• Tidak ada hasil yang ditemukan

T E S I S. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Ilmu Hukum. Minat Utama : Hukum Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "T E S I S. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Ilmu Hukum. Minat Utama : Hukum Bisnis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

i

INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP

INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau)

T E S I S

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Ilmu Hukum

Minat Utama : Hukum Bisnis

Disusun Oleh:

Rian Saputra (S321808020)

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2020

(2)

ii

INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP

INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau)

T E S I S Disusun Oleh:

Rian Saputra NIM. S321808020

Telah disetujui oleh pembimbing:

Komisi Nama Tanda Tangan Tanggal

Pembimbing I Prof. Dr. Adi Sulistiyono, SH., MH ... ...

NIP. 196302091988031003

Pembimbing II Dr. Emmy Latifah, SH., MH ... ...

NIP. 198008192005012002

Telah dinyatakan memenuhi syarat pada tanggal ...

Ketua Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Dr. Mohammad Jamin, SH., M. Hum.

NIP. 196109301986011001

(3)

iii

INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP

INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau)

T E S I S Disusun Oleh:

Rian Saputra NIM. S321808020

Telah disetujui oleh pembimbing:

Jabatan Nama Tanda Tangan Tanggal

1. Ketua Penguji Dr. Mohammad Jamin, SH., M. Hum ... ...

NIP. 196109301986011001

2. Sekretaris Dr. Anjar Sri C N, SH, M. Hum ... ...

NIP. 197301221988022001

3. Anggota Penguji Prof. Dr. Adi Sulistiyono, SH., MH ... ...

NIP. 196302091988031003

4. Anggota Penguji Dr. Emmy Latifah, SH., MH ... ...

NIP. 198008192005012002

Telah dinyatakan memenuhi syarat pada tanggal ...

Ketua Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Dr. Mohammad Jamin, SH., M. Hum.

NIP. 196109301986011001

(4)

iv

PERNYATAAN

Nama : Rian Saputra NIM : S321808020

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul

“INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau)

”,

adalah benar-benar karya saya sendiri. Hal yang bukan karya saya, dalam tesis tersebut diberi tanda Citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.

Apabila benar dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik, yang berupa pencabutan tesis dan gelar yang saya peroleh dari tesis tersebut. Selanjutnya untuk menunjukkan keaslian tesis saya, dengan ini saya bersedia di Uplood atau dipublikasi Website Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Surakarta, 11 Januari 2020 Yang Membuat Pernyataan

RIAN SAPUTRA S321808020

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis penjatkan kepada allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat-Nya sehingga tesis yang berjudul

“INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau)”, ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya guna memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tesis ini mengkaji penerapan Pasal 70 Ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis di Provinsi Riau, dimana Pasal tersebut sejatinya berguna untuk menginventarisasi dan melakukan pemetaan terhadap potensi-potensi Indikasi Geografis yang ada di Indonesia.

Setelah mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat implementasi pasal tersebut, selanjutnya dibahas mengenai langkah-langkah yang harus diambil agar pasal tersebut dapat terealisir.

Dalam kesempatan ini, penulis juga bermaksud menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara materiil maupun moril sehingga penulis tesis ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancer terutama kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H, M.Hum, selaku Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Bapak Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

3. Ibu Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

4. Bapak Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum, selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

(6)

vi

5. Bapak Prof. Dr. Adi Sulistiyono ,S.H.,M.H selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, petunjuk dan masukan bagi penulis kesempurnaan penulisan tesis ini sehingga tesis ini dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik dan lancar.

6. Ibu Dr. Emmy Latifah, S.H., M.H, selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, petunjuk dan masukan bagi penulis kesempurnaan penulisan tesis ini sehingga tesis ini dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik dan lancar.

7. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikanilmunya dengan penuh dedikasi dan keikhlasan sehingga menambah wawasan dan pengetahuan penulis.

8. Ibu Dr. Lusia Indrastuti, S.H., M.H., M.Sc Selaku dosen penulis di Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi yang selama ini mendorong dan mensupport penulis untuk segera menyelesaikan studi.

9. Abangda Abdul Qodir Jailani, S.H., M.H, terimakasih ilmu dan dukungannya hingga memantik minat penulis untuk aktif menulis di jurnal- jurnal ilmu hukum.

10. Bapak dan Ibu Staf Sekretariat Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu kelancaran administrasi selama penulis menempuh perkuliahan hingga penyelesaian penulisan tesis ini.

11. Bapak dan Ibu Staf Perpustakaan Pusat Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan bahan-bahan hukum bagi kelancaran penyusunan tesis ini.

12. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah mencurahkan doa, kasih sayang, perhatian, kesabaran serta bimbingan, saran dan arahan sehingga penulis dapat melanjutkan studi di program studi Magister Hukum Universitas Sebelas Maret dan berhasil menyelesaikan penulisan tesis ini dengan baik dan lancar. Semoga niat, cita-cita, serta harapan ayah dan ibu dapat tercapai

(7)

vii

untuk menyekolahkan kedua anak-anaknya hingga kejenjang pendidikan tertinggi.

13. Tiara Tiolince, Saudara kandung penulis yang telah menjadi semangat dalam kehidupan.

14. Lisa Ayu Ratnasari, S.Pd yang telah memberikan dukungan secara moril selama ini.

15. Muhammad Khalif Ardhi, S.H, Muhammad Adi Bagus Wicaksno, S.H, Estik Dilla Rahmawati, S.H, Shokib Mahendra, S.H., C.T.L, Satrio Febrianto Pamungkas, S.H, dan Faizan Alamanda. Terimakasi untuk dukungan dan saran sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik 16. Teman-teman Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau (IKPMR) Surakarta yang telah memberi semangat dan doa sehingga tesis ini dapat terselesaikan tepat waktu.

17. Terimkasih juga untuk Teman-teman kelas Hukum Hukum Bisnis dan teman-teman Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan Tahun 2018 yang telah memberi semangat dan doa sehingga tesis ini dapat terselesaikan tepat waktu.

18. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tesis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam tesis ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun demi perbaikan pada masa yang akan datang dan semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiiin.

Surakarta, 11 Januari 2020 Penulis,

RIAN SAPUTRA NIM. S321808020

(8)

viii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING ii

HALAMAN PENGESAHAN TESIS iii

PERNYATAAN iv

KATA PENGANTAR v

DAFTAR ISI viii

ABSTRAK x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Kebaruan Penelitian... 15

C. Rumusan Masalah... 17

D. Tujuan Penelitian... 17

E. Manfaat Penelitian... 18

BAB II LANDASAN TEORI A. Konsep Kekayaan Intelektual... 19

B. Pengaturan Indikasi Geografis secara Internasional dan Nasional... 25

1. Konsep dan Pengertian Indikasi Geografis berdasarkan Undang- undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis...25

2. Indikasi Geografis Berdasarkan Perjanjian TRIPs...31

C. Konsep Indikasi Geografis sebagai Bagian Kekayaan Intelektual...34

D. Perbandingan Sistem Perlindungan Indikasi Geografis di Dunia...41

1. Perlindungan Indikasi Geografis di Australia...41

2. Perlindungan Indikasi Geografis dalam Komunitas Eropa...44

3. Perlindungan Indikasi Geografis di India...52

E. Teori Perlindungan Hukum...61

F. Teori Sistem Hukum...67

G. Kerangka Berpikir...72

(9)

ix BAB III Metode penelitian

A. Jenis Penelitian...74

B. Lokasi Penelitian...75

C. Jenis dan Sumber Data...75

D. Teknik Pengumpulan Data... 77

E. Teknik Analisa Data... 79

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN A. Faktor Penghambat Inventarisasi dan Pemetaan Potensi Indikasi Geografis di Provinsi Riau... 80

1. Kondisi Indikasi Geografis di Kabupaten Siak Sri Indrapura... 88

2. Kondisi Indikasi Geografis di Kabupaten Kampar... 90

3. Kondisi Indikasi Geografis di Kabupaten Rokan Hilir... 94

4. Wawancara dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual...102

B. Langkah Melakukan Inventarisasi Potensi Indikasi Geografis Dalam Upaya Memperkuat Sistem Perlindungan Indikasi Geografis di Indonesia...110

1. Substansi Hukum yang Mengatur Masalah Pendataan Terhadap Potensi Indikasi Geografis di Indonesia...116

2. Pembentukan Struktur Hukum yang Berfungsi Melakukan Inventarisasi terhadap Potensi Indikasi Geografis di Indonesia...122

3. Membangun Pemahaman Masyarakat Tentang Perlindungan Hukum Indikasi Geografis yang Mencakup Manfaat, Proses, Persyaratan dan Tantangannya...127

BAB V PENUTUP A. Simpulan... 131

B. Implikasi... 132

C. Saran... 134

Daftar Pustaka... 135

(10)

x ABSTRAK

Rian Saputra, S321808020, 2018, INVENTARISASI POTENSI INDIKASI GEOGRAFIS SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA (Studi di Provinsi Riau).

Tesis: Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Pasal 70 Ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis di Provinsi Riau, dimana Pasal tersebut sejatinya berguna untuk menginventarisasi dan melakukan pemetaan terhadap potensi-potensi Indikasi Geografis (IG) yang ada di Indonesia. Dalam hal ini dipertanyakan mengapa pasal tersebut tidak dilaksanakan dan bagaimana langkah-langkah dalam memperkuat sistem perlindungan hukum Indikasi Geografis melalui inventarisasi potensi Indikasi Geografis yang ada di Indonesia

Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum non-doktrinal yang menganalisa bekerjanya hukum di masyarakat. Pendekatan yang dilakukan fokus pada efektifitas aturan hukum, implementasi aturan hukum dengan menggunakan logika deduksi. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dengan para narasumber. Observasi langsung terhadap subjek penelitian dan menganalasis hasil wawancara dari para narasumber.

Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat dan stakeholder di Provinsi Riau tentang konsep perlindungan IG, serta belum adanya politik hukum daerah yang berorientasi perlindungan dan pengembangan potensi IG guna meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah menyebabkan banyak potensi-potensi IG di Daerah yang merupakan Produk Unggulan Daerah tidak didaftarkan. Hal tersebut disebabkan belum dilakukannya sosialisasi yang merata terkait pentingnya perlindungan IG dan manfaat perlindunganya oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. 2. Melihat kerancuan peraturan yang tidak jelas di dalam penjelasan Pasal 70 Ayat (1) dan Pasal 70 Ayat (2) huruf e UU 20/2016 menyebabkan tidak jelasnya pengaturan lembaga yang berwenang melakukan inventarisir terhadap potensi IG, maka langkah yang harus dilakukan guna mengoptimalkan invetarisasi dan potensi IG yang ada di Indonesia, adalah: a.

membentuk suatu aturan hukum guna memberikan kepastian hukum untuk mendukung dan dapat menerapakan Pasal 70 Ayat (2) huruf e UU 20/2016, b.

pembentukan atau penentuan struktur hukum untuk melakukan inventarisasi potensi IG, c. membangun pemahaman masyarakat tentang manfaat perlindungan IG.

Kata Kunci: Indikasi Geografis, Konsep Perlindungan Hukum, Inventarisasi.

(11)

xi ABSTRAK

Rian Saputra, S321808020, 2018, INVENTORY OF GEOGRAPHIC INDICATIONS POTENTIALS AS EFFORTS TO DEVELOP THE LEGAL PROTECTION SYSTEM OF GEOGRAPHIC INDICATIONS IN INDONESIA (Study in Riau Province).

Thesis: Master of Law Study Program, Sebelas Maret University, Surakarta This study aims to examine the application of Article 70 Paragraph (2) letter e of Law Number 20 Year 2016 concerning Geographical Marks and Indications in Riau Province, where the Article is actually useful for inventorying and mapping the potential of existing Geographical Indications (IGs) in Indonesia.

This type of research is a non-doctrinal legal research that analyzes the operation of law in society. The approach taken focuses on the effectiveness of the rule of law, the implementation of the rule of law using the logic of deduction.

Primary data collection techniques performed by in-depth interviews (indepth interview) with the speakers. Direct observation of the research subject and analyze data that has been obtained from interviews with resource persons.

The results showe lack of understanding of the community and stakeholders in Riau Province about the concept of IG protection, and the absence of local legal politics oriented to protection and development of IG potential in order to improve the economy of the community and the region causing many IG potentials in Regions which are the Leading Products Region not registered. This is due to the fact that there has not been even distribution of information related to the importance of IG protection and protection benefits by the Directorate General of Intellectual Property. Seeing the ambiguity of unclear regulations in the explanation of Article 70 Paragraph (1) and Article 70 Paragraph (2) letter e of Law 20/2016 causes unclear regulation of institutions authorized to conduct mapping and inventory of potential IGs, the steps that must be taken in order to optimize the inventory and potential of GIs in Indonesia, using legal system theory as a knife for analysis are: a. establish a rule of law to provide legal certainty to support and be able to apply Article 70 Paragraph (2) letter e of Law 20/2016, b.

formation or determination of legal structure to carry out an inventory of IG potentials, c. building community understanding of the benefits of IG protection.

.

Keywords: Geographical Indications, Legal Protection Concepts, Inventory.

Referensi

Dokumen terkait

Hari Wujoso, dr., SpF., MM sebagai Ketua Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan di Program

C. Hunik Sri Runing, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Asri Laksmi Riani, MS, Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Sebelas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Ngawi yang berhubungan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia

Puji syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis dengan

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas segala rahmat dan anugerah-Nya sehingga Tesis yang berjudul PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP

Dengan puji syukur kepada Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis sebagai syarat untuk mencapai derajat Magister Manajemen Program Studi Magister

Alvin Yahya. Perlindungan Hukum Terhadap Penyelesaian Kredit Macet Kupedes Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di BRI Unit Binan Bank BRI Kantor Wilayah Yogyakarta. Program

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan atau Non-Conviction Based Assets Forfeiture (NCB) apakah dapat diterapkan dalam