Karakteristik Transistor
Rudi Susanto
PN-Junction (Diode)
BIAS MAJU / FORWARD BIAS BIAS MUNDUR / REVERSE BIAS
Transistor Bipolar
Arus pada Transistor
Alpha dc (α
dc) adalah perbandingan antara arus Ic (kolektor) dengan arus emittor (I
e).
Beta dc (β
dc) adalah perbandingan antara arus Ic dengan arus
basis (I
b).
• Alpha DC ( α
dc) :
Bila transistor ideal, maka Ic = Ie atau α
dc= 1
• Beta DC ( β
dc) :
+ VRC - + VCE + -
VBE - + VRB -
Kurva Garis Beban Transistor
Garis yang menghubungkan sumbu Ic (Vcc/Rc) dengan sumbu V
CE(Vcc)
Titik Sumbat (cut off) dan Saturasi
• Titik dimana garis beban memotong kurva I
B= 0 (nol)
sehingga V
CE(cut off) = V
CC.
• Titik perpotongan garis beban dengan kurva I
B=
I
B(sat). Pada titik ini arus basis =I
B(sat) dan arus
kolektor adalah maksimum.
Daerah Aktif Transistor
• Adalah semua titik operasi antara titik cut off dan saturasi.
• Perpotongan dari arus basis dan garis beban adalah titik stasioner (Quiscent).
Q
Daerah Operasi Transistor
Sebuah Transistor memiliki empat daerah Operasi Transistor :
1. Daerah Aktif 2. Daerah CutOff 3. Daerah Saturasi
4. Daerah Breakdown
Contoh :
• Transistor 2N4401 (Si), βdc = 80. Gambarkan garis beban dan titik kerja (Q) dari rangkaian dibawah ini :
Jadi koordinat titik Q adalah IC=6mA dan VCE=21V
Gambar Grafik
IC(mA)
VCE
20
30 6
21 Q
Dengan mengubah nilai RB, maka titik Q akan bergeser ke titik lain pada garis beban.
12
CONTOH 1
RC =1K
RB = 1M
VCC=10V
VBB=5V
+
+
Diketahui transistor pada gambar di atas mempunyai
DC=
100. Gambarkan garis beban DC dan tentukanlah letak dari
titik Q.
13
JAWAB
V
CE(cutoff)= V
CC= 10 V
A 3 , M 4
1
V ) 7 , 0 5 ( R
V I V
mA K 2
5 V 10 R
I V
B BE BB
B
C CC )
sat ( C
Ω μ
Arus dan tegangan di titik Q.
I
CQ= .I
B= 100 . 4,3 A I
CQ= 430 A
V
CEQ= V
CC– I
C.R
CV
CEQ= 10 – ( 430 A ).5 K
V
CEQ= 10 – 2,15 V
CEQ= 7,85 volt
VCE
I
C10V 2 mA
430 uA Q
7,85 V
14
CONTOH 2
R
C=2K
V
CC=10V
V
BB=1V
+
+
R
C=100
Tentukanlah garis beban DC dan besarnya arus dan tegangan di
titik Q pada rangkaian dibawah ini.
15
JAWAB
VCC = IC RC + VCE + IERE VCC= IC ( RC + RE ) + VCE
V 10 V
V
mA 7
, 2100 4
V 10 R
R I V
CC )
cutoff (
CE
E C
CC )
sat ( C
Ω
Arus dan tegangan di titik Q VBB = VBE + IERE
V 7 , 3 V
3 , 6 V
10 V
) 2100 ).(
mA 3
( 10
V
) R R
( I V
V
mA 3
I I
mA 3
I
100
V ) 7 , 0 1
( R
V I V
CEQ CEQ
E C
C CC
CEQ
E CQ
E
E
BE BB
E
Ω
Ω
Praktikum 1
Electronics Workbench (EWB)
• Tujuan untuk mengetahui karakteristik
transistor, rangkailah gambar berikut pada
EWB!
• Isi tabel berikut :
This example illustrates the measurement
of the currents and voltage for the circuit
Praktikum 2 Rangkaian transistor
sebagai saklar
This example illustrates the simulation of
the signal voltage gain of an amplifier
This example illustrates the measurement of the gain of a CE amplifier using a Bode plotter to measure the
frequency response for the circuit
Terima Kasih
Proses Penguatan Sinyal
Rangkaian Bias PNP
• Transistor PNP disebut pengimbang (complement) dari transistor NPN. Dalam arti bahwa semua tegangan dan arus berlawanan dengan transistor NPN.
- Vc + IE
-20V
Daerah Operasi Transistor
Sebuah Transistor memiliki empat daerah Operasi Transistor :
1. Daerah Aktif 2. Daerah CutOff 3. Daerah Saturasi
4. Daerah Breakdown
Daerah Aktif
Daerah kerja transistor yang normal adalah pada daerah aktif, yaitu ketika arus I C konstans
terhadap berapapun nilai V CE . Dari kurva ini
diperlihatkan bahwa arus I C hanya tergantung
dari besar arus I B . Daerah kerja ini biasa juga
disebut daerah linear (linear region).
Daerah Cut-Off
Jika kemudian tegangan V CC dinaikkan perlahan- lahan, sampai tegangan V CE tertentu yang
menyebabkan arus I C mulai konstan. Pada saat perubahan ini, daerah kerja transistor berada pada daerah cut-off yaitu dari keadaan saturasi (On) menjadi keadaan mati (Off). Perubahan ini dipakai pada system digital yang hanya
mengenal angka biner 1 dan 0 yang tidak lain
dapat direpresentasikan oleh status transistor
OFF dan ON.
Daerah Saturasi
Daerah saturasi adalah mulai dari V CE = 0 volt
sampai kira-kira 0.7 volt (transistor silikon), yaitu akibat dari efek dioda kolektor-base yang
membuat tegangan V CE belum mencukupi untuk
dapat mengalirkan elektron.
Daerah Breakdown
Dari kurva kolektor, terlihat jika tegangan V CE lebih dari 40 V, arus I C menanjak naik dengan
cepat. Transistor pada daerah ini disebut berada pada daerah breakdown. Seharusnya transistor tidak boleh bekerja pada daerah ini, karena akan dapat me-rusak transistor tersebut. Untuk
berbagai jenis transistor nilai tegangan V CE max yang diperbolehkan sebelum breakdown
bervari-asi. V CE max pada data book transistor
selalu dicantumkan juga.
Stuktur divais dan cara kerja fisik
• Struktur yang Disederhanakan dan Mode Operasi
32
Gambar 1. Struktur sederhana transistor npn
Gambar 2. Struktur sederhana transistor pnp
Karakteristik Arus – Tegangan
Polaritas tegangan dan aliran arus dalam transistor yang di bias dalam mode aktif
Ringkasan hubungan arus – tegangan
T BE
T BE T
BE
V S v
C E
V S v
C B
V v S C
I e i i
I e i i
e I i
Catatan: untuk transistor pnp, gantilah vBE dengan vEB
1
1
1
1 1
B E
B C
E E
B E
C
i i
i i
i i i
i i
VT= tegangan termal = kT/q ≈ 25 mV pada suhu kamar
Contoh soal
Transistor pada gambar a mempunyai β = 100 dan vBE= 0,7 V pada iC =1mA.
Rancanglah rangkaian sehingga arus 2 mA mengalir melalui collector dan tegangan pada collector = +5 V
Jawab
VC = 5 V → CBJ reverse bias → BJT pada mode aktif VC = 5 V → VRC = 15 – 5 = 10 V
IC = 2 mA → RC = 5 kΩ
vBE= 0,7 V pada iC = 1 mA → harga vBE pada iC = 2 mA:
V 717 ,
1 0 ln 2 7
,
0
BE
V
VB = 0 V → VE = -0,717 V
β = 100 → α = 100/101 =0,99
mA 02 , 99 2
, 0
2
CE
I I
Harga REdiperoleh dari:
k 07 , 02 7
, 2
15 717 , 0
15
E E
E I
R V
Contoh soal
Tentukan harga tegangan pada semua simpul dan arus pada semua cabang.
Asumsikan β = 100
38
Contoh soal
Tentukan harga tegangan pada semua simpul dan arus pada semua cabang.
Asumsikan β = 100
39
40
PERSAMAAN KIRCHOFF
RC
RB VCC
VBB
+
+
+ VBE _
+ _
VCE
IC
IB
-V
BB+ I
BR
B+ V
BE= 0 ( 1 ) -V
EE+ I
CR
C+ V
CE= 0 ( 2 )
B
BE BB
B R
V I V
B C β I I
C CC )
sat ( C
CE R
I V 0
V ,
Jenuh
Putus, I C = 0 V CE(cutoff) = V CC
41
GARIS BEBAN DC
V
CEI
CV
CE(cutoff)= V
CCI
C(sat)= V
CCR
Cgaris beban DC
42
SATURATE, CUTOFF, Q POINT
V
CEI C
V
CE(cutoff)I
C(sat)I
CQQ
V
CQ2 2
) (
) (
cutof f CE
CEQ
sat C
CQ
V V I I
43
KURVA KOLEKTOR
V
CEI
CKurva Kolektor I
B= 0
V
CE(cutoff)I
C(sat)44
CONTOH 1
RC =1K
RB = 1M
VCC=10V
VBB=5V
+
+
Diketahui transistor pada gambar di atas
mempunyai
DC= 100. Gambarkan garis beban
DC dan tentukanlah letak dari titik Q.
45
JAWAB
V
CE(cutoff)= V
CC= 10 V
A 3 , M 4
1
V ) 7 , 0 5 ( R
V I V
mA K 2
5 V 10 R
I V
B BE BB
B
C CC )
sat ( C
Ω μ
Arus dan tegangan di titik Q.
I
CQ= .I
B= 100 . 4,3 A I
CQ= 430 A
V
CEQ= V
CC– I
C.R
CV
CEQ= 10 – ( 430 A ).5 K
V
CEQ= 10 – 2,15 V
CEQ= 7,85 volt
VCE
I
C10V 2 mA
430 uA Q
7,85 V
46
CONTOH 2
R
C=2K
V
CC=10V
V
BB=1V
+
+
R
C=100
Tentukanlah garis beban DC dan besarnya arus dan tegangan di
titik Q pada rangkaian dibawah ini.
47
JAWAB
VCC = IC RC + VCE + IERE VCC= IC ( RC + RE ) + VCE
V 10 V
V
mA 7
, 2100 4
V 10 R
R I V
CC )
cutoff (
CE
E C
CC )
sat ( C
Ω
Arus dan tegangan di titik Q VBB = VBE + IERE
V 7 , 3 V
3 , 6 V
10 V
) 2100 ).(
mA 3
( 10
V
) R R
( I V
V
mA 3
I I
mA 3
I
100
V ) 7 , 0 1
( R
V I V
CEQ CEQ
E C
C CC
CEQ
E CQ
E
E
BE BB
E