya ke
Superindo Utama sebagai distributor tunggalnya . Ha1 ini akan menyebabkan PT . Superindo Utama semakin su lit untuk mengurang i penimbunan barang dagangannya di gudang .
Berdasarkan uralan d i âtas, dapat disimpu lkan
T'
93
bahwa permasalahan yang dihadapi PT . Superindo Utana
meliputi fluktuasi penjualan sepanjang musim kemarau yang berlanjut pada penurunan penjualan yang drastis pada setiap musim penghujan (bulan Oktober, Nopember, Desember, Januari, Pebruari, dan Karet). Ha1 ini dapat dilihat pada grafik penjualan PT. Superindo Utama dari
tahun 1SS0 sampai dengan tahun 1993 . Untuk itu PT . Superindo Ptana perlu mencari dan menemukan carauntuk menlngkatkan penjualannya, sebab jika ha1 ini dibiarkan berlarut-larut maka dalam jangka panjang akan
mengganggu kelangsungan hidup perusahaan . QAHBAR 4 .1
GRAFIK PE#JPALA: BPLAXAN PT . SUPERIXDO PTANA 1990 - 1993
()
.<
45:
40
350
300
250
200
15B
100
50
1 2 3 4. 5 6 T 8 9101M 21 2 3 4. 5 f 7 8 91X M21 2 3 4. 5 5 7 8 91a 1121 2 3 4 5 6 7 8 9 11 112
D P;DAGAWG :'SAR
BUIM
+ WIRAXIAGA N TAL
94
2. PEHBAHASAN KASALAH
Dalam membahas
mencoba meninjau
langsung maupunpermasalahan yang ada , penu lis akan beberapa segi, baik yang berkaitan tidak langsung , yang dapat dipakai dalam pemecahan masalah . Pembahasan in i akan me liputi
-
Bauran pemasaran yang dijalankan perusahaan yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi dan kebijakan saluran distribusi yang dihubungkan dengan penjualan perusahaan.
- Situasi persaingan . Husim .
Adapun pembahasan permasalahan meliputi pembahasan secara kuantitatif maupun kualitatif tersebut d iharapkan
dapat menunjukkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan penjualan.
2.1 Reb i.iakan Produk
Produk ''X'' yang dijual PT. Superindo Utama
terd iri menciptakan
dari enam
kesempatan yang lebih besar dalam
kemasan. Tujuannya untuk
memenuhi kebutuhan yang berbeda terhadap ukuran
(isi) produk. Jenis kemasan yang dipakai oleh produk
ini merupakan kemasan yang lazim d ipakai olehproduk-produk pesaing sejenis Xproduk air minum dalam kemasan). Selain itu PT . Superindo Utama juga memberikan pelayanan penjualan guci dan dispenser
bagi konsumen yang menginginkannya, namun tanpa'p
.y, ,I y ,,.
95
adanya pelayanan purna jual seperti garansi dan
perawatan .
PT . Superindo Dtama berusaha menempatkan produknya di kelas menengah karena menyadari produknya bukan sebagai pemimpin dalan persaingan
yang ketat, namun juga bukan sebagai produk dengan
mutu yang rendah . Harapan PT . Superindo Utama bahwakonsumen kelas menengah akan lebih mudah dijangkau
dan dapat memberikan laba optimum bila diband ingkankonsumen kelas bawLh yang akaA memberi kontribusi
laba yang rendah, ataupun kelas atas yang akan memberikan laba yang tinggi nanun leb ih sulit d ipengaruhi proses pembeliannya , karena konsumen
(terutama konsumen kelas atas) telah melihat
pemimpin pasar yaitu merk ''â '' sebagai patokan mutu sebab Merk Merupakan yang pertama kali d ipasarkan dengan mengupayakan mutu terbaik . SelainI
itu konsumen kelas Menengah jumlahnya sangat besar
di negara yang sedang berkembang seperti lndonesia . Helalu i pemberian label yang menyatakan bahwa produk Aquase telah memenuhi standard industri lndonesia pada kemasan , diharapkan produk akan lebih mudah mendapat kepercay>an di masyarakat.Produk ''X' ' yang dijual tersebut telah memenuhi
>
harapan-harapan Superindo Utama , dengan diterimanya produk tersebut d i masyarakat . Selain
itu produk ''X'' dapat bersaing d i pasar yang terdiri
berpuluh-puluh merk produk sejenis. Dari penjelasan tersebut dapat disimpplkan bahua kebijaksanaan
produk yang diterapkan PT . Superindo Utama bukanpenyebab kemerosotan penjualan terutama pada musim
penghujan .
2 2 K * eh 1 5 n k nn llarfa
Dalam pasar persaingan yang sangat ketat in i PT . Superindo Utama telah berupaya menempatkan produknya di pasaran kelas menengah melalu i penetapan harganya . Harga yang d itetapkan oleh PT . Superindo Utama ini berada d i antara harga yang
termahal dan termurah bagi produk sejenis. Penetapan
harga yang d ilakukan menggunakan metode mark-up pricing , sehingga perusahaan dapat menentukan persentase laba optimum yang d iinginkan . Keuntungan dari metode ini perusahaan akan lebih mudah melakukan perubahan harga bila d ikehendaki me lalui penambahan atau pengurangan mark-up-nya . Perubahanharga mungkin diperlukan pada saat penjualan sepi
melalui potongan harga, ataupun pada saat pesaing menyesuaikan harga .Selain menetapkan harga menengah bagi produknya, PT . Superindo Utama menetapkan harga yang berbeda bag i pedagang besar dan . pedagang eceran , dengan menetapkan harga grosir dan harga eceran . Hal ini dilakukan untuk mendorong pedagang eceran membeli ke pedagang besar sehingga tidak menatikan
97
pedagang besar .
Selama periode 1990 -1S93 , PT . Superindo Utama
pernah melakukan perubahan harga yaitu penurunan harga jual baik harga grosir maupun harga eceran di
dalan negeri. Dampak penurunan harga ini cukupmemberikan angin segar bagi peningkatan penjualan
PT . Superindo Utama . Ha1 in i dapat dibuktikan denganmeningkatnya total penjualan rata-rata pada periode setelah penurunan harga dibandingkan total penjualan
rata-rata pada periode sebelum perusahaan melakukan penurunan harga .Untuk membuktikan lebih lanjut bahua penurunan
harga tersebut akan menyebabkan peningkatan volumepenjualan, penulis mencoba menganalisa elastisitas
harga dari permintaan untuk mas ing-masing tipe kemasan . Adapun hasil perhitungan nilai koefisien
elastisitas harga dari pernintaan untuk produk per tipe kemasan ada lah sebagai berikut
TABEL 4 .1
KOEFISIEN E IASTISITAS HARGA DARI PERXINTAAH
Koefisien
Kemasan elasisitas Keterangan 220 HL 4 .42 Elastis 500 HL 2 .88 Elastis 1.500 HL 2 .09 Elastis>
2 .500 HL 1.20 Elastis 6 .000 HL 1.17 Elastis 19 .000 HL 2 .23 Elastis Perhitungan lihat lampiran 8
98
Dari tabel di atas , d iketahu i bahwa produk
tiap kemasan ternyata elastis . In i berarti produk
dapat ditingkatkan penjualannya melalui
penurunan harga .Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebijakan harga yang diterapkan perusahaan
sudah cukup tepat, dan sebaiknya perusahaan sedapat u n t u k
mungkin mempertahankan penetapan harganya .
2 3 Xeb iiaksn Promosi
Seperti telah dijelaskan dalam bab sebelumnya, kebijakan promosi yang ditempuh PT . Superindo Utama,
men itik-beratkan pada strateg i dorong mela lu i pemberian rangsangan bonus gratis produk untuk
pembelian sejumlah tertentu dan insentif tambahan
agar para pedagang perantara lebih agresifmenjualkan produk Strategi ini cukup efektif dengan melihat penjualan yang dicapai oleh pedagang
besar . Seperti d iketahui promosi ke konsumén akhir relatir kee il dan tidak kontinyu , namun pengenalan merk dan perm intaan pasar akan produkternyata sudah cukup baik me lalui pendistribusian yang gencar oleh pedagang perantara khususnya pedagang besar . Dari sini dapat d isimpu lkan bahpa promosi ke pedagang perantara memberi efek positif
l n l
bagi penjualan perusahaan.
Pada musim penghujan, dalam upaya mengatasi
kemerosotan penjualannya, PT. Superindo Utama
99
selama ini juga telah memberikan insentif tambahan
yang n ilainya leb ih besar dibanding musin kemarau bagi pedagang besar . Xamun pemberian insentif in ikurang stabil selama bulan-bulan musim penghujan .
Dari penjelasan di. atas, penulis menyusun
dugaano bahwa ada hubungan searah antara biayainsentif tambahan dengan penjualan yang diperoleh
dari pedagang besar . Secara statistik, dugaan tersebut dirumuskan dalam hipotesa yang terdiri dariiû
variabel
yang menyatakan tidak ada hubungan antara kedua r dan H 1 yang menyatakan adanya
antara kedua variabel hubungan searah
Dari hasil perhitungan Hinitab , penberian
insentif tambahan pada musim penghujan ini ternyata menunjukkan korelasi yang positif bagi peningkatan
pembelian pedagang besar kepada PT . Superindo Utana . Dari perhitungan statistik d iperoleh nilai r I 0 .762(lihat lampiran 2) yang berarti penirlgkatan biaya
insentif tambahan bagi pedagang besar pada musimpenghujan akan menyebabkan kenaikan yang signifikan pada penjualan terhadap pedagang besar. Ha1 ini juga telah dibuktikan melalui pengujian hipotesa secara statistik dengan uji t (lihat lampiran 3).
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan
>
bahwa insentif tambahan yang d iberikan bagi pedagang besar selama ini berfluktuasi, dan perusahaan kurang memperhatikan besarnya junlah insentif yang
10O
diberikan yang dapat menghasilkan penjualan yang
d iing inkan perusahaan .2 .4 Kebiiakan Galnran D istribus i
Penjualan yang diperoleh selama ini merupakan sumbangan dari penjualan wiraniaga PT. Superindo Utama, penjualan pedagang besar serta penjualan
ekspor melalui agen di luar negeri . Berdasarkan datayang diperoleh, penjualan uiraniaga memberi kontribusi rata-rata 23,13: bagi total penjualan, dan penjualan pedagang besar memberi kontribusi rata-rata 47,45: bagi total penjualan, sedangkan
ekspor memberi kontribusi rata-rata sekitar 29 ,42:bagi penjualan total.
dengan produk yang dijual oleh
perusahaan, PT . Superindo Utama te lah mem ilih pend istribusian secara intensif bag i produk -X''.Sesuai
Pendistribusian yang intensif ini dapat menciptakan pengenalan merk yang luas serta mudah d idapat, namun karena keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki perusahaan , PT . Superindo Utama tidak mungkin untuk menangan i sendiri upaya pend istribus ian tersebut
terlebih di area yang sulit dijangkaunya. Untuk itu,
dalam upaya mend istribusikan produkPT . Superindo Utama menjalin kerja' sama dengan para
pedagang besar, baik agen maupun grosir yang nantinya akan menyalurkan ke pengecer hingga kekonsumen akhir Disini peran pedagang besar sanlyt
101
penting dalam membantu menagarkan produk ''X''.
Agar kerja sama dengan pedagang besar ini terjamin kontinyuitasnya, PT . Superindo Utama
memberikan motivasi ke pedagang besar berupa rangsangan yang bers ifat rinansial. Rangsangan in i berupa potongansejumlah tertentu.
Namun selama ini fluktuasi penjualan nasih terjadi juga. Penulis menduga ha1 tersebut juga
disebabkan oleh kurang rutinnya para pedagang besar tersebut Melakukan pembelian ke PT . Superindo Utama .Ha1 ini dapat ditunjukkan pada data Jumlah pedagang
besar yang melakukan pembelian tiap bulannya . Dari data yang d iperoleh , kurang rutinnya pedagang besar yang melakukan pembelian ke PT . Superindo Utama selama in i disebabkan oleh kurangnya tenaga yangmenangani atau menjalin hubungan dengan pedagang
besar . PT . Superindo Utama hanya memiliki tiga orangbagian pengembangan pasar yang bertugas menjalin
hubungan dengan pedagang besar , padahal area yangditangani sangat luas, selain itu tugas nereka juga
banyak, sehingga mengurangi efektiv itas dalammenjalin hubungan dengan pedagang besar.
Untuk memastikan bahua fluktuasi penjualan
*
dapat disebabkan oleh fluktuasi jumlah pedagang
besar yang melakukan pembelian tiap bulannya ,penulis melakukan pengukuran korelasi dan pengujian
harga maupun hadiah bagi pembelian102
hipotesa . Hipotesa awal menyatakan tidak adanya
korelasi antara jumlah pedagang perantara dengan jumlah pembeliannya Hc r z 0 dan hipotesa
kedua menyatakan adanya kore lasi positif atau hubungan searah antara kedua variabel tersebut( H 1 r > 0
Dari hasil perhitungan komputer dengan
program Hinitab , nilai r 0 .808
(lihat lampiran 4) dan positif yang berarti adanya
hubungan searah yang kuat , bahwa semakin banyak pedagang besar yang melakukan pembelian maka secara s ignifikan akan senakin besar pu la vo lumepembeliannya yang berarti semakin besarnya penjualan
PT . Superindo Utama. Secara keseluruhan , perhitungandi atas dapat diterjemahkan sebagai berikut, bila
pedagang besar yang melakukan pembelian berfluktuasijumlahnya tiap bulan, maka penjualan PT. Superindo
Utama akan berfluktuasi Juga. Ha1 tersebut dikuatkan oleh hasil pengujian hipotesa statistik dengan uji t (lihat lampiran 5).
Selama ini PT . Superindo Utama hanya menyalur- kan produk ke toko-toko pengecer di wilayah
Surabaya dan sekitarnya yang dibagi tujuh daerah pemasaran. PT . Superindo Utama mempekerjakan delapan uiraniaga yang mendapat gaji tetap dan konisi sesuai persentase tertentu dari penjualan masing-masing wiraniaga. Tujuh orang wiraniaga PT . Superindo Utama menjual produk âquase kenasan 220 m1, 500 m1,
d iperoleh
103
kemasan 1500 m 1, 2 .500 ml. dan 6 .000 m 1. Seorang
wiraniaga khusus menjual ke pengecer dan konsumen
akhir bagi produk ''X'' kemasan 19.000 m1 d i wilayahSurabaya dan sekitarnya, sehingga daèat disimpulkan
area dan pasar yang harus dilayani uiran iaga tersebut terlalu luas . Untuk itu , selain perhatianterhadap sistem imbalan bagi wiraniaganya ,
PT. Superindo Utama juga perlu memperhatikan jumlah
w iraniaga yang d imilikinya .
Yiraniaga yang dimiliki selama ini menunjukkan jumlah yang agak stabil dan cenderung meningkat Jumlahnya. Penulis menduga bahwa jika uiraniaga ditambah maka penjualan yang dihasilkannya akan meningkat pula sehingga dappt menjadi salah satu
kekuatan yang dapat d igunakan untuk meningkatkanpenjualan, hipotesa aual ini secara statistik dapat
d irumuskan sebagai berikut, Hc r = dan hipotesa kedua yaitu H1 r > 0 . Untuk Membuktikan dugaan tersebut, penulis melakukan perhitungan korelasiantara juxlah wiraniaga dengan volume penjualannya serta pengujian kebenaran dari hipotesa tersebut menggunakan uji t. Dari perhitungan Hinitab didapat nilai r = 0.864 (lihat lampiran 6) yang berarti ada hubungan searah dan kuat antara jumlah wiraniaga dan
*.
volume penjualannya sehingga peningkatan jumlah
o
Wiran iaga akan menyebabkan peningkatan volume
penjualan , ha1 ini telah terbukti kebenarannya
1O4
melalui uji t (lihat lampiran jumlah wiraniaga berfluktuasi penjualanpun akan berfluktuasi.
Selama ini sumbangan penjualan yang diperoleh Sehingga jika maka jumlah
dari kota Surabaya dan sekitàrnya terhadap penjualan
PT . Superindo Utama telah mencapai 23 .13: . Jum lah ini masih dapat d itingkatkan lagi dengan mengusaha- kan pendistribusian yang lebih gencar untuk uilayah Surabaya dan sekitarnya . Kota Surabaya dan sekitar- nya mempunyai potensi yang sangat besar bagi upayapeningkatan penjualan PT . Superindo Utama, sebab
d isamping padat penduduknya , taraf hidup penduduknya leb ih tinggi dibandingkan kota-kota lain d i Jawa T imur , selain itu masih banyak pasar yang belum dilayan i oleh PT . Superindo Utama, seperti restoran ,biro perjalanan, hotel-hotel. Selama ini konsentrasi penjualan yang dilakukan PT . Superindo Utama di kota Surabaya dan sekitarnya lebih tertuju pada toko-toko
pengecer .
Volume penjualan ekspor yang diperoleh
PT . Superindo Utama selama in i dapat d ikatakanterjamin rutinitas jumlah tiap bulannya, bahkan
cenderung men ing kat . Ha1 ini d isebabkan adanyakontrak kerjasama dengan para agen di luar negeri.
Dari sini dapat disimpulkan bahwawproduk yang dijual
di pasar luar negeri dapat bersaing dengan produksejenis dan diterima masyarakat luar negeri. Oleh
sebab itu penjualan ekspor, penulis pandang tid . ak
105
meng hadapi masalah .
Berdasarkan penjelasan di atas, selama ini fluktuasi penjualan pada musin kemarau serta kemerosotan penjualan pada musim penghujan lebih banyak disebabkan oleh penjualan yang diperoleh dari
pedagang besar daripada u iran iaga perusahaansend iri . Secara rinei dapat d isimpulkan bahua perusahaan menghadapi masalah dari seg i d istribusi,
yaitu junlah anggota saluran (pedagang besar) yang
berfluktuasi. O leh sebab itu perusahaan perluberupaya untuk meningkatkan junlah pedagang besar
yang me lakukan pembelian tiap bu lannya .
2 .5 Persainlan
Situasi persaingan yang d ihadap i PT . Superindo Utama dalam memasarkan produknya sangat ketat, sebab
produk yang dijual PT. Superindo Utama mempunyai
banyak pesaing yang terd iri dari berpu luh-puluhmerk. Dalam situasi ini PT. Superindo otama
mencoba merebut peluang melalui saluran d istrlbusi yang sama dengan yang digunakan kebanyakan pesaingnya sehingga PT . Superindo Utama merasa perlu memberikan dorongan berupa insentif agar saluran distribusi yang dim iliki lebih agresif menawarkan
>
merk dari pada merk pesaing .
Dalan kebijakan kredit, pesaing PT . Superindo
Utama memberikan tauaran yang lebih mengg iurkan bag it-+!'
m e l'l a u a r k a n pedagang perantara antara la in dengan
jangka uaktu kredit yang lebih panjang (sampai sekitar tiga bulan). Namun PT. Superindo Utanta tetap berusaha memperoleh penjualan tunai.
disebabkan terbatasnya dana serta untuk menjaga agar tidak terjadi kemacetan aliran kas perusahaan . Ha1 inilah yang menjamin kelangsungan hidup perusahaan
d iband ingkan pesaingnya, sebab pesaing ynag tidakHa1
mengukur kekuatan dananya kebanyakan tersisih dari pasar ataupun berganti kepem ilikan .
Berdasarkan penjelasan di atas, upaya yang dijalankan PT . Superindo Utama sudah tepat untuk tidak mengikuti strategi yang dijalankan pesaing . Ha1 ini menunjukkan bahwa manajemen melihat
kemampuan perusahaan .2 .6 :t1R i K
Faktor musim merupakan faktor ekstern yang harus d iterima pezusahaan apa adanya . Faktor in i tidak dapat dikendalikan . Bamun perusahaan dapat mencoba mengatasinya melalu i a lternatif-alternatif yang d i fokuskan pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan atau d ipengaruhinya . Adapun akibat langsung yang d itimbulkan oleh faktor musim
berupa kemerosotan
d ia lami
penghujan
penjualan seperti yang
PT . Superindo Utama . Dampak mus imterhadap penjualan tersebut dapat
diterangkan sebagai berikut1O7
Selama musim kemarau penjualan perusahaan sudah dalam keadaan tidak stabil, terutama penjualan pedagang besar, padahal musim penghujan untuk melakukan kegiatan penjualan tentu akan lebih
berat d ibanding pada musim kemarau . Ha1 ini akan makin melemahkan usaha mereka dalam melakukanpenjualan.
2. Berhubung produk yang dijual berupa air minum,
maka konsumen yang menggunakan air minum untuk memenuhi kebutuhan b iolog isnya, cenderung
mengurangi konsumsinya pada nusim hujan . Ha1 ini wajar terjadi sebab pada musim hujan, kebutuhan
untuk Menghilangkan rasa haus cenderung kurang dirasakan dibanding pada musim kemarau .Untuk itu perusahaan harus mencari alternatif penecahan yang dapat mengurangi kerugiàn yang
ditimbulkan faktor musim .
3 . SEBAB-SEBAB HASALAH
Berdasarkan pembahasan di atas , penulis meny impu lkan bahua secara garis besar permasalahan yang
terjadi dalam diri PT . Superindo Utama disebabkan oleh
faktor-faktor in tern dan faktor-faktor ekstern>
perusahaan .
3 .1 Faktor-faktor Intern
Faktor intern merupakan faktor yang berada dalam diri perusahaan yang mana perusahaan dapat mengendalikannya . Adapun faktor-faktor intern yang men imbu lkan permasalahan bag i PT . Superindo Utama melipu ti
- Saluran d istribusi besar .
yang d ipaka i, yaitu pedagang
-
Promosi dagang yang dijalankan sebagai bentuk
insentif finansial yang d iarahkan ke pedagangbesar pada musim penghujan.
3 .2 Faktor-faktor Ekstern
Faktor-faktor ekstern merupakan faktor d i luar d iri perusahaan yang sulit d ikenda likan . Adapun faktor-faktor ekstern yang dihadap i PT . Superindo Utama meliputi
Persa ingan .
1
- Faktor musim .
4 . PZHECAHA: HâSâLAH
Berto lak dari pembahasan d i atas, maka pemecahan dari masalah yang d ihadapi PT . Superindo Utama akan penulis fokuskan pada :
Upaya mengatasi fluktuasi penjualan pada musim
kemarau .109
2. Upaya mengatasi kemerosotan penjualan pada musim hujan.
à. Upaya meningkatkan penjualan perusahaan.
4 .1 Poava Henlatasi F luktuasi Pena-ualan
Dalam upaya mengatasi fluktuasi penjualan,
PT . Superindo Utama harus berupaya mempertahankanjumlah pedagang bésar yang melakukan pembeli>n sebab jumlah pedagang besar yang melakukan pembelian
selama ini cenderung berfluktuasi . Upaya ini dapatdilakukan dengan Menjalin hubungan yang lebih erat
antara perusahaan dengan para pedagang besar . Jika upaya ini berhasil maka pedagang besar akan mempunyai hubungan yang batk dengan perusahaansehingga akan lebih mengutamakan untuk nenjual
produk PT . Superindo Utama daripada produk pesaing PT . Superindo Utama .4*.2 EnAMA K?nEALaZI Kemerosotan Epnânalaa PA;a Kusix
Penlhua-an
Dalam upaya mengatasi kemerosotan penjualan yang terjadi pada musin penghujan, perusahaan dapat
mengusahakan peningkatan biaya insentif tambahan , menzingat adanya korelasi positif antara insentif
' >
'
tambahan dengan penjualan pedagang besar pada musim
penghujan.
110
4 .3 Upava Hen inlkatkan Pemiualan
Dalam upaya untuk selalu men ingkatkan
penjual8nnya, PT, Superindo Utama dapat menggunakan wiraniaga sebagai salah satu aset yang pepting
,
sebab dari pembahasan d i atas,
jumlah wiraniaga PT . Superindo Utama menunjukkan kenaikan yang diikuti kenaikan penjualannya. Selain itu perusahaan harus berupaya menjalin kerjasama dengan lebih
banyak pedagang besar-pedagang besar yang mempunyai prospek menguntungkan melalui bagian pengembangan pasar .('N