• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

28

A. Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Instrumen

Uji coba instrumen penelitian dilakukan di Sekolah Taman Kanak-kanak Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Uji coba instrumen ini melibatkan 35 sampel untuk kuesioner aktivitas bahasa dan tes kemampuan bahasa anak.

1. Kuesioner Aktivitas Bahasa

Kuesioner aktivitas bahasa yang diujikan terdiri dari 33 butir pernyataan.

Kuesioner ini dikembangkan dari indikator membaca bersama anak, bernyanyi bersama, menggambar, bermain dan bercerita. Uji coba instrumen dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada orang tua siswa sekolah taman Kanak-kanak Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo.

Peneliti meminta orang tua untuk mengisi atau melengkapi kuesioner yang telah dibagikan. Kuesioner ini memiliki skala likert 1 sampai dengan 4 dengan keterangan 1 tidak pernah, 2 berarti kadang-kadang, 3 berarti sering, dan 4 berarti selalu. Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan uji validitas maka setiap butir dikuantifikasi sehingga diperoleh skor total. Hasil analisis uji validitas kuesioner menunjukkan adanya butir pertanyaan yang tidak valid sebanyak 3 butir yakni butir ke-24, 26 dan 28. Butir yang tidak valid dieliminasi sehingga kuesioner aktivitas bahasa menyisakan 30 butir pertanyaan. Tabel rincian hasil uji validitas terlampir.

Uji reliabilitas yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas kuesioner aktivitas bahasa adalah uji Alpha Croncbach. Dari hasil uji Alpha Croncbach dengan aplikasi SPSS 17 diketahui bahwa nila Alpha Croncbach sebesar 0.921.

Dari hasil ini diketahui bahwa kuesioner aktivitas bahasa memenuhi syarat

reliabilitas. Hasil uji reliabilitas kuesioner aktivitas bahasa dengan menggunakan

aplikasi SPSS 17 terlampir.

(2)

2. Tes Kemampuan Bahasa Anak

Tes Kemampuan bahasa anak ini merupakan modifikasi sederhana dari tes bahasa Preschool Language Scale 4 (Zimmerman et al, 2002). Tes ini terdiri dari 32 item tes yang terdiri dari indikator kemampuan bahasa reseptif dan kemampuan bahasa ekspresif untuk anak usia 4-5 tahun. Uji coba instrumen ini dilakukan dengan cara melakukan tes secara langsung kepada siswa sekolah taman Kanak-kanak Desa Demakan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Kuesioner ini memiliki skala Guttman 1 dan 0. Apabila anak mampu melakukan item tes yang diberikan maka untuk item tes tersebut diberi nilai 1.

Sebaliknya, apabila anak tidak mampu melakukan item tes yang diberikan maka untuk item tes itu diberi nilai 0. Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan uji validitas maka setiap butir dikuantifikasi sehingga diperoleh skor total. Dari hasil analisis uji validitas dengan menggunakan uji Pearson Correlation diatas dapat diketahui bahwa terdapat dua butir tes yang tidak valid. Butir yang tidak valid adalah butir 16 dan 28. Butir yang tidak valid kemudian dikeluarkan dari tes sehingga menyisakan 30 butir tes dalam tes kemampuan bahasa anak. Hasil analisis uji validitas tes kemampuan bahasa anak dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 terlampir.

Uji reliabilitas yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas tes kemampuan bahasa anak adalah uji Alpha Croncbach. Dari hasil uji Alpha Croncbach dengan aplikasi SPSS 17 diketahui bahwa nila Alpha Croncbach sebesar 0.928.

Dari hasil ini diketahui bahwa kuesioner aktivitas bahasa memenuhi syarat reliabilitas. Hasil uji reliabilitas kuesioner aktivitas bahasa dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 terlampir.

B. Statistik Deskripsi

1. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan di empat Sekolah Taman Kanak-kanak yang

berada di wilayah Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Sampel

merupakan siswa TK Nol kecil dan TK nol besar beserta orang tuanya yang

bersekolah di TK Plesungan, TK Jatikuwung, TK Jeruksawit dan TK Wonorejo.

(3)

Pengambilan data dilakukan pada tanggal Bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2016.

2. Sampel Penelitian

Sampel penelitian adalah siswa Sekolah Taman Kanak-kanak Plesungan, Jeruksawit, Jatikuwung, dan Wonorejo. Sampel adalah sebanyak 102 anak.

Rincian ukuran sampel untuk TK plesungan sebanyak 20 anak, TK Wonorejo 18 anak, TK Jatikuwung 32 anak dan TK Jeruksawit sebanyak 32 anak. Rincian tentang distribusi frekuensi dapat dilihat pada sub bab distribusi frekuensi.

3. Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi sampel berdasarkan asal TK adalah siswa dan orang tua dari TK Jatikuwung sebanyak 32 (31.4%), TK Plesungan 20 (19.6), TK Jeruksawit 32 (31.4%), dan TK Wonorejo 18 (17.6%). Untuk distribusi jenis kelamin sampel laki-laki sebanyak 51 sampel (50%) dan perempuan sebanyak 51 (50%). Distribusi frekuensi urutan kelahiran terbagi dengan urutan kelahiran 1 tahun sebanyak 57 (55,9%), 2 tahun sebanyak 32 (31.4%), 3 tahun sebanyak 10 (9.8%), 4 tahun sebanyak 2 (2%), dan 6 tahun sebanyak 1 (1%). Tabel distribusi frekuensi asal sekolah, jenis kelamin dan urutan kelahiran terlampir.

Distribusi tingkat pendidikan bapak dengan lama pendidikan 6 tahun sebanyak 41 (40.2%), 9 tahun sebanyak 29 (28.4%), 12 tahun sebanyak 28 (27.5%), 15 tahun sebanyak 3 (2.9%), dan 16 tahun sebanyak 1 sampel (1%).

Distribusi frekuensi pendidikan ibu dengan lama pendidikan 6 tahun sebanyak 38 (37.3%), 9 tahun sebanyak 28 (27.5%), 12 tahun sebanyak 30 (29.4%), 13 tahun sebanyak 1 (1%), 14 tahun sebanyak 1 (1%), dan 16 tahun sebanyak 4 sampel (3.9%). Distribusi frekuensi pekerjaan ibu antara lain sebagai ibu rumah tangga sebanyak 54 sampel (52.9%), buruh sebanyak 28 sampel (27.5%), karyawan swasta sebanyak 16 sampel (15.7%), wirausaha sebanyak 2 sampel (2%), dan lain-lain sebanyak 2 sampel (2%). Tabel distribusi frekuensi pendidikan bapak, pendidikan ibu, dan jenis pekerjaan ibu terlampir.

Distribusi frekuensi pekerjaan bapak terbagi menjadi tidak bekerja sebanyak

3 sampel (2.9%), buruh sebanyak 38 sampel (37.3%), petani sebanyak 5 sampel

(4.9%), karyawan swasta sebanyak 22 (21.6%), wirausaha sebanyak 19 sampel

(18.6%), PNS sebanyak 2 sampel (2%), dan lain-lain sebanyak 13 (12.7%).

(4)

Distribusi frekuensi untuk usia ibu 24-28 tahun sebanyak 19 sampel (19%), 29- 33 tahun sebanyak 42 sampel (41%), 34-38 tahun sebanyak 22 sampel (21%), 39-43 tahun sebanyak 17 sampel (17%), dan 44-48 tahun sebanyak 2 sampel (2%). Tabel distribusi frekuensi pekerjaan bapak dan usia ibu kelahiran terlampir.

Distribusi frekuensi untuk usia bapak 20-25 tahun sebanyak 1 sampel (1%), 26-31 tahun sebanyak 20 sampel (20%), 32-37 tahun sebanyak 41 sampel (40%), 38-43 tahun sebanyak 31 sampel (30%), 44-49 tahun sebanyak 6 sampel (6%), dan 50-55 sebanyak 3 sampel (3%). Distribusi frekuensi ukuran keluarga dengan jumlah keluarga 3 orang sebanyak 29 sampel (28%), 4 orang sebanyak 30 sampel (29%), 5 orang 22 sampel (22%), 6 orang sebanyak 13 sampel (13%), 7 orang sebanyak 5 sampel (5%), 8 orang sebanyak 2 sampel (2%), dan 9 orang sebanyak 1 sampel (1%). Tabel distribusi frekuensi usia bapak dan ukuran keluarga terlampir.

C. Hubungan Pendidikan Ibu dengan Kemampuan Bahasa Anak

Variabel pendidikan ibu dijabarkan dalam bentuk skala nominal dengan pengelompokkan di atas 9 tahun dan di bawah 9 tahun. Skala data perkembangan bahasa anak adalah skala data nominal dengan pengelompokkan baik dan kurang.

Uji yang dilakukan adalah dengan melakukan uji Chi Square. Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji hipotesis Chi Square diketahui bahwa nilai p sebesar 0.002. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan ibu memiliki hubungan dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Hasil uji statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 untuk uji hipotesis hubungan antara pendidikan dengan kemampuan bahasa anak terlampir.

D. Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Kemampuan Bahasa Anak

Variabel status pekerjaan ibu dijabarkan dalam bentuk skala nominal dengan

pengelompokkan bekerja dan ibu rumah tangga. Skala data perkembangan bahasa

anak adalah skala data nominal dengan pengelompokkan baik dan kurang. Uji yang

dilakukan adalah dengan melakukan uji Chi Square. Dari hasil uji hipotesis dengan

menggunakan uji hipotesis Chi Square diketahui bahwa nilai p sebesar 0.007. Dari

(5)

hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa status pekerjaan ibu memiliki hubungan dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Hasil uji statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 untuk uji hipotesis hubungan antara status pekerjaan ibu dengan kemampuan bahasa anak terlampir.

E. Hubungan Penghasilan Orang Tua dengan Kemampuan Bahasa Anak

Variabel penghasilan orang tua dijabarkan dalam bentuk skala nominal dengan pengelompokkan diatas UMR dan dibawah UMR. Skala data perkembangan bahasa anak adalah skala data nominal dengan pengelompokkan baik dan kurang. Uji yang dilakukan adalah dengan melakukan uji Chi Square. Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji hipotesis Chi Square diketahui bahwa nilai p sebesar 0.002. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penghasilan orang tua memiliki hubungan dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Hasil uji statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 untuk uji hipotesis hubungan antara penghasilan orang tua dengan kemampuan bahasa anak terlampir.

F. Hubungan Aktivitas Bahasa dengan Kemampuan Bahasa Anak

Variabel aktivitas bahasa dijabarkan dalam bentuk skala nominal dengan

pengelompokkan kurang dan baik. Skala data perkembangan bahasa anak adalah

skala data nominal dengan pengelompokkan baik dan kurang. Uji yang dilakukan

adalah dengan melakukan uji Chi Square. Dari hasil uji hipotesis dengan

menggunakan uji hipotesis Chi Square diketahui bahwa nilai p lebih kecil dari

0.001. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivitas bahasa memiliki

hubungan dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten

Karanganyar. Hasil uji statistic dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk uji

hipotesis hubungan antara aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak

terlampir.

(6)

G. Hubungan Pendidikan Ibu, Status Pekerjaan Ibu, Penghasilan Orang Tua, dan Aktivitas Bahasa dengan Kemampuan Bahasa Anak

Untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, penghasilan orang tua dan aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dilakukan dengan melakukan analisis regresi logistik. Langkah-langkah analisis multivariat untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, penghasilan orang tua dan aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah analisis regresi. Rincian langkah-langkah analisis regresi logistik sebagai berikut:

1. Melakukan analisis bivariat

Sebelum melakukan analisis multivariat telah dilakukan analisis bivariat.

Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu dengan kemampuan bahasa anak, status pekerjaan ibu dengan kemampuan bahasa anak, penghasilan orang tua dengan kemampuan bahasa anak serta aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak.

2. Melakukan seleksi variabel

Hasil analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu dengan kemampuan bahasa anak, status pekerjaan ibu dengan kemampuan bahasa anak, penghasilan orang tua dengan kemampuan bahasa anak serta aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak dijabarkan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 3. Hasil Analisis Bivariat Variabel Independen

Kemampuan Bahasa

Kurang Baik OR p

n % n %

Pendidikan Ibu

Di atas 9 tahun 13 36.1 23 63.9 3.79 0.002 Di bawah 9 tahun 45 68.2 21 31.8

Pekerjaan ibu Ibu Rumah Tangga 24 44.4 30 55.6 3.04 0.007

Bekerja 34 70.8 14 29.2

Penghasilan orang tua

Di atas UMR 32 46.4 37 53.6 4.30 0.002 Di bawah UMR 26 78.8 7 21.2

Aktivitas Bahasa

Baik 18 36.7 31 63.3 5.30 < 0.001

Kurang 40 75.5 13 24.5

(7)

Dari hasil analisis bivariat diatas diketahui bahwa tidak ada variabel yang memiliki nilai p diatas 0.25 sehingga layak untuk diikutsertakan ke dalam analisis multivariat.

3. Melakukan analisis regresi logistik dengan metode backward

Analisis regresi logistik dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu dengan kemampuan bahasa anak, status pekerjaan ibu dengan kemampuan bahasa anak, penghasilan orang tua dengan kemampuan bahasa anak serta aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak. Jumlah keseluruhan sampel yang diikutsertakan analisis regresi logistik adalah 102 sampel.

Tabel 4. Keterangan Variabel Penelitian Untuk Regresi Logistik

Variabel Label Kategori

BHS_DIK Kemampuan Bahasa

Anak Dikotomi

0 = Kurang 1 = Baik

PDDK_DIK Pendidikan Ibu

Dikotomi

0 = Di bawah dari 9 tahun 1 = Di atas dari 9 tahun

PKJ Status Pekerjaan Ibu

Dikotomi

0 = Bekerja

1 = Ibu Rumah Tangga PENGHASILAN_DIK Penghasilan Orang Tua

Dikotomi

0 = Di bawah UMR 1 = Di atas UMR

AKT_DIK Aktivitas Bahasa

Dikotomi

0 = Kurang 1 = Baik

Hasil analisis regresi logistik dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 dijelaskan dalam tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Logistik Tentang Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, dan Aktivitas Bahasa dengan Kemampuan Bahasa

Variabel Independen OR

Interval Kepercayaan 95% untuk O.R Batas p

bawah

Batas atas

Pendidikan ibu di atas 9 tahun 2.95 1.04 8.39 0.043

Ibu Rumah Tangga 3.45 1.27 9.39 0.015

Penghasilan Orang Tua di atas UMR

6.35 2.02 19.93 0.002

Aktivitas Bahasa Baik 4.32 1.62 11.51 0.003

-2 log likelihood 102.4

Nagelkerke R

2 40.8%

(8)

4. Intepretasi hasil analisis a. Persamaan Regresi

Persamaan regresi untuk hasil analsisi regresi logistik diatas adalah sebagai berikut:

Persamaan regresi logistik secara umum adalah ln (p|1-p) = a + β 1 X 1 + …….

+ β i X i. Penelitian ini memiliki empat variabel bebas sehingga permasaan regresi penelitian ini adalah

ln (p|1-p) = a + β 1 X 1 + β 2 X 2 + β 3 X 3 + β 4 X 4

a = -3.376 β 1 = 1.082

X 1 = Pendidikan Ibu β 2 = 1.238

X 2 = Status Pekerjaan Ibu β 3 = 1.849

X 3 = Penghasilan Orang Tua β 4 = 1.462

X 4 = Aktivitas Bahasa

Sehingga persamaan regresi logistic penelitian adalah ln (p|1-p) = -3.376 + 1.082 Pendidikan Ibu + 1.238 Status Pekerjaan Ibu + 1.849 Penghasilan Orang Tua + 1.462 Aktivitas Bahasa

b. Menilai Kemaknaan Secara Statistik dengan Melihat Nilai p 1). Pendidikan ibu

Hasil uji Wald untuk variabel pendidikan ibu adalah sebesar 4.114

dengan nilai p sebesar 0.043. Apabila nilai p lebih besar dari 0.05

maka hipotesis nol diterima, sedangkan apabila nilai p lebih kecil

dari 0.05 maka hipotesis alternatif diterima. Dengan hasil tersebut

dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pendidikan ibu berhubungan

secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan

Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

(9)

2). Status pekerjaan ibu

Hasil uji Wald untuk variabel status pekerjaan ibu adalah sebesar 5.873 dengan nilai p sebesar 0.015. Apabila nilai p lebih besar dari 0.05 maka hipotesis nol diterima, sedangkan apabila nilai p lebih kecil dari 0.05 maka hipotesis alternatif diterima. Dengan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel status pekerjaan ibu berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

3). Penghasilan orang tua

Hasil uji Wald untuk variabel penghasilan orang tua adalah sebesar 10.041 dengan nilai p sebesar 0.002. Apabila nilai p lebih besar dari 0.05 maka hipotesis nol diterima, sedangkan apabila nilai p lebih kecil dari 0.05 maka hipotesis alternatif diterima. Dengan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel penghasilan orang tua berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

4). Aktivitas bahasa

Hasil uji Wald untuk variabel penghasilan orang tua adalah sebesar 8.535 dengan nilai p sebesar 0.003. Apabila nilai p lebih besar dari 0.05 maka hipotesis nol diterima, sedangkan apabila nilai p lebih kecil dari 0.05 maka hipotesis alternatif diterima. Dengan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel aktivitas bahasa berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

c. Menilai Kemaknaan Secara Statistik dengan melihat nilai Interval Kepercayaan (Confident Interval)

1). Pendidikan ibu

Nilai interval kepercayaan diperoleh dari rentang paling bawah ke

paling atas dari baris 95% C.I for Exp (B). Untuk variabel pendidikan

ibu memiliki 95% C.I for Exp (B) 1.04 pada batas bawah dan 8.39

pada batas atas. Karena variabel pendidikan ibu tidak memiliki

interval kepercayaan sama dengan 1 maka dapat ditarik kesimpulan

(10)

bahwa variabel pendidikan ibu berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak.

2). Status Pekerjaan Ibu

Nilai interval kepercayaan diperoleh dari rentang paling bawah ke paling atas dari baris 95% C.I for Exp (B). Untuk variabel status pekerjaan ibu memiliki 95% C.I for Exp (B) 1.27 pada batas bawah dan 9.39 pada batas atas. Karena variabel status pekerjaan ibu tidak memiliki interval kepercayaan sama dengan 1 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel status pekerjaan ibu berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak.

3). Penghasilan Orang Tua

Nilai interval kepercayaan diperoleh dari rentang paling bawah ke paling atas dari baris 95% C.I for Exp (B). Untuk variabel penghasilan orang tua memiliki 95% C.I for Exp (B) 2.02 pada batas bawah dan 19.93 pada batas atas. Karena variabel penghasilan orang tua tidak memiliki interval kepercayaan sama dengan 1 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel penghasilan orang tua berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak.

4). Aktivitas Bahasa

Nilai interval kepercayaan diperoleh dari rentang paling bawah ke paling atas dari baris 95% C.I for Exp (B). Untuk variabel aktivitas bahasa memiliki 95% C.I for Exp (B) 1.62 pada batas bawah dan 11.51 pada batas atas. Karena variabel penghasilan orang tua tidak memiliki interval kepercayaan sama dengan 1 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel aktivitas bahasa berhubungan secara bermakna dengan kemampuan bahasa anak.

d. Intepretasi OR

1). Pendidikan ibu

Variabel pendidikan ibu memiliki nilai OR sebesar 2.95. Nilai OR

sebesar 2.94 memiliki makna odds ibu dengan pendidikan di atas 9

tahun untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah

2.95 kali odds ibu dengan pendidikan di bawah 9 tahun. Intepretasi

(11)

hasil ini kemungkinan ibu dengan pendidikan di atas 9 tahun untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 2.95 kali kemungkinan ibu dengan pendidikan di bawah 9 tahun untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik.

2). Status Pekerjaan Ibu

Variabel status pekerjaan ibu memiliki nilai OR sebesar 3.45. nilai OR sebesar 3.45 memiliki makna odds ibu rumah tangga untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 3.45 kali odds ibu yang bekerja. Intepretasi hasil ini kemungkinan ibu rumah tangga untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 3.45 kali kemungkinan ibu bekerja untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik.

3). Penghasilan Orang Tua

Variabel penghasilan orang tua memiliki nilai OR sebesar 6.35. nilai OR sebesar 6.35 memiliki makna odds orang tua dengan penghasilan di atas UMR untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 6.35 kali odds orang tua yang memiliki penghasilan di bawah UMR. Intepretasi hasil ini kemungkinan orang tua yang memiliki penghasilan di atas UMR untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 6.35 kali kemungkinan orang tua yang memiliki penghasilan di bawah UMR untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik.

4). Aktivitas Bahasa

Variabel aktivitas bahasa memiliki nilai OR sebesar 4.32. Nilai OR

sebesar 4.32 memiliki makna odds orang tua dengan aktivitas bahasa

baik untuk memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah

4.31 kali odds orang tua yang memiliki aktivitas bahasa kurang untuk

memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik. Intepretasi hasil ini

kemungkinan orang tua yang memiliki aktivitas bahasa baik untuk

memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik adalah 4.32 kali

kemungkinan orang tua yang memiliki aktivitas bahasa kurang untuk

memiliki anak dengan kemampuan bahasa baik.

(12)

e. Menilai kualitas persamaan regresi berdasarkan kalibrasi

Uji kalibrasi persamaan regresi menggunakan Uji Hosmer and Lemeshow.

Hipotesis nol adalah tidak terdapat perbedaan antara nilai yang diobservasi (observed) dengan nilai yang diharapkan (expected). Dari hasil Uji Hosmer and Lemeshow diperoleh nilai p sebesar 0.912. dengan hasil tersebut diketahui bahwa nilai p lebih besar daripada 0.05 sehingga hipotesis nol diterima. Kesimpulan dari Uji Hosmer and Lemeshow adalah persamaan regresi terkalibrasi baik. Keluaran analisis data dengan aplikasi SPSS 17 terlampir pada bagian belakang laporan penelitian ini.

f. Menilai kualitas persamaan regresi berdasar diskriminasi

Untuk menilai permasaan regresi berdasar diskriminasi adalah dengan melihat Area Under Curve (AUC). Dari hasil uji statistik diketahui nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 83% dengan interval kepercayaan 95%:

75.2% - 90.8%. Dari hasil uji statistic diketahui bahwa nilai p adalah 0.040

sehingga hipotesis nol ditolak. Hasil tersebut dikuatkan dengan nilai interval

kepercayaan lebih besar dari 50%. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa secara statistik AUC dari persamaan regresi berbeda bermakna

dengan reference line. Untuk melihat grafik hasil uji statistic untuk

mengetahui nilai AUC dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Hasil keluaran

uji statistik terlampir.

(13)

Gambar 4. ROC Curve

g. Intepretasi Hasil Uji Nagelkerke R Square

Hasil uji Nagelkerke R Square diperoleh hasil sebesar 0.408. Dengan hasil

ini diketahui bahwa hubungan antara pendidikan ibu, status pekerjaan ibu,

penghasilan orang tua, dan aktivitas bahasa dengan kemampuan bahasa anak

dapat dijelaskan secara statistik sebesar 40.8%.

Gambar

Gambar 4. ROC Curve

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan definisi per kata di atas, penulis berkesimpulan bahwa Penumbuhan Kesadaran Pelajar Akan Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Sukabumi Melalui Pemelajaran

Berdasarkan hasil uji F yang menunjukkan bahwa variabel latar belakang pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai PT..

Yang dimaksud dengan pos luar biasa adalah penghasilan ataupun kejadian transaksi yang secara jelas berbeda dari aktivitas normal perusahaan dan karenanya tidak diharapkan

Fasilitasi pendidikan program D-3 bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Jakarta (khusus untuk pegawai dilingkungan Kementerian PU Pusat), Politeknik

Soal yang akan diujikan harus dikumpulkan dalam waktu yang ditentukan agar bisa dilakukan penggandaan untuk selanjutnya.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem

Hardware yang digunakan dalam perancangan alat ini adalah sensor water level untuk mengukur ketinggian air, mikrokontroller ATMega8535 sebagai sistem pengendali dan

4/670/HPPB/PbB tanggal 24 Januari 1972, ditentukan bahwa Bilyet Giro adalah surat perintah nasabah yang telah distandardisir bentuknya kepada penyimpan dana untuk

Pelemparan yang dilakukan oleh seorang perempuan terhadap kios milik orang yang menyewa lahan tentunya ada maksud dan tujuan tertentu, dimana maksud dan tujuan dari seorang