• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

27 4.1 . Deskripsi Subjek Penelitian

SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang terletak di Desa Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Di lihat dari letak geografisnya SD ini jauh dari pusat kota Magelang ± 17 Km, Jarak tempuh ke SD Negeri Gejayan dari Kecamatan Pakis kurang lebih 5 Km.

Jumlah siswa SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang mulai dari kelas 1 sampai kelas VI adalah sebanyak 114 siswa. Dengan keadaan bakat, kemampuan, katerampilan, yang berbeda-beda, mayoritas siswa dari SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang beragama Islam sedangkan jumlah tenaga pendidik di SD ini ada sebanyak 4 orang guru kelas, 1 kepala sekolah, 1 guru olahraga, 4 wiyata bakti, 1 orang guru agama islam, dan 1 penjaga sekolah. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang dengan subyek penelitian siswa kelas V sebanyak 21 siswa.

4.2 Hasil Penelitian

Kondisi Sebelum Tindakan

Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas V SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 21 siswa pada pembelajaran IPA, terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Hal ini bisa terlihat dari nilai hasil evaluasi peserta didik pada mata pelajaran IPA yang telah dilakukan dimana sebagian besar peserta didik memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) = 70. Dengan demikian diperoleh data hasil pembelajaran siswa sebelum dilakukan tindakan penelitian, dapat di lihat dari tabel 4.1 berikut ini

(2)

Tabel 4.I

Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar Prasiklus (sebelum tindakan)

No Nilai Ketuntasan

Jumlah

Frekuensi Persentase (%)

1 < 70 Tidak tuntas 14 67%

2 ≥ 70 Tuntas 7 33%

Jumlah 21 100%

Rata-rata 58,09

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 60

Berdasarkan tabel 4.1 terlihat jelas perbandingannya siswa yang mencapai ketuntasan belajar (KKM = 70 ) adalah sebanyak 7 siswa (33 %) sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 14 siswa (67 %) siswa. Dengan nilai rata-rata 58,09 sedangkan nilai maksimum adalah 80 sedangkan nilai minimum adalah 30.

Untuk lebih jelasnya data nilai pada tabel 4.1 dapat dibuat diagram lingkaran seperti pada gambar 4.1.

(3)

Gambar 4.1

Diagram Lingkaran Distribusi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V Semester II SD Negeri Gejayan

Sebelum Tindakan

Berdasarkan penelitian sebelumnya, rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh metode yang sering diterima siswa dalam pembelajaran selalu menggunakan metode ceramah, sehingga anak hanya membayangkan apa yang mereka pelajari karena guru tidak bisa memberi contoh konkret bahkan menghadirkan kedalam kelas. Dalam mengajarkan materi gaya, gerak, dan energy penulis menggunakan metode Group investigation (GI) dengan menggunakan GI supaya siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mampu menemukan sendiri tentang pembelajaran yang di alaminya, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA, dimana siswa lebih aktif dalam pembelajaran IPA.

4.3 Diskripsi Per Siklus

Perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPA di SD Negeri Gejayan telah dilaksanakan dengan baik. Hasil yang dicapai pada perbaikan pembelajaran tentang gaya

0 2 4 6 8 10 12 14 16

30-60 70-80

Axis Title

keterangan : warna biru ( tidak tuntas) warna merah (tuntas)

Chart Title

(4)

melalui kegiatan PTK menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Metode Group investigation (GI) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa telah diterapkan guru dalam perbaikan pembelajaranya setiap siklusnya, sehingga hasil belajar maupun keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan pada setiap siklusnya.

Berikut ini peneliti sajikan dari pembelajaran pertama sampai dengan perbaikan siklus kedua.

1. Siklus I

Pada siklus I pengamat mengamati kegiatan perbaikan pembelajaran dengan seksama, beberapa aspek masih menjadi fokus pengamatan

Tabel 2. Nilai tes formatif hasil perbaikan pembelajaran IPA siklus I

No Nilai Jumlah Siswa jumlah

1 50 3 150

2 60 4 240

3 70 7 490

4 80 5 400

5 90 2 180

Jumlah 21 1460

Belum tuntas 7

Tuntas 14

Nilai rata rata 69,52

Hasil tes formatif pada kegiatan pembelajaran siklus 1 dari 21 siswa yang mengikuti tes formatif yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 3 siswa, nilai 60 sebanyak 4 siswa, nilai 70 sebanyak 7 siswa, nilai 80 sebanyak 5 siswa, dan nilai 90 sebanyak 2 siswa. Nilai rata rata kelas pada siklus 1, adalah 69,52 atau 66%

(5)

Dari data diatas menunjukan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I berlangsung cukup baik,sehingga pencapaian hasil belajar siswa meningkat .dari rata rata kelas pada pra siklus 58,09 meningkat menjadi 69,52

Gambar 2.Diagram Hasil Evaluasi Mata Pelajaran IPA Perbaikan Pembelajaran Siklus I.

2. Siklus II

Tabel 3 : Nilai tes formatif hasil perbaikan pembelajaran IPA Siklus II

No Nilai Jumlah Siswa jumlah

1 60 1 60

2 70 3 210

3 80 7 560

4 90 7 630

5 100 3 300

Jumlah 21 1760

Belum tuntas

Tuntas 20

Nilai rata rata 83,38

0 2 4 6 8 10 12 14 16

50-60 70-90

Axis Title

keterangan : warna biru ( tidak tuntas) warna merah (tuntas)

(6)

Gambar 3.Diagram Hasil Evaluasi Mata Pelajaran IPA Perbaikan Pembelajaran Siklus II

Hasil tes formatif pada kegiatan pembelajaran siklus II dari 21 siswa yang mengikuti tes formatif yang mendapatkan nilai 60 sebanyak 1 siswa, nilai 70 sebanyak 3 siswa, nilai 80 sebanyak 8 siswa, nilai 90 sebanyak 7 siswa, dan nilai 100 sebanyak 3 siswa. Nilai rata rata kelas pada siklus II, adalah 87,61 atau 95%.

Dari data diatas menunjukan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus 2 berlangsung baik, sehingga pencapaian hasil belajar siswa meningkat .dari rata rata kelas pada siklus 69,52 meningkat menjadi 87,61.

Berikut ini peneliti sajikan data hasil tes formatif dari kegiatan pra siklus sampai dengan hasil tes formatif akhir perbaikan siklus kedua.

Tabel 10. Rekapitulasi Presentasi jumlah siswa yang tuntas belajar selama dua (2) siklus.

0 5 10 15 20 25

50-60 70-100

Axis Title

keterangan : warna biru ( tidak tuntas) warna merah (tuntas)

Chart Title

(7)

Kegiatan Pembelajaran

Nilai Rata-rata Kelas

Jumlah Siswa

keterangan Tuntas

Belajar

% Tidak

Tuntas Belajar

%

Pra Siklus 58,09 7 33,33 14 66,68 Tidak tuntas

Siklus I 69,52 14 66,66 7 33,33 Tidak Tuntas

Siklus II 83,38 20 95,23 1 4,76 Tuntas

Keterangan : Nilai KKM SD Negeri Gejayan , mata pelajaran IPA Kelas V yaitu 70

Berdasarkan data tabel 10 diperoleh keterangan bahwa setiap siklus kegiatan terjadi peningkatan hasil belajar siswa :

1. Siswa yang tuntas belajar

a. Siswa yang belajar tuntas pada pra siklus sebanyak 7 siswa atau 33%.

b. Siswa yang belajar tuntas pada siklus I sebanyak 14 siswa atau 66%.

c. Siswa yang belajar tuntas pada siklus II sebanyak 20 siswa atau 95%.

2. Siswa yang tidak tuntas belajar

a. Siswa yang tidak tuntas pada pra siklus sebanyak 14 siswa atau 66%.

b. Siswa yang tidak tuntas pada siklus I sebanyak 7 siswa atau 33%.

c. Siswa yang tidak tuntas pada siklus II sebanyak 1 siswa atau 5%.

Dari tabel diatas tentang hasil belajar siswa dari kegiatan pra siklus sampai siklus kedua dapat dibuat grafik ketuntasan belajar siswa sebagai berikut :

Gambar 5.Diagram rekapitulasi

(8)

4.4 PEMBAHASAN Pembahasan per siklus Siklus I

Pada Siklus I, berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan cukup baik namun hasil yang dicapai belum memuaskan, pembelajaran yang dilakukan masih tersentral pada guru dan Selain hal tersebut berbagai kekurangan masih ditemukan dalam pembelajaran pada siklus I.

Walaupun demikian secara umum pembelajaran sudah mengalami peningkatan dibanding pembelajaran pada tahap pra siklus. Pada siklus I dari 21 siswa yang mengikuti ulangan ternyata didapatkan rata-rata kelas 69,52. Ketuntasan belajar siswa pada siklus ini sebanyak 14 siswa atau 66%. Jika dibanding dengan ketuntasan siswa pada pra siklus mengalami peningkatan 7 siswa atau meningkat sebesar 33%. Peningkatan hasil belajar ini terjadi karena adanya penggunaan media dan alat peraga, sehingga pembelajaran lebih aktif, kreatif sehingga motivasi siswa muncul saat pembelajaran. Selain itu metode Group investigation (GI) sudah diperkenalkan oleh guru, walau belum begitu maksimal namun demikian dengan metode Group investigation (GI) tersebut tingkat pemahaman siswa dapat meningkat.

Pra Siklus Siklus I Siklus II

tidak tuntas 14 7 1

tuntas 7 14 20

14

7

1 7

14

20

0 5 10 15 20 25

Jumlah Siswa

(9)

Siklus II

Secara umum pada siklus II ini mengalami peningkatan, dari 21 siswa yang mengikuti tes formatif ternyata didapatkan rata-rata kelas meningkat menjadi 83,09..

Ketuntasan belajar siswa pada siklus ini sebanyak 20 siswa atau 95%. Jika dibanding dengan ketuntasan siswa pada siklus I mengalami peningkatan 6 siswa atau meningkat sebesar 29%. Peningkatan hasil belajar ini terjadi karena adanya metode Group investigation (GI) secara langsung sebagai sumber maupun media pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan metode Group investigation (GI) tersebut siswa mempunyai pengalaman lansung dengan lingkunganya, disini motivasi, kreativitas dan keaktifan siswa mencatat hal hal yang dianggap penting juga menjadi salah satu faktor meningkatnya hasil siswa. Namun dalam pembelajaran ini masih ada 1 anak yang belum tuntas karena anak tersebut sering tidak masuk sekolah karena di ajak ayahnya untuk pentas seni di tempat lain seperti Jakarta, Surabaya, dan borobudar.dan anak sering tersebut sering tidur di kelas karena kecapaikan habis tampil pentas seni.

Gambar

Tabel  2.  Nilai tes formatif hasil perbaikan pembelajaran IPA siklus I
Gambar 2.Diagram Hasil Evaluasi Mata Pelajaran IPA Perbaikan Pembelajaran        Siklus I
Gambar 3.Diagram Hasil Evaluasi Mata Pelajaran IPA Perbaikan Pembelajaran Siklus II
Gambar 5.Diagram rekapitulasi

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Gagne, Wager, Goal, &amp; Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan

Sasaran tersebut diwujudkan melalui Rencana Kinerja Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2019 yang berjumlah 44 (empat puluh empat) kegiatan yang

Hasil Wawancara dengan Ibu Nur Azizah Selaku pembeli atau pelangan hasil budidaya ikan tambak, wawancara dilakukan tgl.. Indramanyu, Subang, Sumedang, Bandung, Sukabumi, Bogor

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Segala puji bagi Allah SWT penulis panjatkan atas rahmat serta hidayahNya, sehingga pada saat ini penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pelestarian Budaya Piil

Oleh itu, penting untuk melaksanakan program dalam pemaham- an dan persepsi apa yang didengar daripada Akidah Islamiah secara khu- sus dan ilmu-ilmu syariat yang lain, yang

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan

Wirausahawan yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi cenderung akan selalu berusaha mengembangkan usahanya termasuk dalam penggunaan informasi akuntansi dalam