- 1 -
PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 41 TAHUN 2013
TENTANG
JENIS RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP (UKL – UPL) SERTA SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
(SPPL) DI KABUPATEN BERAU BUPATI BERAU
Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan pemberian pelayanan prima kepada masyarakat diperlukan UKL-UPL dan/atau SPPL sebagai pedoman pelaksanaannya ;
b. bahwa untuk menentukan jenis dokumen UKL-UPL dan atau SPPL yang wajib bagi rencana usaha/kegiatan maka perlu membentuk peraturan tentang Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi UKL-UPL ; dan c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan huruf b tersebut diatas, maka perlu diatur dengan Peraturan Bupati Berau.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72) tentang Penetapan Undang-Undang Darurat No. 3 Tahun 1953 tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9), sebagai Undang-Undang (Memori penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820) ;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059) ;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) ;
SALINAN
- 2 -
4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5285) ;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Daerah Kabupaten Berau Tahun 2004 Nomor 4) ;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 9 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Berau (Lembaran Daerah Kabupaten Berau Tahun 2008 Nomor 9) ;
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG JENIS USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL–UPL) SERTA SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (SPPL) DI KABUPATEN BERAU.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :
1. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah.
2. Bupati adalah Bupati Berau.
3. Kepala Badan Lingkungan Hidup adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau.
4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang membawahkan Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan/Kampung.
5. Instansi adalah Dinas, Badan atau Kantor yang merupakan pembantu Kepala Daerah dalam penyelengaraan Pemerintah Daerah
6. Badan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut BLH adalah unsur pembantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah dibidang lingkungan hidup.
7. Pejabat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tertentu dibidang
lingkungan hidup sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.
- 3 -
8. Pejabat Pengawas adalah Pejabat yang ditunjuk oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau.
9. Konsultan adalah tenaga propesional yang menyediakan jasa dalam bidang keahlian tertentu.
10. Tenaga Ahli adalah orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus yang dalam memberikan jasa berdasarkan keahliannya tersebut tidak terikat oleh hubungan kerja.
11. Pemprakarsa adalah setiap orang atau instansi Pemerintah yang bertanggung jawab atas suatu usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan
12. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut UKL–UPL adalah Pengelolaan dan Pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
13. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut SPPL adalah pernyataan kesanggupan dari penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya diluar usaha dan/atau kegiatan yang wajib Amdal atau UKL–UPL.
14. Rekomendasi UKL-UPL adalah surat persetujuan terhadap suatu usaha dan/atau kegiatan yang wajib UKL-UPL.
15. Izin Lingkungan adalah Izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib Amdal atau UKL-UPL dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh Izin Usaha dan/atau Kegiatan.
BAB II
KLASIFIKASI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB UKL-UPL ATAU SPPL
Pasal 2
(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib Amdal wajib memiliki UKL-UPL.
(2) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib Amdal dan/atau UKL-UPL wajib membuat SPPL.
Pasal 3
Bidang jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib UKL-UPL atau SPPL sebagai berikut :
1. Bidang Prasarana Wilayah (Pekerjaan Umum) ;
2. Bidang Kesehatan (Rumah Sakit, Klinik dan Laboratorium) ; 3. Bidang Pariwisata ;
4. Bidang Pertanian dan Perkebunan ;
5. Bidang Peternakan ;
- 4 -
6. Bidang Perikanan ;
7. Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral (Pertambangan Umum, Minyak dan Gas (Migas) serta ketenagalistrikan) ;
8. Bidang Perindustrian ; 9. Bidang Perdagangan ;
10. Bidang Pertahanan dan Keamanan ; 11. Bidang Kehutanan ;
12. Bidang Perhubungan ; dan
13. Bidang Geologi Tata Lingkungan ; 14. Bidang Pengelolaan Limbah B3.
Pasal 4
Panduan penapisan dan jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib UKL-UPL atau SPPL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
BAB III
PEDOMAN UMUM DAN TEKNIS PENYUSUNAN UKL-UPL ATAU SPPL Pasal 5
(1) UKL-UPL disusun pada tahap perencanaan suatu usaha dan/atau kegiatan dengan lokasi rencana kegiatan wajib sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Berau.
(2) Sebelum menyusun dokumen UKL-UPL, pemrakarsa terlebih dahulu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar dengan melibatkan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan/Kampung dan instansi terkait.
(3) Penyusunan UKL-UPL dapat dilakukan oleh pemrakarsa dan/atau meminta bantuan tenaga ahli dan/atau mempergunakan jasa konsultan dan/atau lembaga penelitian lainnya sesuai dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II.
(4) Bagi rencana usaha dan/atau kegiatan yang pedoman teknisnya tidak tercantum dalam Lampiran I, maka usaha dan/atau kegiatan tersebut berpedoman pada pedoman umum penyusunan UKL-UPL sebagaimana tercantum dalam Lampiran II.
(5) SPPL disusun oleh pemrakarsa sesuai dengan format penyusunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III.
Pasal 6
Bagi usaha dan/atau kegiatan yang dalam operasionalnya melakukan
aktivitas/kegiatan yang kewenangan pembinaan teknisnya nya lebih dari 1 (satu)
instansi, maka kewajiban pembuatan UKL-UPL mengacu pada usaha dan/atau
kegiatan utamanya yang isi dokumennya meliputi dan mencakup seluruh
kegiatannya.
- 5 -
BAB IV
TATA CARA PENERBITAN REKOMENDASI UKL-UPL, IZIN LINGKUNGAN DAN SPPL
Pasal 7
(1) Pemrakarsa mengajukan permohonan penerbitan rekomendasi UKL-UPL dan Izin Lingkungan yang dilengkapi dengan dokumen UKL-UPL, dokumen pendirian usaha dan/atau kegiatan dan profil usaha dan/atau kegiatan kepada Bupati Berau Cq. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau atau SPPL kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau.
(2) Permohonan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) akan diberikan tanda bukti penerimaan UKL-UPL atau SPPL.
(3) Setelah menerima permohonan Izin Lingkungan, Bupati wajib mengumumkan permohonan Izin Lingkungan melalui multimedia dan papan pengumuman di lokasi usaha dan/atau kegiatan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak dokumen UKL-UPL yang diajukan dinyatakan lengkap secara administrasi.
(4) Untuk UKL-UPL yang telah memenuhi persyaratan akan dilakukan pemeriksaan dan pengecekan dengan melibatkan Tim Pemeriksa Dokumen UKL-UPL Kabupaten Berau.
(5) Permohonan SPPL terlebih dahulu dilakukan peninjauan lokasi untuk kemudian dibuatkan Beraita Acara Peninjauan Lokasi.
Pasal 8
(1) Dalam melaksanakan proses penerbitan Rekomendasi UKL-UPL atau SPPL, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau wajib :
a. melakukan pemeriksaan UKL-UPL, berkoordinasi dengan Dinas/Kantor Instansi yang membidangi usaha dan/atau kegiatan, melakukan klarifikasi, presentasi pembahasan oleh Pemrakarsa dan menerbitkan rekomendasi UKL-UPL paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya UKL-UPL ; atau
b. melakukan pemeriksaan SPPL dan memberikan persetujuan SPPL paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya permohonan SPPL.
(2) Apabila dalam proses permohonan terdapat kekurangan data dan/atau informasi terhadap UKL-UPL atau SPPL serta memerlukan tambahan dan/atau perbaikan maka Pemrakarsa wajib menyempurnakan dan/atau melengkapinya sesuai hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Bupati Berau, wajib menerbitkan rekomendasi UKL-UPL dan Izin Lingkungan
paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya UKL-UPL yang telah
disempurnakan oleh pemrakarsa atau Kepala Badan Lingkungan Hidup
Kabupaten Berau, wajib memberikan persetujuan SPPL paling lama 7 (tujuh)
hari kerja sejak diterimanya permohonan SPPL yang telah disempurnakan
oleh pemrakarsa.
- 6 -
(4) Dalam hal Pejabat tidak melakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau tidak menerbitkan rekomendasi UKL-UPL dan Izin Lingkungan atau persetujuan SPPL dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3), UKL-UPL atau SPPL yang diajukan penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan dianggap telah diperiksa dan disahkan oleh Pejabat berwenang.
(5) Izin lingkungan diterbitkan Bupati setelah dilakukannya pengumuman permohonan Izin Lingkungan dan dilakukan bersamaan dengan diterbitkannya Rekomendasi UKL-UPL.
(6) Izin Lingkungan paling sedikit memuat persyaratan dan kewajiban yang dibuat dalam Rekomendasi UKL-UPL, persyaratan dan kewajiban yang ditetapkan dan berakhirnya Izin Lingkungan.
(7) Izin lingkungan mencantumkan jumlah dan jenis Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sesuai dengan Peraturan Perundang- undangan.
(8) Izin Lingkungan berakhir bersamaan dengan berakhirnya Izin Usaha dan/atau Kegiatan.
(9) Izin Lingkungan yang telah diterbitkan Bupati wajib diumunkan melalui media massa dan/atau multimedia.
(10) Pengumuman izin lingkungan dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterbitkan.
Pasal 9
(1) Rekomendasi UKL-UPL dan Izin Lingkungan serta persetujuan SPPL digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
(2) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau sebagai instansi teknis yang memproses penerbitan Izin wajib mencantumkan persyaratan dan kewajiban dalam rekomendasi UKL-UPL dan Izin Lingkungan serta persetujuan SPPL sebagaimana dimaksud.
BAB V PEMBINAAN
Pasal 10
Pendidikan, latihan, penelitian dan pengembangan studi lingkungan wajib dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi pengelolaan lingkungan hidup sehingga kualitas dan bobot pelaksanaan dokumen UKL-UPL setiap usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.
Pasal 11
Pendidikan, latihan dan pengembangan studi lingkungan bentuk pelaksanaan
UKL-UPL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dapat diselenggarakan oleh
Pemerintah Kabupaten Berau, masyarakat dan lembaga-lembaga peneliti lainnya.
- 7 -
Pasal 12
Pembinaan dapat dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau bersama Dinas/Kantor yang terkait, melalui pemantauan dan evaluasi terhadap usaha dan/atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemrakarsa.
BAB VI PENGAWASAN
Pasal 13
Pengawasan terhadap pelaksanaan UKL-UPL atau SPPL bagi usaha dan/atau kegiatan dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau bersama- sama dengan Dinas/Instansi/Kantor yang terkait sesuai dengan tugas pokok yang menjadi tanggungjawabnya.
BAB VII PEMBIAYAAN
Pasal 14
(1) Biaya penyusunan dan pemeriksaan UKL-UPL atau SPPL dibebankan kepada penanggungjawab/pemrakrasa usaha dan/atau kegiatan.
(2) Biaya administrasi dan persuratan, pengadaan peralatan kantor untuk menunjang proses pelaksanaan pemeriksaan UKL-UPL atau SPPL, penerbitan rekomendasi UKL-UPL atau persetujuan SPPL, pelaksanaan pembinaan dan pengawasan, dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Berau yang dilakukan di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau.
BAB VIII PELAPORAN
Pasal 15
(1) Pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan untuk dokumen UKL-UPL atau SPPL bagi usaha dan/atau kegiatan wajib dilaksanakan oleh Pemrakarsa.
(2) Periode penyampaian laporan minimal 4 (empat) kali dalam setahun.
Pasal 16
Pelaporan dimaksud pasal 15 ditujukan kepada Badan Lingkungan Hidup
Kabupaten Berau dengan tembusan kepada Dinas/Instansi/Kantor terkait sesuai
dengan jenis usaha dan/atau kegiatan yang dilaksanakan.
- 8 -
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP Pasal 17
Peraturan Bupati ini berlaku sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Berau.
Ditetapkan di Tanjung Redeb pada tanggal 4 Desember 2013
BUPATI BERAU, ttd
H. MAKMUR HAPK
Diundangkan di Tanjung Redeb pada tanggal 4 Desember 2013
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BERAU, ttd
H. JONIE MARHANSYAH
BERITA DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 NOMOR 41
Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM DAN
PERUNDANG-UNDANGAN ttd
H. JAKA SISWANTA, SH, M.Si NIP. 19670209 199403 1 009
- 9 -
LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR : 41 TAHUN 2013 TANGGAL : 4 DESEMBER 2013
PERIHAL : JENIS RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL – UPL) SERTA SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (SPPL) DI KABUPATEN BERAU.
JENIS USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI UKL-UPL DAN SPPL
NO JENIS USAHA/KEGIATAN BESARAN
WAJIB UKL&UPL SPPL 1. BIDANG PRASARANA WILAYAH (PEKERJAAN UMUM)
A. Persampahan
1.Pembuangan dengan system control
landfill/sanitary landfill (diluar B-3) Luas : < 10 Ha atau Kapasitas Total : <
100.000 Ton
-
2.Pembangunan transfer station Kapasitas < 500
Ton/Hari -
3.Pembangunan instalasi Pengolahan Sampah Terpadu
Kapasitas < 500 Ton/Hari
-
4.Composting Plant Kapasitas < 500
Ton/Hari -
B. Air Limbah Domestik
1.Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) termasuk fasilitas penunjangnya
Luas < 2 Ha atau Kapasitasnya < 11 M3/hari
2.Pembangunan IPAL limbah domestik
termasuk fasilitas penunjangnya Luas : < 3 Ha atau Beban Organik < 2,4 ton / hari
3.Pembangunan sistem perpipaan air limbah 100 < Luas < 500 Ha atau
Debit : < 16.000 M3 per hari
Luas < 100 Ha
C Pembangunan Saluran 3 < Lebar < 10 M
2 < Panjang < 10 Km Lebar : < 3 M Panjang : < 2 Km D. Air Bersih
1.Pengambilan air dari Danau, Sungai, Mata
Air atau Sumber Air lainnya 50 < Debit < 250
Lt/dtk Debit : < 50 Lt /dtk
2.Pembangunan jaringan distribusi 100 < Luas < 500 Ha Luas < 100 Ha 3.Pembangunan jaringan transmisi 8 < Panjang < 10 Km Panjang : < 2 Km E. Pembangunan Perumahan/Pemukiman Luas < 50 Ha -
F. Peremajaan Pemukiman Luas : ≥ 5 Ha Luas : < 5Ha
G. Pembangunan Jalan Raya Luas : 2 Ha s/d 5 Ha
Panjang : 1 Km s/d 5 Km
Luas : < 2 Ha Panjang : < 1 Km
H. Pembangunan dan/atau Peningkatan Jalan dengan Pelebaran Diluar Daerah Milik Jalan
3 < Panjang < 10 Km 5 < Luas < 10 Ha
Panjang < 3 Km Luas < 5 Ha I. Pembangunan Jalan Layang dan Subway Panjang : < 2 Km - J. Pembangunan Jembatan 100 < Panjang < 500
M Panjang : < 100 M
K. Pembangunan Bendungan/Waduk atau Jenis
Tampungan Air Lainnya Tinggi : < 15 M atau
Luas Genangan : <
-
- 10 -
200 Ha L. Daerah Irigasi
1.Pembangunan Baru 500 ≤ Luas < 2.000
Ha Luas < 500 Ha
2.Peningkatan/Penambahan 500 ≤ Luas < 1.000 Ha
Luas < 500 Ha 3.Percetakan Sawah (Perkelompok) 200 ≤ Luas < 500 Ha Luas < 100 Ha M. Pengembangan Rawa :
Reklamasi Rawa untuk Budidaya Pertanian 500 ≤ Luas < 1.000
Ha Luas < 500 Ha
N. Pembangunan Pengaman Pantai dan Perbaikan Muara Sungai
Jarak dihitung tegak lurus Pantai : < 500 M
-
O. Normalisasi Sungai dan Pembuatan Kanal Banjir
3 < Panjang < 10 Km 100.000 < Volume <
500.000 M3
-
P. Pembangunan Pusat Perkantoran, Pendidikan, Olahraga, Kesenian, Tempat Ibadah, Pusat Perdagangan Perbelanjaan Relatif Terkonsentrasi
5.000 < Luas <
10.000 M2
-
Q. Pembangunan Kawasan Pemukiman untuk Pemindahan Penduduk/Trasnmigrasi
Luas : < 2.000 Ha - R. Pembangunan Pemondokan/Kost Jumlah kamar ≥ 20 Jumlah kamar
< 20 s. Pembangunan Bangunan 2 Ha ≤ Luas lahan< 5
Ha
2.000 ≤ Luas bangunan<
10.000m2
Luas tanah< 2 Ha Luas bangunan
< 2.000m2
t Pembangunan AMP/Beaching Plant Semua Besaran 2. BIDANG KESEHATAN
A. Rumah Sakit Semua besaran -
B. Klinik Kesehatan Umum dengan Rawat Inap Semua besaran -
C. Klinik Kesehatan Umum tanpa Rawat Inap Wajib SPPL
D. Industri Farmasi yang memproduksi Bahan
Baku Obat Semua besaran -
E. Laboratorium (Klinik, Lingkungan) Semua besaran -
F. Puskesmas dengan Rawat Inap Semua besaran -
G. Puskesmas tanpa Rawat Inap Wajib SPPL
H. Klinik Bersalin / Rumah Bersalin Semua besaran -
I. Klinik Khusus (Mata, THT, Gigi & Kecantikan) - Wajib SPPL J. Praktek Dokter (Dokter Umum, Gigi, Spesialis) - Wajib SPPL
K. Praktek Bidan dengan Persalinan Semua besaran -
L. Praktek Bidan/Keperawatan tanpa Persalinan - Wajib SPPL
M. Penyalur Alat
Kesehatan/Obat/Kosmetik/Makanan.Jamu tradisional
- Wajib SPPL
N. Pedagang Besar Farmasi - Wajib SPPL
O. Apotek - Wajib SPPL
P. Toko Obat - Wajib SPPL
Q. Akupunkturis/Sinshe/Tabib/Fisioterapis/Be
kam - Wajib SPPL
R. Tekniker Gigi/Tukang Gigi - Wajib SPPL
S. Pest Control/Terminate Control/Fumigasi - Wajib SPPL
T. Refraksionis/Optical - Wajib SPPL
U. Depot Air Isi Ulang (dengan Galon) - Wajib SPPL
v Restoran/Rumah Makan/Catering - Wajib SPPL
w Kolam renang - Wajib SPPL
x Salon/panti pijat - Wajib SPPL
- 11 -
3. BIDANG PARIWISATA
A. Bidang Usaha Jasa Perjalanan Wisata meliputi Jenis Usaha
1. Biro Perjalanan Wisata Semua Besaran
2. Agen Perjalan Wisata Semua Besaran
B Bidang usaha penyediaan akomodasi meliputi jenis usaha:
1. Hotel Jumlah kamar > 20
buah
2.000 ≤ Luas bangunan<
10.000m2
Jumlah kamar
< 20 buah Luas bangunan
< 2.000m2
2. Persinggahan Karavan Semua Besaran
3. Vila Jumlah kamar > 20
buah
2.000 ≤ Luas bangunan<
10.000m2
Jumlah kamar < 20 buah
Luas bangunan<
2.000m2
4. Pondok wisata/Home Stay Semua Besaran
5. Motel Semua Besaran
C. Bidang Usaha Jasa makan dan minum
meliputi jenis usaha: -
1.Kafe Semua Besaran
2. Jasa Boga Semua Besaran
3. Pusat Penjualan Makanan Semua Besaran
D Bidang Usaha Jasa Transportasi Wisata meliputi jenis usaha:
1. Angkutan Jalan Wisata Semua Besaran
2. Angkutan Kereta Api Wisata Semua Besaran 3. Angkutan sungai dan danau wisata Semua Besaran E. Bidang usaha daya tarik wisata meliputi jenis
usaha: -
1.Pengusahaan objek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata
> 10 Ha 2.Pengusahaan objek dan daya tarik wisata
budiya untuk usaha pemanfaatan seni dan budaya untuk sasaran wisata
> 10 Ha
3.Pengusahaan sumber daya alam dan/atau potensi budaya untuk menimbulkan daya tarik dan minat khusus sebagai sasaran wisata
> 10 Ha
F. Bidang Usaha Penyelenggaraan Kegiatan hiburan dan rekreasi meliputi jenis usaha:
1.Gelanggang olahraga (rumah bilyard, gelanggang renang, lapangan tenis, lapangan futsal, lapangan bulu tangkis dan bowling).
Semua besaran
2.Gelanggang seni (sanggar seni, gelar seni, gedung pertunjukan)
Semua besaran
3.Arena Permainan > 100 Ha
4.Taman Rekreasi > 100 Ha
5.Karoeke Semua besaran
6.Impresariat/promotor Semua besaran
G. Jasa Pramiwisata Semua besaran
H. Bidang Usaha Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif
1. Pertemuan Semua besaran
2. Perjalanan insentif Semua besaran
3. Konferensi Semua besaran
- 12 -
4. Pameran Semua besaran
I. Jasa Konsultasi Pariwisata Semua besaran
J. Bidang usaha wisata tirta meliputi jenis usaha
1.Wisata bahan meliputi selam, perahu layar, memancing, selancar, dermaga bahari
Semua besaran 2.Wisata sungai, danau dan waduk meliputi
arung jeram dan dayung Semua besaran
K. Jasa Informasi Pariwisata
Bidang Usaha wisata tirta meliputi jenis usaha
1.Wisata bahan meliputi selam, perahu layar, memancing, selancar, dermaga bahari
Semua besaran 2.Wisata sungai, danau dan waduk meliputi
arung jeram dan dayung Semua besaran
L Spa Semua besaran
4. BIDANG PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
A. Percetakan Sawah di Luar Kawasan Hutan 200 Ha ≤ Luas ≤ 500 Ha terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 200 Ha
B. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahunan di Lahan Kering atau akan dibangun di Bagian Hulu suatu Daerah Aliran Sungai (DAS)
Luas 500 s/d 5.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 500 Ha
C. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Semusim di Lahan Kering atau akan dibangun di Bagian Hulu suatu Daerah Aliran Sungai (DAS)
Luas 25 s/d 2.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 25 Ha
D. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahunan dengan atau Tanpa Unit Pengolahannya
2000 ≤ Luas < 5.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 2.000 Ha
E. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Semusim dengan atau Tanpa Unit Pengolahannya
500 ≤ Luas < 2.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 500 Ha
F. Penggilingan Padi dan Penyosohan Beras Kapasitas ≥ 0,3 Ton Beras/Jam
Kapasitas < 0,3 Ton Beras/Jam G. - Perkebunan Tanaman Tahunan dengan atau
tanpa Unit Pengolahannya, dalam Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK/APL/HPL Trans)/Perusahaan
- Perkebunan Tanaman Tahunan dengan atau tanpa Unit Pengolahannya, dalam Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK/APL/HPL Trans)/Non Perusahaan (Masyarakat)
1.000 ≤ Luas ≤ 3.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 1.000 Ha
25 Ha <Luas
< 1.000 Ha
H. -Perkebunan Tanaman Semusim dengan atau tanpa Unit Pengolahannya, dalam Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK/APL/HPL Trans)/ Perusahaan
- Perkebunan Tanaman Semusim dengan atau tanpa Unit Pengolahannya, dalam Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK/APL/HPL Trans)/ Non Perusahaan )Masyarakat)
1.000 ≤ Luas ≤ 3.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
Luas < 1.000 Ha
25 Ha <Luas
< 1.000 Ha
I. Perkebunan Tanaman Tahunan dengan membuka Hutan Produksi yang dapat
500 < Luas < 2.000 Ha dan terletak pada
25 Ha <Luas
< 500 Ha
- 13 -
dikonversi (HPK), atau akan dibangun di Bagian Hulu suatu Daerah Aliran Sungai (DAS)/Sub DAS
satu hamparan lokasi
J. Perkebunan Tanaman Semusim dengan membuka Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK), atau akan dibangun di Bagian Hulu suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) )/Sub DAS
500 < Luas < 2.000 Ha dan terletak pada satu hamparan lokasi
25 Ha <Luas
< 500 Ha
k Tangki Timbun CPO di luar izin perkebunan Semua besaran 5. BIDANG PETERNAKAN
A. Budidaya Burung Puyuh atau Burung Dara Populasi campuran ≥
25.000 Ekor 10.000 ekor <
Populasi campuran
< 25.000 Ekor B. Budidaya Sarang Burung Walet Semua besaran -
C. Budidaya Ayam Ras Pedaging Populasi ≥ 15.000
Ekor produksi/siklus 5.000 ekor <
Populasi < 15.000 Ekor produksi/
siklus D. Budidaya Itik, Angsa dan/atau Entok Populasi campuran ≥
15.000 Ekor
5.000 ekor
<Populasi campuran
< 15.000 Ekor E. Budidaya Ayam Ras Petelur Jumlah Induk ≥
10.000 Ekor
5.000 ekor <
Jumlah Induk
< 10.000 Ekor
F. Budidaya Kalkun Populasi campuran ≥
10.000 Ekor 1.000 ekor <
Populasi campuran
< 10.000 Ekor
G. Budidaya Kelinci Populasi campuran ≥
1.500 Ekor
500 ekor <Populasi campuran < 1.500 Ekor
H. Budidaya Kambing dan/atau Domba Populasi campuran ≥
300 Ekor 50 ekor <Populasi campuran < 300 Ekor
I. Budidaya Rusa Populasi campuran ≥
300 Ekor 50 ekor <Populasi campuran < 300 Ekor
J. Budidaya Sapi Potong Populasi campuran ≥
100 Ekor 20 ekor <Populasi campuran < 100 Ekor
K. Budidaya Kerbau Populasi campuran ≥
75 Ekor 20 ekor <
Populasi campuran
< 75 Ekor
L. Budidaya Sapi Perah Populasi campuran ≥
20 Ekor 10 ekor Populasi campuran
< 20 Ekor
M. Budidaya Kuda Populasi campuran ≥
50 Ekor 10 ekor Populasi campuran
< 50 Ekor
N. Semua Pembibitan Ternak - Semua besaran
O. Rumah Potong Hewan dan Unggas yang digunakan paling sedikit untuk memenuhi kebutuhan lokal
Semua besaran
-
P. Produsen Obat Hewan Semua besaran -
Q. Stasiun Karantina Hewan Semua besaran -
R. Pasar Hewan di Perkotaan Semua besaran -
- 14 -
S. Penyebaran Ternak Bukan Unggas Populasi ≥ 1.000 Ekor dan terletak pada satu hamparan lokasi
100 ekor < Populasi
< 1.000 Ekor
t Ayam kampung/ketawa Jumlah Induk ≥
10.000 Ekor
1.000 ekor
<Jumlah Induk
< 10.000 Ekor
6. BIDANG PERIKANAN A
.
Budidaya Ikan/Udang Air Tawar - Budidaya ikan/udang di kolam
- Budidaya ikan/udang di Keramba Jaring Apung atau Pen Sistem
Luas > 4 Ha 1 Ha <Luas > 2,5 Ha 100 unit < Jumlah <
500 unit
2 Ha <Luas < 4 Ha 0,5 Ha <Luas < 1
Ha
50 unit <Jumlah <
100 unit B. Budidaya ikan /Udang Air Payau
- Budidaya ikan/udang di tambak tradisional
- Budidaya ikan/udang/Ikan di tambak dengan Teknologi Maju dan Madya dengan atau tanpa Unit Pengolahannya
20 ≤ Luas < 50 Ha
10 ≤ Luas < 50 Ha Luas < 10 Ha s/d<
20 Ha
Luas < 5 Ha – < 20 Ha
C. Budidaya ikan /Udang Air Laut
- Budidaya ikan/udang di keramba jarring apung atau Pen Sistem
- Budidaya Rumput Laut
1 ≤ Luas < 5 Ha Luas > 20 Ha
Luas 0,5 -1 Ha Luas 10-20 Ha D. Pembangunan Pelabuhan Perikanan dengan
salah satu fasilitas berikut:
- Dermaga
- Penahan Gelombang
- Kawasan Industri Perikanan
100 m < Panjang <
200 m
100 m < Panjang <
200 m
>15 Luas < 30 Ha
Panjang < 100 m Panjang < 100 m Luas < 15 Ha
E. Usaha Penanganan/Pengolahan Hasil Perikanan
- Usaha Pengolahan Tradisional (Perebusan, Penggaraman, Pengeringan, Pengasapan dan Fermentasi)
- Usaha Penanganan Pengolahan Modern/Maju seperti
• Pembekuan /Cold Storage
• Pengalengan Ikan
• Pengekstrasian ikan atau rumput laut
• Pabrik Es Perikanan
Kapasitas > 5 ton/hari
Kapasitas tamping >
120 ton/bulan
Kapasitas tamping >
100 ton/bulan
Kapasitas tamping >
80 ton/bulan Kapasitas >1 5 ton/hari
Kapasitas < 5 ton/hari
Kapasitas tamping
< 120 ton/bulan Kapasitas tamping
< 100 ton/bulan Kapasitas tamping
< 80 ton/bulan Kapasitas < 15 ton/hari
F Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kelas D 7. BIDANG ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
A. PERTAMBANGAN UMUM
1 Kegiatan Eksplorasi mineral logam/Batubara ➢ 5000 ha 2 Tahap Eksploitasi Mineral dan Batubara 5 < Luas KP < 200
Ha atau
5 < Luas Terbuka Pertambangan < 50 Ha (kumulatif/th)
Luas KP < 5 Ha atau Luas Terbuka Pertambangan < 5 Ha (kumulatif/th)
3 Tahap Eksploitasi Produksi
Batubara/Gambut
100.000 < Kapasitas
< 1.000.000 ton/th
Kapasitas <
100.000 ton/th
- 15 -
atau 400.000 <
material penutup <
4.000.000 ton/th
atau material penutup < 400.000 ton/th
4 Tahap Eksploitasi Produksi Bijih Sekunder/Endapan Alluvial
Kapasitas < 300.000 ton/th dan atau Jumlah Material penutup yang dipindahkan <
1.000.000 ton
-
5 Tahap Eksploitasi Produksi Bahan Galian Bukan Logam atau Bahan Galian Golongan
“C”
50.000<Kapasitas<
550.000 M3/th atau 200.000 < material penutup < 1.000.000 ton/th
Kapasitas < 50.000 M3/th atau material penutup < 200.000 ton/th
B. MINYAK DAN GAS BUMI (MIGAS) 1. Kegiatan Eksplorasi Migas
- Kegiatan Seismik di Darat dan di Laut Semua Besaran - - Pemboran Eksplorasi Migas di Darat dan
di Laut Semua Besaran -
2. Kegiatan Eksploitasi Migas
- Eksploitasi Migas serta Pengembangan Produksi di Darat
Lapangan Minyak <
5.000 BOPD
- - Eksploitasi Migas serta Pengembangan
Produksi di Darat Lapangan Gas <
30 MMSCFD - Eksploitasi Migas serta Pengembangan
Produksi di Laut Lapangan Minyak <
15.000 BOPD -
- Eksploitasi Migas serta Pengembangan Produksi di Laut
Lapangan Gas <
90 MMSCFD 3. Kegiatan Pengolahan Migas
- Pembangunan Kilang LPG < 50 MMSCFD -
- Pembangunan Kilang LNG < 50 MMSCFD -
- Pembangunan Kliang Minyak Pelumas
Bekas Termasuk Fasilitas Penunjangnya < 10.000 Ton/ thn -
- Pembangunan Kilang Minyak < 10.000 BOPD -
4. Kegiatan Niaga Migas
- Pipa Transmisi Migas di Darat Semua Besaran -
- Pipa Transmisi Migas di Laut Panjang Pipa < 100 Km
Tekanan < 15 bar
-
- Depot BBM dan atau BBG Semua Besaran -
- Blending Premix, Bahan Bakar Khusus Semua Besaran -
- Blending Minyak Pelumas Semua Besaran -
- Stasiun Pengisian Aspal Curah (SPAC) Semua Besaran - - SPBU, SPBG,SPBLPG, SPBN, SPBU dan
terapung (Flooting Bunker)
Semua Besaran -
5. Kegiatan Non Niaga Migas
- Penyimpanan/Penumpukan BBM untuk operasional di luar usaha migas
Semua Besaran C. KETENAGALISTRIKAN (LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI)
1. Pembangunan PLTA/PLTM - Tinggi Bendungan - Luas Genangan - Kapasitas daya
< 15 M < 200 Ha
< 50 MW 2. Pembangunan PLTT
- PLTU Batubara/Minyak (dalam 1 lokasi), - PLTGU, PLTG (dalam 1 lokasi)
- PLTP (dalam 1 lokasi)
< 100 MW
< 100 MW
< 100 MW
- 16 -
- PLTD (dalam 1 lokasi) < 100 MW 3. Pembangunan Jaringan Transmisi
- SUTT/SKTT
- Kabel Laut Tegangan Tinggi - Kabel laut tegangan menengah
< 150 kV < 150 kV
<150 kV 4. Pembangunan Pusat Listrik (skala hidro)
dari Jenis Lain (Surya, Angin, Biomassa, Air dan Gambut)
1 < Daya < 10 MW Daya < 1 MW
5. Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri (Komersil) dan Tenaga Listrik untuk kepentingan Umum
0,5 (500 KPA) < Daya
< 10 MW
Daya < 0,5 MW
8. BIDANG PERINDUSTRIAN
A. Industri Galangan Kapal dengan Sistem Geaving Dock
Bobot < 50.000 DWT -
B. Makanan
1. Sari daging dan air daging, Daging beku, Daging olahan tanpa kedap udara, Daging olahan dalam kemasan kedap udara lainnya, Daging olahan dan awetan lainnya, Daging dalam kaleng
Semua Besaran -
2. Susu kelapa (whey), Susu bubuk, Susu yang diawetkan, Susu cair dan Susu kental
Semua Besaran -
3. Mentega, Keju, Makanan dari susu lainnya Semua Besaran -
4. Tepung terigu Semua Besaran -
5. Es krim dari susu Produksi riil ≥
35.000 lt/th < 35.000 lt/th 6. Makanan dari tepung beras atau tepung
lainnya (mihun soun) Produksi riil ≥ 5.000
ton/th < 5.000 ton/th 7. Makanan dari tepung terigu (Mie basah,
Makaroni)
Produksi riil ≥ 1.000 ton/th
< 1.000 ton/th C. Makanan Kaleng atau Dalam Botol
1. Buah-buahan dalam kaleng/kemasan Produksi riil ≥ 2.400 ton/th
Produksi riil <
2.400 ton/th 2. Sayuran dalam kaleng Produksi riil ≥ 2.400
ton/th Produksi riil <
2.400 ton/th 3. Buah-buahan dalam botol Produksi riil ≥ 2.000
lt/th < 2.000 lt/th 4. Sayuran dalam botol Produksi riil ≥ 2.000
ton/th
Produksi riil <
2.000 ton/th 5. Buah-buahan lumat (selai/jam dan jeli) Produksi riil ≥ 2.200
lt/th < 2.200 lt/th 6. Sayuran yang dilumatkan Produksi riil ≥ 2.200
lt/th
< 2.200 lt/th 7. Air/sari pekat buah-buahan Produksi riil ≥ 2.000
lt/th < 2.000 lt/th 8. Pengolahan dan Pengawetan lainnya untuk
buah-buahan dan sayuran
Produksi riil ≥ 2.500 ton/th
Produksi riil <
2.500 ton/th 9. Air/sari pekat sayuran, Bubuk sari sayuran
dan buah-buahan Semua Besaran -
10. Ikan atau biota perairan lainnya yang dikalengkan, Binatang lunak dan berkulit keras yang dikalengkan
Semua Besaran -
11. Binatang lunak atau berkulit keras beku,
Ikan atau biota perairan lainnya beku Semua Besaran - D. Minyak Goreng
8. Oleo chemical, Minyak kasar/lemak dari Semua Besaran -
- 17 -
hewani, Minyak kasar nabati
9. Margarine Semua Besaran -
10. Minyak goreng kelapa Produksi riil ≥ 4.500
lt/th < 4.500 lt/th
11. Minyak goreng kelapa sawit Semua Besaran -
12. Minyak goreng lainnya dari nabati atau
hewani Semua Besaran -
13. Olahan minyak makan dan lemak dari
nabati atau hewani Semua Besaran -
E. Permen, Sirup
1. Pembuatan gula lainnya Produksi riil ≥ 5.000
ton/th < 5.000 ton/th 2. Sirup bahan dari gula Pemakaian gula ≥
200 ton/th
< 200 ton/th 3. Pengolahan gula lainnya selain sirup Semua Besaran - 4. Kembang gula mengandung kakao, kakao
olahan, makanan yang mengandung kakao Produksi riil ≥ 1.000
ton/th < 1.000 ton/th 5. Kembang gula yang tidak mengandung
kakao
Produksi riil ≥ 5.000 ton/th
< 5.000 ton/th 6. Pati/sari ubi kayu (tepung tapioka), hasil
ikutan/sisa industri pati/sisa ubi kayu Penggilingan singkong ≥ 9.000 ton/th
< 9.000 ton/th
7. Sagu Produksi riil ≥ 6.000
ton/th
< 6.000 ton/th 8. Pati palma, hasil ikutan/sisa/industri
berbagai pati palma
Semua Besaran -
F. Bumbu Masak
1. Teh ekstrak Semua Besaran -
2. Kecap Produksi riil ≥ 1,5
juta lt/th Produksi riil ≤ 1,5 juta lt/th
3. Tahu /Tempe Kedelai ≥ 3.000
ton/th < 3.000 ton/th 4. Daging sintesis, bubuk dari kedelai Semua Besaran - 5. Komponen bumbu masak Produksi riil ≥ 2.600
kg/th < 2.600 kg/th
6. Industri penyedap masakan kimiawi dan
bukan kimiawi Semua Besaran -
7. Garam meja, Garam bata dan Garam
lainnya Semua Besaran -
G. Pakan Ternak/Ransum/Pakan Jadi
1. Ransum/pakan jadi ikan dan biota
perairan lainnya Produksi riil ≥ 500
ton/th Produksi riil < 500 ton/th
2. Ransum/pakan jadi ternak besar, ternak kecil, aneka ternak, ternak unggas, ternak lainnya (bentuk tepung, butiran, pelet)
Produksi riil ≥ 15.000 ton/th
Produksi riil <
15.000 ton/th 3. Ransum/pakan jadi hewan manis Produksi riil ≥
15.000 ton/th Produksi riil <
15.000 ton/th 4. Ransum setengah jadi/konsentrat ternak
besar, ternak kecil, aneka ternak, ternak unggas
Produksi riil ≥
15.000 ton/th Produksi riil <
15.000 ton/th 5. Pakan lain untuk ternak : besar, kecil,
unggas, ternak lainnya Produksi riil ≥
15.000 ton/th Produksi riil <
15.000 ton/th
6. Tepung tulang Produksi riil ≥ 3.000
ton/th
Produksi riil <
3.000 ton/th
7. Tepung ikan Produksi riil ≥ 3.000
ton/th Produksi riil <
3.000 ton/th H. Minuman Keras
- 18 -
1. Bir, minuman lainnya yang mengandung
malt Semua Besaran -
2. Anggur dan sejenisnya Semua Besaran -
3. Minuman beralkohol kurang dari 1 % Semua Besaran - 4. Minuman ringan lainnya Produksi riil ≥ 1,2
juta lt/th
Produksi riil < 1,2 juta lt/th
5. Minuman ringan lainnya Produksi riil ≥ 1,2
juta lt/th Produksi riil < 1,2 juta lt/th
6. Minuman tidak mengandung CO2 Produksi riil ≥ 1,6 juta lt/th
Produksi riil < 1,6 juta lt/th
7. Minuman mengandung CO2 Produksi riil ≥
105.000 btl/th Produksi riil <
105.000 btl/th I. Tekstil
1. Benang hasil proses penyempurnaan lainnya, benang hasil proses merserisasi, benang kelantang dan celup
Semua Besaran -
2. Industri aneka tenun Semua Besaran -
3. Kain kelantang dari serat tekstil hewani, campuran serat, sintetis dan setengah sintetis, tumbuh-tumbuhan
Semua Besaran -
4. Kain celup dengan serat hewani, campuran serat, sintetis dan setengah sintetis, tumbuh-tumbuhan
Semua Besaran -
5. Pelusuhan/pencucian tekstil/pakaian jadi,
kain hasil proses penyempurnaan Semua Besaran -
6. Kain cetak Semua Besaran -
7. Jasa pencucian pakaian, tekstil (laundry) Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
8. Pembatikan Semua Besaran -
9. Karung goni Semua Besaran -
10. Pengawetan dan/atau penyamakan kulit Semua Besaran -
11. Barang dari kulit Semua Besaran -
12. Sepatu kulit yang melakukan penyamakan Semua Besaran - 13. Komponen rumah dari kayu (prefab
housing)
Semua Besaran -
14. Decorative plywood Semua Besaran -
15. Particle board, had board, block board Semua Besaran - 16. Rotan mentah dan rotan setengah jadi,
chopstick, tusuk gigi dan sendok es krim dari kayu
Semua Besaran -
17. Perabot/kelengkapan rumah tangga dari
kayu, meubel, kotak TV Semua Besaran -
18. Rotan barang jadi - Semua Besaran
19. Chopstick Semua Besaran
20. Perabot rumah tangga lainnya Produksi ≥ 3.000
M3/th -
J. Bubur Kertas/Pulp
1. Hasil ikutan/sisa pembuatan bubur kertas (pulp), jasa penunjang industri bubur kertas (pulp)
Semua Besaran -
2. Kertas koran, kertas tulis dan cetak, kertas berharga atau khusus, hasil ikutan/sisa pembuatan kertas budaya, jasa penunjang industri kertas budaya
Semua Besaran -
3. Kertas konstruksi, industri bungkus dan pengepakan, board, hasil ikutan/sisa pembuatan kertas industri, jasa penunjang industri kertas industri
Semua Besaran -
4. Kertas rumah tangga, kertas sigaret, Semua Besaran -
- 19 -
kertas tipis lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjag industri kertas tissue
5. Kertas dan kertas karton bergelombang, berkerut, kertas dan kertas karton ytdl, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kertas lainnya
Semua Besaran -
6. Stationer, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari kertas dan karton yttgm
Semua Besaran -
7. Industri percetakan dan penerbitan yang melakukan pencucian
Semua Besaran -
8. Senyawa alkali netrium atau kalium, logam alkali, senyawa alkali lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kimia dasar anorganik khlor dan alkali
Semua Besaran -
9. Gas industri mulia atau bukan gas mulia, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kimia dasar anorganik dan gas industri
Semua Besaran -
10. Pigmen dengan dasar oksida timah hitam (lead oxida) atau senyawa chrom, pigmen dengan dasar campuran zinc sulphide dan barium sulphate termasuk barium barium sulphate, pigmen dari logam/tanah, bahan pewarna/pigmen zat anorganik lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kimia dasar anorganik pigmen
Semua Besaran -
K. Zat Warna Tekstil
1. Elemen kimia, fosfida, karbida, air suling/murni, udara cair/udara kempaan, asam anorganik dan persenyawaan zat asam dari bukan logam
Semua Besaran -
2. Basa anorganik dan oksida logam, hidroksida logam dan peroksida logam (tidak ternasuk pigment), garam logam dan garam peroksi dari asam anorganik (fluorida, khlorida, bromide, yodida, perkhlorat, hipoklorit, hipobromide, yodat, peryodat, sulfida, sulfit, thiosulfat, persulfat, nitrit, nitrat, fosfit, fosfat, sianida, silikat, khromat, bikhromat, dsb)
Semua Besaran -
3. Fisi elemen kimia dan isotop, elemen kimia
radio aktif dan isotop radio aktif Semua Besaran - 4. Industri kimia dasar anorganik lainnya
yttgm, hasil ikutan/sisa dan penunjang industri kimia dasar anorganik yttgm
Semua Besaran -
5. Terpentin, bahan pelarut lainnya/bahan dari getah/kayu, tir kayu, minyak tir kayu, kreosot kayu dan nafta kayu
Semua Besaran -
6. Asam gondorukem dan asam damar,
termasuk turunannya Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
7. Karbon aktif, arang kayu (charcoal, briket, arang tempurung kelapa), industri kimia dasar organik, bahan kimia dari kayu dan getah (gum) lainnya
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
- 20 -
8. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kimia dasar organik, bahan kimia dari kayu dan getah (gum)
Semua Besaran -
9. Hasil antara phenol dan hasil antara anilin dan turunannya, zat warna untuk makanan dan obat-obatan, pigmen organik, zat warna/pigmen lainnya, hasil ikutan/sisa dan jaa penunjang industri kimia dasar organik intermediate siklis, zat warna dan pigmen
Semua Besaran -
10. Ethylene oxide, ethylene glycol, ethylene dichloride, vinyl chloride, vinyl acetate, acetaldehide, tri chloro ethylene, tetra chloro ethylene, acrylic acid, acrylonitrile, turunan ethylene lainnya
Semua Besaran -
11. Propylene oxide dan glycol, dichloride, turunan propylene lainnya, metil butadine, bitadiena, butyl alkohol, butyl amine
Semua Besaran -
12. Alkyl benzene, trichloro benzene, ethyl benzene, cyclohexane, maleic anhydride, chloro benzene, benzidine, styrene, styrene oxide, styrene acrylonitrit polimer (SAN), benzene dan turunan lainnya
Semua Besaran -
13. Benzaldehide, benzoid acid, benzil alkohol, benzil chlorida, caprolaktam, toluen dan turunan lainnya
Semua Besaran -
14. Phtalic anhydride, pure terephtalic acid (PTA), cumene, xylene dan turunan lainnya
Semua Besaran -
15. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang IKD- Organik yang bersumber dari minyak dan gas bumi serta dari batubara
Semua Besaran -
16. Bahan Kimia Khusus (BKK) untuk pengolahan air, bahan kimia khusus untuk minyak dan gas bumi, tekstil, plastik, bahan kimia untuk keperluan kesehatan, bahan kimia khusus lainnya
Semua Besaran -
17. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang IKD
yang menghasilkan bahan kimia khusus Semua Besaran - 18. Pelarut: Kloroform, ethyl acetate, ether,
carbon disulfide, dioctyl phtalate (DOP), glycerin, dubutyl ptalate (DBP), diisonil phtalate (DINP), diisodecyl phtalate (DIDP), diheptyl phtalate (DHP), acetonitile, amylacetat, carbonil sulfit, diethyl phtalate, dimenthyl sulphoxide, pelarut lainnya
Semua Besaran -
19. Ester: Lauric acid, axalic acid, polyhidric alkohol, adipic acid, acetic acid ester lainnya (sintesis bukan dari kayu), palmitic, formic (asam semut), tannic, tartataric, adipic acid, fatty, gluconic, picric, acetic acid (sintesis bukan dari kayu), palmitic, ste
Semua Besaran -
20. Asam Organik: citric, axalic, formic (asam semut), tannic, tartataric, adipic acid, fatty, gluconic, picric, acetic acid (sintesis bukan dari kayu), palmitic, stearic, glutamic acid, asam organik lainnya
Semua Besaran -
21. Zat aktif permukaan: alkyl Semua Besaran -
- 21 -
sulphonate/linier akylate sulphonat (LAS), alkyl benzene sulphonat (ABS)/alkyl arial sulphonat, alkyl olefin sulphonate (AOS), alkyl sulphat/sodium alkyl sulphate, sodiumlauryl sulphate, alkyl eter sulphate/alkyl arial sther sulphate, senyawa amonium kwartener, zat aktif permukaan lainnya
22. Bahan pengawet: formalin (larutan formaldehide, nipagin, nipasol, asam sorbat, natrii formaldehide sulfoksilat, natrii iso askarbat, natrii dehydroacetat, bahan pengawet lainnya
Semua Besaran -
23. Alkohol dan alkohol lemak: methanol, ethanol, fatty alcohol, alkohol dan alkohol lemak lainnya
Semua Besaran -
24. Polyhydric alkohol : pentaerythritol, mannitol, d.glusitol, polyhydryc alcohol lainnya, biogas
Semua Besaran -
25. Bahan organik lainnya : mono sodium glutamate (MSG), kalsium sitrat, sacharin, natrium siklamat, garam-garam stearat, bahan organik lainnya
Semua Besaran -
26. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang IKD
organik yytgm Semua Besaran -
L. Pupuk
1. Pupuk alam yang berasal dari batuan/bukan batuan, pupuk alam/non sintesis lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri pupuk alam/non sintesis
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
2. Pupuk tunggal P (posphor) atau K (kalium), pupuk buatan tunggal lainnya, hasil ikutan/sisa dan jaa penunjang industri pupuk buatan tunggal
Semua Besaran -
3. Pupuk buatan majemuk atau campuran, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri pupuk buatan majemuk dan campuran
Semua Besaran -
4. Pupuk pelengkap cair, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri pupuk lainnya
Semua Besaran -
5. Damar : alkyd dan polyester, amino (aminoplas), poliamida, epoxide, phenolic, silicone, damar buatan lainnya
Semua Besaran -
6. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri damar buatan (resintetis) dan bahan plastik
Semua Besaran -
7. Lateks sintetis, polybutadine (BR), polychlorobutadine (CR), polychloroprene (neoprene), butylrubber (BR), acrylonitrile butadine rubber (NBR), ethylene-propylene non conjugate diene rubber (EPDM), karet buatan lainnya, hasil ikutan/sisa dan jaa penunjang industri karet buatan
Semua Besaran -
M. Jasa Penunjang Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Industri Manufacturing) 1. Insektisida, fungisida herbisida, Semua Besaran -
- 22 -
redentisida, molusida, okarisida, algesida untuk pertanian/industri
2. Insektisida atau rodentisida untuk rumah tangga, preparat pembasmi hama rumah tangga (disinfectant), pestisida lainnya.
Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri pemberantas hama industri formulasi
Semua Besaran -
3. Obat nyamuk padat > 600 juta < 600 juta
4. Bahan baku zat pengatur tumbuh senyawa : naphtalene, phenoty, ethylene generator, piperdine, ammonium quartener, triacantanol, senyawa lainnya
Semua Besaran -
5. Zat pengatur tumbuh hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri zat pengatur tumbuh
Semua Besaran -
N. Industri Cat Pernis dan Lak
1. Cat anti lumut/anti karat/cat dasar/cat lainnya dari polliester yang dilarutkan dalam media bukan air
Semua Besaran -
2. Cat anti lumut/anti karat/cat dasar/cat lainnya dari pollimer vinil atau acrylic yang dilarutkan dalam media bukan air
Semua Besaran -
3. Cat anti lumut/anti karat/cat dasar/cat lainnya dari bahan lainnya atau acrylic yang dilarutkan dalam media bukan air
Semua Besaran -
4. Cat anti lumut/anti karat/cat dasar/cat lainnya dari pollimer vinil atau acrylic yang dilarutkan dalam media air
Semua Besaran -
5. Cat anti lumut/anti karat/cat dasar/cat lainnya dari lainnya yang dilarutkan dalam media air
Semua Besaran -
6. Cat anti lainnya dari bahan polimer Vinil atau acrylic atau dari bahan lainnya yang diencerkan dalam air
Semua Besaran -
7. Pernis, lak (laquers), dempul, plamur Semua Besaran - 8. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang
industri cat, pernis dan lak Semua Besaran -
O. Sabun Rumah Tangga
1. Sabun rumah tangga, sabun bukan untuk keperluan rumah tangga, deterjen, pemutih, pelembut cucian, enzim pencuci, bahan pembersih
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
2. Produk untuk kesehatan gigi dan mulut, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri sabun dan pembersih keperluan rumag tangga termauk tapal gigi
Semua Besaran -
3. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri damar buatan (resintetis) dan bahan plastik
Semua Besaran -
4. Sediaan : rias wajah, wangi-wangian, rambut, perawatan rambut, kuku, perawatan badan, cukur, kosmetik lainnya
Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
5. Sediaan rias mata, bayi, mandi surya/tabir surya, mandi. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kosmetik
Semua Besaran -
6. Perekat dari bahan alami, perekat dari Semua Besaran -
- 23 -
damar sintetis thermo-plastik (dalam kemasan eceran kurang atau sama dengan 1 kg), perekat dari damar sintetis thermoseting (dalam kemasan kurang atau sama dengan 1 kg), perekat lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri perekat
7. Tinta tulis, tinta cetak, tinta khusus, tinta lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri tinta
Semua Besaran -
8. Korek api batang kayu atau batang karton, korek api lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri korek api
Semua Besaran -
9. Gelatin (selain untuk bahan peledak dan bahan perekat), isolasi tahan panas selain plastik dan karet, semir dan krim, bahan kimia dan bahan barang kimia lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri bahan kimia dan barang kimia lainnya
Semua Besaran -
10. Barang-barang dari hasil kilang minyak bumi selain untuk bahan bakar (khususnya carbon black)
Semua Besaran -
11. Ban luar, ban dalam barang lainnya dari kertas yang ditelapaki lain dari pada karet keras, ban luar angin bekas (used pneumatic tyres), ban lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri ban luar dan ban dalam
Semua Besaran -
12. Ban luar yang ditelapaki lagi, karet telapak ban sudah ditelapaki lagi, ban yang ditelapaki lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri
Semua Besaran -
P. Karet, Plastik
1. Crum rubber Semua Besaran -
2. Penutup lantai dari karet, selang karet, sarung tangan karet, barang-barang dari karet untuk keperluan rumah tangga lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang-barang dari karet untuk keperluan rumah tangga
Semua Besaran -
3. Belt conveyor, V belt, fan belt, penahan dermaga yang tidak dipompa, lining dari karet, rol dari karet, karet pelindung korosi untuk valve, barang-barang dari karet untuk keperluan industri lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang-barang dari karet untuk keperluan industri
Semua Besaran -
4. Sepatu olahraga, barang keperluan kesehatan dan formasi, barang pakaian dan perlengkapan pakaian, tutup kepala, perahu dan pelampung dan penahan dermaga dari karet, benang dan tali karet vulkanisasi ditutupi atau diresapi karet vulkanisasi
Semua Besaran -
- 24 -
5. Pelat, lembaran, jalur batang dan bentuk profil dari karet vulkanisasi tidak keras, pipa, barang terbuat dari karet busa (selain yang terdapat pada perabot rumah tangga lainnya), hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang-barang dari karet
Semua Besaran -
6. Sarung tangan karet, barang-barang dari
karet yang belum terdapat dimanapun Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
7. Pipa dan selang plastik hasil ikutan/sisa dan jasa industri pipa dan selang dari plastik
Semua Besaran -
8. Plastik lembaran berbagai jenis, pita untuk media rekaman, plastik lembaran lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri lainnya
Semua Besaran -
9. Media rekaman untuk
suara/gambar/data, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri media rekaman dari plastik
Semua Besaran -
10. Perabot rumah tangga dan perlengkapannya dari plastik, keperluan sanitasi dari plastik, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri perabot, perlengkapan dan peralatan rumah tangga
Semua Besaran -
11. Kemasan dari plastik, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kemasan dari plastik
Semua Besaran -
12. Peralatan teknik/industri dari plastik, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dan peralatan teknik dari plastik
Semua Besaran -
13. Peralatan kesehatan/laboratorium, barang, pakaian dan perlengkapannya termasuk sarung tangan dari plastik, barang-barang dari plastik lainnya hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dan peralatan dari plastik
Semua Besaran -
14. Perabot rumah tangga dan barang pajangan dari porselin, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri perabot rumah tangga dari porselin
Semua Besaran -
15. Barang-barang saniter dari porselin, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri bahan bangunan dari porselin
Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
16. Barang keperluan laboratorium kimia dan kesehatan dari porselin, alat listrik/teknik dari porselin hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri alat laboratorium dan alat listrik/teknik dari porselin
Semua Besaran -
17. Wadah penyimpan barang dari porselin, barang lainnya dari porselin hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang-barang lainnya dari porselin
Semua Besaran -
18. Perabot rumah tangga dari keramik kaca, perabot rumah tangga dari kristal kaca lainnya, barang pajangan dan perabot penerangan dari kaca, hasil penunjang
Semua Besaran -
- 25 -
industri perabot rumah tangga dar kaca 19. Barang keperluan laboratorium kimia dan
kesehatan dari kaca, alat listrik/teknik dari kaca hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri alat laboratorium dan alat listrik/teknik dari kaca
Semua Besaran -
20. Sampul kaca (termasuk bola dan tabung) untuk lampu listrik, katup elektronis semacam itu, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari gelas untuk keperluan sampul
Semua Besaran -
21. Botol dan guci dari kaca, kemasan lain dan sumbat dari kaca, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri dari kaca
Semua Besaran -
22. Barang dari kaca kepeluan bangunan, serat dan barang dari serat kaca, barang sinyal dan elemen optik dari kaca, kaca dalam bentuk gumpal, bola, batang dan tabung
Semua Besaran -
23. Barang kaca lainnya yang belum termasuk golongan manapun, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang ainnya dari kaca
Semua Besaran -
24. Barang dari fiberglass Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
25. Kaca hasil tuangan dan gilingan dalam lembaran, kaca tarik dan kaca tiup dalam lembaran, kaca apung dalam lembaran, kaca berdinding dua atau lebih untuk isolasi, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kaca lembaran
Semua Besaran -
26. Kaca pengaman dikeraskan atau dilapisi hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kaca lembaran
Semua Besaran -
27. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang
industri kaca lembaran Semua Besaran -
Q. Gerabah, Keramik
1. Ubin, semen, batu/dinding dan genteng dari semen pipa beton bertulang dan tidak bertulang, tiang dan bantalan beton, barang lainnya dari semen untuk konstruksi, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang konstruksi
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
2. Perabot rumah tangga dan barang hiasan dan barang lainnya dari semen, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang lainnya dari semen pot bunga dari semen
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
3. Kapur tohor, kapur sirih/kapur tembok, kapur hidrolis/kapur kembang, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri kapur
Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
4. Barang dari kapur, hasil ikutan/sisa dan
jasa penunjang industri kapur Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
5. Perlengkapan rumah tangga dari tanah liat tanpa atau dengan glazur, hiasan rumah tangga dan pot bunga segala jenis dari tanah liat, hasil ikutan/sisa dan jasa
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
- 26 -
penunjang industri barang dari tanah liat untuk keperluan rumah tangga
6. Piring tanah liat tanpa/dengan glazur (segala jenis), cangkir dan pisin tanah liat tanpa/dengan glazur
Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
7. Batu bata berongga atau tidak berongga
press mesin Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
8. Batu bata press mesin dan tangan, semen merah, kerikil tanah liat, batu bata lainnya dari tanah liat, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri batu bata dari tanah liat
Semua Besaran -
9. Genteng kodok di glazur atau tidak di
glazur mesin Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
10. Genteng press mesin dan tangan, genteng lainnya dari tanah liat, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri genteng dari tanah liat
Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
11. Bata tahan api, marmer tahan api, bata tahan api dan jasa penunjang industri genteng dari tanah liat
Semua Besaran -
12. Barang saniter dan ubin dari tanah liat
tidak dikilapkan Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
13. Barang saniter dan ubin dari tanah liat dikilapkan, barang tanah liat untuk keperluan bahan bangunan lainnya
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
14. Hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari tanah liat untuk keperluan bahan bangunan lainnya
Semua Besaran -
15. Barang lainnya dari tanah liat, barang dari tanah gemuk, hasil ikutan dan jasa penunjang industri barang lainnya dari tanah liat
- Semua Besaran
16. Barang dari batu keperluan rumah tangga, bahan bangunan dari batu, barang seni/pajangan dari batu, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga
Semua Besaran -
17. Barang pipisan Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
18. Barang dari batu keperluan industri, barang lainnya dari batu, untuk keperluan lainnya, hasil ikutan/sisa penunjang industri dari batu untuk keperluan lainnya
Semua Besaran -
19. Ornamen atau patung dari marmer/batu
pualam Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
20. Barang pajangan dari granit atau marmer/batu pualam, barang pajangan dari onix, barang dari granit dan onix dan marmer/batu pualam untuk keperluan rumah tangga, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari marmer/pualam untuk keperluan rumah tangga dan pajangan
Investasi ≥ Rp. 600 Juta
Investasi < Rp. 600 Juta
21. Barang dari marmer/batu pualam dan granit keperluan bangunan, hasilikutan/sisa dan jasa penunjang
Semua Besaran -
- 27 -
industri barang dari marmer untuk keperluan bahan bangunan
22. Barang dari marmer/batu pualam, granit, onix untuk ke[erluan lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari marmer/batu pualam untuk keperluan lainnya
Semua Besaran -
23. Asbes semen dalam bentuk lembaran, buluh dan pipa dan alat kelengkapan buluh dan pipa dari asbes, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang dari asbes untuk keperluan bahan bangunan
Semua Besaran -
24. Serat asbes campuran, benang dan tali asbes, pakaian dan perlengkapan pakaian dan alas kaki dan tutup kepala dari serat asbes, kertas milboard dan bulu kempa dari serat asbes, penyambung dari serat yang dikempa dalam bentuk lembaran atau gulungan, barang lainnya dari asbes untuk keperluan industri, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari asbes untuk keperluan industri
Semua Besaran -
25. Perabot rumah tangga dari asbes, barang lain dari asbes untuk keperluan lain, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang dari asbes untuk keperluan lainnya
Semua Besaran -
26. Tepung kaolin, barang dari gips, barang dari mika, tepung talk, kertas penggosok (abrasive paper), barang galian bukan logam lainnya, hasil ikutan/sisa dan jasa penunjang industri barang galian bukan logam
Semua Besaran -
R. Logam, Baja
1. Industri penggilingan baja : batang dan kawat baja, baja tulangan, baja profil, lembaran dan pelat baja, termasuk paduannya
Semua Besaran -
2. Industri penempaan baja : batang berongga atau bukan dari baja paduan atau bukan paduan, baja tempa bentuk lainnya
Semua Besaran -
3. Industri penggilingan logam bukan besi :
pelat, sheet, strip, foil dan bar/batang Semua Besaran -
4. Ekstruksi logam bukan besi Semua Besaran -
5. Penempaan logam bukan besi : bar, rod, angle, shape dan section (profil) hasil tempaan
Semua Besaran -
6. Industri alat pertanian dari logam Investasi ≥ Rp. 600
Juta Investasi < Rp. 600 Juta
7. Industri alat pertukangan dan pemotongan
dari logam Semua Besaran -
8. Industri alat dapur dari alumunium Semua Besaran - 9. Industri alat dapur dari logam bukan
alumunium Semua Besaran -