• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV TINJAUAN KHUSUS"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

TINJAUAN KHUSUS

4.1. Perencanaan Bahan 4.1.1. Perencanaan Lantai

Lantai dasar difungsikan untuk area parkir mobil, area service, pantry, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi tamu. Di lantai ini banyak kegiatan dilakukan oleh penghuni yaitu diantaranya : menerima tamu, duduk santai, minum santai, makan, menonton tv.

Bahan lantai yang direncanakan adalah :

Batu sikat, direncanakan untuk lantai garasi atau carport yang tahan terhadap beban mobil dan cuaca karena terletak diluar bangunan.

Keramik, direncanakan untuk ruang tidur pembantu, ruang cuci/jemur, ruang makan, ruang dapur kotor, ruang keluarga, ruang tamu, serta kamar mandi.

Gambar lantai dasar

(2)

Lantai dua difungsikan untuk kamar anak, kamar tidur utama, kamar mandi utama, balkon, kamar mandi anak. Di lantai ini kegiatan yang dilakukan adalah : istirahat, bersantai, tidur, menonton tv, bersosialisasi.

Bahan lantai yang direncanakan adalah :

Parket Laminate, direncanakan untuk lantai kamar tidur anak 1 & 2, kamar tidur utama, koridor lantai 2. Kesan yang terdapat pada parket adalah menjadikan nuansa ruangan lebih hangat dan private.

Keramik, direncanakan untuk lantai kamar mandi utama, kamar mandi anak, balkon.

Keramik yang digunakan adalah Roman 50x50 cm.

Gambar lantai dua

(3)

4.1.2. Perencanaan Dinding

Lantai dasar, dinding lantai dasar ini terbuat dari bata merah dengan ukuran standar.

Keuntungan dari memakai bahan ini adalah bangunan menjadi lebih kokoh dan lebih kuat serta lebih stabil.Pengerjaan dinding di lantai ini semuanya hingga tahap plesteran, setelah itu dinding di cover dengan cat dinding. Semua dinding yang ada di lantai dasar di cat semuanya.

Gambar dinding lantai dasar

Lantai dua, dinding lantai dua sama seperti lantai dasar. Terbuat dari bata merah dengan ukuran standar. Keuntungan dari memakai bahan ini adalah bangunan menjadi lebih kokoh dan lebih kuat serta lebih stabil.Pengerjaan dinding di lantai ini semuanya hingga tahap plesteran, setelah itu dinding di cover dengan cat dinding. Semua dinding yang ada di lantai dasar di cat semuanya.

(4)

Gambar dinding lantai dua

4.1.3. Perencanaan Kusen

Semua daun pintu menggunakan bahan kayu sungkai. Untuk ukuran menggunakan lebar 90cm untuk pintu utama, 80cm untuk pintu kamar dan ruangan lainnya, 70cm untuk pintu kamar mandi dan ruang servis. Untuk ketinggian kusen yaitu 2,4 meter.

4.1.4. Perencanaan Plafon

Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya.

• Fungsi plafon

- Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik).

(5)

- Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat.

- Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil).

- Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam.

- Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel – kabel listriknya (sparing instalasi).

Konstruksi plafon terdiri dari : a). Rangka plafon

b). Penggantung rangka plafon dan stek c). Bahan penutup plafon

untuk bahan rangka plafond adalah besi hollow 4x4cm dibelitkan dengan kawat atau di skrup ke rangka atap baja ringan. Untuk bahan penutup plafond menggunakan gypsum jayaboard.

4.2. Perancangan Interior

Desain Interior adalah karya arsitek atau desainer yang khususnya menyangkut bagian dalam dari suatu bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer.

Menurut D.K. Ching arti Desain Interior adalah merencanakan. Menata dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan. Tatanan fisik diatas dapat memenuhi kebutuhan dasar kita akan sarana untuk bernaung dan berlindung: menentukan langkah sekaligus mengatur bentuk aktivitas kita; memelihara aspirasi kita dan mengekspresikan ide-ide:

(6)

yang menyerupai segala tindakan kita, mempengaruhi penampilan, perasaan dan kepribadian kita. Oleh sebab itu, maksud dan tujuan desainer interior adalah untuk memperbaiki fungsi, memperkaya nilai estetis dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior. Sedangkan arti desain interior menurut Sachari adalah profesi yang mengkaji dan mempelajari desain ruang dalam sebuah bangunan dengan berbagai pendekatan dan pertimbangan baik fungsi ruang, suasana, elemen estetis, pemilihan material, sosial budaya serta gaya hidup hingga pertimbangan-pertimbangan teknis penataan ruang. Berdasarkan definisi-definisi diatas maka dapat dibuat kesimpulan bahwa desain interior bertujuan untuk menata kehidupan manusia menjadi lebih baik yang diungkapkan melalui media tata ruang. Desain interior merancang bagian dalam bangunan yang mempertimbangkan mulai dari fungsi ruang, suasana, elemen ruang, pemilihan material. sosial budaya, gaya hidup hingga pertimbangan teknis penataan ruang yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan memperkaya nilai estetis.

4.2.1. Element Arsitektur Dalam Interior

• Lantai

Lantai adalah bidang ruang interior yang datar dan mempunyai dasar yang rata.

Sebagai bidang dasar yang menyangga aktivitas interior dan perabot, lantai harus terstuktur sehingga mampu memikul beban tersebut dengan aman dan permukaannya hampir cukup kuat untuk menahan penggunaan dan aus yang terus menerus.

Penutup akhir lantai merupakan lapisan final dari struktur lantai. Oleh karena lantai akan mengalami problem aus dan merupakan bagian terbesar dari luas permukaan ruang, sebaiknya bahan lantai dipilih berdasarkan pertimbangan baik fungsi maupun estetikanya. Warna dan motif lantai harus mengikuti ukuran ruang yang ada. Motif garis-garis kecil akan cocok diaplikasikan pada ruang yang sempit agar terkesan luas. Demikian pula dengan ukurannya. Ukuran lantai yang besar akan memperluas ruangan.

(7)

Lantai Kayu Parket Laminate

Parket laminate dibagi menjadi dua, yakni :

• HDF (Hard Density Fiber)

• MDF (Medium Density Fiber)

Kedua parket laminate tersebut tersusun dari 4 lapis serbuk kayu. di mana keduanya hanya beda pada kerapatan serbuk kayunya. Parket HDF mempunyai 2 macam ketebalan, yaitu 8,5 mm dan 12mm. Sedangkan parket MDF memilikiketebalan 8,2 mm dan S mm. Berikut terdapat kekurangan dan kelebihan dari HDF:

• Motifkurang natural

• Serat kayu tidak saling menyambung

• Peredam suara

• Instalasi mudah

• Tergores tidak dapat diperbaiki

Pada proyek ini digunakan sebagai penutup lantai dua.

Keramik

Material lantai keramik biasanya padat dan kuat. Tergantung pada bentuk masing- masing unit dan motif di mana material tersebut di pasang, material lantai ini dapat menampilkan kesan sejuk, resmi atau memberi rasa santai pada suatu ruang.

Ada dua jenis permukaan keramik yang ada. Yang pertama adalah keramik dengan permukaan mengkilap dan umumnya tidak bertekstur alias licin. Yang kedua adalah keramik dengan permukaan cloff yang umumnya bertekstur.

Keuntungan:

1. Mudah dibersihkan

2. Terlihat indah dan mengkilat 3. Awet. tingkat kekerasan tinggi 4. Praktis dan mudah pemasangan 5. Harga relatif terjangkau

6. Mudah didapat

7. Menimbulkan kesan dingin dalam ruangan

(8)

Kerugian:

Jika keramik telah terpasang dan salah satunya ada yang rusak atau pecah, maka untuk menggantinya agak sulit, kadang harus membongkar lagi semuanya karena tidak ada pengganti keramik yang sama motif dan ukurannya. Pada bangunan ini, penggunaaan keramik berada di semua zona lantai dasar.

4.2.2. Perancangan Interior Ruang Tidur Anak

Gambar interior ruang tidur anak

Interior ruang tidur anak dirancang dengan gaya modern minimalis, dengan menggunakan bahan dasar multipleks yang kemudian di finish dengan lapisan HPL serta cat duco sehingga memberikan kesan yang simple dan elegan.

Panel TV memiliki ketebalan hanya 20cm dikarenakan space ruangan yang ada sudah sangat terbatas. Untuk nuansa warna menggunakan warna yang soft dan dominan ke arah kecoklatan sehingga menimbulkan suasana kehangatan ruangan yang terasa.

Perpaduan antara pencahayaan dan pantulan bidang pada bahan interior membuat kesan yang pas dan nyaman untuk dipandang mata.

(9)

Gambar interior ruang tidur anak view 2

Perletakan lemari, tempat tidur, nakhas, serta panel tv memiliki keselarasan bentuk dan ruang sehingga masih tetap nyaman untuk dipergunakan oleh penghuni walau adanya keterbatasan ruang yang menjadi kendala pada perancangan interior ruangan ini.

(10)

4.2.3. Perancangan Interior Ruang Makan

Gambar interior ruang makan

Untuk perancangan ruang makan, terdapat meja makan serta kursi makan dengan gaya modern minimalis yang menggunakan bahan multipleks yang dilapis HPL, serta untuk kursi menggunakan bahan kayu solid dilapis melamik dan untuk tempat duduknya dilapis fabrik berwarna putih. Nuansa unsur kayu yang ada menjadikan ruangan makan lebih berkolaborasi dengan ruang luar yang alami.

Gambar

Gambar lantai dasar
Gambar lantai dua
Gambar dinding lantai dasar
Gambar dinding lantai dua
+4

Referensi

Dokumen terkait

Metode ini digunakan untuk memodelkan alternatif dengan lebih dari dua kategori dengan cara mengelompokkan alternatif tersebut berdasarkan kesamaan sifat ke dalam kelompok

Pertama, pemenuhan hak bantuan hukum, melalui (i) pemenuhan hak bantuan hukum bagi setiap orang miskin dan terpinggirkan; (ii) Mewujudkan persamaan di muka hukum; (iii)

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Tata Boga PKK FPTK UPI.. Oleh: Ilviani

3). Investasi pada perusahaan asosiasi 4). Investasi jangka panjang lain 5). Aktiva tak berwujud 7). Pinjaman jangka pendek 2). Beban yang masih harus dibayar.. 6).

Dalam penulisan ini, akan dibincangkan ujian dan kaedah yang telah diaplikasikan oleh utusan kerajaan Melaka dalam mencapai kata sepakat untuk menjalinkan hubungan diplomatik

Setelah drop out dari pengobatan TB penderita memutuskan untuk berobat kembali dengan berbagai faktor diantaranya adalah motivasi dari penderita, usia,

Pendela Durna, pada beberapa iakon ditatnpilkan benvatak baik, narur pada lakon_lakon yang iain telah tnenurutl(an kehendak para l(orana sehingga cenderung berwatak

Judul : Penelitian dan Pengembangan Model Pendidikan Ketenaga kerjaan Bersumberdaya Masyarakat bagi Remaja Putus Sekolah di Pedesaan, DP3M Dikti. Program : Hibah Bersaing Tahun :