PROGRAM STUDI MAGISTER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iii
DAFTAR ISIDAFTAR ISI ... I DAFTAR GAMBAR ... III DAFTAR TABEL ... IV BAB I ... 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1. LATAR BELAKANG ... 1 1.2. TUJUAN ... 3 1.3. MANFAAT... 3 BAB II ... 5 TINJAUAN PUSTAKA ... 5 2.1. TRACER STUDY... 5
2.1.1. Pengertian Tracer Study ... 5
2.1.2. Dasar Hukum Tracer Study ... 5
2.1.3. Manfaat Tracer Study ... 6
BAB III ... 8
METODE PENELITIAN ... 8
3.1. TAHAPAN PELAKSANAAN ... 8
3.2. RUANG LINGKUP PENELITIAN ... 9
3.3. BATASAN PENELITIAN... 9
3.4. JENIS PENELITIAN ... 9
3.5. RENTANG WAKTU PENELITIAN ... 10
3.6. POPULASI DAN SAMPEL ... 10
3.7. JENIS DAN SUMBER DATA ... 10
3.8. METODE PENGUMPULAN DATA ... 11
BAB IV ... 12
HASIL ANALISIS DATA ... 12
4.1 Profil Responden Pengguna Alumni ... 12
4.1.1 Program Magister Ilmu Ekonomi ... 13
4.1.2 Profil Responden Pegguna Alumni Program Magister Akuntansi (PMA) ... 18
4.1.3 Profil Responden Pengguna Alumni Program Studi Magister Manajemen .. 23
4.2 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan ... 23
4.2.1 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan ... 23
4.2.2 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan Program Magister Akuntansi (PMA) ... 25
4.2.3 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan Program Studi Magister Manajemen (PSMM) ... 27
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iii
4.3 Profil Lulusan FEB UB... 27
4.3.1 Profil Lulusan Program Magister Ilmu Ekonomi (PMIE) ... 27
4.3.2 Profil Lulusan Program Magister Akuntansi (PMA) ... 31
4.3.3 Profil Lulusan Program Studi Magister Manajemen (PSMM) ... 34
4.4 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum ... 36
4.4.1 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum PMIE ... 36
4.4.2 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum PMA ... 39
4.4.3 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum PSMM ... 42
BAB V ... 43
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iii
DAFTAR GAMBARGambar 1. Share Jumlah Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Di Seluruh
Program Studi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis ... 2
Gambar 2. Sebaran Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik per
Kabupaten/Kota Di Program Magister Ilmu Ekonomi ... 14
Gambar 3. Sebaran Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik per Provinsi Di
Program Magister Ilmu Ekonomi ... 15
Gambar 4. Jenis Instansi Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Program
Magister Ilmu Ekonomi ... 16
Gambar 5. Presentase Tenaga Kerja Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik
Program Magister Ilmu Ekonomi ... 17
Gambar 6. Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik
Program Magister Ilmu Ekonomi ... 17
Gambar 7. Persentase Persebaran Lokasi Instansi/Perusahaan Berdasarkan
Kota/Kabupaten ... 19
Gambar 8. Persentase Persebaran Lokasi Instansi/Perusahaan Berdasarkan Provinsi ... 19
Gambar 9. Grafik Persentase Jenis Instansi/Perusahaan ... 20
Gambar 10. Grafik Persentase Ruang Lingkup Jenis Instansi/Perusahaan ... 21
Gambar 11. Grafik Persentase Jumlah Tenaga Kerja pada Instansi/Perusahaan ... 22
Gambar 12. Jenis Perusahaan/ Instansi PSMM ... 23
Gambar 13. Media yang Digunakan untuk Melakukan Penerimaan Karyawan/Pegawai
(PMIE) ... 24
Gambar 14. Mekanisme Instansi/Perusahaan dalam Proses Rekrutmen
Karyawan/Pegawai (PMIE) ... 25
Gambar 15. Grafik Persentase Prosedur Penerimaan Karyawan pada
Instansi/Perusahaan ... 26
Gambar 16.Persentase Prosedur Mekanisme Rekrutmen Karyawan/Pegawai ... 27
Gambar 17. Jumlah Lulusan PMIE FEB UB ... 28
Gambar 18. Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan (PMIE)... 28
Gambar 19. Rata-rata Masa Kerja Lulusan PMIE FEB UB ... 29
Gambar 20. Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan PMIE FEB UB ... 30
Gambar 21. Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan PMIE ... 30
Gambar 22. Persentase Jumlah Lulusan PMA JAFEB UB ... 31
Gambar 23. Grafik Persentase Lulusan PMA JAFEB UB pada Instansi/Perusahaan .... 32
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iii
DAFTAR TABELTabel 1. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas ... 12
Tabel 2. Daftar Jumlah Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Di Program
Magister Ilmu Ekonomi ... 13
Tabel 3. Daftar Responden Pengguna Alumni PMA ... 18
Tabel 4. Penilaian Aspek Kualitas Lulusan Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB
UB (%) Tahun 2015 ... 36
Tabel 5. Aspek Penting Penilaian Instansi/Perusahaan terhadap Calon
Karyawan/Pegawai (%) Tahun 2015 ... 38
Tabel 6. Penilaian Aspek Kualitas Lulusan PMA JAFEB UB (%) Tahun 2015 ... 39
Tabel 7. Aspek Penting Penilaian Perusahaan/Instansi terhadap Calon
Karyawan/Pegawai (%) Tahun 2015 ... 40
Tabel 8. Penilaian Aspek Kualitas Lulusan Program Studi Magister Manajemen FEB
UB (%) ... 42
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1
BAB IPENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pembangunan ekonomi merupakan hal yang berasal dari upaya terus menerus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Didalam perekonomian masyarakat disini menjadi para pelaku ekonomi denga role (peran) yang berbeda-beda. Entah sebagai pemberi kerja ataupun menjadi tenaga kerja yang menjadi sumber daya bagi perusahaan pemberi kerja dalam melakukan kegiatan ekonominya sehari-hari.
Masalah ketenagakerjaan, utamanya di Indonesia menjadi salah satu hal yang (atau seharusnya) menjadi perhatian bagi para pelaku-pelaku ekonomi, utamnya pemerintah dan pemberi kerja, dikarenakan selain sebagai salah satu penggerak ekonomi yang masih paling banyak digunakan, pekerja yang berkualitas merupakan agent of change setidaknya bagi perusahaan tempat mereka bekerja. Pekerja yang berkualitas akan menjadi aset penting bagi perusahaan dan masyarakat yang bekerja akan mengurangi pengangguran dan harapannya, selain berkontribusi pada perekonomian suatu negara dan wilayah, semakin banyak masyarakat pada usia produktif yang bekerja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada syaut negara ataupun wilayah.
Dalam rangka mencapai tujuan-tujuan mulia tersebut, selain prespewktif dari lulusan, prespektif dari pengguna alumni merupakan salah satu sumber informasi yang kuat akan kualitas dari sumber daya manusia yang dihasilkan oleh suatu institusi pendidikan, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tracer Study pada pengguna alumni atau users diharapkan mampu mengumpulkan informasi-informasi informasi terkait dengan program yang berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, baik secara intelektual maupun emosional dan spiritual, yang sesuai dengan permintaan dunia kerja.
Faktor-faktor eksternal, terutama dalam menyambut tuntutan dunia kerja, harus mampu disambut oleh kurikulum institusi pendidikan agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan pengguna alumni. Diharapkan lulusan yang bekerja oleh pengguna alumni dapat memberikan kontribusi yang bekualitas bagi pengguna dan dapat bertahan lama baik di dunia kerja maupun perusahaan pengguna alumni guna berkontribusi dalam mendukung iklim ketenagakerjaan dan makro ekonomi Indonesia yang kondusif.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2
Program studi dalam mendapatkan informasi mengenai lulusan, perlu melakukan tracer study. Hasil dari tracer study diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan perubahan pada kurikulum. Pelaksanaan tracer study kali ini dilakukan kepada pengguna lulusan (users), terpisah dari Pelaksanaan tracer study kepada alumni. Kedua perspektif ini memiliki peran yang sama pentingnya dalam meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, khususnya mahasiswa dan lulusan Program Studi S2, baik sekarang maupun di waktu menadatang.
Gambar 1. Share Jumlah Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Di Seluruh Program Studi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Total jumlah perusahaan/instansi yang mengisi umpan balik di seluruh program studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun 2015 terdapat 70 responden. Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada tahun 2015 sebagian besar bekerja di Perguruan Tinggi dengan share sebesar 37%, sedangkan 31% lulusan bekerja di perusahaan swasta. Lulusan yang bekerja di Pemerintahan memiliki share sebesar 22%, BUMN memiliki share sebesar 10%, Perbankan BUMN sebesar 3%, sementara dan Perbankan Swasta 1%.
Fenomena lulusan pascasarjana program magister yang banyak bekeja di perguruan tinggi dapat menjadi pengingat bahwa pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi lebih banyak digunakan di perguruan tinggi daripada di tempat lain. Umumnya hal
Perguruan Tinggi 37% Badan Usaha Milik Negara 7% Badan Usaha Milik Daerah 3% Pemerintahan 22% Perusahaan Swasta 31%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
3
ini bisa disebabkan tren perusahaan pemberi kerja mengedepankan penguasaan skill dan soft skill daripada teori. Hal lain yang menyebabkan fenomena ini diduga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis terbatas dalam mencari pekerjaan dan pendidikan lebih tinggi diperlukan dalam menunjang karir alumni di tempat mereka bekerja.
Studi penelusuran (tracer study) adalah penelitian survei untuk mendapatkan data sebaran lulusan dan pengguna lulusan perguruan tinggi terkait posisi, penyerapan, keselarasaa bidang kerja lulusan sarjana, dan respon terhadap kurikulum yang dijalankan. Penelusuran ini berguna bagi lembaga pelaksana pendidikan tinggi untuk menilai kualitas pembelajaran yang tercermin dari perilaku dan peran lulusan di dunia kerja. Selain itu, respon lulusan dan pengguna merupakan salah satu syarat mutlak yang diperlukan untuk pelaksanaan dan penilaian akreditasi lembaga pendidikan serta evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar secara menyeluruh.
Tracer Study ini merupakan langkah awal untuk melakukan evaluasi diri sebagai upaya perbaikan yang terus-menerus (continuous improvement) dengan tujuan untuk mencapai kualitas layanan pendidikan yang adaptif dengan kebutuhan users.
1.2. Tujuan
Studi penelusuran perlu dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui peran Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya dalam upaya memenuhi kebutuhan dunia kerja (users). 2) Untuk mendapatkan informasi tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh
lulusan Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang dapat menunjang kinerjanya di dunia kerja.
3) Untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan untuk mendukung kemajuan Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
1.3. Manfaat
Hasil penelusuran yang dilakukan ini diharapkan bermanfaat untuk keperluan berikut:
1) Dapat digunakan sebagai bahan penyusunan basis data pengguna alumni Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
2) Dapat digunakan sebagai bahan perbaikan Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
3) Dapat digunakan sebagai bahan perbaikan proses belajar Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4
4) Dapat digunakan sebagai acuan dalam menyiapkan calon lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunai kerja dan pengguna alumni.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
5
BAB IITINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tracer Study
2.1.1. Pengertian Tracer Study
Tracer study pengguna lulusan merupakan penelusuran lulusan dan pengguna lulusan untuk menggali informasi melalui pengisian kuesioner yang disusun sedemikian rupa untuk tujuan perbaikan kurikulum dan proses Pendidikan, utamanya dalam hal ini adalah Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya,
Tracer study bertujuan untuk memperoleh informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi hasil pendidikan di Perguruan Tinggi. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mengembangkan institusi dalam mewujudkan nilai quality assurance. Selain itu juga tracer study berguna untuk memperoleh informasi mengenai kekurangan dari program pendidikan disuatu perguruan tinggi sehingga diperlukan rencana untuk aktivitas berikutnya (Schomburg, 2003:11). Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan oleh Rahmadi (2012) bahwa tracer study mempunyai 4 manfaat penting, yaitu
1. Tidaklah terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja.
2. Tracer study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan/match kerja baik horisontal (antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata pendidikan).
3. Tracer study dapat ikut membantu mengatasi permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya. Bagi universitas, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia kerja dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran.
4. Di sisi lain, dunia industri dan dunia kerja dapat memantau ke dalam instistusi pendidikan tinggi melalui tracer study, dan dengan demikian dapat menyiapkan diri dengan menyediakan pelatihan-pelatihan yang lebih relevan bagi sarjana pencari kerja baru.
2.1.2. Dasar Hukum Tracer Study
Dasar hukum pelaksanaan tracer study tersebut telah ditulis dalam Surat Edaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Dirjen Pembelajaran dan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
6
Kemahasiswaan No. 313/B/SE/2016. Pada prinsipnya Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan meminta seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi di Indonesia serta Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XIV untuk melaksanakan pelacakan alumni / tracer study. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh data nasional yang akurat mengenai situasi kondisi hubungan pendidikan tinggi dengan dunia kerja, dan sistem pengembangan pusat karir perguruan tinggi. Dalam pelaksanaan tracer study tersebut perguruan tinggi menggunakan standar model, desain, metodologi, dan kuisioner. Sehingga dapat membuat kompilasi dan komparasi data antar fakultas / program studi tingkat nasional. Dasar Hukum lain yang melandasi tracer study adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2019 tentang Tentang Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2019, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbud;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020 – 2024;
8. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi;
2.1.3. Manfaat Tracer Study
Tracer study dapat menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan quality control terhadap lembaga pendidikan tinggi bersangkutan. Di samping itu tracer study juga menyediakan informasi berharga mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
7
Dalam rangka pengembangan perguruan tinggi, tracer study berperan penting, sebagai tahap awal pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang baru, misalnya. Tracer study pun menjadi salah satu syarat kelengkapan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan juga kelengkapan dokumen evaluasi diri yang diperlukan dalam pengajuan proposal melalui Kemristekdikti.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
8
BAB IIIMETODE PENELITIAN
Pelaksanaan studi penelusuran alumni dan umpan balik pengguna Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya dilakukan dengan :
3.1. Tahapan Pelaksanaan
Untuk melaksanakan tracer study ini tahapan yang akan dilakukan sebagai berikut: 1. Membentuk tim pelaksana tracer study
Tim pelaksana tracer study ini terdiri dari tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan.
2. Persiapan sarana dan alat penelitian
Persiapan sarana dan alat penelitian adalah tahap awal dalam pembuatan proposal dan perangkat tracer study lainnya serta melakukan rapat koordinasi dengan seluruh tim.
3. Pembuatan kuesioner
Kuesioner adalah perangkat utama dalam mengumpulkan data. Kuesioner mencakup pertanyaan-pertanyaan kunci yang terdapat pada kuisioner tracer study DIKTI, pertanyaan dari akreditasi Badan Akreditasi Nasional dan akreditasi internasional seperti ABEST21.
4. Pengumpulan basis pengguna lulusan (users).
Data pengguna alumni (users) berasal dari hasil wawancara atau kuisioner yang juga disebar kepada para pimpinan perusahaan dimana alumni FEB UB bekerja.
5. Pengumpulan data
Pengumpulan data pengguna alumni dilakukan dengan metode menyebarkan tautan Google form yang berupa pertanyaan dan dikirimkan melalui email dan (ataupun) Nomer WhatsApp.
6. Rekapitulasi data dan Pembersihan Data
Setelah data terkumpul, data kemudian diolah dalam tahap awal dengan melakukan kodifikasi.
7. Analisis data
Setelah data dikodifikasi, dilakukan analisis data berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan.
8. Pelaporan hasil
Penyusunan laporan disesuaikan dengan tujuan pada studi penelusuran yang sudah disampaikan di awal.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
9
9. Evaluasi
Sebagai tahap akhir, evaluasi dilakukan pada pelaksanaan tracer study dan perbaikan pelaksanaan pada tahun berikutnya.
3.2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup studi penelusuran alumni dan pengguna ini meliputi:
1) Profil pengguna alumni (Users) yang meliputi Jenis Instansi/Perusahaan dan Lingkupnya, Lokasi Instansi/Perusahaan, Jenis Instansi/Perusahaan dan Lingkupnya, dan Jumlah Tenaga Kerja.
2) Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan meliputi Media yang Digunakan untuk Melakukan Penerimaan Karyawan/Pegawai dan Mekanisme Instansi/Perusahaan dalam Proses Rekrutmen Karyawan/Pegawai
3) Profil Lulusan FEB UB yang bekerja di pengguna alumni, meliputi Jumlah Lulusan FEB UB dan Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan, Rata-rata Masa Kerja Lulusan FEB UB, Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan FEB UB, dan Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan FEB UB.
4) Penilaian dan harapan users terhadap alumni yang meliputi, Penilaian Aspek Kualitas Lulusan FEB UB, Penilaian Aspek Penting Bagi Calon Karyawan/Pegawai Menurut Instansi/Perusahaan, dan Saran dan harapan dari pengguna untuk peningkatan lulusan FEB UB .
3.3. Batasan Penelitian
Studi ini difokuskan pada sisi pengguna, sehingga studi ini difokuskan untuk menggali informasi mengenai performa alumni Program Studi S2 FEB UB di tempat kerja dan kompetensi alumni yang dibutuhkan oleh pengguna di masa mendatang.
3.4. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah exploratory research yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara lebih dalam tentang fenomena yang selama ini belum diketahui informasinya secara lebih rinci. Hasil pengumpulan data dideskripsikan untuk memperoleh dan menggambarkan karakteristik lulusan FEB UB yang bekerja di tempat pengguna alumni seperti Jumlah Lulusan FEB UB dan Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan, Rata-rata Masa Kerja Lulusan FEB UB, dan Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan FEB UB, Selain itu, performa lulusan FEB UB di tempat kerja juga dideskripsikan.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
10
3.5. Rentang Waktu PenelitianPada sisi data penelitian, rentang waktu yang digunakan adalah data alumni Program Studi S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lulus pada tahun 2015.
Penelitian ini merupakan penelitian cross-section. Penelitian cross-section merupakan penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan data pada suatu waktu tertentu dan tidak membandingkan data antar waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Pebruari 2015 hingga Agustus 2015. Dengan rentang waktu penelitian selama empat bulan, pengumpulan data diharapkan akan memunculkan data yang valid dan dapat dianalisis dengan baik.
3.6. Populasi dan Sampel
Populasi merupakan keseluruhan elemen yang akan diteliti (Cooper and Schindler, 2006). Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek (atau subyek) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi tidak hanya melihat jumlah tetapi meliputi semua karakteristik sifat-sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti. Populasi dalam tracer study ini adalah pengguna lulusan FEB UB periode tahun 2015.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Menurut Cooper dan Schindler (2006), penelitian dapat menggunakan metode probability sampling dan non-probability sampling sesuai dengan ketersediaan sampling frame. Dalam tracer study ini, sampling frame lulusan dan pengguna dapat diketahui, sehingga metode yang digunakan adalah probability sampling dari populasi lulusan tahun 2012 hingga 2015. Artinya, setiap lulusan yang berada dalam basis data wisuda tahun 2012-2015 memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Meskipun analisis data masih dimungkinkan tidak memasukkan seluruh sampel karena analisis data hanya dapat dilakukan pada sampel yang datanya lengkap.
3.7. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder). Berikut jenis dan sumber data yang digunakan dalam tracer study ini.
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data dan belum diolah oleh pihak manapun untuk tujuan penelitian yang spesifik (Cooper dan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
11
Schindler, 2006). Data primer dalam tracer study ini adalah berupa informasi yang diperoleh secara langsung dari pengguna lulusan mengenai penilaian terhadap lulusan FEB UB.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan untuk menunjang data primer dalam satu penelitian. Data sekunder umumnya berupa literatur, pustaka, laporan, undang-undang maupun data tertulis yang dihasilkan oleh satu bagian. Data sekunder yang digunakan dalam tracer study ini diperoleh dari bagian alumni, kepegawaian dan umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang meliputi data tentang pengguna alumni.
3.8. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya. Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, kamera dan lainnya.
Pengumpulan data dalam tracer study ini dilakukan dengan mengkombinasikan teknik-teknik pengumpulan data. Sebagai dasarnya adalah menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan tertutup dan terbuka. Kuesioner ini kemudian diberikan kepada responden melalui online, yaitu kuesioner online dan pengiriman via email, serta melalui telepon yang dijawab langsung oleh responden. Teknik-teknik tersebut diterapkan dengan pertimbangan untuk mempermudah tenaga lapangan memperoleh informasi dari pengguna alumni yang sebagian besar memiliki waktu terbatas dan lokasi yang tersebar, baik di dalam maupun di luar negeri.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
12
BAB IVHASIL ANALISIS DATA 4.1 Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Tracer Pengguna
Uji Validitas dan Uji Reabilitas terhadap jawaban masing-masing kelompok responden dilakukan uji validitas dan uji reabilitas. Untuk. Uji validitas menggunakan uji Pearson Correlation untuk memperoleh nilai rata-rata r-hitung yang kemudian nilai-rata-rata r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel untuk menentukan bahwa pertanyaan kuesioner sudah valid.
Sedangkan uji reabilitas intrumen menggunakan uji Cronbach’s Alpha untuk memperoleh hasil nilai rata-rata Cronbach’s Alpha yang digunakan untuk menentukan bahwa instrument survey sudah andal (reliabel).
Berdasarkan pengujian validitas seluruh pernyataan dinyatakan valid, dengan nilai r hitung lebih besar r tabel sebesar 0,227 pada setiap butir pernyataan untuk responden pada setiap butir pernyataan. Sedangkan untuk reabilitas hasilnya menunjukan angka diatas 0,6 dan menunjukan bahwa instrument survey dapat diandalkan.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas
Before N 78 Kesi mpul an After N 78 Kesi mpul an 2015 DF 76 2015 DF 76
Indikator Pertanyaan r hitung r
tabel Indikator Pertanyaan r hitung r tabel
Integritas 0,51 0,22 Valid Integritas 0,73 0,22 Valid
Etika 0,50 0,22 Valid Etika 0,68 0,22 Valid
Keahlian pada bidang ilmu
(kompetensi utama) 0,47 0,22 Valid
Keahlian pada bidang ilmu
(kompetensi utama) 0,69 0,22 Valid Kemampuan berbahasa asing 0,53 0,22 Valid Kemampuan berbahasa asing 0,68 0,22 Valid Penggunaan teknologi
informasi 0,66 0,22 Valid
Penggunaan teknologi
informasi 0,67 0,22 Valid
Kemampuan Berkomunikasi 0,80 0,22 Valid Kemampuan Berkomunikasi 0,76 0,22 Valid
Kerjasama 0,60 0,22 Valid Kerjasama 0,66 0,22 Valid
Pengembangan diri 0,67 0,22 Valid Pengembangan diri 0,62 0,22 Valid Cara berpikir lintas disiplin
ilmu 0,50 0,22 Valid
Cara berpikir lintas disiplin
ilmu 0,68 0,22 Valid
Kemampuan bekerja dalam tim 0,63 0,22 Valid Kemampuan bekerja dalam tim 0,58 0,22 Valid Kemampuan adaptasi
terhadap perkembangan
teknologi informasi 0,66 0,22 Valid
Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan
teknologi informasi 0,56 0,22 Valid
Percaya diri 0,63 0,22 Valid Percaya diri 0,56 0,22 Valid
Inisiatif 0,72 0,22 Valid Inisiatif 0,60 0,22 Valid
Kreativitas 0,63 0,22 Valid Kreativitas 0,72 0,22 Valid
Kedisiplinan 0,70 0,22 Valid Kedisiplinan 0,72 0,22 Valid
Kemampuan memecahkan
masalah 0,70 0,22 Valid
Kemampuan memecahkan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
13
Before N 78 Kesi mpul an After N 78 Kesi mpul an 2015 DF 76 2015 DF 76Indikator Pertanyaan r hitung r
tabel Indikator Pertanyaan r hitung r tabel
Kepemimpinan 0,63 0,22 Valid Kepemimpinan 0,60 0,22 Valid
Kemampuan bernegosiasi 0,64 0,22 Valid Kemampuan bernegosiasi 0,60 0,22 Valid Kemampuan beradaptasi 0,51 0,22 Valid Kemampuan beradaptasi 0,45 0,22 Valid Semangat juang 0,56 0,22 Valid Semangat juang 0,59 0,22 Valid Berpikir kritis dan analitis 0,57 0,22 Valid Berpikir kritis dan analitis 0,70 0,22 Valid
Kewirausahaan 0,60 0,22 Valid Kewirausahaan 0,60 0,22 Valid
Kemampuan menghargai
pendapat orang lain 0,72 0,22 Valid Tanggung Jawab Sosial 0,40 0,22 Valid Tanggung Jawab Sosial
0,79 0,22 Valid
Kemampuan menghargai
keberagaman 0,35 0,22 Valid
Kemampuan menghargai
keberagaman 0,74 0,22 Valid Loyalitas 0,43 0,22 Valid
Loyalitas 0,72 0,22 Valid Ikhlas 0,51 0,22 Valid
Ikhlas 0,70 0,22 Valid Tanggung jawab 0,36 0,22 Valid
Tanggung jawab 0,65 0,22 Valid Kesediaan ditempatkan 0,37 0,22 Valid
Kesediaan ditempatkan 0,67 0,22 Valid
HASIL UJI RELIABILITAS
Croncba ch's Alpha
Kete rang
an HASIL UJI RELIABILITAS
Croncba ch's Alpha Kete rang an 0,95 Relia bel 0,93 Relia bel
4.2 Profil Responden Pengguna Alumni 4.2.1 Program Magister Ilmu Ekonomi
4.2.1.1 Jumlah Perusahaan/Instansi yang Mengisi Umpan Balik PMIE
Berdasarkan tracer user yang telah dilakukan, terdapat 13 perusahaan/instansi yang mengisi umpan balik. Tabel berikut ini menunjukkan nama instansi/perusahaan beserta jabatan dari pengisi kuisioner tracer user.
Tabel 2. Daftar Jumlah Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Di Program Magister Ilmu Ekonomi
No Nama Instansi/Perusahaan Jabatan Pengisi Kuisioner
1 Dinas PUPR Kota Batu Pejabat Pemerintah
2 PPKE Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Pimpinan Perguruan Tinggi
3 Universitas Lampung Pimpinan Perguruan Tinggi
4 Universitas Sebelas Maret Pimpinan Perguruan Tinggi
5 Universitas Trunojoyo Madura Pimpinan Perguruan Tinggi
6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Pimpinan Perguruan Tinggi 7 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Pimpinan Perguruan Tinggi 8 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan
Provinsi Sulawesi Tenggara
Pejabat Pemerintah
9 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi DKI Jakarta
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
14
10 Pemerintah Kota Malang Pejabat Pemerintah
11 BPKAD Kabupaten Banyuwangi Pejabat Pemerintah
12 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Banten
Pejabat Pemerintah
13 Bappeda Kabupaten Barito Selatan Pejabat Pemerintah
14 Kementerian Agama Pejabat Pemerintah
15 Pemerintah Kabupaten Gresik Pejabat Pemerintah
16 Pemerintah Kota Yogyakarta Pejabat Pemerintah
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa 63% kuisioner diisi oleh Pejabat Pemerintah, dan 37% diisi oleh Pimpinan Perguruan Tinggi.
4.2.1.2 Lokasi Instansi/Perusahaan (Kota/Kabupaten, Provinsi, Negara) PMIE
Hasil tracer user menunjukkan bahwa lokasi Instansi/Perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB tersebar di 11 Kota/Kabupaten di Indonesia. Sebaran lokasi ditunjukkan sebagaimana gambar di bawah ini.
Gambar 2. Sebaran Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik per Kabupaten/Kota Di Program Magister Ilmu Ekonomi
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Dari gambar di atas, diketahui bahwa lokasi instansi/perusahaan terbanyak adalah Kota Malang dengan persentase sebesar 23%, diikuti Kabupaten Bangkalan, Kota Makassar, Kota Kendari, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Banyuwangi, Kota Serang, dan Kabupaten Barito Selatan, Kota Batu, Kota Bandar Lampung, Kota Surakarta, Kabupaten Gresik, dan Kota Yogyakarta dengan persentase sebesar 6%.
Bandar Lampung 5% Bangkalan 6% Barito Selatan 6% Batu 6% Gresik 6% Jakarta Pusat 6% Jakarta Timur 6% Kabupaten Banyuwangi 6% Kendari 6% Kota Malang 23% Kota Serang 6% Makassar 6% Surakarta 6% Yogyakarta 6%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
15
Gambar 3. Sebaran Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik per Provinsi DiProgram Magister Ilmu Ekonomi
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Berdasarkan wilayah provinsi, lokasi instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia yakni:
1. Jawa Timur, sebanyak 47%; 2. Lampung, sebanyak 6%; 3. Jawa Tengah, sebanyak 6%; 4. Sulawesi Selatan, sebanyak 6%; 5. Sulawesi Tenggara, sebanyak 6%; 6. DKI Jakarta, sebanyak 11%; 7. Banten, sebanyak 6%; dan
8. Kalimantan Tengah, sebanyak 6% 9. DI Yogyakarta, sebanyak 6%
Melihat sebaran lokasi berdasarkan provinsi, maka dapat dilihat bahwa mayoritas instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB berada di pulau jawa. Hasil tracer user menunjukkan tidak adanya instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB yang berada di luar negeri.
4.2.1.3 Jenis Instansi/Perusahaan dan Lingkupnya PMIE
Hasil tracer user menunjukkan bahwa jenis instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB adalah instansi pemerintahan dan perguruan tinggi. 63% pengguna alumni
Banten 6% DI Yogyakarta 6% DKI Jakarta 11% Jawa Tengah 6% Jawa Timur 47% Kalimantan Tengah 6% Lampung 6% Sulawesi Selatan 6% Sulawesi Tenggara 6% Banten DI Yogyakarta DKI Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Tengah Lampung Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
16
PMIE FEB UB adalah instansi pemerintahan sedangkan 37% nya adalah perguruan tinggi. Sehingga, dapat dilihat bahwa ruang lingkup pengguna alumni PMIE FEB UB adalah lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan (perguruan tinggi).
Gambar 4. Jenis Instansi Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Program Magister Ilmu Ekonomi
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Pengguna alumni PMIE FEB UB dari instansi pemerintahan terdiri dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sedangkan pengguna alumni PMIE dari perguruan tinggi yakni berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas pengguna alumni PMIE FEB UB adalah instansi pemerintahan. Hal ini disebabkan karena cukup banyak alumni yang berkuliah di PMIE FEB UB karena tugas belajar atau izin belajar dari instansi pemerintahan.
4.2.1.5 Jumlah Tenaga Kerja PMIE
Instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB yang mengisi umpan balik mempunyai jumlah tenaga kerja yang cukup bervariasi. 6% instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 10 orang, 25% instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB mempunyai jumlah tenaga kerja 11 – 30 orang, dan 69% instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB mempunyai tenaga kerja 31 – 300 orang. 10 6 0 2 4 6 8 10 12
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
17
Gambar 5. Presentase Tenaga Kerja Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan BalikProgram Magister Ilmu Ekonomi
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa mayoritas instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB mempunyai jumlah tenaga kerja 31 – 300 orang. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna alumni PMIE FEB UB adalah instansi/perusahaan yang berskala cukup besar.
Gambar 6. Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan/Instansi Yang Mengisi Umpan Balik Program Magister Ilmu Ekonomi
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Dengan melakukan cross tab antara jenis instansi/perusahaan dan jumlah tenaga kerja di instansi/perusahaan, maka dapat dilihat sebagaimana tabel di atas bahwa mayoritas
<10 Naker; 1; 6% 11-30 Naker; 4; 25% 31-300 Naker; 11; 69% <10 Naker 11-30 Naker 31-300 Naker 38.46 53.85 7.69 100.00 Total 5 7 1 13 23.08 15.38 7.69 46.15 Perguruan Tinggi 3 2 1 6 15.38 38.46 0.00 53.85 Pemerintahan 2 5 0 7 aan 11 - 30 31 - 300 < 10 Total Instansi/Perusah Instansi/Perusahaan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
18
yang memiliki jumlah tenaga kerja 31 – 300 orang adalah instansi pemerintahan dengan proporsi sebesar 38,46% atau setara dengan 5 instansi pemerintahan.
4.1.2 Profil Responden Pegguna Alumni Program Magister Akuntansi (PMA) 4.1.2.1 Jumlah Perusahaan/Instansi yang Mengisi Umpan Balik PMA
Berdasarkan hasil dari pelacakan pengguna lulusan yang telah dilakukan, terdapat 17 instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik dimana terdapat 1 instansi memberikan umpan balik pada 2 lulusan, yaitu Universitas Negeri Malang, sedangkan 16 instansi/perusahaan lainnya memberikan umpan balik masing-masing pada 1 orang lulusan PMA JAFEB UB tahun lulus 2015. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan nama instansi/perusahaan dan jabatan pengguna lulusan:
Tabel 3. Daftar Responden Pengguna Alumni PMA
No .
Nama Instansi/Perusahaan Jabatan Pengisi Kuesioner
1 Universitas Negeri Malang Ketua Jurusan
2 Politeknik Imigrasi BPSDM Hukum dan HAM Ketua Jurusan
3 Direktorat Jenderal Pajak Kepala Cabang
4 KAP EY Jakarta Supervisor
5 Direktorat Jenderal Perbendaharaan KPPN Malang Kepala Cabang 6 Direktorat Jenderal Perbendaharaan KPPN Yogyakarta Kepala Cabang
7 KAP PricewaterhouseCoopers (PwC) Supervisor
8 Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Probolinggo
Pejabat Pemerintah Daerah
9 RSUD Dr. Saiful Anwar Kepala Bagian
Keuangan 10 PT. Power Pack Industrial Solution Kepala Bagian
Keuangan 11 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Ketua Jurusan
12 UIN Sunan Ampel Surabaya Ketua Jurusan
13 Sephora Sea Kepala Bagian
Keuangan
14 KAP EY Surabaya Supervisor
15 UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Ketua Jurusan
16 Dinas Perikanan Tulungagung Pejabat Pemerintah
Daerah 17 Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Ketua Jurusan Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa 35% kuesioner diisi oleh Ketua Jurusan, 18% masing-masing diisi oleh Kepala Cabang dan Kepala Bagian Keuangan, 12% diisi oleh Pejabat Pemerintah Daerah dan 18% diisi oleh Supervisor. Instansi/perusahaan yang memberikan umpan balik cukup bervariasi dan keberadaannya tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
19
4.1.2.2 Lokasi Instansi/Perusahaan (Kota/Kabupaten, Provinsi, Negara)
Hasil pelacakan pengguna lulusan menunjukkan bahwa lokasi instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB tersebar di 9 kota/kabupaten di Indonesia. Sebaran lokasi instansi/perusahaan tersebut ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Gambar 7. Persentase Persebaran Lokasi Instansi/Perusahaan Berdasarkan Kota/Kabupaten
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa lokasi instansi/perusahaan terbanyak adalah Kota Malang dengan persentase sebesar 29%, Kota Surabaya dengan persentase sebesar 18%, Kota Jakarta dan Sidoarjo dengan persentase sebesar masing-masing sebesar 12%, selanjutnya diikuti Kota Tanjungpinang, Yogyakarta, Probolinggo, Tulungagung, dan Situbondo masing-masing sebesar 6%. Berdasarkan lokasi kota/kabupaten instansi/perusahaan tersebut, selanjutnya dikelompokkan ke dalam persebaran wilayah provinsi di Indonesia seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 8. Persentase Persebaran Lokasi Instansi/Perusahaan Berdasarkan Provinsi
29% 6% 12% 6% 18% 6% 12% 6% 6% Malang Tanjungpinang Jakarta Yogyakarta Surabaya Probolinggo Sidoarjo Tulungagung Situbondo
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
20
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan wilayah provinsi tersebut, lokasi instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB tersebar di 5 provinsi di Indonesia, yaitu di Jawa Timur sebesar 76%, DKI Jakarta sebesar 12%, dan di Kepulauan Riau serta DI Yogyakarta masing-masing sebesar 6%. Melihat persebaran lokasi instansi/perusahaab berdasarkan provinsi tersebut, maka dapat dilihat bahwa mayoritas instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB berada di pulau Jawa. Hasil pelacakan pengguna lulusan menunjukkan bahwa tidak adanya instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB yang lokasinya berada di luar negeri.
4.1.2.3 Jenis Instansi/Perusahaan dan Lingkupnya
Hasil pelacakan pengguna lulusan menunjukkan bahwa jenis instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB adalah Instansi Pendidikan, Instansi Pemerintah-DJPb, Instansi Pemerintahan Daerah, Swasta-KAP, dan Swasta-Perusahaan. Berikut ini merupakan grafik jenis instansi/perusahaan pengguna lulusan:
Gambar 9. Grafik Persentase Jenis Instansi/Perusahaan 76%
6%
6% 12%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
21
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa jenis instansi/perusahaan terbesar adalah pada Instansi Pendidikan, yaitu sebesar 35%. Selanjutnya disusul dengan Instansi Pemerintah Daerah dan Swasta-KAP masing-masing 18%, Instansi Pemerintah-DJPb dan Swasta-KAP masing-masing sebesar 12%. Terakhir, jenis instansi/perusahaan yang paling kecil adalah pada Instansi Pemerintah-DJP. Dapat disimpulkan bahwa Instansi Pendidikan lebih mendominasi.
Adapun ruang lingkup pada masing-masih jenis instansi/perusahaan dikategorikan menjadi 2, yaitu Badan Usaha Tingkat Wilayah/Lokal atau Berwirausaha Tidak Berizin sebesar 71% dan Badan Usaha Tingkat Multi Nasional/Internasional sebesar 29%. Berikut ini merupakan persentase ruang lingkup jenis instansi/perusahaan:
Gambar 10. Grafik Persentase Ruang Lingkup Jenis Instansi/Perusahaan
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
4.1.2.4 Jumlah Tenaga Kerja
Instansi/perusahaan pengguna lulusan PMA JAFEB UB yang mengisi umpan balik mempunyai jumlah tenaga kerja dengan range 31-300 hingga lebih dari 300. Berikut ini
35% 18% 6% 12% 18% 12% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% Jenis Instansi/Perusahaan % Je n is In st an si/ Pe ru sa h aa n
Instansi Pendidikan Instansi Pemerintah Daerah Instansi Pemerintah DJP Instansi Pemerintah DJPb Swasta-KAP Swasta-Perusahaan 29% 71% 0% 20% 40% 60% 80%
Badan usaha tingkat multi Nasional/Internasional
Badan usaha tingkat Wilayah/Lokal atau berwirausaha tidak berizin
Pe rse n ta se R u an g Lin gk u p Ruang Lingkup
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
22
merupakan gambar persentase jumlah tenaga kerja pada instansi/perusahaan pengguna lulusan:
Gambar 11. Grafik Persentase Jumlah Tenaga Kerja pada Instansi/Perusahaan
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa rata-rata jumlah tenaga kerja pada masing-masing instansi/perusahaan pengguna lulusan adalah pada range 31-300 tenaga kerja sebesar 24% dan range >300 tenaga kerja sebesar 76%.
76% 24%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
23
4.2.3 Profil Responden Pengguna Alumni Program Studi Magister Manajemen(PSMM)
4.2.3.1 Jumlah Perusahaan/Instansi yang Mengisi Umpan Balik PSMM
Berikut profil responden yang berisi penjelasan deskriptif tentang karakteristik responden pengguna alumni di tiap PRODI ; Jumlah perusahaan/instansi yang mengisi umpan balik, Lokasi Perusahaan/Instansi (Kota/Kabupaten, Provinsi, Negara), Jenis Instansi Perusahaan dan Lingkupnya, serta Jumlah Tenaga Kerja.
Gambar 12. Jenis Perusahaan/ Instansi PSMM
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Data pada Chart menunjukkan bahwa alumni PSMM tahun lulus 2015, 3.6% bekerja di organisasi non profit, 45, 3% bekerja di instansi pemerintah (termasuk BUMN), 13,2% adalah wiraswasta/ perusahaan sendiri, 37,7% lainnya.Seperti ditunjukkan pada gambar Sebaran kota perusahaan tempat alumni sebagian besar adalah di daerah jawa timur seperti Malang, Pasuruan,Blitar, Kediri, Surabaya, Sidoarjo dan Tulungagung Sedangkan di luar Jawa Timur antara lain Bekasi, Depok, Dompu, Makassar.
4.3 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan 4.3.1 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan
Program Magister Ilmu Ekonomi (PMIE)
4.2.1.1 Media yang Digunakan untuk Melakukan Penerimaan Karyawan/Pegawai
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana instansi/perusahaan melakukan penerimaan karyawan/pegawai. Setiap instansi/perusahaan menggunakan media yang berbeda dalam melakukan rekrutmen karyawan/pegawai. Terdapat beberapa media yang dapat digunakan antara lain melalui iklan di media massa, lamaran langsung dari para lulusan, kerjasama dengan fakultas atau universitas, sistem magang, dan pemberitahuan hanya untuk kalangan terbatas. Ada pula beberapa
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
24
instansi/perusahaan yang mengkombinasikan beberapa media, sehingga tidak hanya satu jenis media saja dalam melakukan rekrutmen karyawan/pegawai.
Gambar 13. Media yang Digunakan untuk Melakukan Penerimaan Karyawan/Pegawai (PMIE)
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Berdasarkan hasil tracer user, diperoleh informasi mengenai media yang digunakan oleh instansi/perusahaan dalam melakukan penerimaan karyawan/pegawai. Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa yang paling banyak digunakan adalah iklan di media massa dan lamaran langsung dari para lulusan. Secara umum, iklan di media massa dan lamaran langsung dari para lulusan adalah media yang memang paling banyak digunakan dalam prosedur penerimaan karyawan/pegawai. Prosedur tersebut memberikan peluang yang sama bagi semua lulusan dari manapun asalnya untuk dapat mendaftar di sebuah instansi/perusahaan, termasuk memberikan peluang juga bagi lulusan PMIE FEB UB untuk dapat berkarier di instansi/perusahaan tersebut.
Selanjutnya, sebesar 15% instansi/perusahaan menggunakan prosedur pemberitahuan untuk kalangan terbatas, sehingga tidak semua lulusan mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat mendaftar di instansi/perusahaan tersebut, termasuk lulusan PMIE FEB UB. Kemudian, sistem magang dan kerjasama dengan fakultas adalah prosedur yang paling sedikit digunakan yakni hanya sebesar 8% saja dari instansi/perusahaan. Prosedur kerjasama juga tidak memberikan kesempatan yang sama kepada lulusan untuk mendaftar di instansi/perusahaan termasuk kesempatan dari lulusan PMIE FEB UB.
8% 8% 69% 15% 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Iklan di media massa, Lamaran langsung dari
para lulusan, Sistem magang
Lamaran langsung dari para lulusan, Sistem magang, Bekerjasama
dengan fakultas
Iklan di media massa, Lamaran langsung dari
para lulusan
Iklan di media massa, Pemberitahuan untuk kalangan terbatas, Lamaran langsung dari
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
25
4.2.1.2 Mekanisme Instansi/Perusahaan dalam Proses RekrutmenKaryawan/Pegawai
Terdapat beberapa mekanisme yang digunakan oleh instansi/perusahaan dalam proses rektrutmen karyawan/pegawai. Secara umum, beberapa mekanisme yang sering digunakan adalah seleksi sendiri, kerjasama dengan fakultas/universitas, dan juga menyerahkan ke lembaga rekrutmen SDM. Hasil tracer user sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah menunjukkan bahwa instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB mayoritas menggunakan mekanisme seleksi sendiri dalam prosedur penerimaan pegawai/karyawan.
Gambar 14. Mekanisme Instansi/Perusahaan dalam Proses Rekrutmen Karyawan/Pegawai (PMIE)
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
4.3.2 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan Program Magister Akuntansi (PMA)
Dalam upaya perekrutan/ penerimaan karyawan, perusahaan/instansi memiliki beberapa prosedur. Berikut ini merupakan cara perusahaan dalam melakukan rekruitmen karyawan/pegawai baru yang akan bekerja:
4.3.2.1 Media Yang Digunakan Untuk Melakukan Penerimaan Karyawan/Pegawai;
Dalam upaya perekrutan/ penerimaan karyawan, perusahaan/instansi memiliki beberapa prosedur. Berikut ini merupakan cara perusahaan dalam melakukan rekruitmen karyawan/pegawai baru yang akan bekerja:
77% 8% 15% 0 2 4 6 8 10 12
Seleksi sendiri Seleksi sendiri, Kerjasama dengan fakultas
Seleksi sendiri, Diserahkan ke lembaga rekrutmen SDM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
26
Gambar 15. Grafik Persentase Prosedur Penerimaan Karyawan padaInstansi/Perusahaan
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan grafik tersebut maka dapat dilihat bahwa terdapat beberapa media yang digunakan pengguna lulusan untuk melakukan penerimaan karyawan/pegawai, yaitu bekerjasama dengan fakultas, iklan di media massa, melalui website perusahaan, lamaran langsung dari para lulusan, pemberitahuan untuk kalangan terbatas. Media terbanyak yang digunakan adalah melalui lamaran langsung dari para lulusan, yaitu sebesar 35%.
4.3.2.2 Mekanisme Perusahaan dalam Proses Rekruitmen Karyawan/Pegawai
Terdapat beberapa mekanisme yang digunakan oleh instansi/perusahaan dalam proses rektrutmen karyawan/pegawai. Secara umum, beberapa mekanisme yang sering digunakan adalah seleksi sendiri, melalui BKN, kerjasama dengan fakultas/universitas, lamaran sendiri, dan menyerahkan ke lembaga rekrutmen SDM. Hasil pelacakan pengguna lulusan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
12% 6% 35% 29% 18% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% Bekerjasama dengan fakultas Iklan di media massa Melalui website perusahaan Lamaran langsung dari para lulusan
Pemeritahuan untuk kalangan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
27
Gambar 16.Persentase Prosedur Mekanisme Rekrutmen Karyawan/PegawaiSumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan gambar tersebut maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata mekanisme terbanyak yang digunakan adalah melalui seleksi mandiri, yaitu sebesar 72%.
4.3.3 Prosedur Penerimaan Karyawan/Pegawai di Instansi/Perusahaan Program Studi Magister Manajemen (PSMM)
Media yang digunakan oleh perusahaan atau instansi untuk melakukan penerimaan karyawan atau pegawai antara lain bekerjasama dengan fakultas, web perusahaan; di web resmi instansi; iklan di media massa; beasiswa ikatan dinas; lamaran langsung dari para lulusan; sistem magang; pemberitahuan untuk kalangan terbatas; dan melalui website perusahaan. Sedangkan mekanisme yag digunakan oleh perusahaan atau instansi dalam proses rekrutmen karyawan atau pegawai antara lain job online seperti jobstreet; kerjasama dengan pihak rekrutmen SDM; seleksi nasional; seleksi sendiri; kerjasama dengan fakultas; dan seleksi PNS
4.4 Profil Lulusan FEB UB
4.4.1 Profil Lulusan Program Magister Ilmu Ekonomi (PMIE)
4.4.1.1 Jumlah Lulusan PMIE FEB UB dan Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan
Instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik mempunyai karyawan yang berasal dari lulusan PMIE FEB UB dengan variasi 1 - 10 orang dan 11 – 50 orang. Berdasarkan gambar di bawah ini, dapat dilihat bahwa mayoritas instansi/perusahaan mempunyai jumlah karyawan/pegawai yang berasal dari lulusan PMIE sebanyak 1 - 10 orang. Dari 16 instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik, 13 instansi/perusahaan
72% 22%
6%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
28
(setara 81%) mempunyai jumlah karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB sebanyak 1 – 10 orang, sedangkan 3 instansi/perusahaan (setara 13%) mempunyai jumlah karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB sebanyak 11 – 50 orang.
Gambar 17. Jumlah Lulusan PMIE FEB UB
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Jika melihat hanya pada angka nominal, maka tidak dapat diketahui apakah jumlah lulusan PMIE FEB UB yang bekerja di instansi/perusahaan sudah relatif banyak atau relatif sedikit. Sehingga, perlu informasi tambahan dalam bentuk prosentase agar dapat mengetahui proporsi jumlah lulusan PMIE FEB UB terhadap total seluruh karyawan/pegawai di sebuah instansi/perusahaan.
Gambar 18. Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan (PMIE)
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
1-10 Alumni 19% 11-50 Alumni 81% 1-10 Alumni 11-50 Alumni 0 2 4 6 8 10 12 14 16 1%-25% 26%-50%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
29
Dari gambar di atas, diketahui bahwa jumlah lulusan PMIE FEB UB yang bekerja di instansi/perusahaan memang masih relatif sedikit. Mayoritas instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik mempunyai karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB antara 1% - 25%, atau tidak lebih dari 1/4 total seluruh karyawan/pegawai yang dimiliki.
4.3.1.2 Rata-rata Masa Kerja Lulusan PMIE FEB UB
Karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB pada instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik mempunyai masa kerja rata-rata 1 – 3 tahun dan >3 – 5 tahun. Hasil tracer user sebagaimana gambar di bawah ini menunjukkan bahwa mayoritas rata-rata masa kerja karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB adalah 1 – 3 tahun. Dari 16 instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik, 15 instansi/perusahaan (setara 88%) mempunyai karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB dengan rata-rata masa kerja 1 – 3 tahun, sedangkan 1 instansi/perusahaan (setara 12%) mempunyai karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB dengan rata-rata masa kerja >3 – 5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata masa kerja karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB masih relatif sebentar.
Gambar 19. Rata-rata Masa Kerja Lulusan PMIE FEB UB
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
4.3.1.3 Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan PMIE FEB UB
Gaji/Pendapatan dapat digunakan sebagai salah satu indikator kesejahteraan individu. gaji/pendapatan lulusan pmie feb ub pada instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik cukup beragam dengan variasi ≤3 juta rupiah, 3 – 5 juta rupiah, 5 – 7 juta rupiah, 7 – 10 juta rupiah, dan >10 juta rupiah. hasil tracer user sebagaimana gambar di bawah ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan/pegawai lulusan PMIE FEB UB
1-3 Tahun 12% 3-5 Tahun 88% 1-3 Tahun 3-5 Tahun
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
30
mempunyai gaji/pendapatan ≤3 juta rupiah dan >10 juta rupiah. namun demikian, secara rata-rata lulusan pmie feb ub mempunyai gaji/pendapatan sebesar 5 – 10 juta rupiah.
Gambar 20. Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan PMIE FEB UB
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
4.3.1.4 Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan PMIE FEB UB
Berdasarkan Hasil Tracer User, Diperoleh Informasi Mengenai Tingkat Kepuasan Instansi/Perusahaan Terhadap Pengguna Lulusan Pmie Feb Ub. Gambar Di Bawah Ini Menunjukkan Bahwa Mayoritas Instansi/Perusahaan Sudah Puas Terhadap Lulusan Pmie Feb Ub, Bahkan 12% Dari Instansi/Perusahaan Yang Mengisi Umpan Balik Mengaku Sangat Puas Terhadap Lulusan PMIE FEB UB. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Proses Pembelajaran Di PMIE FEB UB Telah Mampu Membentuk Kapasitas Mahasiswa Sehingga Sesuai Dengan Kompetensinya Ketika Memasuki Dunia Kerja.
Gambar 21. Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan PMIE
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
31% 7% 8% 23% 31% ≤ 3 juta rupiah 3 – 5 juta rupiah 5 - 7 juta rupiah 7 - 10 juta rupiah >10 juta rupiah Puas 12% Sangat Puas 88% Puas Sangat Puas
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
31
4.4.2 Profil Lulusan Program Magister Akuntansi (PMA)4.4.2.1 Jumlah Lulusan PMIE FEB UB dan Prosentase Lulusan Pada Instansi/Perusahaan
Terdapat 18 lulusan tahun 2015 yang dinilai oleh 17 instansi/perusahaan, dimana 2 orang lulusan oleh 1 instansi/perusahaan yang sama, yaitu Universitas Negeri Malang. Berikut ini merupakan data mengenai lulusan PMA JAFEB UB yang ada pada perusahaan/instansi yang telah mengisi umpan balik pengguna:
Gambar 22. Persentase Jumlah Lulusan PMA JAFEB UB
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa jumlah lulusan yang bekerja pada persuahaan/instansi pengguna adalah antara range 1-10 orang dan 11-50 orang untuk lulusan PMA JAFEB UB di masing-masing perusahaan/instansi. Sebanyak 14 perusahaan/instansi dengan range 1-10 orang lulusan atau sebesar 76% dan sebanyak 4 perusahaan/instansi dengan range 11-50 orang lulusan atau sebesar 24%.
Jika melihat hanya pada angka nominal, maka tidak dapat diketahui apakah jumlah lulusan PMA JAFEB UB yang bekerja di instansi/perusahaan sudah relatif banyak atau relatif sedikit. Sehingga, perlu informasi tambahan dalam bentuk persentase agar dapat mengetahui proporsi jumlah lulusan PMA JAFEB UB terhadap total seluruh karyawan/pegawai di sebuah instansi/perusahaan.
78% 22%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
32
Gambar 23. Grafik Persentase Lulusan PMA JAFEB UB padaInstansi/Perusahaan
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa persentase jumlah lulusan yang bekerja pada persuahaan/instansi pengguna adalah antara range 1-25%, 26-50%, dan 51-75% lulusan PMA JAFEB UB. Sebesar 28% perusahaan/instansi dengan range persentase jumlah lulusan 1-25%, sebesar 50% perusahaan/instansi dengan range persentase jumlah lulusan 26-50%, dan sebesar 22% perusahaan/instansi dengan range persentase jumlah 51-75%.
4.4.2.2 Rata-rata Masa Kerja Lulusan PMA JAFEB UB
Berikut ini merupakan range rata-rata masa kerja lulusan PMA JAFEB UB:
Gambar 24. Persentase Rata-rata Masa Kerja Lulusan PMA JAFEB UB
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
28% 50% 22% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60%
Range 1% - 25% Range 26% - 50% Range 51% - 75%
50%
17% 33%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
33
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa rata-rata masa kerja lulusan PMA JAFEB UB adalah 1-3 tahun hingga >5 tahun. Rata-rata masa kerja 1-3 tahun mendominasi sebanyak 50%.
4.4.2.3 Gaji/Pendapatan Tiap Bulan Lulusan PMA JAFEB UB
Hasil pelacakan pengguna lulusan juga mengakomodir informasi mengenai range gaji/pendapatan karyawan/pegawai tiap bulannya. Berikut ini merupakan grafik range gaji/pendapatan tiap bulan lulusan PMA JAFEB UB:
Gambar 25. Grafik Persentase Gaji/Pendapatan Tiap Bulan
Lulusan PMA JAFEB UB
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui gaji/pendapatan tiap bulan lulusan PMA JAFEB UB adalah range ≤3 juta rupiah hingga >10 juta rupiah. Gaji/pendapatan tiap bulan lulusan yang mendominasi sebesar 33% adalah pada range gaji 3-5 juta rupiah yang bekerja pada instansi pendidikan dan pada range gaji 7-10 juta yang bekerja pada instansi pemerintah (DJPb dan DJP).
4.4.2.4 Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan PMA JAFEB UB
Berdasarkan hasil pelacakan pengguna lulusan, diperoleh informasi mengenai tingkat kepuasan instansi/perusahaan terhadap lulusan PMA JAFEB UB. Gambar di bawah ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna lulusan pada instansi/perusahaan adalah sangat puas terhadap lulusan PMA JAFEB UB, bahkan 89% dari instansi/perusahaan yang mengisi umpan balik mengaku sangat puas terhadap lulusan
6% 33% 17% 33% 11% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35%
≤ 3 juta rupiah 3 – 5 juta rupiah 5 – 7 juta rupiah 7 – 10 juta rupiah >10 juta rupiah
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
34
PMA JAFEB UB. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di PMA JAFEB UB telah mampu membentuk kapasitas mahasiswa sehingga sesuai dengan kompetensinya ketika memasuki dunia kerja. Berikut ini merupakan gambar persentase tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan PMA JAFEB UB:
Gambar 26 Persentase Tingkat Kepuasan Pengguna Lulusan terhadap Lulusan PMA JAFEB UB
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Tingkat kepuasan pengguna lulusan atas lulusan tersebut meliputi 29 aspek seperti yang tercantum pada tabel 1 (poin 4.4.1).
4.4.3 Profil Lulusan Program Studi Magister Manajemen (PSMM)
Berikut penjelasan mengenai lulusan dari FEB UB yang ada pada perusahaan/instansi yang telah mengisi umpan balik pengguna, lulusan yang dimaksud dapat berasal lulusan di FEB UB yaitu: program sarjana, magister dan doktor. Penjelasan yang dimaksud meliputi: Jumlah lulusan FEB UB dan presentase lulusan (sarjana, magister atau doktor) di pada perusahaan/instansi; Rata-rata masa kerja lulusan FEB UB; Gaji/Pendapatan tiap bulan lulusan FEB UB; serta Tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan FEB UB.
89% 11%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
35
Gambar 27 Masa Kerja Lulusan PSMMSumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 4 dapat diketahui bahwa perusahaan atau instansi yang terdapat karyawan atau pegawai yang merupakan lulusan PSMM, memiliki rata-rata masa kerja 1-3 tahun sebanyak 55%, > 3-5 tahun sebanyak 5%, dan > 5 tahun sebanyak 37.5%.
Gambar 29. Gaji/ Pendapatan tiap bulan Lulusan PSMM
Sumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 5 dapat diketahui bahwa 10% alumni memiliki gaji dibawah 3 juta rupiah, 55% memiliki gaji berkisar antara 3-5 juta rupiah, 5% memiliki gaji berkisar antara 5-7 juta, 25% memiliki gaji berkisar antara 7-10 juta rupiah, dan 5% memiliki gaji di atas 10 juta rupiah.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
36
Gambar 30. Tingkat Kepuasan Pengguna Lulusan PSMMSumber: Hasil Umpan Balik (Diolah)
Berdasarkan data yang terdapat pada gambar dapat diketahui bahwa 59% pengguna merasa sangat puas dengan kinerja karyawan atau pegawai yang merupakan lulusan Magister Manajemen FEB UB dan 41% pengguna merasa puas dengan kinerja lulusan Magister Manajemen FEB UB.
4.5 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum
4.5.1 Kualitas Lulusan Dan Pengembangan Kurikulum PMIE 4.4.1.1 Penilaian Aspek Kualitas Lulusan PMIE FEB UB
Pada Bagian Ini Akan Dianalisa Kekuatan Dan Kelemahan Dari Lulusan PMIE FEB UB, Sehingga Dapat Dilakukan Perbaikan/Peningkatan Kualitas Dari Aspek Yang Dimaksud. Secara Umum, Terdapat 29 Aspek Kualitas Lulusan Yang Dibutuhkan Oleh Instansi/Perusahaan. Tabel Berikut Ini Menunjukkan Penilaian Instansi/Perusahaan Yang Mengisi Umpan Balik Pada Setiap Aspek.
Tabel 4. Penilaian Aspek Kualitas Lulusan Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB UB (%) Tahun 2015
No Aspek Kurang Cukup Baik Sangat
Baik
1. Integritas 0% 0% 0% 100%
2. Etika 0% 0% 31% 69%
3. Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi utama) 0% 0% 31% 69%
4. Cara berpikir lintas bidang ilmu 0% 0% 38% 54%
5. Kemampuan bekerja dalam tim 0% 0% 62% 38%
6. Penggunaan teknologi informasi 0% 0% 54% 46%
7. Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi 0% 8% 38% 54%
8. Percaya diri 0% 0% 62% 38%
9. Inisiatif 0% 8% 38% 54%
10. Kreativitas 0% 0% 46% 54%
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
37
No Aspek Kurang Cukup Baik Sangat
Baik
12. Kemampuan memecahkan masalah 0% 0% 38% 62%
13. Kepemimpinan 0% 0% 77% 23%
14. Kemampuan bernegosiasi 0% 8% 46% 46%
15. Kemampuan beradaptasi 0% 0% 46% 54%
16. Semangat juang 0% 0% 31% 69%
17. Kemampuan berbahasa asing 0% 15% 54% 31%
18. Berpikir kritis dan analitis 0% 0% 54% 46%
19. Kemampuan berkomunikasi 0% 0% 62% 38%
20. Kewirausahaan 0% 8% 46% 46%
21. Kemampuan menghargai pendapat orang lain 0% 0% 69% 31%
22. Kerjasama 0% 8% 46% 46%
23. Pengembangan diri 0% 8% 38% 54%
24. Tanggung jawab 0% 0% 69% 31%
25. Kemampuan menghargai keberagaman 0% 0% 38% 62%
26. Loyalitas 0% 0% 46% 54%
27. Ikhlas 0% 0% 38% 62%
28. Tanggung jawab 0% 0% 54% 46%
29. Kesediaan ditempatkan 0% 8% 46% 46%
Sumber: hasil umpan balik (diolah)
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa penilaian instansi/perusahaan pengguna alumni PMIE FEB UB yang bekerja pada kantor masing-masing sudah cukup bagus. Namun demikian, terdapat 8 aspek yang perlu menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas lulusan untuk kedepannya. Kedelapan aspek tersebut antara lain:
1. Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. 2. Inisiatif
3. Kemampuan bernegosiasi 4. Kemampuan berbahasa asing 5. Kewirausahaan
6. Kerjasama
7. Pengembangan diri; dan 8. Kesediaan ditempatkan
Dari delapan aspek tersebut, terdapat satu aspek yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan yakni kemampuan berbahasa asing.