TIONGKOK DALAM KASUS ‘CHINA AIR IDENTIFICATION ZONE’ LAUT CHINA TIMUR 2013
Disusun Oleh:
071112022
KRISNA INDRAWAN PRATAMA. BP
PROGRAM STUDI SARJANA HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SEMESTER GENAP 2014/2015
KEBIJAKAN BALANCING AUSTRALIA TERHADAP TIONGKOK DALAM KASUS ‘CHINA AIR DEFENSE IDENTIFICATION ZONE’ LAUT CHINA TIMUR 2013
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Studi S-1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga
Disusun oleh
KRISNA INDRAWAN PRATAMA B.P NIM 071112022
PROGRAM STUDI SARJANA DEPARTEMEN HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS AIRLANGGA
HALAMAN PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT
Bagian atau keseluruhan skripsi berjudul:
“Kebijakan Balancing Australia terhadap Tiongkok dalam Kasus ‘China Air Defense Indetification Zone’ Laut China Timur 2013”
ini tidak pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademis pada bidang studi dan/atau universitas lain dan tidak pernah dipublikasikan/ditulis oleh individu selain penyusun kecuali bila dituliskan dengan format kutipan dalam isi skripsi.
Surabaya, 15 Juni 2015
Krisna Indrawan Pratama B.P
HALAMAN PERSETUJUAN
Skripsi dengan judul:
“Kebijakan Balancing Australia terhadap Tiongkok dalam Kasus ‘China Air Defense Indetification Zone’ Laut China Timur 2013”
Disusun oleh:
071112022
Krisna Indrawan Pratama B.P
Disetujui untuk diujikan di hadapan Komisi Penguji
Surabaya, 15 Juni 2015
Dosen Pembimbing,
NIP. 19650113 199101 1 001 Vinsensio Dugis, Ph.D
Mengetahui,
Ketua Departemen Hubungan Internasional,
M. Muttaqien, Ph.D
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Kebijakan Balancing Australia terhadap Tiongkok dalam Kasus ‘China Air Defense Indetification Zone’ Laut China Timur 2013” ini telah dipertahankan di hadapan Komisi Penguji pada hari Jumat, 26 Juni 2015, pukul 13.00 WIB di Ruang Cakra Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Airlangga
Komisi Penguji
Ketua,
NIP. 19790602200710 1 001 I Gede Wahyu Wicaksana, Ph.D
Anggota, Anggota,
M. Muttaqien, Ph.D Citra Hennida, S.IP, MA
NIP. 19730130 199903 1 001 NIP. 19791025 200604 2 001
KATA PENGANTAR
“The pessimist complains about the wind; the optimist expects it to change; the realist adjusts the sails”
William Arthur Ward, Fountains of Faith
Ide awal skripsi ini muncul ketika penulis mengamati situasi regional Asia-Pasifik yang dinamis, dimana gagasan atas kebangkitan pengaruh Tiongkok dan kemunduran pengaruh Amerika Serikat kian banyak ditemui. Rekam jejak Tiongkok sebagai negara rising power dapat dirasakan melalui kekuatan ekonomi yang mumpuni ditengah situasi setelah Krisis Finansial Global (KFG) 2008 menjangkiti perekonomian regional Asia-Pasifik. Sementara itu Amerika Serikat, yang masih berjuang mengatasi persoalan domestik pasca KFG 2008, juga tengah berjuang mengamankan pengaruhnya di Asia-Pasifik dari ekspansi pengaruh Tiongkok melalui strategi rebalancing.
Sementara kompetisi terus berlanjut, terdapat negara-negara non-great powers, seperti Australia yang juga menikmati keuntungan dari situasi tersebut.
Selama hampir delapan tahun terakhir, tajuk politik internasional Australia seringkali diwarnai dengan hubungan kerjasama ekonomi diantara Australia- Tiongkok yang begitu menguntungkan pada saat ekonomi Australia dihantam KFG 2008. Situasi tersebut memantik perdebatan bahwa Australia, seperti halnya kutipan Ward diatas, membutuhkan penyesuaian dalam melakukan pendekatan baik terhadap Tiongkok, maupun terhadap sekutu tradisional Australia, yakni Amerika Serikat.
Persoalan tersebut menuntun penulis untuk kemudian mengamati kasus perilaku Australia ketika menghadapi isu keamanan yang melibatkan Tiongkok dan Amerika Serikat, seperti yang terlihat pada kasus China Air Defense Identification Zone (CADIZ) Laut China Timur. Melalui kasus ini, penulis dapat mengamati bagaimana Australia menyesuaikan diri tatkala berhadapan dengan fenomena tersebut dan berupaya menggunakan teori-teori Realisme sebagai landasan dan alur berpikir tatkala memahami mengapa dan bagaimana para politisi dan diplomat Australia bekerja menyesuaikan diri.
Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis memiliki persoalan utama mengenai bagaimana mengidentifikasi perilaku menyesuaikan Australia yang benar-benar tepat, sementara istilah perilaku sebuah negara menjadi konsep yang masih diperdebatkan. Persoalan berikutnya terletak dalam bagaimana menjadikan perkataan ataupun publikasi para politisi sebagai acuan sebuah konsep yang menerangkan perilaku negara. Berikutnya, berkaitan dengan keterbatasan data- data seakurat mungkin, penulis juga masih menalami hambatan ketika persoalan
Meskipun demikian, persoalan-persoalan yang dihadapi penulis semasa proses penyusunan menjadi lancar berkat bantuan moral dan material dari teman- teman dan dosen-dosen tercinta. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa karena telah menjadi sahabat luar biasa penulis selama-lamanya; Bapak dan Mama, wakil Tuhan di dunia yang telah memberikan segalanya untuk kehidupan penulis; Mega-Gayatri- Adi-Andru, para adik-adik tercinta yang selalu menantikan kelulusan kakaknya;
Zetira Kenang Kania, sahabat luar biasa penulis yang kedua, yang telah berperan besar dalam setiap aspek kehidupan penulis selama ini.
Di lingkungan kampus, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Vinsensio Dugis, sebagai dosen pembimbing skripsi yang sabar menuntun penulis; The Vins, Taslim, Weka dan Mitha – kawan seperjuangan; Mas Radityo Dharmaputra – dosen muda progresif, teman diskusi dan dolenan; Mbak Citra, Mas Wahyu, Pak Mutaqien, Pak Ajar, Bu Ani, Mbak Indah dan seluruh dosen tim KPHI Unair – didikan anda-anda akan selalu menjadi rejeki bagi penulis; Ayu- Awin-Ifa – tanpa anda-anda Cakra tidak kondusif untuk saya tempati; Teman Diskusi – Agol, Dias P, Agas(tya), Meisa, Arief, Hervi dkk; Sahabat NABI – Niko “C.li”, Ikhwan “Dawam”, Haidar “Arb”, Bima Almighty, Ari “MAT”, Nadif
“Yes.s”, Agas(tyo), (Cak) Luthfi, (Tuan) Hafiz, Itang, Restik, Rudi, Alfian; Libels Pride – Sari Dini Donal; Seluruh teman-teman 2011 asuhan Brian, Vijay, Sonia, Sasa dkk; Teman-teman 2012 - Teguh, Vanada, Sigit, Kemas, Maya, Mayka, Iqbal, Niki dkk; Teman-Teman 2013 asuhan Reza “Komting” dkk; Teman-Teman 2014 asuhan Efanjulian dkk – terima kasih telah membuatku mengerti arti perkuliahan dan menjadi awet muda.
Akhir kata penulis menyadari betul bahwa pekerjaannya masih jauh dari sempurna. Namun penulis berharap bahwa setidaknya skripsi ini bisa menjadi pembelajaran bagi teman-teman yang ingin meneliti kajian serupa di masa mendatang.
Surabaya, 3 Agustus 2015 Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN …… ... iv
KATA PENGANTAR … ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR GAMBAR ... ix
ABSTRAK ... x
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Pertanyaan Penelitian ... 12
1.3 Tujuan Penelitian ... 12
1.4 Kerangka Pemikiran Balance of Threat Theory ... 13
1.4.1 Balance of Threat Theory. ... 13
1.4.2 Teori Geostrategi Maritim. ... 22
1.5 Hipotesis ... 23
1.6 Metodologi Penelitian ... 24
1.6.1 Tipe Penelitian ... 24
1.6.2 Jangkauan Penelitian ... 24
1.6.3 Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep ... 25
1.6.3.1Balancing ... 25
1.6.3.2 Persepsi Ancaman……… ... 26
1.6.3.3 Aliansi ... ... 27
1.6.4 Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data ... 27
BAB 2 CADIZ sebagai bentuk ekspansi militer Tiongkok ... 30
2.1 Ekspansi Geostrategi Maritim Tiongkok ... 33
2.2 Strategi Anti Access/Area Denial (A2/AD) ... 38
2.3 Peningkatan Tensi Tiongkok-Jepang ... 45
BAB 3 Koneksi Australia dengan Amerika Serikat dan Jepang ... 52
3.1 Kepentingan Australia di Asia Timur ... 52
3.1.1 Kepentingan Ekonomi dan Keamanan ... 52
3.1.2 Permasalahan Australia di Asia Timur ... 54
3.2 Amerika Serikat sebagai sekutu tradisional ... 57
3.2.1 Australia, ANZUS dan Strategi Rebalancing Amerika Serikat… 57 3.2.2 Australia dan Burden-sharing ANZUS……….. 62
3.3 Jepang sebagai sekutu potensial ... 66
3.3.1 Keuntungan dan Peluang Kerjasama Keamanan Australia-Jepang 66 3.3.2 Konsekuensi Koneksi Jepang bagi Australia ... 73
BAB 4 Persepsi Ancaman, Koneksi Aliansi dan Kebijakan Balancing Australia ... 76
4.1. CADIZ sebagai Ancaman bagi Australia... 76
4.2 Komitmen Australia terhadap AS dan Jepang ... 80
4.3 Respon Balancing: Bukti Keseriusan Australia……… . 84
BAB 5 KESIMPULAN ... 90
DAFTAR PUSTAKA ... x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 CADIZ 2013 ... 8 Gambar 2.1 Geostrategi ‘Chain of Islands’ ... 35 Gambar 2.3 Penempatan Kekuatan Militer Tiongkok di LCT dan LCS...37