• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Transistor. Rudi Susanto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Karakteristik Transistor. Rudi Susanto"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Karakteristik Transistor

Rudi Susanto

(2)

PN-Junction (Diode)

BIAS MAJU / FORWARD BIAS BIAS MUNDUR / REVERSE BIAS

(3)

Transistor Bipolar

(4)

Arus pada Transistor

Alpha dc (α

dc

) adalah perbandingan antara arus Ic (kolektor) dengan arus emittor (I

e

).

Beta dc (β

dc

) adalah perbandingan antara arus Ic dengan arus

basis (I

b

).

(5)

• Alpha DC ( α

dc

) :

Bila transistor ideal, maka Ic = Ie atau α

dc

= 1

• Beta DC ( β

dc

) :

+ VRC - + VCE + -

VBE - + VRB -

(6)

Kurva Garis Beban Transistor

Garis yang menghubungkan sumbu Ic (Vcc/Rc) dengan sumbu V

CE

(Vcc)

(7)

Titik Sumbat (cut off) dan Saturasi

• Titik dimana garis beban memotong kurva I

B

= 0 (nol)

sehingga V

CE

(cut off) = V

CC

.

• Titik perpotongan garis beban dengan kurva I

B

=

I

B

(sat). Pada titik ini arus basis =I

B

(sat) dan arus

kolektor adalah maksimum.

(8)

Daerah Aktif Transistor

• Adalah semua titik operasi antara titik cut off dan saturasi.

• Perpotongan dari arus basis dan garis beban adalah titik stasioner (Quiscent).

Q

(9)

Daerah Operasi Transistor

Sebuah Transistor memiliki empat daerah Operasi Transistor :

1. Daerah Aktif 2. Daerah CutOff 3. Daerah Saturasi

4. Daerah Breakdown

(10)

Contoh :

• Transistor 2N4401 (Si), βdc = 80. Gambarkan garis beban dan titik kerja (Q) dari rangkaian dibawah ini :

Jadi koordinat titik Q adalah IC=6mA dan VCE=21V

(11)

Gambar Grafik

IC(mA)

VCE

20

30 6

21 Q

Dengan mengubah nilai RB, maka titik Q akan bergeser ke titik lain pada garis beban.

(12)

12

CONTOH 1

RC =1K

RB = 1M

VCC=10V

VBB=5V

+

+

Diketahui transistor pada gambar di atas mempunyai

DC

=

100. Gambarkan garis beban DC dan tentukanlah letak dari

titik Q.

(13)

13

JAWAB

V

CE(cutoff)

= V

CC

= 10 V

A 3 , M 4

1

V ) 7 , 0 5 ( R

V I V

mA K 2

5 V 10 R

I V

B BE BB

B

C CC )

sat ( C

Ω  μ

 

 

Arus dan tegangan di titik Q.

I

CQ

= .I

B

= 100 . 4,3 A I

CQ

= 430 A

V

CEQ

= V

CC

– I

C

.R

C

V

CEQ

= 10 – ( 430 A ).5 K

V

CEQ

= 10 – 2,15 V

CEQ

= 7,85 volt

VCE

I

C

10V 2 mA

430 uA Q

7,85 V

(14)

14

CONTOH 2

R

C

=2K

V

CC

=10V

V

BB

=1V

+

+

R

C

=100 

Tentukanlah garis beban DC dan besarnya arus dan tegangan di

titik Q pada rangkaian dibawah ini.

(15)

15

JAWAB

VCC = IC RC + VCE + IERE VCC= IC ( RC + RE ) + VCE

V 10 V

V

mA 7

, 2100 4

V 10 R

R I V

CC )

cutoff (

CE

E C

CC )

sat ( C

 

 Ω

Arus dan tegangan di titik Q VBB = VBE + IERE

V 7 , 3 V

3 , 6 V

10 V

) 2100 ).(

mA 3

( 10

V

) R R

( I V

V

mA 3

I I

mA 3

I

100

V ) 7 , 0 1

( R

V I V

CEQ CEQ

E C

C CC

CEQ

E CQ

E

E

BE BB

E

 

 

Ω

Ω

(16)

Praktikum 1

Electronics Workbench (EWB)

• Tujuan untuk mengetahui karakteristik

transistor, rangkailah gambar berikut pada

EWB!

(17)

• Isi tabel berikut :

(18)

This example illustrates the measurement

of the currents and voltage for the circuit

(19)

Praktikum 2 Rangkaian transistor

sebagai saklar

(20)
(21)

This example illustrates the simulation of

the signal voltage gain of an amplifier

(22)

This example illustrates the measurement of the gain of a CE amplifier using a Bode plotter to measure the

frequency response for the circuit

(23)

Terima Kasih

(24)
(25)

Proses Penguatan Sinyal

(26)

Rangkaian Bias PNP

• Transistor PNP disebut pengimbang (complement) dari transistor NPN. Dalam arti bahwa semua tegangan dan arus berlawanan dengan transistor NPN.

- Vc + IE

-20V

(27)

Daerah Operasi Transistor

Sebuah Transistor memiliki empat daerah Operasi Transistor :

1. Daerah Aktif 2. Daerah CutOff 3. Daerah Saturasi

4. Daerah Breakdown

(28)

Daerah Aktif

Daerah kerja transistor yang normal adalah pada daerah aktif, yaitu ketika arus I C konstans

terhadap berapapun nilai V CE . Dari kurva ini

diperlihatkan bahwa arus I C hanya tergantung

dari besar arus I B . Daerah kerja ini biasa juga

disebut daerah linear (linear region).

(29)

Daerah Cut-Off

Jika kemudian tegangan V CC dinaikkan perlahan- lahan, sampai tegangan V CE tertentu yang

menyebabkan arus I C mulai konstan. Pada saat perubahan ini, daerah kerja transistor berada pada daerah cut-off yaitu dari keadaan saturasi (On) menjadi keadaan mati (Off). Perubahan ini dipakai pada system digital yang hanya

mengenal angka biner 1 dan 0 yang tidak lain

dapat direpresentasikan oleh status transistor

OFF dan ON.

(30)

Daerah Saturasi

Daerah saturasi adalah mulai dari V CE = 0 volt

sampai kira-kira 0.7 volt (transistor silikon), yaitu akibat dari efek dioda kolektor-base yang

membuat tegangan V CE belum mencukupi untuk

dapat mengalirkan elektron.

(31)

Daerah Breakdown

Dari kurva kolektor, terlihat jika tegangan V CE lebih dari 40 V, arus I C menanjak naik dengan

cepat. Transistor pada daerah ini disebut berada pada daerah breakdown. Seharusnya transistor tidak boleh bekerja pada daerah ini, karena akan dapat me-rusak transistor tersebut. Untuk

berbagai jenis transistor nilai tegangan V CE max yang diperbolehkan sebelum breakdown

bervari-asi. V CE max pada data book transistor

selalu dicantumkan juga.

(32)

Stuktur divais dan cara kerja fisik

• Struktur yang Disederhanakan dan Mode Operasi

32

Gambar 1. Struktur sederhana transistor npn

Gambar 2. Struktur sederhana transistor pnp

(33)

Karakteristik Arus – Tegangan

Polaritas tegangan dan aliran arus dalam transistor yang di bias dalam mode aktif

(34)

Ringkasan hubungan arus – tegangan

T BE

T BE T

BE

V S v

C E

V S v

C B

V v S C

I e i i

I e i i

e I i

 

 

 

 

 

 

Catatan: untuk transistor pnp, gantilah vBE dengan vEB

 

 

1

1

1

1 1

 

 

 

 

 

 

B E

B C

E E

B E

C

i i

i i

i i i

i i

VT= tegangan termal = kT/q ≈ 25 mV pada suhu kamar

(35)

Contoh soal

Transistor pada gambar a mempunyai β = 100 dan vBE= 0,7 V pada iC =1mA.

Rancanglah rangkaian sehingga arus 2 mA mengalir melalui collector dan tegangan pada collector = +5 V

(36)

Jawab

VC = 5 V → CBJ reverse bias → BJT pada mode aktif VC = 5 V → VRC = 15 – 5 = 10 V

IC = 2 mA → RC = 5 kΩ

vBE= 0,7 V pada iC = 1 mA → harga vBE pada iC = 2 mA:

V 717 ,

1 0 ln 2 7

,

0  

 

 

BE

V

VB = 0 V → VE = -0,717 V

β = 100 → α = 100/101 =0,99

mA 02 , 99 2

, 0

2 

C

E

I I

Harga REdiperoleh dari:

 

 

 

 

k 07 , 02 7

, 2

15 717 , 0

15

E E

E I

R V

(37)

Contoh soal

Tentukan harga tegangan pada semua simpul dan arus pada semua cabang.

Asumsikan β = 100

(38)

38

Contoh soal

Tentukan harga tegangan pada semua simpul dan arus pada semua cabang.

Asumsikan β = 100

(39)

39

(40)

40

PERSAMAAN KIRCHOFF

RC

RB VCC

VBB

+

+

+ VBE _

+ _

VCE

IC

IB

-V

BB

+ I

B

R

B

+ V

BE

= 0 ( 1 ) -V

EE

+ I

C

R

C

+ V

CE

= 0 ( 2 )

B

BE BB

B R

V I V

B C β I I 

C CC )

sat ( C

CE R

I V 0

V ,

Jenuh   

Putus, I C = 0  V CE(cutoff) = V CC

(41)

41

GARIS BEBAN DC

V

CE

I

C

V

CE(cutoff)

= V

CC

I

C(sat)

= V

CC

R

C

garis beban DC

(42)

42

SATURATE, CUTOFF, Q POINT

V

CE

I C

V

CE(cutoff)

I

C(sat)

I

CQ

Q

V

CQ

2 2

) (

) (

cutof f CE

CEQ

sat C

CQ

V V I I

(43)

43

KURVA KOLEKTOR

V

CE

I

C

Kurva Kolektor I

B

= 0

V

CE(cutoff)

I

C(sat)

(44)

44

CONTOH 1

RC =1K

RB = 1M

VCC=10V

VBB=5V

+

+

Diketahui transistor pada gambar di atas

mempunyai 

DC

= 100. Gambarkan garis beban

DC dan tentukanlah letak dari titik Q.

(45)

45

JAWAB

V

CE(cutoff)

= V

CC

= 10 V

A 3 , M 4

1

V ) 7 , 0 5 ( R

V I V

mA K 2

5 V 10 R

I V

B BE BB

B

C CC )

sat ( C

Ω  μ

 

 

Arus dan tegangan di titik Q.

I

CQ

= .I

B

= 100 . 4,3 A I

CQ

= 430 A

V

CEQ

= V

CC

– I

C

.R

C

V

CEQ

= 10 – ( 430 A ).5 K

V

CEQ

= 10 – 2,15 V

CEQ

= 7,85 volt

VCE

I

C

10V 2 mA

430 uA Q

7,85 V

(46)

46

CONTOH 2

R

C

=2K

V

CC

=10V

V

BB

=1V

+

+

R

C

=100 

Tentukanlah garis beban DC dan besarnya arus dan tegangan di

titik Q pada rangkaian dibawah ini.

(47)

47

JAWAB

VCC = IC RC + VCE + IERE VCC= IC ( RC + RE ) + VCE

V 10 V

V

mA 7

, 2100 4

V 10 R

R I V

CC )

cutoff (

CE

E C

CC )

sat ( C

 

 Ω

Arus dan tegangan di titik Q VBB = VBE + IERE

V 7 , 3 V

3 , 6 V

10 V

) 2100 ).(

mA 3

( 10

V

) R R

( I V

V

mA 3

I I

mA 3

I

100

V ) 7 , 0 1

( R

V I V

CEQ CEQ

E C

C CC

CEQ

E CQ

E

E

BE BB

E

 

 

Ω

Ω

(48)
(49)

Praktikum 1

Electronics Workbench (EWB)

• Tujuan untuk mengetahui karakteristik

transistor, rangkailah gambar berikut pada

EWB!

(50)

• Isi tabel berikut :

(51)

Praktikum 2 Rangkaian transistor

sebagai saklar

(52)
(53)

Terima Kasih

Gambar

Gambar Grafik I C (mA) V CE2030621Q
Gambar 2. Struktur sederhana transistor pnp

Referensi

Dokumen terkait

akan diterbitkan surat paksa yang disampaikan oleh juru sita pajak negara dengan. dibebani biaya penagihan sebesar 25.000 (dua puluh ribu rupiah), utang

Dana bantuan yang sudah diberikan kepada program KUBE ini tdak akan di minta kembali atau dikembalikan ke pada dinas sosial karna dana tersebut adalah dana khusus

Komposisi asam amino essensial dari rumput laut seringkali dipelajari dan dikaitkan dengan komposisi asam amino essensial pada produk makanan lain yang berprotein tinggi

Tingginya jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per petak efektif dan bobot biji per ha pada penyiangan umur 2 dan 4 mst menunjukan bahwa masa ini adalah

Prawiro Suntoro (dalam Tika, 2006: 121) mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka

Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.. Hal

Pola pertanaman tumpang sari sama umur secara agronomis diketahui keuntungannya yaitu frekuensi panen serta pendapatan petani dapat ditingkatkan, mengurangi risiko tidak

Kecepatan rendah dan berbeda – beda bahkan sering berhenti sedangkan jalan Cak Doko dan W.J Lalamentik adalah level D yaitu arus mendekati tak stabil, kecepatan rendah dan volume