ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING MODEL HUMAN RESOURCES DENGAN METODE IT BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS PADA PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK.
KOTA BANDUNG)
Sigit Prastyo Yuwono¹, Prodi Mbti² Universitas Telkom
Abstrak
Enterprise Resources Planning (ERP) atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepuasan pengguna sistem ERP pada perspektif customer orientation dan operation excellence dengan metode IT- Balanced Scorecard. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil melalui penyebaran kuisioner pada sampel yang telah ditentukan. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan menghitung nilai jenjang dan garis kontinum pada analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa kepuasan pengguna pada sistem ERP Telkom dilihat dari perspektif customer orientation adalah sebesar 76.9%, dan dilihat dari perspektif operation excellence adalah sebesar 76.3%, serta hasil penelitian secara interpretasi keseluruhan adalah sebesar 76.6%. Kata Kunci : Enterprise Resource Planning (ERP), IT-Balanced Scorecard
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum Objek Studi
Gambar 1.1
Logo Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Sumber: http://www.telkom.co.id/
1.1.1. Profil Perusahaan
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) adalah penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. Telkom menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.
Pada 23 Oktober 2009 Telkom meluncurkan "New PT Telekomunikasi Indonesia Tbk" (Telkom yang baru) ditandai dengan penggantian identitas perusahaan. Dengan identitas dan portofolio bisnis yang baru, Telkom juga memiliki nilai-nilai yang baru. Untuk menjawab tantangan masa depan tersebut Telkom melakukan transformasi secara menyeluruh dan mendasar. Transformasi kali ini adalah yang paling besar sepanjang sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi yang menyentuh empat aspek dasar perusahaan, yakni: Transformasi Bisnis, Transformasi
2
Infrastruktur, Transformasi Sistem dan Model Operasi dan Transformasi Human Resources (HR).
Selain sebagai penyelenggara PSTN terbesar di Indonesia, salah satu bukti bahwa Telkom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar adalah sebagai market leader Fixed Wireless Access (FWA) CDMA (Gambar 1.3).
Gambar 1.2
Pangsa Pasar FWA CDMA 2010
Sumber: http://komudata.blogspot.com/2011/06/mengamati- pertarungan-operator-seluler.html
1.1.2. Visi dan Misi 1) Visi
To become a leading Telecommunication, Information, Media &
Edutainment (TIME) Player in the Region.
2) Misi
a. To Provide TIME Services with Excellent Quality &
Competitive Price.
b. To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation
1.1.3. Struktur Perusahaan
Gambar 1.3 Struktur Perusahaan
Sumber: http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/profil- perusahaan/struktur-perusahaan/
4 1.2. Latar Belakang Penelitian
Sektor telekomunikasi merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik, mengingat telekomunikasi merupakan sarana yang sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas hidup masyarakat. Sehubungan dengan itu, sektor telekomunikasi merupakan salah satu bidang usaha yang sangat menjanjikan saat ini. Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia adalah Telkom, hal ini dibuktikan dengan menguasai pangsa pasar PSTN.
Persaingan yang sangat ketat antar perusahaan telekomunikasi, membuat Telkom harus mempertahankan kualitas teknologi informasi yang digunakan. Teknologi Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam perusahaan. Hal ini disebabkan penggunaan teknologi informasi juga terkait dengan proses penyediaan informasi yang diperlukan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya.
Meningkatnya jenis kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan mengakibatkan meningkat juga kebutuhan akan ketersediaan informasi. Hal tersebut menimbulkan tantangan baru bagi perusahaan untuk menyediakan suatu sistem yang mampu mengintegrasikan kebutuhan informasi yang ada serta yang dibutuhkan perusahaan.
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan suatu teknologi informasi yang mengintegrasikan informasi-informasi yang tersedia dalam suatu perusahaan dari berbagai aspek sumber daya yang ada (dana, manusia, waktu, material, kapasitas, dan lain sebagainya).
ERP lebih dari sekedar teknologi, juga lebih merupakan suatu investasi. ERP adalah investasi bisnis dan juga manusia. Oleh sebab itu dalam proses implementasi dibutuhkan kerja sama dan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran manajerial, karyawan dan implementor.
ERP modul HR atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.
Telkom sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi pada saat ini sedang menghadapi situasi yang kompetitif sebagai akibat dari adanya perubahan lingkungan bisnis.
Untuk itu, Telkom harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan bisnis yang baru agar dapat bertahan menjadi operator terkemuka di Indonesia dengan menetapkan visi dan misi baru perusahaan yaitu menjadi TIME company. Untuk mendukung kebijakan tersebut, perusahaan memerlukan suatu sistem informasi manajemen yang efektif dan terintegrasi, yang dapat menunjang aktivitas bisnis fungsional yang meliputi proses akuntansi, keuangan, sumber daya manusia, logistik, dan fungsi-fungsi lainnya.
Pada tahun 2004 manajemen memutuskan untuk mengimplementasikan sistem ERP dengan mengadopsi best practice SAP R/3 setelah masa ERP pertama pada tahun 2001 dan telah mengalami upgrade package menjadi SAP ERP Central Component (ECC) 6.0 dan telah banyak digunakan oleh perusahaan telekomunikasi terkemuka di dunia.
Dalam implementasinya, Telkom menunjuk Magnus Management Consultant sebagai konsultan implementor yang bekerja sama dengan staf Telkom dalam sebuah team proyek SIMTEL yang dibentuk di dalam organisasi PT. Telkom. Proyek SIMTEL dimulai bulan Januari 2001 sampai go-live Agustus 2001, sehingga sistem ERP pertama go-live pada bulan Agustus di tahun 2001. Implementasi
6
sistem ERP ditujukan untuk menunjang aktivitas bisnis serta menciptakan sistem pengelolaan perusahaan yang lebih baik.
Arsitektur sistem ERP modul HR memiliki integrasi pada sistem portal Telkom yang berbasis web atau HR web service yang mengintegrasikan dengan sistem ERP Telkom adalah menu Fast Integrated Employed Service and Information Online (FIESTO).
Berdasarkan wawancara langsung dengan user yang menerima komplain dari karyawan sebanyak lima kali dalam kurun waktu satu bulan pada bulan Juni 2011 dan dikhawatirkan akan terus mengalami kenaikan, membuat user ingin mengetahui tingkat kepuasan karyawan.
Sesuai dengan permintaan user yang ingin mengetahui tingkat kepuasan karyawan dalam mengoperasikan sistem ERP, penelitian ini bermaksud menganalisis dan mendeskripsikan sistem ERP pada tingkatan pengguna sistem dengan metode IT-Balanced Scorecard dalam implementasinya di Telkom Bandung.
Dari latar belakang penelitian tersebut, dapat ditarik judul penelitian ini: "Analisis Kepuasan Pengguna Sistem Enterprise Resource Planning modul Human Resources dengan metode IT Balanced Scorecard (Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Kota Bandung)".
1.3. Perumusan Masalah
Berdasarkan alasan pemilihan penelitian ini, permasalahan yang ingin dikaji adalah:
1. Bagaimana tingkat kepuasan pengguna sistem ERP Telkom menggunakan metode IT-Balanced Scorecard dilihat dari customer (user) orientation?
2. Bagaimana tingkat kepuasan pengguna sistem ERP Telkom menggunakan metode IT-Balanced Scorecard dilihat dari operation excellence?
1.4. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna sistem ERP Telkom menggunakan metode IT-Balanced Scorecard dilihat dari customer (user) orientation.
2. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna sistem ERP Telkom menggunakan metode IT-Balanced Scorecard dilihat dari operation excellence.
1.5. Kegunaaan Penelitian 1. Bagi Perusahaan
Memberikan informasi pada pihak manajemen perusahaan agar dapat mengetahui pandangan dari pengguna sistem di perusahaan mengenai pengimplementasian ERP.
2. Bagi Pihak Lain
Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dan tambahan pengetahuan bagi pihak lain yang ingin mempelajari tentang konsep studi sistem ERP modul Sumber Daya Manusia.
1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir Bab I Pendahuluan
Pada bab ini berisikan tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan tugas akhir.
Bab II Tinjauan Pustaka Dan Lingkup Penelitian
Pada bab ini berisikan tentang tinjauan pustaka penelitian, rangkuman teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian, ruang lingkup penelitian.
8 Bab III Metode Penelitian
Pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, teknik analisis data, pengujian hipotesis.
Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Pada bab ini akan menjelaskan secara rinci tentang hasil penelitian dari penggunaan sistem ERP modul Sumber Daya Manusia, mendeskripsikan data-data yang telah dikumpulkan, dan melakukan pengujian hipotesis.
Bab V Kesimpulan Dan Saran
Pada bab ini berisi kesimpulan akhir dari analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya serta saran-saran yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan berkaitan dengan analisis implementasi sistem ERP modul Sumber Daya Manusia PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Hasil interprestasi keseluruhan didapat 76.01% yang menggambarkan pengguna merasa puas pada sistem ERP Telkom. Dari informasi tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan yang diharapkan dan memberikan jawaban terhadap tujuan yang dilakukannya penelitian, yaitu sebagai berikut:
1. Tanggapan karyawan terhadap menu FIESTO pada Sistem ERP Telkom berdasar pada perspektif customer (user) orientation dengan metode IT-Balanced Scorecard terdapat pada kategori puas.
Namun pada poin 10 yang membahas tentang kehandalan sistem dan tidak ada gangguan memiliki skor terendah, tetapi masih berada dalam kategori puas.
2. Tanggapan karyawan terhadap menu FIESTO pada Sistem ERP Telkom berdasar pada perspektif operation excellence dengan metode IT-Balanced Scorecard terdapat pada kategori puas.
Namun pada poin 16 yang membahas tentang respon sistem saat merubah sebuah data memiliki skor terendah, tetapi masih berada dalam kategori puas.
1.2. Saran
Walaupun hasil interprestasi ada dalam kategori puas, bukan tidak mungkin sistem ERP Telkom untuk dapat mencapai kategori sangat puas. Dari informasi tersebut dapat ditarik saran sebagai berikut:
79
1. Pada hasil kuisioner poin 10, responden menjawab tidak setuju sebanyak 20 karyawan sehingga mendapat skor 73% dan menjadi skor terendah dari seluruh poin pertanyaan yang diajukan pada customer (user) orientation. Oleh sebab itu sistem ERP Telkom harus lebih handal dan tidak ada gangguan.
2. Pada hasil kuisioner poin 16, responden menjawab tidak setuju sebanyak 17 karyawan sehingga mendapat skor 72.1% dan menjadi skor terendah dari seluruh poin pertanyaan yang diajukan pada operation excellence. Oleh sebab itu sistem ERP Telkom harus merespon dengan cepat saat merubah sebuah data.
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
DAFTAR PUSTAKA
Chung, Boo Young., et al. (2008). Analyzing Enterprise Resource Planning System Implementation Success factors in the engineering- Construction Industry. Journal of computing in civil engineering, pp 373.
DeLone, W.H., and McLean, E.R. (1992). Information Systems Success: The Quest for the Dependent Variable. Information Systems Research (3:1), pp 60-95.
_________________________. (2002). Information Systems Success Revisited, in: Proceedings of the 35th Hawaii International Conference on System Sciences (HICSS 02). Big Island, Hawaii, pp 238-249.
_________________________. (2003). The DeLone and McLean Model of Information Systems Success: A Ten-Year Update. Journal of Management Information Systems, (19:4), pp 9-30.
Dhewanto, Wawan & Falahah. (2007). ERP (Enterprise Resource Planning) Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis (Dilengkapi dengan Ulasan Fitur Berbagai Software ERP Terkemuka). Bandung: Informatika Bandung.
Disrizal dan Didi Achjari. (2004). Evaluasi Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) System Di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Sosiosains, (17:1), Juli, 459-468.
Drucker, Peter. (2002). Manajemen : Tugas dan Tanggung Jawab, Praktek.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi Ketiga. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Grembergen, Wim Van. (2001). Information Technology Evaluation Methods and Management. Hershey PA USA: Idea Group Publishing Inc.
Grembergen, Wim Van, & Steven, De Haes (2009). Enterprise Governance of Information Technology. New York USA: Springer Science.
Hawari, Ala’a & Richard Heeks. (2010). Explaining ERP failure in Developing Countries : A Jordanian Case Study. University of Manchester.
Ifinedo, Princely E. (2006). Enterprise resources Planning System success assessment : an integrative framework. Jyvaskyla University.
Kotler. (1999). Manajemen pemasaran di Indonesia. Edisi 1. Jakarta : Salemba Empat.
Kotler, et al. (2000). Manajemen Pemasaran, Perspektif Asia. Yogyakarta : Andi.
Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.
Laudon, Kenneth C., & Jane, P. Laudon. (2008). Management Informations Systems : Organization and Technology”, Eleventh Edition. New Jersey: Prentice Hall.
Lupiyoadi, R. (2001). Manajemen Pemasaran Jasa. Teori dan Praktik.
Jakarta: Salemba Empat.
Marimin, Tanjung, H., dan Prabowo, H. 2006. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta :PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Mcleod, Raymond,. (2001). Sistem Informasi Manajemen (Edisi ketujuh, jilid 1 terjemahan). Jakarta : PT Prenhallindo.
Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta : Salemba Empat.
Nasution. (2004). Metode Research. Jakarta : Bumi Aksara.
Nugroho, Buono. (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Andi.
O’leary, Daniel. (2004). Enterprise Resource Planning (ERP) An Empirical Analysis of Benefits. USA: University of Southern California.
Prastowo, Arif. (2009). Statistik Menjadi Mudah dengan SPSS 17 Paduan Menguasai SPSS Terlengkap Disertai Conton Aplikasi dan Pembahasan Mendalam. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Purwanto, Erwan. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Yogyakarta: Gava Media.
Sa'adi, Musa dan Suhardi. (2006). Pengukuran Kinerja Penerapan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di Universitas Dengan Metode IT-Balanced Scorecard. Jurnal Keahlian IT. STEI-ITB Bandung.
Sekaran, Uma. (2010). Metode Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Bandung : Alfabeta.
Tangkilisan, Hessel Nogi. (2005). Manajemen Publik. Jakarta : PT Grasindo.
Tarigan, Zeplin Jiwa Husada. (2005). Analisa Pengukuran Kinerja Laporan Perusahaan Perkayuan dengan Menggunakan ERP SAP R/3. Skripsi Universitas Kristen Petra : diterbitkan.
Themistocleous M et al. (2001). ERP Problems and Application Integration Issues: An Empirical Survey. Di dalam: Proceeding of the 34th Hawaii International Conference on System Sciences.
Tjiptono, Fandy. (2002). Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi.
Wijaya, Rahmadi. (2006). "Analisis Model IT menggunakan Balanced Scorecard Untuk Pengembangan Sistem Teknologi Informasi", Jurnal Fakultas IT, STMIK Cirebon.
Winahyu, Titis Restu. (2005). Analisis Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Dalam Implementasi Paket Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Untuk Mencapai Keunggulan Bersaing Perusahaan. Tesis Universitas Diponegoro Semarang : diterbitkan.
WEBSITE:
Logo Telkom:
http://www.telkom.co.id/ (25 Maret 2011, 16:30) Gambar Struktur Perusahaan Telkom:
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/profil-perusahaan/struktur- perusahaan/ (25 Maret 2011, 16:30)
Profil Perusahaan Telkom:
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/profil-perusahaan/ (27 Maret 2011, 16:00)
Visi dan Misi Perusahaan Telkom:
http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/profil-perusahaan/visi-dan-misi/
(28 Maret 2011, 15:45) Pangsa Pasar FWA CDMA:
http://komudata.blogspot.com/2011/06/mengamati-pertarungan-operator- seluler.html (13 September 2011, 10:30).
Aspek Balance Scorecard:
http://www.balancedscorecard.org/BSCResources/AbouttheBalancedScorecar d/tabid/55/Default.aspx (13 September 2011, 10:30)
Aspek IT-Balanced Scorecard:
http://www.isaca.org/Journal/Past-Issues/2000/Volume-2/Pages/The-IT- Balanced-Scorecard-A-Roadmap-to-Effective-Governance-of-a-Shared- Services-IT-Organization.aspx(13 September 2011, 10:30)