Analisis Kelayakan Bisnis Jasa Preventive Maintenance Menara Microcell Pole (MCP) PT. ABC di DKI Jakarta.

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Dalam pengembangan bisnisnya, PT. Sandya Hara Gantari yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi berencana akan menjalankan usaha baru yaitu jasa preventive maintenance menara telekomunikasi. Pada pertengahan tahun 2016 PT. ABC selaku perusahan tower provider menawarkan kepada PT. Sandya Hara Gantari untuk menjadi mitra penyedia jasa preventive

maintenance 600 menara Microcell Pole (MCP) di wilayah DKI Jakarta. Proyek

tersebut akan dilaksanakan tahun 2017 untuk 5 tahun kontrak kerja. Untuk mengetahui kelayakan prospek bisnis penyedia jasa preventive maintenance menara MCP ini maka PT. Sandya Hara Gantari perlu melakukan studi kelayakan bisnis jasa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan investasi pelaksanaan proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta.

Aspek kelayakan dilakukan untuk mempertimbangkan dan menganalisis proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta yang terdiri dari aspek non finansial dan finansial. Aspek non finansial yang terdiri dari aspek hukum, aspek teknis, aspek organisasional, aspek sosial. Aspek finansial terdiri dari keputusan kelayakan investasi yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan metode Discounted Payback Period (DPP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI) dan Internal Rate of

Return (IRR).

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis untuk aspek hukum menunjukan kelayakan dikarenakan perusahaan telah memenuhi persyaratan keabsahan dan kelengkapan dokumen perizinan dan legalitas yang merupakan hal paling utama dipenuhi perusahaan sebagai penentu kelayakan proyek. Pada aspek teknis menunjukan kelayakan dikarenakan tersediannya teknologi, lokasi kantor dan basecamp, ruang lingkup dan prosedur teknis untuk memenuhi pengerjaan proyek tersebut. Kemudian aspek organisasional menunjukan kelayakan karena jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dapat terpenuhi berdasarkan job description dan job spesification untuk melaksanakan proyek tersebut, sehingga proyek ini dapat memberikan dampak sosial yang positif bagi negara dan masyarakat pengguna provider telekomunikasi. Selain itu, pada aspek finansial menunjukan hasil kelayakan pada semua kriteria kelayakan investasi yang digunakan. Dengan faktor diskonto (i) sebesar 15% didapat nilai Discounted Payback Period (DPP) yang dihasilkan selama 2 tahun, Nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.1.241.068.544,68 , Nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,79 dan Internal Rate

of Return (IRR) sebesar 48,53%. Total biaya proyek jasa preventive maintenance

600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta sebesar Rp.1.569.210.754,00.

(2)

vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1-1 1.2 Identifikasi Masalah ... 1-3 1.3 Pembatasan Masalah ... 1-4 1.4 Perumusan Masalah ... 1-4 1.5 Tujuan Penelitian ... 1-5 1.6 Sistematika Penulisan ... 1-5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

(3)

2.4.3 Aspek Organisasional... 2-7 2.4.4 Aspek Sosial ... 2-8 2.4.5 Aspek Finansial ... 2-8 2.4.5.1 Laporan Laba Rugi ... 2-9 2.4.5.2 Laporan Perubahan Modal ... 2-9 2.4.5.3 Neraca ... 2-10 2.4.5.4 Depresiasi ... 2-11 2.4.5.5 Kriteria Penilaian Investasi ... 2-11 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

(4)

BAB 4 PENGUMPULAN DATA

4.1 Sejarah Perusahaan ... 4-1 4.1.1 Profil Perusahaan ... 4-1 4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 4-1 4.1.3 Strategi Perusahaan ... 4-2 4.2 Tinjauan Tentang Microcell Pole (MCP) ... 4-2 4.3 Hasil Observasi Lapangan ... 4-3 4.4 Aspek Hukum ... 4-4 4.4.1 Dokumen dan Perizinan Pelaksanaan Proyek Preventive Maintenance

Menara MCP ... 4-4 4.4.2 Prosedur Pembuatan Izin Usaha Perluasan (IUP) Proyek Preventive

Maintenance Menara MCP ... 4-4

4.5 Aspek Teknis ... 4-5 4.5.1 Data List Menara MCP di DKI Jakarta ... 4-5 4.5.2 Lokasi Kantor dan Basecamp... 4-8 4.5.2.1 Lokasi Kantor ... 4-8 4.5.2.2 Lokasi Basecamp ... 4-9 4.5.3 Ruang Lingkup dan Prosedur Teknis Preventive Maintenance Menara

MCP ... 4-10

4.5.4 Criritical Points Preventive Maintenance Menara MCP ... 4-13 4.5.5 Syarat Teknis Preventive Maintenance Menara MCP ... 4-14 4.5.6 Pelaporan Pekerjaan Pemeliharaan ... 4-14 4.5.7 Investasi Sarana Penunjang dan Peralatan Proyek Preventive

Maintenance Menara MCP ... 4-15

4.5.8 Supplier Sarana Penunjang dan Peralatan Proyek Preventive

Maintenance Menara MCP ... 4-16

(5)

4.5.10 Jadwal Pelaksanaan Proyek... 4-19 4.6 Aspek Organisasional... 4-20 4.6.1 Syarat Kelengkapan Struktur Organisasi ... 4-20 4.6.2 Struktur Organisasi, Job Description dan Job Spesification ... 4-21 4.7 Aspek Finansial ... 4-24 4.7.1 Masa Manfaat Investasi... 4-24 4.7.2 Masa Manfaat Investasi Sarana Penunjang dan Peralatan Proyek

Jasa Preventive Maintenance Menara MCP ... 4-24 4.7.3 Biaya Operasional proyek Preventive Maintenance Menara MCP ... 4-25 4.7.4 Struktur Permodalan ... 4-29 4.7.5 Pendapatan Jasa Proyek Preventive Maintenance Menara MCP

PT. ABC ... 4-29 BAB 5 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS

5.1 Analisis Aspek Hukum ... 5-1 5.2 Analsis Aspek Teknis ... 5-1 5.2.1 Analsis Aspek Lokasi Kantor dan Basecamp ... 5-2 5.2.2 Analsis Ruang Lingkup dan Prosedur Teknis Preventive

Maintenance Menara MCP ... 5-2

5.2.3 Analisis Sarana Penunjang dan Peralatan Proyek Preventive

Maintenance Menara MCP ... 5-3

(6)

5.4.1 Dampak Positif Pelaksanaan Proyek Preventive Maintenance

Menara MCP ... 5-12 5.4.2 Dampak Negatif Pelaksanaan Proyek Preventive Maintenance

Menara MCP ... 5-12 5.4.3 Hasil Analisis Aspek Sosial ... 5-12 5.5 Analisis Aspek Finansial ... 5-12 5.5.1 Biaya Aspek Non-Finansial ... 5-13 5.5.2 Biaya Rencana ... 5-13 5.5.2.1 Rencana Umum dan Administrasi ... 5-14 5.5.2.2 Rencana Preventive & Back Up Genset ... 5-15 5.5.2.3 Rencana Pemeliharaan Kendaraan ... 5-16 5.5.2.4 Rencana Pemeliharaan Genset... 5-17 5.5.3 Biaya Investasi ... 5-18 5.5.4 Depresiasi dan Amortisasi ... 5-19 5.5.5 Proyeksi Laba Rugi ... 5-20 5.5.6 Proyeksi Perubahan Modal ... 5-27 5.5.7 Neraca ... 5-27

5.5.8 Kriteria Kelayakan Investasi ... 5-31 5.5.8 Hasil Analisis Aspek Finansial ... 5-34 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan ... 6-1 6.2 Saran ... 6-3 DAFTAR PUSTAKA ... xvii

LAMPIRAN

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Hal

1.1 Rata-Rata Pemadaman Listrik PLN/Bulan 1-4

3.2 Rata-Rata Pemadaman Listrik PLN/Bulan 3-6

4.1 Data List Menara MCP PT. ABC Berdasarkan Wilayah 4-5 di DKI Jakarta

4.2 Spesifikasi Ruko 4-9

4.3 Lokasi Basecamp 4-10

4.4 Ruang Lingkup & Prosedur Teknis Preventive Maintenance 4-11

Menara MCP

4.4 Ruang Lingkup & Prosedur Teknis Preventive Maintenance 4-12 Menara MCP (Lanjutan)

4.5 Criritical Points Preventive Maintenance Menara MCP 4-13 4.6 Waktu Proses Preventive Maintenance 4-13

4.7 Investasi Peralatan dan Perlengkapan Preventive & Back Up 4-15

4.8 Investasi Alat Ukur 4-15

4.9 Investasi Peralatan dan Perlengkapan Kantor 4-16 4.10 Supplier Sarana Penunjang dan Peralatan Proyek Jasa 4-16

Preventive Maintenance Menara MCP

4.11 Rencana Proyek 4-20

4.12 Job Description 4-22

4.13 Job Spesification 4-22

4.13 Job Spesification (Lanjutan) 4-23

4.14 Masa Manfaat 4-24

4.15 Masa Manfaat Investasi Peralatan & Perlengkapan 4-24

Preventive & Back Up Genset

(8)

Tabel Judul Hal

4.17 Masa Manfaat Peralatan & Perlengkapan Kantor 4-25 4.18 Kebutuhan Operasional Preventive & Back Up Genset 4-25

4.19 Kebutuhan Operasional Kantor 4-26

4.20 Kebutuhan Operasional Pemeliharaan Kendaraan 4-26 4.21 Kebutuhan Operasional Pemeliharaan Genset 4-26

4.22 Rata-Rata Pemadaman Listrik PLN/ Bulan 4-27

4.23 Jumlah Bahan Bakar Genset yang Dibutuhkan/Bulan 4-28 4.24 Tarif Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan/Bulan 4-28 4.25 Pendapatan Jasa Preventive Maintenance 600 Menara MCP 4-29

Di DKI Jakarta

5.1 Investasi Operasional 5-4

5.2 Checklist Preventive Maintenance 5-5 5.3 Checklist Maintenance Genset 5-6 5.4 Biaya Perekrutan & Pelatihan Karyawan 5-9 5.5 Jumlah Tenaga Kerja yang Dibutuhkan 5-9 5.6 Perhitungan Menara yang di Back Up dengan Jam 5-10 5.7 Penugasan Karywan Logistic setiap wilayah 5-10 5.8 Rangkuman Biaya dari Aspek non-Finansial 5-13 5.9 Biaya Preventive & Back Up Genset/Bulan 5-14 5.10 Biaya Preventive & Back Up Genset selama 5 Tahun 5-15

5.11 Biaya Pemeliharaan Kendaraan/Bulan 5-15

5.12 Biaya Pemeliharaan Kendaraan selama 5 Tahun 5-16

5.13 Biaya Pemeliharaan Genset/Bulan 5-16

5.14 Biaya Pemeliharaan Genset selama 5 Tahun 5-17

(9)

Tabel Judul Hal

5.17 Project Cost Summary 5-18

5.18 Depresiasi dan Amortisasi 5-19

5.19 Laporan Proyeksi Laba-Rugi Bulan 1 Tahun 1 5-21 5.20 Laporan Proyeksi Laba-Rugi selama Tahun 1 5-22 5.21 Laporan Proyeksi Laba-Rugi selama Tahun 2 5-23 5.22 Laporan Proyeksi Laba-Rugi selama Tahun 3 5-24 5.23 Laporan Proyeksi Laba-Rugi selama Tahun 4 5-25 5.24 Laporan Proyeksi Laba-Rugi selama Tahun 5 5-26 5.25 Laporan Proyeksi Perubahan Modal selama 5 Tahun 5-27

5.26 Neraca Tahun 0 5-28

5.27 Neraca Tahun Bulan 1 Tahun 1 5-28

5.28 Neraca Tahun 1 5-29

5.29 Neraca Tahun 2 5-29

5.30 Neraca Tahun 3 5-30

5.31 Neraca Tahun 4 5-30

5.32 Neraca Tahun 5 5-31

5.33 Cash Inflow selama 5 Tahun 5-31

5.34 Cash Inflow Kumulatif 5-32

5.35 Metode NPV, i:15% 5-33

(10)

DAFTAR GAMBAR

Tabel Judul Hal

3.1 Flowchart Penelitian 3-1 3.1 Flowchart Penelitian (Lanjutan) 3-2 3.1 Flowchart Penelitian (Lanjutan) 3-3 4.1 Microcell Pole (MCP) 4-2 4.2 Site MCP wilayah Jakarta Selatan 4-6 4.3 Site MCP wilayah Jakarta Timur 4-6 4.4 Site MCP wilayah Jakarta Barat 4-7 4.5 Site MCP wilayah Jakarta Pusat 4-7 4.6 Site MCP wilayah Jakarta Timur 4-8

4.7 Foto Kantor 4-8

4.8 Lokasi Kantor dari Google Maps 4-9

4.9 Tang Ampere (Clamp Meter) dalam Mengukur Arus Listrik 4-18

4.10 Earth Tester dalam Mengukur Tahanan 4-19

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul Hal

1 Shedule Field Maintenance 1 L1-1

1 Shedule Field Maintenance 2 L1-2

1 Shedule Field Maintenance 3 L1-3

1 Shedule Field Maintenance 4 L1-4

1 Shedule Field Maintenance 5 L1-5

1 Shedule Field Maintenance 6 L1-6

1 Shedule Field Maintenance 7 L1-7

1 Shedule Field Maintenance 8 L1-8

1 Shedule Field Maintenance 9 L1-9

1 Shedule Field Maintenance 10 L1-10

2 Foto Dokumnetasi 1 L2-1

2 Foto Dokumnetasi 2 L2-2

2 Foto Dokumnetasi 3 L2-2

(12)

1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Telekomunikasi sebagai wahana bagi pertukaran informasi semakin memperhatikan aspek kualitas jasa. Seiring dengan berkembangnya arus globalisasi, yang didalamnya dituntut adanya pertukaran informasi yang semakin cepat antar wilayah dan negara, membuat peranan telekomunikasi menjadi sangat penting. Perkembangan dan persaingan di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi.

Kondisi perubahan yang cepat dalam dunia informasi menuntut para operator penyedia jasa telekomunikasi harus mampu memperluas dan menjaga kualitas dari layanan jasa komunikasi yang disediakan. Peningkatan jumlah pengguna jasa telekomunikasi selular yang cepat dan terus berkembang semakin menuntut para operator penyedia jasa telekomunikasi selular untuk terus memberikan ketersediaan jasa layanan komunikasi dengan baik dan siap untuk digunakan kapanpun dan dimanapun oleh para pengguna jasa telekomunikasi.

Pengembangan dan preventive maintenance sarana insfrastruktur perangkat menara Base Transceiver Station (BTS) dan menara Microcell Pole (MCP) adalah salah satu bentuk nyata para Operator penyedia jasa telekomunikasi untuk menjaga kualitas layanan jasa telekomunikasi. Dengan pengembangan jumlah menara BTS dan menara MCP sampai pada pelosok daerah dan preventive maintenance secara komprehensif dan terpadu, kinerja perangkat menara BTS dan menara MCP dapat berjalan dengan optimal dan menghasilkan kualitas sinyal (gelombang frekuensi) yang baik. Kondisi ini menuntut para menara provider sebagai penyedia insfratuktur menara BTS dan menara MCP harus mampu memberikan kualitas pelayanan preventive

maintenance Menara perangkat BTS maupun menara perangkat MCP untuk

(13)

Bab 1 Pendahuluan 1-2

Bisnis preventive maintenance menara MCP adalah bisnis untuk mencegah terjadinya kerusakan pada perangkat infrastruktur menara MCP. Bisnis preventive maintenance menara MCP meliputi pemeliaharaan menara secara rutin dan back up generator set. Saat ini sudah banyak perusahaan jasa telekomunikasi yang bergerak dalam bidang preventive maintenance menara MCP diantara lain adalah PT. Prasethia Dwidharma, PT. Inti Bangun Sejahtera, PT. Qualita Indonesia dan lainya.

PT. ABC adalah perusahaan penyedia menara BTS dan menara MCP menara provider untuk perangkat menara BTS dan perangkat MCP di Indonesia. Tercatat lebih dari 5.000 menara BTS dan lebih dari 8.000 menara MCP tersebar di seluruh Indonesia (data Maret 2016). Menara BTS dan MCP PT. ABC tersebar diseluruh wilayah di Indonesia dan sudah beroperasi menyediakan jasa penyewaan menara BTS dan menara MCP ke berbagai operator telekomunikasi di Indonesia. Sebagai pendukung pemeliharan menara BTS, menara MCP dan berbagai insfrastrukturnya PT. ABC yang terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan menara BTS dan menara MCP yang terus naik, PT. ABC berencana akan bermitra dengan perusahaan jasa konstruksi telekomunikasi.

PT. Sandya Hara Gantari adalah salah satu rencana mitra PT. ABC dalam pemeliharan menara MCP dan insfrastrukturnya untuk cluster area DKI Jakarta yang terdiri dari 600 site menara MCP. Rencana kontrak kerja yang akan diberikan kepada PT. Sandya Hara Gantari adalah preventive

maintenance menara MCP mencakup dari preventive (pemeliharaan menara

secara rutin), pelaporan/dokumentasi (berita acara serah terima) dan back up

generator set bila terjadi pemadaman listrik dari PLN.

PT. Sandya Hara Gantari adalah perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Konstruksi Insfrastruktur Telekomunikasi. Berdiri sejak Agustus 2014, PT. Sandya Hara Gantari mampu mengembangkan usahanya dibidang Jasa Konstruksi Insfrastruktur sarana Telekomunikasi di seluruh area di Indonesia meliputi Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

(14)

Bab 1 Pendahuluan 1-3

Laporan Tugas Akhir Universitas Kristen Maranatha

MCP dari PT. ABC untuk wilayah Jakarta sebanyak 600 menara MCP yang akan dimulai awal tahun 2017.

Bisnis jasa preventive maintenance menara MCP yang diteliti bukan proses perhitungan maintenance, melainkan jasa pelaksanaan proyek. PT. Sandya Hara Gantari perlu melakukan studi kelayakan investasi untuk prospek bisnis jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC yang sesuai berdasarkan pada literatur aspek studi kelayakan bisnis. Hal ini perlu dilakukan PT. Sandya Hara Gantari untuk dapat melihat kelayakan bisnis jasa

preventive maintenance MCP dengan capaian pelayanan yang sesuai dengan

ketentuan tuntutan PT. ABC.. Studi kelayakan jasa preventive maintenance 600 menara MCP ini dibawah kordinasi langsung oleh Departemen

Maintenance PT. Sandya Hara Gantari yang didirikan khusus untuk

menjalankan bisnis baru PT. Sandya Hara Gantari di bidang jasa preventive

maintenance menara MCP.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, penulis melihat masalah yang terjadi dalam perusahaan adalah bisnis baru jasa preventive

maintenance menara MCP yang akan dilakukan di proyek jasa preventive maintenance 600 menara di DKI Jakarta yang ditawarkan PT. ABC kepada

PT. Sandya Hara Gantari akan dijadikan pertimbangan lebih lanjut oleh PT Sandya Hara Gantari. Adapun kendala yang menjadi pertimbangan PT. Sandya Hara Gantari, antara lain:

1. PT. Sandya Hara Gantari belum mengetahui kelayakan proyek secara aspek hukum (persyaratan perizinan dalam melaksanakan proyek). 2. PT. Sandya Hara Gantari belum mengetahui kelayakan proyek secara

aspek teknis (teknologi yang digunakan untuk jasa preventive

maintenance dan back up energi listrik saat terjadi pemadaman PLN,

(15)

Bab 1 Pendahuluan 1-4

3. PT. Sandya Hara Gantari belum mengetahui kelayakan proyek secara aspek organisasional (sumber daya manusia untuk menjalankan proyek jasa preventive maintenance menara MCP berdasarkan Job Description dan Job Spesification).

4. PT. Sandya Hara Gantari belum mengetahui kelayakan proyek secara aspek sosial (memberikan manfaat tehadap masyarakat sekitar area site dan PT. ABC).

5. PT. Sandya Hara Gantari belum mengetahui kelayakan proyek secara aspek finansial (prospek keuntungan terhadap proyek yang akan di jalankan perusahaan selama 5 tahun, pengembalian investasi proyek melebihi 3 tahun (jangka waktu pengembalian investasi yang diinginkan perusahaan) dan nilai bunga yang yang ditetapkan Shareholder perusahaan lebih besar dibandingkan Internal Rate Of Return (IRR)). Melalui penelitian ini penulis berharap dapat memberikan manfaat kepada PT. Sandya Hara Gantari dalam pelaksanaan proyek.

1.3 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dan asumsi diterapkan agar ruang lingkup permasalahan lebih terfokus dan tidak menyimpang ke arah yang lebih luas. Pembatasan masalah yang diterapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Pengamatan hanya dilakukan pada 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta.

2. Tidak membandingkan teknologi yang digunakan untuk bisnis

preventive maintenance menara MCP.

3. Ruang lingkup dan prosedur teknis preventive maintenance menara MCP PT. ABC yang akan dilaksanakan oleh PT. Sandya Hara Gantari adalah maintenance kebersihan, maintenance catu daya (PLN),

maintenance grounding system dan penyediaan back up genset.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan investasi adalah sebagai berikut :

(16)

Bab 1 Pendahuluan 1-5

Laporan Tugas Akhir Universitas Kristen Maranatha

2. Jumlah jam kerja perhari adalah 8 jam/hari sudah termasuk dengan

troubleshooting.

3. Umur proyek 5 tahun berdasarkan kontrak dengan PT. ABC.

4. Faktor diskonto 15% sesuai dengan nilai bunga yang ditetapkan

Shareholder PT. Sandya Hara Gantari.

5. Rata-rata pemadaman listik PLN di daerah Jakarta untuk per bulan : Tabel 1.1

Rata-rata Pemadaman Listrik PLN/Bulan

Sumber : PLN

Jumlah diatas merupakan perkiraan kurang atau lebih jumlah jam pemadaman listrik dari PLN.

6. Dalam 1 hari Field Maintenance / Maintenace Operator melakukan pemeliharaan menara MCP sebanyak 3 site MCP dilokasi yang berdekatan.

7. Tingkat Inflasi setiap tahunnya sebesar 5% berdasarkan rata-rata inflasi yang terjadi di Indonesia selama 5 tahun terakhir dan target yang ditetapkan oleh bank Indonesia untuk tahun-tahun berikutnya.

8. Kenaikan gaji karyawan setiap sebesar 7% setiap tahunnya.

9. Biaya Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (Straight Line

Depreciation Method).

1.4 Perumusan Masalah

(17)

Bab 1 Pendahuluan 1-6

1. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek hukum ? 2. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600

menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek teknis ? 3. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600

menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek organisasional ?

4. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek sosial ? 5. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600

menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek finansial? 6. Bagaimana kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600

menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta secara keseluruhan?

1.5 Tujuan Penelitian

Setelah menentukan perumusan masalah, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:

1. Menganalisis kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 site menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek hukum.

2. Menganalisis kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 site menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek teknis.

3. Menganalisis kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 site menara MPC PT. ABC di DKI Jakarta berdasarkan aspek organisasional.

(18)

Bab 1 Pendahuluan 1-7

Laporan Tugas Akhir Universitas Kristen Maranatha

6. Menganalisis kelayakan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 site menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta secara keseluruhan.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini berisi gambaran mengenai latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, pembatasan masalah dan asumsi, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan yang memberikan gambaran umum mengenai penelitian yang dilakukan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi acuan teoritis yang digunakan sebagai dasar penelitian dalam menyelesaikan suatu masalah. Tinjauan pustaka ini berisikan pengertian dan metode-metode yang digunakan dalam upaya pertimbangan kelayakan investasi.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi acuan teoritis yang digunakan langkah-langkah sistematis dalam melakukan penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan, pengolahan data, hingga akhir penulisan laporan Tugas Akhir yang digambarkan dalam bentuk flowchart.

BAB 4 PENGUMPULAN DATA

(19)

Bab 1 Pendahuluan 1-8

BAB 5 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS

Bab ini berisi pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk kriteria kelayakan investasi, sehingga dapat menganalisis hasil yang diperoleh dari pengolahan data tersebut.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

(20)

6-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Aspek Hukum

Berdasarkan kelengkapan data yang dimiliki maupun yang akan dilengkapi, proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta dapat dikatakan layak karena telah memenuhi persyaratan kelengkapan dan keabsahan dari legalitas dan perizinan usaha secara keseluruhan.

2. Aspek Teknis

Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek teknis menunjukan bahwa tersedianya operasional dalam melaksanakan proyek preventive maintenance menara MCP 600 menara PT. ABC di DKI Jakarta.

Operasional proyek tersebut adalah penetapan lokasi kantor & basecamp, ruang lingkup & prosedur teknis proyek dan kebutuhan sarana penunjang & peralatan proyek. Sehingga tidak ditemukan hambatan-hambatan atau kendala yang dapat mengganggu aktivitas kegiatan proyek preventive

maintenance menara MCP secara keseluruhan. Dapat disimpulkan bahwa

pelaksanaan proyek jasa preventive maintenance 600 menara PT. ABC di DKI Jakarta dari segi aspek teknis sangat mendukung dan layak untuk dilaksanakan.

3. Aspek Organisasional

(21)

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-2

penggunaan teknologi yang berkaitan dengan kegiatan jasa preventive

maintenance melalaui rekruitmen dan training yang diadakan melalui

departemen maintenance perusahaan, sehingga pelakasanaan proyek jasa

preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta dari segi

aspek organisasional dapat dikategorikan layak untuk dilaksanakan. 4. Aspek Sosial

Berdasarkan aspek sosial dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta layak untuk dilaksanakan perusahaan karena dapat memberikan pengaruh positif yang lebih besar dibandingkan pengaruh negatif yang dihasilkan selama proyek tersebut. pengaruh positif untuk faktor internal dan eksternal yang terlibat dalam pelaksanaan proyek jasa preventive

maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta.

5. Aspek Finansial

Secara finansial berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan oleh penulis, kegiatan investasi proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta layak untuk dilaksanakan oleh PT. Sandya Hara Gantari ditinjau dari semua kriteria kelayakan investasi yang digunakan.

Dari metode Discounted Payback Period didapat jangka waktu pengembalian investasi yaitu pada tahun ke-1 bulan 12, dengan umur proyek yang dilaksanakan selama 5 tahun.

 Berdasarkan metode perhitungan NPV didapatkan hasil Rp.1.241.068.544,68, dimana NPV > 0, sehingga investasi proyek jasa

preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta

layak untuk dijalankan.

(22)

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-3

Laporan Tugas Akhir Universitas Kristen MaranathaDari metode perhitungan Internal Rate of Return didapat nilai

persentase sebesar 48,53 %, sehingga investasi sudah memenuhi syarat kelayakan invetasi yaitu IRR > MARR.

Total biaya investasi proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta adalah sebesar Rp.1.569.210.754,00. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan investasi, investasi proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta layak untuk dijalankan PT. Sandya Hara Gantari.

6. Secara Keseluruhan berdasarkan segala aspek dari non-finansial dan finansial dikatakan layak karena tidak ditemukan hambatan ataupun kendala dalam pelaksanaan proyek jasa preventive maintenance 600 menara MCP PT. ABC di DKI Jakarta yang akan dijalankan PT. Sandya Hara Gantari.

6.2Saran

Penulis menyarankan agar PT. Sandya Hara Gantari :

1. Mengembangkan bisnis pelayanannya dibidang pemeliharaan menara MCP untuk wilayah lain dengan jumlah menara yang lebih banyak, Supaya profit perusahaan menjadi lebih besar.

2. PT. Sandya Hara Gantari perlu melakukan pengembangan usahanya dalam bidang telekomunikasi yang lebih spesifik untuk jasa instalasi dan pemeliharaan perangkat provider telekomunikasi menara MCP dengan studi kelayakan yang lebih lanjut. Misal instalasi dan pemeliharaan Beban

(23)

ANALISIS KELAYAKAN BISNIS JASA PREVENTIVE

MAINTENANCE MENARA MICROCELL POLE (MCP)

PT. ABC DI DKI JAKARTA

(Studi kasus : PT. Sandya Hara Gantari, Jakarta)

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana di

Pada Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha

Disusun oleh :

Nama : Evendy Torang

NRP : 1223901

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(24)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karuniaNya yang melimpah yang banyak dicurahkan kepada penulis selama pengerjaan Laporan Tugas Akhir dengan judul “ ANALISIS KELAYAKAN BISNIS JASA PREVENTIVE MAINTENANCE MENARA MICROCELL POLE (MCP) PT. ABC DI DKI JAKARTA“ ini.

Pembuatan Tugas akhir ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan akademik untuk mencapai gelar Sarjana Strata – 1 pada Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Penulis menyadari bahwa Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi kemajuan penelitian ini pada masa yang akan datang.

Dalam menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Tuhan YME, atas berkat mu dan petunjuk jalan mu saya bisa sampai dititik ini, terima kasih atas semua berkat yang engkau berikan.

2. Babeh, Emak, Abang, Kakak, Sodara, Keponakan yang baru lahir semua keluarga tercinta terimakasih. Terimakasih untuk selalu dukung dan support saya selama ini, god bless u all.

3. Ibu Yulianti, ST., MT, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan dengan sabar memberikan petunjuk, pengetahuan, ilmu dan koreksi serta nasihat dalam menyusun tugas akhir ini.

4. Bapak Arif Suryadi, ST., MT, selaku dosen penguji yang sering memberi saya pengetahuan-pengetahuan dan solusi dalam menyusun tugas akhir ini.

(25)

6. Ibu Melina Hermawan S.T , M.T selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan atas topik dari masalah yang saya hadapi dalam menyusun tugas akhir ini.

7. Ibu Christina ST. MT , selaku Ketua Program Studi Teknik Fakultas Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dan dosen penguji yang telah memberikan masukan dan saran saran dalam tugas akhir saya.

8. Bapak Michael Rerung, selaku Direktur Utama PT. Sandaya Hara Gantari yang telah memberikan dukugan dan kesempatan untuk melakukan penelitian dalam penyusunan tugas akhir di PT. Sandya Hara Gantari.

9. Bapak Fernando Pardamean, selaku Manajer Konstruksi PT. Sandya Hara Gantari dan pembimbing saya atas seluruh dukungan moral dan teknis dalam terselesaikannya penyusunan penelitian tugas akhir ini.

10.Seluruh karyawan PT. Sandya Hara Gantari yang telah memberikan dukungan selama penelitian dan penyusunan tugas akhir saya ini secara khusus untuk seluruh staff dan teknisi ahli di Departemen Maintenance.

11.Rekan-rekan satu angkatan Teknik Industri dan Teknik Elektro Univesitas Kristen Maranatha, terima kasih atas semuanya.

12.Rekan-rekan satu kelas Teknik Industri Univesitas Kristen Maranatha, terima kasih atas semuanya.

13.Rekan-rekan grup Pejuang Industri Univesitas Kristen Maranatha, terima kasih atas semuanya.

14.Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, baik secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan bantuan dalam penyusunan tugas akhir ini.

Akhir kata penulis mengharapkan bahwa Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat tersendiri bagi penulis, perusahaan, pembaca, Universitas Kristen Maranatha dan pihak-pihak yang membutuhkan.

Bandung, 13 Juni 2017

(26)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

1. Anthony, C, “Teknik Manajmen Pemeliharaan” Erlangga, Jakarta, 1992.

2. Kasmir, dan Jakfar. “Studi Kelayakan Bisnis”. Prenada Media, Jakarta, 2003.

3. Munawir, S, “Analisa Laporan Keuangan”, Liberty, Jakarta, 2010.

4. Pujawan, I Nyoman, “Ekonomi Teknik”, Prima Printing, Surabaya, 2003.

5. Subagyo, A “Studi Kelayakan: Teori dan Aplikasi”. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2007.

6. Umar, H “Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis Secara

Figur

Tabel
Tabel p.7
Tabel
Tabel p.8
Tabel
Tabel p.9
Tabel
Tabel p.10
Tabel 1.1 Rata-rata Pemadaman Listrik PLN/Bulan

Tabel 1.1

Rata-rata Pemadaman Listrik PLN/Bulan p.16

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :