RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIMULASI MENGAJAR CALON GURU PENGGERAK
MATA PELAJARAN : SEJARAH INDONESIA KELAS/SEMESTER : X/ GANJIL
TEMA : NILAI-NILAI PRAAKSARA MASYARAKAT INDONESIA SUB TEMA : HASIL DAN NILAI BUDAYA PRAAKSARA MASYARAAT
INDONESIA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN
PENYUSUN : YULIA DESWITA,S.Pd
SMA NEGERI 2 KECAMATAN BUKIK BARISAN
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh : YULIA DESWITA,S.Pd
Satuan Pendidikan :SMA Negeri 2 Kec. Bukik Barisan Kelas/Semester :X / 1
Tema :Nilai-nilai Budaya Praaksara Masyarakat Indonesia
Subtema :Hasil dan nilai budaya Praaksaradan masyarakat Indonesia serta pengaruhnya terhadap Lingkungan terdekat.
Pembelajaran ke :10 Alokasi Waktu :10 menit
Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Indikator
Kompetensi Dasar Keterampilan dan Indikator 3.4. Memahami hasil-hasil dan nilai-nilai
budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat
4.4. Menyajikan hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat dalam bentuk tulisan
3.4.1. Mengidentifikasi hasil-hasil dan nilai- nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia
3.4.2.Menjelaskan pengaruh hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dalam lingkungan terdekat
3.4.3. Memahami hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat
4.4.1. Mengumpulkan hasil-hasil budaya masyarakat praaksara Indonesia
4.4.2. Menunjukkan pengaruh hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dalam kehidupan lingkungan terdekat
4.4.3. Menyajikan hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat dalam bentuk tulisan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan pembelajaran cooperative Learning, Peserta didik mampu mengidentifikasikan hasil-hasil dan nilai-nilai budaya peninggalan masyarakat praaksara serta menunjukan informasi tentang kehidupan masyarakat praaksara kemudian menyajikan hasil- hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan dalam bentuk tulisan.
B. MEDIA, ALAT,BAHAN DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media
Lembar Kerja Siswa
Lembar Penilaian
Slide persentasi (ppt) / media gambar
Alat /Bahan
Spidol,papan tulis
Laptop dan infocus / Kertas
Sumber Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Modul Pembelajaran SMA sejarah
LKPD
C. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No. Kegiatan Rencana
Waktu 1 Pendahuluan
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, berdo’a, memeriksa kehadiran peserta didik dan kesiapan peserta didik secara fisik dan psikis
Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik atau materi sebelumnya.
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah-langkah pembelajaran
Memberikan motivasi agar peserta didi semangat dan aktif dalam pembelajaran
2 Menit
2 Kegiatan Inti
Critical Thinking
Guru menampilkan gambar tentang hasil –hasil budaya praaksara, kemudian meminta siswa mengamati gambar yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran
6 Menit
Collaboration
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok belajar
Peserta didik mendiskusikan bersama kelompok tentang tentang hasil-hasil dan nilai- nilai budaya masyarkat praaksara
Peserta didik boleh membuka buku, atau memenfaatkan androit untuk menggali informasi mengenai hasil kebudayaan manusia praaksara
Peserta didik menuliskan hasil kegiatan pada Lembar Kerja Peserta Didik
Communication
Peserta didik mempersentasikan hasil kerja kelompoknya, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.
Creativity
Membuat resume (kesimpulan) dengan bimbingan guru tentang pointpoint penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang hasil dan nilai- nilai Budaya Pra-aksara Masyarakat Indonesia serta pengaruhnya terhadap lingkungan terdekat.
3 Penutup
Melakukan refleksi terhadap pembelajaran
Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
Mengimformasikan materi pada pertemuan selanjutnya.
Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam
2 Menit
LAMPIRAN RPP
A. Materi Pembelajaran
1.Hasil- hasil Budaya pada masa praaksara di indonesia
Masa Praaksara merupakan suatu masa di mana manusia dalam hal ini ialah manusia purba sebagai masyarakat yang menetap di suatu wilayah yang ada di Indonesia, masih belum mengenal tulisan . Berdasarkan hasil kebudayaannya, secara garis besar, Zaman Praaksara dibagi menjadi Zaman Batu dan Zaman Logam.
Jaman batu Berdasarkan cara memproses perkakas batu dan fungsi perakaks batu yang mereka gunakan , jaman batu diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, yaitu sebagai berikut:
a. Jaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua) b. Jaman Mesolitikum (Zaman Batu Madya)
c. Jaman Neolitikum (Zaman Batu Baru/Batu Muda) d. Jaman Megalitikum (Zaman Batu Madya)
a. Jaman Batu Tua ( Palaeplithikum)
Jaman palaeolithikum berarti jaman batu tua. Jaman ini ditandai dengan adanya perkakas yang terbuat dari batu yang masih kasar, sederhana, dan sangat primitif. Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah Pacitan (Jawa Timur) dan Ngandong (Jawa Timur). Untuk itu para arkeolog sepakat untuk membedakan temuan benda-benda prasejarah di kedua tempat tersebut yaitu sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
1) Kebudayaan Pacitan Pacitan merupakan nama salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur, berbatasan dengan Jawa Tengah. Pada zaman purba, diperkirakan aliran Bengawan Solo mengalir ke selatan dan bermuara di pantai Pacitan. Alat-alat batu yang berasal dari Pacitan ini disebut dengan kapak genggam ( Chopper ) dan kapak perimbas. Di Pacitan, juga ditemukan alat-alat yang berbentuk kecil, disebut dengan serpih.
2) Kebudayaan Ngandong Ngandong merupakan nama dari salah satu daerah yang terletak didekat Ngawi, Madiun, Jawa Timur. Di daerah Ngandong dan Sidorejo ini banyak ditemukan alat-alat yang berasal dari tulang serta alat-alat kapak genggam dari batu. Alat- alat dari tulang tersebut ini diantaranya dibuat dari tulang binatang dan tanduk rusa. Selain itu, juga ada alat-alat seperti ujung tombak yang bergerigi pada sisisisinya.
Flakes ( Alat Serpih ) Selain alat-alat dari tulang yang termasuk kebudayaan Ngandong, juga ditemukan alat alat lain berupa alat alat kecil terbuat dari batu yang disebut dengan flakes atau alat serpih. Flakes selain terbuat dari batu biasa juga ada yang dibuat dari batu- batu indah berwarna seperti calsedon. Karena perkakas perkakas tersebut ditemukan di daerah Ngandong, dikenal secara umum dengan nama Kebudayaan Ngandong. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah : Makhluk dari jenis Pithecanthropus erectus, pithecantropus robustus dan Meganthropus palaeojavanicus. Selanjutnya hidup berbagai jenis homo (manusia) diantaranya Homo soloensis dan Homo wajakensis.
b. Jaman Batu Madya ( Mesolithikum )
Jaman Mesolitikum diperkirakan berlangsung pada masa Holosen awal setelah jaman es berakhir. Pendukung kebudayaannya ialah Homo Sapiens yang merupakan manusia cerdas. Untuk penemuannya berupa fosil manusia purba, banyak ditemukan di Sumatra Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores. Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum, tetapi pada masa Mesolithikum manusia
yang hidup pada zaman tersebut sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari jaman ini yaitu kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.
1) Kjokkenmoddinger Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan.
2) Abris Sous Roche Abris sous roche adalah goa-goa yang yang dijadikan tempat tinggal manusia purba pada jaman Mesolithikum dan berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas , dugaan ini muncul dari perkakas seperti ujung panah, flakes, batu penggilingan, alat-alat dari tulang dan tanduk, yang tertinggal di dalam gua.
c. Jaman Batu muda ( Neolithikum )
Jaman Neolitikum merupakan perkembangan jaman dari kebudayaan batu madya. Alat- alat yang terbuat dari batu yang telah mereka hasilkan lebih sempurna dan lebih halus disesuaikan dengan fungsinya. Hasil kebudayaan yang terkenal di jaman Neolitikum adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong. Fase atau tingkat kebudayaan pada jaman prasejarah yang memiliki ciri-ciri berupa unsur-unsur kebudayaan, seperti peralatan yang berasal dari batu yang sudah diasah, pertanian menetap, peternakan, serta pembuatan tembikar, juga merupakan salah satu pengertian dari jaman Neolitikum. Hasil hasil kebudayaan utama dari masa ini antara lain
1) Kapak persegi 2) Kapak Batu 3) Kapak Lonjong .
d. Jaman Megalithikum ( Batu Besar )
Berdasarkann bahasa Yunani, kata Megalitikum dapat dibagi menjadi kata "Mega" yang berarti besar dan "Lithos" yang berarti batu. Perkembangan jaman batu besar atau jaman Megalitikum diperkirakan sudah ada sejak jaman batu muda hingga jaman logam.
Kebudayaan Megalitikum merupakan jaman dimana alat yang dihasilkan berupa bangunan batu besar, pada umumnya diperuntukan bagi tempat beribadah pada arwah nenek moyang dalam system kepercayaan Animisme dan Dinamisme .Kebudayaan ini merupakan kelanjutan dari jaman Neolitikum karena dibawa oleh bangsa Deutero Melayu yang dating di Nusantara. Kebudayaan ini berkembang bersama dengan kebudayaan logam di Indonesia, yakni kebudayaan Dongson. Bentuk peninggalan peninggalan jaman Megalitikum tersebut terbuat dari batu besar yang pembentukannya sesuai dengan kepentingan upacara tertentu. Maka dari itu hasil kebudayaan jaman Megalitikum memiliki maknanya masing masing. Berikut beberapa hasil budaya pada jaman batu besar yaitu diantaranya:
1) Menhir Menhir merupakan tugu atau tiang yang berasal dari batu dan dibangun sebagai lambang atau tanda peringatan kepada arwah nenek moyang.
2) Dolmen Dolmen merupakan meja batu besar yang memiliki permukaan rata
3) Punden Berundak Undak Merupakan bangunan bertingkat dengan tanjakan kecil sebagai tempat memuja roh para nenek moyang.
4) Kubur peti batu
Merupakan peti jenazah jaman batu besar yang dipendam dalam tanah Barat.
5) Waruga Merupakan kubur batu yang bentuknya bulat atau kubus dengan tutup menyerupai atap rumah.
2. Nilai –nilai Budaya Praaksara Masyarakat indonesia . Nilai Religius/Keagamaan
Nilai ini mencerminkan adanya kepercayaan terhadap sesuatu yang berkuasa atas mereka, dalam hal ini mereka berusaha membatasi perilakunya.
Dari uraian tersebut, sikap yang perlu diwariskan adalah sikap penghormatan kepada yang lain, mengatur perilaku agar tidak semaunya dan penghormatan serta pemujaan sebagai dasar keagamaan.
. Nilai Gotong Royong
Masyarakat prasejarah hidup secara berkelompok, bekerja untuk kepentingan kelompok bersama, membangun rumah juga dilakukan secara bersama-sama. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya bangunan-bangunan megalith yang dapat dipastikan secara gotong royong/bersama-sama.
Dengan demikian patutlah ditiru bahwa hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama hendaklah dilakukan secara bersama-sama (gotong royong) dengan prinsip berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
. Nilai musyawarah
Nilai ini sudah dikembangkan oleh masyarakat prasejarah dalam hidupnya seperti dalam pemilihan pemimpin masyarakat dalam usaha pertanian dan perburuan. Dari perilaku tersebut menjadi dasar bagi tumbuh dan berkembangnya asas demokrasi.
. Nilai Keadilan
Sikap ini sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat prasejarah sejak masa berburu yaitu adanya pembagian tugas sesuai dengan tenaga dan kemampuannya sehingga tugas antara kaum laki-laki berbeda dengan kaum perempuan. Sikap keadilan ini berkembang pada masa perundagian, yaitu pembagian tugas berdasarkan keahliannya. Dari nilai tersebut mencerminkan sikap yang adil karena setiap orang akan memperoleh hak yang sama/tugas yang sama apabila didukung oleh kemampuannya.
B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan Tes Tertulis
1. Sebutkan nilai-nilai budaya pada masyarakay Praaksara di Indonesia ? 2. Bagaimana masyarakat praaksara mengembangkan nilai musyawarah ?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan nilai religius pada masa zaman pra aksara!
4. Jelaskan pengaruh nilai-nilai budaya masyarakat praaksara dalam lingkungan tempat tinggalmu!
Kunci Jawaban :
1. Nilai-nilai budaya pada masyarakat Praaksara di Indonesia adalah :
Nilai religius
Nilai gotong royong
Nilai musyawarah
Nilai keadilan
Nilai tradisi bercocok tanam
Nilai tradisi bahari ( pelayaran)
2. Contoh nilai musyawarah masyarakat Praaksara adalah melalui pemilihan pemimpin atau kepala suku yang bertindak sebagai penengah atau pengambil keputusan. Biasa pemilihan kepala suku dipilih secara musyarah, dimana yang dipilih adalah orang yang disegani, pintar dan memiliki ilmu pengetahuan.
3. Nilai religius pada masa Praaksara adalah mereka pada zaman dahulu menyembah bendabenda gaib yang mereka percaya. Disamping itu mereka juga menyembah roh-roh nenek moyang serta binatang yang dianggap keramat.
4. Pengaruh nilai-nilai budaya masyarakat praaksara dalam lingkungan tempat tinggal adalah:
Nilai agama berhubungan dengan pencerminan adanya kepercayaan terhadap sesuatu yang berkuasa atas kehidupan mereka
Nilai gotong royong berhubungan dengan adanya kerjasama dengan orang lain atau pihak lain untuk mencapai tujuan bersama
Nilai keadilan terlihat dengan kebutuhan akan pemimpin dalam hal-hal lainnya dimana tugas laki-laki dan perempuan dibedakan
Nilai musyarah terlihat dengan kebuthan akan pemimpin dalam hal-hal seperti pertanian dan perburuan.
Skor Penilaian Tes Tertulis
No. Soal Skor Maksimal
1 20
2 25
3 25
4 30
Jumlah skor diperoleh 100
NA= Jumlah skor yang diperoleh siswa X 100 Jumlah skor maksimal
NA = Jumlah skor Maksimal =100
Keterangan : NA = nilai akhir yang diperoleh
C. Penilaian Keterampilan
RUBRIK OBSERVASI KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK
Mata Pelajaran :Sejarah (wajib) Tahun Pelajaran :2022/2023 Kelas / Semester : X /1 Waktu Pengamatan : 30 Menit
No Nama Peserta Didik
mengkomunikasikan mendengarkan berargumentasi Mengemukakan pendapat
Jumlah Skor
0-100 0-100 0-100 0-100
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Keterangan :
Nilai = Jumlah skor dibagi 4
a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif.
b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk tidak menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang mengungkapkan gagasannya.
c. Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan argumentasi logis ketika ada pihak yang bertanya atau mempertanyakan gagasannya.
d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.
Nilai rentang antara 0 – 100 Skor rentang antara 0 – 100
91 – 100 = Sangat Baik • 75 – 80 = Cukup
81 – 90 = Baik • 0 - 74 = Kurang
D. Penilaian Sikap
JURNAL PENILAIAN SIKAP SOSIAL
Satuan Pendidikan : SMAN 2 Kec. Bukik Barisan Kelas/ Semester : X / 1 (satu)
Tahun Pelajaran : 2022/2023
No Waktu Nama Peserta didik Kejadian/Perilaku Butir Sikap
Pos/Neg 1
2 3 4 5 6 7
LEMBAR KERJA KELOMPOK PESERTA DIDIK Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Tema : Nilai-nilai Budaya Praaksara Masyarakat Indonesia
Subtema :Hasil dan nilai budaya Praaksaradan masyarakat Indonesia dan pengaruhnya terhadap Lingkungan terdekat.
Kelompok :
Anggota kelompok :
1. Kumpulkan hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia berdasarkan pembagian zaman tersebut!
2. Jelaskan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya bagi lingkungan
1.
2.
3.
4.
5.
6.