USULAN
PENELITIAN UNGGULAN PERGURUAN TINGGI
Development and Upgrading of Seven Universities in Improving the Quality and Relevance of
Higher Education in Indonesia
INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAH MENUJU
PENGEMBANGAN INDUSTRI INTI DI DAERAH (TAHUN III)
TIM PENGUSUL
Dr. Ir. Hesty Heryani, M.Si. NIDN 0020066703 (Ketua) Agung Nugroho, S.TP, M.Sc, Ph.D NIDN 0019078302 (Anggota) Thresye,S.Si, M.Si NIDN 0004057209 (Anggota)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT JANUARI, 2016
Kode/Nama Rumpun: 161/ Teknologi Industri Pertanian
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL ... . iv
DAFTAR GAMBAR ... v
RINGKASAN... vi
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ……….... 3
BAB 3. METODE PENELITIAN ……….. . 6
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ………... . . 11
DAFTAR PUSTAKA .……….……. . 13
LAMPIRAN …………...………... . . 16
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi yang
Diajukan Per Tahun ………... 11 Tabel 2. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian………... 11
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Peluang untuk turunan dari tanaman berkhasiat obat
(Hesty H, 2009)....………... 6 Gambar 2. Bagan alir penelitian yang telah dikerjakan
pada Tahun I...………... 8 Gambar 3. Bagan alir penelitian yang akan dikerjakan pada Tahun II..…... 9 Gambar 4. Bagan alir penelitian yang akan dikerjakan pada Tahun III... 10
RINGKASAN
Data Tahun 2013 di Kalimantan Selatan menunjukkan terjadinya peningkatan luas pertanaman aren yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu tiga tahun (2013- September 2015) program peremajaan aren digalakkan oleh Pemerintah, khususnya Dinas Perkebunan. Luas area khusus untuk Kalimantan Selatan, terjadi peningkatan mencapai 172,54% (dari 1.442 Ha menjadi 2.488 Ha) dengan produksi mencapai 3.205 ton.
Tujuan dari penelitian Tahun III adalah membangun kompetensi inti industri daerah berbasis komoditas hasil pengelolaan manajemen lahan basah dan lahan sub optimal dari hasil invensi pada Tahun I dan Tahun II, selanjutnya dilakukan translasi dengan menerapkan manajemen pengelolaan lahan basah terpadu, menerapkan sistem rotasi panen nira, menjaga stabilitas dan konsistensi hasil rekayasa proses produksi Tahun II secara sustainable, pengembangan usaha mikro menjadi IKM Gula Merah Inovatif (sesuai dengan SNI 013743.1995), membentuk cluster industry prioritas bersama untuk scale up, menerapkan rumah produksi berstandar ASEAN, mengembangkan jangkauan pasar, sehingga IKM dimaksud menjadi Industri Inti di Daerah mengingat berbasis bahan baku local dan melakukan sustainabilitas dengan menerapkan kearifan lokal.
Metodelogi yang dikembangkan pada Tahun III yaitu perbaikan sistem budidaya tanaman aren menerapkan Model manajemen pengelolaan lahan basah terpadu (hasil Tahun II), menerapkan SOP dari hasil Metodelogi Rakayasa Proses Produksi untuk menjaga stabilitas dan konsistensi hasil rekayasa proses produksi Tahun III, standarisasi mutu produk dengan menerapkan GAP, GHP dan GMP, mengembangkan cluster prioritas, mengubah industri mikro menjadi IKM menerapkan Inovasi SOP dengan value added 15% up, meningkatkan jumlah Mitra petani dengan Pelanggan dan Perusahaan, menentukan posisi strategis dalam SIDa dan Pengembangan Industri Provinsi. Pada hasil Riset Tahun II, sudah berhasil masuk Rencana Induk Pengembangan Industri Provinsi;RIPIP urutan 6 untuk industri agro Kalsel, menerapkan metode expert judgment menggunakan 30 responden yang memahami perkembangan industri agro Kalimantan selatan, instrumen berupa form kuesioner penilaian. Nilai mengacu skala Likert dari 1-7 dengan meniadakan skala penilaian 4 (ragu-ragu).
Hasil yang sudah diperoleh pada Tahun I mampu membuktikan hipotesa bahwa pemberian senyawa „anti gait‟ pada formula yang tepat akan dapat mempertahankan pH nira saat menuju proses pengolahan. Pada bagian lain juga diperoleh hasil bahwa senyawa tersebut mampu memperpanjang umur simpan dari produk gula yang diproses masih dalam standar tradisional yang berlaku di masyarakat setempat serta mampu meningkatkan rendemen gula.
Penelitian Tahun II menghasilkan rekayasa metodelogi yang mampu mencapai value added di atas 15% akan tetapi masih skala mikro dengan standar mengacu SNI.
Pangan fungsional dari gula aren memiliki fungsi khusus sebagai antioksidan, antimikroorganisme yang berkesetaraan saat uji MGO serta MDA dan aktif katalase.
Selain itu standar output mengacu pada proses produksi menggunakan Standarisasi Pelayanan Makanan dan Minuman ASEAN (SNI Valuasi,2013).
Target capaian Tahun III, adalah terbangunnya hasil invensi menjadi sebuah inovasi inklusif berupa rumah produksi gula aren berstandar ASEAN, terciptanya
kelompok petani aren dengan terbangunnya cluster aren di lokus, peningkatan kategori usaha masyarakat dari usaha mikro menjadi IKM dengan pengembangan pasar yang lebih jauh, mengembangkan e-commerce gula fungsional aren untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani aren sinergi dengan program SIDadan masuk dalam RIPIP.
Untuk jangka panjang yang berkelanjutan, hasil penelitian dapat membangun kompetensi inti industri daerah berbasis komoditas hasil pengelolaan manajemen lahan basah dan lahan sub optimal berupa hasil-hasil invensi, selanjutnya dilakukan translasi untuk kemudian menjadi produk komersialisasi. Produk komersial tersebut merupakan bentuk suatu inovasi dalam pembangunan inklusif dalam upaya program pengembangan industry prioritas, dalam hal ini industri gula sesuai yang dicanangkan Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian,2012) bersama Kemenristek Dikti dan Kementerian Keuangan RI.
Kata kunci : value added, inovasi, inklusif, gula aren, cluster
BAB 1. PENDAHULUAN
Pembangunan inklusif merupakan lawan kata dari pembangunan eksklusif yang berarti pembangunan hanya untuk kelompok tertentu saja. Pembangunan inklusif menghendaki hasil pembangunan yang dicapai dapat dinikmati oleh segenap lapisan masyarakat khususnya di pedesaan atau wilayah tertinggal.
Dalam RPJMN tahun 2010-2014 secara eksplisit disebutkan pentingnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Selanjutnya pada RPJMN tahun 2015-2019, untuk pembangunan iklusif bahkan di follow up dengan adanya kementerian baru yaitu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pembangunan inklusif dalam proses perumusan kebijakan dan implementasinya harus melibatkan pemangku kepentingan untuk dapat berperan aktif dan bekerjasama dengan membangun konsensus keberpihakan kepada masyarakat yang masih tertinggal.
SINAS sebagai suatu sistem inovasi nasional merupakan interkasi antara unsur kelembagaan iptek yang diarahkan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lingkup nasional. Pengembangan sistem inovasi nasional bertujuan untuk proteksi, pembiayaan mandiiri, regulasi Iptek baru untukpeningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Inovasi pembangunan inklusif yang dikerjakan terarah menghasilkan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya dalam menjaga keberlanjutan kualitas nira aren sehingga mampu memproduksi gula merah berkualitas tinggi dan memiliki fungsi khusus. Dominasi teknologi lebih dirasakan dalam memberikan value added dalam peningkatan ekonomi masyarakat target.
Inovasi demikian dirasa penting mengingat Kalimantan Selatan menempati Peringkat 26 untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nasional, dimana parameter yang menjadi dasar acuan adalah Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat.
Atas dasar hal tersebut maka penelitian ini secara umum bertujuan untuk : 1. Mengembangkan hasil invensi yang sudah dicapai Peneliti dari Hibah IDB Tahun I
dan II dengan proses hilirisasi standar dan komersialisasi produk.
2. Mensinergikan RUPT dengan Program Kebijakan Pemerintah seperti Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Sistem Inovasi Nasional (SINas), Rencana Induk Pengembangan Industri Provinsi (RIPIP) dan Rencana Induk Pengembangan
Industri Nasional (RIPIN) untuk menjawab tantangan sektor riil terkait kebutuhan Ipteks-Sosbud dan peningakatan IPM, khususnya ekonomi masyarakat pedesaan (wilayah inklusif).
3. Menjalin networking dalam upaya Implementasi konsep ABGc.
4. Meningkatkan taraf usaha rumah tangga/mikro menjadi IKM dan bahkan dari IKM menjadi skala industri daerah.
5. Mengembangkan Model Manajemen Lahan Basah terpadu sangat membantu dalam implementasi GAP, GHP dan GMP secara berkelanjutan.
6. Qualitas produk sesuai SNI dan Proses Produksi diarahkan dan dijaga mengacu pada Penerapan Standarisasi Pelayanan Makanan dan Minuman ASEAN untuk bersaing pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
Urgensi dari penelitian ini sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Lembaga Penelitian Universitas Lambung Mangkurat (RIP Lemlit Unlam) 2012-2016, terkait ketahanan pangan, khususnya manajemen pengelolaan lahan basah terpadu sudah diperoleh teknologi untuk perbaikan kualitas nira aren dan keberlanjutan bahan baku, walaupun Tahun III diperlukan verifikasi dan validasi Model dimaksud. Selain hal tersebut ke unikan dari produk gula aren yang dihasilkan memiliki fungsi khusus yang berkaitan dengan kasiat tanaman obat khas Suku Dayak Kalimantan. Konsep Pemikiran sangat relevan dengan RIP Lemlit Unlam, terkait dengan pengkajian etnobotani dan etnofarmakologi dalam rangka pemanfaatan Jamu/Bahan Jamu (karena gula aren merupakan komponen utama dalam bahan jamu), pengembangan tanaman obat sejalan dengan kearifan local serta potensi pengembangan tanaman berkhasiat obat berstandar industri yang dapat menjadi kompetensi inti industri di daerah. Di sisi lain kesiapan hasil riset dalam menyongsong perdagangan bebas berbahan baku lokal (local content),berstandar global, khususnya menyambut MEA 2015.
Target Tahun III yang dihasilkan berupa Produk komersial, TTG yang sangat bermanfaat bagi pengguna sektor riil sejalan dengan Industri Prioritas berbasis komoditas unggulan lokal, buku referensi, paten metodelogi, publikasi ilmiah.
Selain itu hasil Tahun III dengan melakukan replika yang terstandar pada produk, rencana akan dikembangkan dalam bentuk Hibah Inovasi Perguruan Tinggi di Industri atau Hibah RAPID dalam Karya Pembangunan Inklusif Berbasis Komoditas Unggulan Lahan Basah Menjadi Industri Inti di Daerah, khususnya Kalimantan Selatan.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
State of the art atau yang sering dikenal dalam lingkungan kampus dengan sebutan SOTA dalam penelitian dimaknai dengan hasil yang diperoleh merupakan
pencapaian dari solusi atas permasalahan yang ada. SOTA dapat berupa metode terbaru, alat terbaru (hasil rekayasa) maupun model hasil dari suatu metode tercanggih yang sifatnya dapat menyelesaikan permasalahan. Dengan catatan invensi yang dihasilkan merupakan tahapan dari sebuah road map riset untuk dapat dijadikan sebuah hasil inovasi teknologi (dengan penyempurnaan) dalam hal ini berupa metode proses terstandar untuk mencegah nira aren menjadi „gait‟ (masam) (Hesty H,2013), mampu menghambat tidak optimalnya fungsi hati, serta produk gula merah yang dihasilkan berstandar ASEAN (Hesty Heryani, 2010).
Peta Jalan dari Peneliti Waktu
Pelaksnaan
Kegiatan yang dilakukan Invensi Diseminasi
2009-2010 1. Melakukan Pembinaan Proses Pembuatan Gula Merah di Lampihong, Balangan Kalsel (masih dengan Metode Standar Di Masyarakat
Pengrajin Gula Merah) 2. Melakukan Perbaikan
Metodelogi pada Input- Proses-Output-Outcome
Perbaikan Metodelogi Proses Produksi berbasis Kearifan local.
Kualitas gula „Mendekati‟
Standar Nasional Indonesia untuk Gula.
Seminar TTG Kegiatan CSR YABN
2011-2012 1. Penerapan HACCP untuk Keamanan Pangan.
2. Mengganti dan Membuat bahan ekstrak anti ‟gait‟
3. Menetapkan Metodelogi Proses Berbasis Kearifan Lokal
Novel ekstrak base batang cempedak dan batang nangka.
Metode standar
pencampuran ekstrak standar dengan nira sebagai anti‟gait‟
Semi-Loka Jamu Nasional, IPB Bogor Seminar
Internasional Biofaharmaceutical Undip
2013-2014 1. Diperoleh ekstrak terstandar senyawa anti „gait‟ yang dapat menstabilkan nira.
2. Diperoleh metode proses produksi gula aren yang sesuai standar Produksi dan Keamanan Pangan.
ekstrak terstandar
Metode Proses Produksi.
Seminar Nasional Jamu Indonesia
Seminar Internasional Manajemen
3. Diperoleh data alur metabolit sehingga gula aren „anti gait‟
yang diproduksi dapat dibudidayakan secara berkelanjutan dan optimal di lahan basah (konsep kesesuaian lahan)
Data Potensi Wilayah Pengembangan Tanaman Aren yang berkualitas tinggi
Pengelolaan Lahan Basah
2014-2015 1. Diperoleh Formulasi optimal antara senyawa „Anti Gait‟
untuk pH tertentu dengan keberadaan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai
hepatoprotector.
2. Dihasilkan gula merah yang berfungsi menekan hepatitis B yang teruji secara in vivo.
3. Uji Kualitas gula sesuai SNI dan Standarisasi
Pelayanan Makanan
dan Minuman
ASEAN.
Formula Terbaik
Produk yang mampu menjaga fungsi hati.
Gula Merah Inovatif berstandar SNI dan Standarisasi ASEAN.
International Conference on Tropical and Coastal Region Eco-
Development 2014
Jurnal Ilmiah Terakriditasi / Paten
2015-2016 Hibah Kerjasama Luar Negeri dam Publikasi International (Anggota) Unlam - Sangji
University Korea Selatan
Ditemukan Senyawa Bioaktif baru yang memiliki fungsi khusus bagi kesehatan
Jurnal International (GNPL-2016- 0036)
Main Flavonoid of Carica papaya L.
Leaf (Natural Product Research) 2015-2016 1. Pengembangan IKM
Gula Merah Inovatif (sesuai dengan SNI 013743.1995) dan Standarisasi ASEAN.
2. Membentuk cluster industry prioritas bersama dengan
Sejalan dengan RIP Lemlit Unlam (2012-2016).
Topik 1 (Pengembangan IKM dan Cluster Industri)
TTG
Kerjasama Industri
industry jamu lainnya (mengingat gula merah merupakan
bahan utama
campuran jamu).
3. Menjadikan IKM
dimaksud dan
dikembangkan
menjadi Industri Inti di Daerah mengingat berbasis bahan baku
local, bisa
dibudidayakan,
memiliki kompetensi Inti serta berbasis kearifan local.
dan Topik 5 (Pemanfaatan obat tradisional yang berasal dari hutan dan lahan basah Kalimantan menjadi satu produk pangan fungsional (pangan memiliki fungsi khusus bagi kesehatan).
Pengembangan Inovasi untuk Pembangunan Inklusif di Lokus
Prosiding FKPTPI ISBN : 978-602- 14546-1-9
2016-2017
Akan dilaksanakan : Hilirisasi Gula Aren fungsional, dilanjutkan dengan Komersialisasi
1. SOP Metode Rekayasa Proses Produksi (Hasil Riset Tahun II)
2. SNI 013743. 1995 3. Standar Rumah
Produksi ASEAN 4. Diversifikasi Produk 5. Pengembangan
Teknologi Kemasan 6. Kode batch Produksi
dan Barcode
1.Real action di masyarakat
2.SOP Metodelogi
2016-2017 Akan dilaksanakan : Komersialisasi Gula aren fungsional
7. Model Pengelolaan Manajemen Lahan Basah Terpadu (Hasil RisetTahun II) 8. Cluster Petani Aren 9. Peningkatan usaha
mikro menjadi IKM 10. Link Industri Jamu
/Kuliner khas Daerah 11. Pelayanan purna jual 12. Pemesanan by e-
commerce
Sosialisasi Rumah Produksi Standar ASEAN
BAB 3. METODE PENELITIAN
Pada Gambar 1 terlihat, peluang terbesar nira aren sinergi dengan bahan bioaktifdari tanaman khas Suku Dayak Kalimantan berpotensi obat. Tanaman dimaksud adalah komoditas lahan basah yang dapat dijadikan sebagai pharmaceutical auxiliary products, selain untuk menekan gula darah, dapat sebagai antioksidan juga baik sebagai antimikroorganisme. Hal ini dapat dimamfaatkan untuk memperpanjang masa simpan produk. Lingkaran pada Gambar1 memberikan peluang terbaik bilamana ingin mengembangkan bahan alam sesuai dengan added value yang diharapkan.
Gambar 1. Peluang untuk turunan dari tanaman berkhasiat obat (Hesty H, 2009) Terkait dengan road map penelitian yang telah dilakukan disajikan pada Gambar 2 dan Gambar 3. Sebelumnya (Tahun 2012-2013) Ketua Peneliti terlibat langsung membina Petani aren dalam memproduksi Gula Aren pada Program Pengabdian Masyarakat yang dibiayai oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dalam Kapasitas Ketua Peneliti sebagai fasilitator Dewan Riset Daerah (DRD) bersama Badan Litbang Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka pengembangan SIDa (Sistem Inovasi Daerah) yang sejalan dengan SINas (Sistem Inovasi Nasional) berbasis pada kearifan lokal. Sementara untuk roadmap 2013-2015 (hasil dari RUPT Tahun I dan Tahun II). Pada Tahun 2015-2016, Ketua
dan Anggota peneliti terlibat sebagai anggota dalam Hibah Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi International (khusus mendalami bahan bioaktif dan teknik rekayasa proses bahan alam). Sejak akhir 2015 hingga saat ini, Ketua Peneliti terlibat sebagai Ketua Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) di Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan memotivasi untuk terus mengembangkan pendapatan Petani dan mengembangkan Pembangunan Wilayah Inklusif. Selain itu road map dari riset bersama beberapa CSR Perusahaan yang wilayahnya memiliki komoditas unggulan Aren yang dapatdibuat produk gula (sekitar Wilayah Sei. Durian, Kabupaten Kotabaru).
Penelitian bersifat eksperimen dan untuk fungsi khusus percobaan dilaksanakan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial, terdiri dari Placebo, penambahan ekstrak terstandar dengan fungsi khusus pada 5 taraf dengan acuan lolos uji toksisitas dini (uji BSLT), kemudian diformulasikan dengan memperhatikan kualitas gula terbaik mengacu SNI dan standarisasi pelayanan makanan dan minuman ASEAN (SNI Valuasi, 2013) dan tetap berpegang pada Standar Efikasi Obat Herbal.
Untuk lebih jelasnya yang telah dikerjakan padaTahun I diberikan pada Gambar 2, sementara yang sudah diselesaikan pada Tahun II disajikan pada Gambar 3.
Gambar 2. Alir penelitian yang telah dikerjakan pada Tahun I.
Bahan Pencegah ‘Gait’
(Asam) dari Ekstrak Terstandar
Pengambilan nira , Preparasi sampel Pemasakan dan Pembuatan‟Juruh‟
Kualitas Juruh (sebelum jadi gula) Uji Gula
(gula pereduksi dan gula sakarosa)
Rekayasa Metodelogi Proses Produksi
(setting optimal untuk suhu, pH, kadar air, kadar glukosa dan sakarosa) Kadar air, pH
Penambahan Bahan Pencegah Masam
Uji cemaran logam berbahaya
Pengukuran Rendemen
(akar, batang, daun, biji)
Uji Kadar Gula (pereduksi, glukosa
dan sakarosa)
Uji
Bau, Rasa, Warna dan Abu
Pengukuran Rendemen
Gula Merah Murni Aren
Penambahan Ekstrak Hepatoprotector
Untuk Penelitian Tahun II yang telah dikerjakan mengacu pada Gambar 3.
Gambar 3. Bagan alir penelitian yang telah dikerjakan pada Tahun II.
Uji in Vivo
(untuk DM dan Hepatoprotector) - Pengukuran Gula darah - Pengukuran Metilglioksal
- Pengukuran MDA - Penentuan aktiv katalase
- SOD - SGOT - SGPT
Data & Verifikasi
Validasi Efikasi senyawa obat
Pengembangan Teknik Budidaya dan Penerapan Manajemen Lahan Basah yang
lebih baik untuk Perolehan input
dan cost efektif Analisis & Sintesa Data
7Data
Produk Hasil Tahun I Ethics
(International Standarts):
menerapkan Animal Care and
Use Committee (ACUC)
Pendalaman Alur Metabolit dalam Siklus
Produk Gula Aren dengan Fungsi Khusus
berkhasiat Obat (berstandar SNI dan Standarisasi ASEAN)
Kesejahteraan Petani Aren di Lokus dengan Produk Added
Value tinggi
Produk Inovasi Inklusif
Rencana riset di Tahun III lebih ditekankan pada Program Hilirisasi dan Komersialisasi sebagaimana dijelaskan pada Gambar 4 berikut :
Gambar 4. Bagan alir penelitian yang akan dikerjakan pada Tahun III.
Industri Kompetensi Inti Daerah (sinergi Program Pemerintah SIDa, SINas, RIPIP dan RIPIN) Inovasi untuk Pembangunan Inklusif
(Mendorong Peningkatan
Indeks Pembangunan Manusia; IPM Wilayah) Program Pengembangan Riset Tahun III
Hilirisasi Komersialisasi
1. SOP Metode Rekayasa Proses Produksi (Hasil Riset Tahun II) 2. SNI 013743. 1995
3. Standar Rumah Produksi ASEAN 4. Diversifikasi Produk
5. Pengembangan Teknologi Kemasan 6. Kode batch Produksi dan Barcode
1. Model Pengelolaan Manajemen Lahan Basah Terpadu Bahan baku berkelanjutan (Hasil RisetTahun II) 2. Cluster Petani Aren
3. Peningkatan usaha mikro gula aren IKM gula aren.
4. Link dengan Industri Makanan/Kuliner Makanan khas Daerah/Industri Jamu 5. Pelayanan purna jual
6. Pemesanan by e-commerce
Nilai jual
(Value Added dan Peningkatan Pendapatan Petani Cluster)
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Anggaran Biaya
Anggaran biaya yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi yang Diajukan Per Tahun, khususnya untuk Tahun III sebagai berikut :
No .
Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan (Rp)
Tahun I Tahun II Tahun III
1 Honor tim peneliti (maks.
30%)
Sudah dilaksanakan
Sudah dilaksanakan
28.900.000,-
2 Peralatan penunjang (5-15%) idem idem 28.500.000,-
3 Bahan habis pakai (20-30%) idem idem 98.673.500,-
4 Perjalanan (15-25%) idem idem 29.800.000,-
5 Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan (maks. 15%)
idem idem 13.777.500,-
Total per Tahun 199.651.000,-
TOTAL KESELURUHAN 445.151.000,-
4.2 Jadwal Penelitian
Tabel 2. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian Tahun III No. Jenis Kegiatan
TAHUN III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Koordinasi Tim Peneliti 2 Link dengan Mitra Petani
Aren dan membuat perencanaan kerja bersama (penetapan schedule)
3 Koordinasi dengan ABGc 4 Penetapan lokasi positif
(efisien dan efektif) sesuai kebutuhan untuk
pengembangan Cluster Industri Gula Aren (CIGA)
5 Penetapan sample pohon aren (program inklusif) 6 Sosialisasi ekstrak
terstandar anti „Gait‟
dimasyarakat yang merupakan hasil invensi 7 Sosialisasi SOP Proses
Produksi (Hasil Rekayasa)
Tahun III
8 Demonstrasi Proses Produksi Standar SNI 9 Verifikasi dan Validasi
Produk
10 Re-evaluasi Kualitas Produk (gula pereduksi, gula sakarosa, cemaran logam berat, pengukuran
„yield‟)
11 Koordinasi Tim untuk Verifikasi dan Validasi Model Pengembangan sesuai standar
Input,Proses, Output/Outcome 12 Sosialisasi Metode
Penanganan Bahan Baku (SOP Pengelolaan nira lepas panen) dan Pengembangan Standar ASEAN
13 Scale up Proses Produksi (Metodelogi Hasil Riset Tahun II)
14 Analisa Kualitas Produk 15 Pengembangan/Variasi
Produk sinergi dengan SIDa dan RIPIN 16 Pengembangan Teknik
Packaging
17 Analisis Value Added 18 Progress Report 19 Pengembangan Strategi
Pasar (jangkauan produk) 20 Evaluasi dampak pada
Faktor IPM wilayah terutama faktor pendapatan masyarakat lokus cluster
21 Diseminasi/Seminar 22 Pembuatan Buku
Ajar/Buku Referensi 23 Laporan Akhir 24 Draft Paten 25 Publikasi
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1995. SNI 01-3743-1995 : Standar Nasional Indonesia Gula Palma. Badan Standarisasi Nasional.
Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI Valuasi. Majalah Standarisasi Nasional.
ISSN 1978-6174. Vol. 7/No.2/2013. Jakarta.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2006. Pokok Pemikiran Menuju Integrasi Obat Asli / Obat Bahan Alam Indonesia Ke Dalam Pelayanan Kesehatan. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen. Jakarta.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2007. Pengembangan Etnomedisin. Direktorat Obat Asli Indonesia. Jakarta.
Brown, P.D and M.J. Morra. 1997. Control of soil-borne plant pests using glucosinolate containing plants. Advance in Agronomy 61 : 167-231.
De Boer, H.J. and Cotingting, C., 2014. Medicinal plants for women‟s healthcare in southeast asia: a meta-analysis of their traditional use, chemical constituents, and pharmacology.
Dewick, P.M. 2001. Medicinal Natural Products A Biosynthetic Approach. John Wiley and Sons. UK.
Drury Darrel and Doran Harold. 2003. The Value of Value-Added Analysis. A Membership Benefit of NSBA (National School Boards Association) National Affiliates. Volume 3 Number 1.
Fahri C, Sutarno, Listyawati S. (2005) Blood Glucose and Total Cholesterol Content of Hyperglycemic White Male Rat (Rattus norvegicus L.) After Orally Intakes of Methanol Meniran (Phyllanthus niruri L.) Root Extract.Biofarmasi: 3(1): 1-6.
Gamborg, O.L. dan L.R. Wetter. 1975. Plant Tissue Culture Methodes. The National Research Council of Canada. Kanada.
Halliwell B, Gutteridge JMC. 1999. Free Radicals in Biology and Medicine. New York: Oxford University Press.
Harbone BJ. 1987. Natural Fungitoxins. Biologically Active Natural Product. Proc Phytochem Soc Eur; 27: 185-211.
Hesty Heryani. 2002. Kajian Fraksi Aktif dan Formulasi Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) Sebagai Anti Mikroorganisme Klinis. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hesty Heryani., E. Suhartono., T.Rohman., L.K. Darusman., D.Sajuthi dan Z.A.
Mas‟ud. 2003. Evaluasi Potensi Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) sebagai Anti Mikroorganisme Klinis dan Uji Toksisitas Subkronis Pada Formula Aktif.
Laporan HIBAH PEKERTI Tahun I. Kontrak No.
317/P4T/DPPM/PHP/IV/2003. Dikti, Jakarta.
Hesty Heryani,.. Suhartono., T.Rohman., L.K. Darusman., D.Sajuthi dan Z.A.
Mas‟ud. 2004. Karakterisasi dan Identifikasi Molekuler dari Komponen Aktif Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack). Laporan HIBAH PEKERTI Tahun II.
Kontrak No. 074P4T/DPPM/HPTP, PHP/III/2004. Dikti, Jakarta.
Hesty Heryani. 2004. Kajian Potensi Obat Lokal Khas Kalimantan pada Skala Industri. Memperoleh Anugrah Adhi Karya Praja dari Gubernur Kepala Daerah TK.I Kalimantan Selatan.
Hesty Heryani., Rodinah dan C. Nisa. 2006. Inventarisasi, Karakterisasi dan Uji Potensi Buah-Buahan Spesifik Ekosistem Lahan Rawa Kalimantan. Hibah
Fundamental No. Kontrak 024/SP3/PP/DP2M/II/2006. DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi, Depdiknas, Jakarta.
Hesty Heryani. 2009. The Potency of The Borneo Exotic Fruits for the Medical Active Compounds. Hibah Kompetensi Tahun I. DP2M Dikti, Jakarta.
Hesty Heryani. 2010. The Potency of The Borneo Exotic Fruits for the Medical Active Compounds. Hibah Kompetensi Tahun II. DP2M, Dikti, Jakarta Hesty Heryani dan Agung Nugroho. 2015. Study of Yellow Root
(ArcangelisiaflavaMerr) as A Natural Food Additive with Antimicrobial and Acidity-stabilizing Effects in the Production Process of Palm Sugar. Elsevier- Procedia Environmental Sciences. IDB-DP2M Dikti.
Ho, C.W. Aida, W. M. W. Maskat, M.Y. Osman, H. 2007. Changes in volatile compounds of palm sap (Arenga pinnata) during the heating process for production of palm sugar. Food Chemistry. 102 , 1156–1162.
Ikan, Raphael. 1991. Natural Products A Laboratory Guide, Second Edition.
Academic Press, Inc. California.
Jae BP. (1999) Flavonoids Are Potential Inhibitors ofGlucose Uptake in U937 Cells.
Academic Press. Biochemical and Biophysical Research Communications; 260:
568-574.
Jumberi, A. 2007. Peluang Lahan Rawa Sebagai Sumber Pertumbuhan Pertanian.
Makalah Seminar Hakteknas ke 12. Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Kalimantan Selatan Dalam Angka. 2014. BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin.
Kariadi KS. 2001. Peranan Radikal Bebas dan Antioksidan pada Penyakit Degeneratif Khususnya Diabetes Mellitus. Bandung: Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran/RS Hasan Sadikin.
Kolibu, Hesky. 2011. Analisa Waktu Evaporasi pada Proses Produksi Gula Aren dengan Metode Adaftive Neuro-Fuzzy Inference System. ED VOKASI, Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Vol. 2 (2) 230-239.
Kooy, N.W., Royall, J.A., Ischiropoulos, H., and Beckman, J.S., 1994. Peroxynitrite- mediated oxidation of dihydrorhodamine 123. Free Radical Biological Medicine, 16: 149-156.
Leong, J. 1986. Siderophores, their biochemistry and possible role in the biocontrol of plant pathogens. Annu. Rev. Phytopathol. 24 : 187-209
Moehansyah, Heryani Hesty dan Nazari Yudhi Ahmad. 2014. Inovasi Untuk Pembangunan Inklusif Berbasis Komoditas Unggulan Lahan Basah Menuju Pengembangan Industri Inti di Daerah. Laporan Akhir Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
Molyneux, P. 2004. The use of the stable radical DPPH for estimating antioxidant activity. J.Sci. Technol. 26(2) : 211-219.
National Committee for Clinical Laboratory Standars. 1990. Methods for Dilution Antimicrobial Susceptibility Test for Bacteria that Grow Aerobically 2nd Ed.
NCCLS Document M7-A2. Villanova.
OLAW. 2002. Institutional Animal Care and Use Committee Guidebook. Second Editions. National Institutes of Health. Univ. ofCalifornia-San Diego, La Jolla, CA.
Ono, M., Oda, E., Tanaka, T., Lida, Y., Yamasaki, T., Masuoka, C., Ikeda, T., and Nohara, T., 2008. DPPH radical-scavenging effect on some constituents from the aerial parts of Lippia triphylla. Journal of Natural Medicines, 62: 101-106.
Reinert, J. Dan M.M. Yeoman. 1982. Plant Cell and Tissue Culture A Laboaratory Manual. Springer-Verlag. New York. Business Innovation Center. 2009.
Indonesia Innovation. Business Innovation Center, Jakarta.
Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.
Sardjoko. (1990) Analisis Metabolit Sekunder. Yogyakarta: Bioteknologi Universitas Gadjah Mada.
Setiawan B, Suhartono E, Mashuri, dkk. 2005. Kadar Methemoglobin dan Stress Oksidatif pada Pasien Hiperglikemia. Mandala of Health; 3(1): 1-8.
Soegondo, S. 2006. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Hlm 7-9.
Subroto, A. 2006. Ramuan Herbal untuk Diabetes Melitus. Jakarta: Penebar Swadaya Simlitabmas. 2013. The Development and Upgrading of Seven Universities in
Improving the Quality and Relevance of Higher Education in Indonesia. TOR IDB-Ditlitabmas, Jakarta.
Suarsana, I-N., B.P. Priosoeryanto, M. Bintang dan T. Wresdiyati. 2010. Profil glukosa darah dan ultrastruktur sel beta pankreas tikus yang diinduksi senyawa aloksan. JITV 15(2): 118-123.
Sumaryono, W., dan R. Widjihati. 2005. Jamu, Perkembangan dan Potensinya di Masa Datang. Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (Perhipba). Jurnal Bahan Alam Indonesia 4; 2 : 251-263.
Tiwari AK, Rao JM. 2002. Diabetes mellitus and Multiple Therapeutic Approaches of Phytochemicals: Present Status and Future Prospect. Current Science; 83: 30-38.
Unlam. 2012. Rencana Induk Penelitian (RIP) Unlam. Lemlit Unlam.
Wolever, T.M. 2008. Measuring the glycemix index offoods : Interlaboratorystudy.
The American Journal of Clinical Nutrition. 87 (1) : 247S-257S
LAMPIRAN
Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian
1. HONOR
Honor Honor/Jam Waktu Minggu Honor/Th (Rp)
(Rp)
(jam/
mingg) TH I TH II TH III
Ketua 29000 15 27 selesai selesai 11.900.000
Anggota 1 26000 12 12 selesai selesai 3.570.000
Anggota 2 26000 12 12 selesai selesai 3.570.000
Laboran 10000 12 24 selesai selesai 3.460.000
Teknisi Lapangan
1 15000 15 14 selesai selesai 3.200.000
Teknisi Lapangan
2 15000 15 14 selesai selesai 3.200.000
Sub Total 28.900.000
2. PERALATAN PENUNJANG
Justifikasi Harga Harga Peralatan Penunjang (Rp) Material Pemakaian Kuantitas
Satuan
(Rp) TH I TH II TH III Sewa Alat
Standart ACUC (Komisi Etik Standarisasi untuk hewan coba)
Treatmen
hewan coba 72 unit 50000 - - -
Sarung tangan APD Peneliti 3 kotak 160000 - - -
Sewa Alat pengukur glukosa darah digital
Mengukur
kadar glukosa 2 unit 300000 - - -
Sewa pH meter (6 bulan)
pengukur pH
digital 2 unit 200000 - - 400.000
Spuit disposible 3 pengambilan
sampel 2 kotak 350000 - - 700.000
Tabung Stainless (tambahan karena scale up)
untuk
pencampuran bahan ekstrak anti 'gait'
72 buah 56000 - - 4.031.000
Botol sampel Penyimpanan
sampel 100 buah 3500 - - 350.000
Sewa
refraktofotometer
Pengukuran
TSS 6 buah 150000 - - 900.000
Tabung eppendorf Penyimpanan
ekstrak 1 pak 250000 - - 250.000
Blue tip Preparasi
sample 1 pak 150000 - - 160.000
Yellow Tip
pengambilan
sampel 1 pak 150000 - - 150.000
Pembelian bulb
pipet Analisis lab 2 44000 - - 88.000
Sewa timbangan digital
(3 bulan)
Pengukuran yield
2 unit 100000 - - 600.000
Sewa GPS
(Garmin) Penentuan
Lokus 2 x @3 unit 500000
- -
3.000.000
Sewa LCD
Kegiatan Hilirisasi dan
Komersialisasi 6 kali 350000
- -
2.100.000
Sewa Wareless
Kegiatan Hilirisasi dan
Komersialisasi 6 kali 100.000
- -
600.000 Sewa alat
pembuatan video
Hilirisasi dan
Kearifan lokal 2 kali 500.000 - -
1.000.000 Panci Stainless
besar Buat Juruh 3 unit 150.000 - -
450.000 Penyaring
Stainless ukuran
besar Penyaring 6 unit 52000
- -
312.000 Pembuatan
Cetakan
Berbahan Kayu
Bioaktif Cetakan 3 set 500.000
- -
1.500.000 Pengaduk dari
kayu berbahan bioaktif
Mengaduk
juruh 6 unit 40.000
- -
240.000
Tali plot
Penentuan Koordinat
lokus 3 unit 20000
- -
60.000 Tongkat
Pancang
Penentuan
Koordinat 14 unit 25000 - -
350.000 Tempat ekstrak
anti „Gait‟
stainless
Saat
memasukan ke Bumbung/
Jerigen 30 unit 28000
- -
840.000 Pembelian Roll
kontak listrik
Untuk teknis rumah
produksi 3 buah 113000
- -
339.000
Sewa rumah produksi
Penerapan Proses sesuai SNI dan Standarisasi ASEAN
1 unit selama 6
bulan 1.500.000
- -
9.000.000
Sub Total 28.500.000
3. BAHAN HABIS PAKAI
Justifikasi Harga Biaya
Materi Pemakaian Kuantitas
Satuan
(Rp) TH I TH II TH III Kegiatan
Pembentukan Cluster
Cluster untuk industri
sustainable 2 paket 2.500.000
- -
5.000.000 Pembinaan dan
Pengembangan
Cluster Gula Sustainability 2 paket 1.500.000
- -
3.000.000 Fasilitasi Rumah
Produksi
Standar ASEAN
Standarisasi
ASEAN 1 paket 3.700.000
- -
3.700.000 Re Proses
Produksi Scale up
Nira Aren Fresh
2 x replika
@ 500 L 7.000
- -
7.000.000 Ekstrak Bioaktif
Standar
Ekstrak Standar
Fitofarmaka 100 mg 19.500/mg
- -
1.950.000
Verifikasi dan Validasi Methodelogi
Kesesuaian Bahan Bakudan Faktor
lainnya 2 unit 2.300.000
- -
4.600.000 Uji Standarisasi
Evaluasi
SesuaiSNI 2 unit 4.800.000 - -
9.600.000
Proses Produksi Standar ASEAN
Verifikasi dan Validasi Kesesuaian SOP Standar
ASEAN 1 unit 7.300.000
- -
7.300.000 Verifikasi dan
Validasi Methodelogi SOP ASEAN
Cross check kesesuaian
SNI 1 unit 6.800.000
- -
6.800.000
Uji Standarisasi
Konsumsidan
Snack (6x) 6 kegiatan 300.000 - - 1.800.000
ATK dan Kwitansi, 2 unit 1.000.000 - - 2.000.000
kelengkapan lainnya
kertas, spidol, amplop, lem, gunting,matra i
lengkap
Tali plot dan Pancang
Penetapan
Lokus 1 unit 380.000 - - 380.000
Nira Aren Produksi ke 2 300 L 7000 - - 2.100.000
DPPH reagent 50 mL 2200000 - - 2.200.000
HCl reagent 500 mL 2400000 - - 2.400.000
NaOH Bahan kimia 500 mg 1150000 - - 1.150.000
TCA reagent 100 mg 1450000 - - 1.450.000
Hidrogen
peroksida reagent 500 mL 1600000 - - 1.600.000
Acetat glacial reagent 500 mL 1350000 - - 1.350.000
Na2CO3 reagent 100 mg 2050000 - - 2.050.000
EDTA reagent 100 mg 1650000 - - 1.650.000
Adrenalin reagent 3 ampul 25000 - - 75.000
Alkohol 2 L 37500 - - 75.000
Tissue 1 pak
besar 65000 - - 65.000
Kapas 1 pak
besar 80000 - - 80.000
Strip Gluco Test
Pengukur
gula darah 2 box 255000 - - 510.000
Pembuatan barcode
Originalitas
kemasan 1 unit 1.500.000 - - 1.500.000 Kode Produksi
dan Tanda expired
Label
kemasan 1 unit 1.500.000 - - 1.500.000
Pembuatan sistem e- commerce dan pembelian sparepart
Pengembang an Jaringan Mitra
1 unit 8.000.000 - - 8.000.000
Isi Elpiji 50 kg Proses scale
up 5 unit 200.000 - - 1.000.000
Methanol 2,5 L
PA, untuk penambahan ekstrak standar
4 unit 308.000 - - 1.232.000
Chloroform 2,5 L
PA
prosesEkstra k
2 unit 600.000 - - 1.200.000
Kayu batang
Bungur Cetakan 2 unit 750.000 - - 1.500.000
Bahan CaCO3 Food grade 3 kg 80.000 - - 240.000
Metformin tablet
Standar obat
DM 1 unit 58000 - - 58.000
Sewa Vacuum Sealer (6 bulan)
Kemasan
Standart 2 unit 3.800.000 - - 7.200.000
Sewa Pack sealer (3 bulan)
Kemasan
Standart 1 unit 3.000.000 - - 3.000.000
Bahan Kemas Type 1
Komersialisa
si 1000 pcs 1600 - - 1.600.000
Bahan Kemas Type 2
Komersialisa
si 1000 pcs 1.300 - - 1.300.000
Bahan Kemas Type 3
Komersialisa
si 1000 pcs 3.250 - - 3.250.000
Operasional Pengiriman
Servis untuk
Value Added 1 unit 1.058.000 - - 1.058.000 Uji Preferensi
Konsumen
Verifikasi dan Validasi Nilai
1 unit 1.715.000 - - 1.715.000
Analisis Vallue Added
Target Komersialisa si
1 paket 2.000.000 - - 2.000.000
Sub Total 98.673.500
4. PERJALANAN
Kegiatan Justifikasi Harga
Biaya (Rp) Perjalanan
K u a n t i t a s
Satuan
(Rp) TH I TH II TH III
Bjbru-Bjm
Rektorat dan LPPM Unlam Dinas
Perindustrian Provinsi-
BPOM 6 200000
- -
1.200.000
Bjbru-Bjm
Dinas
Perindustrian Provinsi dan
BPOM 2 250000
- -
500.000
Perjalanan ke Balangan dan HST (@ 8 x)
Konsolidasi, sosialisasi dan Evaluasi Proses
Produksi 10 600000
- -
6.000.000
Analisis ke
BPOM Analisa 2 250000 - - 500.000
Banjarbaru- Jakarta-Bogor
Link Industri dan Analisis
SNI 2 1.500.000
- -
3.000.000 Bjbaru-Jakarta
Seminar
Nasional 1 1.500.000 - -
1.500.000 Bjbaru-Jakarta
Pengurusan
Paten 1 2.300.000 2.300.000
Koordinasi IKM
Di dua lokus
dan Provinsi 5 600000 - -
3.000.000 Temu FGD untuk
Cluster FGD 2 600000 - -
1.200.000 Koordinasi
dengan Tim SIDa dan RIPIP
Provinsi Kalsel FGD 1 600.000
- -
600.000
Bjbru-Malang
Pengembanga
n Packaging 2 2.500.000
- -
5.000.000
Seminar International
Bjbaru-Jkt-
Malaysia 2 2.500.000
- -
5.000.000
Sub Total
29.800.000
5. LAIN-LAIN
Kegiatan Harga Biaya
Justifikasi Kuantitas
Satuan
(Rp) Tahun I TH II TH III
Administrasi
Operasional Paket data di
lapangan 3 paket 47.500
- -
285.000
log book 2 buah 25000 - - 50.000
Catride hitam 2 buah 195.000 - -
390.000
Catride warna 2 buah 245.000 - -
490.000
Spidol
broadmaker 2 pak 50000 - -
100.000
Progress report 1 unit 462.500 - -
462.500
Laporan Akhir
seluruhnya 1 unit 1.500.000 - -
1.500.000
Pengajuan
HKI 1 unit 500.000 - -
500.000
Pembiayaan
HKI 1 unit 1.500.000 - -
1.500.000
Publish 1 unit 2.000.000
- - 2.000.000
Pembuatan
Sertifikat 30 unit 10.000 - -
300.000 Flakat
Apresiasi
untuk Mitra 5 unit 400.000 - -
2.000.000 Konsumsi Peserta
6x
Pemaparan &
Demonstrasi 90 unit 30.000 - -
2.700.000
Seminar Kit
Seminar Standar
ASEAN 30 unit 50.000
- -
1.500.000
Sub Total
13.777.500
TOTAL
199.651.000
Lampiran 2. Dukungan Sarana dan Prasarana Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di Lab. Faperta, Terpadu-MIPA, Lab. FKH IPB, Lab. PS Biofarmaka IPB, BPOM Kasel dan Lab. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru serta Lab. Pharmaceutical Sangji University. Sementara untuk sarana dan prsarana yang tersedia di Unlam sebagai berikut:
No. NAMA ALAT TEMPAT KONDISI
1 Seperangkat alat ekstraksi, destilasi, furifikasi
Lab Rekayasa dan Inotek Baik
2 PCR Lab PCR, Faperta Baik
3 PipetMikro 0,5 - 10 uL Lab PCR, Faperta Baik
4 Pipet Mikro 10 -100 uL Lab PCR, Faperta Baik
5 Pipet Mikro 20 - 200 uL Lab PCR, Faperta Baik
6 Pipet Mikro 50 -200 uL Lab PCR, Faperta Baik
7 PipetMikro 1000 uL Lab PCR, Faperta Baik
8 Rotary Evaporator Lab PCR, Faperta Baik
9 Seperangkat alat analisis gula Lab Kimia Faperta Baik
10 Oven Lab Kimia Faperta Baik
11 Hot Plate Stirer (Labinco ) Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
12 UV Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
13 Flakon BSLT Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
14 Coloni Counter Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
15 Timbangan Analitik ( Chyo Jupiter 54- 160D)
Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
16 Laminar Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
17 Freezer -20°C (Jetfrost) Lab Mikrobiologi, Faperta Baik 18 Laboratory Bottle 250 mL Lab Mikrobiologi, Faperta Baik 19 Vortek ( Guo Huo ) Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
20 Outoclave Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
21 pH Meter ( Corning ) Lab Mikrobiologi, Faperta Baik 22 Scanner LIDE 20 ( Canon ) Lab PCR, Faperta Baik 23 Komputer ( SP Super Power ) Lab PCR, Faperta Baik
24 Autoclave Lab Mikrobiologi, Faperta Baik
25 Water Bath ( Smic) Lab Kimia, Faperta Baik
26 Stavolt 500 VA (Matsunaga) Lab Mikrobiologi, Faperta Baik 27 Media untuk pertumbuhan mikroba Lab Mikrobiologi, Faperta Baik 28 Centrifuge Mikro 200 ( Hettich ) Lab Pronak, Faperta Baik
29 Buchi Soxhlet Lab Pronak, Faperta Baik
30 Bioreaktor Digital 2 L Lab Pronak, Faperta Baik
31 Incubator Lab Pronak, Faperta Baik
32 Pipet Epp. 1000 Ul Lab PCR, Faperta Baik
33 Meja Bedah Lab Pronak, Faperta Baik
34 Spektrofotometer UV – VIS Lab Pronak, Faperta Baik
35 Sentrifuse Lab Pronak, Faperta Baik
36 Alat Kemas aluminium foil Lab Rekayasa dan Inotek, Faperta
Baik
Lampiran 3. Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas Tim Peneliti No Nama/NIDN Instans
i Asal
Bidang Ilmu Alokasi Waktu (jam/mg)
Uaraian Tugas Alokasi Waktu (jam/mg) Uaraian Tugas
1. Dr. Ir. Hesty Heryani, M.Si /
0020066703
Unlam Teknologi Industri Pertanian
15 1. Manajemen Koordinasi 2. Mendesign Riset 3. Menyiapkan sarana &
prasarana penelitian.
3. Menjaga I-P-O serta verifikasi dan validasi qualitas
4. Validasi dengan Standar SNI dan ASEAN
5.Mengolah data dan analisa data.
6. Membuat laporan penelitian.
7.Seminar dan HKI
8 Commercial sustainability 2. Agung Nugroho,
Ph.D / 0019078302
Unlam Pharma- ceutical Engineering
12 1. Koordinasi dan FGD
2. Koordinasi Mitra dan Pihak III 3. Evaluasi GAP, GHP dan GMP 4. Hilirisasi
5. Pengawasan rumah produksi Standar ASEAN
3. Thresye, S.Si, M.Si/
0004057209
Unlam
FMIPA
15 1. Penyajian data
2. Analisis Data dan sintesa 3. Pembuatan Progress report dan
laporan
4. Membantu pekerjaan teknis lapangan
4. Agung Cahyo Legowo, ST, MT
Unlam e-
commerce
Perancangan sistem e-commerce (Program Komersialisasi) 5. Henny A, S.TP Unlam Bendahara Penyelenggaran dan Pelaporan
Keuangan
6. Syakarani, A.Md Unlam Laboran Membantu analisis di laboratorium
B. Riwayat Pendidikan
Strata S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi Unlam IPB IPB
Bidang Ilmu Produksi &
Pengelolaan Tan.
Tekn. Industri Pertanian (TIP)
Tekn. Industri Pertanian (TIP)
Tahun Masuk-Lulus 1985-1990 1995- awal 1998 1999-2002 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Kenampakan dan
Produktivitas Jagung pada Lahan setelah Pertanaman Empat Komoditas Kacang-kacangan
Kajian Produksi Biosurfaktan dengan Berbagai Nisbah C dan N Disertai
Penambahan Induser
Pengembangan Fraksi Aktif dan Formulasi Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) sebagai Anti
Mikroorganisme Klinis
Nama Pembimbing/Promotor Prof. Dr. Ir.
T.H.Siagian, M.Agr
Prof. Dr. Ir.
Djumali
Mangunwidjaja, DEA
Prof. Dr. Ir.
E. Gumbira Said, MADEV
& Prof. Latifah K.Darusman 1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Ir. Hesty Heryani, M.Si
2 Jenis Kelamin P
3 Jabatan Fungsional Lektor Kepala
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 19670620 199203 2 002
5 NIDN 0020066703
6 Tempat dan Tanggal Lahir Kotabaru, 20 Juni 1967
7 E-mail [email protected]
9 Nomor Telepon/HP 081349415844
10 Alamat Kantor Prodi TIP, Faperta Unlam, Banjarbaru 11 Nomor Telepon/Faks 0511-4772254/ Fax. 0511-4772254
12 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = 19 orang; S-2 = 13 orang; S-3 = . . . orang 1. Rekayasa Bioreaktor
13. Mata Kuliah yg Diampu 2. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit 3. Teknologi Enzim Industri
4. Mikrobiologi Industri 5. Rekayasa Bioproses
6. Teknologi Minyak, Lemak,Emulsi dan Oleokimia 7. Perencanaan Proyek Industri
8. Proses Hilir
9. Tekn. Minyak Atsiri, Rempah dan Fitofarmaka LLampiran 4. Biodata Ketua dan Anggota Peneliti
A. Biodata Ketua Peneliti
A. Identitas Diri Ketua
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp) 1. 2012 An Alternative Energy Produced from Kalimantan
Local Comodities by Zero-Waste Production Process CSR Perusahaan- Balitbangda-PT
(ABG Konsep)
42,5
2. 2012 Inovasi untuk Pembangunan Inklusif Melalui Pemberdayaan UMKM Berbasis
Pengembangan Industri Pengolahan Komoditi Unggulan Daerah Menuju Kompetensi Inti Industri di Daerah
CSR Perusahaan- Balitbangda-PT
(ABG Konsep)
98
3. 2011 Perencanaan Revitalisasi Kawasan Sentra Produksi/Sentra Agribisnis di Kalimantan Selatan
Balitbangda Pemprov Kalsel dan Lembaga Penelitian Unlam
105
4. 2011 Penyusunan Master Plan Terminal Agribisnis Magalau Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan
BAPPEDA Kabupaten Kotabaru, Kalsel
238
5. 2010 Model dan Strategi Perencanaan
Pembangunan Sub Terminal Agribinis (STA) Di Kabupaten Kaotabaru, Kalimantan SElatan
BAPPEDA Kabupaten Kotabaru, Kalsel
112
6. 2008-2009 The Potency of The Borneo Exotic Fruits for The Medical Active Compounds (Hibah Kompetensi selama 2 tahun)
DP2M Dikti 200
7. 2008 Sinergi Program Pemerintah Daerah dengan Program CSR pada 53 Perusahaan
BUMN/Swasta dalam Dokumen Profil Perencanaan Investasi Daerah
BAPPEDA Kabupaten Kotabaru, Kalsel
107
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1. 2012 Pemanfaatan Spent Bleaching Earth dan Limbah Padat sebagai energy alternatif
CSR Perusahaan (ABG Konsep)
48
2. 2012 Tergabung dalam METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) dan Mastan BSN
METI &
Mastan
3. 2011- 2012 Tim Grand Design Pembangunan Kebun Raya Daerah Prov. Kalsel
LIPI- BAPPEDA Prov. Kalsel
500