• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN LIMA KONSEP PERENCANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAGIAN LIMA KONSEP PERENCANAAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAGIAN LIMA KONSEP PERENCANAAN

Menghadirkan suatu bangunan stasiun kereta api dengan fasilitas komersial sebagai penunjang kegiatan. Memberikan alternatif pemecahan masalah transportasi di kawasan Manggarai dalam perpindahan antar moda transportasi di dalam suatu wadah yang dilengkapi fasilitas komersial sebagai penunjang kegiatan. Menciptakan bangunan Stasiun Kereta Api yang memperhatikan kapasitas, kecepatan, keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, dan efektifitas waktu tunggu, sebagai dasar criteria untuk mencapai pelayanan yang efisien sebagai bangunan utilitas yang bersifat praktis, efektif dan produktif bagi komuter dan penumpang antar kota sebagai pengguna jasa.

5.1 Konsep Arsitektural (Ruang dan Sirkulasi)

Transportasi termasuk dalam hal ini Stasiun kereta api merupakan proses perpindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lain (Ruang dan Sirkulasi).

Timbul Pergerakan ( Movement)

Pergerakan atau movement tersebut membutuhkan suatu aliran arus gerak (flow) yang sifatnya menerus/ linear.

Jaringan kerja transportasi terdiri dari Center (pusat) dan Link (mata rantai/jalur) Secara Grafik Center berupa titk sedang jalur adalah garis yang menghubungi titik tadi.

Center sebagai simpul dalam jaringan sirkulasi pada ruang stasiun kereta api.

Center (Pusat)

- Center sebagai tempat pertemuan jalur kereta api dan jalan raya, simpul jaringan transportasi, tempat pergantian moda transportasi

(2)

- Titik pusat - Titik strategis

- Jalur dari segala penjuru disuatu titik dan penyebaran dari suatu titik kesegala penjuru - Center sebagai titik ujung penyebaran

Link (Jalur)

Jalur penghubung

Menimbulkan pergerakan yang menerus dan teratur Terjemahan Grafik kedalam masa bangunan

Center (Pusat)

Link (Alur) Link (Alur)

Fungsi Stasiun didesain dengan fasilitas pelengkap dengan ruang transisi.

Center diwakilkan lobby utama dimana merupakan tempat orang berkumpul, titik pertemuan dan penyebaran massa, juga titik dimana moda transportasi berhenti sementara, kemudian

meneruskan perjalanan kembali.

Kegiatan- kegiatan dalam Stasiun dan fasilitas penunjang mewakili link (jalur) yang mewakili pergerakan secara linear (garis lurus), kegiatan – kegiatan berhubungan dengan center pusatnya (lobby utama).

(3)

5. 2 Penzoningan Dalam Masa Bangunan

r Gambar Zoning Bangunan

Penggabungan ruang-ruang dengan menggunakan ruang transisi berdasarkan pertimbangan - Ruang-ruang pelayanan yang berbeda dapat menyatu tanpa adanya kekacauan didalam pelaksanaan kegiatan.

- Sebagai ruang perantara antara ruang pelayanan dengan ruang pelayanan lainnya, seperti hall utama, hal keberangkatan, emplasemen kereta rel, emplasemen kendaraan bus dan lain sebagainya.

5. 3 Bentuk Bangunan

Gambar Bentuk Massa

Bentuk massa yang dipilih adalah persegi panjang dengan transformasinya

Gambar Bentuk Massa persegi panjang

(4)

5. 4 Pola Massa Bangunan

Pola Massa bangunan yang dipilih adalah massa tunggal

Gambar Bentuk Massa Tunggal

Dengan bentuk massa tunggal - Efisiensi ruang tinggi

- Dapat membentuk arah jalur sirkulasi yang jelas - Mudah untuk dikembangkan lagi.

Didalam perwujudan kelancaran pelayanan maka perlu adanya penggabungan ruang-ruang dengan menggunakan ruang transisi agar diperoleh kejelasan sirkulasi penumpang.

V. 5 Pengolahan Bentuk Massa

Ruang – ruang yang terdapat di dalam bangunan utama stasiun kereta rel Manggarai sekarang ini dirasakan sangat kurang memadai dalam pelayanan kegiatan moda transportasi kereta rel.

Untuk perencanaan desain ini, Bangunan stasiun adalah sebagai titk pengumpul dan penyebar sirkulasi maka bangunan cenderung berbentuk massa tunggal sehingga untuk pengembangannya berdasarkan pertimbangan :

- Bangunan stasiun menuntut sistem sirkulasi yang jelas dan berurutan sehingga fasilitas – fasilitas lain yang akan dikembangkan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

- Gubahan Massa dan Peletakan

(5)

Gambar Massa Tunggal

Peletakan bentuk Massa pada tapak adalah memanjang mengikuti lintasan kereta api yang linier.

Secara keseluruhan, orientasi massa pengembangan mengarah kekawasan CBD (Central Business Distric) atau sentra di sebelah barat dengan pertimbangan :

- Mobilitas manusia sisi barat lebih kompleks dan besar

- Akan mempekuat hubungan antara kegiatan sarana transportasi terpadu dengan kegiatan penunjang seperti hotel transit dan pusat perbelanjaan.

Sedang untuk orientasi pada sebelah barat harus beradaptasi sepenuhnya atau sebagian dengan existing bangunan lama yang memiliki corak arsitektural kolonial Belanda sebagai side entrance.

Mengikuti konsepsi ruang pada bangunan stasiun lama, selain itu pada pertimbangan factor efisien dan fleksibilitas mengikuti tapak yang linear selanjutnya disesuaikan dengan konsep pendekatan ruang dan sirkulasi dalam perencanaan dan perancangan. Dengan center (pusat) dan Link (jalur) sebagai konsep.

Lobby utama letaknya agak menonjol kedepan sesuai dengan konsepsi ruang pada bangunan lama. Sumbu bangunan diambil pararel dengan sumbu bangunan lama menghadap ke bangunan utama.

Penampilan Bangunan

Penampilan bangunan juga mengacu pada filosofi bangunan yaitu center (pusat) dan Link (alur).

(6)

Untuk pengembangan Penampilan bangunan stasiun lama menyesuaikan dengan penampilan Stasiun kereta Manggarai lama, sedangkan untuk bangunan baru dengan fasilitas tambahan mengikuti bentuk modern sesuai perkembangan saat ini.

Sesuai dengan konsep Center yang merupakan pusat dari proyek maka dibuat penonjolan pada pusat (lobby utama) dengan link (jalur) bangunan lain, fasilitas utama dan fasilitas penunjang.

Penonjolan pusat menjadi titik tangkap focus dari bangunan Stasiun sebagai latar depan dan image bangunan lama tetap dipelihatkan sebagai latar belakang.

5. 6 Peletakan Massa Pengembangan

Dasar pertimbangan peletakan massa pengembangan dengan memperhatikan berbagai hal, yaitu :

1. Existing bangunan lama dibuat bangunan baru 2. Bentuk tapak

3. Tata guna tanah tapak 4. Peletakan jalur rel

5. Peraturan Pemerintah : GSB , KDB, KLB dan lain sebagainya.

6. Jarak antara bangunan stasiun dengan pintu jalur kereta rel (tempat sinyal awal atau sinyal akhir) minimal 300 meter.

Dengan memperhatikan hal diatas yang terletak ditengah tapak, beberapa pertimbangan mengenai peletakan massa pengembangan..

1. Keadaan lingkungan

(7)

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. B

ukit Tinggi Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M ang

garai Uta ra JL. Ba

kti

Sta sion

Gambar Penggabungan Massa Existing (dibuat bangunan baru dan

Massa Pengembangan

Keuntungan : - Segala fasilitas yang direncanakan dapat terpenuhi serta tercipta sirkulasi yang berkesinambungan pada bangunan baru stasiun.

Pengembangan yang dilakukan adalah penambahan bangunan baru dimana penampilan dari bangunan baru diselaraskan dengan kondisi tapak. Penambahannya merupakan desain

bangunan baru sehingga terjadinya suatu bentuk image baru dalam stasiun.

Bangunan Lama di Jl. Bakti Peron pada Stasiun Manggarai Stasiun Manggarai Jakarta

Stasiun Manggarai dengan menggabungkan dengan bangunan lama Stasiun yang kearah jalan Bakti dipugar dibuat bangunan baru dengan tapak baru yang digabungkan dengan area tapak bangunan lama.

(8)

5. 7 Integrasi Fungsi Pada Bangunan Stasiun Kereta Api dan Fasilitas Komersil

Dalam bangunan tersebut tercapai : - Efisiensi waktu naik dan turun - Keamanan dan kenyamanan - Sirkulasi penumpang

- Pencapaian antar kegiatan -

5.8 Lokasi

Lokasi sesuai peruntukan lahan tahun 2005

Lokasi Mudah dicapai dari kawasan-kawasan strategis ibukota Lokasi dekat dengan kawasan bisnis Jl. Rasuna said dan Jl. Sudirman

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. Bukit Tinggi

Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M anggarai U

tara JL. B

akti

Sta sion

(9)

5.9 Kondisi Tapak a. kedudukan Tapak

- kotamadya : Jakarta Selatan - Kecamatan : Tebet

- Kelurahan : Manggarai b. Batas tapak

Barat : Jalan lingkungan untuk 2 mobil Timur : Jalan Manggarai Utara

Selatan : Jalan Dr. Saharjo

Utara : Underpass Manggarai dan jalan Tambak c. Peraturan tapak

Luas Tapak Luas tapak : 6 Ha KDB : 50 % KLB : 4

5. 10 Konsep Tapak

- Lokasi berada didaerah kecamatan Tebet, lokasi berada di jalan Utama bakti dan jalan baru, lokasi dekat dengan daerah perkantoran, fasilitas jalan yang besar dan dapat diakses dari beberapa arah.

a. Pencapaian ke Tapak

(10)

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. B

ukit Tinggi Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M ang

garai Uta ra JL. Ba

kti

Sta sion

Pencapaian utama melalui jalan baru, Jl. Bakti, Jl. Manggarai utara melalui pedestrian dan mobil pribadi dan angkutan umum.

b. Sirkulasi Dalam Tapak

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. B

ukit Tinggi Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M anggara

i Utara JL. B

akti

Stasion

membuat jalur yang jelas untuk pintu masuk dan keluar untuk jalur orang dan kendaraan agar tidak terjadi crossing dan simpul, pencapaian menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan

(11)

c. Orientas Matahari

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. B

ukit Tinggi Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M ang

garai Uta ra JL. Ba

kti

Sta sion

Adanya sinar matahari yang berlebihan pada sisi barat dan timur tapak yang merupakan area pencapaian utama sehingga memerlukan perlindungan dari sinar matahari yang berlebihan dengan jalan pengolahan pada fasade bangunan dan adanya penghijauan (pohon-pohon) sebagai peredam sinar matahari langsung ke bangunan.

d. Orientasi Massa bangunan

JL. Sw adaya JL. DR. Saharjo Jl. Bukit Tinggi

Rumah Sakit Agung DATA TAPAK (EXISTING)

JL. Padang Pasaraya Manggarai Terminal Bus Manggarai

JL. M anggara

i Utara JL. B

akti

Stasion

Image bentuk bangunan mengundang perhatian dan mudah terlihat sebagai vocal point dari lingkungan sekitar.

(12)

5. 11 Konsep Dasar dan Masa Bangunan

Penerapan tema pada proyek stasiun Manggarai ini diwujudkan dalam :

- Dalam merencanakan bentuk suatu bangunan, yang menjadi pertimbangan mendasar adalah keterkaitan fungsi yang terdapat dalam bangunan (bentuk mengikuti fungsi ) . Fungsi utama sarana transportasi kereta api yang memerlukan kemudahan akses pencapaian ruang-ruang didalamnya dan sirkulasinya jelas dan keudahan dlam pencapaian.

- Pengolahan masa bangunan sebagai kesatuan dari fungsi bangunan dan lingkungan Sekitar tapak.

- Akses masuk dan keluar disesuaikan dengan lingkungan tapak sehingga fungsi bangunan dapat optimal

- Memperhatikan kebutuhan sirkulasi kendaraan pribadi, umum , motor dan pejalan Kaki.

- Pembuatan areal resapan dengan taman dan batu conblok pada plaza - Pembuatan area plaza

- Area parkir terbagi atas dua untuk parkir kendaraan menginap dan tidak menginap.

Masa Bangunan

Bentuk masa bangunan menyesuaikan dengan kondisi bentuk tapak dan potensi- potensi tapak yang dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan perancangan sehingga menjadi suatu rancangan arsitektur yang berfungsi sebagai stasiun, penyediaan fasilitas sarana transportasi yang nyaman, tingkat pelayanan tinggi, mempermudah pergantian transportasi, menarik dari segi desain, focal point bagi lingkungan sekitar, ramah lingkungan .

5. 12 Perlengkapan Bangunan

- Air bersih, air bersih didapat dari PAM yang ditampung pada penampungan air terlebih dahulu kemudian disalurkan ke masing-masing unit.

- Air kotor cair, dari sumber ke bak kontrol (penampungan lemak) kemudian ke roil lota.

- Air kotor padat, dari sumber ke bak kontrol terlebih dahulu (septitank) kemudian ke roil

(13)

- Pencegahan kebakaran, menggunakan pencegahan kebakaran aktif yang terdiri : Fire fighting : (sprinkler, fire hydrant), Fire alarm : smoke detector (pengindra asap), Thermal detector (pengindra panas)

Pencegah kebakaran pasif : Pintu keluar, koridor, tangga kebakaran.

- Air hujan, dari saluran air disalurkan ke tempat penampungan air hujan atau air hujan diresap langsung oleh taman yang ada dilingkungan sekitar tapak

- Penangkal Petir

Pertimbangan pemilihan penangkal petir didasarkan kepada :

- Faktor keamanan yang secara teknis tidak mengabaikan keserasian bangunan - Bangunan stasiun yang bertingkat rendah.

- Pengkondisian Udara

Menggunakan pengkondisian udara alami dan AC

Pengkondisian udara alami digunakan untuk area peron platform,

Pengkondisian udara buatan/AC untuk ruang-ruang Administrasi dan manajemen, operasional dan fasilitas penunjang komersil.

- Penerangan ada penerangan alami dan penerangan buatan

Penerangan alami yang dapat memperoleh cahaya matahari langsung (peron/platform) Penerangan buatan yang tidak dapat penerangan matahari langsung menggunakan penerangan listrik bola lampu pada ruang administrasi, pengelola dan fasilitas penunjang.

5.13 Elemen Bangunan

- Pondasi Tiang pancang (pemasangan relatif cepat, mudah dibuat dan diproduksi pabrik).

- Pondasi Batu kali untuk bangunan 1 lantai Air bersih

PAM – Meteran – Reservoar bawah - pompa – reservoar atas - unit deep wall - kran Air kotor cair

Sumber - Bak penampungan lemak – r oil kota Sampah

Sumber - shaf sampah - tempat sampah - mobil sampah - tempat pembuangan sampah Listrik

Genset

PLN – Gardu Listrik – Meteran –Panel Listrik Air Hujan

Saluran air – Sumur Resapan

(14)

- Dinding menggunakan precast

- Elemen struktur utama Balok dan kolom, Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen-elemen kaku harizontal (balok) diatas elemen –elemen vertical (kolom0 merupakan struktur yang umum digunakan.

- Atap mengkombinasikan antara atap datar dan atap melengkung

- Atap datar pada dak beton, Atap rangka ruang dan atap pelengkung untuk menutupi void.

Atap Rangka ruang terbuat dari elemen struktur linear kaku sebagai unit geometris yang membentang secara horizontal. Atap rangka ruang disini menggunakan material stainless stell schedule 40 bakrie black stell sch 40. Ditutup Atap Zincalume fin cat warna putih system join Mero. Atap penutup void yang lain menggunakan Atap pelengkung material pipa ditutup polycarbonate. Atap pelengkung disini pelengkung dua sendi.

- Jalan pada Stasiun kereta Api ini menggunakan perkerasan aspal dan area parkir juga menggunakan perkerasan aspal.

Referensi

Dokumen terkait

Does the model include correlations of the risk factors to enable management to evaluate the firm’s overall risk position from a portfolio perspective. Does the model allow

Atribut yang berada di kuadran A adalah lingkungan rumah sakit, pelayanan pemeriksaan yang cepat dan tepat, tenaga medis selalu ramah dan perhatian terhadap pasien, sikap dan

Berdasarkan jenis pala terlihat bahwa intensitas kerusakan tertinggi adalah 24,35% pada jenis pala Panjang, kemudian diikuti oleh pala Panjang (19,65 %), dan terendah

Pada tahap ini dilakukan dokumentasi dan penyusunan laporan hasil analisis dan implementasi arduino dalam sistem pemantauan faktor-faktor yang dapat

Produk Spesifikasi Khusus GKR adalah jenis produk dalam Pasar Lelang GKR yang memiliki kekhususan di luar Produk Reguler GKR, baik yang memiliki kekhususan

Pesan dakwah lirik kelima lagu “Man Ana Laulaakum” adalah pesan akhlak terhadap makhluk yaitu pesan yang mengajak kita untuk selalu mencintai makhluk-makhluk Allah,

Penerapan teknologi merupakan perubahan perilaku dengan kesadaran dan keyakinan bahwa teknologi yang diterapkan akan memberikan manfaat dengan keuntungan yang diperoleh

Sedangkan koordinasi dengan dinas instansi terkait dalam pelaksanaan program kegiatan perlu juga kiranya susunan rencana kerja secara berkala antar pejabat dinas