• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN Judul Karya Desain Judul karya desain yang diambil adalah Perancangan Interior Stasiun Televisi JTV Surabaya. Pengertian judul :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN Judul Karya Desain Judul karya desain yang diambil adalah Perancangan Interior Stasiun Televisi JTV Surabaya. Pengertian judul :"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Judul Karya Desain

Judul karya desain yang diambil adalah “Perancangan Interior Stasiun Televisi JTV Surabaya”.

Pengertian judul :

Perancangan adalah :

o Tahap yang berawal dari proses pengenalan suatu masalah, merumuskan suatu masalah, mengum pulkan data dan menganalisanya serta berakhir dengan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. (Ching, 1996:ix).

Interior adalah :

o Bagian dalam dari bangunan, apapun dan bagaimanapun bentuknya bangunan, misalnya rumah, tempat tinggal, apartemen, hotel, perkantoran sampai pada bangunan rumah sakit sekalipun. (Desain Interior. Jakarta:Djambatan, hal.1).

Stasiun adalah:

o Suatu tempat yang dilengkapi dengan alat untuk memindahkan atau menerima gelombang radio, studio, kantor pelaksana, dan teknik penyiaran secara bersama-sama pada suatu bangunan transmisi radio atau televisi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary Of The English Language Unabridge).

Televisi (TV) adalah :

o Kata televisi sebenarnya berasal dari perpaduan dua bahasa yaitu tele dan visi.

ƒ Tele (berasal dari bahasa Yunani) yang berarti suatu jarak

ƒ Visi (berasal dari bahasa latin yaitu Videra) yang berarti melihat.

(The American People EnsyClopedia, Grolier Incorporated New York)

Jadi, televisi adalah suatu alat komunikasi dimana orang dapat melihat siaran dalam bentuk gambar dan suara yang dipancarkan dari suatu pemancar dalam bentuk gelombang-gelombang elektromagnetik atau melalui sistem komunikasi satelit domestik.

(2)

JTV adalah :

o Suatu badan usaha di dalam anak dari Jawa Pos Group Surabaya yang terdiri atas perorangan atau sekelompok orang yang menjalankan suatu usaha Stasiun pertelevisian dengan maksud mengembangkan arus informasi, hiburan dan program yang mendidik serta ataupun hal-hal seputar wilayah Surabaya.

Surabaya adalah :

o Ibukota Propinsi Jawa Timur, merupakan kota terbesar kedua di Indonesia.

Surabaya merupakan salah satu kota tertua di Indonesia (712 tahun). Julukan yang paling terkenal adalah Kota Pahlawan karena keberanian arek-arek Suroboyo dalam berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan pada akhir Perang Dunia II. (Halaman Depan- www_surabaya_go_id.htm, Dinas Infokom Kota Surabaya).

Jadi, Perancangan Interior Stasiun Televisi JTV Surabaya adalah proses pembuatan bagian dalam dari ruangan atau gedung tempat terpusatnya suatu organisasi penyiaran yang dikelola oleh pihak Jawa Pos TV, yang memiliki tujuan utama sebagai saluran komunikasi yang berorientasi pada dunia hiburan, informasi dan pendidikan seputar wilayah kota Surabaya dengan nilai komersial yang menjual.

1.2. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan jaman, dimana masyarakat ingin mengkonsumsi informasi dengan cepat dan dengan segera, meskipun berada dalam tempat terpisah dan jarak yang berlainan. Untuk itulah masyarakat memerlukan suatu sarana informasi untuk memenuhi kebutuhan itu.

Peranan media sebagai sarana penghubung informasi sangatlah penting.

Salah satu media komunikasi yang sudah dikenal masyarakat dunia adalah televisi. Televisi adalah salah satu bentuk teknologi yang dapat memberikan solusi untuk memenuhi tuntutan jaman sekarang ini, karena televisi dapat memberikan informasi dari jarak jauh, satu sisi dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang cepat pula. Banyak informasi yang didapat dari siaran televisi,

(3)

seperti berita aktual, informasi, hiburan teknologi dan juga menyuguhkan informasi yang mendidik.

Saat ini banyak sekali stasiun televisi awasta di Indonesia selain televisi nasioanal TVRI. Sebut saja RCTI, SCTV, TPI, Anteve, Indosiar, TransTV, dsb.

Semuanya itu berada dalam kota besar, dan ciri –ciri tiap televisi tersebut berbeda juga.

Di Surabaya televisi swasta yang baru mendapatkan perhatian dari masyarakat Surabaya adalah stasiun JTV. Di Surabaya sendiri banyak keanekaragaman budaya, fasilitas hiburan dan pendidikan yang maju serta kompleksitas kegiatan sesuai dengan kondisi perkotaan yang ada di kota metropolitan.

Dan banyak kreatifitas dan segudang informasi lainnya yang ada di Surabaya diharapkan mampu dihadirkan ke dalam citra pertelivian JTV di Surabaya. Selain juga itu menambah terbukanya kesempatan bagi sumber daya manusia unuk menuangkan karyanya sehingga membuka peluang adanya timbal balik antar individu dengan pihak JTV dalam lapangan kerja baru.

Perancangan stasiun JTV Surabaya ini dimaksudkan untuk mengangkat ciri khas dari Perusahaan Jawa Pos TV itu sendiri , salah satunya konsep penataan ruang yang berorientasi menurut visi dan misi JTV yaitu berkembang sesuai tuntunan jaman yang dialami masyarakat di Surabaya pada khususnya.

1.3. Perumusan Masalah

Perumusan masalah perancangan Stasiun Televisi JTV Surabaya dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah interior stasiun televisi tersebut dapat mencerminkan ciri-ciri stasiun JTV Surabaya, sebagai image atau identity sebuah stasiun swasta yang konsumsinya adalah masyarakat umum di Surabaya?

2. Bagaimanakah interior stasiun televisi tersebut dapat memadai kegiatan penyiaran dan perkantoran dengan metode sesuai kebutuhannya?

3. Bagaimanakah wadah dari stasiun televisi yang ingin disampaikan kepada masyarakat?

(4)

1.4. Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Merancang stasiun televisi JTV Surabaya yang sesuai dengan masayarakat Surabaya yang sarat dengan sejuta aktifitas yang berbeda-beda. Aktifitas tersebut berhubungan dengan musik, olah raga, hobby, seni, budaya dsb.

2. Menghadirkan stasiun televisi dengan metode perkembangan perancangan interior stasiun televisi berkaitan dengan fasilitas, program ruang, tata letak ruang, sistem interior dan sirkulasi.

3. Wadah untuk saling berkomunikasi dan mempromosikan suatu acara yang lebih baru, sehingga terbentuk acara televisi JTV yang selektif.

1.5. Manfaat Perancangan o Bagi Pemerintahan :

ƒ Membantu program pemerintah dalam membangun kehidupan bangsa lewat perancangan stasiun televisi swasta dan acaranya.

ƒ Menambah lapangan pekerjaan baru karena banyaknya kerjasama tersebut terlebih dalam proses merancang.

o Bagi Instansi Swasta dan Masyarakat :

ƒ Masyarakat Surabaya dapat terinspirasi untuk terus mengembangkan disiplin ilmu desain interior.

ƒ Segala kreativitas dapat tersuguhkan dalam penyiaran televisi sesuai dengan citra televisi JTV.

ƒ Kota Surabaya mempunyai beragam stasiun televisi sehingga salah satunya dapat meningkatkan mutu penyiaran lokal.

o Bagi Akademis :

ƒ Menambah pengetahuan dan informasi bagi dunia akademis lewat siaran yang disajikan.

ƒ Memberikan pembelajaran tentang cara dan teknik proses penyiaran, perkantoran, studio.

(5)

1.6. Ruang Lingkup Perancangan

Obyek perancangan berupa ruang komersial yaitu “Perancangan Interior Stasiun Televisi JTV Surabaya” seperti yang telah diutarakan sebelumnya. Denah perancangan adalah seluas +1.800 m2 di gedung lantai 1 dan lantai 2, yang berlokasi di daerah jalan Achmad Yani no. 88 Surabaya. Denah berhubungan langsung dengan ruang lain karena mengambil semua keluasan lantai 1 dan lantai 2, diasumsikan ruangan yang berhubungan itu adalah sebagai ruangan gudang peralatan untuk kebutuhan di lapangan. Gedung ini dekat dengan perumahan, pemukiman, pertokoan dan perkantoran, sehingga merupakan daerah segi empat emas yang cukup ramai dan sering dilewati. Gedung ini memiliki 4 lantai dimana di lantai-lantai lain terdapat ruangan editing, ruangan seminar, ruang pameran, ruangan pelatihan, ruangan untuk menginap. Dalam kompleks gedung yang sama, terdapat gedung perkantoran Graha Pena, gedung fasilitas lain. Gambar existing dapat dilihat di lampiran 1.

1.7. Metode Perancangan 1.7.1. Data yang Diperlukan

Data yang diperlukan untuk perancangan ini dikelompokan berdasarkan sumber data dan sifat data, adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Sumber Data

Berdasarkan sumber datanya, jenis data yang digunakan penulis untuk karya desain adalah:

o Data Lapangan, yaitu data yang diperoleh melalui survei di lapangan dengan teknik pengamatan dan wawancara. Data lapangan yang diperlukan adalah data yang berhubungan dengan interior stasiun televisi yang diperlukan antara lain: besaran ruang, struktur organisasi ruang, pola organisasi ruang, aktivitas karyawan, aktivitas pengunjung, dan data-data lain yang mendukung perancangan.

o Data Literatur, yaitu data-data yang berupa teori standar, literatur acuan dan tinjauan pustaka. Data literatur yang dibutuhkan antara lain: standar besaran ruang, standar ukuran ruang, utilitas ruang dalam dan data lain yang mendukung perancangan pertelevisian.

(6)

2. Berdasarkan Sifat Data

Berdasarkan sifat datanya, jenis data yang dibutuhkan untuk perancangan ini adalah:

o Data Kuantitatif, yaitu data berupa angka yang digunakan sebagai dasar / standar dalam perancangan. Data kuantitatif yang dipakai antara lain, standar ukuran ruang, standar perabot, standar ruang penyiaran, standar ruang studio, standar bahan, dll.

o Data Kualitatif, yaitu data bukan berupa angka yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan desain yang ada secara deskriptif. Data kualitatif yang dipakai antara lain, pengertian stasiun pertelevisian, pengertian tentang JTV, permasalahan yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya, dan data lain yang menunjang perancangan.

1.7.2. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk menyusun karya desain adalah:

1. Studi Pustaka, yaitu dengan melakukan studi perpustakaan untuk mendapatkan data sebagai landasan teori dengan membaca literatur buku dan media lain yang berhubungan dengan permasalahan desain.

2. Studi Lapangan, yaitu dengan mengadakan survei ke stasiun televisi yang ada di Surabaya, serta kepada siswa dan masyarakat untuk mendapatkan data lapangan melalui pengamatan dan wawancara. Studi lapangan dilakukan dengan memakai metode sebagai berikut:

o Observasi, dengan melakukan pengamatan terhadap interior kantor dan bagian ruang-ruang yang lain untuk melihat keadaan dan permasalahan umum dalam sebuah stasiun pertelevisian di Indonesia serta untuk memperolah data.

o Wawancara, dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak pengelola dan para staf-staf yang mempunyai wewenang cukup besar dalam stasiun televisi tersebut untuk mendapatkan data lapangan.

Data yang didapat lebih akurat karena langsung dari sumbernya.

(7)

o Survei, dengan meninjau lokasi stasiun televisi secara langsung serta mengadakan pengamatan dan pengukuran obyek. Misalnya mengukur luasan ruang dan kebutuhan perabot yang akan digunakan dalam perancangan.

3. Studi Banding, yaitu dengan melakukan survei ke tempat lain selain stasiun televisi JTV untuk mendapatkan data pembanding dan masukan untuk pemecahan masalah desain. Selain itu diambil data-data penunjang lainnya dari situs-situs internet yang berhubungan untuk mendapatkan data pembanding yang lebih. Dari studi banding ini didapat masukan untuk perancangan nantinya.

4. Dokumenter, dengan merekam dan mendokumentasikan keadaan dan kegiatan yang berlangsung di dalam tiap-tiap ruangan tersebut, misalnya memotret interior kantor, ruang-ruang yang diperlukan dan aktivitas yang terjadi di dalamnya.

1.7.3. Metode Pengolahan Data

Data yang terkumpul diolah dengan cara menggunakan cara metode Sortir, yaitu dengan cara data-data yang diperoleh, diambil mana yang lebih penting yang nantinya digunakan sebagai acuan dalam proses perancangan

1.7.4. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah induktif, dimana dari data- data yang telah ada baik data-data literature, hasil survey lapangan, browsing dan hasil wawancara tersebut ditarik suatu kesimpulan yang ideal sesuai dengan kebutuhan untuk digunakan dalam perancangan.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun nilai r tabel taraf signifikan 5% N 49 adalah 0,281 dari r tabel tersebut apabila dikonsultasikan atau dibandingkan dengan nilai korelasi dari masing- masing variabel,

Dari hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti dengan kolaborator diperoleh pada pelaksanaan siklus I yaitu: alokasi waktu sudah sesuai dengan alokasi waktu yang ada

Disisi lain persepsi mahasiswa atas harga pada hakikatnya adalah merupakan proses penilaian mahasiswa terhadap harga (biaya pendidikan) yang ditawarkan perguruan

Pada perkembangannya kelompok acuan tidak lagi hanya berupa kelompok secara langsung dapat mempengaruhi individu, namun ada kelompok acuan yang bersifat tidak langsung,

Pengaruh Pemberian Daun Kaliandra terhadap Produksi Protein Susu Jumlah protein susu yang dihasilkan sapi perah sebagai akibat pemberian perlakuan daun Kaliandra ditampilkan

Mampu menyajikan dan melakukan penjadwalan proses produksi dengan memberikan informasi estimasi waktu di setiap aktivitas yang ada di dalam setiap proses produksi dan

Penentuan besarnya rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun pakis giwang (Euphorbia milii) terhadap bakteri Methicillin Resisten Staphylococcus aureus dengan

DIUTAMAKAN memiliki dana pendamping dari fakultas (dan/atau sumber lainnya) yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh fakultas yang ditandatangani oleh Dekan