i
ETIKA JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Agama ( S.Ag )
Disusun Oleh:
Latief Chabibi 14510049
PROGRAM STUDI AKIDAH DAN FILSAFAT ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM
UNIVESITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2020
iii SURAT KELAYAKAN SKRIPSI
Dosen Dr. Muhammad Taufiq, S.Ag., M.A Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = NOTA DINAS
Hal : Skripsi Sdr. Latief Chabibi Lamp : -
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Di Yogyakarta
Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah membaca, meneliti memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa Skripsi saudara : Nama : Latief Chabibi
NIM : 14510049
Prodi : Aqidah dan Filsafat Islam
Judul Skripsi : Etika Jual Beli Onilne Dalam Perspektif Al-Ghazali
Sudah dapat diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Agama dalam Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dengan ini kami mengharap agar skripsi tersebut segera di munaqasahkan. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, 10 September Pembimbing,
Dr. Muhammad Taufiq S.Ag, M.A NIP. 19710616 199703 1 003
.(0(17(5,$1$*$0$
81,9(56,7$6,6/$01(*(5,681$1.$/,-$*$
)$.8/7$686+8/8'',1'$13(0,.,5$1,6/$0
-O0DUVGD$GLVXFLSWR7HOS)D[<RJ\DNDUWD
3(1*(6$+$178*$6$.+,5
1RPRU%8Q'833
7XJDV$NKLUGHQJDQMXGXO (WLND-XDO%HOL2QOLQHGDODP3HUVSHNWLI$O*KD]DOL
\DQJGLSHUVLDSNDQGDQGLVXVXQROHK
1DPD /$7,()&+$%,%,
1RPRU,QGXN0DKDVLVZD
7HODKGLXMLNDQSDGD 6HODVD1RYHPEHU
1LODLXMLDQ7XJDV$NKLU %
GLQ\DWDNDQWHODKGLWHULPDROHK)DNXOWDV8VKXOXGGLQGDQ3HPLNLUDQ,VODP8,16XQDQ.DOLMDJD<RJ\DNDUWD
7,08-,$178*$6$.+,5
9DOLG,'IFIFFE
.HWXD6LGDQJ3HQJXML,
'U0XKDPPDG7DXILN6$J0$
6,*1('
9DOLG,'IFGIH
3HQJXML,,
'U0XWLXOODK6)LO,0+XP
6,*1('
9DOLG,'IFFD
3HQJXML,,,
0XKDPPDG)DWNKDQ6$J0+XP
6,*1('
9DOLG,'IFEEHDG
<RJ\DNDUWD1RYHPEHU
8,16XQDQ.DOLMDJD
'HNDQ)DNXOWDV8VKXOXGGLQGDQ3HPLNLUDQ,VODP
'U,QD\DK5RKPDQL\DK6$J0+XP0$
6,*1('
1/1 03/12/2020
v
MOTTO
Kaya itu bukan tujuan
Kaya itu akibat dari kesungguhan hidup (Emha Ainun Nadjib)
vi
HALAMAN PERSEMBAHAN
Saya persembahkan skripsi ini untuk Bapak dan Ibu tercinta
Yang telah mendorong saya dengan begitu kuat untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi) ini.
Kepada Semua Guru-guru awal yang mengajari membaca dan guru-guru yang memperbanyak
wawasan selama ini
Almamaterku Aqidah Dan Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT., atas karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa abadi tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW., dan umatnya.
Sehubungan dengan selesainya penulisan skripsi ini maka penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ibu dan Bapak yang tiada lelah mendoakan dan membiayai serta tidak henti-hentinya memberi dorongan kepada penulis untuk segera menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Prof. Al Makin M.A., Ph.D selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yoyakarta beserta seluruh jajarannya.
3. Dr. Inayah Rohmaniyah M.A, M.Hum selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Serta tidak lupa saya ucapkan terimakasih pada seluruh Staf Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran islam.
4. Bapak Muhammad Fatkhan MA, selaku Ketua Program Jurusan Akidah dan Filsafat Islam yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian skripsi.
5. Dosen Pembimbing Skripsi Dr. Muhammad Taufiq S.Ag., M.A terimakasih atas segala bimbingan, arahan serta masukan dalam penyusunan skripsi.
6. Seluruh dosen program studi Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan kalijaga Yogyakarta sebagai guru pnulis yang telah memberi banyak ilmu yang mampu menghantarkan penulis pada banyak pengetahuan.
7. Teman-teman satu jurusan Aqidah Dan Filsafat Islam angkatan 2014. Terimakasih atas petemanan, kekeluargaan dan solidaritas serta sharing keilmuannya.
8. Teman-teman kontrakan yag telah menemani selama kuliah di jogja.
Dengan penuh harap semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT., dan tercatat sebagai amal shalih. Akhirnya, tugas akhir ini penulis suguhkan kepada segenap pembaca, dengan harapan adanya kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi perbaikan. Semoga karya ini bermanfaat dan mendapat ridha Allah SWT.
Yogyakarta, 10 September 2020 Penulis,
Latief Chabibi
viii
ABSTRAK
6NULSVLGHQJDQMXGXO³(WLND-XDO%HOLOnline dalam Perspektif Al Ghazali [Studi Kasus pada Marketplace Online dan Customer GL <RJ\DNDUWD@´ ini ditulis oleh Latief Chabibi, NIM. 14510049, pembimbing Dr. Muhammad Taufiq, S. Ag., M.A.
Kata kunci : Jual Beli Online, Etika Jual Beli Online, Etika Al-Ghazali.
Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah banyaknya dari pelaku jual beli online dalam memulai bisnisnya tidak mendalami ilmu tentang jual beli secara benar. Baik secara hukum negara maupun agama. Saat ini pelaku jual beli online masih terjebak pada cara berfikir yang hanya berorientasi pada pengambilan keuntungan secara tidak wajar. Peneliti menemukan hal yang berbeda ketika melihat jual beli dalam perspektif filsafat, khususnya dalam perspektif Al-Ghazali. Pada perspektif Al-Ghazali menegaskan bahwasannya di dalam dunia bisnis konsep etika harus dibawa, bahkan dinilai sangat penting untuk diikut sertakan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan perspektif Al-Ghazali tentang etika jual beli yang meliputi; 1. Berilmu sebelum beramal, 2. Memaksimalkan keuntungan bukan sebuah kebajikan, 3. Adil dan peduli terhadap stakeholder, 4. Mewujudkan kebaikan untuk banyak pihak.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya: 1. Jual beli online yang terjadi memiliki banyak pilihan platform yang bisa digunakan untuk memasarkan barang atau produk yang akan dijual. Sehingga memudahkan seseorang untuk menjual maupun membeli barang tanpa bertemu secara langsung. 2. Hasil penerapan etika dalam dunia jual beli online perspektif Al-Ghazali oleh para narasumber terkait (pebisnis online dan pembeli online), sudah berupaya dalam melandaskan etika ketika melakukan transaksi jual beli. Baik yang meliputi berilmu sebelum beramal, memaksimalkan keuntungan bukan sebuah kebajikan, adil dan peduli terhadap pemangku kepentingan (stakeholder) maupun mewujudkan kebaikan untuk banyak pihak. Dari ke empat unsur tersebut sudah mereka tanamkan pada konsep transaksi yang dijalankan. Namun pada kenyataannya, terkadang masih terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam jual beli. Baik yang ditimbulkan dari pihak penjual maupun pembeli online. Tentunya hal itu sangat bertolak belakang dengan perspektif Al- Ghazali.
ix
ABSTRACT
The thesis entitled "Ethics of Online Commerce in the Perspective of Al Ghazali [Case Study on Online Marketplace and Customers in Yogyakarta]" was written by Latief Chabibi, Registered Student Number 14510049, supervisor Dr. Muhammad Taufiq, S. Ag., M.A.
Keywords: Online Commerce, Online Commerce Ethics, Al-Ghazali Ethics.
The background of this research is that many online commerce businessmen do not properly learn about trading before starting their business. Both state and religion laws.
Currently, online commerce businessmen are still trapped in a way of thinking that is only oriented towards taking unnatural profits. Researcher found different things when looking at commerce from a philosophical perspective, especially in the perspective of Al-Ghazali. The perspective of Al-Ghazali emphasized that in the business field the concept of ethics must be brought up, even considered very important to be included.
The theory used in this research was Al-Ghazali's perspective towards trading ethics which includes; 1. Knowledge before action, 2. Maximizing profits is not a virtue, 3. Fair and caring for stakeholders, 4. Creating goodness for many parties.
The results of this research indicate that: 1. Online commerce that runs has many choices of platforms that can be used to offer goods or products to be sold. Making it easier for someone to sell or buy goods without meeting in person. 2. The results of the application of ethics in online commerce in the perspective of Al-Ghazali by the relevant sources (online businessmen and online customers), they have made efforts to base ethics when making a transactions. Both which include knowledge before action, maximizing profits is not a virtue, being fair and caring for stakeholders and creating goodness for many parties. They have instilled those four elements in the concept of the transaction that being carried out. But in fact, sometimes there are still deviations in trading. Whether caused by the seller or the online customer. Of course this is very contrary to Al-Ghazali's perspective.
x
ǎƼǴǷ
ȆǸǴǠdz¦ ƮƸƦdz¦
ǻŗǻȍ¦ ¼ȂLJ Ǻǟ ƨdzƢƷ ƨLJ¦°®@ ҦDŽǤdz¦ °ȂǜǼǷ Ŀ ƪǻŗǻȍ¦ Őǟ ¨°ƢƴƬdz¦ ©ƢȈǫȐƻ¢ À¦ȂǼǠƥ
ƪ
ǾƦƬǯ >Ƣƫ°ƢǯƢȈƳȂȇ Ŀ ȐǸǠdz¦Â
Ȉǘdz
Ǧ œȈƦƷ
Ƕǫ°
§Ȑǘdz¦
»ǂnjŭ¦
°ȂƬǯƾdz¦
ǪȈǧȂƫ ƾǸŰ
ŚƬLjƳƢŭ¦
dz¦©ƢǸǴǰdz¦
ƨȈLjȈƟǂ
ҦDŽǤdz¦©ƢȈǫȐƻ¢ƪǻŗǻȍ¦Őǟ¨°ƢƴƬdz¦©ƢȈǫȐƻ¢ƪǻŗǻȍ¦Őǟ¨°ƢƴƬdz¦
ǺǷƾȇƾǠdz¦À¢ȆǿƮƸƦdz¦¦ǀǿƨȈǨǴƻ śǴǷƢǠdz¦
ǺǟƶȈƸǏDzǰnjƥÀȂǸǴǠƬȇȏƪǻŗǻȍ¦Őǟ¨°ƢƴƬdz¦Ŀ
°ƢƴƬdz¦
¾¦DŽȇȏŅƢū¦ƪǫȂdz¦ĿǺȇƾdz¦ÂƨdzÂƾdz¦śǻ¦ȂǫǺǷDzǯǶŮƢǸǟ¢ ƾƥDzƦǫ¨
śǴǷƢǟ
Őǟ¨°ƢƴƬdz¦¾ƢůĿ
ǂǜǼdz¦ƾǼǟƨǨǴƬű ƢȈNj¢ƮƷƢƦdz¦ƾƳÂƨȈǠȈƦǗŚǣ¬Ƣƥ°¢řƳȂŴǖǬǧƨȀƳȂǷŚǰǨƫƨǬȇǂǘƥǺȇǂǏƢŰƪǻŗǻȍ¦
¢Ņ¦DŽǤdz¦°ȂǜǼǷǺǷƢǸȈLJȏȆǨLjǴǧ°ȂǜǼǷǺǷ¨°ƢƴƬdz¦ń¤
ƤŸ¾ƢǸǟȋ¦¾ƢůĿǾǻ¢Ņ¦DŽǤdz¦ǂǜǻƨȀƳ©ƾǯ
ǾǼȈǸǔƫǶƬȈdz¦ÅƾƳƢÅǸȀǷǽ°ƢƦƬǟ¦ĻȂdzŕƷ©ƢȈǫȐƻȋ¦¿ȂȀǨǷ¬ǂǗ
Ƭdz¦ ©ƢȈǫȐƻ¢ ǽƢš ҦDŽǤdz¦ ǂǜǻ ƨȀƳ ƪǻƢǯ ƮƸƦdz¦ ¦ǀǿ Ŀ ƨǷƾƼƬLjŭ¦ ƨȇǂǜǼdz¦
¨°Ƣƴ
DzǸnjƫ Ŗdz¦
DzǸǠdz¦DzƦǫƨǧǂǠŭ¦
ƨǴȈǔǧdžȈdz¬Ƣƥ°ȋ¦ǶȈǜǠƫ
ǻȍ¦
ǺȇƾȈǨƬLjŭƢƥ¿ƢǸƬǿȏ¦Â»Ƣǐ
ƾȇƾǠǴdzŚŬ¦ǪǴƻ
»¦ǂǗȋ¦ǺǷ
À¢ń¤ƮƸƦdz¦¦ǀǿƲƟƢƬǻŚnjƫ
Ŗdz¦©ƢǐǼŭ¦ǺǷ©¦°ƢȈŬ¦ǺǷƾȇƾǠdz¦ƢȀȇƾdzƪǻŗǻȍ¦Őǟ¨°ƢƴƬdz¦
ƢǬdz À® ǞƟƢǔƦdz¦ ¦ǂNj ¢ ǞȈƦƥ ƢǷ ǎƼNj ¿ƢȈǫ DzȈȀLjƫ ǞȈƦǴdz ©ƢƴƬǼǷ ¢ ǞǴLJ µǂǠdz ƢȀǷ¦ƾƼƬLJ¦ ǺǰŻ
ƢÅȈǐƼNj
ǻ
ƨǴǐdz¦ ©¦¯ °®Ƣǐŭ¦ DzƦǫ ǺǷ ҦDŽǤdz¦ °ȂǜǼǷ ǺǷ ƪǻŗǻȍ¦ Őǟ ¨°ƢƴƬdz¦ Ŀ ¼Ȑƻȋ¦ ǪȈƦǘƫ ƲƟƢƬ
śǴǷƢǠdz¦
ǺǸǔƬȇƢŷȐǯ©ȐǷƢǠŭ¦ ¦ǂƳ¤ƾǼǟ¼Ȑƻȋ¦džȈLJƘƬdz¦Å®ȂȀƳ¦ȂdzǀƥƾǬdzƪǻŗǻȍ¦Őǟ ȐǸǠdz¦Â
ƥǶƬȀȇÂÅȏ®ƢǟÀȂǰȇÀ¢ÂƨǴȈǔǧdžȈdz¬Ƣƥ°ȋ¦ǶȈǜǠƫÂDzǸǠdz¦DzƦǫƨǧǂǠŭ¦
ƾȇƾǠǴdzŚŬ¦ǪǴźÂƨƸǴǐŭ¦§ƢƸǏƘ
ǒǠƥĿǞǫ¦Ȃdz¦ĿǺǰdzƢǿǀȈǨǼƫǶƬȇŖdz¦ƨǬǨǐdz¦¿ȂȀǨǷĿƨǠƥ°ȋ¦ǂǏƢǼǠdz¦ǽǀǿ¦ȂLJǂǣƾǬdz»¦ǂǗȋ¦ǺǷ Ƭdz¦Ŀ©Ƣǧ¦ǂŴ¦½ƢǼǿ¾¦DŽƫȏÀƢȈƷȋ¦
¨°Ƣƴ
¦ǀǿǞƦǘdzƢƥƪǻŗǻȍ¦ŐǟDzȈǸǠdz¦Â¢ǞƟƢƦdz¦ƤƦLjƥǮdz¯ÀƢǯ ¦ȂLJ
dz¦ǂǜǻƨȀƳȂdz¦ƾƳǦdzƢű
ҦDŽǤ
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
SURAT PERNYATAAN ... ii
NOTA DINAS ... iii
PENGESAHAN SKRIPSI ... iv
MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
BAB 1 : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 5
D. Kajian Pustaka ... 5
E. Kerangka Teori ... 7
F. Metode Penelitian ... 10
G. Sistematika Pembahasan ... 16
BAB II : ETIKA JUAL BELI DAN ETIKA AL GHAZALI A. Konsep Etika ... 19
B. Konsep Etika Jual Beli ... 23
C. Konsep Etika Jual Beli Perspektif Al-Ghazali ... 27
BAB III : REALITAS ETIKA JUAL BELI ONLINE A. Etika Jual Beli di Bukalapak dan Instagram ... 33
B. Etika Jual Beli di Shopee dan Facebook ... 39
xii
C. Etika Jual Beli (Customer Pertama) ... 46
D. Etika Jual Beli (Customer kedua) ... 48
BAB IV : REALITAS ANALISA REALITAS ETIKA JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF ETIKA AL-GHAZALI A. Berilmu Sebelum Beramal ... 52
B. Memaksimalkan Keuntungan Bukan Sebuah Kebajikan ... 56
C. Adil dan Peduli terhadap Stakeholders ... 58
D. Mewujudkan Kebajikan untuk Banyak Orang ... 60
BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 64
B. Saran ... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 67
LAMPIRAN ... 68
CURRICULUM VITAE ... 73
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia untuk menjalankan kelangsungan hidupnya perlu berusaha mencari penghidupan dalam memenuhi kebutuhannya. Manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mengambil banyak usaha, salah satunya adalah dengan berdagang atau berbisnis.1 Dunia dagang atau bisnis merupakan sektor yang banyak digeluti oleh khalayak. Banyak orang mengatakan bahwasannya alasan menggeluti dunia perdagangan tidak lain yakni ingin mencapai dan mendorong kehidupan yang sejahtera.2 Karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dengan cara berdagang.3 Maksudnya dengan melalui perdagangan atau jual beli inilah pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah SWT., terpancar karena hal yang diperbolehkan.4
dewasa ini, seiring dengan perkembangan kebudayaan dan teknologi, jual beli yang dulunya hanya barter, yaitu pertukaran barang satu dengan barang lain, kemudian berubah dengan alat transaksi berupa uang. Dan mulailah transaksi jual beli dilakukan dengan pertukaran barang dengan uang.
1 Panji Anoraga, Pengantar Bisnis (Jakarta; PT Rineka Cipta, 2011), hlm. 23.
2 Observasi terhadap para pemilik bisnis jual beli online didaerah Istimewa Yogyakarta, tanggal 29 Juni 2020.
3 Tira Nur Fitria, Bisnis Jual Beli Online (Online Shop) dalam hukum Islam dan Hukum 1HJDUD³-XUQDO,OPLDK(NRQRPL,VODP9ROXPH+OP
4 Ibid., hlm. 52.
1
2
Beberapa waktu setelah itu, manusia menemukan teknologi kartu kredit sebagai pengganti uang real yang kemudian pada era moderen ini sudah mulai merubah kebiasaan jual beli dari yang terlihat secara fisik ke sistem online.
Dengan seiring perkembangan zaman, telah membawa dampak pada kemajuan dalam dunia jual beli. Jual beli jarak jauh sudah menjadi kebiasaan dalam dunia bisnis saat ini. Dalam hal ini penjual dan pembeli tidak memperhatikan lagi masalah ijab qabul secara lisan, tetapi cukup dengan perantara handphone. Media pemasaran yang awalnya hanya dilaksanakan dengan saling bertemu antara penjual dan pembeli, sekarang ini sudah bisa dilaksanakan tanpa harus bertemu langsung. Dari perkembangan bentuk jual beli dan pemasaran inilah kita mengenal istilah online shop.
Dalam jual beli online penjual dituntut untuk tidak bersikap kontradiksi secara disengaja antara ucapan dan perbuatan dalam bisnisnya.
Mereka dituntut untuk tepat janji, tepat waktu, mengakui kelemahan dan kekurangan, selalu memperbaiki kualitas barang atau jasa secara berkesinambungan serta tidak boleh menipu dan berbohong. Penjual harus mempunyai amanah dengan menampilkan sikap keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal, dan berbuat yang baik dalam segala hal apalagi berhubungan dengan pelayanan dengan masyarakat. Dengan sikap amanah penjual dapat menjalankan kewajibannya dengan baik.5
5 Veitzhal dan Adi Buchari, islamic Economic : Ekonomi Syariah Bukan OPSI tetapi Solusi, (Jakarta: PT. Bumu Aksara. 2009), hlm. 237.
3
Jual beli diatas sangat berbeda dengan aktivitas jual beli online yangmana peneliti temukan di lapangan saat proses observasi. Banyak pelaku jual beli online yang terjadi dalam memulai bisnisnya tidak mendalami ilmu jual beli yang dijalaninya, baik secara hukum negara maupun agama.
Mereka cenderung mengambil jalan praktis dan hanya menitikberatkan pada orientasi pengambilan keuntungan dari satu pihak saja.
Hal demikian tentu tidak memprioritaskan tata krama, tuntutan apalagi etika dalam jual beli. Padahal dalam konsep Islam keuntungan yang berlebihan bisa jatuh dalam konteks riba. Hal ini ditunjukkan oleh hasil wawancara peneliti dengan bapak Ahmad selaku pemula bisnis online shop kacamata di Yogyakarta yang menyatakan bahwa:
Melakukan bisnis online tidak perlu banyak pertimbangan dan kekhawatiran. Karena proses yang mudah tanpa harus memiliki stock barang kita sudah bisa memperjual belikan barang dan bisa menetapkan keuntungan besar semau kita saja. Tanpa modal besar kita sudah bisa memulai bisnisnya dan mendapatkan keuntungan jika konsisten dalam melakukan promosi.6
Apabila diperhatikan secara seksama dari sudut pandang etika jual beli online, melakukan jual beli online tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan etika dinggap sebagai kasus atau permasalahan tersendiri dalam kegiatan jual beli. Sehingga patut lebih didalami melalui studi lebih lanjut agar diperoleh kejelasan mengenai etika yang baik dan sesuai sebagaimana termaktub dalam hukum negara maupun agama khususnya.
6 Wawancara Online Shop, 27-06-2020
4
Dalam hal ini peneliti akan melihat dari sudut pandang filsafat, khususnya dalam perspektif Al-Ghazali.
Dalam perspektif Al-Ghazali menegaskan bahwasannya didalam dunia jual beli konsep etika harus dibawa, bahkan dinilai sangat penting untuk diikut sertakan. Selain itu, pemisahan aspek jual beli dengan etika dianggap keliru. Bukan hanya Al-Ghazali, banyak pemikir setelahnya juga mulai melakukan perubahan untuk memperkenalkan kembali dimensi etika dalam dunia jual beli.7
Dari penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk mengkaji etika jual beli online dalam perspektif Al-Ghazali dimana jual beli online sedang marak pada era zaman modern ini. Ketertarikan peneliti terhadap etika dalam perspektif AL-Ghazali terletak pada pemikirannya yang mampu menunjukkan secara menarik serta sistematik terhadap perilaku bisnis yang etis dan dapat menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dengan stakeholders.
Penggabungan dimensi intelektual serta spriritual dapat menjadi alat penalaran yang kompleks dan menjadikan etika bisnis Islam perspektif Al- Ghazali lebih fleksibel terhadap berbagai dimensi budaya dan waktu.
Dari sinilah peneliti termotivasi untuk menelitinya lebih lanjut dan kemudian hasil yang didapatkan sengaja disajikan dalam skripsi ini dengan MXGXO³Etika Jual Beli Online dalam Perspektif Al-Ghazali´
B. Rumusan Masalah
7 Nasruddin Baidan dan Erwati Aziz, Etika Islam dalam Berbisnis (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2014), hlm. 157.
5
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disajikan di atas, maka yang dijadikan sebagai rumusan masalah dapat peneliti rumuskan seperti di bawah ini.
1. Bagaimana jual beli online yang terjadi saat ini?
2. Bagaimana jual beli online dalam perspektif etika Al-Ghazali?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Sejalan dengan latar belakang serta rumusan masalah di atas, peneliti memiliki tujuan lain yang hendak dicapai atau dituju, antara lain:
1. Mengetahui bagaimana dinamika jual beli online yang terjadi saat ini.
2. Mengetahui jual beli online dalam perspektif etika Al-Ghazali.
Disisi lain penelitian ini juga memiliki kegunaan diantaranya:
1. Memberi Informasi kepada pembaca terkait dinamika dalam bisnis jual beli online
2. Memberi informasi atau pengetahuan baru tentang etika bisnis Islam dalam jual beli online.
D. Kajian Pustaka
Etika jual beli yang diterapkan di pasar Tradisional Air Tiris, dalam tesis UIN Sultan Syarif Kasim, Riau karya Ahmad Dahlan dengan judul
³3HQHUDSDQ(WLND -XDO %HOL GDODP ,VODP GL 3DVDU 7UDGLVLRQDO $LU 7LULV´ DGD
6
banyak macam yang diajadikan karakter. Dimana tentu banyak pedagang yang menjual barang halal. Selain itu, karena mayoritas Islam, kebanyakan menawarkan dagangannya dengan jujur, sesuai dengan kondisi barang dagangan. Penerapan etika jual beli dalam pelaksanaannya di pasar Air Tiris, terutama yang tidak menggunakan stan lebih berpeluang tidak memperhatikan etika jual beli. Kenapa kemudian etika jual beli sulit diterapkan pada pasar tradisional Air Tiris, khususnya yang tidak menggunakan stan, karena banyak pedagang yang menginginkan keuntungan lebih banyak.8 Tesis ini dengan penelitian yang akan saya lakukan tentu memiliki perbedaan. Letak perbedaannya adalah peneliti lebih fokus pada jual beli online, bukan dalam jual beli offline seperti yang ada di yang ada di pasar tradisional.
-XUQDONDU\D<HVL2NWDYLDQLGNNGHQJDQMXGXO³$QDOLVLV(WLND%LVQLV
,VODP7HUKDGDS3UDNWHN-XDO%HOLGL)DVLOLWDV3XEOLN´WHUELWGL3URGL+XNXP
Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung, membahas Kebebasan yang dimiliki manusia dalam menggunakan potensi sumber daya tentu memiliki batas-batas tertentu. Melihat aktivitas jual beli yang ada di pasar Parit 11 banyak yang tidak menggunakan batasan-batasan dalam melakukan transaksi jual beli. Tentu hal tersebut juga masih jauh dari koridor etika dalam Islam, khususnya pada ranah menggangu ketertiban umum, membuat kemacetan, mengurangi keindahan alam sekitar karena terlihat
8 Ahmad Dahlan, Penerapan Etika Jual Beli dalam Islam di Pasar Tradisional Air Tiris, Tesis dalam bidang ekonomi islam, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, 2012.
7
kumuh.9 Perbedaan dengan skripsi yang akan ditulis ini terletak bukan pada fasilitas publik, akan tetapi aktivitas yang terjadi pada jual beli online yang tentu mencakup etika bisnis jual beli yang terjadi pada transaksi dunia online yang menggunakan telaah sudut pandang Al-Ghazali, artinya lebih mengerucut dalam menggunakan pisau analisisnya.
Sedangkan jurnal yang ditulis oleh Kristianto Dwi Estijayandono, GDODP MXUQDO 8QLYHUVLWDV ,VODP 0XKDPPDGL\DK GHQJDQ MXGXO ³(WLND %LVQLV
Jual Beli Online GDODP 3HUVSHNWLI ,VODP´ 3HPDSDUDQQ\D PHQJDPELO SRNRN
permasalahan terkait pelaku jual beli online dalam menerapkan etika dan sumber permasalahan yang terjadi. Dalam transaksi jual beli online di Tokopedia.com yang bersumber dari dua narasumber (pemilik bisnis online) dengan rating 4,5 bintang.10 Perbedaan pembahasan dalam jurnal ini dengan penelitian yang akan diteliti adalah terletak pada sumber online nya dan sumber permasalahannya. Jika jurnal ini mengambil data hanya dari Tokopedia.com dengan narasumber dua, maka penelitian yang dilakukan peneliti tidak hanya bersumber dari Tokopedia.com saja, melainkan ada beberapa online shop yang akan dijadikan sebagai sumber penelitian. Dalam skripsi ini juga akan mengupas tentang penerapan etika yang terjadi dalam dunia jual-beli sekarang ini. Selain itu kelebihan lain dibanding dengan jurnal di atas adalah terletak pada narasumber yang akan menjadi target, bukan
9 Yesi Oktaviani, dkk, Ananalisis Etika Bisnis Islam Terhadap Praktek Jual Beli di Fasislitas Publik, Jurnal Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, ISSN 2460-2159.
10 Kristianto Dwi Estijayandono, Etika Bisnis Jual Beli Online dalam Pesrpekti Islam, Jurnal Unismuh, Fiqih Muamalah, Makassar, Vol 3, No. 1, 2019.
8
hanya dua akan tetapi mengambil narasumber lebih dari dua. Narasumber pun tidak hanya sebagai pemilik bisnis jual beli online saja, namun juga mengambil dari customer jual beli online.
E. Kerangka Teori
Teori yang digunakan sebagai pisau analisis dalam menyelesaikan masalah penelitian ini adalah perspektif Al-Ghazali tentang etika jual beli atau perniagaan. Adapun perspektif Al-*KD]DOL GDODP EXNXQ\D ,K\D¶
Ulumuddin tentang etika jual beli atau perniagaan untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini yaitu;11
1. Berilmu sebelum beramal
'LGDODP EXNX ,K\D¶ 8OXPXGGLQ $O-Ghazali menjelaskan bahwasannya jalan untuk mencapai sebuah kebaikan dimulai dengan memiliki ilmu dan amal. Pada konteks jual beli, khususnya pada zaman modern ini, manusia dalam menjalankan bisnisnya sudah tidak perlu lagi harus bersusah payah membangun sebuah stan untuk menawarkan dagangannya. Melainkan dizaman modern, perkembangan semakin maju.
Menjalankan bisnis jual beli cukup menggunakan market place secara online dengan berbekal ilmu pengetahuan yang mumpuni. Jual beli online yang diterapkan tentu tetap pada batas hukum yang berlaku, serta tetap menghindari riba dan membuat kontrak yang jelas dan sah. Al- Ghazali menekankan di dalam jual beli, mengetahui peraturan syariah
11 Moh. Yusni Amru Ghozaly, Terj. ,KWLVDU ,K\D¶ 8OXPXGGLQ (Jakarta Selatan; Wali Pustaka, 2017), hlm. 204.
9
menjadi wajib. Karena mempunyai pegetahuan yang relevan dengan profesi yang akan dijalani sangat diperlukan. Memperhatikan hukum merupakan kunci penting dari perilaku normal.
2. Memaksimalkan keuntungan bukan sebuah kebajikan
Konsep pandangan yang kedua adalah pemaksimalan keuntungan bukan merupakan jalan kebaikan. Al-Ghazali menganggap bekerja dan mencari nafkah merupakan suatu kebajikan. Al-Ghazali juga menjelaskan, seharusnya tujuan berbisnis adalah untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.
Dalam hal ini Al-Ghazali menekakan bahwasannya jangan terlalu berambisi dalam berbisnis sampai kemudian melupakan kebutuhan spiritualnya.12
3. Adil dan peduli terhadap pemangku kepentingan (stakeholder)13
Etika jual beli yang ketiga adalah bagaimana dalam menjalankan bisnis jual beli dapat adil dan tetap membangun rasa peduli terhadap orang-orang yang ada didalamnya. Melakukan suatu bisnis harus dengan benar serta berpegang teguh dengan syariah. Yang perlu digaris bawahi adalah tentang bagaimana bisa menjalankan bisnis dengan menerapkan
12 Moh. Yusni Amru Ghozaly, Terj. ,KWLVDU,K\D¶8OXPXGGLQhlm. 263
13 Stakeholder dimaknai sebagai elemen yang memiliki kepentingan, pada konteks jual beli, stakeholder yakni siapa saja yang terlibat didalamnya, ada pemilik bisnis dan juga custemer serta semua orang yang terlibat didalamnya.
10
sikap adil dan rasa peduli terhadap stakeholder. Supaya kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.14
4. Mewujudkan kebaikan untuk banyak pihak
Konsep keempat, Al-Ghazali dalam menyebut kata kebajikan dan kebaikan adalah dengan mengguakan kata Ihsan dalam mengartikan bahwa suatu bisnis tidak hanya selesai untuk memenuhi kepentingan pribadi, melainkan juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial. Dengan demikian, manusia tidak boleh hanya merasa puas apabila bisnisnya berjalan dengan sekedar mematuhi hukum dan pasar. Melainkan juga mempunyai tanggungjawab sosial berupa berbuat baik dengan semua pihak terkait.15
F. Metode Penelitian
Metode dalam sebuah penelitian sangat diperlukan, karena merupakan cara untuk mengetahui dan membahas sesuatu. Dimana tentunya memiliki langkah-langkah yang sistematis.16 Untuk mencapai hasil penelitian tertentu, peneliti membutuhkan sebuah metode penelitian.
1. Jenis penelitian
Dilihat dari prosedur aktivitas penelitian yang peneliti lakukan dalam menyusun skripsi ini, menunjukkan bahwasannya peneliti
14 Moh. Yusni Amru Ghozaly, Terj. ,KWLVDU,K\D¶8OXPXGGLQhlm. 275.
15 Moh. Yusni Amru Ghozaly, Terj. ,KWLVDU,K\D¶8OXPXGGLQhlm. 265.
16 Husaini Usman, Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm. 42.
11
menggunakan penelitian kuaalitatif. Menurut Zainal Arifin bahwa yang dinamakan penelitian kualitatif adalah:
Penelitian kualitatif adalah penelitian untuk menjawab permasalahan yang memerlukan pemahaman secara mendalam dalam konteks waktu dan situasi yang bersangkkutan, dilakukan secara wajar dan alami sesuai dengan kondisi objektif di lapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulkan terutama data kualitatif.17
Ahmad tanzeh menjelaskan bahwasanya penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang mengungkap gejala secara holistik kontekstual melalui pengumpulan data dari berbagai latar belakang sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci penelitian itu sendiri.
Dalam pandangan Bogdan dan Taylor penelitian kualitatif juga dapat diartikan sebagai data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perkataan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.18
Kemudian Sugiyono menyatakan dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan bahwa peneltian kualitatif adalah:
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data, dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan truangulasi (gabungan), analisis data bersifat
17 Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 29.
18 Ahmad Tanzeh, Pengantar Metode Penelitian Kualitatif..., hlm. 11.
12
induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.19
Dari beberapa penjelasan tentang penelitian kualitatif di atas, maka dapat peneliti pahami bahwasannya penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksdu untuk meneliti suatu fenomena atau kejadian yang bertitik tolak dari realita, dengan cara deskripsi berupa kata-kata atau lisan dalam suatu konteks tertentu.
Pada skripsi ini, menekankan pada suatu kenyataan berdimensi jamak, interaksi, dan menekankan pertukaran pengalaman sosial yang ditafsirkan.20 Peneliti berusaha memberikan penjelasan komprehensif dari perspektif Al-Ghazali dengan menelaah secara terperinci serta memaparkan data-data yang ada di lapangan. Peneliti arahkan pada realita yang berhubungan dengan Etika Jual Beli Online dalam Perspektif Al Ghazali supaya mendapatkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang disusun berdasarkan data lisan dari hasil wawancara peneliti dengan informan, dan dari observasi secara holistik dan secara kontekstual atas perbuatan para informan dan dokumentasi yang dipandang terdapat kaitannya dengan rumusan masalah.
2. Objek penelitian
19 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &
D (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 15.
20 Muzairi,dkk, Metodologi Penelitian Filsafat, (Yogyakarta: FA Press, 2014), hlm. 43.
13
Informasi serta data yang dibutuhkan dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti melakukan penelitian terhadap para pelaku yang memiliki bisnis jual beli online. Hal ini, dilatarbelakangi adanya problem etika dalam jual beli online. Serta adanya harapan-harapan palsu yang terjadi setelah adanya kesepakatan.
3. Sumber data
Dalam penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan berhubungan dengan rumusan masalah. Data-data tersebut terdiri dari dua jenis yaitu, data yang bersumber dari manusia dan data yang bersumber dari non manusia. Data dari manusia diperoleh dari orang yang menjadi informan dalam hal ini orang yang secara langsung menjadi subyek penelitian.
Sedangkan data non manusia diperoleh dari dokumen berupa catatan, rekaman, gambar atau foto.
Menurut Lofland dalam Moleong yang dikutip Ahmad Tanzeh bahwa:
Sumber data terdiri dari data utama dalam bentuk kata-kata atau ucapan atau perilaku orang-orang yang diamati dan diwawancarai.
Sedangkan karakteristik dari data pendukung berada dalam bentuk non manusia. Artinya data tambahan dalam penelitian ini dapat berbentuk surat-surat, daftar hadir, data statistic ataupun segala bentuk dokumentasi yang berhubungan dengan rumusan masalah.21
21 Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 58.
14
Proses mencari sumber dan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data dari data primer dan sekunder.22 Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap pelaku bisnis jual beli online. Data primer diambil dari wawancara secara langsung terhadap pelaku penjual atau pembeli online. Selain itu, sumber informasi dari penelitian ini juga diambil dari literatur kepustakaan terkait. Kepustakaan yang dimaksud adalah buku-buku tentang etika bisnis secara umum dan etika jual beli dalam pandangan islam sekaligus dalam pandangan Al-Ghazali.
4. Metode pengumpulan data
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan karenannya peneliti menempuh empat cara dalam mengumpulkan data terkait, yakni mencakup observasi, wawancara, dokumentasi, diskusi, serta telaah pustaka.
a. Observasi
Observasi adalah suatu proses yang dilakukan terhadap subjek penelitian dengan maksud merasakan, kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya.23 Observasi dilakukan
22 Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif..., hlm. 201.
23 Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial..., hlm.
117.
15
untuk mendapatkan informasi-informasi serta untuk kelanjutan suatu penelitian.
b. Wawancara
Wawancara merupakan proses percakapan antara dua orang atau lebih yang dilakukan antara pewawancara dan narasumber.
Tujuan wawancara sendiri ada dua hal, yakni untuk mencari data lain yang belum didapat saat melakukan observasi. Sebelum melakukan wawancara, baiknya membuat guideline atau panduan wawancara seperti menyusun pertanyaan serta membidik siapa saja yang akan dijadikan narasumber.
Adapun proses wawancara sendiri ada yang terstruktur dan ada yang tidak struktur. Artinya, terstruktur dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan serta melaksanakan sesi wawancara sesuai dengan jadwal yang sudah ditata. Sedangkan wawancara tidak terstruktur yakni pertanyaan-pertanyaan wawancara diajukan sesuai dengan kondisi yang ada, artinya pertanyaan spontan yang tentu meliputi pertanyaan-pertanyaan yang memberikan hasil sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Sedang informan yang dijadikan unit analisis terdiri dari beberapa orang yang mempunyai bisnis jual beli online. Ada dua pembagian tugas dalam proses wawancara yakni pewawancara bertugas menanyai dari beberapa soal yang sudah disiapkan dan
16
narasumber bertugas memeberikan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang diajukan oleh penanya. Tujuan untuk menggali dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan tujuan pewawancara.
Wawancara sendiri juga dapat diartikan sebagai proses interaksi sosial yang didalamnya terdapat pertukaran atau berbagai aturan, tanggungjawab, perasaan, kepercayaan, motif dan informasi mengenai segala sesuatu yang ditetapkan tujuannya.24
c. Dokumentasi
Menurut pandangan Sugiyono yang dikutip Imam Gunawan EDKZD GRNXPHQWDVL DGDODK ³Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya menumental dari seseorang.25
Data dokumentasi yang dijadikan sebagai sumber dapat berupa rekaman video ataupun rekaman suara hasil wawancara, foto-foto ketika wawancara, serta jurnal maupun artikel yang ada.
Dokumentasi merupakan instrumen penelitian yang dipakai untuk mengumpulkan data kualitatif dengan cara menyeleksi dan menganalisis dokumen-dokumen atau media tertulis lain yang dibuat oleh subjek peneliti atau orang lain, baik dalam bentuk dengan
24 Haris Herdiansyah, Metode penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial...hlm, 118.
25 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm. 176.
17
rumusan masalah yang diteliti.26 Data dokumentasi yang bersifat primer dan sekunder ini digunakan untuk menyimpan dan sekaligus sebagai bukti atas wawancara yang telah dilakukan. Selain itu dokumentasi inilah yang menjadi bahan untuk menyelesaikan penelitian ini.
d. Diskusi
Diskudi merupakan instrumen peneliti yang juga menjadi jalan tempuh untuk mendapatkan informasi sesuai apa yang dibutuhkan.
Diskusi ini juga bertujuan untuk menjadi pelengkap yang tidak ditemukan dalam kegiatan wawancara.27 Diskusi pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok terarah, yang dilakasanakan melalui tahapan sesi tanya jawab serta diskusi atau dialog yang diikuti oleh beberapa orang yang memiliki bisnis jual beli online.
e. Pustaka
Pustaka merupakan telaah atas buku yang akan dijadikan sebagai sudut pandang dalam melihat kajian pada penelitian.28 Konteks pustaka dalam peneitian ini nanti difokuskan pada pemikiran Al-Ghazali mengenai jual beli atau perniagaan.
26 Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif..., hlm. 143.
27 Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif..., hlm. 146.
28 Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif...,hlm. 147.
18
G. Sistematika Pembahasan
Skripsi ini akan mengkaji terkait etika bisnis dalam jual beli online, dimana konteks penelitiannya mencakup orang-orang yang memiliki bisnis online. Masing-masing bab akan dijelaskan secara sistematis serta terperinci, dan saling berhubungan antara bab 1 dan bab yang lainnya.
Bab pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, kerangaka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan. Pada bab pertama memberi gambaran terkait hal-hal yang akan dijadikan pembahasan dalam skripsi.
Bab kedua, menjelaskan terkait etika bisnis secara umum dan pemikiran Al-Ghazali tentang jual beli. Pembahasan ini diletakkan pada bab kedua agar pembaca sebelum jauh masuk kedalam pembahasan etika bisnis pada realita, baiknya pembaca mengetahui terlebih dahulu terkait teori umum etika bisnis serta pemikiran Al-Ghazali yang dijadikan sebagai sudut pandang dalam skripsi ini.
Bab ketiga, terkait realitas etika bisnis jual beli online. Setelah memahami teori etika jual beli online, maka psda bab ini layak dijabarkan terkait kasus yang terjadi dilapangan. Sehingga muncul analisa antara teori dengan realitas yang ada. Didalam bab tiga ini juga akan ditampilkan beberapa problem terkait hal-hal yang menjadi hambatan ketika melakukan transaksi jual beli online, yang tentu juga akan dipaparkan komunikasi dalam jual beli online yang berbasis data.
19
Bab empat akan dijelaskan tentang analisa etika jual beli online dalam perspektif Al-Ghazali. Analisa ini diletakkan pada bab empat karena setelah selesai dengan pemahaman teori etika bisnis jual beli sekaligus melihat pada realitas yang ada, maka perlu telaah kembali menggunakan perspektif etika jual beli Al-Ghazali yang dijadikan sebagai alat analisis terhadap realitas jual beli yang terjadi di lapangan.
Bab lima, penutup. Pada bab ini dipaparkan hasil dari apa yang sudah diuraikan pada bab-bab sebelumnya. Pada bab ini, dijelaskan secara ringkas temuan-temuan dan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada pada bab pertama atau pendahuluan. Bab ini juga dilengkapi dengan saran, karena penelitian ini belum sempurna, masih ada banyak hal yang perlu dikaji ulang.
Saran-saran pada bab ini diharapkan untuk mengembangkan penelitian yang telah dilakukan.
64
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan data hasil penelitian lapangan dan temuan penelitian sebagai disajikan dalam bab III dan analisa pembahasan atas masing-masing temuan penelitian dalam bab IV, serta memperhatikan rumusan masalah pertama dan kedua sebagai diajukan dalam bab I, maka dapat disimpulkan seperti di bawah ini.
1. Jual beli online yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa terdapat banyak pilihan platform yang bisa digunakan untuk memasarkan barang atau produk yang akan dijual. Sehingga hal ini memudahkan seseorang ketika menjual maupun membeli barang tanpa harus bertemu secara langsung.
Banyaknya pilihan platform tersebut membuat penjual maupun pembeli tidak hanya bisa ber transaksi pada satu platform saja, melainkan juga dapat bertransaksi pada banyak platform. Sepertihalnya Instagram, Bukalapak, Shopee, dan Facebook. Banyaknya pilihan platform untuk berjualan itulah yang juga menjanjikan dalam hal mendapatkan keuntungan. Keuntungan jual beli online bisa diperoleh apabila marketing nya bagus. Bukan hanya keuntungan saja, bahkan resikopun juga sering terjadi dan dialami para pebisnis online dan stakeholders yang bersangkutan.
64
65
2. Berdasarkan penelitian dan analisa jual beli yang terjadi di lapangan tentang etika jual beli online dalam perspektif Al-Ghazali, Para narasumber terkait yaitu pebisnis online dan pembeli online sudah berupaya dalam melandaskan etika ketika melakukan transaksi jual beli.
Baik yang meliputi berilmu sebelum beramal, memaksimalkan keuntungan bukan sebuah kebajikan, adil dan peduli terhadap pemangku kepentingan (stakeholder) maupun mewujudkan kebaikan untuk banyak pihak. Dari ke empat unsur tersebut sudah mereka tanamkan pada konsep transaksi yang dijalankan. Namun kenyataannya, pada penjual dan pembeli online lainnya terkadang masih saja didapati penyimpangan- penyimpangan yang terjadi. Baik yang timbul dari pihak penjual maupun pembeli. Tentunya hal itu sangat bertolak belakang dengan perspektif Al- Ghazali. Sepertihalnya kurang dalam memperhatikan dan menggunakan etika berkomunikasi saat proses transaksi jual beli, khususnya dalam hal ini adalah jual beli online. Hal lain lagi adalah jual beli yang dilakukan hanya berorientasi pada pengambilan keuntungan semata. Bahkan kecurangan-kecurangan lain seperti penipuan kualitas barang dengan harga.
B. Saran
Memperhatikan butir-butir kesimpulan di atas, juga tujuan penelitian secara praktis yang termaktub pada bab I, maka dapat peneliti sampaikan saran di bawah ini.
66
1. Sebaiknya para pebisnis online maupun customer mulai menelaah kembali dan memperhatikan pentingnya menerapkan etika di dalam transaksi jual beli.
2. Bagi penjual seharusnya memberikan informasi yang benar kepada pembeli dan calon pembeli agar tidak terjadi dengan kasus penipuan yang semakin merajalela. Berbisnis online bagi para pebisnis yang melaksanakannya harus mengetahui syarat sah yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam agar mereka berbisnis sesuai dengan syariat islam dan halal dan mengurangi kemudharatan. Penjual tidak boleh menjual barang yang haram dan menipu pembeli.
3. Bagi pembeli, seharusnya lebih berhati-hati lagi guna untuk mencegah penipuan. Kita harus mencari tahu terlebih dahulu sumber dari segala sumber yang berkaitan dengan barang yang akan dibeli. Hal itu dilakukan agar penipuan-penipuan yang terjadi dalam transaksi jual beli online dapat berkurang dan transaksi jual beli online dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.
4. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan kedepanya untuk mampu mengembangkan penelitian dengan memperluas objek penelitian seperti kegiatan bermuamalah yang dilakukan dalam masyarakat, agar terhindar dari kesalahan seperti yang telah ditetapkan
67
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ghazali. 1982. Terj. Ismail Yaqub. Ihya Ulumuddin Jilid V. Semarang: CV.
Faizan.
Amin, Ahmad. 1975. Etika Ilmu Akhlak. Jakarta: Bulan Bintang.
Amru Ghazali, Muh. Yusni. 2017. Terj. Ikhtisar Ihya Ulumuddin. Jakarta Selatan:
Walipustaka.
Anuraga, Panji. 2011. Pengantar Bisnis. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Asmawi, Fauziyah. 2011. Nilai-Nilai Kemanusiaan: Antara Islam dan Barat.
Juranl Takrib.
Badroen, Faisal.dkk. 2007. Etika Bisnis Dalam Islam. Jakarta: Kencana.
Baidan, Nasruddin dan Erwati Aziz. 2014. Etika Islam Dalam Bisnis. Yogyakarta:
Putaka Pelajar.
Dahlan, Ahmad. 2012. Penerapan Etika Jual Beli Dalam Islam Di Pasar Tradisional Air Tiris. Tesis Bidang Ekonomi. UIN Sultan Syarif Kasim.
Dwi Etijayandono, Kristianto. 2019. Etika Bisnis Jual Beli Online Dalam Perspektif Islam. Jurnal Unismuh. Makassar. VOL.III No.1.
Fakhry, 1996. Madjid. Etika Dalam Islam. Terj. Zakkiyuddin Baidhowy.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauziyah, Eka Yunia. 2017. Etika Bisnis Dalam Islam. Jakarta: Kencana.
Gunawan, Imam. 2014. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara.
Harun, Nasrun. 2007. Fiqih Muamalah. Jakarta: Gaya Media Pratama.
H.Frank Daniel. 2003. Etika Dalam Ensiklopedia Tematis Filsafat Islam. Buku ke-2 Sayyed Hossein Nasr dan Oliver leamann. Terj. Tim Penerjemah Mizan. Bndung: Mizan Pustaka.
Hendra, Joni. Dkk. 2018. Etika Bisnis Islam. Bandung: Manggu Makmur Tanjung Lestari.
67
68
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Salemba Humanika..
Huda, Nailul Dan Hamim. Bisnis Islam. Terj. Ihya Ulumuddin. Kediri. Santri Salaf Press.
Magnis Suseno, Franz. 1993. Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mardatillah. Etika Bisnis Dalam Perspektif Islam. Jurnal. JIS. VOL.VI NO.1 Mulyana, Deddy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Muslich. Etika Bisnis. 2004. Yogyakarta: Ekosiana..
Muzairi, dkk. 2014. Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: FA Press.
Oktaviani, Yessy. Dkk. Analisis Etika Bisnis Islam Terhadap Praktek Jual Beli Di Fasilita Publik. Jurnal Hukum Ekonomi UIN Bandung. ISSN: 2460-2159.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Syihab, M Quraish. 1996. Wawasan Al-Quran Tafsir Mudhui Atas Berbagai Persoalan Ummat. Bandung: Mizan.
Tanzeh, Ahmad. 2012. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta:
Teras.
Taufiq, Muhammad. 2016. Etika Dalam Perspektif Filsafat Islam. Yogyakarta.
FA Press.
Usman, Husainy. 1996. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahid, Abdul. 2018. Tafsir Ekonomi Kontemporer: Menggali Teori Ekonomi Dari Ayat-Ayat Al-Quran. Jakarta: Gema Insani.
Veitzhal dan Adi Buchari. 2009. Islamic Economic : Ekonomi Syariah Bukan OPSI tetapi Solusi. Jakarta: PT. Bumu Aksara.
69
LAMPIRAN
Lampiran 1
PERTANYAAN ETIKA JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPETIF AL- GHAZALI
(Wawancara ini menggunakan wawancara rekam suara, kemudian bukti wawancara akan diikut sertakan foto dokumentasi antara pewawancara dengan narasumber, selain itu untuk menunjang kevalidan data selain hasil dari wawancara juga akan disertakan bukti-bukti screenshoot terkait problem etika jual beli online pada realitas yang ada)
A. Berilmu Sebelum Beramal
(Pertanyaan Untuk Pemilik Bisnis)
1. Apakah anda sudah memiliki bekal keilmuan terkait bisnis yang anda jalankan sekarang?
2. Berapa lama anda belajar ilmu terkait bisnis yang anda jalankan sekarang?
3. Dimana/dari siapa anda belajar ilmu terkait bisnis anda?
4. $SDNDKDQGDVXGDKIDKDPWHQWDQJKXNXPILTLKV\DUL¶DKPDXSXQKXNXP
negara terkait bisnis yang anda jalankan? (legal atau ilegal)
(Pertanyaan Untuk Customer)
1. Apakah anda tahu hukum barang yang anda beli? (halal atau haram)
69
70
B. Memaksimalkan Keuntungan Bukan Sebuah Kebajikan (Pertanyaan Untuk Pemilik Bisnis)
1. Apakah bisnis yang anda jalankan merupakan jalan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup anda?
2. Apakah keuntungan yang anda ambil sudah benar-benar sesuai dengan hukum syariah (tidak riba)?
3. Bagaimana anda bisa tahu jika keuntungan yang anda dapatkan tidak termasuk dalam riba?
4. Apakah dengan berbisnis seperti ini mampu menunjang kehidupan anda?
Seperti dalam hal spiritual (sedekah)?
(Pertanyaan Untuk Customer)
1. Apakah barang yang anda beli sudah merapakan kesepakatan antara penjual dan pembeli? (yakin tidak ada unsur rib didalam transaksi tersebut, serta sama-sama mufakat atas apa yang dibeli, baik harga maupun kualitas barang)
C. Adil Dan Peduli Terhadap Stakeholder (Pertanyaan Untuk Pemilik Bisnis)
71
1. Apakah bisnis yang anda jalankan sudah menerapkan sistem adil terhadap stakeholder (pemodal, eksekutor, dan markeeting)?
2. Bagaimana cara anda menerapkan sistem adil didalam bisnis anda?
3. Apakah penerapan adil dalam bisnis anda sudah sesuai dengan konsep adil didalam islam?
4. Apakah anda dalam menjalankan bisnis anda juga peduli terhadap stakeholder?
5. Bagaimana cara anda menerapkan sikap peduli terhadap stakeholder?
(Pertanyaan Untuk Customer)
1. Apakah dalam melakukan transaksi, anda benar-benar bersikap adil? (tidak merugikan pihak pembeli maupun penjual)
2. Apakah anda melakukan tawar menawar dalam melakukan transaksi jual beli?
3. Jika iya, apakah anda sudah menawar sewajarnya, sesuai dengan batas kesepakatan antara penjual dan pembeli?
4. Apakah dalam melakukan transaksi jual beli, anda yakin tidak menyakiti hati penjual ketika tawar menawar?
72
5. Pernahkan anda merasa kecewa dengan penjual? jika pernah, dalam hal apa?
D. Mewujudkan Kebaikan Untuk Banyak Pihak (Pertanyaan Untuk Pemilik Bisnis)
1. Apa fungsi keuntungan anda, selain untuk memenuhi kebutuhan diri anda sendiri? apakah sebagian keuntungan bisnis anda digunakan untuk peduli terhadap kebutuhan sosial?
2. Jika iya, contohnya kebutuhan sosial dalam hal apa, dan dalam bentuk apa
73
Lampiran 2
Dokumentasi Wawancara
74
CURRICULUM VITAE
Nama : Latief Chabibi
Tempat/Tanggal lahir : Blitar, 01 Mei 1996
Alamat asal :Dsn. Sanan-RT/RW 003/003-Ds. Dayu-Kec.
Nglegok-Kab. Blitar Email :[email protected]
Nama Ayah : Mariman
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
Nama Ibu : Sundari
Pekerjaan Ibu : Ibu rumah tangga
RIWAYAT PENDIDIKAN
No Nama Sekolah Tahun Pelajaran
1 SD 02 Kalipucung Blitar 2003-2009
2 MTSN Kunir Blitar 2009-2011
3 MAN 3 Kediri 2011-2014
No Pengalaman Bekerja
1 PT. TELMOB
2 PT. SKYLINE
73