• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bertambah besar pertumbuhan teknologi, maka bertambah tinggi juga konsumsi energi di suatu wilayah. Karena aktivitas warga memerlukan tenaga listrik, sebaliknya sumber energi yang dikonsumsi semakin menipis [1].

Penggunaan energi listrik di gedung perkantoran sangat krusial. Terlihat lampu dan pendingin ruangan (AC) yaitu beban listrik yang mayoritas dipakai.

Dengan pemakaian beban AC dan juga lampu pada umumnya digunakan 12 jam sehari, sumber daya manusia dalam pengelolaan daya listrik juga sangat penting yaitu melatih karakter hemat energi dengan cara menghemat AC dan lampu di ruangan jika telah dipakai. Demikian, usaha menggunakan daya listrik yang efisien urgen dilakukan. Penghematan listrik bisa dilaksanakan melalui on-site analysis, yang bertujuan untuk menilai efisien atau belum energi listrik yang digunakan [2].

Konservasi energi di gedung-gedung Indonesia dimulai pada tahun 1985, ketika Departement Pekerjaan Umum memperkenalkan program DOE (U.S.

Department Of Energy). Di tahun 1987 ASEAN dan USAID berkolaborasi dalam penelitian energi dan menghadirkan rencana ASEAM (A Simplified Energy Analysis Method). Semenjak itu, isu penghematan listrik kembali mengemuka di Indonesia [3].

Berdasarkan penjelasan sebelumnya disimpulkan dengan perlunya melakukan audit energi, dimana audit energi itu sendiri merupakan analisis di lapangan agar dapat menggunakan energi listrik secara efektif [4]. Metode yang dipakai pada kasus ini adalah konservasi energi. Hemat energi mengacu pada proses peningkatan efisiensi penggunaan energi atau penghematan energi. Proses tersebut meliputi evaluasi penggunaan energi listrik dan perhitungan penggunaan daya pada bangunan, membandingkan hasilnya dengan standar yang berlaku, kemudian mencari solusi hemat energi [5].

(2)

2

Analytical hierarchy process (AHP) yaitu metode penunjang keputusan dari beberapa faktor atau kriteria yang mengilustrasikan permasalahan yang bertautan dalam suatu hierarki. Menurut Saaty (1993) hierarki dideskripsikan kinerja masalah yang bersambungan pada pola multi-level. Tingkat awal yaitu tujuan, disusul oleh faktor, kriteria, sub kriteria, serta level lainnya, sampai tingkatan akhir dari alternatif. Untuk penunjang keputusan memakai analytical hierarchy process (AHP), yang bersandarkan menurut sejalur alternatif dengan pilihan yang tepat diantara alternatif tersebut. Diharapkan penggunaan AHP dapat memberikan keputusan yang tepat untuk membantu pemilihan solusi hemat energi guna memperoleh tingkat efisiensi yang sesuai [6].

Berdasarkan penelitian ASEAN-USAID 1987 yang baru rilis tahun 1992, tujuan peningkata Intensitas Konsumsi Energi Listrik (IKE) Indonesia yaitu untuk standar IKE perkantoran (komersil) 240 kWh/m2 per tahun sesuai bISSN 2549 - 2888 (Direktorat Pengembangan Energi) [7].

Pada audit energi HVAC (Heat, Ventilation, and AC) di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mengacu atas IKE didapatkan konsumsi daya listrik yang tidak efisisen. Pada ruang 13 konsumsi listriknya 27,39 kWh/m2/bulan, ruang 12 konsumsi listriknya sebesar 78,59 kWh/m2/bulan, 42,94 kWh/m2/bulan pada gedung Grawijaya, dan 303,13 kWh/m2/bulan untuk Pavilliun. Dengan itu diberikan solusi Peluang Hemat Energi (PHE) dengan mengganti AC inverter untuk ruang 13 dengan 1,5 PK dan Ruang 12 dengan 10 PK dengan penghematan 47,2%

dan 34,3%. Kemudian juga pergantian AC inverter 1 PK pada Gedung Brawijaya sehingga didapatkan 13,1% dan 25% penghematan didapatkan jika menggunakan AC inverter 2 PK [8].

Pada penelitian di PT. ABC dalam waktu satu bulan konsumsi listrik sebesar 135 ribu Kwh. Hasil IKE dengan standar nasional berdasarkan perhitungan IKE untuk ruangan office keadaan efisien, tetapi termasuk kriteria agak boros dan sangat boros pada pabrik produksi. Dengan itu pada penelitiannya untuk menentukan prioritas usulan alternatif menggunakan pendekatan netode AHP [9].

Pada penelitian Muhammad Arfrismadyo (2021) dengan judul Study Penerapan Audit dan Manajemen Energi Terhadap Daya Listrik di Rayz Hotel Universitas Muhammadiyah Malang, dari hasil perhitungan dan pembahasan

(3)

3

diperoleh IKE total pada Rayz Hotel Universitas Muhammadiyah Malang sebesar 9,43 KWh/m2/bulan. Sedangkan nilai IKE ber AC yaitu 9,9 KWh/m2/bulan. Daya total kamar hotel dapat di lakukan penghematan sebesar 2.767watt dengan mengganti lampu dengan yang lebih efisien. Sedangkan pada sistem pending dirasa tidak perlu dilakukan penghematan. Penghematan ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas dan nilai estetika hotel. Penghematan energi yang dilakukan selama 1jam sebesar Rp.4.179, saat 5 jam sebesar Rp.20.483 dan saat penggunaan selama 8 jam sebesar Rp.33.945 [10].

Berdasarkan penelitian Andi Hardianto (2020) dengan judul “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Audit Energi Listrik Pada Gedung Berbasis Web”. Pada penelitian ini dilakukan audit energi di Gedung Graha Pena Jawa Pos Surabaya. Audit energi dilakukan dengan metode walk through audit untuk mencari nilai IKE, OTTV, dan RTTV. Dari hasil tersebut diperoleh nilai IKE per tahun sebesar 164.503 kWh/m2/tahun yang termasuk dalam kategori efisien. Nilai OTTV sebesar 74.7175 W/m2 termasuk dalam kategori boros dan nilai RTTV sebesar 13,76 W/m2 termasuk dalam kategori efisien. Untuk tingkat kepuasan pengguna kinerja sistem informasi nilai 4,75, nilai informasi dan data 4,73, nilai ekonomis 4,53, nilai efisiensi 4,67, nilai pelayanan 4,71 termasuk dalam kategori PUAS.

Sedangkan seksi kontrol dan keamanan sebesar 3,43 termasuk dalam kategori RAGU [11].

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat IKE dan mengetahui tahapan penghematan, termasuk meningkatkan efisiensi AC dan penerangan gedung BPJS Kota Malang. Kondisi Kantor BPJS Daerah Kota Malang mungkin terjadinya pemborosan dalam penggunaan listrik sehingga perlu dilakukan audit energi untuk memeriksa efisisensinya.

1.2 Rumusan Masalah

Berikut ini rumusan yang akan dianalisa dari pengkajian ini:

1. Berapakah konsumsi energi listrik pada penerangan dan air conditioning (AC) yang digunakan untuk keperluan Gedung Kantor BPJS Daerah Kota Malang?

2. Bagaimana menentukan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dari

(4)

4

konsumsi energi di Gedung Kantor BPJS Daerah Kota Malang?

3. Apa rekomendasi Peluang Hemat Energi (PHE) terbaik untuk meningkatkan efisiensi energi pada pada gedung BPJS Kesehatan Kota Malang dengan Analytical hierarchy process (AHP) sebagai metode pengambilan keputusan?

1.3 Batasan Masalah

Agar teerfokus dari penelitian yang disesuaikan dengan rumusan masalah dibutuhkan batasan masalah sebagai berikut:

1. Perhitungan AHP dan IKE menggunakan Microsoft Excel

2. Penelitian serta pengambilan data berkaitan tentang energi pada gedung kantor BPJS Daerah Kota Malang

3. Penentuan prioritas alternatif menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

1.4 Tujuan

Berasas rumusan sebelumnya dapat dituliskan tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui konsumsi listrik pada penerangan dan air conditioning (AC) yang digunakan untuk keperluan Gedung Kantor BPJS Daerah Kota Malang.

2. Mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dari konsumsi energi di Gedung BPJS Daerah Kota Malang.

3. Menentukan Peluang Hemat Energi (PHE) terbaik untuk meningkatkan efisiensi energi pada pada gedung BPJS Kesehatan Kota Malang dengan Analytical hierarchy process (AHP) sebagai pengambil ketetapan.

1.5 Manfaat

Pada umumnya skripsi ini dapat memberikan suatu manfaat. Dimana menjelaskan tindakan apa yang telah diambil dan apakah memenuhi standar sistem kelistrikan pada gedung tersebut. Berikut manfaat yang diharapkan:

1. Meningkatkan pengetahuan tentang audit energi, tahapan yang harus dilakukan, dan mana saja yang dapat dilakukan untuk efisiensi energi.

(5)

5

Dalam hal ini tertuju pada sistem kelistrikan di Gedung BPJS Kota Malang.

2. Diharapkan bagi pengelola Gedung dapat menjadi bahan rekomendasi untuk memahami potensi penghematan energi terutama pada sistem kelistrikanya.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan untuk penggarapan disertasi ini yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Bagian ini bermuatan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan.

Bab ini merupakan gambaran umum tentang permasalahan pada tesis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Disini memuat inti teori yang dipakai untuk referensi.

Beberapa teori yang dikaji yaitu, konservasi energi, audit energi, Intensitas Konsumesi Energi (IKE), lux dan lumen, serta Analytical Hierarchy Process (AHP).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Di bab III memuat metode dalam penyusunan skripsi dimana mulai dari studi literatur, pengumpulan data, survei lapangan, serta analisa data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bidang ini memuat hasil penelitian tentang hasil pengumpulan data konsumsi penerangan dan AC, konsumsi biaya penerangan dan AC, perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE), saran peluang hematan energi, serta metode pengambilan keputusan Analytical Hierachy Process (AHP).

BAB V PENUTUP

Di bab penutup ini berisikan ringkasan yang dipaparkan pada

(6)

6

bagian sebelumnya juga saran untuk selanjutnya mengenai hasil didapatkan bagi peneliti yang akan mengambil topik di bidang konservasi energi.

Referensi

Dokumen terkait

Ukuran-ukuran yang bisa digunakan adalah: aju pembelian ulang, persentase pembelian, dan jumlah merek yang dibeli (Dahlan, 2007). Loyalitas para pelanggan terhadap suatu merek

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, sumber segala kebenaran, sang kekasih tercinta yang tidak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi hamba-Nya, Allah Subhana Wata‟ala

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

“Once the problem has been defined and appropriate alternatives have been identified, the next stage in the analysis is to identify all relevant costs and

Untuk rancangan dari website sarana promosi Fakultas Teknik Universitas Asahan berbasis web mobile yang akan dibangun, penulis membuat aplikasinya dengan tampilan

Dalam pelaksanaan Program Induksi, pembimbing ditunjuk oleh kepala sekolah/madrasah dengan kriteria memiliki kompetensi sebagai guru profesional; pengalaman mengajar