1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Dosen : Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn.
Fakultas : Seni Pertunjukan NIP : 19690128 199702 1 001
Program Studi : S1 Seni Pedalangan
Mata Kuliah/Blok Mata Kuliah : Estetika Nusantara / Teori Kode Mata Kuliah :
Bobot : 3 SKS Semester : IV (empat)
Pertemuan ke / Waktu : 1 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pengertian, fenomena, dan runag lingkup estetika nusantara.
Indikator : Menjelaskan pengertian, fenomena, dan runag lingkup estetika nusantara:
1. Pengertian estetika nusantara 2. Fenomena estetika nusantara 3. Estetika dan kebudayaan 4. Estetika masyarakat
2 5. Estetika dan karya seni
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Menyampaikan kontrak perkuliahan Estetika
Nusantara
2. Menyampaikan cakupan materi kuliah Estetika Nusantara
3. Menyampaikan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point Suyanto. (2015).
“Bahan Ajar Maakuliah Estetika
Nusantara”. ISI Surakarta.
The Liang Gie.
(1976). Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Dharsono (Sony Kartika) dan Hj.
Sunarmi (2007).
Estetika
20’
2 Penyajian 1. Menjelaskan pengertian estetika nusantara 2. Menjelaskan fenomena estetika nusantara 3. Menjelaskan hubungan estetika dan
kebudayaan
4. Menjelaskan hubungan estetika dan masyarakat
5. Menjelaskan hubungan estetika dan karya seni
6. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
7. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan
5’
3
disampaikan pada tatap muka berikutnya Nusantara.
Surakarta: ISI Press
Djelantik, A.A.M.
(1990). Pengantar Dasar Ilmu Estetika (Estetika Instrumental), Jilid I. Denpasar: STSI.
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Pertemuan ke / Waktu : 2 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika barat.
4 Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika barat:
1. Estetika klasik 2. Estetika pertengahan 3. Estetika empirisme
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 2
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Djelantik, A.A.M.
(1990). Pengantar Dasar Ilmu Estetika (Estetika Instrumental), Jilid I. Denpasar: STSI.
20’
2 Penyajian 1. Menjelaskan estetika klasik 2. Menjelaskan estetika pertengahan 3. Menjelaskan estetika empirisme
4. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
5. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
5 Djelantik,
A.A.A.M. (1990) Pengantar Dasar Ilmu Estetika (Falsafah Seni dan Keindahan), Jilid II. Denpasar: STSI Djelantik, A.A.M.
(1998). Estetika (Sebuah
Pengantar), Bandung: MSPI.
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
Jakob Sumardjo (2000). Filsafat Seni. Bandung:
Penerbit ITB Jakob Sumardjo (2006) Estetika Paradoks.
Bandung: Sunan Ambu Press.
6 Mudji Sutrisno
(1993). Estetika:
Filsafat Keindahan.
Yogyakarta:
Kanisius.
Mudji Sutrisno (2000). Kisi-kisi Estetika.
Yogyakarta:
Kanisius.
Russel, Bertrand (2002). Sejarah Filsafat Barat
“Kaitannya dengan Kondisi Sosio-politik dari Zaman Kuno Hingga Sekarang”
(Terjemahan).
Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Kattsoff, Louis O.
(2004). Element of Philosophy. Terj.
Soejono Soemargono.
7 Yogyakarta: Tiara
Wacana.
Pertemuan ke / Waktu : 3 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika barat.
Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika barat:
1. Estetika pragmatisme 2. Estetika ekspresionisme 3. Estetika postmodernisme
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 3
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol,
20’
2 Penyajian 1. Menjelaskan estetika pragmatisme 2. Menjelaskan estetika ekspresionisme 3. Menjelaskan estetika postmodernisme
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
8 4. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya
5. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Djelantik, A.A.M.
(1990). Pengantar Dasar Ilmu Estetika (Estetika Instrumental), Jilid I. Denpasar: STSI.
Djelantik,
A.A.A.M. (1990) Pengantar Dasar Ilmu Estetika (Falsafah Seni dan Keindahan), Jilid II. Denpasar: STSI Djelantik, A.A.M.
(1998). Estetika (Sebuah
Pengantar), Bandung: MSPI.
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
9 Jakob Sumardjo
(2000). Filsafat Seni. Bandung:
Penerbit ITB Jakob Sumardjo (2006) Estetika Paradoks.
Bandung: Sunan Ambu Press.
Mudji Sutrisno (1993). Estetika:
Filsafat Keindahan.
Yogyakarta:
Kanisius.
Mudji Sutrisno (2000). Kisi-kisi Estetika.
Yogyakarta:
Kanisius.
Russel, Bertrand (2002). Sejarah Filsafat Barat
“Kaitannya dengan Kondisi Sosio-politik dari Zaman Kuno
10 Hingga Sekarang”
(Terjemahan).
Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Kattsoff, Louis O.
(2004). Element of Philosophy. Terj.
Soejono Soemargono.
Yogyakarta: Tiara Wacana.
Pertemuan ke / Waktu : 4 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika timur Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika timur:
1. Estetika India 2. Estetika Cina
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis
20’
11 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 4
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Dick Hartoko.
(1984). Manusia dan Seni.
Yogyakarta:
Kanisius.
Djelantik, A.A.M.
(1998). Estetika (Sebuah
Pengantar), Bandung: MSPI.
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
2 Penyajian 1. Menjelaskan estetika India 2. Menjelaskan estetika Cina
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
12 Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Jakob Sumardjo (2000). Filsafat Seni. Bandung:
Penerbit ITB Mudji Sutrisno (2000). Kisi-kisi Estetika.
Yogyakarta:
Kanisius.
Pertemuan ke / Waktu : 5/ 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika timur Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika timur:
1. Estetika Jepang 2. Estetika Islam
13
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 5
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Dick Hartoko.
(1984). Manusia dan Seni.
Yogyakarta:
Kanisius.
Djelantik, A.A.M.
(1998). Estetika (Sebuah
Pengantar), Bandung: MSPI.
Humar Sahman
20’
2 Penyajian 1. Menjelaskan estetika Jepang 2. Menjelaskan estetika Islam
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
14 (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Jakob Sumardjo (2000). Filsafat Seni. Bandung:
Penerbit ITB Mudji Sutrisno (2000). Kisi-kisi Estetika.
Yogyakarta:
Kanisius.
Pertemuan ke / Waktu : 6 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika nusantara
15 Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika nusantara:
1. Ruang lingkup seni nusantara 2. Estetika seni nusantara
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 6
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Djelantik, A.A.M.
(1998). Estetika (Sebuah
Pengantar), Bandung: MSPI.
Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Jakob Sumardjo (2000). Filsafat Seni. Bandung:
20’
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup seni nusantara 2. Menjelaskan estetika seni nusantara
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
16 Penerbit ITB
Mudji Sutrisno (2000). Kisi-kisi Estetika.
Yogyakarta:
Kanisius.
Dharsono (Sony Kartika) dan Hj.
Sunarmi (2007).
Estetika Nusantara.
Surakarta: ISI Press
Pertemuan ke / Waktu : 7 -8 / 300’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika wayang Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika wayang:
1. Ruang lingkup wayang nusantara 2. Estetika wayang
17
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 7 dan 8
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point Soetarno, Sunardi, Sudarsono. (2007).
Estetika Pedalangan.
Surakarta: ISI Surakarta.
Sunardi. (2013).
Nukams dan Mungguh: Konsep Dasar Estetika Pertunjukan Wayang.
Surakarta: ISI Press.
Nojowirongko, M.Ng. (1960).
Serat Tuntunan Pedalangan Jtaking Pakeliran Lampahan Irawan Rabi. Yogyakarta:
Tjabang Bagian Bahasa Jogjakarta.
Jacob Sumardjo.
(1997).
40’
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup wayang nusantara
2. Menjelaskan estetika wayang
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 250’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
10’
18 Perkembangan
Teater dan Drama Indonesia.
Bandung: STSI Press
Pertemuan ke / Waktu : 9 -10 / 300’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika karawitan Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika karawitan:
3. Ruang lingkup karawitan nusantara 4. Estetika karawitan
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 9 dan 10
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point Marc Benamou.
(1998). Rasa in Javanese Musical Aesthetics. UMI:
USA.
Edi Sedyawati.
(1981).
Pertumbuhan Seni 40’
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup karawitan Ceramah Power point 250’
19 nusantara
2. Menjelaskan estetika karawitan
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Tanya jawab Pertunjukan.
Jakarta: Sinar Harapan.
Waridi. (2006).
Karawitan Jawa Masa
Pemerintahan PB X; Perspektif Historis dan Teoretis.
Surakarta: ISI Press Solo.
Soetarno, Sunardi, Sudarsono. (2007).
Estetika Pedalangan.
Surakarta: ISI Surakarta.
Sunardi. (2013).
Nukams dan Mungguh: Konsep Dasar Estetika Pertunjukan Wayang.
Surakarta: ISI Press.
Nojowirongko, 3 Penutup 4. Menyimpulkan materi perkuliahan
5. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar mandiri
6. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
10’
20 M.Ng. (1960).
Serat Tuntunan Pedalangan Jtaking Pakeliran Lampahan Irawan Rabi. Yogyakarta:
Tjabang Bagian Bahasa Jogjakarta.
Pertemuan ke / Waktu : 11 - 12 / 300’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika tari Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika tari:
1. Ruang lingkup tari nusantara 2. Estetika tari
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 11 dan 12
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata
Ceramah Power point Marc Benamou.
(1998). Rasa in Javanese Musical Aesthetics. UMI:
USA.
40’
21
kuliah Estetika Nusantara Edi Sedyawati.
(1981).
Pertumbuhan Seni Pertunjukan.
Jakarta: Sinar Harapan.
Dick Hartoko.
(1984). Manusia dan Seni.
Yogyakarta:
Kanisius.
Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Sal Murgiyanto.
(2002). Kritik Tari Bekal dan
Kemampuan Dasar. Jakarta:
Ford Foundation dan MSPI.
Parker, De Witt H.
(1948). The 2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup tari nusantara
2. Menjelaskan estetika tari
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 250’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
10’
22 Principles of
Aesthetics. New York: Aplleton Century Crofts.
Pertemuan ke / Waktu : 13 - 14 / 300’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika teater Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika teater:
1. Ruang lingkup teater nusantara 2. Estetika teater
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 13 dan 14
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Ceramah Power point Marc Benamou.
(1998). Rasa in Javanese Musical Aesthetics. UMI:
USA.
Edi Sedyawati.
(1981).
Pertumbuhan Seni Pertunjukan.
40’
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup teater nusantara 2. Menjelaskan estetika teater
Ceramah Tanya jawab
Power point 250’
23 3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Jakarta: Sinar Harapan.
Soetarno, Sunardi, Sudarsono. (2007).
Estetika Pedalangan.
Surakarta: ISI Surakarta.
Sunardi. (2013).
Nukams dan Mungguh: Konsep Dasar Estetika Pertunjukan Wayang.
Surakarta: ISI Press.
Jakob Sumardjo (2000). Filsafat Seni. Bandung:
Penerbit ITB Matius Ali, Estetika: Sebuah Pengantar Filsafat Keindahan.Jakarta:
Sanggar Luxor Soediro Satoto.
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
10’
24 (2012). Analisis
Drama dan Teater.
Yogyakarta:
Ombak
Jacob Sumardjo.
(1997).
Perkembangan Teater dan Drama Indonesia.
Bandung: STSI Press
Pertemuan ke / Waktu : 15 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika batik Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika batik:
1. Ruang lingkup batik nusantara 2. Estetika batik
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis
20’
25 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 15
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar terhadap capaian standar kompetensi mata kuliah Estetika Nusantara
Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Dick Hartoko.
(1984). Manusia dan Seni.
Yogyakarta:
Kanisius.
Dharsono (Sony Kartika) dan Hj.
Sunarmi (2007).
Estetika Nusantara.
Surakarta: ISI Press
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup batik nusantara 2. Menjelaskan estetika batik
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
26 Semarang: IKIP
Semarang.
Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.
Pertemuan ke / Waktu : 16 / 150’
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan mata kuliah Estetika Nusantara ini, mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika yang berkembang di nusantara untuk mengkaji dan menciptakan seni.
Kompetensi Dasar : Mampu menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika arsitektur Indikator : Menjelaskan pemikiran, konsep, dan teori estetika arsitektur:
1. Ruang lingkup arsitektur nusantara 2. Estetika arsitektur
NO. TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN METODE MEDIA
SUMBER BELAJAR
ALOKASI WAKTU 1 Pendahuluan 1. Memberi pertanyaan kepada mahasiswa
tentang materi pada tatap muka yang lalu 2. Menyampaikan cakupan materi tatap muka
ke 16
3. Menjelaskan relevansi kompetensi dasar
Ceramah Power point The Liang Gie.
(1976). Garis Besar Estetika (Filsafat Keindahan).
20’
27 terhadap capaian standar kompetensi mata
kuliah Estetika Nusantara
Yogyakarta:
Karya.
Agus Sachari.
(2002). Estetika Makna, Simbol, dan Daya.
Bandung: ITB Press.
Dick Hartoko.
(1984). Manusia dan Seni.
Yogyakarta:
Kanisius.
Dharsono (Sony Kartika) dan Hj.
Sunarmi (2007).
Estetika Nusantara.
Surakarta: ISI Press
Humar Sahman (1993). Estetika:
Telaah Sistemik dan Historik.
Semarang: IKIP Semarang.
2 Penyajian 1. Menjelaskan ruang lingkup arsitektur nusantara
2. Menjelaskan estetika arsitektur
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan mahasiswa dan mengulas masalah yang muncul dari tanggapan mahasiswa.
Ceramah Tanya jawab
Power point 125’
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi perkuliahan 2. Memberi tugas mahasiswa untuk belajar
mandiri
3. Memberitahukan materi yang akan disampaikan pada tatap muka berikutnya
5’
28 Gustami, SP.
Butir-butir Mutiara Estetika Timur.
Yogyakarta:
Prasista.