• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hidup Suyatin untuk Kartini.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hidup Suyatin untuk Kartini."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

-w-V/ACANA

4

Kamis

Lesi 21

Aprir

2016

HARIAN

BERNAS

Hidup

Suyatin

untuk

Kartini

IIARI

Kartini kita

peringati setiap tangal

21

April.

Namun,

masih ada

Kartini-Kartini

hebat

yang

berjuang

bagi

emansipasi perempuan

di

masanya. Suyatin

Kartowijono,

.

mungkin

tidak

banyak orang mengenalnya, na-rnun Suyatin merupakan aktivis pejuang hak-hak perempuan. Ia

merupakan tokoh feminis

(1950-1960). Sebagai seorang feminis

liberal,

totalitas perjuangan dan pemahaman budaya masyarakat merupakan misinya.

.

Suyatinlahirdarikeluargake-las menengph pada masa kolonial

tepatnya 7 Mei 1 907, di Wates,

yo-gy akarta. Ayahnya Joyohadirono

seorang pegawai Jawatan Kereta

Api

dan

juga

salah satu pendiri

Budi

Utomo,

di

Sumpiuh. Masa

kecilnya dihabiskan

di

daerah Sumpiuh beberapa kilometer dari Yogyakarta. Sepanjang hidupnya

Suyatin menekuni Auln rn"niuai

bagian

pergerakan perempuan, dalam hal

ini

melalui organisasi perempuan PE RWAR I (persaruan Wanita Republik Indonesia).

Selayaknya anak pada umum-1Va, Suyatin sosok ibunya yang lembut dan begitu halus

Aitutiitan

dalam sebuah memoar berjudul

Sumb an gs ih ku b agi P ertiwi,

kum-pulan P engalanan dan P emikiran. Ayah Suyatin juga mengajarinya untuk berpikiran bebas, realisiis dan apa adanya, selain itu

diteri-manya sebagai bagian pendidikan.

Maka

Suyatin

berpikir

bahwa kebebasan berpikir

iru

tidak lagi dihambal oleh aturan-aturan

adit

atau noma-norma tradisional yang

tidak masuk akal.

Kehidupan pada masakolonial

dan.qlsyarakat yang memegang

fradisifeodalmemunculkankepril

:

hatinan Suyatni atas perempuan-perempuan

yang menjadi

selir

dan garwa padmi. Maka semangat

revolusionernya muncul

atas

pemikiran

R.A Kartini.

dalam

bukunya

Door

Duisternis

tot Licht

(Habis Gelap terbitlah terang), yang dibacanya saat berusia 12 tahun.

Di

dalambuku itu diuraikan sikap

menen-tang feodalisme, dalam hal aristokrasi

yang menempatkan perempuan pada posisi di belakang.

Menjiwai

Kartini

Kartini bagi Suyatin bukan hanya

sosok perempuan Jawa yang menuiis

surat-swat dengan isi dan pemikiran yang sarat dengan ide; cita-cita

per-jy""glt

dan pembelaan perempuan

lgn

{alam

budaya Jawa khusuinya.

Kartini

baginya adalah

s"orang perempuan

yang menjelma

dalam dirinya. Beberapa pemikiran Kartini

menggugah Suyatin untuk

mewujud-kan apa yang dicita-citakan Kartini.

Karena sempat beq'uang menekan adat

yang mengobj ekkan perempuan maka Suyatin sempat dikucilkan tahun I 93 0

drn pergi ke Cirebon.

Imitasi

diri Kartini

semakin jelas saat

ia

memerankan

tokoh

Kartini:

atas idenya sendiri pada suatu acara

seremonial memperingati

25

tahun

Ratu Wilhelminabertahta. Saat itu, Jong

Javamenampilkan semacam sandiwara

atas kehidupan Kartini, khususnya saat

mengajar.

Suyatin

berargumentasi

bahwa

Karini tidak

hanya berjuang

untuk

kaumnya, cita-citanyu unrul

kemerdekaan bangsa, dan kemampuan berdiri sendiri untuk masyarakat sosial menengah ke bawah.

Pengaruh Kartini yang begitu besar

pada

diri

Suyatin terlihat kimudian

dalam

organisasi PERWARI yang

dipimpinnya. bahwa gerak, pe4uanl

gan dan kegiatan yang dilakukannya merupakan refleksi ide danpemikiran

Kartini.

Suyatin

juga

pendirikan

sekolah dan asrama perempuan, serta

menolak

poligami

dengan undang-undang perkawinan.

pelgan

berorganisasi, Suyatin

menjadikan organisasi sebagai wadah mengaktualisasikan pemikiran Kartini

dan apa yang telah dirintisnya membuka

kesernpatan perempuan mendapat hak

pendidikan dan hukum.

Suyatin{nemu-lai kdgiatan berogranisasi sejak masih sekolah

di MULO

(Meer Uitgebreid Lager Onderwij s) atausetingkat

seko-lah pertama. lde-ide dan pemlkirannya punbanyak dituangkan dalamtulisan di

Suara Pe rwa rimajalah semacam j urnal

yang terbit sejak tahun I 950. Ketika peringatan Hari Ibu ke-25

tahun 1953,

ia

menulis

opini

dalam suratkabar M e rde ka y ang menyatakan bahwa perempuan Indo-nesia

mema-gyki

fase pertama feminisme, yaitu

liberal

yang perjuangannya menitik

beratkan pada lingkup publik dengan saranapendidikan, hukum, danumum-nyaJunfutan persamaan kesempatan. Dari hidup Suyatin kita dapat

me-I ihat y ang p e r t a m a., peliu.anga.n unruk bangsa bisa dimulai dari perjuangan bagi daerah di segala bidang, sbtringgu

pampu memajukan daerahnya lewat kemitraan dengan berbagai l-embaga.

Ifedqa, kebutuhan diri bisa didapatkan dengan pikiran

kritis

dan budiluhur,

sehingga ciri klas sebagai perempuan bersahaja tersemin

liryai

tindakan tulus dan cerdas bukan semata

mem-percantik diir. Ketiga,

memiliki

niat

dan semangat untuk memperj uangkan

lut-lut

yang tertindas

denganleg-iatan berorgani sasi hingga pirtis ipaii dalgm parlemen.

.

Gagasan lainnya adalah penting

_bagr perempuan untuk banyak menim_

ba ilmu peqgetahuan, terutama untuk kaum ibu sehingga lebih pantlai dalam

mengasul anak. Selain perempuan menguasai

ilmu

pengetahuan minu_

rut.nya dapat memanfaatkan untuk misi

perdama_ian seperti yang di urai kannya

dalam tulisan Wan i ta dan pe rda ma i

i

n.

Patutlah

kita

berjuang demi bangsa

dengan mendalami karakter

para tokoh bangsa, khususnya perempuan-perempuan lndonesia vans mensikuti jejak Kartini. Namun. langf,atr iniperlu

didukung pemerintah agaipara aktivis sosial dan

politik

di kilangan

perem-puan bebas beraspirasi mewakili suara

masyarakat Jndonesia.

***

Brigida lntan.

Dosen pendidikan Sejarah

FKIP

USD yogtakarta

Pooamtrtrrn\ra-J

<r

r,r T)-^-. ^

Referensi

Dokumen terkait

Paparan diatas menunjukkan bahwa sebenarnya perempuan mempunyai peran yang cukup signifikan bagi pengembangan komunitas di sekitarnya, yang berdampak secara tidak langsung

Qur’an ditujukan kepada orang Arab yang tidak mungkin memuat sesuatu yang tidak dipahami atau belum dikenal pada masanya, (3) kelemahan teologis, bahwa al-Qur’an

Di tengah situasi dan kondisi yang mungkin sulit dan tidak menentu saat ini, kita perlu dan harus berjuang untuk tidak bersungut-sungut dengan selalu mengingat akan kemurahan Tuhan

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha, berdoa , selalu optimis , percaya diri dan mau berjuang insyaallah apa yang kita ingankan dan kita

Di samping itu, Kartini berharap agar perempuan diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan tujuan agar mereka (perempuan)

282 Selanjutnya Moeljatno menyatakan bahwa “orang tidak mungkin dipertanggungjawabkan (dijatuhi pidana) kalau dia tidak melakukan perbuatan pidana. Tetapi

Penulis menitikberatkan pada unsur tokoh utama wanita tersebut tantang emansipasi dan gambaran emansipasi yang terdapat dalam novel Tiga Orang Perempuan karya Maria

Mungkin apabila tidak ada Ulama-Ulama yang berjuang di garis depan untuk memperjuangkan Kemerdekaan ini,kita tidak mungin menikmati Kemerdekaan saat ini., oleh karena itu kita sebagai