Disampaikan oleh:
Disampaikan oleh:
Ir. Hermien Roosita, MM
DEPUTI MENLH BIDANG TATA LINGKUNGAN
DEPUTI MENLH BIDANG TATA LINGKUNGAN
2010
Undang‐Undang No 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan Hidup g g g g p (LNRI No 140 TLN RI (LNRI No 140, TLN RI No 5059, Tgl 3 Oktober 2009)
Isi Isi
17 Bab 127 Pasal
7 Pasal
Sistematika Sistematika
Ketentuan Umum
Asas Tujuan & Ruang Lingkup
Hak, Kewajiban, & Larangan
Peran Masyarakat
Asas, Tujuan & Ruang Lingkup
Perencanaan
Pemanfaatan Pengendalian
y
Pengawasan & Sanksi Administratif
Penyelesaian Sengketa
Pengendalian
Pemeliharaan
Pengelolaan B3 serta Limbah B3 f
Penyelesaian Sengketa Lingkungan
Penyidikan & Pembuktian
Ketentuan Pidana
Sistem Informasi
Tugas & Wewenang Pemerintah &
Pemerintah Daerah
Ketentuan Pidana
Ketentuan Peralihan
Ketentuan Penutup
Ruang Lingkup
Perencanaan
Ruang Lingkup
Pemanfaatan Penegakan
Hukum Hukum
Pengendalian Pengawasan
Pemeliharaan
Perubahan mendasar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH dibandingkan dengan UU sebelumnya (UU Nomor 23 Tahun g g y ( 3
1997), antara lain:
1 Diintegrasikannya aspek perlindungan lingkungan hidup, sehingga judul
berubah menjadi “tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”
2 Lebih rincinya tugas dan tanggungjawab semua stakeholder dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan LH
3 Muncul kewajiban‐kewajiban baru seperti izin lingkungan, ERA (ARLH), Audit
3 LH LH,
Desentralisasi perizinan pengelolaan B3 dan limbah B3
4 Desentralisasi perizinan pengelolaan B3 dan limbah B3
Aspek pengawasan dan pemberian sanksi (administratif dan pidana) dibuat
5 Aspek pengawasan dan pemberian sanksi (administratif dan pidana) dibuat
lebih rinci dan mengikat
KONSEP
UU 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH UU 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH
Perencanaan Pemanfaatan Pengendalian Pemeliharaan Pengawasan
-Inventarisasi
SDA - Keberlanjutan
Proses -Pencegahan
-Penanggulangan -Konservasi SDA
-Pencadangan SDA -Pembinaan
-Sanksi Administrasi -Penetapan
Ekoregion - Keberlanjutan Produktifitas - Keselamatan dan
Kesejahteraan
gg g
-Pemulihan g
-Pelestarian fungsi Atmosfer (mitigasi, adaptasi, lapisan ozon dan hujan asam
-Sanksi Perdata m -Sanksi Pidana
Masyarakat j j
-Baku Mutu LH
-KLHS Rencana PPLH -Baku Mutu LH -Perubahan iklim -PUU berbasis LH
-Kriteria Kerusakan LH -Perizinan
-Anggaran berbasis LH -Analisa Risiko LH
A di LH -Tata Ruang KLHS
-AMDAL -UKL-UPL
-Instrumen Ekonomi
-Rencana PPLH -Daya Dukung -Daya Tampung
Perubahan iklim -Rekayasa genetika -Sumber daya genetik
PUU berbasis LH -Ijin lingkungan
-Audit LH
Peningkatan Kapasitas Tersedianya Sarana dan Prasarana KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP MENINGKAT
Data dan Informasi
Peningkatan Kapasitas Tersedianya Sarana dan Prasarana
TOOL PERLINDUNGAN & PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG TERKAIT KEGIATAN PERTAMBANGAN
SANKSI PIDANA SANKSI PERDATA
SANKSI ADMINISTRASI
INVENTARISA SI LH
INVENTARISASI WILAYAH
EKOREGION RPPLH PENGAWASAN
ADMINISTRASI PEMBINAAN
AMDAL /UKL
KONSERVASI / PENCADANGAN
Audit Lingkungan PPLH /
PPNS
KLHS
Baku Mutu Lingkungan
F i
Kajian Risiko Lingkungan
PENCADANGAN
izin usaha
Dana Penjaminan
KLHS
KLHS Fungsi
Lingkungan
• Tingkat Nasinal
• Tingkat Pulau
• Tingkat Wilayah Ekosistem
Potensi dan ketersediaan
Jenis yang dimanfaatkan
Bentuk penguasaan
Bagaimana pengelolaannya
Bentuk kerusakan
Bentuk kerusakan
Konflik dan penyebab konflik
Hasil inventarisasi
Karakteristik bentang alam
Daerah Aliran Sungai Untuk menentukan:
Daerah Aliran Sungai
Iklim
Flora dan Fauna
Daya Dukung dan Daya Tampung
Sosial Budaya
Ekonomi
Kelembagaan masyarakat
Inventarisasi LH (SLHD Inventarisasi LH (SLHD Peta/
Ekoregion ditetapkan oleh Menteri Gambaran
RPPLH
PP RPPLH Menteri Nasional
Gubernur B i/W lik
Perda Prov Provinsi
Bupati/Walikota b
Perda Kab/Kota Kab/Kota
Inventarisasi Ekoregion
Inventarisasi Ekoregion
Inventarisasi Tingkat Pulau
k f k
K k kt • Pemanfaatan/
Faktor‐faktor: Isi:
Keragaman karakter dan fungsi ekologis
Sebaran penduduk
• Pemanfaatan/
pencadangan SDA
• Pemeliharaan fungsi LH
Sebaran penduduk
Sebaran potensi SDA
Kearifan lokal
Pemeliharaan fungsi LH
• Pengendalian,
Pemanfaatan, dan
Aspirasi masyarakat
Perubahan iklim
Pemanfaatan, dan Pendayagunaan Kelestarian SDA
• Adaptasi dan Mitigasi
Rencana 45% Kawasan Lindung Provinsi Jawa Barat 2025
GREEN PROVINCE
GREEN PROVINCE
ANALISA DAERAH SENSITIF ANALISA DAERAH SENSITIF ANALISA DAERAH SENSITIF ANALISA DAERAH SENSITIF
PROPINSI JAWA BARAT PROPINSI JAWA BARAT
INTENSITAS HUJAN PERMEABILITAS
KEMIRINGAN LERENG
PEKA EROSI
38,4 % 38,4 %
L A U T J A W A
Propinsi Jawa Barat
N
Penyebaran Tingkat Bahaya Erosi 108º00'00"E
107º00'00"E
93 60 0 0 0 m N '00 "S
Penyebaran tingkat bahaya erosi
Kab. Subang Kab. Karawang
Kab. Bekasi Kota Bekasi Kota Depok
DKI Jakarta Propinsi Banten
L A U T J A W A
14,000 0 14,000 28,000 m Scal e:
Legend :
0 00 0m N 06 º0 0
1:1,400,000
Jalan
Arteri Primer Jalan Kereta Api Jalan Kereta Api Ganda
Kab. Subang
Kab. Indramayu Kota Depok
Kab. Bogor
Kota Bogor Kab. Purwakarta
Kab. Cirebon
93 0 0
Batas Propinsi Batas Kabupaten Sungai
p Jalan Tol Kolektor Primer Rencana Jalan Tol
Penyebaran tingkat bahaya erosi Kab. Purwakarta‐Bandung utara‐Sumedang
Kab. Sukabumi
Kota Sukabumi Kab. Cianjur
Kota Bandung
Kab. Bandung Kab. Sumedang Kab. Majalengka
Kota Cirebon
Kab. Kuningan
92 40 00 0 m N 7 º0 0 '00 "S
TINGGI SEDANG RENDAH
Kab. Majalengka Kab. Sukabumi
Kab. Bandung
Kab. Ciamis
Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Garut
Propinsi Jawa Tengah
0 00 mN 0 7
Kab. Bandung (selatan) Kab. Cianjur
y
Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis S A M U D E R A I N D O N E S I A
Univers al Transverse Mercator P rojection
Spheroid: WGS 84; Description: Cu stom Transvers e Merc ator Zo ne: 4 8; Central Merid ian: 105
Prime M eri dian: 0
Fa lse E asting: 500000; Fals e Northing: 100 00000 Map Projection Details:
91 8 0 0
Kab. Garut
Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis
WEST JAVA PROVINCE ENVIRONMENTAL STRATEGY (WJPES)
Compiled : WJPES Consultant Date : 15:F eb:2005
Sumber : Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat
900000mE 840000mE
780000mE 720000mE
660000mE
91 20 00 0mN
Analisa WJPES (berbagai sumber)
28.2 % 28.2 %
L A U T J A W A
Propinsi Jawa Barat
N
Daerah Rawan Gerakan Tanah (longsor)
108º00'00"E 107º00'00"E
93 60 0 0 0 m N '00 "S
Daerah Rawan gerakan tanah (longsor)
Kab. Subang Kab. Karawang
Kab. Bekasi Kota Bekasi Kota Depok
DKI Jakarta Propinsi Banten
L A U T J A W A
14,000 0 14,000 28,000 m Scal e:
Legend :
0 00 0m N 06 º0 0
1:1,400,000
Jalan
Arteri Primer Jalan Kereta Api Jalan Kereta Api Ganda
Kab. Subang
Kab. Indramayu Kota Depok
Kab. Bogor
Kota Bogor Kab. Purwakarta
Kab. Cirebon
93 0 0
Batas Propinsi Batas Kabupaten Sungai
p Jalan Tol Kolektor Primer Rencana Jalan Tol
Ti i Tingkat Longsor
Kab. Sukabumi
Kota Sukabumi Kab. Cianjur
Kota Bandung
Kab. Bandung Kab. Sumedang Kab. Majalengka
Kota Cirebon
Kab. Kuningan
92 40 00 0 m N 7 º0 0 '00 "S
Tinggi Menengah Rendah Sangat Rendah
Kab. Bandung
Kab. Ciamis
Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Garut
Propinsi Jawa Tengah
0 00 mN 0 7
Kab. Cianjur Kab. Sukabumi
y
Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis S A M U D E R A I N D O N E S I A
Univers al Transverse Mercator P rojection
Spheroid: WGS 84; Description: Cu stom Transvers e Merc ator Zo ne: 4 8; Central Merid ian: 105
Prime M eri dian: 0
Fa lse E asting: 500000; Fals e Northing: 100 00000 Map Projection Details:
91 8 0 0
Kab. Tasikmalaya Kab. Garut
Kab. Ciamis
WEST JAVA PROVINCE ENVIRONMENTAL STRATEGY (WJPES)
Compiled : WJPES Consultant Date : 15:F eb:2005
Sumber : An alisa WJPES (berbagai sumber)
900000mE 840000mE
780000mE 720000mE
660000mE
91 20 00 0mN
• • • - degradasi hutan
Sensi- tifitas Kerawanan /
Permasalahan Lingkungan
• • •
• •
• •
• •
• • • degradasi hutan
- tanah kritis - banjir - kekeringan - longsor
- deplesi airtanah
i • • •
•
• • •
• • - pencemaran air
- pencemaran udara - persampahan - kesemrawutan kota:
transport, pemukiman kumuh,
PKL, RTH. ,
TUNTUTAN DAN TANTANGAN DATA UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN
••Pemahaman terhadap pentingnya IDS(D) Pemahaman terhadap pentingnya IDS(D) -- masalah sosialisasi masalah sosialisasi
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
••Kerjasama institusi Kerjasama institusi -- masalah koordinasi masalah koordinasi
(penetapan struktur dan bentuk organisasi, pembagian peran, hak & tanggung jawab) (penetapan struktur dan bentuk organisasi, pembagian peran, hak & tanggung jawab) (penetapan metode, tahapan dan pelaksanaan sosialisasi yang paling tepat)
(penetapan metode, tahapan dan pelaksanaan sosialisasi yang paling tepat)
(p p g , p g p , gg g j )
(p p g , p g p , gg g j )
••Dataset fundamental Dataset fundamental – siapa membangun data apa ? siapa membangun data apa ? (penetapan item tematik, kastodian data dan tahapan implementasi) (penetapan item tematik, kastodian data dan tahapan implementasi)
••Pendanaan Pendanaan –– masalah sumber dan masalah sumber dan sharing sharing (estimasi biaya, tahapan, identifikasi sumber
(estimasi biaya, tahapan, identifikasi sumber--2 pendanaan, 2 pendanaan, sharing sharing dan skema/
dan skema/ cost recovery cost recovery )) dan skema/
dan skema/ cost recovery cost recovery ))
••Legalitas Legalitas –– masalah pijakan operasional masalah pijakan operasional
(apa saja yang perlu diatur bagaimana tingkat peraturan) (apa saja yang perlu diatur bagaimana tingkat peraturan) (apa saja yang perlu diatur, bagaimana tingkat peraturan) (apa saja yang perlu diatur, bagaimana tingkat peraturan)
•• SDM SDM –– membina dan mempertahankan membina dan mempertahankan (pembinaan, kedudukan dan tunjangan) (pembinaan, kedudukan dan tunjangan)
(p j g )
(p j g )
AMDAL dan UKL/UPL merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.
Pasal 14 Pasal 14
Instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup terdiri atas :
terdiri atas : a. KLHS;
b. tata ruang;
c. baku mutu lingkungan hidup; g g p;
d. kriteria baku kerusakan lingkungan hidup;
e. amdal;
f. UKL‐UPL;
g. perizinan;
h. instrumen ekonomi lingkungan hidup;
i. peraturan perundang‐undangan berbasis lingkungan hidup;
j. anggaran berbasis lingkungan hidup;
k. analisis risiko lingkungan hidup l. audit lingkungan hidup; dan
i l i i d k b h d / k b il
m. instrumen lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu
pengetahuan
• PENGKAJIAN PENGARUH KRP (Kebijakan Rencana&Program) terhadap kondisi LH
il h ( RTRW RPJP/RPJM)
1 suatu wilayah (tata ruang, RTRW,RPJP/RPJM)
• PERUMUSAN ALTERNATIF PENYEMPURNAAN KRP
2
• REKOMENDASI PERBAIKAN KRP yang
• REKOMENDASI PERBAIKAN KRP yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan
3
21
KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LH
• KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LH
• PERKIRAAN MENGENAI DAMPAK DAN RISIKO LH PERKIRAAN MENGENAI DAMPAK DAN RISIKO LH
• KINERJA LAYANAN JASA EKOSISTEM
• Hulu hilir
• Hulu – hilir
• Insentive dan disinsentive
• PES – Payment Environment Service
• EFISIENSI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
• TINGKAT KERENTANAN DAN KAPASITAS ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM
• TINGKAT KETAHANAN DAN POTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI.
22
(PASAL 16)
a. Rencana tata ruang wilayah beserta rencana rincinya, RPJP, RPJM Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota.
b. Kebijakan, rencana, dan atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan / atau risiko lingkungan.
KRP BARU KRP BARU MENYUSUN
MENYUSUN
KLHS KLHS
KRP EKSISTING KRP EKSISTING
KLHS KLHS
MENGEVALUAS
MENGEVALUASII KRP EKSISTING KRP EKSISTING MENGEVALUAS
MENGEVALUASII
DAYA DUKUNG DAN
DAYA DUKUNG DAN DAYA DAYA TAMPUNG TAMPUNG LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN
PENDUDUK PENDUDUK
DDL DTL
SDA/LH
SDA/LH
Ekoregion Daya Dukung
dan Daya Tampung dan Daya Tampung
Kewilayahan y Sektor
‐ RTRW ‐ Kehutanan
‐ RTRW
‐ RPJM/RPJP
Kehutanan
‐ ESDM
‐ Pertanian
‐ Kelautan
KLHS RPPLH
Peraturan Pemerintah no. 15/2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
( pasal 25, 27, 33, 35)
...prosedur penetapan RTRW nasional, propinsi, kabupaten, p p p , p p , p , kota, dilakukan melalui KLHS
Peraturan Pemerintah no. 10/2010 Tentang tata cara
Peraturan Pemerintah no. 10/2010 Tentang tata cara perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan.
l d 6 ( t ) pasal 31 dan 46 (ayat 4)
...apabila usulan perubahan peruntukan berpotensi menimbulkan
risiko lingkungan, wajib melaksanakan KLHS.
HAL‐HAL PENTING TERKAIT AMDAL
AMDAL dan UKL/UPL merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup (Pasal 14);
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup (Pasal 14);
Penyusun dokumen AMDAL wajib memiliki sertifikat kompetensi penyusun dokumen AMDAL (Pasal 28);
penyusun dokumen AMDAL (Pasal 28);
Komisi penilai AMDAL Pusat, Propinsi, maupun Kab/Kota wajib memiliki lisensi AMDAL (Pasal 29, Ayat (2));
AMDAL dan UKL/UPL merupakan persyaratan untuk penerbitan izin lingkungan (Pasal 36);
Izin Lingkungan diterbitkan oleh Menteri, gubernur, bupati/walikota
sesuai kewenangannya (Pasal 36, Ayat (4));
Penyusun Dokumen AMDAL wajib memiliki sertifikat kompetensi penyusun dokumen AMDAL
Saat ini berlaku Permen LH No. 11 Tahun 2008 di mana komisi penilai AMDAL wajib menolak pengajuan dokumen AMDAL yang
p j p g j y g
penyusunnya belum memiliki sertifikat kompetensi penyusun dokumen AMDAL
Implikasinya Î akan dilakukan telaah kembali masa berlaku
Permen LH No. 11 Tahun 2008 (dalam telaahan staf)
Pasal 35
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai UKL‐UPL dan surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup diatur dengan peraturan Menteri
Saat ini yang berlaku adalah Permen LH No. 13Tahun 2010 tentang Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauab Lingkungan Hidup dan
Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup
Pasal 121
(1) Pada saat berlakunya Undang‐undang ini, dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun setiap usaha dan/atau kegiatan paling lama 2 (dua) tahun setiap usaha dan/atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi belum memiliki dokumen amdal wajib menyelesaikan audit lingkungan hidup
lingkungan hidup.
Saat ini yang berlaku adalah Permen LH No. 14 Tahun 2010 tentang Dokumen
Lingkungan Hidup Bagi Usaha Dan/Atau kegiatanYang Telah Memiliki Izin Usaha Dan/Atau Kegiatan Tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup
Implikasinya Î Wajib Disusun paling lama tanggal 3 Oktober 2011
Saat ini yang berlaku adalah Permen LH No. 06 Tahun 2008 tentang Tata Laksana Lisensi Komisi Penilai AMDAL Kab/Kota
• Ketentuan dalam Permen No. 06 Tahun 2008 tetap berlaku sebelum ada Permen yang
Implikasinya :
p y g
mengatur peralihan
• Perubahan dan penyesuaian terhadap Permen. No. 06 Tahun 2008 sedang dilakukan telaah
staf
(3) Persyaratan dan tatacara lisensi sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan Manteri
Saat ini yang berlaku adalah Permen LH No. 15 Tahun 2010 tentang Persyaratan
dan tata cara Lisensi Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
Perizinan
3
Termaktub dalam Pasal 36 s/d Pasal
Perizinan
Keputusan Kelayakan Lingkungan
36 s/d Pasal 41
Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup atau Rekomendasi UKL‐UPL
Izin Lingkungan
Izin Usaha dan/atau Kegiatan
Izin lingkungan Izin usaha dan/atau Izin lingkungan
dicabut
Izin usaha dan/atau
kegiatan dibatalkan
AMDAL dan UKL/UPL merupakan persyaratan untuk penerbitan izin lingkungan
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
IZIN
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
STUDI
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
TATA RUANG IMB IMB
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
LINGKUNGAN KELAYAKAN
RTRWN
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
IZIN USAHA
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.
RTRWN
RTRWP
The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.