23 BAB III
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tunggulsari 1 No.72 Surakarta yang beralamatkan Jalan Sere No. 72, Desa Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta kode pos 57146.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 8 bulan, dimulai pada bulan Desember 2018 sampai Juli 2019, melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian penelitian.
B. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang data-datanya berasal dari semua subjek penelitian yang berupa kata-kata dan gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan. Metode penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan karakteristik variabel yang diteliti secara utuh dan menyeluruh dengan uraian dan kalimat naratif (Sugiyono, 2017: 7; Ulfatin, 2015: 25).
Metode penelitian kualitatif deskriptif sering menggunakan istilah naturalistik yaitu penelitian yang lebih menekankan pada sifat latar yang alamiah dalam pengumpulan datanya (natural setting). Peneliti dalam penelitiannya tidak mengganggu subjek yang diteliti dan tidak merubah atau memanipulasi perilaku. Peneliti dan subjek tidak melakukan kerjasama, subjek yang diteliti dapat melakukan aktivitas sebagaimana yang biasa dilakukan di dalam kelas, dan peneliti tidak merubah ataupun memanipulasi gejala yang dari subjek penelitian yang sedang diamati sehingga subjek penelitian dapat melakukan kegiatan seperti biasa.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus.
Studi kasus diartikan sebagai suatu pendekatan yang memusatkan perhatian pada satu kasus tertentu secara intensif dan rinci. Studi kasus dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan keutuhan dari objek yang diteliti dan untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai suatu objek yang diteliti. Sasaran studi kasus biasanya berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokumen. (Ulfatin, 2015: 46).
Pendekatan studi kasus yang diterapkan pada penelitian ini adalah studi kasus tunggal. Studi kasus tunggal merupakan penelitian yang hanya melibatkan satu lingkungan tertentu dan pada periode tertentu, yaitu kelas II SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Adanya periode tertentu pada kasus yang diteliti dapat menunjukkan bahwa perlunya menyelidiki suatu proses.
C. Data dan Sumber Data 1. Data Penelitian
Data pada penelitian ini ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data primer adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian secara langsung sebagai sumber data yang diteliti melalui berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara dan observasi. Data primer yang diperoleh harus diolah terlebih dahulu dengan dipilah-pilah pokok permasalahannya dan dikurangi subjektivitasnya (Azwar, 2013: 91-92).
Data primer pada penelitian ini berupa hasil wawancara dengan guru kelas dan peserta didik kelas II SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta.
Selain itu, data primer penelitian juga berupa hasil observasi peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran menulis tegak bersambung di kelas II.
b. Data sekunder adalah data dari subjek penelitian yang diperoleh melalui pihak lain atau tidak langsung diperoleh dari subjek penelitian biasanya berupa dokumentasi atau data-data laporan yang sudah tersedia. Data sekunder tidak harus diolah terlebih dahulu karena data diperoleh tidak
secara langsung oleh peneliti (Azwar, 2013: 91). Data sekunder penelitian ini berupa buku-buku dan lembar hasil pekerjaan mengenai keterampilan menulis tegak bersambung peserta didik.
2. Sumber Data
Sumber data adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian berupa fakta yang dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi (Ulfatin, 2015: 179).
Sumber data pada penelitian ini yaitu guru kelas dan peserta didik kelas II SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta yang dijadikan sebagai informan utama dan pelaku dalam pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung di kelas II.
D. Teknik Pengambilan Subjek Penelitian
Teknik pengambilan subjek menerapkan teknik purposive sampling yakni teknik pengambilan subjek yang digunakan dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2017: 95-96). Pertimbangan pada penelitian ini yaitu masih banyaknya kesalahan peserta didik dalam menulis tegak bersambung di kelas II. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah dapat menganalisis kesalahan keterampilan menulis tegak bersambung pada peserta didik kelas II dengan komponen analisis berupa formasi atau bentuk huruf, jarak antar huruf dan kata, konsistensi kemiringan huruf, ukuran dan proporsi, keterbacaan tulisan, dan kerapian.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dengan alat yang tepat dan langkah ini komponen terpenting dari suatu penelitian (Sugiyono, 2017: 308). Penelitian ini menggunakan berbagai macam teknik pengumpulan data meliputi:
1. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah teknik yang dilakukan untuk menggali data di lapangan yang berupa peristiwa, tempat/lokasi, benda, dan rekaman gambar (Sugiyono, 2017: 106; Ulfatin, 2015: 210). Pada penelitian ini jenis observasi yang diterapkan adalah observasi pasif, karena peneliti
berada di dalam ruang kelas dan hanya mengamati objek dan tidak terlibat dalam kegiatan yang sedang diamati.
Observasi ini telah dilakukan sejak Magang Kependidikan 3 di SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta namun pada pelaksanaannya masih belum terstruktur, observasi yang dilakukan ini meliputi pengamatan proses pembelajaran dan pengelolaan sarana prasana yang digunakan. Observasi pada penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap berikut ini:
a. Tahap observasi deskripsi
Tahap observasi ini peneliti melakukan pengamatan secara umum dan menyeluruh, dan mendeskripsikan semua yang telah dilihat, didengar, dan dirasakan. Pengamatan ini dilakukan dengan cara merekam semua kejadian di tempat penelitian, kemudian hasil dari observasi tersebut disimpulkan dan ditata, sehingga dapat menghasilkan simpulan sementara atau disebut kesimpulan 1.
b. Tahap observasi reduksi
Tahap observasi ini peneliti melakukan pengamatan yang lebih difokuskan pada aspek yang akan diamati. Pengamatan ini memfokuskan pada variabel yang akan diamati kemudian dianalisis, sehingga menghasilkan simpulan yang lebih khusus dari sebelumnya yang disebut kesimpulan 2.
c. Tahap observasi seleksi
Tahap observasi ini peneliti melakukan pengamatan secara mendalam terhadap fokus yang sudah ditemukan sebelumnya dengan melakukan analisis komponen-komponen fokus, sehingga peneliti dapat menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar variabel yang diamati.
Kemudian peneliti dapat menemukan simpulan akhir yang disebut kesimpulan 3.
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk menemukan dan mengetahui secara mendalam permasalahan yang harus diteliti (Saebani, 2008: 191; Sugiyono, 2017: 114; Sujarweni, 2014: 31).
Kegiatan wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi tentang
permasalahan yang diteliti. Informasi yang diperoleh tersebut tidak hanya berupa hal yang dikatakan melainkan juga hal yang dipikirkan dan dirasakan orang, sehingga wawancara menuntut peneliti lebih kreatif agar dapat mengungkap secara keseluruhan dari informan (Ulfatin, 2015: 189-190).
Teknik wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang utama dalam pengumpulan data penelitian kualitatif. Sebelum melakukan wawancara dengan informan maka peneliti merancang pedoman wawancara dan membina hubungan yang baik dengan informan yang merupakan guru kelas dan peserta didik kelas II SD Negeri Tunggulsari 1 No. 72 Surakarta agar tercipta keterbukaan dan data yang diperoleh bersifat mendalam dan menyeluruh.
Teknik wawancara yang dilakukan peneliti merupakan wawancara terstruktur. Sebelumnya peneliti telah merancang pedoman wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan untuk informan. Pada pelaksanaannya peneliti tidak hanya berbekal pedoman wawancara namun juga menggunakan alat bantu untuk merekam suara, mengambil gambar kegiatan pembelajaran di kelas, dan alat-alat lain yang dapat membantu dalam pengumpulan data melalui wawancara.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara ini peneliti mewawancarai guru kelas dan peserta didik yang berperan serta dalam pembelajaran menulis tegak bersambung. Pertanyaan yang diberikan pada kedua informan tersebut berbeda. Pertanyaan untuk guru kelas merupakan pertanyaan mengenai pelaksanaan pembelajaran menulis tegak bersambung dan cara mengajarkan tegak bersambung pada peserta didik, sedangkan untuk peserta didik merupakan cara-cara peserta didik mempelajari tegak bersambung dan kesulitan yang dialami peserta didik dalam mempelajari keterampilan menulis tegak bersambung.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dokumen dan data-data dalam bentuk tulisan, gambar, atau karya-karya yang dibuat secara pribadi oleh subjek (Sugiyono, 2017: 124; Sujarweni, 2014: 33;
Ulfatin, 2015: 224). Dokumen yang dikumpulkan dan digunakan untuk teknik
dokumentasi dapat berupa catatan, transkrip, buku, surat, notulen rapat, arsip, buku harian, dan jurnal. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan dokumen berupa dokumen hasil pekerjaan menulis tegak bersambung dalam buku halus kemudian isinya dianalisis.
F. Teknik Uji Validitas Data
Teknik uji validitas data dilakukan untuk mengukur validitas suatu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik uji validitas merupakan suatu tingkatan ketepatan antara data yang diperoleh dari objek penelitian dengan daya tangkap peneliti. Data dikatakan valid jika data yang dilaporkan dan data yang terjadi pada objek atau subjek penelitian sama (Ulfatin, 2015: 276). Penelitian ini menggunakan teknik uji validitas isi, yaitu dengan menggunakan instrumen yang dapat menunjukkan isi data yang diperlukan dan instrumen yang digunakan sudah divalidasi oleh expert (Sujarweni, 2014: 80).
Validitas data pada penelitian kualitatif memiliki empat kriteria, yaitu kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability) (Sugiyono, 2017: 184-195; Ulfatin, 2015: 276-285). Keempat kriteria tersebut berguna untuk meningkatkan keabsahan data yang diperoleh. Credibility yaitu tingkatan ketepatan data yang dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melakukan triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi yang lebih bervariasi, serta melakukan member check. Guna memenuhi tingkatan ketepatan dalam penelitian ini maka peneliti
melakukan triangulasi, diskusi dengan teman sejawat dan me-review kembali hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, serta menggunakan bahan referensi yang lebih bervariasi dengan mencari bahan sebagai bukti pendukung berupa catatan lapangan dan rekaman berupa audio maupun visual. Selain itu peneliti juga melakukan member check dengan memberikan data yang telah diperoleh kepada pemberi data
yaitu guru kelas II untuk melakukan konfirmasi.
Transferability dalam penelitian kualitatif merupakan tingkatan keakuratan hasil penelitian untuk dapat diterapkan pada populasi dimana sample penelitian diambil. Hasil penelitian ini disusun dalam bentuk laporan agar orang lain dapat
lebih mudah memahami isi laporan, maka peneliti membuat laporan secara sistematis, rinci, jelas, dan diharapkan dapat dipercaya. Jika seorang pembaca dapat memperoleh gambaran dengan jelas tentang hasil penelitian yang telah dibacanya dan dapat memberikan keputusan bisa atau tidaknya hasil penelitian itu digunakan di tempat lain, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar transferbilitas.
Dependability dalam penelitian kualitatif merupakan kriteria ketergantungan dengan cara memeriksa kepastian data dari proses sampai hasil akhir yang dilakukan oleh auditor atau dosen pembimbing. Pemeriksaan mulai dari menentukan fokus penelitan, memasuki lapangan, memilih sumber data penelitian, melakukan analisis data, menguji keabsahan data, dan membuat kesimpulan akhir penelitian.
Confirmability pada penelitian kualitatif hampir sama dengan dependability
sehingga keduanya dapat dilakukan secara bersamaan. Confirmability merupakan pemeriksaan objektivitas dengan mengaitkan proses dan hasil penelitian yang dilakukan. Peneliti disarankan untuk melaporkan penelitiannya dengan uraian yang rinci tentang hasil penelitiannya dan dilengkapi teori yang dapat mendukung sehingga dapat terjamin kepastian objektivitas penelitian. Peneliti melakukan konsultasi data hasil penelitian yang telah dikumpulkan dari berbagai teknik pengumpulan data pada auditor atau dosen pembimbing.
G. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul melalui kegiatan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi diindentifikasi dan dihubungkan antar data yang diperoleh untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian pada teknik analisis data. Menurut beberapa ahli teknik analisis data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik analisis isi, analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, analisis tema, analisis komparatif, dan analisis induksi (Ulfatin, 2015: 242-256).
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis komponen.
Analisis komponen merupakan teknik analisis data yang mengidentifikasi perbedaan dalam setiap elemen. Pelaksanaan analisis komponen dilakukan dengan memilih domain dari hasil observasi dan wawancara kemudian dianalisis,
mengidentifikasi seluruh hal-hal yang kontras, dan menyiapkan berbagai komponen secara lengkap.
H. Prosedur Penelitian
Setiap penelitian harus melalui prosedur yang sistematis dan terencana dengan matang. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan beberapa prosedur sebagai berikut.
1. Melakukan observasi terhadap objek penelitian dan wawancara tak berstruktur dengan informan.
2. Menemukan makna di setiap perilaku dan tindakan yang dilakukan objek penelitian.
3. Melakukan triangulasi data dan informasi dari berbagai sumber yang telah diuji kebenarannya melalui sumber data yang lain.
4. Menggunakan perspektif emik dengan membandingkan pandangan responden tanpa ada pandangan atau pendapat yang terjadi di lapanagan dari peneliti sendiri dan peneliti tidak melakukan generalisasi tentang yang terjadi di lapangan.
5. Melakukan verifikasi dengan mencari kasus yang berbeda-beda kemudian dipadukan untuk memperoleh hasil yang lebih dipercaya dan akurat.
6. Melakukan sampling purposif dengan memilih sample tidak menggunakan populasi dan sample yang banyak tetapi berdasarkan pada tujuan penelitian yang ingin dicapai.
7. Mengadakan analisis dari awal hingga akhir penelitian, analisis yang dilakukan menggunakan deskripsi yang mengandung penjabaran atas data yang diperoleh di lapangan.
8. Penelitian didominasi dengan pendekatan fenomenologis di setiap langkahnya mengurangi subjektivitas, sehingga peneliti dianjurkan untuk tidak memihak dan dapat memahami situasi yang terjadi di lapangan. (Saebani, 2008: 91-93).