• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Data

Data dalam penelitian ini adalah data nilai pretes kelas kontrol, nilai pretes kelas eksperimen, nilai postes kelas kontrol, dan nilai postes kelas eksperimen. Data nilai diperoleh dari hasil dokumentasi nilai tes pretes dan nilai tes postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pelaksanaan pengambilan nilai pretes dan postes kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.1

Jadwal Pelaksanaan Pretes dan Postes Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen.

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pretes Selasa, 20 maret 2012

Pukul 07.00 – 8.10

Senin, 19 maret 2012 11.00 – 12.10 Postes Sabtu, 24 maret 2012

Pukul 07.00 – 08.10

Kamis, 22 maret 2012 Pukul 09.15 – 10.30

Berikut adalah deskripsi data hasil belajar pretes dan postes kelas kontrol dan kelas eksperimen.

4.2 Data PreTes

4.2.1 Data Pretes Kelas Kontrol

Data pretes kelas kontrol diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa belum mendapat pembelajaran untuk materi tersebut). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai pretes kelas kontrol.

(2)

Tebel 4.2

Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Kontrol

Berdasarkan tabel 4.2 deskriptif nilai pretes kelas kontrol tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 55, nilai tertinggi adalah 89, dan nilai rata-rata adalah 74.19. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran.

Grafik 4.1

Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Konterol Nilai Frekuensi Persentase

55 2 4.2

58 1 2.1

61 2 4.2

63 3 6.2

66 6 12.5

68 4 8.3

74 6 12.5

76 5 10.4

79 4 8.3

82 5 10.4

84 4 8.3

87 3 6.2

89 3 6.2

Total 48 100

(3)

4.2.2 Data Pretes Kelas Eksperimen

Data pretes kelas eksperimen diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa belum mendapat pembelajaran untuk materi tersebut). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai pretes eksperimen.

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Eksperimen Nilai Frekuensi Persentase

53 1 2

55 1 2

58 2 4

61 2 4

63 1 2

66 5 10

68 3 6

74 4 8

76 6 12

79 6 12

82 4 8

84 5 10

87 5 10

89 3 6

92 2 4

Total 50 100

(4)

Berdasarkan tabel 4.3 deskriptif nilai pretes kelas eksperimen tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 53, nilai tertinggi adalah 92, dan nilai rata - rata adalah 76.06. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran.

Grafik 4.2

Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Eksperimen 4.3 Data Postes

4.3.1 Data Postes Kelas Kontrol

Data postes kelas kontrol diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa mendapat pembelajaran untuk materi perkembangan teknologi dengan model pembelajaran konvensional). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai postes kontrol.

(5)

Tebel 4.4

Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Kontrol

Berdasarkan tabel 4.4 deskriptif nilai postes kelas kontrol tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 61, nilai tertinggi adalah 100, dan nilai rata- rata adalah 85.31. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran.

Grafik 4.3

Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Kontrol Nilai Frekuensi Persentase

61 1 2.1

63 1 2.1

74 3 6.2

76 2 4.2

79 4 8.3

82 7 14.6

84 7 14.6

87 6 12.5

89 4 8.3

92 4 8.3

95 3 6.2

97 4 8.3

100 2 4.2

Total 48 100

(6)

4.3.2 Data Postes Kelas Eksperimen

Data postes kelas eksperimen diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa mendapat pembelajaran untuk materi perkembangan teknologi dengan model snowball throwing). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai postes eksperimen.

Tebel 4.5

Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Eksperimen

Berdasarkan tabel 4.5 deskriptif nilai postes kelas eksperimen tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 79, nilai tertinggi adalah 100, dan nilai rata-rata adalah 90.84. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran.

Nilai Frekuensi Persentase

79 2 4

82 4 8

84 3 6

87 7 14

89 8 16

92 8 16

95 7 14

97 6 12

100 5 10

Total 50 100

(7)

Grafik 4.4

Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Eksperimen 4.4 Rangkuman Hasi Analisis Deskriptif

Rangkuman hasil analisis deskriptif dengan bantuan program komputer SPSS 16.0 for windows adalah sebagai berikut.

(8)

Tabel 4.6

Rangkuman Hasil Analisis Deskriptif Statistics

preteskontrol

Preteseksperi men

posteskont rol

Posteseksperi men

N Valid 48 50 48 50

Missing 51 49 51 49

Mean 74.1875 76.0600 85.3125 90.8400

Std. Error of

Mean 1.36887 1.44092 1.22842 .81884

Median 75.0000 77.5000 84.0000 92.0000

Mode 66.00a 76.00a 82.00a 89.00a

Std. Deviation 9.48382 10.18885 8.51071 5.79007

Variance 89.943 103.813 72.432 33.525

Range 34.00 39.00 39.00 21.00

Minimum 55.00 53.00 61.00 79.00

Maximum 89.00 92.00 100.00 100.00

Sum 3561.00 3803.00 4095.00 4542.00

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Berdasarkan output rangkuman hasil analisis deskriptif data nilai pretes dan postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat bahwa rata-rata nilai pretes kelas kontrol (74.19) dan rata-rata nilai pretes kelas eksperimen (76.06) adalah tidak berbeda jauh. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tes kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah memiliki rata-rata hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Untuk hasil belajar postes pada kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihat bahwa rata-rata nilai postes kelas kontrol (85.31) dan rata- rata nilai postes kelas eksperimen (90.84) adalah berbeda jauh. Hal ini menunjukkan

(9)

bahwa hasil tes kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan adalah memiliki rata-rata hasil belajar yang berbeda secara signifikan. Peningkatan rata-rata nilai untuk kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan (74.19) dan setelah diberikan perlakuan (85.31) adalah sebesar 11.13. Sedangkan peningkatan rata-rata nilai untuk kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan (76.06) dan setelah diberikan perlakuan (90.84) adalah sebesar 14.78. Dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen (yang menggunakan model snowball throwing) dapat meningkatkan rata- rata hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol (yang menggunakan model pembelajaran konvensional).

4.5 Uji Prasyarat

Sebelum melakukan analisis uji hipotesis menggunakan uji independent sample T tes dilakukan uji prasyarat terhadap data nilai pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.

4.5.1 Uji Normalitas Data Kelas Kontrol

Uji normalitas data kelas kontrol dilakukan untuk mengukur data pretes dan postes kelas kontrol. Hipotesis yang diajukan untuk mengukur normalitas distribusi populasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Ho = Data populasi berdistribusi normal . Ha = Data populasi tidak berdistribusi normal.

Berdasarkan analisis pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan acuan sebagai berikut: apabila nilai signifikan uji normalitas (sig.>0,05) maka Ho diterima yaitu data berdistribusi normal. Tabel 4.7 berikut menyajikan rangkuman hasil uji normalitas distribusi populasi nilai tes dengan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

(10)

Tebel 4.7

Hasil Uji Normalitas Data Kelas Kontrol

Berdasarkan tabel 4.7, kelas kontrol (baik pretes maupun postes) mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% data populasi kelas kontrol berdistribusi normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

4.5.2 Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen

Uji normalitas data kelas eksperimen dilakukan untuk mengukur data pretes dan postes kelas eksperimen. Hipotesis yang diajukan untuk mengukur normalitas distribusi populasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Ho = Data populasi berdistribusi normal . Ha = Data populasi tidak berdistribusi normal.

Pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan acuan sebagai berikut apabila nilai signifikan uji normalitas (sig.>0,05) maka Ho diterima yaitu data berdistribusi normal.

Tabel 4.8 berikut menyajikan rangkuman hasil uji normalitas distribusi populasi nilai tes dengan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

Kel.Data Signifikasi Kolmogorov-Smirnov

Sig. Ket Pretes 0,092 Sig.> 0,05 Normal Postes 0,084 Sig.> 0,05 Normal

(11)

Tabel 4.8

Hasil Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen

Berdasarkan tabel 4.8, kelas eksperimen (baik pretes maupun postes) mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga Ha ditolak dan Ho diterima.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% data populasi kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

4.5.3 Uji Homogenitas Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Uji homogenitas digunakan untuk menentukan kehomogenan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dilakukan dengan menggunakan homogenitas Levene dengan program SPSS versi 16.0 for mindows. Adapun kriteria pengujian yang digunakan untuk menentukan homogenitas populasi dalam penelitian ini adalah Ho diterima apabila nilai Sig lebih dari tingkat alpha yang ditetapkan yaitu 5% (0,05).

Tebel 4.9

Hasil Uji Homogenitas Data Kelas Eksperimen dan Kontrol (Pretes dan Postes)

Berdasarkan output pada Test of Homogeneity of Variance, kehomogenan data dilihat dari kolom Sig. Karena signifikan nilai pretes (0.744) dan signifikan nilai postes (0,058) lebih besar dari alpha yang ditetapkan yaitu 0,05 maka Ho diterima.

Dengan demikian, disimpulkan data nilai pretes dan postes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen

Kel.Data Signifikasi Kolmogorov-Smirnov

Sig. Ket

Pretes 0,070 Sig.> 0,05 Normal

Postes 0,054 Sig.> 0,05 Normal

Kelompok Levene

Statistik

df1 df2 Sig.

Pretes 0.107 1 96 0,744

Postes 3.671 1 96 0,058

(12)

4.6 Uji Kesamaan Rata-Rata Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Uji kesamaan rata-rata nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol bertujuan untk melihat apakah kemampuan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan adalah sama atau tidak. Uji kesamaan rata-rata menggunakan uji independent sample t-test dengan menggunakan program SPSS.1 for windows.

Kedua kelas dikatakan memiliki rata-rata hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan, apabila nilai signifikansi uji kesamaan rata-rata diatas 0,05. Berikut adalah tabel uji kesamaan rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(13)

Tabel 4.10

Hasil Uji Kesamaan Rata-Rata Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Independent Samples Test Levene's

Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df

Sig.

(2- tailed)

Mean Differenc

e

Std.

Error Differe

nce

95%

Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pretes Equal

variances assumed

.107 .744 -.941 96 .349 -1.87250 1.99041 - 5.82344

2.078 44 Equal

variances not assumed

-.942 95.9

11 .348 -1.87250 1.98748 - 5.81766

2.072 66

Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikan uji independent sample t tes untuk nilai pretes kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah 0,349 (sig.> 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki kemampuan hasil belajar yang sama.

(14)

4.7 Uji Hipotesis

Pengujian terhadap perbedaan pengaruh dari penggunaan model pembelajaran snawball throwing dan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran mata pelajaran IPS terhadap hasil belajar dengan menggunakan tekhnik Independen Sampel T Test. Berikut hipotesis yang diuji dalam Independen Sampel T Test.

Ho = Tidak Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan model snow ball throwing pada mata pelajaran IPS.

Ha = Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model snowball throwing dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan model snowball throwing pada mata pelajaran IPS.

Pengambilan keputusan didasarkan pada hasil uji t yang diperoleh, yaitu:

a. jika sig. < 0,05 maka Ho ditolak, dan jika sig. >0,05 maka Ho diterima atau;

b. jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak, dan jika t hitung < t tabel maka Ho diterima atau;

c. jika –t hitung < -t tabel maka Ho ditolak, dan jika –t hitung > -t tabel maka Ho diterima.

Pengambilan keputusan dan penarikan kesimpulan terhadap uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5 %. Secara lengkap hasil uji hipotesis menggunakan teknik Independen Sampel T Test disajikan pada lampiran.

Rangkuman hasil analisis tersebut disajikan dalam Tabel 4.11 berikut.

(15)

Tebel 4.11

Hasil Uji Hipotesis Penelitian Independent Samples Test Levene's

Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df

Sig.

(2- taile

d)

Mean Differe nce

Std.

Error Differe

nce

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Postes Equal

varian ces assum ed

3.671 .058 -3.773 96 .000 -

5.52750 1.46518 -

8.43585 -2.61915

Equal varian ces not assum ed

-3.744 82.43

5 .000 -

5.52750 1.47631 -

8.46413 -2.59087

Berdasarkan Tabel 4.11, dari hasil perhitungan analisis Leneve’s Test dapat dilihat nilai signifikansinya sebesar 0,058 dan jika dibandingkan dengan pedoman pengambilan keputusan, maka terlihat bahwa angka 0,058 lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa Ho diterima (data adalah homogen) dan Ha ditolak. Oleh sebab itu yang dijadikan pedoman untuk analisis lebih lanjut adalah angka-angka yang terdapat pada barisan Equal variances assumed.

Berdasarkan tabel terlihat hasil tes t sebesar -3,773 dengan df = 96, perbedaan mean = 5.52 perbedaan standar error = 1.465. Perbedaan hasil belajar terendah -8.43 dan tertinggi -2,61.

Pengambilan keputusan dapat dilihat dari nilai signifikan (0.000 < 0.05) atau dengan melihat nilai t hitung (-3.773) < t tabel (-1.98) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada hasil

(16)

belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV pokok bahasan perkembangan teknologi yang diajar dengan model snowball throwing dengan siswa yang diajar dengan model konvensional.

4.8 Kajian Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada hasil belajar pokok bahasan perkembangan teknologi pelajaran IPS yang menggunakan model snowball throwing dengan hasil belajar IPS yang menggunakan model konvensional. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan model pembelajaran yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda terhadap hasil belajar siswa.

Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa.

Siswa yang diberi pengajaran dengan model snowball throwing semula rata-ratanya adalah 76.06 menjadi 90.84 atau meningkat sebesar 14.78. Sedangkan siswa yang tidak diberi pengajaran menggunakan model konvensional semula rata-ratanya adalah 74.19 menjadi 85.31 atau meningkat sebesar 11.13. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model snowball throwing ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Dwi Wulandari (2010) yang menyatakan penerapan model snowball throwing dapat meningkatan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian tersebut didukung data proses pembelajaran terjadi. Hasil pengamatan selama proses kegiatan pembelajaran di kelas IV SD N 01 Salatiga sebagai kelas eksperimen, siswa terlihat aktif, kreatif dan lebih komunikatif.

Penerapan model snowball throwing di dalam pembelajaran IPS membuat kelompok menjadi dinamis, karena kegiatan siswa dituntut untuk berpikir, menulis, bartanya, atau berbicara, melakukan aktivitas fisik yaitu menggulung kertas dan melemparkannya pada siswa lain, mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dari temannya yang terdapat dalam bola kertas. Sehingga di dalam kelas benar-benar

(17)

terjadi interaksi secara nyata antar siswa, terlatih untuk bekerjasama dengan teman dan terjadi komunikasi dua arah dimana guru tidak lagi sebagai sumber belajar siswa.

Hal ini didukung dengan kelebihan dari penggunaan model snowball throwing dalam Diyan Tunggal Safitri (2011) yaitu kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan, siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari, siswa lebih berani dalam bertanya, melatih siswa menjawab pertanyaan, mengurangi rasa takut siswa, siswa lebih memahami kerja sama, siswa lebih bisa menerima keragaman suku, sosial, budaya, dan siswa terus termotivasi dalam meningkatkan kemampuannya.

Kegiatan pembelajaran di kelas IV SD N Sidorejo Lor 07 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model konvensional, siswa hanya sebagai objek penerima materi dari yang dijelaskan oleh guru. Dalam pembelajaran guru sebagai pusat pembelajaran, sedangkan siswa sebagai audiens. Tidak terjadi interaksi yang benar- benar nyata baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Hanya terlihat beberapa siswa yang aktif bertanya kepada guru, sedangkan siswa yang lain kurang memperhatikan pembelajaran. Kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran dikarenakan kegiatan pembelajaran cenderung monoton dan model pembelajaran hanya didominasi ceramah oleh guru yang membuat anak bosan.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran materi perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model ceramah.

Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang pada dasarnya berupa pengetahuan yang mengajarkan kepada siswa untuk lebih aktif, kreatif, dapat berkomunikasi lebih baik dengan lingkungan dan dapat bekerja sama dengan lingkungan sosial disekitar.

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian (Lampiran 6) yang dilakukan oleh Widigdo &amp; Pariwono (2000) menunjukan bahwa nilai logam berat Cu yang diperoleh jauh lebih tinggi dibanding dengan

(2) Siswa berkemampuan matematika rendah dapat memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, yaitu mampu merumuskan pokok-pokok

Lowell dan Guilbert (1970) dalam Guilbert dan Park (1986) yang menyelidiki zona alterasi-mineralisasi deposit tembaga porfiri di San Manuel-Kalamazoo mencatat

Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel kinerja karyawan sebesar 50,7 % dipengaruhi oleh variabel Sikap Kerja dan

Dengan keadaan tersebut di atas, maka perlu diadakan Siklus II sebagai upaya tindak lanjut supaya bisa dicapai hasil yang lebih baik. Pertimbangan utama yang mendasari keputusan

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Subjek Penelitian

Ilmu komputer dan Teknik Komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengaksesan, penyebarluasan dan apapun yang berhubungan dengan teknologi informasi sehingga

Anargya: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. Adapun kegiatan yang dilakukan di luar kelas ialah: 1) Dosen menyiapkan video pembelajaran yang akan digunakan mahasiswa