• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perda 6 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perda 6 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PERDA NOMOR 6 TAHUN 2011

PERDA KAB. PARIGI MOUTONG TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

Abstrak : a. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (2) huruf k Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ditetapkan sebagai salah satu jenis Pajak Kabupaten. b. Bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan merupakan salah satu

sumber pendapatan daerah guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang harus ditetapkan dalam Peraturan Daerah.

Dasar Hukum Peraturan Daerah ini adalah :

UU Nomor 6 Tahun 1983; UU Nomor 19 Tahun 1997; UU Nomor 10 Tahun 2002; UU Nomor 14 Tahun 2002; UU Nomor 32 Tahun 2004; UU Nomor28 Tahun 2009; PP Nomor 40 Tahun 1996; PP Nomor 24 Tahun 1997; PP Nomor 37 Tahun 1998; PP 58 Tahun 2005; PP Nomor 69 Tahun 2010; PP Nomor 91 Tahun 2010; Permendagri Nomor 13 Tahun 2006; Perda Nomor 8 Tahun 2008.

Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Parigi Moutong ini diatur tentang : 1. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

2. Isi dari Peraturan Daerah ini yaitu : a. Bab I : Ketentuan Umum b. Bab II : Maksud dan Tujuan

c. Bab III : Nama, Objek dan Subjek Pajak

d. Bab IV : Dasar Pengenaan,Tarif dan Cara Penghitungan e. Bab V : Wilayah Pemungutan

f. Bab VI : Saat Pajak Terutang g. Bab VII : Ketentuan Bagi Pejabat

h. Bab VIII : Penetapan, Tata Cara Pembayaran dan Penelitian Penagihan

i. Bab IX : Pengurangan

j. Bab X : Keberatan, Banding dan Gugatan

(2)

dan Penghapusan Atau Pengurangan Sanksi Administrasi l. Bab XII : Pengembalian Kelebihan Pembayaran dan Pemeriksaan m. Bab XIII : Kadaluwarsa

n. Bab XIV : Insentif Pemungutan o. Bab XV : Ketentuan Khusus p. Bab XVI : Sanksi Administrasi q. Bab XVII : Penyidikan

r. Bab XVIII : Ketentuan Pidana s. Bab XIX : Ketentaun Penutup

Catatan : Sejak berlakunya Peraturan Daerah Kabupaten Parigi Moutong ini maka : 1. Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan.

Referensi

Dokumen terkait

Imbas Ketiadaan Peraturan Daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan pada Pelaksanaan Pelaporan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan di Kantor Pertanahan

bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, maka beberapa ketentuan dalam Peraturan Bupati Blora Nomor 23

Untuk menganalisis tingkat efektivitas penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan bisa

Dengan adanya pengalihan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dari pajak negara menjadi pajak daerah akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah

Hasil dari pemunggutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ini di kelola 100 % (seratus persen) oleh pemerintah daerah Kota Malang yang tercantum dalam Undang-Undang

 Dalam jangka waktu 5 tahun sesudah saat terutangnya BPHTB Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan

Pelaksanaan pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan ketentuan yang lama yaitu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas

Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang selanjutnya disingkat SSPD BPHTB adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan