PERANGKAT PEMBELAJARAN
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Bahan Ajar, Media Pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik, dan
Instrumen Penilaian)
DISUSUN OLEH:
Nama : Meishya Puspita Andiyana, S.Pd Sekolah : SMP Negeri 7 Pesawaran
Email : [email protected]
[email protected] RPP Kls/Smt : VII/ Ganjil
Materi Pokok : Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SMP NEGERI 7 PESAWARAN
2022
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMPN 7 Pesawaran Mata Pelajaran : PPKn
Kelas/Semester : VII/ Ganjil
Materi Pokok : Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (2 x 30 Menit)
A. Kompetensi Inti
• KI1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
• KI2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
• KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
• KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
1.2 Menghargai norma-norma keadilan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa.
1.2.1 Bersyukur atas keberadaan norma dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
2.2 Mematuhi norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.
2.3.1 Menunjukkan sikap aktif dalam menegakkan tata tertib di sekolah.
3.2 Memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.
3.2.1 Mendeskripsikan pengertian dan macam-macam norma.
3.2.2 Mendesripsikan macam-macam norma dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3.2.3 Menunjukkan perilaku sesuai norma.
4.2 Mengampanyekan perilaku sesuai norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.
4.4.1 Menyajikan hasil telaah pengertian dan macam-macam norma.
4.4.2 Menyajikan hasil telaah arti penting norma dalam kehidupan
bermasyarakat dan ber negara.
4.4.3 Mempraktikkan perilaku menaati norma dalam lingkungan sekolah.
C. Tujuan Pembelajaran
1 1.2.1 Setelah mempelajari materi melalui Gambar dan Powerpoint yang ditampilkan, peserta didik dapat menunjukkan sikap gembira saat pembelajaran di kelas sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas keberadaan norma dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dengan baik.
2 2.2.1 Setelah mempelajari materi melalui Gambar dan Powerpoint yang ditampilkan, peserta didik dapat menunjukkan sikap aktif dalam menegakkan tata tertib di sekolah. dengan baik.
3 3.2.1 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian dan macam- macam norma dengan baik.
4 3.2.2 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mendesripsikan macam-macam norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan baik.
5 3.2.3 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menunjukkan perilaku sesuai norma dengan baik.
6 4.4.1 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menyajikan hasil telaah pengertian dan macam-macam norma dengan baik.
7 4.4.2 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menyajikan hasil telaah arti penting norma dalam kehidupan bermasyarakat dan ber negara dengan baik.
8 4.4.3 Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mempraktikkan perilaku menaati norma dalam lingkungan sekolah dengan baik.
D. Penguatan Pendidikan Karakter
• Sikap gembira
• Sikap tekun
• Sikap Gotong Royong
E. Materi Pembelajaran
F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik-TPACK
Model Pembelajaran : Problem Based Learning
Metode : Make a Match, ceramah, tanya jawab dan diskusi
G. Media Pembelajaran Media :
• PPT materi Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat
• Lembar Penilaian kognitif, afektif dan psikomotor
• Kartu Soal dan Kartu Jawaban
• Aplikasi Quizziz Alat/Bahan :
• LCD Proyektor
• Laptop
• Handphone H. Sumber Belajar
• Buku PPKn Peserta didik Kelas VII, Kemendikbud, Tahun 2016
• Buku refensi yang relevan,
• Modul materi PPKn
Materi Materi Remidial Materi Pengayaan
• Pengertian Norma Menurut KBBI dan Para Ahli
• Norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya
mengikat suatu kelompok orang didalam masyarakat. Dimana norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan juga pengendali tingkah laku yang sesuai
• Fungsi Norma
• Norma berdasarkan sifatnya : 1. Norma Formal
2. Norma Non Formal
• Macam Norma yang berlaku dalam Masyarakat
• Sumber dan Sanksi Norma
• Perilaku yang sesuai dengan Norma yang berlaku di Masyarakat
Norma-norma yang berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat
• Makna Norma
• Fungsi Norma
• Macam Norma
• Perilaku Yang sesuai dengan Norma
Norma-norma yang berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat
• Makna Norma
• Fungsi Norma
• Macam Norma
• Perilaku Yang sesuai dengan Norma
• Arti penting norma dalam
mewujudkan Keadilan
I. Langkah-Langkah Pembelajaran 1. Pertemuan (2 x 30 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) Guru :
Orientasi
➢ Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, menanyakan kondisi peserta didik dan memanjatkan syukur kepada Allah Swt. dan berdo’a untuk memulai pembelajaran
➢ Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
➢ Guru memeriksa kondisi kerapihan peserta didik, kerapihan ruang kelas dan kesiapan peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelaj
Motivasi
➢ Guru memotivasi peserta didik agar tetap selalu semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
Aperpepsi
➢ Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pengalamannya sebagai bekal pelajaran berikutnya.
➢ Peserta didik bertanya jawab dengan guru berkaitan dengan materi sebelumnya dan materi yang akan dipelajari
➢ Peserta didik menyimak apersepsi dengan mengkaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi pembelajaran sebelumnya
Pemberian Acuan
➢ Guru menyampaikan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung
➢ Guru menyampaikan manfaat dan pentingnya kompetensi dengan argumentasi yang kuat dari berbagai sudut pandang keilmuan dan kehidupan sehari-hari yang terjadi di lingkungan peserta didik
➢ Guru menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran dengan menanamkan pembudayaan karakter yang harus dicapai oleh peserta didik
➢ Guru memberikan pretest untuk mengukur kompetesi awal peserta didik Kegiatan Inti (40 menit)
Sintak Model
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dengan cara :
→ Melihat
➢ Peserta didik melihat Power Point Teks yang telah disajikan guru tentang materi Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Orientasi peserta didik pada masalah
➢ Peserta didik melihat ilustrasi gambar permasalahan yang telah disajikan guru tentang pelanggaran terhadap Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
→ Mengamati
➢ Peserta didik mengamati ilustrasi gambar permasalahan yang telah disajikan guru tentang pelanggaran terhadap Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
➢ Saat peserta didik mengamati gambar permasalahan, guru memberikan penguatan karakter kepada peserta didik agar selalu berperilaku sesuai dengan Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengorganisasian Peserta Didik
→
Pengorganisasian Peserta Didik
➢ Guru membagi peserta didik masing-masing ke dalam 4 kelompok secara heterogen dan menyajikan pokok permasalahan yang harus diselesaikan masing-masing kelompok. Adapun permasalahannya adalah macam Norma, sumber, sanksi perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekitar peserta didik
➢ Guru memberikan LKPD kepada masing-masing kelompok
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
→ Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk membaca kompetensi dasar, indikator, tujuan, langkah-langkah pembelajaran serta kriteria penilaian yang terdapat dalam LKPD
→ Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan tersebut dan membimbing setiap kelompok untuk memecahkan permasalahan yang telah disajikan.
→ Peserta didik diminta untuk mengajukan pertanyaan dan mencari sumber lain agar mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang dianalisis dalam permasalahan
COLLABORATION (KERJASAMA)
→ Setiap kelompok mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi dan dianalisis
→ Setiap peserta didik membaca sumber lain selain buku teks
→
Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan menuliskan di buku catatan
Mengembangkan dan
menyajikan hasil
CREATIVE (KREATIF)
→ Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan laporan hasil diskusi pemecahan masalah
→ Setelah mendapatkan materi dari guru dan mendapatkan point point penting dari berbagai sumber dan literatur, peserta didik membuat hasil identifikasi dan analisis yang dituliskan pada LKPD lalu difoto dan dikirimkan melalui Google Classroom.
COMMUNICATION (MENGKOMUNIKASIKAN)
→ Peserta didik mengkomunikasikan atau menyajikan laporan sederhana yang berisi hasil pengamatan dan analisis terhadap permasalahan yang tertera pada LKPD
→ Guru meminta kepada peserta didik untuk menyimak dan menanggapi kelompok yang sedang melakukan presentasi hasil diskusi kelompoknya
→ Peserta didik melakukan tanya jawab saat presentasi yang sedang berlangsung
→ Guru melakukan penilaian proses keterampilan dan penilaian sikap gembira, tekun dan gotong royong selama kegiatan presentasi berlangsung
Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah
→ Sebagai bentuk relaksasi dan sekaligus mengevaluasi peserta didik, guru meminta peserta didik membuat resume
(CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang poin-poin
penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi
Catatan : Selama pembelajaran mengenai materi Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berlangsung, guru menilai keterampilan dan mengamati sikap peserta didik dalam pembelajaran yang meliputi sikap: sikap gembira, tekun dan gotong royong.
Kegiatan Penutup
J. Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Penilaian Kompetensi Sikap
Teknik penilaian kompetensi sikap menggunakan teknik penilaian pengamatan sikap. Pedoman pengamatan sikap dapat menggunakan format : Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : …
Hari, Tanggal : … Pertemuan Ke - : … Materi Pokok : …
No Nama Peserta Didik
Aspek Penilaian*
Sikap gembira selama mengikuti pembelajaran
di kelas
Sikap tekun mengikuti pembelajaran
di kelas
Sikap gotong royong mengikuti pembelajaran di
kelas
* Aspek yang dinilai dapat disesuaikan dengan materi Skor penilaian menggunakan skala 1-4, yaitu :
• Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai aspek sikap yang dinilai.
• Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai aspek sikap yang dinilai.
• Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai aspek sikap yang dinilai.
• Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai dengan aspek sikap yang dinilai.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses dan hasil penyelidikan yang telah dilakukan serta manfaatnya bagi peserta didik Guru memberikan motivasi dan penguatan terhadap karakter yang harus ditumbuhkan
oleh peserta didik
Guru memberikan reward/penghargaan kepada peserta didik yang telah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik
Guru meminta kepada ketua kelas untuk memimpin do’a penutup kegiatan pembelajaran Guru mengagendakan pekerjaan rumah kepada peserta didik untuk membuat catatan
agenda pengamalan perilaku yang mencerminkan sikap taat peraturan di rumah Guru menutup kegiatan dengan memotivasi peserta didik agar tetap selalu menjaga
kesehatan dan semangat
Guru mengucapkan salam penutup
Teknik penilaian kompetensi pengetahuan dengan mengobservasi jawaban dan diskusi yang berkembang dari diskusi dan tanya jawab yang dilakukan oleh guru.
Instrumen Observasi Pengetahuan Kelas : ...
Semester : ...
Pengetahuan yang dinilai :
(Materi Pertama)……….
(Materi Kedua)...……….………
No Nama Peserta Didik
Jawaban Peserta Didik Bertanya Menjawab
pertanyaan
Pretest (Test Awal)
PostTest (Test Akhir)
1 2 1-100 1-100
1 2
Observasi pengetahuan peserta didik dilakukan dalam bentuk mengamati diskusi dan pemikiran logis yang berkembang dalam diskusi. Penskoran aktivitas diberi skor rentang 1-4, dan nilai maksimal 100. Adapun kriteria skor diantaranya sebagai berikut.
• Skor 1 jika jawaban hanya bertanya
• Skor 2 jika jawaban berupa menjawab pertanyaan Nilai = Skor Perolehan × 50
• Nilai Preest
• Nilai Posttest
3. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/ saran, serta mengapresiasi pada saat menyampaikan hasil telaah tentang Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Lembar penilaian penyajian dan laporan hasil telaah dapat menggunakan format di bawah ini, dengan ketentuan aspek penilaian dan rubriknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta keperluan guru.
No Nama Kemampuan Kemampuan Memberi Kemampuan
Peserta Dididk
Bertanya Menjawab/
Berargumentasi
Masukan/
Saran
Menyajikan Laporan 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Keterangan : Diisi dengan tanda ceklist (√)
Kategori Penilaian : 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang
Nilai = Skor Perolehan × 50 2
Pedoman Penskoran (Rubrik)
4. Pengayaan
Kegiatan pembelajaran pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai materi. Bentuk pengayaan dapat dilakukan dengan antara lain sebagai berikut.
a. Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi pokok dari berbagai sumber dan mencatat hal-hal penting. Selanjutnya menyajikan dalam bentuk laporan tertulis atau membacakan di depan kelas.
No. Aspek Penskoran
1
Kemampuan Bertanya
Skor 4 apabila selalu bertanya.
Skor 3 apabila sering bertanya.
Skor 2 apabila kadang-kadang bertanya.
Skor 1 apabila tidak pernah bertanya
2
Kemampuan Menjawab/
Argumentasi
Skor 4 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan jelas.
Skor 3 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan tidak jelas.
Skor 2 apabila materi/jawaban benar, tidak rasional, dan tidak jelas.
Skor 1 apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional, dan tidak jelas.
3
Kemampuan Memberi Masukan
Skor 4 apabila selalu memberi masukan.
Skor 3 apabila sering memberi masukan.
Skor 2 apabila kadang-kadang memberi masukan.
Skor 1 apabila tidak pernah memberi masukan.
4
Kemampuan Menyajikan Laporan
Skor 4 apabila laporan yang dibuat sangat baik Skor 3 apabila laporan yang dibuat baik
Skor 2 apabila laporan yang dibuat cukup baik Skor 1 apabila laporan yang dibuat kurang baik
b. Peserta didik membantu peserta didik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran tutor sebaya.
5. Remedial
Remedial dilaksanakan untuk peserta didik yang belum menguasai materi dan belum mampu memahami Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan remedial dilakukan dengan mengulang materi pembelajaran apabila peserta didik yang sudah tuntas di bawah 75%.
Sedangkan apabila peserta didik yang sudah tuntas lebih dari 75% maka kegiatan remedial dapat dilakukan dengan :
a. Mengulang materi pokok di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang belum tuntas,
b. Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas, c. Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan.
Perlu diperhatikan bahwa materi yang diulang atau dites kembali adalah materi pokok atau keterampilan yang berdasarkan analisis belum dikuasai oleh peserta didik. Kegiatan remedial bagi kompetensi sikap dilakukan dalam bentuk pembinaan secara holistis, yang melibatkan guru bimbingan konseling dan orang tua.
6. Interaksi Guru dan Orang Tua
Interakasi guru dengan orang tua dapat dilakukan melalui beberapa langkah antara lain sebagai berikut. (1) Guru meminta kerjasama dengan orang tua untuk mendampingi peserta didik mempersiapkan Mind Mapping. (2) Guru meminta peserta didik memperlihatkan hasil pekerjaan yang telah dinilai/ dikomentari guru kepada orang tuanya.
Kemudian orang tua mengomentari hasil pekerjaan peserta didik. Orang tua dapat menuliskan apresiasi kepada anak sebagai bukti perhatian mereka agar anak senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hasil penilaian yang telah diparaf guru dan orang tua kemudian disimpan dan menjadi portofolio peserta didik.
BAHAN AJAR Mata Pelajaran : PPKn
Kelas / Semester : VII/ 1
Sekolah : SMP Negeri 7 Pesawaran
Kompetesi Dasar : 3.2 Memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.
Materi Pokok : Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat
• Pengertian Norma
• Norma merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu norm yang memiliki arti patokan, pedoman, atau pokok kaidah dan bahasa Latin yaitu mos yang memiliki arti tata kelakuan, adat istiadat, atau kebiasaan.
• Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya mengikat suatu kelompok orang didalam masyarakat. Dimana norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan juga pengendali tingkah laku yang sesuai
• Soerjono Soekanto yang merupakan Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia juga menyatakan bahwa norma sosial adalah sebuah perangkat yang di mana norma tersebut dibuat agar hubungan yang ada di dalam suatu lingkungan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan atau diharapkan
• Berdasarkan pengertian yang ada dari berbagai macam ahli dan Kamus Besar Bahasa Indonesia di atas mengenai pengertian norma, dapat disimpulkan bahwa normal sosial merupakan aturan yang dibentuk karena adanya suatu kebutuhan masyarakat akan ketertiban yang ingin dicapai dalam kehidupan sehari-hari, dan jika norma atau peraturan yang ada dilanggar, orang tersebut akan mendapatkan sanksi sesuai dengan kesepakatan yang sudah berlaku
• Fungsi Norma
• Untuk memastikan terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih aman dan tertib.
• Untuk mengatur perbuatan masyarakat agar sesuai dengan nilai yang ada dan berlaku.
• Agar dapat mencegah adanya benturan kepentingan antar masyarakat.
• Untuk membantu masyarakat dalam mencapai tujuan atau kesepakatan bersama.
• Digunakan sebagai petunjuk maupun pedoman yang dapat digunakan untuk menjalani hidup di lingkungan masyarakat sebagai individu.
• Norma digunakan agar dapat mengatur perilaku masyarakat.
• Norma digunakan agar adanya suatu batasan untuk tidak dilanggar .
• Norma digunakan untuk mendorong individu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang ada berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.
• Norma berdasarkan sifatnya : 1. NORMA FORMAL
Norma formal, merupakan suatu aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang dirumuskan oleh pihak yang berwenang seperti pemerintah maupun lembaga masyarakat atau institusi resmi yang berguna untuk mengatur masyarakat dan memastikan adanya kesepakatan bersama yang sifatnya resmi maupun formal.
• Contoh dari norma formal yaitu, mengenai pelestarian lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Daerah. Yang kedua, norma mengenai penataan pemukiman yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Daerah. Selanjutnya, kependudukan yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 15 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Daerah, dan masih banyak lagi.
2. Norma Non Formal
• Norma non-formal, merupakan suatu bentuk ketentuan maupun aturan yang dijalankan masyarakat dalam sebuah lingkungan tanpa diketahui siapa yang
merumuskannya dan biasanya bentuk dari norma non-formal ini tidak tertulis, namun masyarakat menjalankannya karena kesadaran ataupun sudah menjadi kebiasaan dalam diri untuk menjaga keharmonisan lingkungan masyarakat yang sifatnya tidak resmi dan tidak memaksa masyarakatnya untuk menjalankan aturan tersebut.
• Contoh dari norma non-formal yaitu, aturan-aturan yang ada di rumah maupun
keluarga, seperti bagaimana cara kita bersikap ketika makan maupun minum, dan juga bagaimana cara kita berpakaian yang biasanya norma non-formal ini berbentuk
sebuah kebiasaan
• Macam Norma yang berlaku dalam Masyarakat
Di dalam lingkungan masyarakat sendiri, norma dibagi menjadi 4 berdasarkan jenisnya yang terdiri dari :
1. Norma Agama 2. Norma Kesusilaan 3. Norma Kesopanan 4. Norma Hukum
Aturan yang nyata juga perlu melalui proses sosialisasi. Pertama, aturan harus diketahui oleh anggota masyarakat, selanjutnya peraturan akan diakui oleh anggota masyarakat, artinya masyarakat akan merasa memiliki aturan tersebut dan terikat oleh aturan. Selanjutnya, aturan akan dihargai oleh masyarakat. Jika
• Perilaku yang sesuai dengan Norma yang berlaku di Masyarakat
dihargai, masyarakat memahami tentang tujuan dan manfaat norma. Masih dengan buku PPKn di atas, berikut merupakan contoh perilaku sesuai norma dalam kehidupan sehari-hari. Budaya malu, yaitu sikap malu jika melanggar aturan. Misalnya, malu datang terlambat hadir di sekolah; malu ketika berbuat salah; malu ketika tidak bisa menjaga rahasia teman; dan lain-lain. Budaya tertib, yaitu membiasakan bersikap tertib di mana pun kalian berada. Misalnya, mengikuti antrian sesuai dengan nomor antrian; mematuhi peraturan lalu lintas;
dan lain-lain. Budaya bersih, yaitu sikap untuk berkata dan berperilaku jujur dan bersih dari tindakan-tindakan kotor. Misalnya, tidak menyontek ketika ulangan atau ujian; tidak mencuri atau korupsi; selalu berbicara jujur; tidak menjelek- jelekan orang lain; dan lain-lain. Budaya sopan, yaitu sikap untuk selalu berlaku sopan di mana pun dan kepada siapa pun. Misalnya, menghormati orang lain;
berbicara santun kepada orang yang lebih tua; membiasakan diri untuk mengucap maaf, tolong, dan terima kasih; dan lain-lain. Budaya musyawarah untuk mufakat.
Misalnya, pengambilan keputusan oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan bersama (konsensus) baik melalui musyawarah atau pemungutan suara;
membicarakan permasalahan secara bersama untuk mencapai mufakat; dan lain- lain
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
“NORMA YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT”
Mata Pelajaran : PPKn Kelas / Semester : VII/ 1
Sekolah : SMP Negeri 7 Pesawaran
Kompetensi Dasar : 3.2 Memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan.
Petunjuk belajar :
LKPD ini merupakan bentuk lembar kerja peserta didik berupa teori atau praktik.
LKPD ini adalah lembar kerja sebagai bentuk umpan balik untuk peserta didik yang diberikan oleh guru.
GAMBAR 1 GAMBAR 2
GAMBAR 3 GAMBAR 4
Petunjuk pelaksanaan tugas :
1. Kerjakan tugas ini secara berkelompok.
2. Simaklah gambar yang diberikan
3. Silahkan kalian mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan tersebut dan kaitan materi yang sesuai dengan pokok bahasan hari ini.
4. Selanjutnya foto hasil LKPD ini dipresentasikan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
MEDIA PEMBELAJARAN BAB 2
NORMA DAN KEADILAN
Meishya Puspita A, S.Pd
3.2 Memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat
Tujuan Pembelajaran :
Melalui pembelajaran dengan peserta didik dapat:
1.
Bersyukur atas keberadaan norma dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dengan rendah diri.
2.
Menjelaskan pengertian norma dengan benar.
3.
Menyebutkan macam - macam norma dalam masyarakat dengan benar
4.
Membandingkan masing - masing sanksi norma yang berlaku dalam masyarakat dengan tepat.
5.
Memberikan contoh perilaku yang tidak sesuai dengan norma dengan benar.
6.
Memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan norma dengan benar
7.
Menyajikan hasil telaah pengertian dan macam macam norma dengan baik.
A. NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Aristoteles mengatakan bahwa Manusia adalah zoon politicon artinya manusia selalu hidup berkelompok dalam masyarakat
Manusia mempunyai dua kedudukan : Makhluk sosial yaitu Manusia selalu
membutuhkan orang lain (makan :
beras, sayur, lauk, alat dapur, memasak) Ia akan tergabung dalam kelompok
manusia yang memiliki keinginan dan harapan yang harus diwujudkan
bersama-sama
Makhluk Individu yaitu tiap orang memiliki
perbedaan pemikiran dan perbedaan
kepentingan (makan : sop / tumis / tahu
/ oncom)
A. NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Oleh Karena Itu,
Untuk Menghindari Adanya Benturan Akibat Perbedaan Tersebut. Diperlukan
Suatu Tatanan Hidup Berupa Aturan- aturan Dalam Pergaulan Hidup Di
Masyarakat atau disebut dengan NORMA
Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Setiap Orang Memiliki Perbedaan Kepentingan.
Perbedaan Kepentingan Dapat Menimbulkan Adanya Perselisihan, Perpecahan, Bahkan Menurus Ke Arah
Terjadinya Kekacauan
A. NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Menurut John J. Macionis yang merupakan profesor sosiologi menyatakan(1997), norma merupakan segala aturan dan harapan yang ada di masyarakat yang memandu segala perilaku yang dilakukan anggota masyarakat.
Soerjono Soekanto yang merupakan Lektor Kepala Sosiologi dan
Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia juga
menyatakan bahwa norma sosial adalah sebuah perangkat yang
di mana norma tersebut dibuat agar hubungan yang ada di dalam
suatu lingkungan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang
diinginkan atau diharapkan
A. NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Dapat disimpulkan bahwa Norma adalah tata aturan atau peraturan yang berisi perintah dan larangan
Norma atau kaidah juga dapat dinyatakan
merupakan patokan atau pedoman untuk bersikap dan bertingkah laku dan bagi orang yang
melanggaranya dikenai sanksi
FUNGSI NORMA
Untuk memastikan terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih aman dan tertib.
Untuk mengatur perbuatan masyarakat agar sesuai dengan nilai yang ada dan berlaku.
Agar dapat mencegah adanya benturan kepentingan antar masyarakat.
Untuk membantu masyarakat dalam mencapai tujuan
atau kesepakatan bersama.
FUNGSI NORMA
Digunakan sebagai petunjuk maupun pedoman yang dapat digunakan untuk menjalani hidup di lingkungan masyarakat sebagai individu.
Norma digunakan agar dapat mengatur perilaku masyarakat.
Norma digunakan agar adanya suatu batasan untuk tidak dilanggar .
Norma digunakan untuk mendorong individu untuk dapat
beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang ada
berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.
JENIS NORMA
Ada bermacam-macam norma yang berlaku di masyarakat.
Macam-macam norma yang telah dikenal luas adalah:
▪ Norma Agama
▪ Norma Kesusilaan
▪ Norma Kesopanan
▪ Norma Hukum
Perbedaan keempat jenis norma tersebut didasarkan atas
sumber dari norma tersebut serta dari sanksi yang melekat
pada norma tersebut
Bersumber dari TUHAN
(aturan & larangan Tuhan)
Bersumber dari HATI NURANI (perasaan baik & buruk)
Bersumber dari MASYARAKAT (perilaku baik / buruk)
Bersumber dari NEGARA (UUD / aturan)
MACAM- MACAM
NORMA
Norma Agama
Norma Kesusilaan
Norma Kesopanan
Norma Hukum
NORMA AGAMA
bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa
NORMA KESUSILAAN
bersumber dari HATI NURANI
suara hati nurani yang dimiliki manusia selalu mengatakan kebenaran dan kejujuran yang akan mengarahkan manusia kepada kebaikan.
contoh : siswa yang mengikuti hati nurani tidak akan mencontek, karna itu
perbuatan salah
NORMA KESOPANAN
Bersumber dari tata kehidupan atau budaya yang berupa kebiasaan- kebiasaan masyarakat dalam mengatur kehidupan kelompoknya.
Mana yang pantas dan tidak pantas, sopan dan tidak sopan, boleh dan tidak boleh dilakukan sesuai kesepakatan bersama.
Memungkinkan terbentuk aturan yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lain.
Contoh : tata cara berpakaian, berperilaku dengan orang lain, bertamu kerumah orang lain,
menyapa orang lain, cara makan, dll.
kesopanan