• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Faktor Pembatas Hidup Terumbu Karang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor Faktor Pembatas Hidup Terumbu Karang."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date: Sun Sep 3 2:08:17 2017 / +0000 GMT

Faktor-Faktor Pembatas Hidup Terumbu Karang.

LINK DOWNLOAD [31.89 KB]

Pertumbuhan terumbu karang dibatasi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu, salinitas, cahaya, arus dan substrat.

Suhu

Sacara geografis, suhu membatasi sebaran karang. Suhu optimum untuk terumbu adalah 250 C ? 300 C (Soekarno et al, 1983). Suhu mempengaruhi tingkah laku makan karang. Kebanyakan karang akan kehilangan kemampuan untuk menangkap makanan pada suhu diatas 33,50 C dan dibawah 160 C (Mayor, 1918 dalamSupriyono, 2000) .Pengaruh suhu terhadap karang tidak saja yang ekstrim maksimum dan minimum saja, namun perubahan mendadak dari suhu alami sekitar 40C ? 60 C dibawah atau diatas ambient dapat mengurangi pertumbuhan karang bahkan mematikannya.

Salinitas

Salinitas merupakan faktor pembatas kehidupan karang. Daya setiap jenis karang berbeda-beda tergantung pada kondisi laut setempat. Karang hermatipik adalah organisme laut sejati yang sangat sensitif terhadap perubahan salinitas yang jelas menyimpang terhadap salinitas air laut, yaitu 320/oo ? 350/oo. Binatang karang hidup subur pada salinitas air laut 340/oo ? 360/oo. Karang yang hidup dilaut dalam jarang atau hampir tidak pernah mengalami perubahan salinitas yang cukup besar sedang yang hidup

ditempat-tempat dangkal sering kali dipengaruhi oleh oleh masukan air tawar dari pantai maupun hujan sehingga terjadi penurunan salinitas perairan.

Cahaya

Cahaya diperlukan oleh alga simbiotik zooxanthellae dalam proses fotosintesis guna memenuhi kebutuhan oksigen biota terumbu karang (Nybakken,1992). Tanpa cahaya yang cukup, laju foto sintesis akan berkurang dan kemampuan karang menghasilkan kalsium karbonat pembentuk terumbu akan berkurang pula. Kedalaman penetrasi cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan karang hermatipik, sehingga dapat mempengaruhi penyebarannya (Sukarno,1977 dalam jimmi, 1991). Jumlah spesies berkurang secara nyata pada kedalaman penetrasi cahaya sebesar 15-20% dari penetrasi cahaya permukaan yang secara cepat menurun mulai dari kedalaman 10 m (Stoddart dalamEndean, 1976 dalam D'elia et al., 1991).

Sedimentasi;.

Pengaruh sedimentasi terhadap hewan karang dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Sedimen akan mematikan langsung karang bila ukuran sedimen cukup besar atau banyak sehingga menutup polip karang. Pengaruh tidak langsung adalah menurunnya penetrasi cahaya matahari yang penting untuk proses fotosintesis zooxanthellae. Selain itu banyaknya energi yang dikeluarkan oleh binatang karang tersebut untuk menghalau sediment mengakibatkan turunnya laju pertumbuhan karang.

Arus dan Gelombang.

Pertumbuhan karang di daerah berarus lebih baik bila dibandingkan dengan perairan yang tenang (Nontji, 1987). Umumnya terumbu karang lebih berkembang pada daerah yang bergelombang besar. Selain memberikan pasokan oksigen bagi karang, gelombang juga memberi plankton yang baru untuk koloni karang. Selain itu gelombang sangat membantu dalam menghalangi pengendapan pada

(2)

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah Export date: Sun Sep 3 2:08:17 2017 / +0000 GMT

koloni karang. Sebaliknya, gelombang yang sangat kuat, seperti halnya gelombang tsunami, dapat menghancurkan karang secara fisik.

Daftar pustaka lihat klik disni

Referensi

Dokumen terkait

Hasil verifikasi juga mengeksplorasi bahwa dalam penyusunan MOU minimal memuat: pihak yang bekerjasama, visi, misi, kebijakan dan strategi pembangunan KKJS sisi

Masih terhubung dengan poin 3, jika titik tengah garis absorpsi tersebut tidak sama dengan garis absorpsi yang dibuat di laboratorium (panjang gelombang diam), berarti dapat

Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara metode latihan menggiring secara individu dan secara kelompok terhadap kemampuan menggiring bola pada kelompok umur

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dan pola jarak tanam 20x20 cm (persegi) merupakan kombinasi perlakuan terbaik karena memiliki berat

Untuk nilai stabilitas campuran aspal porus menggunakan agre- gat gravel dan kerikil bergradasi seragam lebih besar dibandingkan dengan yang menggunakan gradasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh yang isfnifikan antara gaya belajr visual, auditori, dan kinestetik terhadap prestasi

Neonatus dengan berat badan normal antara 2500 – 4000, produksi bilirubin relatif lebih tinggi tetapi fungsi hepar baik dalam metabolisme bilirubin hati untuk di

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014